bab ii kajian pustaka, kerangka pemikiran dan...

38
15 BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Pengertian Pajak Berikut ini merupakan definisi mengenai pajak menurut para ahli adalah: Menurut Rochmat Soemitro (2008:1) mendefinisikan bahwa: “Pajak adalah iuran rakyat k epada kas negara berdasarkan undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tidak mendapat jasa timbal (kontraprestasi) yang langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum”. Menurut Waluyo (2008:2) mendefinisikan bahwa: “Pajak adalah iuran kepada negara (yang dapat dipaksakan) yang terutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan-peraturan dengan tidak mendapat prestasi kembali, yang langsung dapat ditunjuk, dan yang gunanya adalah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran umum berhubung dengan tugas negara untuk menyelenggarakan pemerintahan”. Dari definisi-definisi pajak diatas, dapat disimpulkan bahwa pajak merupakan iuran rakyat kepada negara (yang dapat dipaksakan) sesuai dengan undang-undang tanpa mendapat jasa timbal balik yang dapat ditunjukkan secara langsung (kontraprestasi) yang digunakan untuk membiayai pengeluaran umum sehubungan dengan tugas negara untuk menyelenggarakan pemerintahan.

Upload: hoangkiet

Post on 31-Jan-2018

221 views

Category:

Documents


2 download

TRANSCRIPT

Page 1: BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN …elib.unikom.ac.id/files/disk1/533/jbptunikompp-gdl-wahyononim... · Touch Screen digunakan untuk memilih sesuatu yang ada dilayar

15

BAB II

KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS

2.1 Kajian Pustaka

2.1.1 Pengertian Pajak

Berikut ini merupakan definisi mengenai pajak menurut para ahli adalah:

Menurut Rochmat Soemitro (2008:1) mendefinisikan bahwa:

“Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang

(yang dapat dipaksakan) dengan tidak mendapat jasa timbal

(kontraprestasi) yang langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan

untuk membayar pengeluaran umum”.

Menurut Waluyo (2008:2) mendefinisikan bahwa:

“Pajak adalah iuran kepada negara (yang dapat dipaksakan) yang terutang

oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan-peraturan dengan tidak

mendapat prestasi kembali, yang langsung dapat ditunjuk, dan yang

gunanya adalah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran umum

berhubung dengan tugas negara untuk menyelenggarakan pemerintahan”.

Dari definisi-definisi pajak diatas, dapat disimpulkan bahwa pajak merupakan

iuran rakyat kepada negara (yang dapat dipaksakan) sesuai dengan undang-undang

tanpa mendapat jasa timbal balik yang dapat ditunjukkan secara langsung

(kontraprestasi) yang digunakan untuk membiayai pengeluaran umum sehubungan

dengan tugas negara untuk menyelenggarakan pemerintahan.

Page 2: BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN …elib.unikom.ac.id/files/disk1/533/jbptunikompp-gdl-wahyononim... · Touch Screen digunakan untuk memilih sesuatu yang ada dilayar

BAB II Kajian Pustaka, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis 16

2.1.2 Pengertian Sistem Informasi

Berikut ini merupakan definisi mengenai sistem informasi menurut para ahli

adalah:

Menurut Azhar Susanto (2008:52) mendefinisikan bahwa:

“Sistem informasi adalah kumpulan dari subsistem apapun baik phisik

ataupun non phisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja

sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan yaitu mengolah data

menjadi informasi yang berarti dan berguna”.

Menurut Laudon yang diterjemahkan oleh Azhar Susanto (2008:52)

mendefinisikan bahwa:

“Sistem informasi merupakan komponen-komponen yang saling

berhubungan dan bekerjasama untuk mengumpulkan, memproses,

menyimpan, dan mendistribusikan informasi untuk mendukung proses

pengambilan keputusan, koordinasi dan pengendalian”.

Menurut McKeown yang diterjemahkan oleh Azhar Susanto (2008:52)

mendefinisikan bahwa:

“Sistem informasi merupakan gabungan dari komputer dan user yang

mengelola perubahan data menjadi informasi serta menyimpan data dan

informasi tersebut”.

Dari definisi-definisi sistem informasi diatas, dapat disimpulkan bahwa sistem

informasi merupakan kumpulan dari sub-sub sistem baik phisik maupun non phisik

yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk

mecapai satu tujuan yaitu mengolah data menjadi informasi yang berguna bagi pihak

user sabagai bahan pengambilan keputusan.

Page 3: BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN …elib.unikom.ac.id/files/disk1/533/jbptunikompp-gdl-wahyononim... · Touch Screen digunakan untuk memilih sesuatu yang ada dilayar

BAB II Kajian Pustaka, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis 17

2.1.3 Pengertian Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak

Berikut ini merupakan definisi mengenai Sistem Informasi Direktorat Jenderal

Pajak berdasarkan SE-19/PJ/2007 adalah:

“Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak merupakan suatu sistem

informasi administrasi perpajakan di lingkungan kantor Direktorat

Jenderal Pajak modern dengan menggunakan perangkat keras dan

perangkat lunak yang dihubungkan dengan suatu jaringan kerja di kantor

pusat”.

Dari definisi Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak diatas, dapat

disimpulkan bahwa Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak merupakan suatu

sistem informasi administrasi perpajakan di lingkungan kantor Direktorat Jenderal

Pajak modern dengan menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang

dihubungkan dengan suatu jaringan kerja di kantor pusat.

Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak dengan pendekatan Business

Intelligence System merupakan suatu sistem informasi berbasis kecerdasan.

Kecerdasan yang dimaksud adalah kecerdasan manusia dan teknologi yang dibangun

dalam sistem tersebut. Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak dibangun dengan

knowledge basis dalam sistem operasi bisnis suatu instansi sehingga informasi yang

dihasilkan dapat secara pasti sebagai dasar pengambilan keputusan.

Page 4: BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN …elib.unikom.ac.id/files/disk1/533/jbptunikompp-gdl-wahyononim... · Touch Screen digunakan untuk memilih sesuatu yang ada dilayar

BAB II Kajian Pustaka, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis 18

2.1.4 Pengertian Business Intelligence System

Berikut ini merupakan definisi mengenai Business Intelligence System

menurut para ahli adalah:

Menurut Lonnqvist dan Pirttimaki (2006:32) mendefinisikan bahwa:

“Business Intelligence System is An organized and systematic process by

which organizations acquire, analyze, and disseminate information from

both internal and external information sources significant for their

business activities and for decision-making”.

Menurut Williams & Williams (2007) mendefinisikan bahwa:

“Business Intelligence System is a set of business information and

business analyses within the context of key business processes that lead to

decisions and actions. In particular, Business Intelligence System means

leveraging information assets within key business processes to achieve

improved business performance”.

Menurut Okkonen et al (2002) mendefinisikan bahwa:

“Business Intelligence System is the process of gathering and analyzing

internal and external business information”.

Dari definisi-definisi Business Intelligence System diatas, dapat diambil

disimpulkan bahwa Business Intelligence System merupakan sistem teknologi

informasi berbasis intelligence yang digunakan untuk membantu kegiatan business

information, seperti mengumpulkan data, menyediakan akses, serta menganalisa data

dan informasi untuk kegiatan bisnis dan untuk pengambilan keputusan.

Page 5: BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN …elib.unikom.ac.id/files/disk1/533/jbptunikompp-gdl-wahyononim... · Touch Screen digunakan untuk memilih sesuatu yang ada dilayar

BAB II Kajian Pustaka, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis 19

2.1.4.1 Komponen - Komponen Sistem Informasi

Berikut ini merupakan komponen - komponen sistem informasi adalah:

2.1.4.1.1 Hardware

Hardware merupakan peralatan phisik yang dapat digunakan untuk

mengumpulkan, memasukan, memproses, menyimpan dan mengeluarkan hasil

pengolahan data dalam bentuk Informasi. Sedangkan pada komponen hardware

terdiri dari:

1. Bagian Input (Input Device)

Peralatan input merupakan alat-alat yang dapat digunakan untuk memasukan

data kedalam komputer. Ada beberapa contoh peralatan yang dapat digunakan

untuk memasukan data, seperti:

a. Keyboard

Keyboard digunakan untuk memasukan data dalam bentuk teks (ASCII)

ke komputer.

b. Mouse

Mouse marupakan alat yang dapat digunakan sebagai pointer.

c. Scanner

Scanner merupakan alat yang dapat digunakan untuk memasukkan data

dalam bentuk image (gambar).

Page 6: BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN …elib.unikom.ac.id/files/disk1/533/jbptunikompp-gdl-wahyononim... · Touch Screen digunakan untuk memilih sesuatu yang ada dilayar

BAB II Kajian Pustaka, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis 20

d. Kamera Digital (Digital Camera)

Kamera Digital (Digital Camera) merupakan alat yang dapat digunakan

untuk menyimpan data gambar.

e. Kamera Video (Video Camera)

Kamera Video (Video Camera) digunakan untuk menyimpan data gambar

yang dapat bergerak dan juga bersuara.

f. Optical Code Recognition (OCR)

Optical Code Recognition (OCR) digunakan untuk membaca barcode.

g. Touch Screen

Touch Screen digunakan untuk memilih sesuatu yang ada dilayar dengan

menggunakan telunjuk.

h. Floppy Disk

Floppy Disk digunakan untuk memasukan dan menyimpan data backup

dalam suatu sistem informasi akuntansi.

i. Hardisk

Hardisk digunakan untuk memasukan dan menyimpan data backup.

j. Digitizer

Digitizer merupakan alat yang digunakan untuk mengambar langsung ke

komputer.

2. Bagian Pengolahan Utama dan Memori

a. Prosesor (Processor/CPU)

Prosesor (Processor/CPU) merupakan jantungnya komputer.

Page 7: BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN …elib.unikom.ac.id/files/disk1/533/jbptunikompp-gdl-wahyononim... · Touch Screen digunakan untuk memilih sesuatu yang ada dilayar

BAB II Kajian Pustaka, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis 21

b. Memori (Memory)

Memori (Memory) merupakan sebagai tempat menyimpan data.

c. Bus

Bus merupakan kabel-kabel yang tersusun dengan rapi sekali dan

digunakan sebagai penghubung antara CPU dengan primary storage.

d. Cache Memory

Cache Memory berfungsi sebagai bufer (media penyesuai) antara CPU

yang berkecepatan tinggi dan memory yang memiliki kecepatan lebih

rendah.

e. Motherboard/Mainboard

Motherboard/Mainboard berfungsi sebagai tempat penampungan

komponen-komponen pendukung suatu sistem komputer.

f. Driver Card

Driver Card berfungsi untuk memperluas kemampuan (ekspansion) suatu

sistem komputer.

3. Bagian Output (Output Device)

a. Printer

Printer merupakan peralatan-peralatan yang digunakan untuk

mengeluarkan informasi hasil pengolahan data.

b. Layar monitor

Layar monitor merupakan alat yang digunakan untuk menayangkan hasil

pengolahan data atau informasi dalam bentuk visual.

Page 8: BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN …elib.unikom.ac.id/files/disk1/533/jbptunikompp-gdl-wahyononim... · Touch Screen digunakan untuk memilih sesuatu yang ada dilayar

BAB II Kajian Pustaka, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis 22

c. Head Mount Display (HMD)

Head Mount Display (HMD) merupakan alat yang digunakan untuk

menanyangkan hasil pengolahan data atau informasi dalam bentuk visual

pada monitor yang ditempelkan didepan mata.

d. LCD (Liquid Cristal Display Projector)

LCD (Liquid Cristal Display Projector) merupakan alat yang digunakan

untuk menayangkan hasil pengolahan data atau informasi dengan cara

memancarkannya atau memproyeksikan ke dinding atau bidang lainnya

yang vertikal.

e. Speaker

Speaker merupakan alat yang digunakan untuk mengeluarkan hasil

pengolahan data atau informasi dalam bentuk suara.

4. Bagian komunikasi

Peralatan komunikasi adalah peralatan-peralatan yang harus digunakan agar

komunikasi data bisa berjalan dengan baik. Ada banyak jenis peralatan

komunikasi, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

a. Network Card untuk LAN dan Wireless LAN

b. HUB/Switching dan accsess point wireless LAN

c. Fiber Optik dan Router dan Range Extender

d. Berbagai macam modem (Inernal, Exsternal, PCMIA) dan wireless

cardbus adapter

e. Pemancar, Penerima, Very Small Apertur Satelit (VSAT) dan Satelit

Page 9: BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN …elib.unikom.ac.id/files/disk1/533/jbptunikompp-gdl-wahyononim... · Touch Screen digunakan untuk memilih sesuatu yang ada dilayar

BAB II Kajian Pustaka, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis 23

2.1.4.1.2 Software

Software adalah kumpulan dari program-program yang digunakan untuk

menjalankan aplikasi tertentu pada komputer. Software dikelompokkan menjadi dua

kelompok berdasarkan fungsinya yaitu perangkat lunak sistem (system software) dan

perangkat lunak aplikasi (aplication software).

Perangkat lunak sistem merupakan kumpulan dari perangkat lunak yang

digunakan untuk mengendalikan sistem komputer yang meliputi sistem operasi

(operating system), interprenter dan compiller (kompiler).

1. Operating system

Operating system berfungsi untuk mengendalikan hubungan antara

komponen-komponen yang terpasang dalam suatu sistem komputer misalnya

antara keyboard dengan CPU, dengan layar monitor dan lain-lain.

Jenis-Jenis Program Dalam Sistem Operasi, diantaranya:

a. Bootstrap Loader

b. Diagnostic Test

c. Operating Systems Executive

d. BIOS

e. Utility Program

f. File Maintenance

Fungsi Sistem Operasi, diantaranya:

a. Menjalankan komputer saat komputer pertama dinyalakan

b. Menjalankan program aplikasi

Page 10: BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN …elib.unikom.ac.id/files/disk1/533/jbptunikompp-gdl-wahyononim... · Touch Screen digunakan untuk memilih sesuatu yang ada dilayar

BAB II Kajian Pustaka, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis 24

c. Menjalankan program utility

d. Mengelola file

e. Menjalankan mode batch (menumpuk data sebelum diolah)

f. Memberi layanan percetakan data di layar dan printer serta menyimpan

data di file

2. Interpreter dan compiller

Interpreter merupakan software yang berfungsi sebagai penterjemah bahasa

yang dimengerti oleh manusia kedalam bahasa yang dimengerti oleh

komputer (bahasa mesin) perintah per perintah.

Sedangkan kompiller berfungsi untuk menterjemahkan kedalam bahasa yang

dipahami oleh manusia kedalam bahasa yang dipahami oleh komputer secara

langsung satu file.

3. Perangkat lunak aplikasi

Perangkat lunak aplikasi atau sering juga disebut sebagai (paket aplikasi)

merupakan software jadi yang siap untuk digunakan. Software ini dibuat oleh

perusahaan perangkat lunak tertentu (sofware house) baik dari dalam maupun

dari luar negeri yang umumya berada di Amerika. Perangkat lunak aplikasi

dibuat untuk membantu masalah yang relatif umum karena itu sangatlah wajar

kalau software-software ini tidak dapat memenuhi kebutuhan spesifik setiap

pengguna komputer.

Page 11: BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN …elib.unikom.ac.id/files/disk1/533/jbptunikompp-gdl-wahyononim... · Touch Screen digunakan untuk memilih sesuatu yang ada dilayar

BAB II Kajian Pustaka, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis 25

2.1.4.1.3 Brainware

Brainware merupakan sumber daya yang terlibat dalam pembuatan sistem

informasi, pengumpulan dan pengolahan data, pendistribusian dan pemanfaatan

informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi tersebut. Beberapa komponen SDM

suatu organisasi terlibat dalam beberapa aktivitas diatas secara garis besar dapat

dikelompokan kedalam pemilik dan pemakai sistem informasi.

1. Pemilik sistem informasi

Para pemilik sitem informasi merupakan sponsor terhadap dikembangkannya

sistem informasi. Mereka biasanya disamping bertanggung jawab terhadap

biaya dan waktu yang digunakan untuk pengembangan serta pemeliharaan

sistem informasi, mereka juga berperan sebagai pihak penentu dalam

menentukan diterima atau tidaknya sistem informasi.

2. Pemakai sistem informasi

Para pemakai sistem informasi sebagian besar merupakan orang-orang yang

hanya akan menggunakan sistem informasi yang telah dikembangkan seperti

operator dan manajer (end user). Para pemakai sistem informasi tersebut

untuk menentukan:

a. Masalah yang harus dipecahkan

b. Kesempatan yang harus diambil

c. Kebutuhan yang harus dipenuhi, dan

Page 12: BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN …elib.unikom.ac.id/files/disk1/533/jbptunikompp-gdl-wahyononim... · Touch Screen digunakan untuk memilih sesuatu yang ada dilayar

BAB II Kajian Pustaka, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis 26

d. Batasan-batasan bisnis yang harus termuat dalam sistem informasi.

Mereka juga cukup memperhatikan tayangan aplikasi dikomputer baik

dalam bentuk form input maupun outputnya.

2.1.4.1.4 Prosedur

Prosedur merupakan rangkaian aktivitas atau kegiatan yang dilakukan secara

berulang-ulang dengan cara yang sama. Prosedur penting dimiliki bagi suatu

organisasi agar segala sesuatu dapat dilakukan secara seragam. Pada akhirnya

prosedur akan menjadi pedoman bagi suatu organisasi dalam menentukan aktivitas

apa saja yang harus dilakukan untuk menjalankan suatu fungsi tertentu. Dengan

adanya prosedur yang memadai maka dapat dilakukan pengendalian terhadap

aktivitas perusahaan. Pada saat suatu prosedur telah ditetapkan untuk diterapkan

maka barang siapa yang tidak melakukannya dapat dianggap sebagai pelanggaran.

Aktivitas merupakan fungsi dari sistem informasi. Melakukan aktivitas pada

dasarnya melakukan suatu kegiatan berdasarkan informasi yang masuk dan persepsi

yang dimiliki tentang informasi tersebut.

Fungsi merupakan aktivitas yang mendukung operasi bisnis perusahaan.

Pemilik sistem melihat bisnis mereka berdasarkan tujuan organisasi dan lebih spesifik

kesasaran yang harus dicapai. Sasaran merupakan target yang lebih spesifik dengan

kriteria yang jelas untuk membantu mencapai tujuan.

Page 13: BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN …elib.unikom.ac.id/files/disk1/533/jbptunikompp-gdl-wahyononim... · Touch Screen digunakan untuk memilih sesuatu yang ada dilayar

BAB II Kajian Pustaka, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis 27

2.1.4.1.5 Teknologi Jaringan Telekomunikasi

Sistem telekomunikasi merupakan kumpulan hardware dan software yang

sesuai (compatible) yang disusun untuk mengkomunikasikan berbagai macam

informasi dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Sistem telekomunikasi saat ini dapat

mengirimkan informasi baik dalam berntuk text, image, suara, maupun bentuk video.

Komponen sistem telekomunikasi:

a. Komputer (host) untuk mengolah informasi

b. Terminal yang memantau peralatan input/output untuk mengirim dan

menerima data

c. Saluran komunikasi (kabel, telepon, udara)

d. Pengolah komunikasi (communication processor: modem, controller,

multiplexer, dan front end processor) yang membantu mengirimkan dan

menerima data.

e. Software komunikasi yang mengontrol aktivitas input, output dan mengelola

fungsi lainnya dalam jarigan komunikasi.

Fungsi sistem telekomunikasi:

Fungsi dari sistem telekomunikasi adalah untuk mengirimkan dan menerima

data dari suatu lokasi ke lokasi yang lain. Sitem telekomunikasi harus melakukan

beberapa fungsi yang terpisah yang tidak kelihatan oleh orang yang

menggunakannya. Sistem telekomunikasi mengirimkan informasi, membangun

penghubung antara pengirim dan penerima, menyampaikan pesan dengan cara yang

paling efisien, melakukan pengolahan awal untuk menjamin bahwa informasi akan

Page 14: BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN …elib.unikom.ac.id/files/disk1/533/jbptunikompp-gdl-wahyononim... · Touch Screen digunakan untuk memilih sesuatu yang ada dilayar

BAB II Kajian Pustaka, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis 28

sampai pada penerima yang tepat, melakukan pengecekan terhadap data yang dikirim

dan memperbaiki format yang salah, merubah format dari format yang satu ke format

yang lain.

2.1.4.1.6 Database

Database merupakan kumpulan data-data yang tersimpan didalam media

penyimpanan disuatu perusahaan (arti luas) atau didalam komputer (arti sempit).

1. Media dan sistem penyimpanan data

Data dalam sistem informasi akuntansi berbasis komputer tersimpan dalam

dua media penyimpanan, yaitu dalam media penyimpanan utama (main

storage media) dan media penyimpanan kedua/tambahan/sekunder (secondary

storage media). Media penyimpan utama umumnya bersifat volatile artinya

akan hilang saat listrik sebagai sumber energi tidak ada. Masyarakat sering

menyebut media penyimpanan utama ini sebagai memori contohnya RAM

(Random Access Memory)

Sedangkan untuk media penyimpanan data sekunder, dikenal ada dua macam

media penyimpan, yaitu:

a. Media penyimpanan untuk menyimpan data secara berurutan (sequential)

Melalui media ini record-record data akan dibaca dengan cara yang sama

dengan saat penyimpanan. Sebagai contoh adalah pita magnetik (magnetic

tape).

b. Media penyimpanan secara langsung (direct) atau acak (random) yang

memungkinkan user untuk membaca data dalam urutan yang diperlukan

Page 15: BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN …elib.unikom.ac.id/files/disk1/533/jbptunikompp-gdl-wahyononim... · Touch Screen digunakan untuk memilih sesuatu yang ada dilayar

BAB II Kajian Pustaka, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis 29

tanpa harus memperhatikan bagaimana penyusunannya secara phisik dari

media penyimpanan data tersebut. Sebagai contoh adalah magnetik disk

seperti floppy disk, hardisk, Compac Disk (CD), dan teknologi paling baru

adalah Digital Video Disk (DVD). Salah satu keuntungan digunakannya

magnetik disk adalah data-data dalam magnetik disk dapat disimpan baik

secara berurutan (sequential) maupun secara langsung (direct access).

2. Sistem pengolahan

Ada dua cara pengolahan data yang bisa dilakukan dalam sistem manajemen

data saat ini, yaitu pengolahan secara batch dan pengolahan secara on-line.

a. Pengolahan secara batch

Pengolahan secara batch (mengumpulkan lebih dahulu) merupakan sistem

pengolahan data transaksi dengan cara mengumpulkan terlebih dahulu

data transaksi yang terjadi, kemudian pada waktu yang telah ditentukan

data transaksi tersebut sekaligus diproses, biasanya sambil merevisi data

file master.

b. Pengolahan secara on-line

Pengolahan secara on-line (pengolahan langsung) merupakan sistem

pengolahan data transaksi dimana setiap data yang masuk secara langsung

satu persatu diolah. Pada saat yang bersamaan biasanya juga dilakukan

proses untuk memperbaharui file master. Istilah lain yang digunakan

adalah pemrosesan transaksi. Pengolahan on-line dikembangkan untuk

memperoleh informasi yang selalu mutakhir.

Page 16: BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN …elib.unikom.ac.id/files/disk1/533/jbptunikompp-gdl-wahyononim... · Touch Screen digunakan untuk memilih sesuatu yang ada dilayar

BAB II Kajian Pustaka, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis 30

3. Organisasi database

a. Organisasi data pada database tradisional

Organisasi data pada database tradisional memiliki tujuan agar sistem

informasi secara efektif memberikan informasi yang akurat, tepat waktu,

relevan dan lengkap.

b. Organisasi database modern

Sistem database modern memberikan banyak keuntungan bagi sistem

informasi akuntansi. Agar data atau informasi sampai keberbagai sasaran

dari berbagai sumber maka data-data yang masuk keperusahaan harus

dikelola dengan baik, pengolahan data atau informasi ini bisa dilihat dari

arti luas dan sempit.

Manajemen data dalam arti sempit menyatakan bahwa perusahaan

dianggap sudah mengelola data/informasi dengan baik bila sudah

menggunakan atau menerapkan DBMS (Database Management System).

Manajemen data dalam arti luas menyatakan bahwa perusahaan dianggap

sudah mengelola data/informasi dengan baik bila sudah menggunakan

atau menerapkan IRM (Information Resource Management) yang

komponennya meliputi hardware, software, brainware, prosedur,

database dan jaringan telekomunikasi.

Page 17: BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN …elib.unikom.ac.id/files/disk1/533/jbptunikompp-gdl-wahyononim... · Touch Screen digunakan untuk memilih sesuatu yang ada dilayar

BAB II Kajian Pustaka, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis 31

2.1.4.2 Elemen – Elemen Pengembangan Business Intelligence System

Berikut ini merupakan elemen-elemen pengembang Business Intellligence

System adalah:

2.1.4.2.1 Data Warehouse

Data warehouse diwajibkan untuk mengekstrak informasi untuk pengambilan

keputusan. Informasi ini diringkas dan digunakan untuk mengembangkan seluruh

hirarki perusahaan dan keputusan dukungan matriks. Pemangku kepentingan dapat

menggunakan informasi ini agar dapat melihat, dan bagaimana mereka ingin

melihatnya (misalnya, oleh waktu atau lokasi geografis). Sebagai bagian dari analisis,

model mencakup inventarisasi sumber data yang mendasari yang dibutuhkan untuk

mendukung kebutuhan informasi, kualitas data, penilaian dari sumber data dan

latihan volumetrik (diperlukan untuk ukuran awal dan pertumbuhan yang diharapkan

satu gudang data).

Data warehouse merupakan tempat penyimpanan untuk ringkasan dari data

historis yang diambil dari basis-basis data yang tersebar di suatu organisasi. Data

warehouse mengumpulkan semua data perusahaan dalam satu tempat agar dapat

diperoleh pandangan yang lebih baik dari suatu proses bisnis/kerja dan meningkatkan

kinerja organisasi.

Tujuan utama dari pembuatan data warehouse adalah untuk menyatukan data

yang beragam ke dalam sebuah tempat penyimpanan dimana pengguna dapat dengan

mudah menjalankan query (pencarian data), menghasilkan laporan, dan melakukan

Page 18: BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN …elib.unikom.ac.id/files/disk1/533/jbptunikompp-gdl-wahyononim... · Touch Screen digunakan untuk memilih sesuatu yang ada dilayar

BAB II Kajian Pustaka, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis 32

analisis. Salah satu keuntungan yang diperoleh dari keberadaan data warehouse

adalah dapat meningkatkan efektifitas pembuatan keputusan.

Adapun karakteristik data warehouse adalah:

1. Subject oriented atau berorientasi pada subyek.

Sebuah data warehouse dikatakan berorientasi pada subyek karena data

disusun sedemikian rupa sehingga semua elemen data yang terkait dengan

event/objek yang sama dihubungkan.

2. Time-variant, artinya bahwa perubahan data ditelusuri dan dicatat sehingga

laporan dapat dibuat dengan menunjukkan waktu perubahannya.

3. Non volatile, artinya bahwa data yang telah disimpan tidak dapat berubah.

Sekali committed, data tidak pernah ditimpa/dihapus. Data akan bersifat static,

hanya dapat dibaca dan disimpan untuk kebutuhan pelaporan.

4. Integrated, artinya data warehouse akan mencakup semua data operasional

organisasi yang disimpan secara konsisten.

Ke-empat karakteristik di atas saling terkait dan kesemuanya harus diterapkan

agar suatu data warehouse bisa efektif memiliki data untuk mendukung pengambilan

keputusan. Implementasi ke-empat karakteristik ini membutuhkan struktur data dari

data warehouse yang berbeda dengan database sistem operasional biasa.

Fungsi utama dari data warehouse adalah:

1. Pengambilan dan pengumpulan data (termasuk data dari luar organisasi yang

dibutuhkan).

Page 19: BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN …elib.unikom.ac.id/files/disk1/533/jbptunikompp-gdl-wahyononim... · Touch Screen digunakan untuk memilih sesuatu yang ada dilayar

BAB II Kajian Pustaka, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis 33

2. Mempersiapkan data (transforming), seperti membersihkan dan

mengintegrasikan data.

3. Penyimpanan data (loading).

4. Penyediaan data untuk analisis (query & reporting).

Secara garis besar, kedudukan data warehouse di penerapan Business

Intelligence System dapat dilihat pada gambar 2.1. Bahwa penyusunan suatu data

warehouse yang lengkap, integratif serta terhubung dengan semua data operasional

merupakan modal pokok dikembangkannya Business Intelligence System di suatu

organisasi.

Beberapa bagian penting dalam data warehouse adalah:

1. Data mart, yang merupakan bagian dari data warehouse yang mendukung

kebutuhan dari suatu fungsi bisnis atau departemen tertentu. Data mart dapat

berdiri sendiri atau terhubung ke data warehouse yang telah ada. Ada

beberapa karakteristik dari data mart yang membedakannya dengan data

warehouse adalah:

a. Data mart hanya berfokus pada satu kebutuhan pengguna dengan satu

departemen atau fungsi bisnis.

b. Data mart tidak secara normal berisi data operasional terperinci.

c. Data mart berisi lebih sedikit data dari yang ada dalam data warehouse,

lebih mudah dimengerti dan dipahami.

2. Kubus data (cube), adalah unit pemrosesan data yang terdiri dari tabel fakta

dan dimensi dalam suatu data warehouse.

Page 20: BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN …elib.unikom.ac.id/files/disk1/533/jbptunikompp-gdl-wahyononim... · Touch Screen digunakan untuk memilih sesuatu yang ada dilayar

BAB II Kajian Pustaka, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis 34

3. Aggregation, adalah hitungan awal dari data numerik. Dengan menghitung

dan menyimpan jawaban dari query yang sebelumnya telah dibuat, waktu

proses query dapat lebih cepat. Dengan adanya agregasi, data yang jumlahnya

ribuan atau bahkan ratusan ribu dalam suatu basis data multidimensi dapat

dicari dengan mudah dan tidak memakan banyak waktu. Agregasi ini

merupakan pondasi dari pembentukan kubus data, karena mengorganisir

kumpulan data kedalam struktur data basis data multidimensi sehingga

menghasilkan respon time yang cepat.

Han, Jiawei & Kember, Micheline. 2001

Gambar 2.1 Penerapan Data Warehouse

2.1.4.2.2 Data Mining

Data mining seringkali diartikan dengan menulis banyak laporan dan query.

Namun pada kenyataannya kegiatan data mining tidak melakukan pembuatan laporan

dan query sama sekali. Data mining dilakukan dengan tool khusus, yang

mengeksekusi operasi data yang telah didefinisikan berdasarkan model analisis. Data

Page 21: BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN …elib.unikom.ac.id/files/disk1/533/jbptunikompp-gdl-wahyononim... · Touch Screen digunakan untuk memilih sesuatu yang ada dilayar

BAB II Kajian Pustaka, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis 35

mining adalah ekstraksi informasi atau pola yang penting atau menarik dari data yang

berada pada basis data yang besar yang selama ini tidak diketahui tetapi mempunyai

potensi informasi yang bermanfaat.

Konsep data mining muncul dikarenakan timbulnya data explosion akibat dari

penumpukan data oleh sistem pengolahan basis data terpadu di suatu organisasi.

Proses data mining menggunakan berbagai perangkat analisis data untuk menemukan

pola dan hubungan dalam data yang mungkin dapat digunakan untuk membuat

prediksi yang valid. Data mining menganalisis data untuk menemukan informasi

yang tersembunyi pada sejumlah besar data yang disimpan.

Hasil dari operasi data mining berupa tabel-tabel dan file-file yang berisi

data analisis yang dapat diakses dengan query dan reporting tools. Terdapat empat

operasi umum data mining adalah:

1. Predictive and classification modeling, yang biasa digunakan untuk

memperkirakan suatu kejadian khusus. Diasumsikan bahwa seorang analis

mempunyai pertanyaan khusus untuk ditanyakan.

2. Link analysis, yang digunakan untuk mencari hubungan antara record-record

pada basis data.

3. Database segmentation, yang digunakan untuk mengelompokkan record-

record yang berhubungan ke dalam segmen-segmen. Pengelompokkan ini

merupakan langkah pertama dari pemilihan data, sebelum operasi data mining

lainnya dilakukan.

Page 22: BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN …elib.unikom.ac.id/files/disk1/533/jbptunikompp-gdl-wahyononim... · Touch Screen digunakan untuk memilih sesuatu yang ada dilayar

BAB II Kajian Pustaka, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis 36

4. Deviation detection, yang digunakan untuk mencari record-record yang

dipandang tidak normal dan memberikan alasan untuk anomali tersebut.

2.1.4.2.3 OLAP (Online Analytical Processing)

OLAP merupakan proses komputer yang memungkinkan pengguna dapat

dengan mudah dan selektif memilih dan melihat data dari sudut pandang yang

berbeda-beda. Data pada OLAP disimpan dalam basis data multidimensi. Jika pada

basis data relasional terdiri dari dua dimensi, maka pada basis data multidimensi

terdiri dari banyak dimensi yang dapat dipisahkan oleh OLAP menjadi beberapa sub

atribut.

OLAP dapat digunakan untuk data mining atau menemukan hubungan antara

suatu item yang belum ditemukan. Pada basis data OLAP tidak perlu memiliki

ukuran besar seperti data warehouse, karena tidak semua transaksi membutuhkan

analisis tren. Dengan menggunakan Open Database Connectivity (ODBC), data dapat

diimpor dari basis data relasional menjadi suatu basis data multidimensi untuk OLAP.

Berdasarkan struktur basis datanya OLAP dibedakan menjadi 3 kategori

utama adalah:

1. Multidimensional Online Analytical Processing (MOLAP)

Multidimensional Online Analytical Processing (MOLAP) adalah OLAP yang

secara langsung mengarah pada basis data multidimensi. MOLAP memproses

data yang telah disimpan dalam array multidimensional di mana semua

kombinasi data yang mungkin dicerminkan, masing-masing di dalam suatu sel

yang dapat diakses secara langsung.

Page 23: BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN …elib.unikom.ac.id/files/disk1/533/jbptunikompp-gdl-wahyononim... · Touch Screen digunakan untuk memilih sesuatu yang ada dilayar

BAB II Kajian Pustaka, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis 37

2. Relational Online Analytical Processing (ROLAP)

Relational Online Analytical Processing (ROLAP) adalah suatu format

pengolahan OLAP yang melakukan analisis data secara dinamis yang

disimpan dalam basis data relasional bukan pada basis data multidimensi.

ROLAP merupakan bentuk teknologi dari OLAP yang paling berkembang.

3. Hybrid Online Analytical Processing (HOLAP)

Hybrid Online Analytical Processing (HOLAP) merupakan kombinasi antara

ROLAP dengan MOLAP. HOLAP dikembangkan untuk mengkombinasikan

antara kapasitas data pada ROLAP yang besar dengan kemampuan proses

pada MOLAP.

OLAP merupakan kunci dari BIS, yang digunakan untuk menganalisisis data

dan informasi yang pada akhirnya akan menjadi dasar basis Decision Support System

(DSS) dan Expert Infotmation System (EIS). Sedangkan yang dimaksud dengan

Decision Support Systems (DSS) merupakan sistem informasi yang menggunakan

model keputusan dan basis data untuk membantu proses pengambilan keputusan pada

level manajerial. Adapun Executive Information Systems (EIS) adalah sistem

informasi strategis bagi manajemen atas (eksekutif) yang menyediakan akses yang

cepat untuk informasi selektif faktor-faktor kunci terkait implementasi strategi

organisasi.

Page 24: BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN …elib.unikom.ac.id/files/disk1/533/jbptunikompp-gdl-wahyononim... · Touch Screen digunakan untuk memilih sesuatu yang ada dilayar

BAB II Kajian Pustaka, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis 38

Secara garis besar, kedudukan OLAP dalam penerapan BIS sebagai berikut:

Han, Jiawei & Kember, Micheline. 2001

Gambar 2.2 Kedudukan OLAP Dalam BIS

2.1.4.3 Manfaat Business Intelligence System

Berikut ini merupakan manfaat penerapan Business Intelligence System

adalah:

1. Meningkatkan nilai data dan informasi organisasi

Melalui pembangunan Business Intelligence System, maka seluruh data dan

informasi dapat diintegrasikan sedemikian rupa sehingga menghasilkan dasar

pengambilan keputusan yang lengkap. Informasi-informasi yang dulunya

tidak dicakupkan sebagai salah satu faktor pengambilan keputusan (terisolasi)

dapat dengan mudah dilakukan „connect and combine‟ dengan menggunakan

Business Intelligence System. Data dan informasi yang dihasilkan pun juga

menjadi lebih mudah diakses dan lebih mudah untuk dimengerti (friendly-

users infos).

Page 25: BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN …elib.unikom.ac.id/files/disk1/533/jbptunikompp-gdl-wahyononim... · Touch Screen digunakan untuk memilih sesuatu yang ada dilayar

BAB II Kajian Pustaka, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis 39

2. Memudahkan pemantauan kinerja organisasi

Dalam mengukur kinerja suatu organisasi seringkali dipergunakan ukuran

yang disebut Key Performance Indicator (KPI). KPI tidak melulu diukur

dengan satuan uang, namun dapat juga berdasarkan kecepatan pelaksanaan

suatu layanan. Business Intelligence System dapat dengan mudah

menunjukkan capaian KPI suatu organisasi dengan mudah, cepat dan tepat.

Dengan demikian akan memudahkan pihak-pihak yang terlibat dalam

pengambilan keputusan untuk menentukan langkah-langkah antisipasi yang

diperlukan.

3. Meningkatkan nilai investasi TI yang sudah ada

Business Intelligence System tidak perlu/harus mengubah atau menggantikan

sistem informasi yang sudah digunakan sebelumnya. Sebaliknya, Business

Intelligence System hanya menambahkan layanan pada sistem-sistem tersebut

sehingga data dan informasi yang sudah ada dapat menghasilkan informasi

yang komprehensif dan memiliki kegunaan yang lebih baik.

4. Menciptakan pegawai yang memiliki akses informasi yang baik (well-

informed workers)

Dalam melaksanakan pekerjaannya sehari-hari, seluruh level dari suatu

organisasi (mulai dari pegawai/bawahan sampai dengan pimpinan) selalu

berkaitan dan/atau membutuhkan akses data dan informasi. Business

Intelligence System mempermudah seluruh level pegawai dalam mengakses

data dan informasi yang diperlukan sehingga membantu membuat suatu

Page 26: BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN …elib.unikom.ac.id/files/disk1/533/jbptunikompp-gdl-wahyononim... · Touch Screen digunakan untuk memilih sesuatu yang ada dilayar

BAB II Kajian Pustaka, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis 40

keputusan. Jika kondisi seperti ini tercapai, maka misi dan strategi organisasi

yang sudah ditetapkan dapat dengan lebih mudah terlaksana serta terpantau

tingkat pencapaiannya.

5. Meningkatkan efisiensi biaya

Business Intelligence System dapat meningkatkan efisiensi biaya karena

mempermudah seseorang dalam melakukan pekerjaan seperti hemat waktu

dan mudah pemanfaatannya. Waktu yang dibutuhkan untuk mencari data dan

mendapatkan informasi yang dibutuhkan menjadi semakin singkat dan cara

untuk mendapatkannya pun tidak memerlukan pengetahuan (training) yang

rumit. Dengan demikian training-training yang biasanya sering dilakukan

dengan biaya yang cukup besar, dapat dihemat sedimikian rupa.

2.1.4.4 Faktor-Faktor Kunci Sukses

Berikut beberapa faktor yang menjadi kunci sukses dalam pengembangan

Business Intelligence System adalah:

1. Dukungan dan komitmen berkelanjutan dari pimpinan organisasi terhadap

proyek Business Intelligence System, karena proyek Business Intelligence

System bukan merupakan aktivitas yang bersifat one-stop shopping.

2. Perencanaan harus matang, tujuan pengembangan Business Intelligence

System yang realistis dan terdefinisi dengan jelas.

3. Memperoleh dukungan penuh dan antusiasme dari user-nya dan tidak hanya

mengandalkan tenaga outsourcing semata.

Page 27: BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN …elib.unikom.ac.id/files/disk1/533/jbptunikompp-gdl-wahyononim... · Touch Screen digunakan untuk memilih sesuatu yang ada dilayar

BAB II Kajian Pustaka, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis 41

4. Tahap ETL (Extract, Transfer, Load) merupakan pekerjaan yang paling

membutuhkan tenaga dan waktu yang banyak sehingga pengembangan

Business Intelligence System harus memperhatikan tahapan ini. Kelemahan

pada tahapan ini akan mempengaruhi keberhasilan penerapan Business

Intelligence System secara keseluruhan.

5. Utamakan arsitektur informasi terlebih dahulu, baru kemudian memilih

teknologi dan alat Business Intelligence System yang akan digunakan.

Arsitektur tersebut harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi

organisasi yang bersangkutan.

6. Menggunakan teknologi yang tepat guna bagi users dan mudah dalam

penggunaannya. Tidak harus menggunakan teknologi yang canggih namun

justru mempersulit penggunanya.

7. Membentuk Manajemen Proyek yang benar-benar berorientasi pada users.

8. Menentukan cakupan data yang jelas karena tidak semua data harus terhubung

dengan Business Intelligence System.

2.1.5 Pengertian Informasi

Berikut ini merupakan definisi mengenai informasi menurut para ahli adalah:

Menurut Azhar Susanto (2008:38) mendefinisikan bahwa:

“Informasi adalah hasil dari pengolahan data yang memberikan arti dan

manfaat”.

Page 28: BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN …elib.unikom.ac.id/files/disk1/533/jbptunikompp-gdl-wahyononim... · Touch Screen digunakan untuk memilih sesuatu yang ada dilayar

BAB II Kajian Pustaka, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis 42

Menurut Tata Sutabri (2004:6) mendefinisikan bahwa:

“Informasi adalah data yang berguna yang diolah sehingga dapat dijadikan

dasar untuk mengambil keputusan yang tepat”.

Dari definisi-definisi informasi diatas, dapat diambil disimpulkan bahwa

informasi merupakan hasil dari pengolahan data yang dapat memberikan arti dan

manfaat sehingga dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan yang tepat.

2.1.6 Pengertian Kualitas Informasi

Berikut ini merupakan definisi mengenai kualitas informasi menurut para ahli

adalah:

Menurut Mc Leod yang diterjemahkan oleh Azhar Ausanto (2008:38)

mengatakan suatu informasi yang berkualitas harus memiliki ciri-ciri:

Akurat artinya informasi harus mencerminkan keadaan yang sebenarnya.

Tepat waktu artinya informasi itu harus tersedia atau ada pada saat

informasi tersebut diperlukan, tidak besok atau tidak beberapa jam lagi.

Relevan artinya informasi yang diberikan harus sesuai dengan yang

dibutuhkan.

Lengkap artinya informasi harus diberikan secara lengkap.

Menurut Gelinas yang diterjemahkan oleh Azhar Ausanto (2008:39)

mengatakan suatu informasi yang berkualitas harus memiliki ciri-ciri:

Efektifitas artinya informasi harus sesuai dan secara lengkap mendukung

kebutuhan pemakai dalam mendukung proses bisnis dan tugas pengguna

serta disajikan dalam waktu dan format yang tepat, konsisten dengan

format sebelumnya sehingga mudah dimengerti.

Page 29: BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN …elib.unikom.ac.id/files/disk1/533/jbptunikompp-gdl-wahyononim... · Touch Screen digunakan untuk memilih sesuatu yang ada dilayar

BAB II Kajian Pustaka, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis 43

Efesiensi artinya informasi dihasilkan melalui penggunaan sumber daya

yang optimal.

Confidensial artinya informasi sensitif terlindungi dari pihak yang tidak

berwenang.

Integritas artinya informasi yang dihasilkan harus merupakan hasil

pengolahan data yang terpadu dan aturan yang berlaku.

Ketersediaan artinya informasi yang diperlukan harus selalu tersedia

kapanpun saat diperlukan.

Kepatuhan artinya informasi yang dihasilkan harus patuh terhadap

undang-undang atau peraturan pemerintah serta memiliki tanggung jawab

baik terhadap pihak internal maupun eksternal organisasi perusahaan.

Kebenaran artinya informasi telah disajikan oleh sistem informasi dengan

benar dan dapat dipercaya sehingga dapat digunakan oleh manajemen

untuk mengoprasikan perusahaan.

Dari definisi-definisi kualitas informasi diatas, dapat disimpulkan bahwa

kualitas informasi merupakan suatu kata yang dapat menggambarkan bahwa

informasi tersebut sudah memenuhi karakter seperti akurat, tepat waktu, relevan dan

lengkap yang dapat digunakan baik bagi pihak internal maupun eksternal organisasi

perusahaan sebagai bahan pengambilan keputusan.

2.1.7 Hubungan Penerapan Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak

Dengan Pendekatan Business Intelligence System Terhadap Kualitas

Informasi

Menurut Ales Popovic, Jurij Jaklic (2010) mengemukakan bahwa:

“Business Intelligence Systems maturity positively impacts information

quality”.

Page 30: BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN …elib.unikom.ac.id/files/disk1/533/jbptunikompp-gdl-wahyononim... · Touch Screen digunakan untuk memilih sesuatu yang ada dilayar

BAB II Kajian Pustaka, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis 44

Menurut Aleš Popovič, Tomaž Turk, Jurij Jaklič (2010) mengemukakan

bahwa:

“A higher level of Business Intelligence System maturity will likely lead to

higher information quality”.

Menurut Jurij Jaklic, Pedro Simoes Coelho, Ales Popovic (2009)

mengemukakan bahwa:

“Business Intelligence Systems maturity has positive impact on

information content quality and information media quality”.

Menurut Adela Bara, Iuliana Botha, Vlad Diaconita, Ion Lungu, Anda

Velicanu, Manole Velicanu (2009) mengemukakan bahwa:

“Business Intelligence Systems have a powerful impact on strategic

decisions from information quality”.

2.2 Kerangka Pemikiran

Teknologi informasi sudah menjadi suatu kebutuhan dan sangat diperlukan

untuk mempermudah dan menunjang aktivitas organisasi, hal ini didukung oleh

semakin berkembangnya program aplikasi atau perangkat lunak (software). Dimana

hal ini menunjukan bahwa program aplikasi sangat penting bagi suatu instansi,

organisasi atau perusahaan. Teknologi informasi sebagai bagian dalam sistem

informasi digunakan untuk memperlancar business process suatu intansi, organisasi,

atau perusahaan dimana data diolah menjadi suatu informasi yang berkualitas yang

digunakan user dalam pengambilan keputusan. Sistem informasi merupakan dasar

Page 31: BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN …elib.unikom.ac.id/files/disk1/533/jbptunikompp-gdl-wahyononim... · Touch Screen digunakan untuk memilih sesuatu yang ada dilayar

BAB II Kajian Pustaka, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis 45

dalam pelaksanaan kebijakan business process yang dijalankan organisasi untuk

dapat menghasilkan suatu informasi yang akurat, tepat waktu, relevan dan lengkap.

Pada instansi pemerintahan seperti Direktorat Jenderal Pajak dengan adanya

modernisasi administrasi perpajakan khususnya pada aspek teknologi informasi,

menjadikan teknologi informasi Direktorat Jenderal Pajak terus mengalami

perkembangan/penyempurnaan dari waktu kewaktu, tidak terkecuali Sistem

Informasi Direktorat Jenderal Pajak. Hal tersebut dilakukan guna memberikan

pelayanan terbaik bagi Wajib Pajak maupun pegawai Direktorat Jenderal Pajak itu

sendiri.

Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak merupakan suatu sistem informasi

dalam administrasi perpajakan di lingkungan kantor modern Direktorat Jenderal

Pajak dengan menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang dihubungkan

dengan suatu jaringan kerja di kantor pusat. Tujuan utama dibentuknya sistem

informasi Direktorat Jenderal Pajak ini terutama adalah diharapkan dapat

menghasilkan profile Wajib Pajak yang bisa menjadi alat pendukung terciptanya data

Wajib Pajak yang akurat dengan mengerahkan partisipasi berbagai pihak dalam

melakukan monitoring terhadap data Wajib Pajak, dan menciptakan pegawai pajak

yang memiliki akses informasi yang baik.

Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak Dengan Pendekatan Business

Intelligence System sudah diterapkan di Direktorat Jenderal Pajak seperti adanya e-

Reg yaitu sistem pendaftaran Wajib Pajak (memperoleh NPWP) secara on-line, e-

Page 32: BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN …elib.unikom.ac.id/files/disk1/533/jbptunikompp-gdl-wahyononim... · Touch Screen digunakan untuk memilih sesuatu yang ada dilayar

BAB II Kajian Pustaka, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis 46

Filing yaitu sistem menyampaikan Surat Pemberitahuan Pajak secara on-line dan

program aplikasi e-SPT yang merupakan sarana bagi Wajib Pajak untuk dapat

menyampaikan SPT melalui media elektronik, serta Modul Penerimaan Negara yang

berfungsi untuk memonitor dan mengawasi penerimaan pajak secara on-line. Selain

itu juga tersedia situs internet Dirjen Pajak (http://www.pajak.go.id) yang memuat

peraturan perpajakan dan informasi perpajakan yang dapat diakses oleh Wajib Pajak.

Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak Dengan Pendekatan Business

Intelligence System ditunjukkan melalui adanya aplikasi profil Wajib Pajak dan

manajemen kasus. Pembentukan profil melalui integrasi data yang terkumpul dari

berbagai sumber dari berbagai daerah mengenai Wajib Pajak dapat membentuk profil

yang lebih komprehensif dan bermakna dibanding sistem sebelumnya. Manajemen

kasus, dapat menghasilkan (a) Standarisasi proses pengerjaan atau penanganan suatu

kasus; (b) Standarisasi dokumen keluaran/produk hukum; (c) Sebagai panduan bagi

user dalam menangani suatu kasus; (d) Memberikan notifikasi bila ada kasus yang

harus dikerjakan; dan (e) Menyediakan kontrol dan pengawasan terhadap pengerjaan

suatu kasus.

Direktorat Jenderal Pajak sendiri berupaya menyusun Sistem Informasi

Direktorat Jenderal Pajak dengan sebaik mungkin untuk memberikan pelayanan

terbaik bagi Wajib Pajak maupun pegawai Direktorat Jenderal Pajak itu sendiri.

Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak Dengan Pendekatan Business Intelligence

System, berbasis kecerdasan disini masih dalam skala menengah belum menuju

Page 33: BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN …elib.unikom.ac.id/files/disk1/533/jbptunikompp-gdl-wahyononim... · Touch Screen digunakan untuk memilih sesuatu yang ada dilayar

BAB II Kajian Pustaka, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis 47

kedewasaan, sehingga masih membutuhkan suatu kajian yang lebih mendalam guna

menghasilkan suatu sistem informasi yang lebih baik.

Business Intelligence System merupakan sistem informasi akuntansi berbasis

intelligence yang mengacu pada komputer berbasis-teknik yang digunakan dalam

menganalisis data bisnis. Sedangkan pada Direktorat Jenderal Pajak Sistem Informasi

Direktorat Jenderal Pajak Dengan Pendekatan Business Intelligence System, dimana

Business Intelligence System merupakan suatu sistem informasi berbasis kecerdasan.

Basis kecerdasan yang dimaksud adalah kecerdasan manusia dan teknologi yang

dibangun dalam sistem tersebut. Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak sudah

mengadop sistem berbasis kecerdasan tersebut, Business Intelligence System

maksudnya adalah sistem operasi bisnis suatu instansi/perusahaan yang berbasis

kecerdasan, baik kecerdasan dari pihak pengembang sistem informasi tersebut

maupun output informasi yang dihasilkan.

Business Intelligence System, meskipun kadang-kadang digunakan sebagai

sinonim untuk sistem pendukung keputusan, mewakili sebuah konsep teknologi yang

lebih luas, termasuk manajemen pengetahuan, data mining, dan lain-lain. Solusi

Business Intelligence System terdiri dari query dan pelaporan, OLAP, analisis

statistik, peramalan dan alat data mining. Secara arsitektur, Business Intelligence

System dapat dibagi menjadi dua bagian: a) data pergudangan dan b) akses ke data,

pelaporan analisis data, dan pengiriman.

Page 34: BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN …elib.unikom.ac.id/files/disk1/533/jbptunikompp-gdl-wahyononim... · Touch Screen digunakan untuk memilih sesuatu yang ada dilayar

BAB II Kajian Pustaka, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis 48

Perbedaan utama antara dukungan informasi tradisional (misalnya sistem

pendukung keputusan, sistem informasi eksekutif, dan lain-lain) dan Business

Intelligence System adalah bahwa dukungan informasi tradisional lebih berorientasi

aplikasi. Sedangkan teknologi yang digunakan dalam Business Intelligence System

(misalnya dashboard, antarmuka grafis, KPI, drill-down, penyaringan, dan lain-lain)

sebelumnya telah digunakan dalam sistem informasi eksekutif; namun, data

organisasi tersebar di seluruh sumber data yang berbeda sering terhubung ke solusi

pendukung keputusan tunggal.

Implementasi Business Intelligence System pada organisasi akan memberikan

implikasi kepada pencapaian tujuan perusahaan yaitu menyediakan informasi yang

berkualitas bagi user. Ales Popovic (2010) memberikan kajian melalui hasil

penelitiannya bahwa The purpose of Business Intelligence Systems is to let managers

get continuous, current information about their business and use this information to

make better decisions and move rapidly in response to changes. This study suggests

Business Intelligence Systems maturity positively impacts information quality.

More precisely, results reveal that a higher level of Business Intelligence

System maturity has a significant positive impact on both segments of information

quality, namely information content quality and information media quality, as they

were conceptualized in our model.

Ditambahkan bahwa hasil penelitian Ales Popovic (2010) memberikan

indikasi pengaruh tersebut yaitu From our finding from conducted case studies

Page 35: BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN …elib.unikom.ac.id/files/disk1/533/jbptunikompp-gdl-wahyononim... · Touch Screen digunakan untuk memilih sesuatu yang ada dilayar

BAB II Kajian Pustaka, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis 49

providing that a higher level of Business Intelligence System maturity will likely lead

to higher information quality, we then analyze variables measuring different aspects

of information quality by adopting previously researched and tested criteria provided

by Eppler (2003).

Juric Jaklic (2009) menegaskan The results indicate the relative importance of

these dimensions regarding Business Intelligence Systems maturity. According to this

study both dimensions are important, yet analytics have considerably higher

importance than data integration. This could be explained with data integration

being a prerequisite for Business Intelligence Systems.

This study finds that higher level of Business Intelligence Systems maturity

has positive impact on information content quality and information media quality, as

they were conceptualized in our model. Content quality relates to the actual

information itself; to its relevance and soundness. Media quality stresses the channel

by management of that information and whether the delivery process and

infrastructure are of adequate quality.

Ditegaskan oleh Adela Bara (2009) Business Intelligence Systems have a

powerful impact on strategic decisions from information quality to reduce the time

for making decisions and thus these systems must have the ability to allow managers

to view data in different perspective, to drill-down and roll-up to aggregate levels, to

na-vigate and on-line query data sets in order to discover new factors that affect

business process and also to anticipate and forecast changes inside and outside the

organization.

Page 36: BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN …elib.unikom.ac.id/files/disk1/533/jbptunikompp-gdl-wahyononim... · Touch Screen digunakan untuk memilih sesuatu yang ada dilayar

BAB II Kajian Pustaka, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis 50

Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wilayah Kota Bandung dengan adanya

Penerapan Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak Dengan Pendekatan Business

Intelligence System diharapkan dapat menghasilkan suatu informasi yang akurat,

tepat waktu, relevan dan lengkap. Dimana informasi yang berkualitas yang dihasilkan

dari Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak Dengan Pendekatan Business

Intelligence System ini digunakan oleh Kantor Pelayanan Pajak yang bersangkutan,

Kantor Wilayah, Kantor Pusat, Departemen Keuangan, Badan Pemeriksa Keuangan

serta Wajib Pajak. Bagi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wilayah Kota Bandung,

informasi ini digunakan untuk Account Representative sebagai data dalam (a)

menyusun profil Wajib Pajak; (b) mengadministrasikan profil Wajib Pajak; (c)

penyelesaian permohonan Wajib Pajak; (d) monitoring Wajib Pajak; dan (d)

pengawasan kepada Wajib Pajak.

Page 37: BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN …elib.unikom.ac.id/files/disk1/533/jbptunikompp-gdl-wahyononim... · Touch Screen digunakan untuk memilih sesuatu yang ada dilayar

BAB II Kajian Pustaka, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis 51

Berdasarkan uraian kerangka pemikiran di atas, maka dapat digambarkan

bagan kerangka pemikiran sebagai berikut:

Gambar 2.3

Bagan Kerangka Pemikiran

SIDJP

(X)

Business

Intelligence System

(BIS)

Kualitas Informasi

(Y)

PENERAPAN SISTEM INFORMASI DIREKTORAT JENDERAL PAJAK

DENGAN PENDEKATAN BUSINESS INTELLIGENCE SYSTEM

BERPENGARUH TERHADAP KUALITAS INFORMASI

Hardware

Software

Brainware

Prosedur

Teknologi Jaringan

Telekomunikasi

Database

Data Warehouse Data Mining OLAP (Online

Analytical Processing) Manfaat Business

Intelligence System

Akurat

Tepat waktu

Relevan

Lengkap

1. Business Intelligence Systems maturity

positively impacts information quality.

Ales Popovic (2010)

2. A higher level of Business Intelligence

System maturity will likely lead to

higher information quality. Ales

Popovic (2010)

3. Business Intelligence Systems maturity

has positive impact on information

content quality and information media

quality. Juric Jaklic (2009)

4. Business Intelligence Systems have a

powerful impact on strategic decisions

from information quality. Adela Bara

(2009)

5.

Aspek Teknologi

Informasi

Page 38: BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN …elib.unikom.ac.id/files/disk1/533/jbptunikompp-gdl-wahyononim... · Touch Screen digunakan untuk memilih sesuatu yang ada dilayar

BAB II Kajian Pustaka, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis 52

2.3 Hipotesis

Pengertian hipotesis menurut Sugiyono (2010:93) adalah:

“Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah

penelitian, oleh karena itu rumusan masalah penelitian biasanya disusun

dalam bentuk kalimat pertanyaan”.

Hipotesis penelitian dapat diartikan sebagai jawaban yang bersifat sementara

terhadap masalah penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul dan harus

diuji secara empiris. Berdasarkan uraian kerangka pemikiran diatas, maka yang dapat

disajikan oleh penulis adalah berhipotesis bahwa:

“PENERAPAN SISTEM INFORMASI DIREKTORAT JENDERAL PAJAK

DENGAN PENDEKATAN BUSINESS INTELLIGENCE SYSTEM

BERPENGARUH TERHADAP KUALITAS INFORMASI”.