kalimat sederhana

Download kalimat sederhana

Post on 20-May-2015

17.786 views

Category:

News & Politics

7 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<ul><li> 1. BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang Jenis kalimat bisa dilihat dari strukturnya atau unsur-unsur pembentuknya.Unsur pembentuk itu bisa dilihat dari unsur bawahannya (klausa), dan prilakusintaktis unsur fungsi (S,P, O,K, PEL.).Berdasarkan jumlah klausa, kalimat bisadibedakan menjadi kalimat tunggal dan kalimat majemuk. Kalimat tunggal adalahkalimat yang dibentuk oleh sebuah klausa. Kalimat majemuk adalah kalimat yangterdiri atas dua klausa atau lebih. Penentuan jumlah klausa dalam kalimat ditandaioleh adanya unsur fungsi Subjek (S) dan Predikat (P) sebagai unsur pokok klausa Dalam pemberian judul sebuah berita pada koranbiasanya para wartawantidak hanya mengunakan kata dan frase akan tetapi para wartawan juga cendrungmengunakan kalimat agar inti dari berita dapat dijelaskan dengan baik. Alasannyaagar sipembaca dapat menangkap maksud dari inti berita yang disampaikan padapenikmat berita.Kalimat yang dipakai oleh wartawan yang menulis berita untukpemberian judul biasaya adalah kalimat tunggal.Kalimat tunggal adalah kalimatyang dibentuk oleh satu buah klausa, artinya dalam kalimat tersebut hanyaterdapat satu subjek dan predikat. Unsur lain (O,K, dan PEL) bisa ada maupuntidak. Kalimat tunggal tersebut bisa diklasifikasikan berdasarkan kategori pengisipredikat (P) maupun ada tidaknya unsur objek. Dilihat dari katergori pengisi P,kalimat tunggal bisa dikelompokkan menjadi kalimat nominal (predikatnya katabenda), kalimat adjektival (predikatnya kata sifat), kalimat verbal (predikatnyakata kerja), kalimat numeral (predikatnya kata bilangan), kalimat preposisional(predikatnya frasa depan).Dilihat dari prilaku subjek, kalimat bisa dikelompokkanmenjadi kalimat aktif (subjeknya melakukan perbuatan), kalimat pasif (subjeknyadikenai pekerjaan), kalimat refleksif atau medial (jika prilaku subjek ditujukanpada diri sendiri), dan kalimat resiprokal (jika subjek melakukan perbuatanberulang-ulang). Dilihat dari ada tidaknya unsur objek, kalimat tunggal bisadikelompokkan menjadi kalimat transitif (berobjek) dan intransitif (tidak1</li></ul><p> 2. berobjek). Kedua jenis itu pun bervariasi. Berdasarkan penjelasan diatas, padatulisan sederhana ini menjelaskan dan mengetahui struktur kalimat tunggal yangdipakai oleh wartawan dalam memberian judul sebuah berita pada koranSinggalang. B. Identifikasi Masalah Biasanya untuk menulis judul dari berita, wartawan memilih kalimat yangmenarik agar pembaca memiliki keinginan untuk membaca isi berita yang akandisampaikan oleh wartawan. Penulisan judulsebuah berita di dalam Koranbiasanya tidak hanya berupa kata dan frase namun para wartawan juga lebihcendrung mengunakan kalimat.Kalimat yang digunakan untuk memberikan judulberita tersebut ada yang berupa klausa yakni kalimat yang terdiri dari satuprediket.Kalimat yang terdiri dari satu prediket itulah yang dimaksud dengankalimat tunggal (Tallerman; 1998).Dalam kalimat tunggal tersebut juga adabeberapa jenis dari struktur kalimat tunggal tersebut.Namun yang dianalisis dalamtulisan sederhana ini adalah struktur kalimat tunggal dalam pemberian judulsebuah berita pada info utama pada koran Singgalang. C. Pembatasan Masalah Berdasarakan identifikasi masalah diatas, tulisan sederhana ini berfokuspada struktur kalimat tunggal yang ditemukan pada Koran Singgalang. Kalimattunggal yang akan dianalisis disini adalah kalimat tunggal yang ditulis olehwartawan dalam pemberian judul sebuah berita. Alasannya dalam pemberianjudul, para wartawan lebih cendrung mengunakan kalimat dari pada kata danfrase.Pada dasarnya ada beberapa jenis kalimat tunggal didalam kajian sintaksis,akan tetapi yang menjadi batasan masalah disini adalah kalimat tunggalyangdipakai oleh wartawan dalam pemberian judul berita pada Koran Singgalang yangditerbitkan pada hari rabu dan jumat tanggal 23 dan 25 November 2011. Namunyang akan dianalisis adalah judul berita yang terdapat pada info utama. Alasannyainfo utama dalam Koran Singgalang ini adalah info pilihan yang menjadi acuan 2 3. pembaca koran tertarik untuk membeli dan membaca Koran. Karena inilah penulismembatasi tulisan sederhana ini pada info utama pada Koran Singgalang. D. Perumusan Masalah Rumusan masalah dalam tulisan sederhana ini adalah: Apasaja struktur kalimat tunggal dalam pemberian judulsebuah beritadalam info utama pada koran Singgalang yang diklasifikasikan menurutkategorinya? E. Tujuan Tujuan dalam tulisan sederhana ini adalah: 1. Untuk mengetahui klasifikasikalimat tunggal yang dipakai olehwartawan dalampemberianjudul berita di Koran Singgalang menurutkategorinya. 2. Untuk mengetahui struktur dari kalimat tunggal yang digunakan dalampemberian judul berita di Koran Singgalang. 3 4. BAB IILANDASAN TEORI A. Kalimat Dalam kajian sintaksis biasanya yang dibicarakan adalah kalimat sehingasintaksis adalah ilmu tentang kalimat atau ilmu mengenai penataankalimat.Menurut Chaer (2003) kalimat adalah susnan kata- kata yang teratus yangberisi pikiran yang lengkap.Karena kalimat itu merupakan satuan yang langsungdigunakan dalam bahasa, maka para tata bahasawan tradisional mendefinisikankalimat dengan mengaitkan peranan kalimat itu sebagai alat interaksi dankelengkapan pesan dan isi yang ingin disampaikan.Djuha (1989) dalam Chaer(2003) mengatakan kalimaat adalah lafal yang tersusun dari dua buah kata ataulebih yang mengandung arti. Menurut Djoko Kentjono (1982) didalam Chaer (2003) kalimat merupakansatuan sintaksis yang disusun dari konstituen dasar, yang biasanya berupa klausadilengkapi dengan konjungsi bila diperlukan serta disertai dengan intonasifinal.Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa yang menjadi dasar kalimatadalah konstituent dasar dan intonasi final, sebab konjungsi hanya ada jikadiperlukan.Kosntituen dasar bisa berupa klausa. Menurut Elson (1983) kalimat diklasifikasikan menurut komposisinyayakni tipe dari prediket dan korelasi dari predikat dengan konstituen lainnya darisebuah kalimat. Jadi didalam kalimat memiliki perdekat sebagai penjelas darisuatu kalimat dan komposisi akan menjadi kriteria utama didalam sebuahteks.Selain itu menurut Elson (1983) secara semantik, kalimat merupakan suatupemikiran yang lengkap dan secara gramatikal kalimat sebagai pembentuk subjekdan prediket dan secara gramatikal kalimat merupkan unit yang trdiri dari satusubjek dan prediket. B. Kalimat Tunggal Kajian sintaksis sebaiknya dimulai dengan menelaah kalimat MenurutChaer (2003) kalimat tungal adalah kalimat yang hanya terdiri dari satu klausa4 5. saja.tunggal. Menurut Elson (1983) kalimat tunggal merupakan sentral palingutama atau unit dasar dari struktur gramatikal.Kalimat tunggal terdiri dari unitterkecil dari frase dan kata.Kalimat tunggal adalah kalimat yang memiliki satu pola (klausa) yangterdiri dari satu subjek dan satu predikat. Kalimat tunggal merupakan kalimatdasar sederhana akan tetapi fungsinya yang sebagai unit, kalimat tunggalbergabung dalam beberapa cara untuk membentuk struktur yang lebih lengkap(dalam hubungankoordinatatau termasuksatu kalimatdalam lain) hal inipadagilirannyabergabung untuk membentukparagraf,wacanaatau percakapan. Padamakalah ini menjelaskan tentang jenis- jenis kaimat tunggal dalambahasa.Kalimat tunggal dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu: 1. Kalimat nominal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata benda /nomina.Contoh : Saya siswa kelas VI. 2. Kalimat verbal adalah kalimat yang predikatnya berupa verba.Contoh : Adik bernyanyiC. Kalimat Tunggal dan Keterbatasan 1. Klausa dan kalimat tunggal Untuk menghindari konflik dengan ide orang yang bukan ahli linguis yangmengatakan bahwa kalimat dimulai dari huruf besar dan diakhiri dengan titikmaka dijelaskan dengan tepat dari klausa.Istilah klausa memiliki makna yangspesifik yakni menurut Tallerman (1998) klausa adalah kalimat yang terdiri darisatu prediket.Prediket menandakan kejadian dalam satu klausa dan khususnyawalaupun tidak selalu berpusat pada kata kerja. Contoh ilustrasi kalimat tunggal menurut Tallerman (1998) dibawah ini,secara teknis kalimat tunggal hanya terdiri dari satu klausa, oleh karena itukalimat tunggal hanya memiliki satu prediket.(1) a. Kim waitedb. These guys like chips5 6. c. The first- year students in our department should read a lot ofbooks at this stage in the year.Ahli bahasa biasanya membagi klausa menjadi dua bagian utama yakni:subjek dan predikat. Pengunaan predikat tidak hanya pengunaan kata kerja sajanamun kata kerja di tambah prase yang memodifikasi kata kerja atau dipilih olehkata kerja. Pada contoh diatas tadi dapat dijelaskan: Kim sebagai subjek danwaited sebagai predikat. Pada contoh (b) subjeknya adalah these guys danpredikatnya adalah like chips. Sedangkan pada contoh (c) subjeknya ada pakaseluruh frase The first- year students in our department dan predikanya yaknishould read a lot of books at this stage in the year.Pada contoh ini terlihat jelastidak ada masalahnya seberapa panjang atau komplitnya kalimat tunggal, initerlihat pada contoh (c) yang jelas juga merupakan kalimat tunggal karena kalimatini hanya terdiri atas satu predikat makanya disebut juga sebagai satu klausa.Kalimat tunggal pada contoh (a) berdiri sendiri, kalimat ini tidak terikatpada klausa lainnya maka dari itu juga disebut sebagai kalimat bebas (independentsentence) atau klausa bebas. Pada bahasa Inggris dan pada bahasa lain khususnyaklausa bebas harus memuat finite verbs (verba biasa). Finite verbs memiliki tense(waktu/ masa) dan/ atau orang dan number inflection (angka infleksi) atauditandaiuntuk beberapakategoritatabahasalainyangterkaitdenganverbasepertiaspek.Verba biasa dapatmembentukverbaklausaindependen,yangdapatberdiri sendirisebagai kalimatlengkap.Menurut Tallerman (1998) bentuk-bentuk dari verba biasa adalah bentukdi mana verba menunjukkan tenses, orang atau nomor. bentuk-bentuk verbatidakbiasa tidak memilikiorangatau nomor, tapi beberapa jenis dapatmenunjukkantense.Contoh bentuk:Finite verb: aku pergi (I go), dia pergi (she goes), dia pergi(he went)Non-finite verbs : to go, going, goneFinite Verbs pada contoh (1) diatas adalah: waited, like, dan should.Walaupun tidak terlalu jelas dari bentuk dari like namun ini temasuk finite karena6 7. tidak adanya infleksion.Dan kata ini dikatakan finite karna adanya kesamaandistribusi seperti yang lainnya. Bandingkan finite verbs ini: this guy likeschips,these guys liked chips, pada kalimat ini verbanya temasuk finite karena adanyakejelasan orang, angka dan infleksi waktu. a. Keterbatasan dan auxiliaries (kata bantu) Finiteverbs (verbabiasa) dapat menjadiverbautamaatauauxiliary(tambahan), tekadang juga disebut sebagai a helping verb(verbabantu). Pada contoh (1) diatas verba terbatasnya yakni waited dan like yangjuga sebagai verba utama (main verbs) dan should sebagai auxiliary (kata bantu).Kata bantu selalu bersama- sama terjadi dalam verba utama, seperti pada contoh(1c) kata bantu should terjadi bersama- sama pada verba utama read. contoh: Kim hasnt read this book, but Lee has Lee hasdiangap sebagai bentuk singkat/ ellipsis dari Lee has read this book Karena bagianyang mengandungverba utamahanyatersirat atau telah ada penjelasan pada kalimat sebelumnya. Sedangkan contoh pada (1b) diatas memiliki finite verb utama yakni likejika dirubah kalimatnya menjadi: these guys dont like chip. Maka finite verbmenjadi dont. distribusi tes menunjukkan like disini bukanlah sebagai finite, initidak dapat digantikan dengan likes dan liked seperti * These guys dont likedchips atau * Kim doesnt likes chips. Dalam bahasa Inggris hanya satu kata kerjadidalam klausa dapat menjadi finite. Verbabantu yang biasa (finite auxiliary verbs) dalam kalimat tunggal padacontoh dibawah ini di tunjukkan dengan kata yang dihitamkan. Tidak ada verbayang biasa lainnya disini. Kata kerja biasa temasuk s, bentuk penciutan fonetikdari kata has. Contohnya: a. You can leave early again today b. The people in the library may have been working late Tes distribusi membuktikan bahwa semua verba yang dihitamkan tentusaja merupakan finite, karena masing- masing kata tersebut dapat digantikan7 8. bentuk infleksi lainnya yakni could, might, had dan does seperti (she really doesfeel sad).Di semua bahasa, auxiliaries (kata bantu) merupakan verba yangmenunjukkan waktu, aspek, modus, diathesis atau polaritas [karakter negarif atauaffirmative] dari verbayang berhubunganyaitukategori dariverbayangsama dapatdinyatakandengan caraafiks (Schachter 1985: 41)1. Modal pembantu (Modal auxiliaries)Modal pembantu merupakan bagian dari kelompok kata bebas(independent) dalam bahasa Inggris yang menyatakan konsep sebagai permintaanizin, kebutuhan atau kemampuan.Pada bahasa lainnya makna yang serupa dinyatakan dengan verba infleksi.Modal dalam bahasa inggris tidak mengunakanorang ketiga tungal pengunaan infleksi s pada present tense. Dalam bahasainggris tidak ada pemakaian seperti contoh dibawah ini dalam penguanaan bentukmodal:*She mays leave atau *Kim wills arrive soonModal utama dalam bahasa Inggris yakni can/ could; shall/ should; may/might; will/ would dan must (pengecualian pada must tidak memiliki perbedaandalam bentuk lampaunya)2. Aspectual Pembantu (Aspectual auxiliaries)Kata kerja have dan be dalam bahasa Inggris bisa menjadi verba utamamaupun auxiliaries (kata bantu). Jika kata ini muncul sebagai verba saja dalamklausa maka menurut pengertian kata tersebut harus menjadi verba utama. Contohverba utama pada kata have dan be di jelaskan pada kata yang dihitamkan.Kim isnt sure about thatI had a cold last weekContoh have dan be yang fungsinya sebagai aspectual pembantu ditunjukakn pada contoh kata yang dihitamkan di bawah ini:Were just leavingShe hasnt written/ played/ sung to me yetAspek adalah kategori gramatikalverbayang mengungkapkaninformasisepertiapakah tindakandari verbaitu selesai atau belum diselesaikan.Dua macamaspek yang diilustrasikan: 8 9. 1. Kata bantube di ikuti oleh bentuk ing dari verba utama. Pada contohWere just leaving menunjukkan aspek progresif pada tindakan yangbelum selesai. Been having merupakan progresif juga pada contohthey have been having better weather lately 2. Pada contoh Shehasnt written/ played/ sung to me yet, katahasntwritten/ played/ sung mengilustrasikan perfect aspect (aspek yangsempurna) pada dasarnya artinya adalah tindakan yang selesai. Perfectaspect dalam bahasa inggris membutuhkan kata bantu have ditambahbentuk special dari verba utama yang dikemal sebagai past participleyang dalam verba beraturan ditambah akhiran ed/ -en. b. Kata kerja tidak biasa (Non- finite verbs) Finiteverb ditandai untuk kategorigramatikalsepertiwaktu (tense)dankesepakatan (jika bahasa tersebut memiliki katagori ini) dan ini bias sajahanya verba dalam klausa independen (bebas). Sedangkan non- finite verbs secaraumum tidak ditandai sebagai tense, kesepakatan, atau katagori gramatikal yanglainnya berhubungan dengan finite verbs, seperti aspek dan modus. Tellerman(1998; 68) membagi non- finite verbs kedalam: 1. Infinitives Infinitive dalam bahasa Inggris khususnya secara umum tidak dimilikioleh bahasa lainnya.Beberapa bahasa menandai...</p>