kmb sistem imun

Download KMB Sistem Imun

Post on 11-Dec-2014

130 views

Category:

Documents

11 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Pengkajian Keperawatan Medikal Bedah

PENGKAJIAN HOLISTIC CARING GANGGUAN FUNGSI METABOLIK DAN ENDOKRIN

DISUSUN OLEH : KARMILA BR KABAN JAGENTAR PANE SUKHRI HERIANTO RITONGA

PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2012

KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan anugerahNya yang luar biasa sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Pengkajian Holistik Caring gangguan fungsi Metabolik dan Endokrin ini dalam rangka menyelesaikan tugas kelompok Keperawatan Medikal Bedah. Banyak hal yang mungkin menjadi kendala bagi kami dalam menyelesaikan tugas ini namun karena bimbingan dan kesabaran dari dosen mata kuliah Keperawatan Medikal Bedah ini maka kami dapat menyelesaikan tugas ini tepat pada waktunya. Walaupun demilikian makalah ini belumlah sempurna dan dengan segala kerendahan hati kami memohon kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan kedepan. Dan diakhir kata kami mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan ataupun kata-kata yang kurang berkenan Kelompok

2

DAFTAR ISI Kata pengantar2 Daftar isi..3 BAB I Pendahuluan4 A. Latar belakang.4 B. Tujuan penulisan.4 BAB II Tinjauan teori.5 A. Fungsi metabolic hati..5 B. Fungsi uji hati..7 C. Diabetes mellitus.8 D. Pengkajian system endokrin dan metabolic10 Format pengkajian.17 BAB III Penutup.23 A. Kesimpulan..23 B. Saran23 Daftar pustaka.24

3

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sirosis hepatic dan diabetes mellitus merupakan salah satu contoh penyakit akibat gangguan pada system metabolic dan system endokrin manusia. Penyakit sirosis hepatis merupakan penyebab kematian terbesar setelah penyakit kardiovaskuler dan kanker (Lesmana, 2004). Diseluruh dunia sirosis hepatis menempati urutan ketujuh penyebab kematian. Sekitar 25.000 orang meninggal setiap tahun akibat penyakit ini. Sirosis hepatis merupakan penyakit hati yang sering ditemukan dalam ruang perawatan dalam. Gejala klinis dari sirosis hepatis sangat bervariasi, mulai dari tanpa gejala sampai dengan gejala yang sangat jelas. Apabila diperhatikan, laporan di Negara maju, maka kasus sirosis hepatis yang datang berobat kedokter hanya kira-kira 30% dari seluruh populasi penyakit ini dan lebih dari 30% lainnya ditemukan secara kebetulan ketika berobat , sisanya ditemukan saat otopsi (Sutadi, 2003). Menurut organisasi kesehatan dunia (WHO), pada tahun 2000 sekitar 170 juta umat manusia terinfeksi sirosis hepatis. Angka ini meliputi sekitar 3% dari seluruh populasi manusia di dunia dan setiap tahunnya infeksi baru sirosis hepatis bertambah 3-4 juta orang. Angka prevalensi penyakit sirosis hepatis di Indonesia, secara pasti belum diketahui. Prevalensi penyakit sirosis hepatis pada tahun 2003 di Indonesia berkisar antara 1-2,4%. Dari rata-rata prevalensi (1,7%), 2 diperkirakan lebih dari 7 juta penduduk Indonesia mengidap sirosis hepatis (Anonim, 2008). Menurut Ali (2004), angka kasus penyakit hati menahun di Indonesia sangat tinggi. Adapun jumlah penderita diabetes mellitus menurut data WHO ( World Health Organization),Indonesia menempati urutan ke-4 terbesar di dunia. Diabetes mellitus merupakan salah satu contoh penyakit degeneratif yang akhir-akhir ini menjadi bahan diskusi yang sangat hangat di tengah-tengah kehidupan saat ini. Maka, berdasarkan hal di atas kelompok mencoba akan mengangkat pembahasan tentang aplikasi keperawatan terhadap gangguan system metabolic dan endokrin ini yaitu aspek pengkajian keperawatan secara holistic.

B. Tujuan Penulisan 1. Mengidentifikasi fungsi metabolik hati 2. Menjelaskan fungsi uji hati 3. Membedakan antara diabetes tipe 1 dan 2 serta menggambarkan etiologi yang berhubungan dengan diabetes. 4. Melakukan pengkajian holistic pasien diabetes.

4

BAB II TINJAUAN TEORI A. Fungsi metabolik hati Hati merupakan organ yang paling besar di tubuh manusia dan menempati sekitar 2 persen dari berat tubuh manusia. Hati terletak di kuadran kanan atas abdomen dibawah diafragma. Tulang rusuk menutupi seluruh bagian hati kecuali pada bagian yang lebih bawah. Hati memiliki 5 fungsi metabolic, yaitu: 1. Produksi empedu Hati normalnya memproduksi dan mensekresikan 600 s.d 1200 cc cairan empedu dalam sehari. Komponen dasar dari cairan empedu adalah air, garam empedu, bilirubin, kolesterol, asam lemak, lesitin, sodium, potassium, kalsium, klorida dan ion bikarbonat dan air merupakan komponen terbesar dari cairan empedu tersebut. Karena cairan empedu terkumpul di kandung empedu, maka air dan elektrolit dalam jumlah besar (kecuali ion kalsium) di reabsorbsi kembali oleh mukosa kandung empedu. Garam empedu diproduksi hati sekitar 0,5 gram per hari. Prekusor garam empedu ini adalah kolesterol dan keduanya disuplai oleh makanan atau dibentuk sendiri oleh hati melalui metabolisme lemak. Fungsi dari garam empedu ini ada 2, yaitu yang pertama adalah sebagai emulsi sehingga menurunkan tekanan permukaaan dari partikel lemak dalam makanan, akibatnnya adalah memungkinkan untuk pengadukannnya di saluran pencernaan menjadi ukuran yang lebih kecil lagi. Kedua, garam empedu ini membantu dalam absorpsi asam lemak, monogliserida, kolesterol dan lipid lainnya di saluran pencernaan. Komponen berikutnya adalah bilirubin. Bilirubin adalah sebuah pigmen kuning -orange atau kuning kehijau-hijauan pada empedu yang diproduksi dari pemecahan hemoglobin. Kolesterol merupakan precursor asam empedu, dapat mengendap kecuali garam empedu yang dipertahankan untuk menjaga suspensi. Biliverdin adalah pigmen pertama yang dibentuk sepanjang produksi empedu. Pigment yang kehijau-hijauan ini akan segera direduksi menjadi bilirubin tak terkonjugasi dan dilepaskan ke plasma. Lesitin adalah sebuah substansi lemak dan fospolipid dimana substansi ini terdiri dari fosporus, asam lemak dan nitrogen basa. Hati secara terus menerus mensekresikan empedu, kemudian menyimpannya di kantung empedu sampai empedu tersebut dibutuhkan di duodenum untuk pencernaan. Kantong empedu ini dapat menyimpan 20 sampai 60 cc empedu dalam satu waktu, dan dapat mencapai 450 cc sekitar 12 jam. Kantong empedu ini akan terus menyimpan sampai lemak makanan masuk ke saluran pencernaan dan menstimulasi pelepasan kolesistokinin, kolesistokinin menstimulasi kontraksi dinding kantong empedu dan proses ini bersama5

sama dengan relaksasinya spinter oddi dan memungkinkan empedu mengalir ke duodenum dan bercampur dengan makanan. Kantong empedu juga distimulasi oleh syaraf kolinergik yang juga menstimulasi motilitas usus dan mensekresikannya pada bagianbagian saluran pencernaan. 2. Metabolisme karbohidrat Fungsi utama hati yang berhubungan dengan metabolism glukosa berupa a. Glikogenesis = konversi glukosa ke glikogen b. Glikogenolisis = pemecahan glikogen menjadi glukosa c. Penyimpanan glikogen d. Mengubah galaktosa dan fruktosa menjadi glukosa e. Glukoneogenesis = mengubah asam amino menjadi glukosa Ketika glukosa tidak dibutuhkan, tubuh akan menyimpannya sebagai glikogen. Nantinya, jika glukosa dibutuhkan, hati dapat memecah glikogen menjadi glukosa. Jika gula darah menurun secara drastic, glukoneogenesis terjadi dengan mempertahankan gula darah normal. 3. Metabolisme lipid (lemak) Fungsi utama hati yang berhubungan dengan metabolism lipid (lemak) berupa a. Oksidasi asam lemak untuk energy b. Pembentukan lipoprotein c. Mensintesis kolesterol dan fospolipid d. Mensintesis lemak dari protein dan karbohidrat Hati menyediakan energi dari lemak dengan pemecahan lemak menjadi gliserol dan asam lemak, diikuti dengan proses oksidasi asam lemak tersebut, memicu untuk mengeluarkan energi dalam jumlah yang sangat banyak. Hati bertanggung jawab pada sebagian besar metabolism lemak. 4. Metabolisme protein Walaupun metabolism karbohidrat dan lemak penting, ketahanan manusia tergantung pada peran hati dalam metabolism protein. Fungsi primer hati yang berhubungan dengan metabolism protein adalah a. Deaminasi asam amino b. Pembentukan urea untuk dikeluarkan bersama ammonia dari tubuh c. Pembentukan protein plasma 6

d. Biotransformasi komponen-komponen, hormone, obat-obatan dan zat kimia lainnya. Kejadian deaminasi asam amino menonjol dihati. Degradasi adalah proses katabolisme asam amino yang berlebihan. Proses ini dimulai di hati dengan deaminasi berupa pembuangan kelompok amino (-NH2). Ammonia (NH3), hasil dari deaminasi diubah menjadi urea oleh hati dan kemudian diekskresikan oleh ginjal dan usus. Bentuk ammonia di usus oleh aksi bakteri atau protein juga disintesis menjadi urea dan diekskresikan oleh hati. Pada beberapa gangguan atau penyakit hati, ammonia yang secara normal diubah menjadi urea oleh hati terakumulasi hingga level yang berbahaya di dalam darah. Akibatnya terjadilah toksik yang disebut hepatic encelopathy Hati juga mensintesis protein plasma, misalnya albumin, protrombin, fibrinogen dan protein yang berhubungan dengan penggumpalan darah (factor V, VI, VII, IX dan X). Albumin penting untuk mempertahankan tekanan onkotik plasma, ketika protein lainnya berkontribusi terhadap penggumpalan darah 5. Fungsi sirkulasi Lebih dari 1000 ml darah bersirkulasi pada saat proses di hati berlangsung melalui sinusoid dari vena portal dan lebih dari 350 ml darah dari arteri hepatic dalam 1 menit. Karena ukuran dan ruang sinusoid, hati menjadi sebuah tempat penerimaan darah dalam kuantitas yang banyak. Ketika kehilangan darah sistemik terjadi, hati menyediakan suplay darah emergensi sekitar 500 ml atau hampir 1 liter jika tekanan di atrium kanan tinggi. Hambatan sepanjang system vena portal, sering disebabkan oleh sirosis dan memicu peningkatan tekanan sepanjang system yang disebut hipertensi portal. Akibat dari peningkatan tekanan di system aliran vena ke hati, berikutnya terjadi distensi dan penurunan aliran darah dari hati ke jantung. Darah yang mengalir melalui usus membawa bakteri, berikutnya mengalir menuju hati. Sel kupffer (makrofag pagosit) berupa barisan sinus hepatic, menya