diabetes mellitus

Click here to load reader

Post on 28-Oct-2015

31 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB I

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Diabetes mellitus (DM) berasal dari kata Yunani diabanein, yang berarti tembus atau pancuran air, dan dari kata Latin mellitus yang berarti rasa manis.Di Indonesia (dan negara berbahasa Melayu) lebih dikenal sebagai kencing manis.1Diabetes Mellitus adalah penyakit yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah (hiperglisemia) yang terus-menerus dan bervariasi, terutama setelah makan. Sumber lain menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan diabetes mellitus adalah keadaan hiperglikemia kronik disertai berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal, yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata, ginjal, dan pembuluh darah, disertai lesi pada membran basalis dalam pemeriksaan dengan mikroskop elektron.1Semua jenis diabetes mellitus memiliki gejala yang mirip dan komplikasi pada tingkat lanjut. Hiperglikemia sendiri dapat menyebabkan dehidrasi dan ketoasidosis. Komplikasi jangka lama termasuk penyakit kardiovaskular (risiko ganda), kegagalan kronis ginjal (penyebab utama dialisis), kerusakan retina yang dapat menyebabkan kebutaan, serta kerusakan saraf yang dapat menyebabkan impotensi dan gangren dengan risiko amputasi. Komplikasi yang lebih serius lebih umum bila kontrol kadar gula darah buruk.11.2. Tujuan

Laporan kasus ini dilaksanakan untuk menerangkan tentang penyakit Diabetes Melitus bagi melengkapkan tugas kepaniteraan klinik senior di Bagian Ilmu Penyakit Dalam Universitas Sumatera Utara.

1.3. Manfaat

Melalui makalah ini, maka gejala-gejala dan keluhan pasien Diabetes Melitus dapat dikenali dengan lebih awal sehingga penanganan yang tepat dapat diberikan secara awal dan terfokus.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA2.1. DEFINISIDiabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia (meningkatanya kadar gula darah) yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya.22.2. EPIDEMIOLOGI Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia kini menempati urutan ke-4 terbesar dalam jumlah penderita diabetes melitus di dunia. Pada 2006, jumlah penyandang diabetes (diabetasi) di Indonesia mencapai 14 juta orang. Dari jumlah itu, baru 50% penderita yang sadar mengidap, dan sekitar 30% di antaranya melakukan pengobatan secara teratur. Menurut beberapa penelitian epidemiologi, prevalensi diabetes di Indonesia berkisar 1,5 sampai 2,3, kecuali di Manado yang cenderung lebih tinggi, yaitu 6,1 %.3Penyakit diabetes di Indonesia adalah DM tipe 2, merupakan jenis penyakit diabetes yang mencakup lebih dari 90% seluruh populasi diabetes. Data WHO mengungkapkan, beban global diabetes melitus pada tahun 2000 adalah 135 juta, di mana beban ini diperkirakan akan meningkat terus menjadi 366 juta orang setelah 25 tahun (tahun 2025). Pada 2025, Asia diperkirakan mempunyai populasi diabetes terbesar di dunia, yaitu 82 juta orang dan jumlah ini akan meningkat menjadi 366 juta orang setelah 25 tahun.3Hasil penelitian epidemiologi di Jakarta beberapa waktu lalu membuktikan adanya peningkatan prevalensi diabetes melitus dari 1,7 % pada 1982 menjadi 5,7% tahun 1993, yang disusul pada 2001 di Depok (sub-urban Jakarta) menjadi 14,7%. Peningkatan prevalensi diabetes melitus juga terjadi di Makassar yang meningkat dari 1,5 % pada 1981 menjadi 2,9 % tahun 1998 dan 12,5 pada 2005. Pada 2005, daerah semi-urban seperti Sumatera Barat melaporkan prevalensi diabetes mellitus sebesar 5,1% dan Pekajangan (Jawa Tengah) 9,2%. Bali telah meneliti prevalensi beberapa daerah rural dengan hasil antara 3,9-7,2% pada 2004 dan Singaparna tahun 1995 tercatat 1,1%.3WHO memperkirakan, prevalensi global diabetes melitus tipe 2 akan meningkat dari 171 juta orang pada 2000 menjadi 366 juta tahun 2030. Indonesia berada di urutan ke-4 terbanyak kasus diabetes di dunia. Beberapa waktu lalu, International Diabetes Federation (IDF) menyatakan, tahun 2003 terdapat 194 juta orang terkena diabetes. Pada 2030 akan terdapat lebih dari 82 juta orang berumur di atas 64 tahun dengan diabetes di negara sedang berkembang, di negara maju hanya 48 juta orang, dan secara global diperkirakan 333 juta orang menderita diabetes.3Seiring dengan pola pertambahan penduduk, pada 2005 di Indonesia ada 171 juta penduduk berusia di atas 15 tahun dan dengan asumsi prevalensi diabetes melitus maka terdapat kira- kira 24 juta penyandang diabetes. Tendensi kenaikan kekerapan diabetes secara global, terutama dipicu oleh peningkatan kesejahteraan suatu populasi, sehingga sangat dimungkinkan dalam kurun waktu satu-dua dekade silam, kekerapan diabetes melitus di Indonesia telah meningkat signifikan.32.3. ETIOLOGIDiabetes melitus sangat erat kaitannya dengan mekanisme pengaturan gula normal. Pada kondisi normal, kadar gula tubuh akan selalu terkendali, berkisar 70-110 mg/dL, oleh pengaruh kerja hormon insulin yang diproduksi oleh kalenjar pankreas. Setiap sehabis makan, terjadi penyerapan makanan seperti tepung-tepungan (karbohidrat) di usus dan akan kadar gula darah meningkat. Peningkatan kadar gula darah ini akan memicu produksi hormon insulin oleh kalenjar pankreas.4Berkat pengaruh hormon insulin ini, gula dalam darah sebagian besar akan masuk ke dalam berbagai macam sel tubuh (terbanyak sel otot) dan akan digunakan sebagai bahan energi dalam sel tersebut. Sel otot kemudian menggunakan gula untuk beberapa keperluan yakni sebagai energi, sebagian disimpan sebagai glikogen dan jika masih ada sisa, sisa sebagian tersebut diubah menjadi lemak dan protein.4Penyebab diabetes mellitus sebenarnya bisa dengan berbagai macam caramisalnya:41. Genetik atau faktor keturunan

Diabetes mellitus cenderung diturunkan atau diawariskan, bukan ditularkan.Anggota keluarga penderita DM (diabetisi) memiliki kemungkinan lebih besar terserang penyakit ini dibandingkan dengan anggota keluarga yang tidak menderita DM. Para ahli kesehatan juga menyebutkan DM merupakan penyakit yang terpaut kromosom seks atau kelamin. Biasanya kaum laki-laki menjadi penderita sesungguhnya, sedangkan kaum perempuan sebagai pihak yang membawa gen untuk diwariskan kepada anak-anaknya.

2. Virus dan bakteri

Virus penyebab DM adalah rubela, mumps, dan human coxsackievirus B4. Melalui mekanisme infeksi sitolitik dalam sel beta, virus ini mengakibatkan destruksi atau perusakan sel. Bisa juga, virus ini menyerang melalui reaksi otoimunitas yang menyebabkan hilangnya otoimun dalam sel beta. Diabetes mellitus akibat bakteri masih belum bisa dideteksi. Namun, para ahli kesehatan menduga bakteri cukup berperan menyebabkan DM.

3. Bahan toksik atau beracun.

Bahan beracun yang mampu merusak sel beta secara langsung adalah alloxan,pyrinuron (rodentisida), dan streptozoctin (produk dari sejenis jamur). Bahan lain adalah sianida yg berasal dari singkong.

4. Nutrisi.

Nutrisi yang berlebihan (overnutrition) merupakan faktor resiko pertama yangdiketahui menyebabkan DM. Semakin berat badan berlebih atau obesitas akibat nutrisi yang berlebihan, semakin besar kemungkinan seseorang terjangkit DM.

2.4. FAKTOR RESIKOPara peneliti tidak sepenuhnya memahami mengapa sebagian orang mengembangkan diabetes tipe 2 dan yang lainnya tidak. It's clear that certain factors increase the risk, however, including: Sudah jelas bahwa faktor-faktor tertentu meningkatkan risiko, bagaimanapun, termasuk:5

Kelebihan berat badan. Menjadi adalah faktor risiko utama untuk diabetes tipe 2. Jaringan lemak belebih yang Anda miliki, sel-sel anda menjadi lebih tahan terhadap insulin.

Tidak aktif. Semakin sedikit aktif Anda, semakin besar risiko diabetes tipe 2. Aktivitas fisik membantu Anda mengendalikan berat badan Anda, menggunakan glukosa sebagai energi dan membuat sel-sel Anda lebih sensitif terhadap insulin.

Riwayat keluarga. Risiko diabetes tipe 2 meningkat jika orang tua atau saudara memiliki diabetes tipe 2.

Ras -. Walaupun tidak jelas mengapa, orang-orang tertentu, termasuk ras kulit hitam, Hispanik, Indian Amerika dan Asia-Amerika - lebih mungkin untuk mengembangkan diabetes tipe 2.

Umur,. Risiko diabetes tipe 2 meningkat seiring bertambahnya usia terutama setelah usia 45. Itu mungkin karena orang cenderung kurang berolahraga, penambahan berat badan dan kehilangan massa otot dengan bertambahnya usia mereka. Tetapi diabetes tipe 2 juga meningkat secara dramatis di kalangan anak-anak, remaja dan dewasa muda.

Pradiabetes. Pradiabetes adalah suatu kondisi dimana kadar gula darah Anda lebih tinggi dari normal, tetapi tidak cukup tinggi harus diklasifikasikan sebagai diabetes tipe 2. Bila tidak diobati, pradiabetes sering berkembang menjadi diabetes tipe 2.

Diabetes kehamilan. Jika Anda terkena gestational diabetes saat hamil, resiko terkena diabetes tipe 2 kemudian meningkat. Jika Anda melahirkan seorang bayi dengan berat lebih dari 9 pon (4.1 kilogram), Anda juga berisiko diabetes tipe 2.

2.5. KLASSIFIKASI

1. Diabetes mellitus type insulin, Insulin Dependen diabetes mellitus (IDDM) yang dahulu dikenal dengan nama Juvenil Onset diabetes (JOD) 2,6- Kerusakan fungsi sel beta di pancreas

- Autoimun, idiopatik

- usia < 20 tahun

2. Diabetes mellitus type II, Non Insulin Dependen diabetes mellitus (NIDDM), yang dahulu dikenal dengan nama Maturity Onset diabetes (MOD)

Menurunnya produksi insulin atau berkurangnya daya kerja insulin atau keduanya

Akibat obesitas dan overweight

Usia > 40 tahun 2,63. DM tipe lain: 2 Kelainan genetik pada fungsi sel

Kelainan genetik pada kerja insulin

Penyakit eksokrin pankreas

Endokrinopathy

Pengaruh bahan kimia dan obat obatan

Infeksi

Reaksi imun pada diabetes yang tidak umum

Sindrom genetik lain yang berkaitan dengan diabetes.

4. DM pada masa kehamilan (Gestasional Diabetes) 2 Biasanya kembali normal