isu kesehatan ibu-anak dan musrenbangdes: pengalaman plan indonesia (mei 2011)

Post on 02-Feb-2016

19 Views

Category:

Documents

0 Downloads

Preview:

Click to see full reader

DESCRIPTION

GKIA100511Pengalaman Plan-Musrenbangdes_Mei 2011

TRANSCRIPT

Isu kesehatan ibu-anak dan

Musrenbangdes:

Pengalaman Plan Indonesia

Pertemuan koalisi I/NGO untuk KIA, 10 Mei 2011

Wahdini Hakim-Health Specialist

Agus Wibowo-Governance Specialist

© Plan

Alur presentasi

• Sekilas program terkait KIA di Plan Indonesia

• Rencana Pengembangan Posyandu (RPP),

kaitannya dengan Musrenbangdes-pengalaman

di lapangan

• Tantangan dan pembelajaran

• Bigger picture: Konteks penguatan ‘Governance’

di Plan Indonesia

© Plan

Pokja(nal) posyandu

POSYANDU

Plan

Mitra Pos PAUD

Orangtua/Pengasuh Anak usia dini (0-6 th)

Posyandu Improvement Plan

• Support sarpras

• Pelatihan kader

• Pelatihan nakes

ADVISORY BOARD /

CONSULTANT TEAM

Kelas Pengasuhan

(termasuk pos gizi)

Support Program tambahan Posyandu:

Mu

sre

nb

an

gd

es

Ob

jec

tive

3O

bje

cti

ve

2O

bje

cti

ve

1

CSD – Objective 1 (Orangtua/pengasuh), 2 (Posyandu), 3 (Pokjanal Posyandu)

Indonesia

© Plan

Kegiatan di lapangan…

© Plan

Posyandu assessment-partisipasi masyarakat-mendukung kegiatan posyandu

© Plan

Memfasilitasi Rencana Pengembangan Posyandu atau

Posyandu Improvement Plan-PIP

Proses Posyandu Improvement Plan-PIP

Road Journey: visualisasi sejarah suatu posyandu

Rich Picture : Visualisasi posyandu yang dinginkan

Output: Rencana Pengembangan Posyandu (RPP)

© Plan

Program tambahan melalui Posyandu untuk ibu dan anak usia dini:

Kelas pengasuhan (termasuk Pos gizi), ECD Centers

© Plan

Advokasi kebijakan salah satunya melalui penguatan komite

desa/pokja posyandu di tingkat desa

© Plan

Rencana Pengembangan Posyandu (RPP),

kaitannya dengan Musrenbangdes-pengalaman di

lapangan

APR - MEI - JUN JUL - AGT - SEP OKT - NOV - DES

Musrembangca

m

Musrembangkab

JAN - FEB - MAR

= Bulan melaksanakan pertemuan pokja posyandu desa

= Bulan menyiapkan QR-Internal Plan

Periode melakukan PIP

KALENDER PIP

Musrembangd

es

• Lebih detilPanduan RPP

• Peran penting Pokja Posyandu desa Permendagri no 54

© Plan

Pengalaman dari lapangan

• Plan bersama Pemda melakukan Musrenbang dengan menggunakan metode P3MD Plus untuk periode tahun 2012–2015hasilnya bisa dimasukkan dalam program desa.

• Hasil PIP dibawa ke musrenbangdes oleh Pokja Posyandu desa, yang anggotanya sebagian adalah perwakilan pemdes, toma-toga, yang diikutsertakan dalam musrenbangdes

• Beberapa hasil dari proses di atas:• Desa mengalokasikan ADD untuk mendukung beberapa hasil PIP,

misalnya berupa insentif kader

• Desa memfasilitasi kebutuhan rehab lokasi posyandu-kemitraan

dengan PNPM

• Desa mendukung melalui kebijakan mis. dalam bentuk Perdes

terkait Posyandu

© Plan

Tantangan dan pembelajaran

• Peran institusi semacam pokja posyandu di tingkat

desa menjadi penting untuk mengawal agar isu

terkait KIA-Posyandu siangkat di Musrenbangdes

• RPP semakin mendekatkan situasi dan konteks lokal

isu KIA-posyandu ke pembuatan kebijakan terdekat

yaitu pemerintahan desa

• Kegiatan musrenbangdes difasilitasi oleh fasilitator

dari pemda. Perlu ada upaya untuk memberikan

kapasitasi ke para fasilitator ini

© Plan

Konteks Penguatan Governance di Plan

Indonesia

• Sejak tahun 2002 Plan mengubah pendekatan

program menjadi right based approach.

• Program Plan diupayakan untuk terjadinya

transformasi dari “hubungan antara Plan dengan

masyarakat dampingan” menjadi “hubungan

antara negara (sebagai duty bearer) dengan

warga negara (sebagai right holder)”

© Plan

Plan dalam Konteks Right Based Approach

PLAN

Masyarakat

Dampingan

Masyarakat

Negara

Right Based &

Governance

Masyarakat

Transformasi

© Plan

Peran Lobi dan Advokasi

• Mengembangkan komitmen

duty bearer dalam

membuat kebijakan

regulasi, program dan

anggaran publik untuk

pemenuhan hak anak.

• Peningkatan kapasitas duty

bearer, terutama

pemegang otoritas, dalam

pemenuhan hak anak

melalui program dan

mekanisme pelayanan

publik.

Peran Cap. Build

• Mengembangkan

kesadaran masyarakat

tentang pemenuhan

hak anak dan hak

untuk berpartisipasi

dalam pembangunan.

• Peningkatan kapasitas

masyarakat, untuk

involve dalam

perencanaan an

pembuatan kebijakan

lainnya.

Peran Intermediary

• Penguatan institusi

dan mekanisme

partisipasi

masyarakat yang

transaparan dan

akuntabel.

• Fasilitasi interaksi

masyarakat dan

pemerintah dalam

perencanaan dan

pembuatan

kebijakan publik lain.

Pola Intervensi

Program

© Plan

Indikator Keberhasilan Transformasi

(sasaran advokasi)

• Ada rencana pembangunan yang memprioritaskan pemenuhan hak anak

• Contoh: peningkatan kapasitas posyandu dalam RPJM Desa

• Ada anggaran untuk program pemenuhan hak anak

• Contoh: adanya alokasi anggaran untuk kegiatan rutin Posyandu

• Ada institusi yang menjamin penghormatan, perlindungan dan pemenuhan Hak

Anak

• Contoh: adanya Posyandu sebagai institusi tumbuh kembang anak, ada

kader yang terlatih dan kompeten, dan aktif

• Ada sistem yang menjamin penghormatan, perlindungan dan pemenuhan Hak

Anak

• Contoh: sistem desa siaga yang mengatur peran dan pola relasi antar

institusi desa yang connect dengan skema layanan kesehatan daerah dalam

konteks KIA

• Ada regulasi yg menjamin pemenuhan Hak Anak

© Plan

Konteks Musrenbang

• Musrenbang merupakan kesempatan

masyarakat untuk berpartisipasi dan

mempengaruhi rencana pembangunan di desa

dan daerah agar “memprioritaskan pemenuhan

hak anak dalam rencana pembangunan”• RPJM Desa, RKP Desa dan RAPB Desa

• RPJMD, RKPD, dan RAPBD (termasuk Renstra dan Renja SKPD)

© Plan

Proses Perencanaan dan Penganggaran di Desa

Musyawarah

Dusun

Musyawarah

Desa

Musyawarah

BPD

Lokakarya

Desa

Musyawarah

Dusun

RPJM

Desa

Lokakarya

Desa

Musyawarah

Desa

RKP

Desa

Musrenbang.

Cam

Musrenbang

Kab.

Sidang

DPRD

RPTK

Forum

SKPD

Renja

SKPD

RKPD

KU APBD

PPA S

RAPBD

PERDA

APBD

Musyawarah

Anggaran

Musyawarah

BPD

Evaluasi

Pemda/Bupati

RAPB Desa

APB Desa

© Plan

Hal Strategis untuk Dilakukan

• Mempengaruhi indikator penentuan prioritas

perencanaan menjadi “pengentasan kemiskinan,

kesetaraan gender, dan pemenuhan hak anak” –

dilakukan melalui lobi ke Bapermasdes dan

PNPM.

• Memberikan peningkatan kapasitas kepada Tim

Fasilitator Musrenbang, agar menjadikan

indikator hak anak dalam proses perencanaan.

• Advokasi regulasi tentang Alokasi Dana Desa

(ADD) agar Desa alokasi anggaran untuk KIA.

© Plan

TERIMA KASIH

top related