estimasi cadangan migas berdasarkan analisis ordas dewanto _sidharta... · pdf filefrom...

Click here to load reader

Post on 15-Aug-2019

220 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • Jurnal Geofisika Eksplorasi, Juni 2018 ISSN: 2356-1599

    1

    ESTIMASI CADANGAN MIGAS BERDASARKAN ANALISIS PETROFISIKA DAN INTERPRETASI SEISMIK PADA FORMASI TALANG AKAR DAN

    FORMASI LEMAT DI LAPANGAN “RF” CEKUNGAN SUMATERA SELATAN

    Sidharta Pratiknyo1,a), Ordas Dewanto1,b), Nandi Haerudin1), Sulistiyono2)

    1)Teknik Geofisika, Fakultas Teknik, Universitas Lampung 2)PPPTMGB LEMIGAS

    a)sidharta.pratiknyo@gmail.com, b)ordasdewanto@gmail.com

    ABSTRAK

    Estimasi jumlah cadangan terkira pada Lapangan “RF” sangat diperlukan untuk pengembangan lapangan dan meningkatkan produktivitas cadangan minyak dan gas bumi pada lapangan minyak bumi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung cadangan minyak dan gas bumi pada Lapangan “RF” dengan metode volumetrik menggunakan besaran fisis dan net to gross (N/G) yang diperoleh dari analisis petrofisika serta interpretasi seismik untuk memperoleh volume bulk reservoar. Parameter tersebut digunakan untuk menentukan besar cadangan minyak bumi (OOIP) dan gas bumi (OGIP) pada Formasi Talang Akar dan Formasi Lemat di daerah penelitian. Berdasarkan analisis kualitatif data log diketahui bahwa litologi yang berkembang pada daerah penelitian yaitu batupasir dan serpih. Dari analisa kuantitatif secara rata-rata nilai kandungan volume serpih (Vsh) di bawah 30%, porositas efektif di atas 12%, saturasi air efektif (Sw) di bawah 70%, permeabilitas di atas 13 mD dengan kandungan minyak dan gas bumi. Dari analisis petrofisika diketahui tiga zona reservoar di daerah penelitian yaitu TAF-SS-A, TAF-SS-B dan LEMAT-SS. Berdasarkan hasil interpretasi seismik diketahui bahwa struktur geologi yang berkembang pada daerah penelitian adalah sesar normal yang berarah timurlaut- baratdaya dan baratlaut-tenggara. Masing-masing struktur secara umum relatif terpisah dengan batas GOC (Gas Oil Contact) ataupun batas OWC (Oil Water Contact) yang berbeda. Berdasarkan hasil perhitungan cadangan minyak dan gas bumi dengan metode volumetrik, total OOIP pada Formasi Lemat sebesar 7.85 MMSTB dan total OGIP pada Formasi Talang Akar sebesar 1.343,15 MMSCF.

    ABSTRACT

    Estimation of probable reserves in the Field “RF” is indispensable for the development of the field and increase the productivity of oil and gas in the petroleum field. This research aims to calculation reserves of oil and gas in the Field “RF” by volumetric method using physical quantities and net to gross (N/G) obtained from petrophysical analysis and seismic interpretation to gain bulk volume reservoir. These parameters are used to define of petroleum reserves (OOIP) and gas reserves (OGIP) on Talang Akar Formation and Lemat Formation in the area of research. Based on the analysis of qualitative data logs, it is known that litologi evolve on area of research that is sandstone and shale. From quantitative analysis is known an average value of shale volume content (Vsh) below 30%, effective porosity above 12%, effective water saturation (Sw) below 70%, permeability above 13 mD with oil and gas content. From the petrophysical analysis is known three zone of reservoir in the area of research that is TAF-SS-A, TAF-SS-B and LEMAT-SS. Based on the results of seismic interpretation is known that geological structure evolve in the area of research is the normal fault towards northeast- southwest and northwest-southeast. Each structure in general relatively detached with GOC (Gas Oil Contact) boundaries or OWC (Oil Water Contact) boundaries are different. Based on the results of the calculation of the oil and gas reserves with the volumetric method, a total of OOIP on Lemat Formation is 7.85 MMSTB and a total OGIP on Talang Akar Formation is 1.343,15 MMSCF.

    Keywords: Petrophysical Analysis, Seismic Interpretation, Net to Gross, OOIP, OGIP.

  • Jurnal Geofisika Eksplorasi, Juni 2018 ISSN: 2356-1599

    2

    I. PENDAHULUAN

    Saat ini ketergantungan akan energi minyak bumi masih sangat tinggi, begitu pula di Indonesia. Akan tetapi peningkatan kebutuhan akan penyediaan minyak bumi tidak seimbang dengan kemampuan dalam memproduksi minyak bumi. Bahkan tingkat produktivitas semakin menurun dan sumur – sumur tua yang sebelumnya dianggap tidak layak produksi kini kembali ditinjau.

    Lokasi dari penelitian ini berada pada Lapangan “RF” yang terletak di daerah Cekungan Sumatera Selatan, dengan formasi yang menjadi obyek penelitian merupakan reservoar Formasi Talang Akar dan Formasi Lemat.

    Untuk meningkatkan produktivitas pada lapangan minyak bumi tersebut, studi geofisika dan geologi terus dilakukan. Adapun studi geofisika yang kerap dilakukan adalah analisis petrofisika dan interpretasi seismik. Analisis petrofisika merupakan hal yang penting dilakukan sebelum perhitungan cadangan. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui parameter fisika batuan seperti kandungan serpih, porositas, permeabilitas dan saturasi air dalam suatu formasi. Sedangkan metode interpretasi seismik dilakukan untuk mendapatkan gambaran struktur bawah permukaan sehingga dapat menentukan bentukan lapisan prospek di bawah permukaan bumi. Berdasarkan analisis petrofisika dan interpretasi seismik tersebut dapat diestimasi apakah hidrokarbon yang terletak pada lapangan tersebut dapat menghasilkan energi yang besar dan bernilai ekonomis atau tidak.

    Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Menentukan zona reservoar berdasarkan

    interpretasi data log (analisis kualitatif petrofisika & analisis kuantitatif petrofisika).

    2. Menentukan ketebalan bersih (netpay zone) setiap sumur berdasarkan analisis kuantitatif petrofisika dan mengintegrasikan ke dalam data seismik.

    3. Pemodelan peta GOC (gas oil contact) dan peta OWC (oil water contact) berdasarkan peta depth structure dan interpretasi batas gas oil contact (GOC), batas oil water contact (OWC) serta batas gas water contact (GWC).

    4. Menentukan besar cadangan volumetrik minyak bumi (OOIP) dan gas bumi (OGIP) menggunakan integrasi peta depth structure, nilai gas oil contact (GOC), nilai oil water contact (OWC) dan nilai volume bulk reservoir (Vb).

    Adapun batasan masalah pada penelitian ini yaitu penelitian ini difokuskan pada analisis petrofisika terhadap data sumur pemboran dan interpretasi data seismik. Analisis petrofisika ini bertujuan memperoleh nilai properti batuan seperti kandungan serpih (Vsh), porositas batuan (ϕ), saturasi air (Sw), dan permeabilitas (K) serta nilai net to gross (N/G) suatu reservoar. Sedangkan interpretasi seismik dilakukan untuk memperoleh volume bulk reservoar (Vb) berdasarkan geometrinya. Proses analisis lain yang dilakukan hanyalah sebagai pendukung untuk memperoleh hasil akhir yang sesuai. Hasil akhir penelitian ini berupa besar cadangan hidrokarbon di tempat (OGIP dan OOIP) yang terkandung dalam suatu reservoar menggunakan metode perhitungan volumetrik.

    II. TINJAUAN PUSTAKA

    Lokasi pada penelitian ini berada di daerah Cekungan Sumatera Selatan dan terletak di Provinsi Sumatera Selatan dengan Ibu kota Palembang.

    Geologi Cekungan Sumatera Selatan merupakan suatu hasil kegiatan tektonik yang berkaitan erat dengan penunjaman Lempeng Indo-Australia, yang bergerak ke arah utara hingga timur laut terhadap Lempeng Eurasia yang relatif diam (Pulunggono, 1984). Zona penunjaman lempeng meliputi daerah sebelah barat Pulau Sumatera dan selatan Pulau Jawa. Beberapa lempeng kecil (micro-plate) yang berada di

  • Jurnal Geofisika Eksplorasi, Juni 2018 ISSN: 2356-1599

    3

    antara zona interaksi tersebut turut bergerak dan menghasilkan zona konvergensi dalam berbagai bentuk dan arah. Penunjaman lempeng Indo-Australia tersebut dapat mempengaruhi keadaan batuan, morfologi, tektonik dan struktur di Sumatera Selatan (Bishop, 2001).

    III. TEORI DASAR

    A. Metode Well Logging

    Logging merupakan suatu metode pengukuran besaran-besaran fisik batuan terhadap kedalaman lubang bor. Sesuai dengan tujuan logging yaitu menentukan besaran-besaran fisik batuan maka dasar dari logging itu sendiri adalah sifat-sifat fisik atau petrofisik dari batuan (Harsono, 1997). Terdapat beberapa jenis log yang digunakan dalam eksplorasi geofisika khususnya dalam penelitian ini, yaitu:

    1. Log Resistivitas Resistivitas atau tahanan jenis suatu

    batuan adalah suatu kemampuan batuan untuk menghambat jalannya arus listrik yang mengalir melalui batuan tersebut. Nilai resistivitas rendah apabila batuan mudah untuk mengalirkan arus listrik, sedangkan nilai resistivitas tinggi apabila batuan sulit untuk mengalirkan arus listrik. Log resistivitas digunakan untuk mendeterminasi zona hidrokarbon dan zona air, serta dapat mengindikasikan zona permeabel dengan mendeterminasi porositas resistivitas, karena batuan dan matrik tidak konduktif, maka kemampuan batuan untuk menghantarkan arus listrik tergantung pada fluida dan pori (Harsono, 1997).

    2. Log Gamma Ray (GR) Log gamma ray merupakan suatu

    kurva dimana kurva tersebut menunjukkan besaran intensitas radioaktif yang ada dalam formasi. Log ini bekerja dengan merekam radiasi sinar gamma alamiah batuan, sehingga berguna untuk mendeteksi atau mengevaluasi endapan- endapan mineral radioaktif seperti

    Potasium (K), Thorium (Th), atau bijih Uranium (U) (Harsono, 1997).

    3. Log Densitas Log densitas merupakan kurva yang

    menunjukkan besarnya densitas (bulk density) dari batuan yang ditembus lubang bor dengan satuan gram/cm3. Prinsip dasar dari log ini adalah dengan menembakkan sinar gamma kedalam formasi, dimana sinar gamma ini dapat dianggap sebagai partikel yang bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi. Banyaknya energi sinar gamma yang hilang menunjukkan densitas elektron di dalam formasi, dimana densitas elektron merupakan indikasi dari densitas formasi (Rider, 2002).

View more