catatan lebaran menu bahagia di hari raya · cerpen, puisi dan artikel ... menu bahagia di hari...

of 56/56
ISSN NO: 2086-2083 Ongkos Cetak Rp. 10.000 EDISI NO.7 TAHUN KE-39/ JULI 2015 CATATAN LEBARAN Menu Bahagia di Hari Raya

Post on 09-Apr-2019

241 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

ISSN NO: 2086-2083

Ongkos Cetak Rp. 10.000

EDISI NO.7 TAHUN KE-39/ JULI 2015

CATATAN LEBARAN

Menu Bahagia di Hari Raya

2

TIM REDAKSI TR

Pembina :Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama

Provinsi Sumatera Barat

Pengarah :Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian

Agama Provinsi Sumatera Barat

Anggota Pengarah :

Kabid Dan Pembimas di lingkungan Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Sumatera

Barat ,Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten/

Kota Se-Sumatera Barat

Pemimpin Redaksi :H. M. Rifki, M.Ag (Kepala Subbag Informasi dan

Humas)

Wakil Pemimpin Redaksi :Amrizal, M.Ag

Sekretaris :Risna Yanti, S.Sos.I

Wk.Sekretaris :Al Fajri, SHI., MA

Bendahara :Muslimah ,S.Th.I., M.Ag

Dewan Redaksi :Abrar Munanda, M.Ag | Amrizal, M.Ag | Ulil Amri, MA | Anton Akbar, M.Ag | Metra Suryati, S.Ag |

Risna Yanti, S.Sos.I | Muslimah, S.Th.I.,M.Ag | Efrian, S.Kom |

Ariesta Nurman Sasono, S.Hi | Rhama Eka Putra, ST | Fitra Dewi, A.Md

Kontributor Kanwil :Drs. Zilwadi | Dra. Hj. Nurjamiah Azfa Manik |

Ariesta Nurman Sasono, S.Hi | Zulfahmi, S.Ag | Welhendri, S.Ag., MA |

Taslim Perdana, S.Kom | M.Rida, SE | Elvira Hayu,S.Kom

Reporter Daerah :Syafrizal | Agussalim |

M. Yusuf Aunur Sabri | Mardinata Jalpida | Zulkifli | Afdhal Dinilhaq |Andri Susanto | Alfia Pharma | Nori Bahar| Suhardi | Fakhmi | Milaul Hamdi | Rita Royani | David Abdullah | Azwar Hadi | Emi

Ratna Aprilana | Abuzar Ghafari | Syamsul Bahri | Diana | Yonadri | Zulhafendi | Fransica Zola | Indra

Gunawan |

Design Grafis :Efrian, S.Kom

Ade Putra, S.Kom

Sirkulasi :Arman, SE | Pranoto | Parman

| Zulfariswan S.Sos |

Alamat Redaksi :Kanwil Kemenag Sumbar Jl.Kuini No.79 B Padang,

Telp.(0751) 28220, 21686, Fax. (0751) 22583Website : http://sumbar.kemenag.go.id

email : [email protected]

Rekening PAB: Majalah PAB Kanwil Kemenag Sumbar

Bank Nagari Syariah Cab.Padang :No. Rek: 7100.02.20.12049-4

Percetakan : CV Sejahtera - Jakarta

Tim Redaksi menerima tulisan berbentuk cerpen, puisi dan artikel dari pembaca dan siswa

madrasah. Tulisan tersebut dikirim ke email : [email protected]

Penanda Tanganan Prasasti Peresmian Pintu Gerbang MAN 2 Padang oleh Kakanwil didampingi Kakan Kemenag dan

Ketua DWP Hj.Agrina Salman (25 I 5).ulil

Kakanwil didampingi Ketua DWP, Kakan Kemenag Kota Padang dan Kepala RA Mewisuda murid RA Ikhlas di Aula

Kanwil, Selasa (9 Juni). Rina

Kakanwil Kemenag H. Salman Menjadi Penceramah Perdana Program Ramadan babuko Basamo kerja sama Kemenag

dengan TVRI Sumbar (18-6)..ulil

3

LAPORAN KHUSUS

SEPUTAR KANWIL

BERITA DAERAH

FOKUS UTAMA

FOKUS UTAMA

FOKUS UTAMA

11

12

9

7

4

20

30

LAPORAN PILIHAN

SEPUTAR KANWIL

FOKUS UTAMA

KARISMA

BERITA DAERAH

ARTIKEL

Pembaca yang budiman. Di awal penerbitan majalah edisi Juli 2015 dan dalam suasana Ramadhan 1436 H, segenap redaksi mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1436 H dan selamat menyongsong hari kemenangan 1 syawal. Kami juga mohon maaf atas keterlambatan kedatangan majalah edisi Juni lalu, hal itu di sebabkan karena persoalan teknis pendistribusian.

Pada edisi ini, Redaksi PAB mengupas tentang semangat Lebaran sebagai wujud rasa kebahagiaan umat Muslim setelah berpuasa selama sebulan penuh, mulai dari penelusuran seluk beluk lebaran, artikel, cerpen hingga puisi memenuhi ruang edisi kali ini. Semoga kita di beri anugerah oleh Allah SWT prediket Takwa sebagaimana yang di janjikan Allah bagi orang yang berpuasa dengan sempurna. Kita juga bermohon kehadirat Allah, kiranya Ramadhan kali ini bukanlah Ramadhan terakhir dalam hidup kita, sehingga di Ramadhan 1437 H, kita masih diberikan kesempatan untuk menambah amal ibadah kepada-Nya..

Sebagai implementasi terhadap nilai-nilai Ramadhan yang telah kita lewati, maka segenap redaksi PAB menghimbau segenap masyarakat kiranya dapat merayakan Idul Fitri dengan penuh kederhanaan jauh dari unsur hura-hura, foya-foya dan berlebih-lebihan.

Semoga Ramadhan tahun ini membuat kita makin peka terhadap nasib dan kehidupan kaum dhuafa. Selama Sebulan kita telah merasakan bagaimana nasib orang miskin yang makan hanya dua kali sehari sebagaimana kita makan hanya di saat sahur dan berbuka, bahkan ada di antara kita yang merasakan bagaimana orang fakir yang makan sekali sehari sebagaimana kita makan sekali sehari karena tidak sempat sahur, karena ketiduran.

Kiranya empaty terhadap penderitaan fakir miskin juga telah kita tunaikan dalam bentuk pembayaran zakat fitrah menjelang shalat idul fitri. Allah akan kecewa jika di hari Lebaran masih ada tetangga dan masyarakat fakir miskin yang kelaparan, tentu saja akan berimbas kepada masyarakat sekitarnya, dan bisa jadi amal ibadah puasa disekitar si miskin itu tidak sempurna di di terima Allah SWT.

Pembaca setia PAB, tayangan dokumetasi kegiatan yang di kemas dalam laporan daerah, tetap menjadi muatan wajib di majalah edisi kini, di samping tulisan dan laporan lainnya. Sekali lagi kami ucapkan selamat menikmati sajian PAB. Terima kasih.. ( Rifki)

DAFTAR ISI

Salam Redaksi

Selamat Meraih Kemenangan

53

LAPORAN UTAMA

LAPORAN KHUSUS

Menu Bahagia di Hari Raya

Menu Bahagia di Hari Raya

Madrasah Persembahkan Prestasi Nasional untuk Sumbar

Wisuda ke 31, Lulusan RA Ikhlas Me-ningkat 100 Persen

Senandung Alquran dari Jantung Kota Padang untuk Pelosok Negeri

PPSN Kombinasi Mentalitas Santri dan Pramuka

RA di Sumbar Mulai menggeliat dengan Prestasi

Kemenag Lima Puluh Kota Terus Bersolek

LAKSANAKAN KEGIATAN SESUAI ATURAN, PROPOSIONAL DAN PROFE-

SIONAL

4 44

Catatan Lebaran

Menu Bahagia di Hari Raya ABDULLAH KHUSAIRI

Siapa yang pernah mengalami hal ini? Bagi yang pernah, inilah trage-di paling mengerikan bagi lidah keti-ka selera sampai di ujungnya. Saat sel-era sedang tinggi untuk makan renda-ng masakan orang tercinta di hari raya Idul Fitri, pada saat itu pula yang ter-gigit bukan daging. Langkuas! Bumbu yang tak berbeda dengan daging-dag-ing dalam balutan serbuk cokelat kehi-tam-hitaman itu.

P eristiwa ini juga diabadikan pa-da banyak foto-foto yang ada di jeja-ring sosial dan dunia maya, seperti di Facebook, Twitter, BBM, Linked, Path, Instagram, dll. Dikirim dari akun yang satu ke akun yang lain, mungkin seb-agai hiburan. Bagi mereka yang pernah mengalaminya, akan senyum-senyum melihatnya. Senyum dikulum-kulum.

Ondeh mandeh, indak ba saka! Suaranya tertahan. Mulutnya penuh. Berbuka puasa hari itu, ia menggeru-tu. Aroma Onde-onde yang sejak dihi-dangkan sangat menggoda selera teta-pi saat dikunyah satu, ternyata terpil-ih yang indak ba saka. Pada saat itu, bermacam-macam reaksi orang. Yang jelas, menggerutu dan sakit hati. Sel-era makan onde-onde tertahan di li-dah. Termakan sudah, terasa sudah, tapi ada yang kurang. Tak bergula di dalamnya!

Minuman dingin segera diraih, agar Onde-onde segera masuk ke pe-rut. Lalu ambil yang satu lagi dengan segenap harapan Onde-onde pakai gu-la di dalamnya. Terbayang, betapa menderitanya mereka yang meneguk paksa Onde-onde itu. Wajahnya tentu masam ketika itu.

Oi ayai... tagigik lado... Ini di peristiwa lain lagi. Wajahnya mem-erah. Matanya menyipit. Peluh men-gucur. Tangannya menggapai-gapai ge-las plastik berisi air. Ia baru saja ter-gigit lado kutu di dalam sayur. Sayur kangkung itu dimasak bercampur cabe rawit hijau yang diiris-iris. Berbaur dengan kangkung segar berenang-re-nang di dalam kuah.

Ini ulah anggota Pramuka yang piket di tenda. Mereka mendapat gil-

Oi mak, langkueh bukan dagiang! Wajahnya memerah seketika. Segera ia menyambar gelas air putih, direguknya hingga tandas. Tapi aroma lang-kuas tidak pergi begitu saja dari mulutnya. Selera

makan pun hilang entah kemana.

ambah khusus oleh oknum iseng den-gan cabe rawit lebih banyak. Oknum anggota yang piket itu, segera men-dengar kabar siapa yang bernasib sial, makan lado kutu dan harus minum ban-yak. Kali ini, mereka tersenyum puas, menikmati satu dua orang yang men-gamuk karena kepedasan.

iran memasak menjelang anggota lain yang ikut kegiatan di lapangan. Ketika pasukan pulang dari kegiatan dengan selera dan penat memuncak, langsung sikat nasi dan sayur yang terhidang.

Satu dua di antara sayur yang tersedia dalam piring-piring itu, dit-

55

mikirkannya. Akal bekerja punya garis batas.

Hal di atas peristiwa kehidupan yang tampak sederhana. Tak ada yang luar biasa. Tapi bagaimana, misalnya, cerita seseorang yang tak lulus ma-suk menjadi Satpam di sebuah Bank. Ia patah hati. Lalu mengambil jalur lain, jadi pedagang saja. Lalu, 15 ta-hun kemudian ia kaya raya. Suatu hari ia mengenang, seandainya ia diteri-ma jadi Satpam. Tentu saja, jalan hidupnya akan berbeda.

Pada kasus lain, ada seseorang yang menjadi sopir dengan kemam-puan akal sederhana, jika ia cekatan akan mendapat penumpang banyak. Makanya ia fokus menyetir dan menca-ri penumpang. Setiap hari, setiap wak-tu. Modal pemikiran seperti ini mem-bawanya banyak dapat uang, ia baha-gia.

Sementara sopir yang lain lagi, ia berpendapat, soal rezeki ia serah-kan kepada Allah. Ketika datang wak-tu zhuhur dan ashar tiba, ia shalat. Wa-lau pada jam tersebut, penumpang se-dang ramai-ramainya. Ia tak peduli. Rezeki sudah ada yang mengatur. Mod-al pemikiran seperti ini, ternyata ia tak kekurangan uang, ia juga bahagia.

Menyingkap NasibPernahkah terpikirkan, kenapa

di antara banyak daging itu, yang ter-pilih adalah Langkuas? Kenapa tangan memilih Onde-onde yang tak diisi gula? Kenapa mengambil piring sayur yang memang ditambah Cabe rawitnya? Sia-pa yang mengatur hal-hal demikian?

Bagi sebagian orang, persoalan ini sangat sepele, kebetulan dan tak per-lu dibahas, menghabis waktu dan biar-lah semua itu berlalu sebagai nasib na-as yang tak perlu dikenang. Tapi tung-gu dulu, ini bisa jadi persoalan serius. Tak bisa dibawa angin lalu. Ini diba-wa ke persoalan hukum. Hukum akal, hukum sebab akibat, hukum alam dan tentu saja hukum tuhan.

Mari kita simak pendapat dua ku-tub pemikiran keagamaan yang sela-lu membuat kening berkerut. Ada ku-tub Ekstrem, yang menyatakan, hidup ini sudah ada yang mengatur. Sekecil apa pun peristiwa yang terjadi di alam ini, tak akan pernah luput dari pen-gaturan tersebut. Kutub ini dalam ka-jian Ilmu Kalam, diwakili oleh paham Jabariyyah. Paham patalis, minimnya akal manusia dalam menguasai dirin-ya. Hidup ditaqdirkan oleh Yang Maha Hidup. Harus siap menerima kenyataan apa pun. Termasuk tergigit langkuas!

Ada kutub lain, yang berlawan-an dengan kutub Ekstrem, yaitu kutub

Liberal. Kutub ini menyatakan, semua yang dilakukan oleh manusia karena hasil dari oleh nalar sendiri. Akal yang berdiri sendiri, berpikir merdeka untuk berbuat sesuatu. Kutub ini dalam ka-jian Ilmu Kalam, diwakili oleh paham Mutazilah. Paham yang berpendapat, hukum alam sudah diturunkan Yang Maha Pencipta, Allah SWT, ke dunia. Karena itu, manusia berbuat sekehen-dak akal yang telah diberikan. Adapun wahyu, hadir sebagai tuntunan.

Sekarang, kembali ke persoalan Langkuas, Onde-onde, sayur pakai la-do kutu? Karena ditakdirkan seseorang mendapatkannya atau karena hanya pilihan akal semata? Ada banyak jaw-aban yang akan diungkapkan, namun dua kutub ini bisa kelihatan bagaimana cara berpikir seseorang. Boleh setuju boleh tidak, dua hal di atas juga sering dihadapkan menjadi pilihan dalam ke-hidupan ini. Benarlah kata orang, hid-up adalah pilihan.

Bagi yang berpikir ekstrim, terpili-hnya Langkuas dari sekian banyak dag-ing, Onde-onde tak bergula dari seki-an banyak di dalam piring, sayur pak-ai cabe rawit khusus, semua itu adalah karena nasib yang harus diterima. Sek-alipun sudah dipilih, nyatanya masih terkena juga. Sementara, bagi yang berpikir liberal, ini karena ketida-kjelian akal dalam memilih. Tidak awas dan tidak sampai sama sekali akal me-

Pernahkah terpikirkan, kenapa di antara banyak daging itu, yang terpilih adalah Langkuas? Kenapa tangan memilih Onde-onde yang tak diisi gula? Kenapa mengambil piring sayur yang me-mang ditambah Cabe rawitnya? Siapa yang mengatur hal-hal demikian?

6 66

lu ada dalam kehidupan. Apalagi dalam pemahaman keagamaan, khususnya dalam area Filsafat Islam dan Teologi Islam. Ilmu ini memang mengajak olah pikir yang selalu menggiring seseorang untuk tetap kritis dengan keadaan. Bu-kan berarti harus menjadi pegangan antara satu dengan yang lainnya, teta-pi sebagai alat agar tetap menggunak-an akal dan wahyu yang tepat. Kare-na keduanya adalah Rahmat Allah SWT kepada ummat Manusia.

Jan pakai tarompa kida sa-do e, kata teman saya yang lebih me-milih moderat. Berada di tengah. Wa-lau ia sendiri tidak begitu menger-ti bagaimana harus memaknai dalam bentuk konseptual. Namun yang jelas, alam pikiran memang dipengaruhi oleh keluasan pengetahuan dan pengala-man.

Dua kutub ini menjadi kemestian ketika memilih jalan kebahagiaan du-nia dan akhirat. Jalan bahagia, seru-pa kata pepatah dari Hindi; aku meng-gerutu karena tak punya sepatu hing-ga aku melihat orang yang tidak punya kaki! Sederhana sekali, kecuali kalau sudah diprovokatori oleh hawa nafsu. Alam pikiran akan mengajak berpikir di luar keadaan dan diluar kemampuan. Itulah jalan penderitaan. Keinginan memang sumber penderitaan!

Pilihan HidupHidup kita memang selalu diha-

dapkan pada pilihan demi pilihan. Ada pilihan sederhana, ada pilihan tidak sederhana, ada pilihan penuh resiko, ada pilihan tidak beresiko. Ada yang harus mengadu kepada Allah SWT. Tahajud di tengah malam. Ada yang langsung saja, menurut kadar pikiran yang dimiliki. Tak perlu mengadu. Akal sudah bisa membantu untuk memilih.

Namun dalam kajian spiritual, wa-cana ini tidaklah bisa sesederhana itu. Apalagi dalam filsafat. Kutub-kutub pe-mikiran selalu memberi corak tersend-iri bagi kesuksesan seseorang. Mereka yang dinamis, biasanya mampu mele-wati setiap gelombang, seperti pemain selancar pada gelombang di lautan. Ada pula yang harus melalui sarat den-gan jatuh bangun.

Begitulah. Kata-kata bijak yang selalu memberi pencerahan; kita me-mang tidak bisa merubah arah angin tapi kita bisa merubah arah layar. Per-tanyaannya, bagaimana dengan hal-hal prinsip dalam agama? Di sini sering tergelincir, kadang-kadang anggapan prinsip dalam agama ternyata tidak begitu prinsip. Di sini pula, senyatan-ya, pengetahuan agama sangat menen-tukan, termasuk teologi.

Hal-hal di atas tadi menggambar-kan suasana pemikiran ekstrim dan liberal di tengah ummat. Wacana ini merupakan dasar kajian yang penting namun jarang menjadi pendekatan. Karena memang menjadi kajian yang dianggap paling rawan. Tidak semua orang bisa masuk ke wilayah ini. Apa-lagi di tengah masyarakat yang mu-lai serba praktis. Kalau diajak berpikir agak sedikit mengerut kening, mereka cenderung tak mau. Tak ada gunanya.

Wacana ekstrim-liberal tidak akan pernah habis. Meminjam istilah Har-un Nasution (1919-1998), tradisional-ra-sional merupakan dua kutub yang sela-

Bahagia Idul Fitri Idul Fitri adalah segenap ceri-

ta bahagia. Bersalam-salaman, seru-pa orang pulang menang perang. Ter-pancar kebahagiaan pada hari nan fitri. Perang bathin melawan hawa nafsu sa-tu bulan penuh sudah dilewatkan. Ta-hun depan berharap masih bisa berte-mu kembali. Ini juga pilihan. Keharu-san di hari nan fitri.

Hari-hari berikutnya, kita kemba-li diganyang nasib yang mengitari ja-lan hidup. Kita mesti memilih agar se-lamat, agar bahagia. Alam pikiran kita memang menjadi tuas yang akan men-gambil jalan. Namun apakah alam piki-ran yang menjadi penalaran itu selalu ditambah dengan pengetahuan? Ada-kah iman di dada akan diajak serta? Apakah semata hanya nafsu dan keingi-nan dari perut saja? Kembali kita men-jalani sebuah renungan bijak usai leb-aran ini. Hidup akan selalu mengantar-

kan pilihan-pilihan untuk dijalankan. Sebagai menu kehidupan.

Menu bahagia adalah pilihan teta-pi tidak bisa serta merta mendapat-kan bahagia. Selalu ada jalan berliku lebih dahulu, selalu ada pahit sebelum manis. Selalu apa yang kita pikirkan, kita rasakan, tak semudah dijalank-an. Tetapi yang perlu, hidup kita, ki-ta yang pikirkan. Hidup itu apa yang kita pikirkan. Semua itu membutuhkan spiritualitas. Tidak bisa lepas. Serupa kita menjalankan ibadah puasa, ber-lapar-lapar hingga berbuka. Manis dan indah terasa ketika berbuka dan ketika Idul Fitri tiba.

Selamat hari raya Idul Fitri, mo-hon maaf lahir dan bathin. Pilih jalan dan menu kehidupan yang paling mem-bahagiakan. Awas tagigik langkueh! Salam. [] (Penulis Jurnalis Senior dan Dosen Fakultas dan Ilmu Komunkasi IAIN Imam Bonjol Padang)

FENOMENA IRONIS DI HARI KEMENANGAN

Oleh: H. M. Rifki. M.Ag

7

Wajah penuh suka cita, senyum merekah mewarnai suasana hati kaum muslimin menyambut datangnya hari kemenangan. Se-antero dunia bergem-bira menyambut datangnya bulan sy-awal. Setelah sebulan penuh menah-an lapar, haus dan hal-hal yang dapat mengurangi bahkan membatalkan iba-dah puasa. Segenap shoimin dan sho-imat merasakan kemerduan lantunan takbir, tahmid dan tahlil di malam 1 syawal.

Sorak sorai penuh tawa mewarnai jalanan kampung di pedesaan. Kemi-lau obor-obor rakyat, menerangi bu-mi diiringi dengan lantunan kalimat tauhid. Truk dengan bak terbuka, mo-tor dan mobil pribadi bahkan dengan becak seadanya pun ikut asyik masyuk dengan suasana lebaran nan suka cita.

Sungguh pengalaman yang mengha-rukan nan selalu di tunggu-tunggu ma-syarakat tiap tahunnya. Sedih bercam-pur kerinduan melanda warga yang ti-dak bisa ikut larut dengan suasana demikian.

Kondisi seperti ini, memang telah di gambarkan Rasulullah dalam had-itsnya yang menyatakan bahwa ada dua kebahagiaan bagi orang berpua-sa yakni, kebahagian pertama tatkala mereka merasakan nikmatnya berbuka puasa. ( baik berbuka puasa tiap hari maupun berbuka di saat malam tera-khir ramadhan, menyambut lebaran).

Sementara kebahagiaan kedua orang berpuasa adalah tatkala mas-ing-masing orang berpuasa melapork-an eksistensi puasa yang mereka laku-kan setiap tahun di hadapan Allah di suatu masa kelak.

Keceriaan dan kemeriahan me-nyambut datangnya Idul Fitri semesti-nya di jalani dengan mengedepankan kaidah ajaran Islam yang kaffah, seka-ligus mengedepankan prinsip kesale-han sosial dengan menjalin silaturrah-mi harmonis.

Namun, dalam perjalanan pener-apan idul fitri, terkadang ada beber-apa kebiasaan sebagian masyarakat yang menyalahi ketentuan syariat Is-lam bahkan melanggar hubungan sos-ial yang harmonis.

Menurut pantauan penulis, ada be-berapa kebiasaan jelek yang di jalani sebagian masyarakat dalam memeri-ahkan hari Raya Idul Fitri, kiranya per-lu di introspeksi dan di perbaiki di ma-sa datang. Kebiasaan jelek tersebut antara lain:

MEMAKNAI LEBARAN DENGAN MELEBARKAN

KEINGINAN

Entah dari mana asal kata Leba-ran yang di pakaikan pada perayaan Idul Fitri itu berasal. Dari pemaha-man katanya saja sudah mengandung pengertian negatif. Lebaran yang ber-dasar dari kata Lebar dan di tambah kata akhiran an. Berarti ada kata dasar Lebar.

Apa singkronisasinya dengan Idul Fitri. Saya hingga kini belum tahu per-sis sejarahnya kenapa di pakai istilah Lebaran untuk Hari Raya. Kenapa tidak Akbar saja yang mengandung pema-haman Kebesaran Allah, yang seja-lan dengan kalimat tahmid, takbir dan tahlil.

Kadang-kadang sebagian masyara-kat mengalami salah penafsiran den-gan penggunaan Idul Fitri dengan kata Lebaran tersebut. Sehingga ada di an-tara mereka yang merayakan Idul Fitri dengan melebarkan keinginan. Mere-ka melebarkan nafsu setelah sebulan penuh di kekang selama Ramadhan. Naudzubillahi min dzalik.

Praktek yang dilakukan cenderung melampai batas, jauh dari ketentu-an ajaran Islam. Mereka rayakan Idul Fitri dengan mengumbar kemewahan, mulai dari cara berpakaian, berbagai

perhiasan, dan makan makanan den-gan berlebih-lebihan. Bahkan ada yang menghiasi Idul Fitri dengan minuman keras.

Coba kita renungkan, bagaima-na perasaan si fakir miskin, tatkala ki-ta sama-sama berangkat dari rumah menuju lapangan shalat Idul Fitri. Mer-eka saksikan se akan-akan ada perlom-baan kemewahan di peragakan oleh sebagian masyarakat yang baru usai berpuasa.

Mereka hanya bermodalkan zakat fitrah yang hanya melapangkan ke-hidupannya di hari Raya tersebut, lalu setelah idul fitri berlalu mereka kem-bali ke suasana kelaparan dan serba kekurangan. Mereka kembali berpuasa menahan lapar tiada berujung.

Bukankah harusnya, Ramadhan me-nyadarkan kita, arti solidaritas. Orang kaya semestinya ber empaty terhadap fakir miskin, sehingga mereka mera-sakan bagaimana lapar dan haus me-landa, tatkala kita hanya makan dua kali sehari yakni di saat sahur dan ber-buka, bahkan ada di antara kita yang makan sekali sehari, di sebabkan kare-na ketiduran waktu sahur.

Oleh karena itu, kita kembali kan kepada ajaran Islam yang menyuruh ki-ta merayakan Idul Fitri dengan bersa-haja, jauh dari kesan bermewah-me-wahan dengan tetap mengedepankan

FENOMENA IRONIS DI HARI KEMENANGAN

Oleh: H. M. Rifki. M.Ag

7

8 888

PENGEMIS BERBALUT MENAMBANG

Tidak ada satu ajaran Islam pun yang mengajarkan umatnya untuk menjadi pengemis dan meminta-minta di saat Idul fitri. Rasulullah murka jika masih ada orang kelaparan di hari raya Idul Fitri sehingga puasa orang di seki-tarnya tidak akan sempurnya di terima Allah. Makanya waktu yang tepat me-nyerahkan zakat fitrah adalah malam takbiran atau sebelum shalat Idul Fitri, tujuannya tak lain adalah untuk men-gantisipasi agar si miskin tidak memin-ta-minta di saat syawal tersebut.

Ironis memang, di sebagian tempat masih ada orang miskin yang meman-faatkan situasi keramaian shalat idul Fitri untuk tetap ber operasi dengan meminta-minta di saat shalat Idul Fitri. Mereka tetap mengais rezeki dari bu-daya mengemis. Saya termasuk orang yang dongkol jika masih menyaksikan ada peminta-minta di hari Raya Idul Fitri. Harus ada ketegasan semua pihak untuk menyadarkan pengemis untuk ti-dak meminta-minta di hari raya idul fitri dan menyadarkan muzakki untuk mendistribusikan zakat fitrah di wak-tu yang afdhal.

Di sisi lain, tak jarang pula kita saksikan rombongan anak-anak, seak-an tanpa di komando, sehabis shalat Idul Fitri, mereka bergerak menuju rumah-rumah masyarakat untuk men-jalankan budaya menambang. Tak perduli apakah penghuni rumah ke-nal atau tidak kenal dengan mereka,

yang jelas mereka ucapkan salam la-lu hanya berdiri di depan rumah sam-bil menunggu si empunya rumah kelu-ar dengan membawa uang kertas baru. Habis itu mereka pergi ke rumah lain-nya untuk melanjutkan misi menam-bang.

Budaya seperti ini, menurut saya mengajarkan anak-anak untuk menjadi pengemis. Sehingga tak jarang mereka kelak dewasa bisa jadi menjadi penge-mis berdasi. Budaya ini harus di henti-kan. Cukuplah mereka melakukan sila-turahmi kepada keluarga dekat/ jauh dan teman dari orang tua mereka. Se-hingga tatkala si pemilik rumah mem-beri mereka ampau hari raya, kesan-nya adalah memberi kepada kepada kemenakan/ keluarga bukan memberi kepada pengemis jalanan.

solidaritas sosial.

HARI-HARI PENUH PEPERANGAN

Kebiasaan turun temurun dari se-

bagian anak-anak kita di saat Idul Fitri, adalah merayakannya dengan membe-li pistol-pistol mainan. Dulu di zaman tahun 1970-1980-an, anak-anak han-ya mengenal pistol air. Tapi kemajuan teknologi saat ini, pistol mainan anak-anak sudah mirip dengan pistol TNI-Polri yang biasa di pakai di medan per-tempuran.

Pistol laras panjang itu pun sudah berisi peluru plastik. Tembakannya ju-ga menyakitkan. Bahkan tidak jarang ada anak-anak yang menghabiskan si-sa bulan syawal di Rumah sakit, karena mata mereka tertembak pistol mainan berpeluru.

Kenapa kebiasaan ini selalu terjadi. Tidak adakah permainan alternatif lainnya untuk anak-anak di saat leba-ran. Kadang-kadang pemandangan iro-nis kita saksikan selama perayaan idul fitri. Ada ojek motor yang di lengkapi dengan kelambu anti peluru. Ada anak-anak saling menembak ketika truk bak terbuka berisi puluhan anak-anak sa-ling tembak menembak tatkala truk mereka berpapasan.

Semestinya pasca Ramadhan men-didik kita untuk memperkuat silatur-rahmi. Menjaga dan memupuk hubun-gan sosial yang harmonis. Bukan men-gajarkan anak-anak untuk saling me-nyakiti. Kita tidak menginginkan ad-anya sikap mental yang salah terhadap putera putri kita di saat Idul Fitri. Jan-gan sampai mereka bangga menyaksi-kan orang lain terluka dan teraniaya gara-gara menjadi sasaran peluru pis-tol mainan.

Kita harus mulai berfikir men-carikan alternatif permainan yang mengedepankan arti silaturrahmi dan persaudaraan tanpa menafikan dunia perkembangan anak-anak.

999

MASJID SENYAP, PANTAI

SESAK

Pemandangan keramaian Masjid dengan segala aktifitas ramadhannya, biasanya hanya berlangsung di awal ra-madhan saja. Tatkala ramadhan makin meninggalkan kita, maka manusia pun mulai meninggalkan masjid.

Semula masjid/surau siang malam berdentang dengan kegiatan pesantren ramadhan, tadarusan sampai tengah malam, hingga berbagai ceramah dak-wah yang tak kenal waktu. Semua akan kembali seperti biasa tatkala ramad-han usai. Masjid kembali di ramaikan oleh tiang-tiang penyangga dan beber-apa orang pengurus yang masih setia.

Pola keramaian masyarakat bera-lih dari masjid ketempat pusat kera-maian lainnya. Pesisir pantai ramai berdesak desakan. Ruas jalan tera-sa sempit karena di isi truk-truk sawit yang membawa anak manusia menuju tempat hiburan. Kadang-kadang are-na pesta pantai di bumbui pula dengan penampilan tarian artis yang menghe-bohkan. Seolah mereka lupa, seakan berada di dunia gemerlap (dugem) bu-kan di Hari Raya.

Bukankah Ramadhan hakikatnya bulan latihan. Latihan rajin beriba-dah, latihan mengendalikan nafsu, lati-han shalat berjamaah,dll. Maksudnya, selepas Ramadhan semua menjadi ke-biasaan yang mesti di pertahankan di luar Ramadhan. Tapi yang terjadi jauh dari perkiraan.

Ramadhan berlalu begitu saja, ak-tifitas mereka kembali seperti sebe-lum ramadhan, seakan Ramadhan tak memiliki dampak/ impact terhadap prilaku mereka. Mereka menunggu datangnya ritual Ramadhan tahun yang akan datang. Padahal tidak seorang

pun mampu memprediksi apakah mer-eka akan bertemu dengan Ramadhan berikutnya.

Demikian beberapa fenomena se-bagian masyarakat dalam ber-hari raya yang dipaparkan, semoga menjadi pe-mikiran positif bagi pihak yang berkom-peten. Kiranya kita mampu menemu-kan solusi kreatif dalam memberikan pencerdasan kepada umat dalam me-maknai Hari Raya Idul Fitri yang sesuai dengan Syariat Islam.

Pemandangan keramaian Masjid den-gan segala aktifitas ramadhannya, bi-asanya hanya berlangsung di awal ra-madhan saja. Tatkala ramadhan makin meninggalkan kita, maka manusia pun

mulai meninggalkan masjid.

101010

Madrasah Persembahkan Prestasi Nasional untuk Sumbar

Padang, PAB - Kementerian Agama provinsi Sumatera Barat terus berusa-ha untuk meningkatkan kualitas pelay-anan pendidikan di Sumatera Barat. Berbagai kegiatan dan program diran-cang untuk mewujudkannya, sampai ke tingkat Kankemenag dan madrasah se-bagai gardu terdepan dalam pelayanan pendidikan. Peningkatan pelayanan ini juga ditandai berbagai prestasi.Prestasi penting yang berhasil diraih Kementerian Agama provinsi Sumatera Barat, Juara 1 Lomba PBB Pada keg-iatan Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN) yang dilaksanakan di Magelang Mei 2015 lalu. Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN) 2015 merupakan wujud dukungan Ke-menterian Agama dalam merevitalisasi gerakan pramuka di Indonesia khusus-nya dari aspek pendidikan dasar dan menengah.

Kontingen yang berjumlah 28 orang ini dipimpin langsung Kakanwil Ke-menag Sumbar Drs. H. Salman, MM dan Kabid Pendidikan Madrasah Drs. H. Ar-tis Arjun, M.M.Pd serta Kasi Kesiswaan Drs. Kasmir, MM bersama 2 orang pela-tih, 2 orang pendamping, 5 orang offi-cial dan 16 orang siswa madrasah yang berasal dari beberapa kabupaten ko-ta yang dipilih berdasarkan hasil selek-si yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Di hadapan lebih dari seribu adik-adik pramuka Madrasah Aliyah per-wakilan setiap provinsi di Indone-sia, Menag menyampaikan harapan-nya agar mereka dapat mengisi keg-iatan pramuka dengan aktivitas yang bermanfaat untuk masa depan. Sa-ya berharap gerakan pramuka di madrasah dapat menjadi ben-teng pertahanan penyebaran vi-rus dekadensi moral remaja, te-gasnya.

Dengan begitu, Menag yakin anak-anak madrasah, melalui gerakan pramuka akan tumbuh menjadi ben-teng pertahanan NKRI, serta banteng keislamanan dan keindonesiaan.

Selain itu, Menag juga menga-jak adik-adik pramuka madrasah un-tuk menjadikan kegiatan PPMN ini se-bagai awal yang baik dalam berlatih kepemimpin dan menjadi warga nega-ra yang hebat, kuat, dan berkarakter. Percuma kita pintar dan mem-punyai IQ tinggi, jika kita tidak bermanfaat bagi sesama, te-gasnya.

Menag meminta adik-adik pramu-ka madrasah untuk menjadi ang-gota pramuka yang berkarakter dan berintegritas. Menurutnya, anggota pramuka dituntut tetap memegang ni-lai-nilai idealisme yang tinggi agar kip-

rahnya bisa bermanfaat bagi orang lain. Ingat, anggota pramuka bukan hanya berfikir untuk diri sendi-ri, tapi apa yang bisa dilakukan untuk orang lain, pekiknya. It-ulah tipologi aktivis yang layak menjadi calon pemimpin bang-sa, tandasnya.

Madrasah Sumbar Raih Adi-wiyata Nasional

Sementara itu, beberapa madrasah juga berhasil meraih penghargaan Adi-wiyata Mandiri Tahun 2015. Sekolah Adiwiyata ini menerima penghargaan dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo bersama penyerahan penghar-gaan Kalpataru. Pengumuman dan pe-nyerahan penghargaan sekolah Adi-wiyata Mandiri merupakan salah sa-tu puncak rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup 2015 di Indonesia.

Penganugerahan penghargaan Sekolah Adiwiyata Mandiri ini dilaku-kan langsung Presiden RI, Ir. Joka Widodo di Istana Kepresidenan Bogor pada Jumat, 5 Juni 2015.

Adiwiyata merupakan salah satu penghargaan lingkungan hidup yang di-berikan Kementerian Lingkungan Hid-up. Penerimanya sekolah-sekolah yang dinilai berbudaya lingkungan. Tujuan-nya untuk mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkun-gan hidup melalui tata sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Sebagai salah satu lembaga yang turut serta mendidik dan mencer-daskan anak bangsa dilandasi dengan iman dan taqwa, Madrasah juga ber-tanggung jawab dalam upaya perlind-ungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Sejak dimulai kegiatan ini, ti-dak sedikit madrasah yang telah ber-

hasil meraih penghargaan ini. Tahun 2015 ini, dua madrasah berhasil meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata Mandi-ri yakni MTS Negeri Kuranji, Kota Padang dan MTS Negeri IV Ang-kat Candung, Kab. Agam.

Keberhasilan lainnya yang diraih Bidang Pendidikan Madrasah dengan diterimanya piagam penghargaan EMIS Award atas keberhasilan Madrasah se Sumatera Barat melakukan Updating Data EMIS Online Semester Genap Ta-hun Pelajaran 2014/2015. Penghargaan ini merupakan dukungan dari seluruh madrasah dan RA untuk mensukseskan program pendataan satu pintu EMIS.

Kabid Pendidikan Madrasah mene-gaskan bahwa hasil pendataan EMIS ini akan digunakan sebagai dasar pengam-bilan kebijakan di Bidang Pendidikan madrasah mulai dari perencanaan Pro-gram, Pemberian bantuan rehab dan RKB, BOS, kartu Indonesia Pintar dan lain sebagainya. (Fauqo/Im/Rina)

Presiden RI Ir. Joko Widodo meny-erahkan tropy Adiwiyata Mandiri 2015 kepada Kepala MTsN Kuranji Dra. Hj.

Marlina di Istana Bogor pada tanggal 5 Juni 2015 yang lalu.

1111 1111

Geliat Tim Ramadhan Provinsi Berdakwah Lebih Dekat Kepada Masyarakat

Padang, PAB - Telah menjadi Komit-men Kementerian Agama untuk bersat-upadu dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak untuk meningkatkan pelayanan kehidupan beragama kepa-da masyarakat. Untuk menghidupkan kegiatan di bulan Ramadhan 1436 H, Kementerian Agama bersama Pemer-intah Provinsi melaksanakan kegiatan safari ramadhan keberbagai daerah di Sumatera Barat.

Safari Ramadhan yang daksanakan oleh berbagai instansi ini terbagi ke-dalam beberapa tim. Kanwil Kemen-terian Agama tergabung dalam Tim 1 bersama Gubernur Sumatera Barat yang melakukan kunjungan safari Ra-madhan sebanyak 15 kali ke seluruh wilayah Sumatera Barat. Tim yang dik-etuai oleh Gubernur Sumbar H.Irwan Prayitno beranggotakan 14 orang yang berasal dari pemprov sumbar dan Kan-wil Kemenag.

Pada setiap Kunjungan yang di-lakukan rombongan selalu memba-wa ustad yang memberikan ceramah dan imam. Dalam sambutannya guber-nur selalu mengajak masyarakat un-tuk mensyukuri nikmat yang telah di-dapatkan agar kehidupan kita dapat

beralan dengan tenang. Kita harus menjadi masyarakat yang bi-sa bersyukur terhadap semua yang telah kita miliki, seperti kemauan pembangunan ma-syarakat sumatera barat.

Hari pertama Ramadhan Guber-nur beserta rombongan mendatan-gi masjid al-Imam Gunung Pangilun Padang. Pada setiap kunjungan safa-ri ramadhan Gubernur dan Rombon-gan memberikan bantuan berupa uang dan Al-Quran untuk masid yang dikun-jungi (18/6).

Pada hari kedua sesuai dengan jadwal yang telah dibuat tim yang melakukan kunjungan ke masjid Istiqa-mah Air Bangis Pasaman Barat jumat (19/6). Adpun daftar kunjungan Tim Ramadhan yang diketuai oleh Guernur akan mengunjungi :

Masjid Nurul Huda Korong Gadang Kuranji Padang (21/6), Masid Baiturrahman Nagari Sungai Lansek Sijunjung (22/6), Masjid Mukhlisin Padang Sarai Koto Tangah ( 23/6), Masjid Jamiaturrahman nagari Kambang Pesisir Selatan (24/6),

Masid raya Sijunjung (25/6), Masjid Makmur Simabur Tanah Datar ( 26/6), Masjid Baitul Mukminin Sungai Talang Kabupaten Lima Puluh Kota (29/6), Masid Raya Koto Baru Solok (30/6),Masid Baiturrahman Lolong Karan Padang (1/7), Masjid Raya Kasiak Koto Sani Singkarak (2/7), Masjid Nurul Huda Tarusan Pe-sisir Selatan (4/7), Masjid jamiak Binuang Pasaman (8/7), Masjid baitul makmur Belimb-ing Padang (9/7).

Kunjungan Tim Gubernur ini sela-lu diikuti oleh Kanwil Kemenag Sum-bar dan kakankemenag Kabupaten Ko-ta yang didatangi. (ulil)

121212

Padang, PAB - Prestasi Madrasah di du-nia pendidikan tidak lagi diragukan. Kementerian Agama yang menaungi lembaga pendidikan agama ini selalu memacu prestasi siswa dengan bebagai ajang lomba. Salahsatunya melalui ke-giatan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) yang digelar Bidang Pendidikan Ma-drasah Kanwil Kemenag Sumbar di MAN 2 Padang, Senin (15/6) lalu.

Iven tahunan ini diikuti 500 leb-ih siswa madrasah se Sumatera Barat. Mulai dari tingkat MI, Mts dan MA. Ke-giatan ini dilaksanakan serentak se In-donesia yang dimulai tepat pukul 09.00 WIB dengan waktu 90 menit. Kepala Bi-dang Pendidikan Madrasah H. Artis Ar-jun mewakili Kakanwil membuka KSM di hadapan Kakan Kemenag se Suma-tera Barat dan Kepala Madrasah yang siswanya ikut dalam kompetisi ini.

Menurut Ketua Panitia Kasmir, KSM kegiatan yang memberikan perhatian pada kekuatan jiwa, otot dan otak siswa dalam mengembangkankreatifit-as dan prestasi serta mutu madrasah. Kompetisi ini salahsatu proses pembe-lajaran untuk berekspresi, bertindak sportif serta beraktualisasi diri, tutur Kasmir.

Dikatakannya, KSM bertujuan me-ningkatkan mutu pendidikan sains ma-drasah secara komprehensif melalui penumbuhkembangan budaya bela-jar, kreatifitas dan motovasi meraih prestasi terbaik dengan kompetisi yang sehat dan menjunjung tinggi sportifit-as serta nilai-nilai islam dalam mema-hami sains.

Kasmir, Kasi Kesiswaan Bidang Penmad ini melaporkan bahwa ada 9 bidang studi yang diperlombakan. Matematika dan Agama Islam untuk semua tingkatan, IPA tingkat MI, Bilogi tingkat MTs dan MA, Fisika tingkat MTs dan MA, Kimia tingkat MA, Ekonomi tingkat MA, Geografi tingkat MA serta Tafsir dan Hadits tingkat MAK.

Sementara H. Artis Arjun Kepala Bidang Penmad ketika membuka ke-giatan berskala nasional ini sangat bangga dengan prestasi yang telah di-raih madrasah bahkan prestasi ini su-dah sampai ke international. Seperti yang diraih MAN IC serpong, satu-sat-unya perwakilan Indonesia dalam Mod-el United Nation (MIMUN) di Moscow, Rusia.

Namun Artis sangat menyayangkan madrasah di Sumatera Barat tidak di-beri kesempatan untuk ikut di olim-piade atau ajang sejenis yang dilak-sanakan Dinas Pendidikan. Kabid Pen-mad akan menuntut dan mempertan-yakan kenapa madrasah tidak bisa ikut dalam olimpiade tersebut.

Kita sangat menyayangkan di Su-

Didiskriminasi Ikut Olimpiade, Madrasah Tetap Lebih Baik

HASIL KSM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015

matera Barat madrasah tidak bisa ikut dalam ajang olimpiade. Sementara se-cara nasional madrasah di Provinsi lain bisa ikut dalam ajang yang sama. Kita akan tuntut dan pertanyakan kenapa madrasah tidak bisa ikut, kata Artis diiringi tepuk tangan siswa dan guru.

ini seperti ada diskriminasi. Atau ketakutan (menirukan ungkapan Ka-kan Kemenag), karena prestasi Ma-drasah di Sumatera Barat sudah san-gat diperhitungkan. Hari ini, bebera-pa madrasah menerima penghargaan adiwiyata dari Gubernur. Bahkan ada dua madrasah kita menerima adiwaya-ta nasional dari presiden, ungkap Ka-bid Penmad.

Diakhir sambutannya juga me-nyampaikan bahwa prestasi madrasah hanya kurang di ekspose di media mas-sa. Kepada peserta KSM berpesan un-tuk berfastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan.

Suasana Ujian KSM di MAN 2 Padang (rina)_2

Setelah beberapa hari, usai keg-iatan berskala nasional ini panitia telah menemukan pemenang yang akan me-wakili Sumatera ke KSM Nasional Agus-tus mendatang. Dari 28 bidang study (agama dan umum_red) hanya 11 (se-belas) bidang study yang diutus ke KSM Nasional. Siswa utusan Sumatera Barat ini telah berhasil menyingkirkan siswa kab/kota lain dengan meraih peringkat satu. Berikut nama siswa yang meraih tiket ke KSM Nasional di Palembang Agustus Mendatang. Rina_Risna

131313

Padang, PAB - Wisuda moment yang paling ditunggu setiap orang. Namun bagi murid TK RA ikhlas ini wisuda ma-sih seperti arena bermain. Seakan tak menjadi istimewa bagi mereka. Wisu-da sebuah penghargaan bagi murid RA ikhlas yang telah menamatkan iqra.

Menutup tahun pelajaran 2014/2015, Raudhatul Athfal (RA) Ikh-las gelar wisuda dan perpisahan. Wisu-da RA Ikhlas binaan Dharmawanita Kanwil Kemenag ini sudah ke yang 31 kalinya sejak berdiri tahun 1984. Un-tuk tahun 2015 ini ada 187 murid yang tamat 136 diantaranya wisuda iqra.

Kepala RA Gusnelawati, ketika di-wawancara mangatakan jumlah murid yang lulus tahun ini dua kali lipat leb-

Wisuda ke 31, Lulusan RA Ikhlas Meningkat 100 Persen

Kakan Kemenag Kota Padang, H. Japeri bersama Sekretaris DWP, H. Elita Bustari mewisuda dan membagikan Al-quran kepada mu-

rid RA Alikhlas (Rina)

Suara hiruk pikuk mengisi setiap sudut ruangan. Baju kebesaran wisuda tak halangi mereka berekspresi. Berlari ke sana kemari tanpa beban. Yaaahhh.... tingkah murid RA Ikhlas membuat geregetan setiap orang tua dan tamu un-

dangan. Senyum simpul mengiri setiap tingkah lucu mereka.

ih banyak dari tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 98 orang. Hal ini ju-ga bertambahnya jumlah lokal yang dibangun 2103 lalu. Sehingga murid yang setiap tahun meningkat bisa ter-tampung.

Tahun pelajaran 2014/2015 ada 190 murid, tiga diantaranya mengu-lang karena belum cukup usia untuk masuk SD/MI. Dari 187 murd yang lu-

lus tahun ini, 136 sudah bisa mengikuti wisuda iqra. Artinya mereka telah bisa membaca alquran dengan lancar, ung-kap Nela sapaan akrabnya.

Hadir dalam acara istimewa ini Ka-kanwil Kemenag Sumbar, H. Salman, Ketua Dharmawanita Ny. Agrina Salman beserta pengurus, Kakan Kemenag Ko-ta Padang, H. Japeri bersama bebera-

Tahun pelajaran 2014/2015 ada 190 murid, tiga dianta-ranya mengulang karena belum cukup usia untuk ma-suk SD/MI. Dari 187 murd yang lulus tahun ini, 136 su-dah bisa mengikuti wisuda iqra. Artinya mereka telah

bisa membaca alquran dengan lancar, ungkap Nela sa-paan akrabnya.

1414

pa pejabat di jajarannya.Ny. Agrina Salman sekaligus pem-

binan RA Ikhlas dalam sambutannya menyampaikan bahwa RA didirikan dan dibina Dharmawanita Kanwil Ke-menag Sumbar. Kini RA yang berdi-ri 17 Desember 1984 sudah berusia 31 tahun. Tujuan RA didirikan membantu meletakkan dasarke arah perkemban-gan sikap prilaku, pengetahuan, keter-ampilan dan daya cipta yang diperluka anak didik. Agar mereka menjadi mus-lim yang menghayati dan mengamal-kan, papar Istri Kakanwil ini

Dikatakannya, Raudhatul Athfal merupakan satuan pendidikan anak usia dini yang memiliki karakteristik keagamaan. Maka tujuan pendidikan RA harus memunculkan ciri khas ke-agamaan. Seperti, membaca Al-quran, belajar shalat, belajar hadist dan pen-didikan agama lainnya, kata AgrinaSementara Kakanwil Kemenag, H. Salman tak bisa mengungkapkan kekagumannya melihat murid-murid RA Ikhlas yang selama kegiatan ber-langsung, ribut dan sibuk dengan di-ri dan teman-temannya. Sehingga ke-giatan wisuda tak seperti wisuda um-umnya yang pernah dilaksanakan.Kakanwil mengucapkan terimakasih kepada Kepala, guru dan dharmawa-nita yang telah membeikan perhatian dan sumbangsih untuk kemajuan RA Ikhlas. Kepada walimurid H. Salman

juga mengucapkan terimakasih kare-na telah mempercayakan pendidikan anak-anaknya di RA binaan dharmawa-nita Kanwil Kemenag.Anak-anak RA, anak kita bersama. Ki-ta memilki kewajiban yang sama men-didik mereka menjadi penerus bang-sa yang memiliki mental dan keiman-an yang kuat untuk memimpin bangsa ke depan. Saya yakin 20 atau 30 tahun lagi mereka lebih hebat dari kita seka-rang, ungkap Kakanwil dihadapan ratu-san murid dan walimurid.Perpisahan dan wisuda iqra ini meriah

dan sangat kental dengan nuansa keke-luargaan. Sesekali muncul rasa bangga dan haru orangtua melihat kreatifitas mereka dalam balutan tari dan lantu-nan lagu islami dari anak-anak RA ini. Rina_risna

15

Padang, PAB - Ramadhan 1436 H ramadhan penuh berkah bagi jajaran Kanwil Kementerian Agama Sumatera Barat. Berbagi prestasi dan program diluncurkan dalam bulan penuh berkah ini. Perolehan opini WTP dan Laporan Keuangan terbaik kategori Satker terbesar hadiah terindah bagi jajaran Kemenag.

Setelah menjalin kerjasama den-gan televisi lokal dalam program Syiar ramadhan, Kanwil Kemenag pun men-jalin kerjasama dengan RRI Padang dalam program tadarus. Tadarus ini ju-ga bekerjasama dengan STAIPIQ (Seko-lah Tinggi Agama Islam Pendidikan Il-mu Alquran).

Mengawali kegiatan tadarus ini, Wali Kota Padang bersama Kakanwil yang diwakili Kabag TU, membuka ke-giatan ini jumat (19/6) lalu. Hadir pe-jabat di Lingkungan Kanwil Kemenag, Pimpinan RRI dan STAIPIQ bersama mahasiswa yang akan mengisi ruang udara RRI dengan lantunan ayat suci Al-quran.

Walikota Padang, H. Mahyeldi An-sharullah ketika membuka kegiatan ini mengatakan bahwa program tadarus ini harus tetap ada. Karena tadars men-jadi bukti dari falsafah adat minangka-bau, adat basandi syarak syarak basan-di kitabullah (adat bersendikan syara syarak bersendikan abdulla_red).

Walikota mengucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada Kanwil Kemenag, Staipiq dan RRI atas eksisnya program tadarus ini.

saya bersyukur dengan program yang menyuarakan alquran di tengah-tengah ma-syarakat. Khusus untuk Staipiq

Senandung Alquran dari Jantung Kota Padang untuk Pelosok Negeri

yang telah menghadirkan ma-hasiswanya, mudah-mudahan Staipiq tetap melahikan qori dan hafiz yang menjaga kemurnian Al-quran, ungkap H. Mahyeldi.

Dengan adanya kegiatan tadarus yang diperdengarkan melalui udara masyarakat bisa mendengarkan dan mengikuti lantunan ayat-ayat suci alquran ini. Disamping itu, masyarakat juga bisa membetulkan bacaan dan qiraat mereka dengan baik dan tepat, tambah Walikota Ibukota Sumbar ini.

Walikota yang terkenal denga pro-gram religius ini menyatakan ini adalah ruhnya masyarakat minangkabau yang terkenal dengan masyarakat religi-us. Menyambut peringatan hari ke-merdekan RI ke 70, Mahyeldi akan melakukan doa bersama di mesjid-mesjid yang ada di Kota Padang un-tuk mendoakan bangsa dan rakyat In-donesia.

Sebelumnya, Punil, pimpinan RRI mengatakan kegiatan ini sudah 25 ta-hun dilaksanakan di Radio milik pemer-intah ini. Mudah-mudahan dari jantung Kota Padang ini kuman-dang Alquran akan menerobos

ke pelosok desa dan penjuru du-nia. Karena RRI sudah bisa diak-ses melalui, rri.co.id, jelas per-wakilan pimpinan RRI ini.

Sementara Kakanwil Kemenag Sumbar diwakili kabag TU, H Bustari mengatakan bahwa tadarus dan keg-iatan keagamaan lainnya menjadi buk-ti bahwa penyambutan ramadhan me-riah. Walapun ada sebagian masyara-kata mengatakan sambutan ramadhan kurang hangat di Sumatera Barat.

Tadarus ini menjadi bukti dan menjawab berbagai kritikan bahwa penyambutan ramadhan di Sumatera Barat masih meriah. Saya berharap kegiatan ini tetap ada dan memberikan motivasi bagi masyarakat dalam mening-katkan kegiatan tadarus selama bulan ramdahan, harap H. Bustari.

Usai dibuka secara resmi Wali Ko-ta Padang secara live, qori-qoriah yang dipimpin ustadz Parlaungan lang-sung mengumandangkan ayat-ayat su-ci alquran dengan irama muratal. Ri-na_risna

Walikota Padang, Kabag TU bersama jajaran Kanwil saat pembukaan kegiatan Tadarus di RRO (Rina)

Qori yang berasal dari Mahasiswa STAIPIQ Melantunkan ayat suci Alquran dalam tadarus RRI (Rina)

16161616

RAMADHAN BERKAHKemenag Pertahankan WTP dan Laporan

Keuangan Terbaik

Padang, PAB - Ramadhan penuh berkah. Kalimat ini telah dibuktikan Jajaran kanwil Kemenag Sumbar. Memasuki Ramadhan ber-ita baik berhembus terkait laporan keuangan Kementerian Agama Tahun anggaran 2014 meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), berita baik lainnya kembali ber-hembus bagi Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sematera Barat. Melalui acara Persiapan Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga Berbasis Akrual Semester I Tahun Anggaran 2015 yang dikemas Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Ditjen PBN) Provinsi Suma-tera Barat, diumumkan juga peraih laporan keuangan terbaik untuk Kementerian/Lembaga (K/L) di Wilayah Sumatera Barat, Selasa (16/6) lalu.

Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat yang mencakup 324 satuan kerja dibawahnya berhasil meraih peringkat III untuk kategori UAPPAW besar dibawah Kepolisian Negara RI POLDA Sumatera Barat pada peringkat I dan Kantor Wilayah Hukum dan Keamanan pada per-ingkat II. Sementara peringkat IV diduduki Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Pemukiman Provinsi Sumatera Barat dan peringkat V diraih Pengadilan Tinggi Agama Padang.

Seperti yang dilaporkan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Perbendaharaan Negara Provinsi Sumatera Barat R. Wiwin Istanti, penyusunan laporan keuangan merupakan suatu kewajiban bagi K/L yang tertuang dalam Undangundang nomor 17 tahun

2003. Untuk tahun 2015 ini suatu keharusan bagi K/L untuk membuat laporan keuangan berbasis akrual ungkap Wiwin.

Seperti yang diungkapkan Wiwin, Men-teri Keuangan sebagai Bendahara Umum Negara menghimpun laporan keuangan dari seluruh K/L yang telah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai laporan pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) pemerintah kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Berbagai kendala tentu di-hadapi Kementerian Keuangan dalam rangka implementasi Sistem Akuntansi Instansi berbasis akrual ini, ungkap Wiwin. Termasuk resiko ketidaksiapan Sumber Daya Manu-sia dan Ketidaksempurnaan aplikasi untuk menyusun laporan keuangan berbasis akrual ini tambah Wiwin.

Aplikasi SAKTI yang disiapkan Kemen-terian Keuangan memang jauh masih dari sempurna. Untuk itu kita siapkan aplikasi sementara yang bernama SAIBA (Sistem Akuntansi Instansi Basis Akrual) tambah wanita berkaca-mata ini.

Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat yang diwakili oleh Kepala Bagian Tata Usaha Drs. H. Bustari, MM hadir menerima penghargaan yang langsung diserahkan Kakanwil Ditjen PBN Kanwil Sumbar. Ini

merupakan hasil kerja keras kita dan operator satker satker di daerah termasuk madrasah. Harus kita pertahankan bahkan harus diting-katkan, ungkap Bustari.

Sementara Kakanwil Kemenag Sumbar H. Salman, sangat bangga atas opini WTP yang telah diraih Kementerian Agama. Kakanwil juga sangat berterimakasih kepada seluruh jajaran Kementerian Agama Suma-tera Barat yang memiliki satker terbesar.

Prestasi ini milik pegawai Kementerian Agama. Saya men-gucapkan terimakasih atas kinerja dan kerjasama yang baik selama ini terutama dalam laporan keuangan berbasis akrual. Prestasi ini hadiah terindah bagi Kementerian Agama di awal ramadhan tahun ini, ungkap H. Salman.

Disamping itu, H. Salman sebagai orang nomor 1 di Lembaga Umat Sumatera Barat menghimbau seluruh jajarannya untuk tetap disiplin menjalankan tugas selama bulan suci ramadhan. Jangan jadikan ramadhan penghalang untuk melaksanakan kinerja sebagai ASN. Jadilah contoh yang baik di tengah-tengah ma-syarakat terutama dalam berubudi-yah kepada Allah, harap H. Salman (Ef/Rina)

Kabag TU H. Bustari menerima penghargaan Laporan Keuangan Terbaik III kategori Satker Terbesar se Sumatera Barat (Ef)

1717

Jupagni, M.Ag (nomor 2 dari kanan) berfoto bersama Direktur Urais dan Binsyar bersama peserta lain setelah menerima penghargaan

Padang, PAB - Awal Juni, menyambut ramadhan (5/6) lalu, bertempat di Wis-ma Bahtera Cipayung Bogor, hari baha-gia bagi keluarga besar Kanwil Kemen-terian Agama Provinsi Sumatera Barat khususnya jajaran Bidang Urais dan Binsyar. Kenapa tidak, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Ditjen Bimas Islam Kementerian Aga-ma menyerahkan piagam penghargaan kepada Jupagni, M. Ag, utusan Suma-tera Barat dalam Lomba Karya Tulis Il-miah tingkat Provinsi Sumatera Barat sebagai peringkat 6 Lomba Karya Tulis Ilmiah Penghulu tingkat Nasional yang berlangsung tanggal 3-5 Juni 2015.

Pelaksanaan lomba tahun ini lu-ar biasa dari tahun-tahun sebelumnya karena langsung dibuka Menteri Agama RI, H. Lukman Saifuddin, di Aula Ke-menterian Agama Jalan M.H. Thamrin Jakarta Pusat. Usai pembukaan peser-ta dibawa dengan bus ke lokasi lomba di Cipayung Bogor. Di sela-sela pelak-sanaan lomba, para petinggi Ditjen Bi-mas Islam Kementerian Agama RI mu-lai dari Dirjen Bimas Islam, Sesditjen Bimas Islam dan Direktur Urais dan Binsyar memberikan pencerahan kepa-da semua peserta tentang peluang dan tantangan tugas dan fungsi jajaran Bi-

mas Islam Kementerian Agama.Dengan mengangkat judul Fenom-

ena Nikah di Kantor Urusan Aga-ma, Studi Kasus pada KUA Kecamatan Mungka Kabupaten Limapuluh Kota, Jupagni berhasil mempertahankan tu-lisannya di depan Dewan Juri yang dik-etuai Prof. Dr. H. Muhammad Hisyam, MA.

Walaupun hanya mendapatkan per-ingkat 6, H. Salman, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Suma-tera Barat tetap memberikan apresia-si yang luar biasa. Dihadapan H. Dam-ri Tanjung, Kepala Bidang Urusan Aga-ma Islam, dan H. Edison, Kepala Seksi Kepenghuluan, yang ikut mendampingi peserta ke Cipayung, Kakanwil men-gucapkan selamat atas keberhasilan tersebut.

Kepala Bidang Urusan Agama Is-lam dan Binsyar, H. Damri Tanjung san-gat berbahagia dengan apresiasi terse-but, seraya mengatakan bahwa motto kita dalam mengikuti lomba di tingkat manapun adalah berusaha dan persiap-kan diri maksimal. Persoalan hasil tak-dir Allah Swt. Jadi, apapun yang sudah diraih harus disyukuri. Kepada Jupag-ni, Kepala Bidang menyampaikan agar mensyukuri apa yang diraih dan terus pacu prestasi untuk masa yang akan

datang.Pada waktu yang bersamaan, ju-

ga dilaksanakan Musabaqah Baca Kitab (MBK) penghulu tingkat nasional. H. M. Nur Ilyas, M,Ag yang mewakili Suma-tera Barat ke tingkat nasional belum mampu meraih prestasi 6 besar. Na-mun kepada yang bersangkutan, Ke-pala Bidang Urais dan Binsyar tetap memberikan semangat dan penghar-gaan karena telah berusaha maksimal untuk musabaqah tersebut.Mudah-mu-dahan untuk ivent nasional tahun beri-kutnya utusan Sumatera Barat dapat mengukir prestasi yang lebih baik, amin. (Edison/Rina)

Dengan Fenomena NikahJupagni Persembahkan Prestasi untuk Sumbar

1818

Tim Kesenian Kontingen Sumbar yang tampil di PPSN IV

Banjarmasin, PAB - Suasana sejuk me-nyelimuti pagi di tambang lokasi Perke-mahan Pramuka Santri Nusantara IV di Kalimantan Selatan. Ribuan peserta perkemahan yang berasal dari seluruh Indonesia berkumpul di lokasi ini. Men-teri Agama Lukman Hakim Saifuddin membuka Perkemahan Pramuka Sant-ri (PPSN) ke-4 di Bumi Perkemahan Agro Wisata Tambang Ulang, Kabupat-en Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Se-latan, Selasa (2/6). Kegiatan pramuka yang diikuti lebih dari 4.000 santri per-wakilan masing-masing provinsi dari seluruh Indonesia ini diselenggarakan dari 1-7 Juni 2015.

Direktur PD Pontren, Mohsen al-Idrus dalam sambutannya pada acara pembukaan, berjanji akan mengambil satu orang tiap kontingen untuk dijadi-kan regu dan diikutkan dalam kegiatan di luar negeri. Menurutnya, gerakan pramuka santri bukanlah sesuatu yang ahistoris dalam konteks Indonesia, na-mun memiliki dasar yang kuat. Pramu-ka santri bahkan mempunyai keunggu-lan karena memadukan nilai-nilai Is-lam dan ilmu kepanduan. Akan ada persentuhan nilai-nilai dari ked-uanya. Ada perjalinan kuat anta-ra Islam dan Nusantara, dan ini-lah salah satu wijud dari penge-jawantahan Islam Nusantara, ungkap Mohsen.

PPSN ke-4 mengambil tema: Kuatkan Jati Diri Santri yang Berakhlak Mulia, Berwawasan

Perkemahan Santri Nusantara IVPPSN Kombinasi Mentalitas Santri dan Pramuka

Laporan : ulil Amri

Nusantara, untuk Menjaga Ling-kungan dan Bela Negara. Menu-rut Menag, tema ini relevan dengan situasi dan kondisi Indonesia saat ini. Saya perlu menggaris bawahi tiga kata kunci dalam tema, yak-ni: akhlak mulia, berwawasan Nusantara, serta jaga lingkun-gan dan bela negara. Semoga ti-ga matra ini tidak sekedar slo-gan, tapi mampu diimplementa-sikan dalam kehidupan sehari-hari, harapan Menag RI saat menjadi Pembina Upacara Pembukaan PPSN ke-4.

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin menilai program Perkema-han Pramuka Santri Nusantara (PPSN) yang diselenggarakan Kementerian Agama ini merupakan kombinasi men-talitas yang serasi antara pramuka dan santri. Pramuka dan santri adalah se-buah kombinasi mentalitas yang sera-si. Santri merupakan individu yang re-ligius, mandiri, dan disiplin. Sedang Pramuka, juga mengajarkan hal sama, yang tercermin dalam Dasa Dharma Pramuka, terang Menag

Gerakan kepanduan Praja Muda Karana atau Pramuka mengajarkan 10 dharma yang dikenal dengan Dasa Dharma Pramuka. Kesepuluh dharma itu adalah 1) takwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa; 2) cinta alam dan kasih sayang sesama manusia;

3) patriot yang sopan dan ksa-tria; 4) patuh dan suka bermusy-awarah; 5) rela menolong dan tabah; 6) rajin, terampil, dan gembira; 7) hemat, cermat, dan bersa-haja; 8) disiplin, berani, dan setia; 9) bertanggungjawab dan dapat dipercaya; serta 10) suci dalam pikiran, perkata-an, dan perbuatan.

Dan, Dharma ke-10 seolah merupakan rangkuman pemiki-ran asli pendidikan yang men-jabarkan tujuan pendidikan atas tiga ranah, yakni efektif, kognitif dan psikomotorik, tegas Menag.

sementara itu Kakanwil kemenag.Sumbar H. Salaman didampingi ka-bid Pakis H.Afrijal memimpin devile kontingen sumbar pada acara pembu-kaan. Kakanwil mengharapkan agar semua kontingen Sumbar sehat dan dapat berjuang secara maksimal di ajang Perkemahan Santri ini. Dalam acara pembukaan nampak hadir ka-kankemenag kab/kota beserta beserta ketua DWP dan anggota DPRD Sumbar dari komisi V.

Suasana berbeda ditunjukan dalam ajang PPSN IV di kalimantan selatan. Jika sebelumnya PPSN lebih berorien-tasi kepada perlombaan yang diada-kan, maka pada tahun ini lebih menitik beratkan kepada pembekalan kepada

1919

Kabag TU Menyaksikan Penampilan Teknologi Terapan oleh Kontingen Sumbar

para peserta Perkemahan. dari 7 hari pelaksanaan Perkemahan hanya diberi-kan waktu satu hari untuk mengada-kan perlombaan seperti mading, men-garang bahasa arab, Inggris dll. setiap harinya peserta dibagi dalam bebera-pa kelompok berdasarkan Giat yang di-laksnakan. Ada kelompok yang mem-pelajari tentang penanggulangan ben-cana, kemampun kepramukaan, men-cari jejak, P3K, labirin, tataboga. Pen-didikan ini bertujuan untuk mening-katkan keterampilan yang dimiliki oleh santri pramuka, sehingga dapat mem-bentuk pribadi santri yang tangguh. Menurut Pinkonda H. Amrizal Kontin-gen Sumbar yang terdiri dari 6 sang-ga putra dan putri yang akan mengiku-ti beberapa jenis Giat Prestasi di loka-si perkemahan.

Zulfahmi dindampingi Kontingen sumbar bahwa seluruh kontingen Sum-bar terbagi habis untuk mengikuti ber-bagai kegiatan seperti : labirin, per-mainan air, navigasi darat, disaster risk, permaian rakyat, P3k, outbound, teknologi tepat guna, teknik sablon, in-dustri perlengkapan kemah, jurnalistik demikian ungkap zulfahmi bindamping sumbar. Berbagai giat prestasi ini akan diikuti oleh sangga putra dan putri.

Kakanwil kemenag Prop. kaliman-tan selatan H. M. Thamrin sebagai ket-ua panitia menyampaikan laporan pa-da acara penutupan bahwa perkema-han yang dilaksanakan dari tangga 1-7 juni 2015. berjalan sesuai dengan schejule yang telah dibuat dan seluruh peserta yang berjumlah 2081 peser-ta dalam keadaan sehat walafiat. se-

mentara direktur Pendidikan diniyah kementerian agama RI H.Mukhsin me-nyampaikan bahwa kegiatan perjema-han ini begitu berkesan sehingga wa-laupun telah 7 hari namun masih berat untuk meninggalkan kegiatan ini.Pada perkemahan ini banyak kreasi yang di-hasilkan oleh para santri pramuka. pa-da perkemahan ini juga diikuti satu tim dari kab. kudus yang semuanya meru-pakan hafiz al quran 30 juz. ucapan terimakasih kami sampaikan kepada pimpinan daerah kalimantan selatan dan kwarnas serta kementerian agama kalimantan selatan dan semua pihak. penggurus kwarnas H. Mardani me-nyampaikan apresiasi atas.terlaksnan-ya Perkemahan Pramuka Santri Nusan-tara yang dilaksnakan satu kali tiga ta-hun. kami mengucapkan selamat kepa-da santri pramuka yang mendapatkan golden tiket yang akan mengikuti out-bond pramuka asean.

Gubernur kalimantan selatan H.Rudi dalam sambutannya ketika menjadi inspektur upacara menyam-paikan harapan agar perkemahan ini dapat menjadi momentum bagi selu-ruh santri menyadari pentingnya ger-akan pramuka dikalangan santri. ger-akan pramuka sebagai pelopor pem-bentukan watak generasi muda yang tangguh memperkuat fungsi pondok pesantren. Santri Pramuka juga ha-rus mampu menjadi pelopor untuk merubah kebiasaan buruk yang ada pada generasi muda. Peran gerakan pramuka dikalangan santri harus terus berbenah diri dan melakukan regen-erasi sebaik baiknya dan lebih banyak

berkiprah untuk langsung memban-tu masyarakat. menutup sambutannya gubernur mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang nembantu suksesnya acara perkemahan santri di kalimantan selan. Kontingen sumatra barat dalam acara penutupan ini dip-impin oleh kakanwil kemenag sumbar yangl diwakili oleh Kabag TU H. Bus-tari didampingi oleh kabid pakis H. Af-rijal. pada pengumuman juara kontin-gen sumbar memperoleh satu golden tiket ke asean atas nama fadhil dan ha-rapan satu lomba K3.

202020

Sisa sisa kitab yang masih terimpan

Koto Baru, PAB - Menyongsong masuknya bulan ramadhan, Senin (15/6) lalu menjadi hari bersejarah bagi MAN 1 Kabupaten Solok (MAN Koto Baru), karena hari itu pukul 07.45 Wib, Kepala MAN Drs. H. Syamsul Bahri menerima piagam pengharaag sebagai Ma-drasah Adiwiyata dari Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno di halaman Kantor Gubernur Jl. Sudirman Padang. Dengan demikian MAN Koto Baru sudah menyandang status Madrasah Adiwiyata Propinsi.Turut mendampingi Syamsul Bahri pada upacara tersebut Wakil Bupati Solok Drs. H. Desra Ediwan Tanur, MM. Dengan bangga pejabat yang murah senyum ini merangkul H. Syamsul untuk berfoto sebagai bentuk ke-banggaan atas prestasi yang diraih MAN Koto Baru dan mengharumkan nama Kabupaten Solok.

Ini perjuanzgan keras keluarga be-sar MAN Koto Baru Solok, Guru, Siswa, Tim Pengelola Adiwiyata dan terima kasih pada Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Solok yang telah memberikan dukungan penuh baik moril maupun materil terumata ke-pala KLH inuk Eni Suryani yang tak kenal lelah mengunjungi dan mendukung penuh

MAN Koto Baru menuju predikat adiwiyata ini. Begitu Sambutan singkat H. Syamsul di-hadapan Wabup selesai Upacara.

Selang dua hari kemudian, giliran Pemer-intah Kabupaten Solok yang mengundang Ke-pala MAN Koto Baru untuk hadir pada Upaca-ra Hari Lingkungan Hidup tingkat Kabupaten Solok di Arosuka. Pada Kesempatan ini MAN Koto Baru yang telah menerima rediket Adi-wiayata Kabupaten dan Adiwiyata Propin-si diberi reward berupa satu unit Motor pen-gangkut Sampah Roda 3.

Selamat untuk MAN Koto Baru, semo-ga motor ini menjadi penambah seman-gat untuk terus mengelola Adiwiyata dan Cinta Lingkungan di Madrasah. Tularkan semangat cinta lingkungan ini pada ma-drasah dan sekolah lainnya di Kabupaten Solok. Begitu pesan Wabup Desra saat pe-nyerahan kunci motor pada Syamsul Bahri.

Kakankemenag Kabupaten Solok Drs. H. Kardinal, N, MM yang didampingi Kasubag TU H. Syamsir, S.Pd.I dan Kepala Seksi Pendidi-kan Madrasah Sesmadewita, S.Sos.I, M.Ap yang menyambut kedatangan motor pen-gangkut sampah sebagai wujud kesuksesan Adiwiyata ini di Kantor Kemenag Kabupat-en Solok.

Adiwiyata dalam Genggaman MAN 1 Kab. Solok

Kardinal dalam kegembiraannya men-gatakan semoga keberhasilan MAN Koto Baru tahun 2015 ini menjadimotivasi bagi 53 ma-drasah lainnya di Kabupaten Solok, begitu ju-ga dengan MTsN Koto Baru yang untuk tahun ini baru meraih prediket Adiwiyata Kabupat-en Solok, semoga ditahun berikutnya bisa ju-ga meraih Adiwiyata Propinsi. FENDI/Shika

2121

Koto Baru, PAB - Jauhnya jarak antara Suri-an dan Koto Baru diwarnai liku jalan antara Lolo hingga Lubuk Selasih tak kendurkan semangat dan fisik duta MTsN Gadung Su-rian untuk tampil di AKSIOMA Kabupaten Solok tahun 2015. Kontingen yang dipimpin oleh Kepala MTsN Surian Kamsuir, M.Pd.I dengan manajer Atman Adrianto, S.Ag ampu membawa pulang 3 medali emas di tiga cabang berbeda.

Torehan Prestasi di Tapal Batas

MTsS Tiga Batur Hattrick, Nilai UN Tertinggi

2121

Medali emas pertama diraih oleh Tota-rahman dari cabang Tenis Meja Putra, putra Gaduang nagari Surian yang masih duduk dikelas VII ini meraih medali emas setelah difinal menundukan utusan MTsN Talang Babungo. Medali emas kedua masih dari Ca-bang Tenis Meja. Ihdina Maulani meraih juara satu mengikuti Totarahman setelah berhasil menundukan perlawanan dari MTsN Koto Baru. Berikutnya Widia Arifin Ahmad juga

mencatatkan namanya di papan skor cabang Atletik. Anak Suliti ini menjuarai juara lari 400 meter putra.

Kamsuir cukup bangga dengan perole-han prestasi ini. Seperti yang disampaikan Kakankemenag Drs H Kardinal N MM saat acara pembukaan, tiga putra putri dari Tapal Batas ini diharapkan mampu mengibarkan panji Kabupaten Solok ditingkat Propinsi nantinya dan segenap warga madrasah MTsN Gaduang Surian mendoakan ketinga juga mampu membawa nama Sumatera Barat ke Pentas Nasional.

Dengan adanya prestasi ini Kamsuir meminta guru olahraga sekaligus pelatih bagi ketiganya untuk menjaga kondisi dan meningkatkan kemampuan mereka untuk prestasi yang lebih baik lagi dengan tingka-tan yang lebih tinggi. Khusus untuk prestasi yang telah diraih Kepala Madrasah bersama guru pendamping akan membicrakan reward spesial untuk siswa-siswi ini dengan Komite Madrasah. Kita tak ingin prestasi anak-anak ini hanya sebatas mengangkat nama madrasah, kita ingin memberikan per-hatian lebih agar mampu menjadi motivasi bagi yang siswa lainnya untuk ikut berpresta-si dalam berbagai cabang dan kegiatan, begitu KAmsuir menutup pembicaraannya. FENDI/Shika

Sisa sisa kitab yang masih terimpan

Sariilamak, PAB - Bertepatan dengan upacara hari Kesadaran Nasional, yang diperingati pada tanggal 17 setiap bulanya, Kantor Kementerian Agama Lima Puluh Kota telahpun menjadikanya sebagai upa-cara rutin dan terjadwal setiap bulanya, yang dilebur dengan rapat koordinasi di lingkungan Kemenag Lima Puluh Kota. Pada rapat koordinasi bulan ini, Kemen-terian Agama melalui seksi pendidikan Madrasah memberikan piagam penghar-gan kepada madrasah peraih nilai tertinggi pada Ujian Nasioanal (UN) Tahun 2015. H.Gusman Piliang, Kakan Kemenag Lima Puluh Kota menyampaikan, atas nama pribadi dan kelembagaan saya sampaikan apresiasi serta rasa bangga yang setinggi-tingginya kepada madrasah yang tahun ini keluar sebagai peraih nilai tertinggi untuk setiap jenjang pendidikan pada UN Tahun 2015, prestasi tersebut tentu sangat membanggakan kita semua keluarga besar Kemenag Lima puluh Kota, madrasah mampu mengukir nilai terbaik ditenggah-tenggah persaingan ketat dengan Sekeloh umum di tingkat Kabupaten.

Ini bukti nyata, bahwa madrasah dengan segala kelebihan dan kekurang-anya tetap mampu menunjukan eksisten-sinya dalam sistem pendidikan Nasional yang majemuk, menukuk disampaikan, kedepanya kita semua tentu berharap prestasi ini dapat kita pertahankan dan kita tingkatkan untuk menjadi yang terbaik di tingkat Provinsi, pungkas Alumni MAN

Padang Japang ini penuh pengharapan. Terpisah H.Safrijon Kasi Pendidikan

madrasah mengurai, tahun ini alhamdulillah madrasah Lima Puluh Kota dapat mengukir prestasi presetius pada capaian nilai UN Tahun 2015, untuk SMA/MA program Ilmu Pengeta-huan Sosial (IPS), MAS As-Saadiyah meraih nilai tertinggi di Kabupaten Lima Puluh Kota, yang paling membanggakan lagi MTsS Tiga Batur meraih nilai tertinggi UN Tahun 2015 tinggkat SMP/MTs, prestasi MTsS Tiga Batur tersebut diperoleh tiga tahun berturut-turut, tidak ka-lah mentereng MIS Muhammadiyah Pangkalan meraih nilai tertinggi di tingkat MI

Lebih lanjut dipaparkan, prestasi yang kita raih hari ini merupakan pertaruhan dari kerja keras kita semua di madrasah, oleh se-bab itu kedepanya saya berharap agar seluruh insan madrasah untuk terus bekerja keras, bekerja cerdas serta bekerja ikhlas dalam melahirkan program penompang prestasi madrasah, apakah itu prestasi di bidang aka-demik, maupun prestasi di bidang yang lainya, simpul Bapak mudah senyum ini.(APP/Shika)

22

Padang, PAB - - Bertempat di GOR Khatib sulaiman Kota Padang Panjang 14 sampai 17 Mei 2015 para karateka MIN Lubuk Buaya Padang akhirnya berhasil meraih 4 medali perunggu . Dalam lomba yang diikuti oleh lebih dari 200 peserta ini kontingen MIN Lubuk Buaya berhasil meraih 4 medali perunggu untuk nomor komite usia dini dan pra pemula atas nama M. Maulana Syafril, komite pra pemula plus 35 kg putra, Fadilah Muhamad Febri komite usia dini plus 35 kg putra, Hawa Kasya komite usia dini kelas min 35 kg. putri dan Oswaldo komite usia dini plus 30 kg putra.

Sebelum berangkat menuju kejuaraan wilayah Sumbar, Riau, dan Jambi yang memperebutkan piala Walikota Padang Pan-jang para karateka cilik ini dilepas langsung oleh Dansub Denpom 1/4 Padang Panjang, Lettu (CPM) Sudirman, SH yang mewaki Dandenpom Padang, juga turut hadir Kapol-sek Koto Tangah, Kompol Jhond Hendri SH, kepala MIN Lubuk Buaya Rusmatul Amri, S .Pd , Majelis Guru , dan orang tua murid.

Lettu (CPM) Sudirman SH, Mengatakan Denpom 1/4 Padang selaku Pembina Lem-kari dojo MIN Lubuk Buaya merasa senang dan bangga karena anak didik kita berhasih meraih prestasi. Pada kesempatan lain Dan-denpom Padang, Mayor (CPM) Didik Haryadi berjanji akan memberikan bonus kepada karateka yang meraih mendali dan diundang pada ulang tahun Polisi Militer nanti.

Kepala sekolah MIN Lubuk Buaya Rusmatul Amri tak bisa menyembunyikan kegembiraannya atas raihan siswa MIN lubuk Buaya ini. Kami akan lebih memperhatikan ekstrakulikuler Karate ini kedepan agar bisa 22 2222

MIN Lubuk Buaya Sabet 4 Medali

Pengarahan dari Denpom 1/4 Padang, Kapolsek koto tangah, kepala MIN Lubuk Buaya, Serta pelatih sebelum keberangka-

tan ke Padang Panjang.

Foto bersama sebelum keberangkatan

meraih prestasi yang lebih baik ungkap pria yang biasa dipanggil Pak Ujang ini.

Guru sekaligus pelatih karate MIN Lubuk Buaya Riko Syahputra DAN 1 Lemkari mengatakan bahwa siswa MIN Lubuk Buaya yang mengikuti eksra kurikuler karate men-capai 80 orang lebih, tapi yang ikut lomba hanya 17 siswa karena keterbatasan dana. (Riko S.)

23

Kampus Idaman Sabet 2 Emas, 2 Perunggu di Ajang KSM

hasil yg terbaik Ungkapan inilah yang mewakili kebahagiaan segenap sivitas kampus idaman.

Setelah beberapa hari usai kegiatan KSM ini, panitia telah mendapatkan pemuncak dari 28 bidang study yang dilombakan. Dari ajang KSM dan KPM (Kompetisi PAI Madrash) ini, siswa-siswi MTsN Payakumuh meraih 2 emas dan 2 perunggu. Juara 1 lomba bidang

Payakumbuh PAB - Euforia ivent Nasi-onal Kompetisi Sain Madrasah (KSM) juga dirasakan MTsN Payakumbuh. Kenapa tidak, dari kegiatan rutin yang diusung Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag ini, Kampus Idaman berhasil meraih prestasi yang cukup membanggakan. Memban-gun kerjasama yang erat dalam semangat keakaraban untuk meraih

23

studi Fiqih, diraih Annisa Adrian. Juara 1 lomba bidang studi Al-qura Hadits, oleh Khoirunnisa. Juara 3 lomba bidang Akidah Akhlak, diwakili Tarisya Aulia dan Juara 3 lomba bidang SKI, diwakili oleh Putri Utami.

Walaupun siswa siswi MTsN Payakumbuh belum berhasil meraih prestasi di Bidang studi umum mewakili Sumatera Barat ke KSM tingkat nasional, namun prestasi ini menjadi tolak ukur dan bukti bahwa Kampus Idaman ini telah berhasil menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada peserta didiknya. Karena mata pelajaran agama menjadi ciri khas madrasah.

Atas prestasi ini, Kepala MTsN Paya-kumbuh, Sahidin memberikan apresiasi kepada siswa/wi yang sudah berhasil meraih juara, meskipun untuk KSM tahun ini MTsN Payakumbuh belum berhsil mengutus siswanya ke janag Nasional, mudh-mudahan tahun depan ditingkatkan lagi persiapan yang lebih matang, ujar kepala madrasah dalam sambutanya. Sahidin juga mengu-capkan terimakasih kepada guru pembina yang telah mengayomi dan melatih siswa untuk olimpiade ini, semoga apa yang telah diperoleh ini menjadi jembatan untuk lebih berprestasi tahun yang akan datang.(Reni/rina)

Padang, PAB - Dharma Wanita Kemenag Provinsi Sumatera Barat, Elita Bustari secara langsung melantik 94 orang santri Raudhatul Athfal Hanifah Balai Baru tahun pelajaran 2014/2015 dalam acar Wisuda Iqra dan perpisahan yang dilaksanakan di Gedung Pramuka, jl pramuka khatib sulaiman Padang, pada hari Sabtu 6 juni 2015.Hadir dalam kesempatan ini Ketua Yayasan Ir. Hj Raudhati Ruslan, M.Pd dan Kepala RA Minzul Hamni S.PdI. Dalam sambutannya Kepala RA menyampaikan dari 159 santri RA Hanifah, 152 orang melanjutkan ke Sekolah Dasar dan 7 orang lainnya masih mengulang. Santri yang diwisuda pada kesempatan ini telah mencapai iqra 5 pertengahan sampai Al-quran.

Selama menjalankan pendidikan, RA Hanifah telah banyak prestasi yang diraih pada tahun pelajaran 2014/2015 antara lain, Juara Lomba Khaligrafi Tingkat Kota Padang, Juara lomba tingkat Kecamatan, Juara I lomba shalat berjamaah tingkat RA se-Kota Padang, Juara I lomba Hifzil Putra tingkat RA se-Kota Padang, Juara III lomba Hifzil Putri tingkat RA se-Kota Padang, Juara I lomba Azan tingkat Provinsi Sumatera Barat, Juara III lomba Hifzil Quran tingkat Provinsi Sumatera Barat

RA di Sumbar Mulai Menggeliat dengan Prestasi

Sekretaris, DWP Sumatera Barat, Elita Bustari dalam sambutannya mengatakan, dalam menghadapi era globalisasi harus dipersiapkan SDM anak-anak mulai usia dini.Pendidikan Islam seperti ini sebagai wahana untuk mengem-bangkan dan membentuk karakter, berbudi pekerti dan berakhlak mulia anak-anak usai dini, yang nantinya menjadi generasi penerus bangsa, ungkapnya.

Elita, mengucapkan selamat kepada santri Raudhatul Athfal Hanifah yang di wisuda dan perpisahan pada kesempatan ini, Semoga santri di RA ini, menjadi anak-anak soleh dan soleha, pungkas Elita (Mira Humas).

2424

Baju Lebaran untuk IbuOleh : Novitri, S.Hum (Riri)

Temaram senja mulai menyibak tirai malam. Siang yang menggarang telah tenggelam bersama mentari yang kem-

bali ke pembaringan.

Temaram senja mulai menyibak tirai malam. Siang yang menggarang telah tenggelam bersama mentari yang kembali ke pembaringan. Ia berjalan seorang diri menyusuri pasar yang penuh sesak. Tak peduli seberapa gerahnya orang-orang yang berde-sakan di sana, ia tetap melangkah dengan anggun. Masa bodoh seperti apa mata-mata liar memandanginya, ia sibuk dengan dirinya sendiri. Tak berbeda dengan mereka yang memadati pasar kala itu, ia pun sedang berburu baju lebaran. Namun mungkin bedanya mereka mencari keperluan lebaran untuk mereka sendiri, sedangkan ia mencari baju lebaran untuk calon mertuanya. Yah, calon mertuanya.

Ia begitu antusias memasuki tiap toko yang berjejer di sepanjang Jln. Permindo itu. Memang ia belum begitu paham betul selera calon mer-tuanya itu, akan tetapi setidaknya inilah sedikit dari wujud rasa syu-kurnya atas anugrah yang diberikan Allah atas dirinya di bulan Ramadhan tahun ini. Rasa bersyukur karena ia masih diamanahkan perasaan cinta kasih terhadap seorang pria, yang

menurut versinya. Ramadhan tahun lalu, ia bak

pengemis yang karena keadaan harus tunduk dan melebih-lebihkan perha-tian kepada keluarga si lelaki tadi. Sang lelaki yang secara fisik diakui dunia adalah lelaki yang tampan, memiliki jabatan di instansi yang juga bukan kantor sembarangan, mapan, dan sudah mempunyai segala harta pribadi, mewajibkan dirinya agar melakukan hal-hal yang bisa men-gambil hati keluarga si lelaki. Mulai dari mengunjungi ibu si lelaki secara rutin, mengajak berjalan-jalan dan shopping, sampai ikut mendanai per-jalanan umroh si lelaki dan ibunya, semua rela ia lakukan demi dirinya dapat dipantaskan bersanding dengan lelaki yang waktu itu benar-benar pu-jaan hatinya. Akan tetapi segalanya itu tiada arti bagi si lelaki dan keluar-ganya. Ia hanya dimanfaatkan dengan kepolosan sikapnya. Pernikahan yang terus ditunda, persyaratan yang tidak masuk akal, alasan demi alasan, setahun ia jalani dengan penuh ketabahan dan ikhlas. Hubungan yang ia bangun dengan pondasi keseriusan karena Allah itu pun harus kandas

walau sangat sederhana dan belum mapan namun mencintainya dengan tulus, tanpa alasan, tanpa syarat, dan tanpa azas manfaat. Dialah pria yang telah ia kenal sejak 9 tahun silam ke-tika ia masih SMA, seorang pria yang sebelumnya tak pernah ia sangka masih menyimpan rasa yang men-dalam untuknya. Inilah yang sangat ia syukuri di Ramadhan tahun ini.

Masih membekas di ingatannya dan akan terus jadi memory hitam yang tak terlupakan, Ramadhan tahun lalu merupakan Ramadhan terberat dalam hidupnya. Ketika ia memper-juangkan perasaannya pada lelaki yang pernah berjanji menikahinya, berjuangkan menjadi yang layak untuk diterima di keluarga lelaki itu. Yah, sebut saja lelaki. Karena yang bisanya hanya berjanji muluk, ber-mulut manis, dan lari dari kenyataan itu ia namai lelaki, bukan pria. Kata pria adalah sebutan bagi kaum Adam yang telah dewasa pikiran dan batin-nya, yang tidak mudah dipengaruhi, yang tidak gentar dengan rintangan sebesar apapun, dan yang mampu mencintai seorang wanita dengan tulus. Itulah bedanya lelaki dan pria

2525

saat ia tersadar betapa ia telah ikut menyakiti perasaannya sendiri demi menjaga perasaan lelaki yang tidak mau semati-matian berjuang seperti dia. Semua yang ia berikan dan ia tunjukkan berujung sia-sia, pernika-han apalagi impian berbulan madu ke negeri ginseng pun gagal total. Ia sempat terpuruk dan hancur, sempat menutup diri dari siapa saja yang ingin mendekatinya, sempat pula jadi wanita pemain hati yang seakan melampiaskan kekesalannya dengan mengiya-menidakkan yang menyu-kainya.

Namun selang 3 bulan setelah kepahitan itu ia lewati, Allah mem-pertemukannya kembali dengan cinta masa remajanya. Dialah pria yang sangat biasa dan jauh dari kata mapan. Namun meski demikian halnya, ia tampak begitu berbinar-binar semenjak kehadiran pria super cuek itu. Tak hanya berat badannya yang naik dengan drastis, tapi kelakuan-nya pun banyak berubah. Ia tak lagi seorang wanita yang pemikir keras dan takut dengan keadaan, ia bukan lagi gadis bodoh yang merasa tak berdaya apabila nantinya takdir tak menjodohkan mereka yang kini ber-sama, ia juga tidak lagi wanita yang merasa berumur karena masih belum menikah. Semua yang ada dalam dirinya berubah seketika. Kali ini ia benar-benar paham, semua yang terindah tak selalu diridhoi Allah tapi

semua yang diberikan Allah pasti yang terindah.

Ia tersentak dari lamunan-nya tentang masa suram itu ketika seorang pelayan toko menawarkan baju dengan model lain padanya. Ia terkagum-kagum dengan baju yang ia lihat tersebut. Mulai dari modelnya, assecoriesnya, sampai bahan kainnya, seutuhnya ia suka. Ia pun memutus-kan untuk membeli baju tersebut. Hatinya senang

bukan main setelah mendapatkan baju untuk calon mertuanya itu. Ia bergegas menuju pulang.

Di perjalanan pulang, azan magrib berkumandang. Tak terasa air matanya berlinangan. Dalam hati ia berujar, Ya Allah terima kasih

hingga hari terakhir Ramadhan ini aku masih diberi kenik-matan hidup. Sambil setengah memejamkan mata dan dengan bibirnya yang sedikit bergerak, ia melafadzkan doa berbuka puasa lalu meneguk es teh manis yang telah ia beli sebelumnya. Wanita 26 tahun itu tersenyum sendiri menikmati perjala-nan pulangnya dengan angkot yang padat penumpang sore itu. Hatinya berkata lagi, Ya Allah semoga calon ibu mertuaku menyukai baju ini dan semoga di tahun-tahun berikutnya aku membe-likan baju untuk orang yang sama. Masih sebagai calon atau sudah menjadi mer-tuaku, aku ingin tahun-tahun setelah ini membelikan baju untuk orang yang sama. Amiin ya robbal alamin. (Penulis : Pramu Tamu Kanwil Kemenag dan seniman Minang)

Ya Allah semoga calon ibu mer-tuaku menyukai baju ini dan semoga di tahun-tahun berikutnya aku mem-belikan baju untuk orang yang sama. Masih sebagai calon atau sudah men-jadi mertuaku, aku ingin tahun-tahun setelah ini membelikan baju untuk orang yang sama. Amiin ya robbal alamin.

26262626 2626

HujanPuisi : Harnina, SHI

Staf Kemenag Kab. 50 Kota

Pada rintik satu-satuMerdu tasbih berlabuh

Gersang meradang bimbangKuyup dalam sajadah panjang

Pada bulir satu-satuSyahdu rintih mengadu pilu

TertegunDalam dekap selimut ragu

Tentang salah segunung membisuKhilaf terumbar beribu-ribu

Hati mati keras membatuAku terpaku membungkam malu

dihadapanMu

kurangkai untaian doatak henti lisan mengurai salah

hati membara dibakar sesalakankah ada cahaya kemaafan

menyinari jiwa yang gelap tanpa lentera

pada rintik satu-satukulabuhkan segala penghambaan

pembasuh jiwa gersangagar basah bermandi hidayah

dan kala ajal datang menjelangsaat itu amal mulai diperhitungkan

Ramadhan KitaPuisi : Harnina, SHI

Staf Kemenag Kab. 50 Kota

Sayup-sayup menyapaDesau hembusan wangimu

Lesap bersama aroma Pada relung-relung jiwa

Yang kerontang haus maghfirohEntah tahun keberapa

Rinduku menancap padamuTetap beku direlung qalbu

Hadirmu memagut rindukuTumpah bersama tangis yang mem-

buncahTerlalu erat buhul yang tercipta

Hingga sanubariku bergidikGemetar jika waktu tak lagi mem-

pertemukan kita

Ini resahku yang kesekian kaliBukan karena pertemuan ini

Tapi lebih kepada ketak mampuan diri

Takut bila aku tak mampu men-jagamu

Melewatkan sedetik cumbu bersa-mamu

Bahkan mungkin menggores ke-cewa

Pertemuan ini merangkai kisahTentang perjalanan diri

Membasuh jiwa berlumur dosaMengupas segala salah

Membaur pada keampunan

IllahipadaMu kuserahkan diri

memohon agar perjumpaan inimembawa bahagia

bukan sekedar perjumpaan tanpa makna

tapi membekaskan lekat di sukmaterlahir kembali suci

PUISI

26

27272727

Dharmasraya, PAB - Lembutnya sinar matahari pagi mewarnai bumi dhar-masraya, Kantor Kementerian Agama yang berada di jalur Lintas Sumatera seakan sibuk mengiringi padatnya lalu lintas di jalan raya. Semua seksi di jajaran kemenag tersebut berpacu melaksanakan kewajiban dan tupok-sinya masing-masing melalui kegiatan yang telah direncanakan dan dituang-kan dalam RUP.

Dalam kesempatan apel pagi itu (8/06) Ruhil Kudus sebagai nahkoda kantor tersebut dengan nada yang santun dan tegas kembali mengin-gatkan stafnya untuk melaksanakan kegiatan yang terdapat dalam DIPA sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dan mengacu kepada aturan yang ada. Saya ingatkan kepada bendahara untuk mencairkan anggaran kegiatan, bila administras-inya sudah lengkap seperti TOR dan RAB, SK Kegiatan, bila belum jangan dicairkan anggarannya ungkapnya.

Dalam beberapa kurun waktu ini setiap seksi semenjak disahkannya DIPA sudah mulai melaksanakan keg-iatan. Bak gayuang basambuik, kato bajawab seksi Bimas-pun bergerak meluncur melaksanakan kegiatan, bagai tak kenal lelah kasi Bimas Islam H. Hamid Arwani, MA dibantu beberapa orang staf berjibaku me-nyelesaikan semua tugas yang telah diamanatkan.

Penilaian Keluarga Sakinah pertengahan Mei lalu, dengan langsung turun kerumah nominasi kecamatan dibawah kordinasi Hamid Arwani tim penilai beraksi mencari sosok keluarga sakinah teladan yang akan ujuk prestasi ditingkat propinsi. Sosok yang dicari adalah keluarga teladan yang akan ditiru dan diikuti oleh masyarakat yang berdampak baik bagi penciptaan karakter bangsa ditengah terpaan pengaruh budaya-budaya negatif yang sering keluar dari nilai-nilai agama dan akhlakul karimah.

Keluarga yang beruntung kali ini yakni pasangan Drs. Syarbaini dan Dra. Rosmawati dari sikabau yang selanjutnya didampingi untuk mengi-kuti penilaian pada tingkat propinsi. Walaupun ketika berita ini ditulis pasangan tersebut belum berhasil pada tingkat propinsi namun suatu kebanggan tersendiri bagi warga nagari sikabau karena ada diantara keluarganya yang maju pada tingkat propinsi.

Pembinaan Remaja Usia Pra Nikah

Ruhil Kudus :Kegiatan harus Proporsional

dan Profesional

(22/05) beranjak dari kondisi kekinian kehidupan berumah tangga dengan tingginya angka perceraian yang salah satu penyebabnya terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, ke-kerasan suami terhadap isteri, orang tua terhadap anak. Semua hal terse-but dijawab dengan dilaksanakannya pembinaan terhadap remaja usia pra nikah sebagai langkah antisipasi dalam mengarungi kehidupan rumah tangga.

Suasana romantispun terlihat karena diwarnai pasangan calon pengantin yang siap melaksanakan pernikahan. Para remaja ini dibekali dengan materi UU Perkawinan, kes-ehatan reproduksi, Undang-Undang penghapusan KDRT dan Undang-undang Perlindungan Anak.

Pembinaan Pemanfaatan Potensi Aset Wakaf Produktif (27-28/05), mencermati kekayaan tanah wakaf di kabupaten ini lebihkurang 388.985 M2 dengan 114 lokasi yang dimanfaatkan untuk pembangunan sarana pendidi-kan, rumah ibadah dan perkuburan. Setiap lokasi tanah wakaf yang digunakan tidak semua terpakai habis untuk bangunan, ada sisa tanah atau bahkan ada tanah wakaf yang dibiarkan kosong begitu saja padahal sebenarnya kita dapat memberday-akan secara optimal. Tentu tidak semua tanah wakaf harus dikelola secara produktif, dalam artian harus menghasilkan uang, tetapi setidaknya dari jumlah tersebut sekitar 10 % dapat dikelola secara produktif.

Lomba Karya Tulis Penghulu dan Kepala KUA (30/05), Semangat refor-masi birokrasi yang terus digalakan pemerintah karena adanya tuntutan

masyarakat telah menetapkan arah kebijakan penataan dan pengem-bangan jabatan fungsional penghulu dan kepala KUA Kecamatan. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan profesionalisme, transparansi dan akuntabilitas layanan penghulu dan Kepala KUA kepada masyarakat di kecamatan.

Upaya pengembangan profesi penghulu dan jabatan Kepala KUA Kecamatan melalui kegiatan penu-lisan karya ilmiah menjadi sesuatu yang harus mendapatkan perhatian penting dalam meningkatkan kualitas layanan penghulu dan Kepala KUA Kepada masyarakat.

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya penghulu dan kepala KUA bukan hanya menjadi petugas admin-istrasi yang mengawasi proses pen-catatan pernikahan, akan tetapi juga memiliki tugas dan tanggungjawab mengembangkan visi, wawasan keil-muan dan pemahaman agama untuk memenuhi tuntutan masyarakat di bi-dang pelayanan keagamaan terutama di era globalisasi sehingga terwujud pelayanan prima di bidang penas-ehatan, pembinaan dan kelestarian keluarga, serta pelayanan pencatatan nikah rujuk. (Zulhendri/rina)

Berbeda dengan Halal Bihalal sebelumnya, kali ini Kakanwil menghampiri pegwai Kanwil ke tempat duduknya usai pembinaan di Aula

Amal Bhakti I (Rina)

28

Kakanwil bersama Ketua DWP Meninjau Tenda Kontingen PPSN Sumbar di Lokasi Perkemahan Pramuka Santri Nasional di

Banjar(Ulil)

Peserta Orientasi Produk Halal menyimak Materi dari Kakanwil Kemenag Sumbar H.

Salman di edotel Padang 28 I 5).ulil

Kabag TU bersama Kabid, Pembimas, Kasubbag dan Tim Penyusun Renstra Kanwil sedang berdiskusi menyusun Renstra di Aula

Amal Bhakti II (Rina)

Suasana Tadarus kerjasama Kanwil Kemenag, RRI dan STAIPIQ yang disiarkan langsung dari

RRI Padang (Rina)

Kakanwil Kemenag didampingi Ketua DWP Ny. Agrina Salman, melantik wisuda Iqra RA Ikhlas

di Aula Kanwil Kemenag (Rina)

Kasubbag Keuangan dan IKN Idris Nazar bersama staf dan tim penyusun

laporan keuangan berfoto usai menerima penghargaan (Ef)

Staf Honorer Subbag Umum (Office Boy, Satpam dan Supir) diberikan pembinaan oleh Kakanwil Kemenag Sumbar bersama Kasubag

Umum di Ruangan Kakanwil. UA

Kabid Penmad, bersama Kakan Kemenag dan Kepala Madrasah berfoto usai pembukaan

KSM tingkat Sumatera Barat di MAN 2 Padang (Rina)

Peserta Workshop Jurnalistik dan Humas praktek Fotografi dengan objek Kasubbag

Inmas di greatwall, Ngarai-Agam (rina)

29

Suasana Pembinaan pegawai dan silaturrahmi yang diikuti seluruh pegawai

Kanwil dalam rangka menyambut ramadhan di Aula Amal Bhakti I (Rina)

Kakanwil Kemenag memberikan sambutan pada acara Rukyatul Hilal oleh Tim BHR dan

Jajaran Kanwil kemenag Sumbar di Bukit Lampu, Bungus (16/6)U. A

Kakanwil bersama Ketua DWP Meninjau Tenda Kontingen PPSN Sumbar di Lokasi Perkemahan Pramuka Santri Nasional di

Banjar(Ulil)

Suasana Tadarus kerjasama Kanwil Kemenag, RRI dan STAIPIQ yang disiarkan langsung dari

RRI Padang (Rina)

303030

PIMPINAN DAN REDAKSI MAJALAH PENUNTUN AMAL BHAKTI (PAB)

KANWIL KEMENAG PROVINSI SUMATERA BARATMENGUCAPKAN

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1436 H

SATUKAN TANGAN, SATUKAN HATI, JALIN SILATURRAHMI DI HARI NAN FITRI INI

LEBURKAN KEIKHLASAN UNTUK

SALING MEMAAFKAN

MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN

PEMIMPIN REDAKSI SEKRETARIS REDEAKSI

H. M. RIFKI, M. AG RISNA YANTI, S. SOS.I

KELUARGA BESAR KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMAPROVINSI SUMATERA BARAT

Mengucapkan

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H

Satukan Tangan, Satukan Hati, Jalin Silaturrahmi di Hari Nan Fitri ini

Leburkan Keikhlasan untuk Saling Memaafkan

Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Kepala Kabag TU

Drs. H. Salman, MM Drs. H. Bustari, MM

31313131

Hadapi Hari nan fitri dengan Menu sederhana

Pembaca PAB yang kami cintai. Ketika majalah ini berada ditangan pembaca, rasa bahagia telah menyelimuti hati putih dan suci. Pembaca telah meraih hari kemenangan sebagai kado terindah dari satu bulan menjalankan ibadah puasa dan menahan diri dari semua hawa nafsu.Namun terkadang di hari raya idul fitri, kaum muslimin terlalu melepaskan belenggu nafsu selama bulan ramadha. Akibatnya berbagai persiapan menyita banyak waktu dan materi untuk meyambut hari kemenangan ini. Mulai dari makanan, pakaian dan peralatan seraba baru. Kebanyakn kita lupa bahwa akan ada hari esok yang harus dihadapi. Sederhana tak ada salahnya dalam menghadapi hari kemenangan ini. Lebaran merupakan puncak dari usaha untuk memenuhi kewajiban dan perjuangan menahan nafsu satu bulan lamanya, khususnya keinginan untuk makan dan minum. Saat bulan suci

Hindari Makan Berlebih Saat Idul Fitri

Pesta hari raya umat muslim ini, lekat dirayakan dengan menghidangkan makanan dan minuman mewah yang lain dari hari-hari yang biasa. Menanggapi hal ini, Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Siloam

Kebon Jeruk, Dr. Epistel Simatupang mengingatkan agar tidak berlebihan mengonsumsi makanan kendati tengah merayakan hari raya.

Meski Idul Fitri tetapi jangan makan yang berlebihan. Tetap pada pola diet yang sehat, ujar Epistel,Saat Idul Fitri memang ke