askeb anak sehat campak

Download Askeb Anak Sehat Campak

Post on 09-Apr-2016

34 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

pembahasan tentang askeb anak sehat

TRANSCRIPT

  • ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI S USIA 9 BULAN

    DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI CAMPAK

    DI POLI ANAK RSUD BANGIL

    PASURUAN

    Disusun Oleh :

    FIRDAUSI NUZULA

    3.12.07.17.0.004

    PRODI DIII KEBIDANAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN

    UNIVERSITAS ISLAM MAJAPAHIT MOJOKERTO

    2014

  • BAB 1

    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang

    Penyakit yang disebabkan infeksi masih banyak terjadi dinegara berkembang termasuk

    Indonesia. Penyakit infeksi ini merupakan penyebab utama kematian berjuta-juta anak.

    Dewasa ini, keadaan dinegara yang sudah maju sangatlah berlainan, yaitu infeksi telah dapat

    ditekan serendah-rendahnya. Keberhasilan itu dapat dicapai antara lain dengan

    dilaksanakannya imunisasi, selain adanya perbaikan nilai sosial dan ekonomi inilah yang

    melatar belakangi perlunya dilakukan imunisasi.

    Di Indonesia, masih banyak sekali masyarakat yang menderita hepatitis,dikarenakan

    ketidak tahuan tentang imunisasi hepatitis semasa bayi. Vaksin hepatitis B diberikan dengan

    maksud untuk memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit hepatitis B.Untuk itu

    kesadaran para ibu sangat diperlukan sekali untuk mensukseskan program imunisasi dan

    untuk mengurangi penyebaran penyakit hepatitis.

    Asuhan Kebidanan ini ditulis dalam rangka turut menunjang tercapainya sasaran atau

    tujuan imunisasi. Dengan demikian diharapkan masyarakat akan lebih mengenal dan

    menyadari manfaat imunisasi bagi kesehatan dan kesejahteraan anak.

    (Wahab Samik, 2002)

    1.2 TUJUAN PENULISAN

    1.2.1 Tujuan Umum

    Penulis dapat menerapkan dan mengembangkan pola pikir secara ilmiah dalam

    memberikan asuhan kebidanan secara nyata mendapatkan pengetahuan dalam

    memecahkan masalah.

  • 1.2.2 Tujuan Khusus

    Tujuan khusus yang akan dicapai adalah mampu melakukan :

    1.2.2.1 Pengkajian dan penganalisa data pada klien.

    1.2.2.2 Merumuskan diagnosa kebidanan dan menentukan prioritas masalah pada klien.

    1.2.2.3 Menyusun rencanan kebidanan

    1.2.2.4 Melaksanakan tindakan kebidanan

    1.2.2.5 Evaluasi asuhan kebidanan.

    1.3 METODE PENULISAN

    Metode penulisan yang digunakan dalam proses penyusunan laporan ini adalah :

    1.3.1 Metode pendekatan deskriptif yaitu metode yang sifatnya menggunakan peristiwa dan

    gejala yang terjadi.

    1.3.2 Teknik pengumpulan data dan pengidentifikasian data melalui observasi, wawancara,

    pemeriksaan fisik, study dokumen dan studi kepustakaan.

    1.3.3 Sumber data primer dari klien dan data sekunder dari keluarga dan petugas kesehatan.

    1.4 LOKASI DAN WAKTU

    1.4.1 Lokasi

    Asuhan kebidanan ini disususn saat penulis melaksanakan praktek lapangan di RSUD

    Bangil Pasuruan.

    1.4.2 Waktu

    Penyusunan Kebidanan ini dilakukan pada tanggal 3-10-2014 sampai dengan 3-10-2014

    1.5 SITEMATIKA PENULISAN

    Sistematika penulisan laporan ini terdiri dari :

    LEMBAR JUDUL

    LEMBAR PENGESAHAN

    KATA PENGANTAR

    DAFATAR ISI

  • BAB 1 Pendahuluan meliputi latar belakang, tujuan penulisan, metode penulisan, lokasi

    dan waktu, serta sistematika penulisan.

    BAB II Landasan teori meliputi konsep dasar imunisasi CAMPAK

    BAB III Tinjauan kasus meliputi pengkajian data, diagnosa/ masalah, diagnosa potensial,

    tindakan segera, rencana tindakan dan rasional, pelaksanaan rencana tindakan dan

    evaluasi.

    BAB IV Pembahasan

    BAB V Penutup meliputi kesimpulan dan saran.

    DAFTA PUSTAKA

  • BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1 Konsep Imunisasi

    2.1.1 Pengertian

    Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif

    terhadap suatu antigen yang serupa tidak terjadi penyakit. (Ida, 2001 )

    Imunisasi adalah usaha memberikan kekebalan pada bayi dan anak dengan

    Memasukkanvaksin kedalam tubuh agar tubuh membuat zat anti bodi untuk mencegah

    terhadap penyakit tertentu. Vaksin adalah bahan yang dipakai untuk merangsang

    pembentukan zat anti yang dimasukkan kedalam tubuh melalui suntikan, seperti vaksin

    BCG,DPT,CAMPAK,HEBATITIS B, Dan yang melalui mulut seperti POLIO.

    (Hidayat, 2005)

    Imunisasi adalah pengimunisasian kekebalan terhadap penyakit .

    (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

    2.1.2 Tujuan Imunisasi

    Untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu pada seseorang dan penyakit tertentu pada

    sekelompok masyarakat (populasi) atau bahkan menghilangkan penyakit tertentu dari

    dunia seperti pada imunisasi cacar.

    2.1.3 Macam Kekebalan

    Dilihat dari cara timbulnya maka terdapat 2 jenis kekebalan :

    a. Kekebalan Pasif

    Adalah kekebalan yang diperoleh dari luar tubuh bukan dari oleh individu itu

    sendiri. Kekebalan pasif tidak berlangsung lama karena akan dimetabolisme oleh

    tubuh, waktu paruh 19 misalnya 28 hari.

    b. Kekebalan aktif

    Adalah kekebalan yang dibuat oleh tubuh sendiri karena terpajan pada antigen

    seperti pada imunisasi, atau terpajan secara alamia. Kekebalan aktif biasanya

    berlangsung lebih lama karena adanya memori imonologik.

  • 2.1.4 Tujuh Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Adanya Imunisasi :

    a. Polio Myelitis

    b. Campak

    c. Difteri

    d. Tetanus

    e. Pertusis

    f. TBC

    g. Hepatitis B

    2.1.5 Jenis Vaksin

    a. Vaksin Hidup

    Berasal dari bakteri atau virus hidup yang dilemahkan, bersifat stabil dan dapat

    mengalami kerusakan bila kena panas dan sinar. Vaksin hidup yang tersedia antara

    lain :

    1. Dari virus hidup : Campak, Gandongan, Rubella, Polio, Demam Kuning

    2. Vaksin dari bakteri : BCG, Demam Typoid Oral

    b. Vaksin Inactived

    Berasal dari bakteri, virus, atau komponen yang dibuat tidak aktif. Vaksin inaktif

    selalu membutuhkan dosis ganda. Pada umumnya dosis yang pertama tidak

    menghasilkan imun produktif baru timbul setelah dari kedua atau ketiga vaksin

    aktivated yang tersedia saat ini berasal dari :

    1. Seluruh sel virus inactived, contoh : Pertusis, Polio, Rabies, Hepatitis A

    2. Seluruh sel bakteri inactived, contoh : Pertusis, Typoid, Kolera, Influenza,

    Pertusis A Seluler, Typoid VI

    3. Polisakarida murni, contoh : Pneumakokus, Meningitis, Influenza Tipe B

    2.1.6 Bahan Bahan Membuat Vaksin

    a. Dari bibit penyakit yang sudah dilemahkan

    b. Dari bibit penyakkit hidup yang sudah dilemahkan

  • c. Ada yang dibuat dari racun ( toxoid ) yang dihasilkan oleh bakteri, kemudian

    diubah menjadi toxoid sehingga tidak berbahaya bagi anak

    d. Ada yang dibuat dari hasil bioteknologi rekayasa genetika

    2.1.7 Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Dan Kuantitas Vaksin :

    a. Cara pemberian vaksin

    b. Dosis vaksin

    c. Frekuensi pembahasan

    d. Jenis vaksin

    2.1.8 Jadwal Imunisasi Di Posyandu / Puskesmas

    No Jenis Vaksin Jumlah Vaksinasi Selang Waktu

    Pemberian

    Sasaran

    1 BCG 1 kali - Bayi 0-11 bulan

    2 DPT-Hb 3 kali (DPT-Hb

    1,2,3)

    4 minggu Bayi 2-11 bulan

    3 Polio 4 kali (Polio 1,2,3,4) 4 minggu Bayi 0-11 bulan

    4 Campak 1 kali - Anak 9-11 bulan

    2.2 Konsep Dasar Imunisasi CAMPAK

    2.2.1 Imunisasi Campak

    a. Pengertian

    Campak (measles) disebabkan oleh bibit penyakit berupa virus. Vaksin digunakan

    adalah vaksin hidup (yang telah dimatikan). Kemasan dalam placon berbentuk

    gumpalan yang beku dan kering untuk dilarutkan dalam 5 cc pelarut (aquabides).

    Potensi vaksin yang sudah dilarutkan akan cepat menurun, vaksin campak mudah rusak

    oleh panas, vaksin kering tidak akan rusak karena pembekuan.

    b. Indikasi

  • - Diberikan pada bayi usia 9 bulan

    - Profilaksis pasca paparan pada orang yang tidak di imunisasi.

    - Umur kurang dari 9 bulan tidak menghasilkan kekebalan yang baik karena

    gangguan dari antibody (kekebalan) yang dibawa sejak lahir, sewaktu bayi dalam

    kandungan.

    c. Cara pemberian

    - Diberikan secara subkutan, biasanya di lenghan kiri bagian atas dengan dosis 0,5 cc.

    - Jumlah suntikan 1 kali

    - Diberikan bersamaan dengan pemberian vaksin lain tetapi tidak dicampur dalam

    satu spuit dengan vaksin lain.

    d. Efek samping

    Panas dan kemerahan; Anak-anak mungkin panas selama 1-3 hari, setelah satu Minggu

    kadang-kadang disertai kemerahan seperti menderita campak ringan.

    Penyakit campak bisa sembuh sendiri, tapi sering terjadi komplikasi yang cukup berat

    dan berbahaya, antara lain:

    - Radang paru

    - Radang otak

    - Radang kandung kemih

    - Menurunkan keadaan gizi anak.

    2.3 Konsep Managemen Asuhan Kebidanan

    1. Pengkajian Data

    - Tanggal pengkajian : jam :

  • - Tempat pengkajian :

    a. Data Subyektif

    1. Biodata

    Nama : untuk memudahkan dalam memenggil dan menghindari

    kekeliruan

    Umur : untuk memastikan imunisasinya

    Agama : untuk memberikan dukungan dalam mendekatkan diri pada

    Allah SWT

    Jenis kelamin : untuk mengetahui jenis kelamin bayi

    Pendidikan ortu: untuk mwmberikan bimbingan sesuai dengan tingkat

    pendidikannya

    Alamat : untuk memudahkan dalam kunjungan rumah

    2. Keluhan utama

    Untuk menentukkan jenis imunisasi yang akan diberikan

    3. Riwayat Penyakit Bayi

    Bayi tidak pernah kurang gizi dalam derajat berat, penyakit gangguan kekebalan (

    defisiensi imun ) serta riwayat kejang demam.

    4. Riwayat Kesehatan Sekarang

    Bayi tidak demam > 38 oC

    5. Riwayat penyakit keluarga

    U