kerangka acuan kerja star-sdp

Download Kerangka Acuan Kerja Star-sdp

Post on 17-Jul-2015

424 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

KERANGKA ACUAN KERJA (K A K) JASA KONSULTANSI REVIEW PROGRAM BEASISWA S1 DAN S2 PENDIDIKAN KEKHUSUSAN AKUNTANSI PEMERINTAHAN/ PENGAWASAN KEUANGAN NEGARA TAHUN 2008

A.

Latar Belakang ( Background ) Kegiatan pengembangan sektor - reformasi audit pemerintahan (State Audit Reform - Sector Development Project/Star Project ) adalah kegiatan proyek yang berfokus pada pengembangan kapasitas kelembagaan dan Sumber Daya Manusia dari institusi audit pemerintah Republik Indonesia. Sumber pembiayaan kegiatan ini adalah Pinjaman Luar Negeri (Loan) dari Bank Pembangunan Asia yang diberikan untuk jangka waktu 2005 sampai dengan 2009. Inspektorat Jenderal Departemen Pendidikan Nasional telah menerima kepercayaan untuk menjadi salah satu Unit Pelaksana Kegiatan (Project Implementation Unit) dari Star Project. Tugas yang diemban oleh Inspektorat Jenderal Depdiknas adalah untuk mengembangkan kapasitas SDM auditor pemerintah melalui penyelenggaraan pendidikan formal jenjang S1 dan S2 dengan disiplin ilmu yang relevan yaitu Akuntansi Pemerintahan. Kegiatan pengembangan SDM ini telah dirintis sejak tahun 2006 dengan penyusunan kurikulum, silabus, dan bahan ajar pendidikan S1 dan S2 Akuntansi Pemerintahan/Pengawasan Keuangan Negara yang dilakukan oleh konsultan Lembaga Management Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Program pendidikan yang disepakati untuk dijalankan adalah kekhususan yaitu suatu pendidikan konsentrasi di bawah Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi atau Program Pasca Sarjana di bidang Ilmu Ekonomi/Manajemen Akuntansi. Pada tahun 2007 Inspektorat Jenderal Depdiknas telah mulai mengkoordinasikan penyelenggaraan pendidikan formal Akuntansi Pemerintahan/Pengawasan Keuangan Negara dengan melibatkan 36 perguruan tinggi di Indonesia yang terdiri dari 20 perguruan tinggi negeri di daerah dan 16 perguruan tinggi di DKI Jakarta. Pendidikan formal ini diselenggarakan dengan mekanisme beasiswa. Jumlah mahasiswa yang terlibat dalam pelaksanaan program beasiswa ini adalah 677 orang, yaitu terdiri dari 362 orang staf Bawasda (25 orang S1 dan 337 orang S2), dan 315 orang staf Itjen (10 orang S1 dan 305 orang S2). Untuk menjamin mutu pendidikan, pada tahun 2007 Inspektorat Jenderal Depdiknas juga telah mengkoordinasikan kegiatan review yang komprehensif terhadap pelaksanaan program beasiswa yang dilakukan oleh konsultan yaitu Pusat Kajian Pengembangan Pendidikan (Center for Education Development Studies). Kegiatan review ini telah menghasilkan beberapa rekomendasi yang b beberapa di antaranya sangat menjadi prioritas yaitu penyempurnaan kurikulum, silabus, dan bahan ajar, yang saat ini tersedia dalam bentuk hand out berformat slide presentasi power point standar. Argumen utama yang mendasari

1

penyempurnaan bahan ajar adalah karena bahan ajar yang sudah ada masih bersifat standar minimal, sehingga perlu dikembangkan ke dalam bentuk yang lebih inovatif dan kreatif. Faktor utama lain yang menjadi pertimbangan untuk mengembangkan bahan ajar adalah perlunya pengayaan substansi bahan ajar dengan muatan materi yang berbasis pada kompetensi auditor pemerintah. Bahan ajar berbasis kompetensi adalah bahan ajar yang didasarkan atas hal-hal yang diharapkan dapat dilakukan mahasiswa di tempat kerjanya. Bahan ajar ini memberi tekanan pada apa yang dapat dilakukan oleh seseorang sebagai hasil dari mempelajari suatu materi (output). Dalam pelaksanaannya maka bahan ajar berbasis kompetensi memerlukan seperangkat rencana pendidikan yang memuat tujuan pembelajaran, topik yang akan disajikan, kegiatan pengajaran, alat bantu pengajaran, metode yang tepat digunakan, dan alat evaluasi yang dikembangkan berdasarkan standar kompetensi yang berlaku ditempat kerja. Selain itu alasan yang mendesak untuk dilakukannya pengembangan bahan ajar adalah begitu seringnya terjadi perubahan dalam peraturan tentang keuangan negara. Hal ini mengakibatkan substansi bahan ajar yang ada menjadi tidak up to date. Kondisi ini pada hakekatnya adalah sebuah keniscayaan mengingat dinamika pengelolaan keuangan negara dewasa ini memang cukup tinggi. Oleh karena itu penambahan materi tentang peraturan keuangan negara yang terkini ke dalam bahan ajar menjadi sangat tinggi tingkat urgensinya. Berdasarkan faktor-faktor di atas dan mengingat pentingnya peranan bahan ajar dalam proses pembelajaran yang sangat berdampak langsung terhadap pemahaman mahasiswa, yang akan berimplikasi pada pembentukan pola pikir, pengambilan keputusan, dan tindakannya, maka pada tahun 2008 ini Inspektorat Jenderal Depdiknas akan melakukan pengadaan jasa konsultansi Review Program Beasiswa Sl dan S2 berupa Penelaahan dan Penyusunan Bahan Ajar Pendidikan Kekhususan Akuntansi Pemerintahan/Pengawasan Keuangan Negara. B. Permasalahan Dari hasil review atas program beasiswa STAR-SDP yang dilakukan oleh konsultan pada tahun 2007 dan berdasarkan masukan pihak Universitas yang diperoleh dari kegiatan monitoring dan evaluasi Inspektorat Jenderal Depdiknas, teridentifikasi beberapa permasalahan dari kurikulum, silabus, dan bahan ajar yang dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Terdapat kekurangan mata kuliah dalam kurikulum S2 yang antara lain adalah mata kuliah pembekalan bagi mahasiswa dalam menyusun tesis yaitu Metodologi Penelitian; Terdapat beberapa mata kuliah pada kurikulum S2 yang tidak mempunyai silabus (agenda topik pengajaran dosen per tatap muka). Hal ini sangat tinggi

2 2.

2

3.

tingkat urgensinya mengingat mata kuliah yang tidak mempunyai silabus ini adalah mata kuliah kompetensi inti seperti auditing, audit keuangan negara, dan perpajakan; Format bahan ajar hanya terbatas dalam bentuk paparan presentasi (Power Point) yang isinya masih sangat umum dan kurang memadai untuk dieksplorasi secara lebih luas dalam kegiatan perkuliahan; Substansi materi bahan ajar dinilai masih terlalu banyak aspek teoritisnya daripada aspek prakteknya; Substansi materi bahan ajar ilmu Akuntansi masih lebih banyak menekankan pada sektor swasta (Private Sector) daripada sektor pemerintahan (Government or Public Sector); Substansi materi bahan ajar ilmu Keuangan Negara masih dirasakan kurang memuat topik-topik kontemporer yang aktual, hangat, dan tengah berkembang dalam pengelolaan keuangan negara dewasa ini seperti aspek kinerja, dan lain-lain.

4. 5.

6.

C.

Tujuan Tujuan dari penggunaan jasa konsultan dalam kegiatan review program beasiswa STAR-SDP ini adalah untuk menindaklanjuti rekomendasi yang telah disampaikan oleh konsultan tahun 2007. Secara khusus tujuan penugasan konsultan adalah untuk menelaah kembali paket pendidikan yang telah ada meliputi kurikulum, silabus, dan bahan ajar dengan berbasis pada fakta dan kondisi yang telah dirasakan oleh pihak Universitas. Selanjutnya konsultan diminta untuk menyusun bahan ajar tersebut ke dalam bentuk buku (modul) yang memenuhi standar modul berkualitas, sehingga dapat menjawab permasalahan dimaksud dan selanjutnya dapat digunakan secara memadai sebagai acuan dalam kegiatan perkuliahan di kelas maupun untuk didalami secara mandiri oleh mahasiswa. Secara spesifik tujuan yang ingin dicapai dari penggunaan jasa konsultan ini adalah sebagai berikut: 1. Tersusunnya Rencana Kerja (Action Plan) untuk pihak Universitas dan pihak Inspektorat Jenderal Depdiknas selaku koordinator penyelenggaraan pendidikan Akuntansi Pemerintahan/Pengawasan Keuangan Negara, dalam rangka menindaklanjuti rekomendasi dari konsultan tahun 2007; Terevaluasinya paket program Sl dan S2 Akuntansi Pemerintahan/Pengawasan Keuangan Negara yang meliputi: kurikulum, silabus, dan bahan ajar yang terkait dengan 6 kompetensi utama dari auditor pemerintah yaitu Akuntansi Pemerintahan, Auditing Pemerintahan, Keuangan Negara, Perpajakan, Manajemen dan Hukum Publik, dan Ekonomi dan Kebijakan Publik;

2 2.

3

3.

Tersusunnya seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi proses pendidikan yang digunakan sebagai bahan ajar penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar dalam pendidikan kekhususan Akuntansi Pemerintahan/Pengawasan Keuangan Negara; Tersusunnya buku-buku modul yang merupakan pengembangan bahan ajar yang ada saat ini. Buku modul ini diharapkan dapat memenuhi aspirasi dari kalangan akademisi pada universitas penyelenggara; Tersedianya aturan hukum yang jelas dalam penyelenggaraan program pendidikan kekhususan Sl dan S2 Akuntansi Pemerintahan/Pengawasan Keuangan Negara di universitas.

4.

5.

D.

Ruang Ungkup ( The Scope of Services ) Untuk suksesnya kegiatan Review Program Beasiswa STAR-SDP Tahun 2008 ini, maka konsultan diberikan penugasan mencakup 11 (sebelas) pekerjaan melalui tahapan sebagai berikut: 1. Penjaminan keberadaan program pendidikan akuntansi pemerintahan/ pengawasan keuangan negara di universitas lokal Berdasarkan pada hasil survey dari Program Loan Monitoring Unit (PLMU) STAR-SOP, terdapat indikasi bahwa hanya 16.12% dari 2,308 responden pada Inspektorat Jenderal Departemen yang berlatar belakang pendidikan akuntansi. Sementara di Bawasda, hanya 10.12% dari 8,955 responden dengan latar belakang pendidikan akuntansi, kebanyakan staff Itjen dan Bawasda berlatar belakang pendidikan ilmu sosial, hukum, dan teknik. Berkaitan dengan kondisi di atas, sangat penting untuk menjaga keberadaan program pendidikan akuntansi pemerintahan tersebut di universitas lokal, dalam rangka untuk melayani kebutuhan pendidikan formal staf Bawasda, Itjen Departemen, atau staf instansi pemerintahan lainnya yang terkait dengan sektor keuangan publik dan pengawasan di masa yang akan datang. Seiring berjalannya program beasiswa pendidikan akuntansi pemerintah/ p pengawasan keuangan negara di universitas penyelenggara perlu diketahui kepastian hukum keberadaan penyelenggaraan program pendidikan mengingat keberagamannya di seluruh universitas. Untuk itu Konsultan akan melakukan kajian tentang keberadaan dasar hukum pembentukan program pendidikan akuntansi pemerintahan di seluruh universitas