etika 11

35
Etika (FILSAFAT BIDANG MORAL) SEBAGAI CABANG FILSAFAT Berawal dari filsafat yunani, yang dimulai dengan filsafat alam. Dilanjutkan dengan filsafat manusia. Pembahasan tentang manusia berkembang dari konteks keberadaannya, dan mulai mempertanyakan bagaimana manusia harus hdup agar hidupnya baik (Filsafat Moral). Sebagai filsafat, etika bertanya tentang yang harus atau tidak boleh dilakukan, tentang yang baik dan yang buruk untuk dilakukan. Pengertian etika Secara etimologis ‘ethos’(yunani) = adapt kebiasaan; cara bertindak. Sebagai ilmu : refleksi kritis, metodis dan sistematis tentang tingkah laku manusia. Sifat fisiologisnya : melampaui data daktual. Bertanya tentang yang harus dan tidak boleh, yang baik dan yang buruk. Pembagian etika Etika deskriptif. Etika normative. Etika umum : prinsip mral dasar. Etika khusus : etika terapan. Fungsi Etika Memberi orientasi kritis dan rasional dalammenghadapi pluralisme moral, yang diakibatkan oleh : Adanya aneka pandangan moral. Adanya gelombang modernisasi.

Upload: hasim-kasuga-fukushima

Post on 28-Oct-2015

18 views

Category:

Documents


0 download

TRANSCRIPT

Page 1: etika 11

Etika (FILSAFAT BIDANG MORAL)SEBAGAI CABANG FILSAFATBerawal dari filsafat yunani, yang dimulai dengan filsafat alam.Dilanjutkan dengan filsafat manusia.Pembahasan tentang manusia berkembang dari konteks keberadaannya, dan mulai mempertanyakan bagaimana manusia harus hdup agar hidupnya baik (Filsafat Moral).Sebagai filsafat, etika bertanya tentang yang harus atau tidak boleh dilakukan, tentang yang baik dan yang buruk untuk dilakukan.

Pengertian etikaSecara etimologis ‘ethos’(yunani) = adapt kebiasaan; cara bertindak.Sebagai ilmu : refleksi kritis, metodis dan sistematis tentang tingkah laku manusia.Sifat fisiologisnya : melampaui data daktual. Bertanya tentang yang harus dan tidak boleh, yang baik dan yang buruk.

Pembagian etikaEtika deskriptif.Etika normative.

Etika umum : prinsip mral dasar. Etika khusus : etika terapan.

Fungsi Etika Memberi orientasi kritis dan rasional dalammenghadapi pluralisme moral, yang diakibatkan oleh :

Adanya aneka pandangan moral. Adanya gelombang modernisasi. Munculnya bebagai ideologi.

Tugas pokok etika mmepelajari norma-norma yang dianggap berlaku.Mempersoalkan hak dari setiap lembaga normatif.Mengarahkan orang untuk :

Kritis dan rasional. Percaya pada diri sendiri. Bertindak sesuai yang dapat dipertanggung jawabkan secara moral.

Etika dan etiketPersamaan Keduanya menyangkut perilaku manusia.

Page 2: etika 11

Keduanya mengatur perilaku manusaia secara normatif

PerbedaanEtiket menyangkut cara, etika menyangkut boleh atau tidak boleh suatu tindakan dilakukan.Etiket berlaku dalam pergaulan. Etika tetap berlaku, dengan atau tanpa kehadiran orang lain.Etiket lebih bersifat relatif, etika lebih bersifat absolutEtiket : penampilan lahiriah, etika penampilan batiniah

Etika dan MoralitasMoralitasSistem nilai (tradisi kepercayaan dalam agama dan kepercayaan)Sistem nilai ini terkandung dalam ajaran, diwariskan turun temurunSebagai petunjuk konkret mausia dalam menjalankan hidupnya

Etika Sebuah refleksi kritis dan rasional tentang nilai, ajaran dan pandangan-pandangan moralMoralitas adalah seuah ajaran, sedangkan etika adalah sebuah ilmu (ilmu tentang moralitas)

Etika dan AgamaAgama mendasarkan diri pada wahtu, sedangkan etika pada rasioOrang beriman menemukan orientasi dasar kehidupannya dalam agamanya. Etika membantu memberi orientasi rasional terhadap imanSecara khusus etika diperlukan untuk dua hal berikut:

Mengatasi interpretasi yang berbeda-beda atas ajaran-ajaran moral yang termuat dalam wahyu

Membantu pemecahan masalah-masalah moral yang baru muncul kemudian yang tidak secara langsung disinggung dalam wahyu

Nilai pada umumnyaNilai : sesuatu yang baik, yang dianggap berharga, yang memiliki suatu artiNilai didahului oleh faktaNilai berkaitan dengan subyek Nilai bersifat prktis-pragmatisNilai hanya secara potensial ada dalam diri obyek

Nilai moral

Page 3: etika 11

Ada bermacam-macam nilaiNilai moral sebagai nilai paling tinggi

Berkaitan dengan tanggung jawab Berkaitan tuntutan hati nurani Mewajibkan secara mutlak Perlu diterapkan pada nilai-nilai (umum)

Norma pada umumnyaKaidah pertimbangan penilaian.Mengandung saksi dan pahala.

Jenis-jens norma perilaku Norma khusus : norma teksnis dan permainan, bersifat sementara untuk mencapai tujuan tertentu .Norma umum : norma sopan santun, norma hukum dan norma moral.

Kekhususan norma moralMulai berlakunya tidak dapt dipastikan.Belum tentu dapat dipaksakan dan dituntut pelanggarnya.Menentukan baik-buruknya perilaku dai sudut etis.Sebagai norma tertinggi.Tidak dapt dicabut walau semakin sedikit orang yang menghayatinya.Bisa bentuk positif atau negatif.

Sifat-sifat khas norma moralKemutlakan norma moral .Pandangan dan praktek etis yang berbeda-beda dalam pelbagai kebudayaan dapat menimbulkan relativisme moral. Akan tetapi relativisme ini tidak taham uji karena beberapa konsekuensi berikut:

Tidak mengakui perbedaan mutu etis antara berbagai kebudayaan Tolak ukur penilaian etis bagi perilaku siatu masyarakat hanya

berdasarkan kaidah-kaidah moral (budaya, kebiasaan) masyarakat itu. Tidak mungkin terjadi kemajuan dalam bidang moral

Objektivitas norma moral Ada sifat subjektivitas norma moral Nilai dan norma moral tidak ditentukan oelh selera pribadi Dapat dilakukan diskusi / dialog mengenai norma-norma moral Objektivitas norma moral tidak menghapus kebebasan

Page 4: etika 11

Universalitas norma moral kalu absolut maka harus universal, berlakuu selalu dan dimana-mana mendapat tantangan dari etika situasi etika situasi dalam bentuk ekstrim tidak tahan uji

Kaitan norma dan nilaiNorma sebagai ekspresi nilai.Norma sebagai pelindung nilai.Noram hanya pula arti karena ada nilai dibelakangnya.Norma dapat juga menyembunyikan atau mengaburkan nilai.

Pola pelaksanaan normaImperatif hipotesis

Bersyarat, untuk mencapai tujuan tertentu Berdasarkan pengalaman

Imperatif kategoris Tidak bersyarat Berlaku utuk segala keadaan Tidak berdasarkan pengalaman

Hati nurani

PengertiannyaKesadaran akan kewajiban berhadapan dengan sistuasi konkret yang saya hadapi kini dan disini.Berkaitan dengan adanya kesadaran (conscientia = bersama dengan, turut mengetahui) tentang perbuatan dan tentang pelaku (diri sendiri).Semacam instansi dalam bati kita, yang menilai dari segi moral perbuatan-perbuatan yang kita lakukan

Cara berfungsinyaSebagai vindex : menilai perbuatan yang telah berlangsungSebagai index : menilai perbuatan yang akan datangSebagai ludex : menilai perbuatan yang sedang dilakukan

Kemutlakan hati nuraniTuntutannya mutlak, tidak dapat di tawar-tawar.Memerintahkan tanpa syarat (imperatif kateoris).

Page 5: etika 11

Mengikuti hati nurani merupakan hak dasar bagi setiap orang.Hati nurani adalah norma terakhir bagi perbuatan-perbuatan kita.

Hati nurani bisa keliruTuntutannya mutlak tapi belum tentu benar (bisa benar bisa salah).Perlu dibedakan :

Saat sebelum keputusan diambil Saat keputusan diambil

Rasionalitas kesadaran moralAdanya perbedaan pandangan dalam masalah-masalah moral.Tidak berarti kesadarna moral itu irrasional. Penyebab di perbedaan pandangan itu bisa diterangkan.Terbuka untuk perdebatan, pembenaran dan penyangkalan.Kurt baier “ The moral point of view”. Suatu jalan untuk mengatasi perdebatan permasalahan moral, dengan mengikutsertakan beberapa syarat.

Sifat personal dan Adipersonal hati nuraniBersifat personal

Selalu berkaitan erat dengan pribadi yang bersangkutan Hanya memberi penilaiannya tentang perbuatan saya sendiri

Bersifat Adipersonal Hati nurani (Nur = cahaya) berarti hati yang diterangi Terhadap hati nurani seakan kita menjadi “pendengar” Mempunyai aspek transenden, yang melebihi pribadi kita Karena aspek adipersonal ini, hati nurani memiliki dimensi religius

Penentuan baik buruk , benar salahPerbuatan yang dilakukan atas desakan hati nurani belum tentu secara objektif juga baik.Yang sebenarnya mau diungkapkan bukanlah baik buruknya perbuatan itu sendiri, melainkan bersalah tidaknya si pelaku.Maka kita tidak pernah boleh bertindak bertentangan dengan hati nurani kita.Akan tetapi manusia wajib juga mengembangkan hati nuraninya dan seluruh kepribadian etisnya samapi menjadi matang dan seimbang (yang subjektif dan objektif menjadi sama).

Hati nurani dan super egoStruktur kepribadian manusia menurut sigmund freud

Page 6: etika 11

Id(Es) : ang bawah sadar Super ego / ideal ego (Uberic/Idealich) : ambang kesadaran Ego (Ich) : ruang dan puncak kesadaran (unsur rasionalitas /

menegerti ada pada lapisan ego)Kesadaran moral : untutan super ego dan terutama keterbuakaan ego terhadap seluruh realitas dengan segala nilai-nilainya.

Kebebasan dan tanggung jawab

Pengertian kebebasasanKemampuan menentuan diri sendiri tanpa dihalangi oleh pihak lain

Dua bentuk kebebasan1.Kebebasan eksistensial : bebas untuk menentukan diri snediri ( sifatnya positif = bebas untuk ...) jenis:kebebasan jasmani : bebas bergerak secara fisik. kebebasan rohano : Bebas berfikir dan menghendaki sesuatu.keduanya saling berhubungan.

Makna kebebasan eksistensial Mampu mewujudkan apa yang dikehendakinya.Dapat menentukan tindakannya sendiri dan apa yang mau diperbuatnya.Dapat memilih antara berbagai kemungkinan yang terbuka baginya.Mampu menentukan dirinya sendiri (otonom).Sebagai ungkapan martabat manusia.

2. Kebebasan sosial :Bebas dari hambatan dri pihak lain ( sifatnya negatif = bebas dari ...) Jenisnya :Kebebasan jasmani : kemungkinan untuk bertindak tidak dibatasi oleh paksaan fisik.Kebebasan rohani : tidak mengalami tekanan atu ancaman.Kebebasan normatif : tidak berada dibawah suatu aturan (norma).

Pembatasan kebebasanSecara jasmani : dengan paksaan fisik, secara rohani : dengan tekanan, secara normatif : dengan aturan.Pembatasan secara fisik dan psikis : meniadakan kebebasan ekstensial.Pembatasan secara normatif: tetap menghargai kebebbasan ekstensial manusia (pembatasan wajar).

Page 7: etika 11

Alasan pembatasan normatif ini : Hak atas kebebasan yang sama Kepentingan bersama

Untuk menguatkan norma : perlu ada sanksi (hukum).Sanksi yang dapat diambil : tindakan fisik (atau materi).Manipulasi psikis (tekanan, ancaman, hasutan) tidak dibenarkan, karena merusak manusia dari dalam.

Kebebasan eksensial dan tanggung jawabKebebasan sosial berarti bahwa masyarakat meyediakan ruang gerak bagi kebebasan ekstensial kita.Kebebasan ekstensial berarti bahwa kita mengisi ruang itu ( dengan sikap dan tindakan) yang bertanggung jawab.Kita perlu terutama : tidak merusak hak da kebahagiaan orang lain(negatif) melaksanakan kewajiban serta apa yang diharapkan dari kita (positif).

Makin bertanggung jawab makin bebasMelaksanakan tanggung jawab atau kewajiban objektif = mmebuat tidak bebas ?Menolak bertanggung jawab berarti menolak melakukan apa yang sudah dia sadari sebagai yang baik, yang bernilai dan sekaligus yang harus dia lakukanMengapa orang menolak tanggung jawab ? karena dia tidak mampu melepaskan diri dari segala hambatan yang membelengunya.Menolak bertangung jawab tidaklah mmebuat orang lebih bebas. Kebebasan justru semakin menemukan dirinya dalam bertanggung jawab.

Hak dan kewajiban

Pengertian hak Suatu klaim yang sah dan benar.Wewenang secara etis.Suatu panggilan kepada kehendak orang lain.

Hak legal dan hak moral Hak legal : didasarkan atas hukum.Hak moral : didasarkan atas prinsip etis.Keduanya saling berkaitan.

Hak khusus dan hak umum

Page 8: etika 11

Hak khusus : timbul dalam suatu relasi atau fungsi khususHak umum : dimiliki manusia tanpa kecuali (hak aqzasi)

Hak negatif dan hak positifHak negatif : hak melakukan atau memiliki sesuatu tanpa boleh dihalangiContoh : hak atas kehidupan, kesehatan, milik, keamanan , dsb.Dibedakan hak negatif aktif dan hak negatif pasif.Hak positif : berhak bahwa orang lain berbuat sesuatu untuk saya.Contoh : hak atas pendidikan, makanan, pekerjaan yang layak, pelayanan kesehatan, dsb.

Hak individual dan hak sosialHak individual : dimiliki oleh individu (terhadap negara). Dan harus dihargai oleh negara.Hak sosial : dimiliki sebagai anggota masyarakat bersama anggota masyarakat yang lain.

Adakah hak bersifat absolut?Disebut absolut : berlaku mutlak, tanpa pengecualian, serta tidak mungkin mengalami konflik dengan hak-hak lain.Beberapa pendapat :Tidak absolut,karena terjadinya konflik antara hak-hakHanya berlaku prime facie saja.Contoh hak atas kehidupan dan kebebasan. Penting tapi tidak absolutMendekati absolut adalah hak-hak negatif pasif, karena tidak perlu konflik dengan hak-hak yang lain.Contoh : tidak dikenakan siksaan kejam ( namun ini bukan tanpa kesulitan juga).Hak-hak positif pasti tidak absolut

Hubungan antara hak dan kewajibanDipandang dari segi kewajiban.Ada korelasi, tetapi tidak selalu ( kewajiban tidak selalu sepadan dengan hak orang lain).John Stuart Mill membedakan anatara kewajiban sempuna dan kewajiban tidak sempurna.

Dipandang dari segi hal Ada korelasi, tetapi tidak selalu.Hak negatif hampi sesalu sesuai dengan kewajiban orang lain.

Page 9: etika 11

Hak positif tidak selalu demikian (terutama hak-hak sosial).

Kewajiban terhadap diri sendiriHak selalu dalam kaitan dngan orang lain ( tidak ada hak terhadap diri sendiri).Ada kewajiban terhadap diri sendiri.

Selalu dalam hubungan dengan oranglain Sebagai suatu kemungkinan ( dimensi religius)

Menjadi manusia yang baikKebaikan pada umumnya : netral .Kebaikan moral : mmebuat manusia lebih baik sebagai manusia.

Kebaikan moral manusiaMelaksanakan kewajiban (etika kewajiban).Perbuatan dinilai berdasarkan norma/prinsip moral.Yang dinilai adalah perbuatan satu demi satu .Kebaikan dilihat sebagai ketaatanpada norma (melaksanakan kewajiban)

Berbuat sebagai keutamaan (Etika keutamaan)Tidak menyoroti perilaku satu demi Satu.Yang dinilai baik atau buruk adalah orangnya ( dengan menyoroti sifat wataknya), bukan perbuatannya.Dalam kewajiban ditanya : what should i do ? (saya harus berbuat apa). Dalam keutamaan ditanya : what kind of person should I be ? (saya harus menjadi orang yang bagaimana).Keutamaan (virtus, latin) suatu kualitas jiwa yang selalu kecendurang kea rah yang baik.

Kaitan kewajiban dengan keutamaanSaling membutuhkan dan melengkapi (prioritas keutamaan).

Usaha mengikuti prinsip/aturan moral perlu disertai sikap tetap manusia untuk hidup sesuai prinsip/moral itu.

Tingkah laku lahiriah diarahkan oelh keutamaan yang melekat pada batinnya.

Pentingnya kewajiban (norma moral) .Terutama dalam dilema moral perlu mendasarkan diri pada prinsip moral.

Syarat yang harus dipenuhi untuk suatu perbuatan baikTujuan : harus baik

Page 10: etika 11

Cara yang ditempuh (perbuatan) : harus baikKeadaan sekitar (circumstances) : harus baik

Keutamaan dan watak moralKeutamaan : disposisi watak yang memungkinkan seseorang bisa bertingkah laku secara moralKeutamaan berkaitan dengan kehendak : membuat kehendal cenderung ke arah tertentuKeutamaan diperoleh dari hasil pembiasaan (= hasil latihan)

Tidak dimiliki sejak lahir Terutama melalui pendidikan dan tindakan korektif Berlangsung “ melawan arus” Dibedakan dengan sifat watak non-moral yang dimiliki secara

“alamiah” Keutamaan dan ketrampilanPersamaan :

Sama sama diperolehh melalui latihan, juga berciri korektif Sifat watak non-moral (alamiah) sama-sama dapat membantu,

ketrampilan dan keutamaan

Perbedaan : Dalam hal kemampuan melakukan perbuatan Perihal tindakan korektif dalam mengatasi kesulitan didalamnya Dalam hal cara memperolehnya Berkaitan dengan hal mmebuat kesalahan

Keutamaan / kebajikan pokok Kebijaksanaan Keberanian Pengendalian diri keadilan

Teori etika normatif

Pertanyaan dasar : menrut norma manakah kita seharusnya bertindak ? atau : manakah tolak ukur objektif pertanggung jawaban moral kita ?

Teori Teleologis

Page 11: etika 11

Ajarannya : betul salahnya suatu tindakan tergantung dari akibat-akibatnyaKelemahannya :

Menghilangkan dasar kepastian Kurang tegas dalam memberi jawaban Kadang menghalalkan segala cara

Jenisnya1. Hedonisme (hedone = kenikmatan)Ajarannya : yang baik bagi dirinya sendiri adalah yang membawa kenikmatan / kesenangan Kritik : bersifat egois dan tidak mencukupi sebagai pertanggung jawaban moral suatu tindakan

2. Eudemonisme (eudaimonia = kebahagiaan)Ajarannya : yang baik bagi manusia adalah yang mmebuat dia bahagiaJalan pikirannya : manusia dalam bertindak ada dua tujuan :

tujuan demi tujuan selanjutnya tujuan demi dirinya sendiri (kebahagian)

Menurut Aristoteles :Kebahagiaan dicapai dalam melakukan sesuatu , yakni dengan mengembangkan secara optimal segala potensi yang ada pada kitaTindakan itu (tiga bentuk hidup) ialah :

Hidup mencari nikmat Hidup berpolitik Hidup berfilsafat

Kritik : selai egois juga tidak mencukupi sebagai pertanggung jawaban moral suatu tindakan3. Utilitarisme ( Utilitas = berguna)Ajarannya : yang baik adalah yang membawa manfaat bagi orang banyakKeunggulannya : tidak bersifat egois, melainkan universalKelemahannya : tidak menjamin keadilan dan hak-hak manusia

Teori Deontologis (deon = wajib)Ajarannya : baik buruknya suatu tindakan tidak tergantung akibatnya, melainkan ada cara bertindak yang begitu saja wajib atau dilarang.Kelemahannya :

Sifat mengharuskannya Bisa fanatisme buta

Deontologis peraturan

Page 12: etika 11

Ajarannya : norma moral berlaku begitu saja (menurut Immanuel kant, berlaku imperatif katagoris)Kesulitan :

Tentang nilai suatu tindakan yang berasal dari suatu kecenderungan spontan dan motif berbuat baik

Tentang tanggung jawab manusia terhadap akibat dari suatu tindakanJalan keluar :Immanul Kant : bertindaklah sedemikian rupa sehingga orang lainpun dapat bertindak demikianWillian D Ross : harus dibedakan kewajiban yang berlaku prima facie dan kewajiban yang sebenarnyaDeontologis tindakan (disebut juga etika situasi)Ajarannya : setiap situasi adalah unik

Yang baik adalah yang baik dalm situasi tertentu Membedakan norma moral umum dan norma moral konkret

Kritik : tindakan sesuai dengan rasionalitas kesadaran moralKesimpulan : dari semua teori penting yang dibahas tidak terdapat satu sistem pun sama sekali memuaskan, yang bisa menjadi jawaban satu-satunya atas pertanyaan dasar kita.

Kaidah dasar moralKaidah sikap baikSebagai landasan dari semua norma moral

Harus membuat yang baik dan mencegah yang buruk Selalu bersikap baik terhadap siapa dan apa saja Berbuat baik = memandang seseorang / sesuatu tidak hanya sejauh

berguna bagi saya Pelaksanaannya tergantung apa yang baik dalam situasi konkret

Menghadapi dilema : Harus memilih yang ada kelebihan maksimal dari akibat baik dibanding akibat-akibat buruk (meminimalkan akibat-akibat buruk)

Kaidah keadilanKaitan dengan sikap baik Mengandaikan kaidah sikap baik Perlu berbuat baik secara adil Keadilan menjamin pelkasanaan kebaikan dengan benarPengertian keadilan Sederhana : Memberi kepada siapa saja apa yang menjadi haknyaLebih dasar : Memberi perlakuan yang sama terhadap orang lain

Page 13: etika 11

Hal-hal yang perlu diperhatikan :Keadilan (seperti halnya sikap baik) bermaksud membahagiakan orang lain.Perbedaan dalam kemampuan dan kebutuhan orang membenarkan perlakuan yang berbeda.Perumusan lebih rinci :Mmeberi perlakuan yangsama terhadap orang lain berarti :Memberi sumbangan yang relatif sama terhadap kebahagiaan mereka, diukur pada kebutuhan merekaMenuntut dari mereka pengorbanan yang relatif sama, diukur pada kemampuan mereka

Kesimpulan : Kesamaan sumbangan kearah kebahagiaan orang lain dan kesamaan

beban yang harus dipikul kepada mereka tidak dimaksudkan dalam arti sama rata.

Kaidah keadilan mengandung arti : Memberi perlakuan yang sama kepada semua orang dalam pembahagiaan dari pada yang baik dan yang buruk, dalam pemberian bantuan, tugas-tugas dan fungsi sosial, dengan mmeperhatikan kebutuhan dan kemampuan mereka.

Perbandingan antara kedua kaidah dasarkaidah sikap baik berlaku untk apasaja yang ada : kaidah keadilan hanya berlaku untuk manusia (makhluk berakal budi).menerapkan yang satu tidak boleh melanggar yang lain.Keduanya hanya berlaku prima facie.Kedua-duanya berdiri sendiri.

Kaidah hormat terhadap diri sendiriMaksudnya atau pengertiannya

Berdasarkan pada faham bahwa manusia adalah “ pesona”Wajib untuk mmeperlakukan diri sendiri sebagai sesuatu yang bernilai pada dirinya sendiri.

Dua arah :Tidak membiarkan diri diperlakukan tidak baik.Tidak membiarkan diri terlantar.

Kesimpulan :Kewajiban terhadap orang lain (kaidah sikap baik dan keadilan) mesti dibarengi oleh perhatian yang wajar terhadap diri sendiri. Dalam berbuat baik dan adil kepada orang lain, kita tidak membuang diri kita sendiri.

Dasar dari kaidah dasar

Page 14: etika 11

Ketiga kewajiban dasar terdahulu adalah sebagai jaminan pelaksanaan dari dua nilai paling tinggi dan fundamental, yaitu nilai dari apa saja yang ada dan nilai tak terhingga dari setiap makhluk berakal budi.

Oleh karena itu : Melaksanakan kewajiban itu merupakan tuntutan kodrat.Tidak melaksanakan kewajiban = ingkar terhadap kodratnya.

Kedua nilai tadi berasal dari sumbernya yang paling dasar. Maka kaidah ketuhanan adalah dasar dari kaidah dasar yang sebenarnya.

Pengatar etika terapan )Peluang dan tantangannya)Perhatian yang semakin besar terhadap etikaAwal kebangkitan.

Mulai sekitar dekade 1960-an.Tampil dalam bentuk etika terapan (applied ethics).

Dua faktor pemicu utama dalam serempak.Persoalan etis yang ditimbulkan oelh kemajuan ilmu dan teknologi.Gerakan hak dipelbagai bidang.

Adanya tanda – tanda kejayaan etika.Kesimpulan : etika terapan lahir ditengah suasana yang jelas ditandai kepedulian etis yang luas dan mendalam.

Bidang garapan etika terapanPertanyan : etika terapan berbicara tentang apa?Beberapa pembagianyang bisa dibuat :

Dua wilayah yang disoroti, yaitu sudut profesi dan sudut masalahPembagian lain kedalam mikro etika, dan juga meso etika (madya)Pembagian lain ke dalam etika individual dan etika sosial

Etika terpan dan pendekatan multi disiplinerPentingnya kerjasama dengan ilmu-ilmu lain (dibedakan dengan interdisipliner).Didalammnya peranan ahli etika (etikawan) sangat terbatasPeranan sangat terbatas ini mengakibatkan beberapa aplikasiPentingnya pendekatan kauistikMaksudnya : Memecahkan kaus-kasus konkret denga menerapkan prinsip-prinsip etis yang umum.Alasan penggunaan kasuistik

Etika di depan ilmu dan teknologiAmbivalensi kemajuan ilmu dan teknologi.

Page 15: etika 11

Masalah otonomi ilmu (teknologi) dan perjumpaanya dengan nilai-nilai moral.

Pertanyaan : Apakah semua yang bisa dikerjakan ilmu dan teknologi pada kenyataannya boleh dikerjakan juga?

Masalahnya : kalau tidak boleh, siapa yang menentukan?Adanya kesan : teknologi itu terkendali dan kebal terhadap tuntutan etis.Namun terdapat tanda-tanda yangmenimbulkan harapan

Metode etika terapan Adanya sikap awal : suatu sikap yang bisa pro, kontra atau netral saja

tentang masalah-masalah tertentu. Perlu informasi yang memadai dan relevan tentang topik itu. Perlu berpegang pada norma-norma moral yang relevan dengan topik

itu Proses pembahasan harus mematuhi tuntutan logis rasional

Tentang kode etik profesiPengertian : suatu tingkah laku moral suatu kelompok dalam masyarakat yang dirumuskan melalui ketentuan-ketentuan tertulis yang diharapkan akan dipegang teguh oelh seluruh anggota kelompok itu.

Manfaat kode etik Setiap klien mempunyai kepastian bahwa kepentingannya akan

terjamin. Sebagai kompas penunuk arah moral bagi suatu profesi.

Hubungan dengan etika Kode etik merupakan produk etika terapan. Kode etik akan selalu didampingi oleh refleksi etis.

Supaya bisa berfungsi, maka: Kode etik dibuat oleh kelompok profesi itu sendiri. Harus menjadi hasil pengaturan diri (self regulation) dari profesi itu. Pelaksanaannya harus diawasi terus menerus.

Etika profesi

Profesi pada umumnya

Page 16: etika 11

Pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan kelompok Sebagai sumber utama nafkah hidup Mengandalkan ketrampilam atau keahlian khusus Melibatkan pribadi secara mendalam

Profesi Khusus / luhur Hakekatnya : Penngabdian dan pelayanan kepada masyarakat Dijalankan sebagai panggilan Contoh : dokter, pengacara, dll.

Ciri-ciri profesi (terutama profesi luhur) Memiliki kemampuan yang dituntut untuk itu Memilih kaidah dan standar moral yang tinggi Mengutamakan pengabdian kepada masyarakat Ada izin khusus untuk pelaksanaannya Menjadi anggota suatu organisasi profesi

Kesimpulan : Kaum profesional adalah orang-orang yang memiliki tolak ukur perilaku yang berbeda diatas rata-rata.

Prinsip –prinsip etika profesiSikap tanggung jawab :

Terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan hasil-hasilnyaTerhadap dampak dari pofesi itu untuk kehidupan orang lain dan lingkungan masyarakat pada umumnya.

Hormat terhadap hak orang lain (menjunjung tinggi keadilan)Memiliki otonomi dalam menjalankan profesinya

Etika profesi khusus / luhur Etika profesi = Keseluruhan tuntutan moral yang harus ada dalam

pelaksanaan sebuah profesi. Secara konkret hal itu terwujud dalam kode etik = kumpulan

kewajiban yang mengikat para profesional dalam parkteknya. Memiliki idealisme tinggi dan realistis, yaitu sikap dan tindakannya

dilandasi oleh motivasi untuk mau melaksanakan hal-hal yang luhur

Menuju profesi luhur.

Apakah bisnis termasuk profesi luhur ?

Page 17: etika 11

1.Pandangan praktis realis Tujuan dari bisnis adalah : Mencari keuntungan Sangat didukung oleh milton friedman : Hanya keuntunganlah yang

menjadi satu-satunya motivasi dasar orang berbisnis.

Pertanyaan yang relevan disini : Apakah buruk dari segi moral sekalpun kalau orang mencari keuntungan? Friedman menjawab : Tidak! Alasannya?

2. Pandangan Ideal Tujuan bisnis : Melayani kepentingan masyarakat. Didukung sekali oleh Konosuke Matsushita

Fokus bukan keuntungan tapi melayani kebutuhan masyarakatKeuntungan tidak lain adalah simbol kepercayaan masyarakatBisnis punya misi : meningkatkan standar hidup masyarakatBisnis dilihat sebagai menjual citra kepada masyarakat

Hal-hal yang perlu dikembangkanPertukaran timbal balik secara fair diantara piak yang terkaitMemperjuangkan keadilan komutatif

Etika bisnis (Kaitan Etika dan Bisnis)

Pertanyaan : apakah antara bisnis dan etika ada hubungan? Adakah etika bisnis?Ada dua pandangan :1. Antara bisnis dan etika tidak ada hubungan sama sekali

Pandangannya : Dalam bisnis orang menyibukkan diri dengan jual-beli, mmebuat produk dan menawarkannya untuk mendapat untung, tapi orang tidak berurusan dengan etika atau moralitas.

Ungkapan-ungkapan yang senada dengan istilah diatas, oleh Richard T. De George disebut sebagai “ Mitos Bisnis Amoral” (bukan immoral)

Dasar pemikirannya o Bisnis sama dengan judio Bisnis punya aturan sendirio Yang mematuhi aturan moral dalam bisnis akan merugi dan

tersingkir Argumen pendukung

Page 18: etika 11

o Jika suatu praktek secara legal diterima maka secara etis juga diterima

o Jika praktek itu begitu umum, maka diangap sebagai ‘norma’ mengikat yang berlaku umum.

2. Prinsip Etika berlaku dalam bisnis Bisnis tidak seratus persen sama dengan judi

o Sama dengan judi : berani mengambil resiko, berani berspekulasi, berani bertaruh

o Beda dengan judi : yang dipertaruhkan dalam bisnis jauh lebih luas dan dalam

Tidak benar bisnis punya aturan sendiri lepas dari aturan sosial masyarakat pada umumnya. Alasannya:

o Bisnis adalah bagian aktivitas penting dari masyarakato Bisnis adalah kegiatan antar manusiao Maka etika diperlukan sebagai pemberi arah keputusan dan

tindakan Tidak benar bahwa yang mematuhi aturan moral dalam bisnis akan

merugi dan tersingkir dari persaingan Bisnis yang sukses adalah bisnis yang menjunjung tinggi nilai-nilai

moral Harus dibedakan antara legalitas dan moralitas Etika tidak sama dnegan ilmu empiris Dalam kondisi tertentu dibenarkan adanya penyimpangan dari segi

etika, tapi tidak berarti bisnis tidak mengenal etika Berbagai aksi protes yang terjadi dimana-mana menunjukkan bahwa

banyak orang menghendaki dan mendambakan agar bisnis dijalankan secara baik serta tetap mengindahkan norma-norma etika

Prinsip – Prinsip etika bisnis Prinsip otonomi Prinsip kejujuran Prinsip berbuat baik (positif) dan prinsip tidak berbuat jahat (negatif) Prinsip keadilan : adanya keseimbangan antara hak dan kewajiban Prinsip hormat pada diri sendiri

Masalah yang dihadapi dalam dunia bisnis Standar moral para pelaku bisnis masih sangat lemah Pada tingkat perusahaan sering terjadi konflik kepentingan

Page 19: etika 11

Tidak atau belum adanya organisasi profesi bisnis dan manajemen yang berfungsi menegakkan kode etik bisnis dan manajemen

Peralihan dari masyarakat sedang berkembang menuju masyarakat maju

Adanya ketidak stabilan politik dalam negeri

Etika Bisnis (tanggung jawab Sosial Perusahaan)

Status perusahaan Status Legal : suatu badan hukum, yang memiliki sejumlah hak

kewajiban Pertanyaan : adakah tanggung jawab sosial moral perusahaan Perusahaan sebagi ”pribadi” artifisial mungkin mempunyai tanggung

jawab(legal dan sosial) Tanggung jawab sosial perusahaan, menurut Theodora Levitt,

dibedakan: o Tanggung jwab ekonomi : memperbesar usaha dan

mendapatkan keuntungano Tanggung jawab sosial : urusan negara

Persoalan : dalam rangka memenuhi tanggung jawab ekonominya, terdapat konsekuensinya, yang dari segi sosial dapat merugikan masyarakat.

Argumen penentang adanya tangung jawab sosial perusahaan Tujuan bisnis = mengejar keuntungan sebesar-besarnya :perlu

efisiensi Membuat perhatian terpecah (target ekonomi dan sosial) Biaya keterlibatan social akan memberatkan masyarakat Bisnis sudah memiliki kekuatan yang memadai, tidak perlu dukungan Kurangnya tenaga terampil untuk memenuhi aneka kebutuhan sosial Sulit mmebuat pilihan moral dalam menjalankan tanggung jawab

sosial

Argumen pendukung perlunya tanggung jawab sosial Kebutuhan dan harapan masyarakat mengalami perubahan Semua manusia mempunyai tanggung jawab sosial moral (kewajiban

moral) Bisnis tidak boleh hanya sekedar mengeksploitasi sumber daya yang

terbatas

Page 20: etika 11

Bisnis akan lebih bisa berkembang dalm lingkungan sosial yang lebih baik

Untuk mengimbangi kekuasan bisnis yang sudah begitu besar Bisnis memilki sumbersumber daya yang berguna bagi kehidupan

sosial Untuk menjamin keuntungan bisnis jangka panjang

Isi tanggung jawab sosialTerhadap relasi primer : memenuhi semua kewajiban terhadap pihak-pihak yang terlibat langsung dengan bisnis kita.

Terhadap relasi sekunder : bertanggung jawab atas operasi dan dampak bisnis kita terhadap masyarakat dan lingkungan sosial pada umumnya.

Tanggung jawab terwujud dalam dua bentuk Positif : Melakukan kegiatan-kegiatan yang bukan didasarkan

pada pertimbangan untung rugi, melainkan didasarkan pada pertimbangan demi kesejahteraan sosial.

Negatif : Bisnis menahan diri untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan tertentu, yang sebetulnya menguntungkan dari segi bisnis, tapi dari segi sosial merugikan kepentingan dan kesejahteraan sosial masyarakat.

Dari segi etika, tanggung jawab bisnis scara negatif, harus dilaksanakan yang cara positif tidak wajibAkan tetapi, sejauh mampu dari segi ekonomi, maka dia wajib secara moral untuk sosialnya dengan cara positif

Luas dan jangkauan serta isi konkret dari tanggung jawab ini, diserahkan kepada pelaku bisnis itu sesuai situasi konkret yang dihadapinya.

Etika bisnis (kewajiban karyawan dan perusahaan)

Kewajiban karyawan terhadap perusahaan

1. Tiga kewajiban utama : Kewajiban ketaatan : Mematuhi semua aturan dan perintah serta

petunjuk yang wajar dari atasannya

Page 21: etika 11

Konfidensialitas : wajib menyimpan informasi konfidensial yang telah diperoleh dalam menjalankan suatu profesi

Kewajiban loyalitas : mendukung tujuan perusahaan dan menghindari segala sesuatu yang merugikan kepentingan perusahaanKesulitan utama disini : adanya conflict of interst = konflik antara kepentingan pribadi dan kepentingan perusahaan

2. Melaporkan kesalah perusahaan?Bila seseorang karyawan mengetahui terjadinya hal-hal yang tidak etis dalm perusahaan, bolehkah dia atau bahwak wajib melaporkannya kepada instansi lain diluar perusahaan? Dia melanggar kewajiban loyalitas atau tidak?

Syarat-syarat yang harus dipenuhi bagi pembenaran moral atas hal itu : Kesalahan perusahaan haru besar Semua fakta tentang kesalahan harus jelas dan diketahui dengan baik Pelaporan dilakukan semata-mata untuk mencegah terjadinya

kerugian Pemecahan masalah secara intern harus sudah ditempuh lebih dahulu Harus ada kemungkinan real bahwa pelaporan ini membawa sukses

Kewajiban perusahaan terhadap karyawan

1. Tidak boleh mempraktekkan diskriminasi Membedakan karyawan dengan alasan yang tidak relevan Alasan tidak boleh diskriminasi Diskriminasi dan favoritisme (kecenderungan mengistimewakan

orang tertentu)2. Menjamin kesehatan dan keselamatan kerjaKeselamatan kerja : adanya keamanan = bebas dari resiko kecelakaanKesehatan kerja : tempat kerja sehat = bebas dari gangguan kesehatanFaktor keselamatan kerja : umumnya bersifat langsungFaktor kesehatan kerja : menyangkut jangka panjang

Pertimbangan eris pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja? Sangkalan / pembelaan diri dari perusahaan

o Kecelakaan atau kerugian si pekerja tidak secara langsung disebabkan oelh perusahaan

o Si pekerja menerima resko kerja denga sukarela

Masalah : kerugian yang bukan dialami langsung oleh si pekerja, tapi keturunannya. Siapa yang bertanggung jawab?

Page 22: etika 11

Kesimpulan : syarat yang harus dipenuhi supaya resiko kesehatan dan keselamatan kerja, dapat diterima :

Harus tersedia pekerjaan alternatif Para pekerja diberi informasi memadai tentang resiko kerja itu Pekerja sukarela dan tanpa paksaan memilih menerima resiko tersebut Mereka harus diberi imbalan ekstra untuk mengimbangi resiko Perusahaan wajib meminimalkan resiko bagi sipekerja Produk yang dikerjakan berguna bagi masyarakat luas

3. Memberi gaji yang adil Dua pandangan tentang gaji :

o Liberalistis : upah/gaji = imbalan bagi prestasio Sosialistis : Gaji harus sesuai dengan kebutuhan pekerja

6 faktor penting dalam mempertimbangkan gaji yang adilo Upah minimum (sesuai hukum)o Upah yang lazim dalam sektor industri atau daerah tertentuo Kemampuan perusahaano Sifat khusus pekerjaan tertentuo Perbandingan dengan upah/gaji lain dalam perusahaano Perundingan upah yang fair

Masalah khusus : senioritas, pembayaran khusus dan kenaikan gaji yang dirahasiakan

Etika lingkungan hidup

Alam di ambang kepunahan Dibanyak negara terjadi erosi tanah yang semakin parah Permukaan air tanah di bberapa tempat di dunia mengalami enurunan Antara sekarang dang tahun 2050 suhu udara diperkirakan akan naik

antara 1.5 sampai 4.5 derajat celcius Lapisan ozon menunjukkan gejala nyata telah mengalami kerusakan Jumlah penduduk dunia msih terus bertambah Hubungan ekonomi inernasional berperan pula dalam kerusakan

lingkungan Indonesia tidak luput dari masalah lingkungan yang berat Dengan keyataan-kenyataan diatas maka masalah lingkungan sudah

menjadi masalah serius bagi umat manusia.

Page 23: etika 11

Pola pendekatan yang merusak Eksploitasi alam : pendekatan bersifat teknokaratis egosentris Pencemaran lingkungan

o Dalam bidang ekonomi moderno Dalam bidang hidup sehari-hari

Dampak pendekatan yang merusak Merusak kelestarian biosfer : merusak keseimbangan dan keutuhan

kehidupan di bumi di dalamnya manusia. Mengancam generasi yang akan datang : merusak apa yang menjadi

hak mereka

Tantangan etika mengubah sikap Perlu dibangun kesadaran moral akan niali ontologis segenap makhluk

hidup Manusia hrus segera mengubah sikapnya terhadap alam. Piet

Leenhouwers (seorang guru besar filsafat di tilburg dan eindhoven) menegaskan : manusia harus mundur selangkah, dari raja despotis semesta alam, pusat dunia dan kosmos, menjadi hamba, sebagai bertanggungjawab, yang juga tergantung dari kosmos (dari egosentris ke ekosentrisme)

Dua sikap ekstrim harus ditolak : Sikap yang tepat terhadap

o Memandang dan memperlakukan alam sejauh berguna bagi manusia dan menguasainya sejauh dimungkinkan oleh kemampuan teknologi semata

o Faham ’mistisisme alam’ : alam tidak boleh diapa=apakan

Page 24: etika 11