1. konsep geologi

15
Konsep geologi (konsep dasar) Proses Penciptaan Alam Semesta Dalam Enam Masa Oleh: Dr. T. Djamaluddin ”Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya {27} Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya {28} dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang {29} Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya {30} Ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya {31} Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh {32} (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu {33}” (Q.S. An-Nazi’at: 27-33) Pembentukan alam semesta dalam enam masa, sebagaimana disebutkan Al- Qur’an atau kitab lainnya, sering menimbulkan permasalahan. Sebab, enam masa tersebut ditafsirkan berbeda-beda, mulai dari enam hari, enam periode, hingga enam tahapan. Oleh karena itu, pembahasan berikut mencoba menjelaskan maksud enam masa tersebut dari sudut pandang keilmuan, dengan mengacu pada beberapa ayat Al-Qur’an. Dari sejumlah ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan enam masa, Surat An-Nazi’at ayat 27-33 di atas tampaknya dapat menjelaskan tahapan enam masa secara kronologis. Urutan masa tersebut sesuai dengan urutan ayatnya, sehingga kira-kira dapat diuraikan sebagai berikut: Masa-I (ayat 27): penciptaan langit pertama kali Pada Masa I, alam semesta pertama kali terbentuk dari ledakan besar yang disebut ”big bang”, kira-kira 13.7 milyar tahun lalu. Bukti dari teori ini ialah gelombang mikrokosmik di angkasa dan juga dari meteorit. Awan debu (dukhan) yang terbentuk dari ledakan tersebut (gambar 1a), terdiri dari hidrogen. Hidrogen adalah unsur pertama yang terbentuk ketika dukhan berkondensasi sambil berputar dan memadat. Ketika temperatur dukhan mencapai 20 juta derajat celcius, terbentuklah helium dari reaksi inti sebagian atom hidrogen. Sebagian hidrogen yang lain berubah menjadi energi berupa pancaran sinar infra-red. Perubahan wujud hidrogen ini mengikuti persamaan E=mc 2 , besarnya energi yang dipancarkan sebanding dengan massa atom hidrogen yang berubah. Selanjutnya, angin bintang menyembur dari kedua kutub dukhan, menyebar dan menghilangkan debu yang mengelilinginya. Sehingga, dukhan yang tersisa berupa piringan, yang kemudian membentuk galaksi (gambar 1b dan c). Bintang-bintang dan gas terbentuk dan mengisi bagian dalam galaksi, menghasilkan struktur filamen (lembaran) dan void (rongga). Jadi, alam semesta yang kita kenal sekarang bagaikan kapas, terdapat bagian yang kosong dan bagian yang terisi (gambar 1d).

Upload: isma-moesliady

Post on 03-Jan-2016

120 views

Category:

Documents


1 download

TRANSCRIPT

Page 1: 1. KONSEP GEOLOGI

Konsep geologi (konsep dasar)

Proses Penciptaan Alam Semesta Dalam Enam MasaOleh: Dr. T. Djamaluddin”Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya {27} Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya {28} dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang {29} Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya {30} Ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya {31} Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh {32} (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu {33}” (Q.S. An-Nazi’at: 27-33) Pembentukan alam semesta dalam enam masa, sebagaimana disebutkan Al-Qur’an atau kitab lainnya, sering menimbulkan permasalahan. Sebab, enam masa tersebut ditafsirkan berbeda-beda, mulai dari enam hari, enam periode, hingga enam tahapan. Oleh karena itu, pembahasan berikut mencoba menjelaskan maksud enam masa tersebut dari sudut pandang keilmuan, dengan mengacu pada beberapa ayat Al-Qur’an.Dari sejumlah ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan enam masa, Surat An-Nazi’at ayat 27-33 di atas tampaknya dapat menjelaskan tahapan enam masa secara kronologis. Urutan masa tersebut sesuai dengan urutan ayatnya, sehingga kira-kira dapat diuraikan sebagai berikut:

Masa-I (ayat 27):penciptaan langit pertama kaliPada Masa I, alam semesta pertama kali terbentuk dari ledakan besar yang disebut ”big bang”, kira-kira 13.7 milyar tahun lalu. Bukti dari teori ini ialah gelombang mikrokosmik di angkasa dan juga dari meteorit.Awan debu (dukhan) yang terbentuk dari ledakan tersebut (gambar 1a), terdiri dari hidrogen. Hidrogen adalah unsur pertama yang terbentuk ketika dukhan berkondensasi sambil berputar dan memadat. Ketika temperatur dukhan mencapai 20 juta derajat celcius, terbentuklah helium dari reaksi inti sebagian atom hidrogen. Sebagian hidrogen yang lain berubah menjadi energi berupa pancaran sinar infra-red. Perubahan wujud hidrogen ini mengikuti persamaan E=mc2, besarnya energi yang dipancarkan sebanding dengan massa atom hidrogen yang berubah. Selanjutnya, angin bintang menyembur dari kedua kutub dukhan, menyebar dan menghilangkan debu yang mengelilinginya. Sehingga, dukhan yang tersisa berupa piringan, yang kemudian membentuk galaksi (gambar 1b dan c). Bintang-bintang dan gas terbentuk dan mengisi bagian dalam galaksi, menghasilkan struktur filamen (lembaran) dan void (rongga). Jadi, alam semesta yang kita kenal sekarang bagaikan kapas, terdapat bagian yang kosong dan bagian yang terisi (gambar 1d).

Gambar 1a) awan debu (dukhan) yang Gambar 1b) hembusan angin bintang dari kedua

Page 2: 1. KONSEP GEOLOGI

terbentuk akibat big bang kutubnya

Gambar 1c) galaksi yang terbentuk dari piringan bintang-bintang dan gas-gas pembentuknya

Gambar 1d) struktur filamen dari alam semesta yang bagaikan kapas

Masa-II (ayat-28):pengembangan dan penyempurnaanDalam ayat 28 di atas terdapat kata ”meninggikan bangunan” dan ”menyempurnakan”. Kata ”meninggikan bangunan” dianalogikan dengan alam semesta yang mengembang, sehingga galaksi-galaksi saling menjauh dan langit terlihat makin tinggi. Ibaratnya sebuah roti kismis yang semakin mengembang, dimana kismis tersebut dianggap sebagai galaksi. Jika roti tersebut mengembang maka kismis tersebut pun akan semakin menjauh (gambar 2).

Gambar 2) model roti kismis untuk menggambarkan mengembangnya alam semesta

Mengembangnya alam semesta sebenarnya adalah kelanjutan big bang. Jadi, pada dasarnya big bang bukanlah ledakan dalam ruang, melainkan proses pengembangan alam semesta. Dengan menggunakan perhitungan efek doppler sederhana, dapat diperkirakan berapa lama alam ini telah mengembang, yaitu sekitar 13.7 miliar tahun.Sedangkan kata ”menyempurnakan”, menunjukkan bahwa alam ini tidak serta merta terbentuk, melainkan dalam proses yang terus berlangsung. Misalnya kelahiran dan kematian bintang yang terus terjadi. Alam semesta ini dapat terus mengembang, atau kemungkinan lainnya akan mengerut.

Gambar 3) reaksi nuklir yang menjadi sumber energi bintang seperti Matahari

Masa-III (ayat 29):pembentukan tata surya termasuk BumiSurat An-Nazi’ayat 29 menyebutkan bahwa Allah menjadikan malam yang gelap gulita dan siang yang terang benderang. Ayat tersebut dapat ditafsirkan sebagai penciptaan matahari sebagai sumber cahaya dan Bumi yang berotasi, sehingga terjadi siang dan malam. Pembentukan tata surya diperkirakan seperti pembentukan bintang yang relatif kecil, kira-kira sebesar orbit Neptunus. Prosesnya sama seperti pembentukan galaksi seperti di atas, hanya ukurannya lebih kecil.Seperti halnya matahari, sumber panas dan semua unsur yang ada di Bumi berasal dari reaksi nuklir dalam inti besinya (gambar 3). Lain halnya dengan Bulan. Bulan tidak mempunyai inti besi. Unsur kimianya pun mirip dengan kerak bumi. Berdasarkan fakta-fakta tersebut, disimpulkan bahwa Bulan adalah bagian Bumi yang terlontar ketika Bumi masih lunak. Lontaran ini terjadi karena Bumi bertumbukan dengan suatu benda angkasa yang berukuran sangat besar (sekitar 1/3 ukuran Bumi). Jadi, unsur-unsur di Bulan berasal dari Bumi, bukan akibat reaksi nuklir pada Bulan itu sendiri.

Page 3: 1. KONSEP GEOLOGI

Masa-IV (ayat 30):awal mula daratan di BumiPenghamparan yang disebutkan dalam ayat 30, dapat diartikan sebagai pembentukan superkontinen Pangaea di permukaan Bumi.

Masa III hingga Masa IV ini juga bersesuaian dengan Surat Fushshilat ayat 9 yang artinya, “Katakanlah: ‘Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya?’ (Yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam”.

Gambar 4) daratan Pangaea yang merupakan asal mula semua daratan di Bumi

Masa-V (ayat 31):pengiriman air ke Bumi melalui kometDari ayat 31 di atas, dapat diartikan bahwa di Bumi belum terdapat air ketika mula-mula terbentuk. Jadi, ayat ini menunjukan evolusi Bumi dari tidak ada air menjadi ada air.Jadi, darimana datangnya air? Air diperkirakan berasal dari komet yang menumbuk Bumi ketika atmosfer Bumi masih sangat tipis. Unsur hidrogen yang dibawa komet kemudian bereaksi dengan unsur-unsur di Bumi dan membentuk uap air. Uap air ini kemudian turun sebagai hujan yang pertama. Bukti bahwa air berasal dari komet, adalah rasio Deuterium dan Hidrogen pada air laut, yang sama dengan rasio pada komet. Deuterium adalah unsur Hidrogen yang massanya lebih berat daripada Hidrogen pada umumnya.Karena semua kehidupan berasal dari air, maka setelah air terbentuk, kehidupan pertama berupa tumbuhan bersel satu pun mulai muncul di dalam air.

Gambar 5) ilustrasi komet yang membawa unsur hidrogen sebagai pembentuk air di Bumi

Masa VI (ayat 32-33):proses geologis serta lahirnya hewan dan manusiaDalam ayat 32 di atas, disebutkan ”…gunung-gunung dipancangkan dengan teguh.” Artinya, gunung-gunung terbentuk setelah penciptaan daratan, pembentukan air dan munculnya tumbuhan pertama. Gunung-gunung terbentuk dari interaksi antar lempeng ketika superkontinen Pangaea mulai terpecah. Proses detail terbentuknya gunung dapat dilihat pada artikel sebelumnya yang ditulis oleh Dr.Eng. Ir. Teuku Abdullah Sanny, M.Sc tentang fungsi gunung sebagai pasak bumi.

Gambar 6) gunung sebagai pasak Bumi

Kemudian, setelah gunung mulai terbentuk, terciptalah hewan dan akhirnya manusia sebagaimana disebutkan dalam ayat 33 di atas. Jadi, usia manusia relatif masih sangat muda dalam skala waktu geologi.Jika diurutkan dari Masa III hingga Masa VI, maka empat masa tersebut dapat dikorelasikan dengan empat masa dalam Surat Fushshilat ayat 10 yang berbunyi, ”Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya”.Demikianlah penafsiran enam masa penciptaan alam dalam Al-Qur’an, sejak kemunculan alam semesta hingga terciptanya manusia. Wallahu a’lam bisshowab.sumber : http://misykatulanwar.wordpress.com/2008/06/10/proses-penciptaan-alam-semesta-dalam-enam-masa/

Konsep Geologi

JENIS BATUAN

Page 4: 1. KONSEP GEOLOGI

Jenis-jenis batuan utama yang dibahas disini adalah beku (intrusif dan ekstrusif), sedimen, dan metamorf. Yang batu jenis bentuk tergantung pada lingkungan di mana terbentuk. Ini disebut Siklus Rock. Ketika sedimen (misalnya, tanah liat, pasir, kerikil, dan kerang) membeku (atau padatan mengendap air) menjadi batuan sedimen (misalnya, serpih, batu pasir, konglomerat, dan batu gamping). Ketika semua jenis batuan ini mengalami panas dan tekanan (cukup untuk membuat batu "plastik" (lunak) tetapi tidak benar-benar meleleh) menjadi batuan metamorf (misalnya, batu tulis, kuarsit, gneiss. Ketika batu pun benar-benar meleleh dan resolidified menjadi beku. Jika batu meleleh membeku di bawah tanah, menjadi beku intrusif (misalnya, granit). Jika batu meleleh membeku di atas tanah, menjadi beku ekstrusif (misalnya, riolit dan basal). Di bawah ini adalah gambar dari jenis batuan dasar.

Sedimen (Batu pasir) Metamorf (Gneiss) Beku (Granit) Ekstrusif beku (Basal)

Konsep Geologi1. Gaya gaya GeologiGaya – Gaya Asal Luar ExogenGaya asal luar itu berupa: Hidrosfera, Biosfera, dan Atmosfera. Proses Hidrosfera berupa erosi meliputi pengikisan, penorehan bahan–bahan disebabkan oleh

gaya air dan denudasi atau penyeretan dan pengangkutan bahan – bahan dari permukaan bumi menuju tempat–tempat rendah yaitu ke laut atau ke danau.

Proses Biosfera yaitu terbentuknya batu–batu karang sehingga merupakan pulau–pulau karang. Proses Atmosfera yaitu proses pengrusakan roman muka bumi yang diakibatkan oleh angin

yang mengandung pasir halus, seperti yang terjadi di gurun pasir.Gaya – Gaya Asal Dalam EndogenGaya Endogen misalnya gaya–gaya gunung api, gaya gempa bumi dan gaya–gaya pembentukan pegunungan–pegunungan. Pada waktu ledakan gunung api maka akan terjadi bentuk bangunan–bangunan alam, misalnya kerucut gunung api, disebabkan oleh penumpukan material–material yang dikeluarkan. Selain terbentuknya gunung api, dapat dilihat pula terbentuknya pegunungan berantai yang besar yang dibentuk karena perlipatan dan pengangkatan batuan–batuan endapan. Hasil dari pembentukan pegunungan itu dapat dilihat seperti pegunungan Alpina di Eropa, Pegunungan Himalaya di Asia,Pegunungan Andes di Amerika Selatan sedangkan di Indonesia seperti di Sumatera Pegunungan Bukit Barisan yang memanjang dari Sumatera bagian Utara hingga Selatan.Daur Geologi ini dapat digolongkan ke dalam:1. Orogemesis ialah pembentukan pegunungan–pegunungan2. Glyptogenesis, ialah penghancuran relief–relief3. Litogenesis, ialah pembentukan kembali batuan–batuan endapan terlebih dalam samudra–samudra.

BATUAN1. Batuan Beku, Batuan yang terbentuk akibat proses pembekuan akibat perubahan suhu.

Page 5: 1. KONSEP GEOLOGI

2. Batuan Sedimen, Batuan yang terbentuk akibat proses pelapukan, gaya–gaya air, pengikisan–pengikisan angin. Berdasarkan cara genesisnya Batuan Sedimen dapat dibagi sebagai berikut: Sedimen–sedimen yang terbentuk secara mekanik, ialah batuan–batuan yang terdiri dari

bagian–bagian atau fragmen–fragmen batuan. Edapan demikian disebut juga sedimen klastika, contoh batu pasir, tanah liat, konglomerat, breksi dll.

Batuan sedimen yang dibentuk secara kimia, ialah batuan–batuan yang langsung mengendap dari larutan–larutan yang mengandung berbagai unsure seperti garam dapur, gypsum, batuan gamping.

Batuan sedimen yang terbentuk secara organic ialah batuan–batuan yang diendapkan langsung dari larutan–larutan dengan pertolongan jasad–jasad baik tumbuh – tumbuhan atau hewan dll.

FosilPengertian Fosil

Pengertian Fosil adalah semua sisa, jejak, ataupun cetakan dari manusia, binatang, dan tumbuh-tumbuhan yang telah terawetkan dalam suatu endapan batuan dari masa geologis atau prasejarah yang telah berlalu. Karena harus terendapkan, maka sebuah fosil harus diperhitungkan dalam ribuan tahun. Proses pembentukan fosil: pertama bahan baku harus organik dari makhluk hidup; kedua harus diendapkan dalam suatu lingkungan pengendapan fosilisasi (endapan volkanik atau satuan karst); dan ketiga faktor masa/waktu yang diperlukan untuk fosilisasi. Perlakuan terhadap temuan fosil adalah pengeringan dengan cara diangin-anginkan tanpa kena sinar matahari langsung; pembersihan; rekonstruksi; dan identifikasi. Manfaat fosil bagi ilmu pengetahuan adalah untuk merekonstruksi proses evolusi fisik manusia; evolusi faunal; dan lingkungan purba serta lansekap vegetasi. Situs-itus kontributor fosil manusia adalah Sangiran, Kedungbrubus, Trinil, Ngandong, Sambungmacan, Ngawi, Perning, dan Patiayam.

Salah satu persepsi masyarakat luas mengenai pengertian sebuah fosil dalam kehidupan sehari-hari antara lain adalah barang-barang kuna ataupun purbakala. Benak masyarakat luas lebih mudah mengkaitkan pengertian fosil dengan sesuatu yang antik dan berkonteks masa lalu. Sebagian dari persepsi tersebut benar, akan tetapi sesungguhnya sebuah fosil mempunyai pengertian yang lebih luas dan lebih spesifik. Oleh karena itu, persepsi masyarakat tentang fosil di atas baru merupakan pengertian awal –sebagian dari keseluruhan pengertian- yang dilengkapi dengan pengertian-pengertian yang lebih sempurna. Dalam konteks tersebut, perlu diberikan beberapa pemahaman mengenai fosil dan seluk beluknya, sehingga dapat dihindari persepsi masyarakat tentang fosil yang kurang pas.Tapi menurut sebagian orang fosil itu dihasilkan oleh pembekuan lahar yang menjadi batu (lahar yang menimpa hewan atau mahluk purba tersebut) ketika terjadi letusan gunung berapi yang mengakibatkan kehancuran bumi. Sebenarnnya ada benarnya juga karena bagaimanapun kuatnya suatu bangkai pasti akan mengalami pembusukan apabila sudah berumur ribuan tahun.

Geologi DasarPEMBENTUKAN BATUAN Pembentukan berbagai macam mineral di alam akan

menghasilkan berbagai jenis batuan tertentu. Proses alamiah tersebut bisa berbeda-beda dan membentuk jenis batuan yang berbeda pula. Pembekuan magma akan membentuk berbagai jenis batuan beku. Batuan sedimen bisa terbentuk karena berbagai proses alamiah, seperti proses penghancuran atau disintegrasi batuan, pelapukan kimia, proses kimiawi dan organis serta proses penguapan/ evaporasi. Letusan gunung api sendiri dapat menghasilkan batuan piroklastik. Batuan metamorf terbentuk dari berbagai jenis batuan yang telah terbentuk lebih dahulu kemudian mengalami peningkatan temperature atau tekanan

Page 6: 1. KONSEP GEOLOGI

siklus-batuan yang cukup tinggi, namun peningkatan temperature itu sendiri maksimal di bawah temperature magma.

BATUAN BEKUMagma dapat mendingin dan membeku di bawah atau di atas permukaan bumi. Bila membeku di bawah permukaan bumi, terbentuklah batuan yang dinamakan batuan beku dalam atau disebut juga batuan beku intrusive (sering juga dikatakan sebagai batuan beku plutonik). Sedangkan, bila magma dapat mencapai permukaan bumi kemudian membeku, terbentuklah batuan beku luar atau batuan beku ekstrusif.BATUAN BEKU DALAMMagma yang membeku di bawah permukaan bumi, pendinginannya sangat lambat (dapat mencapai jutaan tahun), memungkinkan tumbuhnya kristal-kristal yang besar dan sempurna bentuknya, menjadi tubuh batuan beku intrusive. Tubuh batuan beku dalam mempunyai bentuk dan ukuran yang beragam, tergantung pada kondisi magma dan batuan di sekitarnya. Magma dapat menyusup pada batuan di sekitarnya atau menerobos melalui rekahan-rekahan pada batuan di sekelilingnya.Bentuk-bentuk batuan beku yang memotong struktur batuan di sekitarnya disebut diskordan, termasuk di dalamnya adalah batholit, stok, dyke, dan jenjang volkanik. Batholit, merupakan tubuh batuan beku dalam yang paling besar dimensinya. Bentuknya tidak

beraturan, memotong lapisan-lapisan batuan yang diterobosnya. Kebanyakan batolit merupakan kumpulan massa dari sejumlah tubuh-tubuh intrusi yang berkomposisi agak berbeda. Perbedaan ini mencerminkan bervariasinya magma pembentuk batholit. Beberapa batholit mencapai lebih dari 1000 km panjangnya dan 250 km lebarnya. Dari penelitian geofisika dan penelitian singkapan di lapangan didapatkan bahwa tebal batholit antara 20-30 km. Batholite tidak terbentuk oleh magma yang menyusup dalam rekahan, karena tidak ada rekahan yang sebesar dimensi batolit. Karena besarnya, batholit dapat mendorong batuan yang di1atasnya. Meskipun batuan yang diterobos dapat tertekan ke atas oleh magma yang bergerak ke atas secara perlahan, tentunya ada proses lain yang bekerja. Magma yang naik melepaskan fragmen-fragmen batuan yang menutupinya. Proses ini dinamakan stopping. Blok-blok hasil stopping lebih padat dibandingkna magma yang naik, sehingga mengendap. Saat mengendap fragmen-fragmen ini bereaksi dan sebagian terlarut dalam magma. Tidak semua magma terlarut dan mengendap di dasar dapur magma. Setiap frgamen batuan yang berada dalam tubuh magma yang sudah membeku dinamakan Xenolith.

Stock, seperti batolit, bentuknya tidak beraturan dan dimensinya lebih kecil dibandingkan dengan batholit, tidak lebih dari 10 km. Stock merupakan penyerta suatu tubuh batholit atau bagian atas batholit.

Dyke, disebut juga gang, merupakan salah satu badan intrusi yang dibandingkan dengan batholit, berdimensi kecil. Bentuknya tabular, sebagai lembaran yang kedua sisinya sejajar, memotong struktur (perlapisan) batuan yang diterobosnya.

Jenjang Volkanik, adalah pipa gunung api di bawah kawah yang mengalirkan magma ke kepundan. Kemudaia setelah batuan yang menutupi di sekitarnya tererosi, maka batuan beku yang bentuknya kurang lebih silindris dan menonjol dari topografi disekitarnya.

Bentuk-bentuk yang sejajar dengan struktur batuan di sekitarnya disebut konkordan diantaranya adalah sill, lakolit dan lopolit. Sill, adalah intrusi batuan beku yang konkordan atau sejajar terhadap perlapisan batuan yang

diterobosnya. Berbentuk tabular dan sisi-sisinya sejajar. Lakolit, sejenis dengan sill. Yang membedakan adalah bentuk bagian atasnya, batuan yang

diterobosnya melengkung atau cembung ke atas, membentuk kubah landai. Sedangkan, bagian bawahnya mirip dengan Sill. Akibat proses-proses geologi, baik oleh gaya endogen, maupun gaya eksogen, batuan beku dapt tersingka di permukaan.

Lopolit, bentuknya mirip dengan lakolit hanya saja bagian atas dan bawahnya cekung ke atas.BATUAN BEKU LUARMagma yang mencapai permukaan bumi, keluar melalui rekahan atau lubang kepundan gunung api sebagai erupsi, mendingin dengan cepat dan membeku menjadi batuan ekstrusif. Keluarnya magma di permukaan bumi melalui rekahan disebut sebagai fissure eruption. Pada umumnya magma basaltis yang viskositasnya rendah dapat mengalir di sekitar rekahannya, menjadi hamparan lava basalt yang disebut plateau basalt. Erupsi yang keluar melalui lubang kepundan gunung api dinamakan erupsi sentral.

Page 7: 1. KONSEP GEOLOGI

Magma dapat mengalir melaui lereng, sebagai aliran lava atau ikut tersembur ke atas bersama gas-gas sebagai piroklastik. Lava terdapat dalam berbagai bentuk dan jenis tergantung apda komposisi magmanya dan tempat terbentuknya.Apabila magma membeku di bawah permukaan air terbentuklah lava bantal (pillow lava), dinamakan demikian karena pembentukannya di bawah tekanan air.Dalam klasifikasi batuan beku batuan beku luar terklasifikasi ke dalam kelompok batuan beku afanitik.KLASIFIKASI BATUAN BEKUPengelompokan atau klasifikasi batuan beku secara sederhana didasarkan atas tekstur dan komposisi mineralnya. Keragaman tekstur batuan beku diakibatkan oleh sejarah pendinginan magma, sedangkan komposisi mineral bergantung pada kandungan unsure kimia magma induk dan lingkungan krsitalisasinya.Tekstur Batuan BekuBeberapa tekstur batuan beku yang umum adalah:1. Gelas (Glassy), tidak berbutir atau tidak memiliki Kristal (amorf).2. Afanitik (fine grained texture), bebrutir sangat halus à hanya dapat dilihat dengan mikroskop.3. Fanerik (coarse grained texture), berbutir cukup besar sehingga komponen mineral

pembentuknya dapat dibedakan secara megaskopis.4. Porfiritik, merupakan tekstur yang khusus di mana terdapat campuran antara butiran-butian

kasar di dalam massa dengan butiran-butiran yang lebih halus. Butiran besar yang bentuknya relative sempurna disebut Fenokrist sedangkan butiran halus di sekitar fenokrist disebut massadasar.

BATUAN METAMORFBatuan metamorf adalah jenis batuan yang secara genetis terebntuk oleh perubahan secara fisik dari komposisi mineralnya serta perubahan tekstru dan strukturnya akibat pengaruh tekanan (P) dan temperature (T) yang cukup tinggi. Kondisi-kondisi yang harus terpenuhi dalam pembentukan batuan metamorf adalah: Terjadi dalam suasana padat Bersifat isokimia Terbentuknya mineral baru yang merupakan mineral khas metamorfosa Terbentuknya tekstur dan struktur baru.Proses metamorfosa diakibatkan oleh dua factor utama yaitu Tekanan dan Temperatur (P dan T). Panas dari intrusi magma adalah sumber utama yang menyebabkan metamorfosa. Tekanan terjadi diakibatkan oleh beban perlapisan diatas (lithostatic pressure) atau tekanan diferensial sebagai hasil berbagai stress misalnya tektonik stress (differential stress). Fluida yang berasal dari batuan sedimen dan magma dapat mempercepat reaksi kima yang berlangsung pada saat proses metamorfosa yang dapat menyebabkan pembentukan mineral baru. Metamorfosis dapat terjadi di setiap kondisi tektonik, tetapi yang paling umum dijumpai pada daerah kovergensi lempeng.Jenis-jenis metamorfosa adalah: Metamorfosa kontak à dominan pengaruh suhu Metamorfosa dinamik à dominan pengaruh tekanan Metamorfosa Regional à kedua-duanya (P dan T) berpengaruh

Fasies metamorfosis dicirikan oleh mineral atau himpunan mineral yang mencirikan sebaran T dan P tertentu. Mineral-mineral itu disebut sebagai mineral index. Beberapa contoh mineral index antara lain: Staurolite: intermediate à high-grade

metamorphism Actinolite: low à intermediate

metamorphism Kyanite: intermediate à high-grade Silimanite: high grade metamorphism Zeolite: low grade metamorphism Epidote: contact metamorphism

Pada prinsipnya batuan metamorfosa diklasifikasikan berdasarkan struktur. Struktur foliasi terjadi akibat orientasi dari mineral, sedangkan non-foliasi yang tidak memperlihatkan orientasi mineral.

Page 8: 1. KONSEP GEOLOGI

Foliasi merujuk kepada kesejajaran dan segregasi mineral-mineral pada batuan metamorf yang inequigranular.Batuan metamorf befoliasi membentuk urutan berdasarkan besar butir dan atau berdasarkan perkembangan foliasi. Urut-urutannya adalah: slate à phyllite à schist à gneiss. Selain menunjukkan besar butir dan derajat foliasi urut-urutan ini juga menunjukkan kandungan mika yang semakin banyak dari kiri ke kanan. Salah satu ciri khas batuan metamorf yang dapat teridentifikasi adalah kenampakkan kilap mika.Sedangkan, untuk batuan metamorf non-foliasi contohnya adalah marmer, kuarsit dan hornfels.Sementara itu, untuk tekstur mineral pada batuan metamorfosa dapat diklasifikasikan sebagai berikut: Lepidoblastik : terdiri dari mineral-mineral tabular/pipih, misalnya mineral mika (muskovit,

biotit) Nematoblastik : terdiri dari mineral-mineral prismatik, misalnya mineral plagioklas, k-felspar,

piroksen Granoblastik : terdiri dari mineral-mineral granular (equidimensional), dengan batas-batas

sutura (tidak teratur), dengan bentuk mineral anhedral, misalnya kuarsa. Tekstur Homeoblastik : bila terdiri dari satu tekstur saja, misalnya lepidoblastik saja. Tekstur Hetereoblastik : bila terdiri lebih dari satu tekstur, misalnya lepidoblastik dan

granoblastikBATUAN PIROKLASTIKBerdasarkan kata pembentuknya:Pyro à pijarKlastik à fragmenDapat disimpulkan bahwa batuan piroklastik adalah suatu batuan yang terbentuk dari hasil langsung letusan gunung api (direct blast) yang kemudian terendapkan pada permukaan sesuai dengan keadaan permukaannya (endapan piroklastik) dan lalu mengalami litifikasi untuk menjadi batuan piroklastik.Mekanisme pengendapan piroklast adalah sebagai berikut: Pyroclastic Flow Deposits

Macam: block & ash flows scoria flows pumice / ash flows

Distribusi / penyebaran: di lembah / depresi; struktur: perlapisan (graded bedding, paralel laminasi); tekstur : sortasi buruk, terdiri dari kristal, litik, dan gelas (pumis); bagian bawah : pyroclastic surge deposits Pyroclastic Fall Deposits Pyroclastic Surge DepositsPartikel, gas dan air vulkanik konsentrasi rendah yang mengalir dalam mekanisme turbulensi sebagai sebuah gravity flow (runtuhan). Macam-macamnya adalah base, ground dan ash cloud. Strukturnya cross-bedding dengan sortasi yang buruk.MINERAL-MINERAL ALTERASIAlterasi = MetasomatismeMerupakan perubahan komposisi mineralogy batuan (dalam keadaan padat) karena pengaruh Suhu dan Tekanan yang tinggi dan tidak dalam kondisi isokimia menghasilkan mineral lempung, kuarsa, oksida atau sulfida logam.Proses alterasi merupakan peristiwa sekunder, tidak selayaknya metamorfisme yang merupakan peristiwa primer. Alterasi terjadi pada intrusi batuan beku yang mengalami pemanasan dan pada struktur tertentu yang memungkinkan masuknya air meteoric untuk dapat mengubah komposisi mineralogy batuan.

Page 9: 1. KONSEP GEOLOGI

Beberapa contoh mineral alterasi antara lain: Kalkopirit Pirit Limonit Garnierit Epidote Malakit Khlorit Orphiment Realgar Galena

BATUAN SEDIMENBatuan sedimen adalah batuan yang terbentuk dari pecahan atau hasil abrasi dari sedimen, batuan beku, metamorf yang tertransport dan terendapkan kemudian terlithifikasi.Ada dua tipe sedimen yaitu: detritus dan kimiawi. Detritus terdiri dari partikel-2 padat hasil dari pelapukan mekanis. Sedimen kimiawi terdiri dari mineral sebagai hasil kristalisasi larutan dengan proses inorganik atau aktivitas organisme. Partikel sedimen diklasifikasikan menurut ukuran butir, gravel (termasuk bolder, cobble dan pebble), pasir, lanau, dan lempung. Transportasi dari sedimen menyebabkan pembundaran dengan cara abrasi dan pemilahan (sorting). Nilai kebundaran dan sorting sangat tergantung pada ukuran butir, jarak transportasi dan proses pengendapan. Proses litifikasi dari sedimen menjadi batuan sedimen terjadi melalui kompaksi dan sementasi.Batuan sedimen dapat dibagi menjadi 3 golongan:1. Batuan sedimen klastik à terbentuk dari fragmen batuan lain ataupun mineral2. Batuan sedimen kimiawi à terbentuk karena penguapan, evaporasi3. Batuan sedimen organic à terbentuk dari sisa-sisa kehidupan hewan/ tumbuhanKlasifikasi batuan sedimen klastik adalah berdasarkan besar butirnya, oleh karenanya digunakan skala Wentworth. Sedangkan untuk klasifikasi batuan sedimen kimiawi dilakukan berdasarkan matriks maupun fragmennya dengan klasifikasi dari Dunham, Embry-Klovan.Lapisan – Lapisan Bumia. Inti Bumi (Barisfer/Sentrofer)Barisfer terdiri dari nikel dan besi, dan lapisan itu disebut nife (niccolum = nikel). Lapisan itu berjari-jari 3470 km. Berat jenis rata-ratanya 10. Diatas lapisan nife terdapat lapisan antar yang elastis. Susunan zatnya seperti batu meteorit dengan berat jenis rata-rata 5, tebalnya kira-kira 1700km.Pengaruh panas matahari hanya terasa paling dalam 20 meter di bawah permukaan bumi. Setelah kedalaman 20m, temperaturnya konstan. Tapi makin masuk kedalam bumi makin panas. Umumnya tiap turun 33meter temperatur naik 33°C. Angka 33 disebut jumlah geothermis, yaitu jumlah meter yang diperlukan untuk kenaikan temperatur 1°C, apabila turun vertikal kedalam lapisan bumi. Sedangkan istilah derajat geothermis adalah jumlah derajat Celcius yang dicapai apabila turun vertikal 100meter kedalam Bumi. Di Eropa, derajat geothermis disebut juga gradien geothermis.Temperatur Bumi = jari-jari bumi/jumlah geothermis x 1°C = 20.000°C, tetapi diduga bahwa makin kepusat, makin kecil derajat geothermisnya (makin besar jumlah geothermisnya) sehingga temperatur inti bumi tidak lebih dari 3000°C.Pada temperatur 3000°C ini semua zat mencair atau menjadi gas, karena tekanan berat dari lapisan diatasnya akan barisfer tetap padat . Hal ini terjadi karena : Jika barisfer cair, tentu terjadi pasang naikdan pasang surut yang mungkin akan mengakibatkan

permukaan bumi kembang kempis. Getaran-getaran gempa di Jepang dapat diukur di Inggris dengan alat-alat yang halus. Hal ini

membuktikan bahwa inti Bumi padat. b. Kulit Bumi (Litosfer)

Page 10: 1. KONSEP GEOLOGI

Litosfer adalah kulit terluar dari planet berbatu. Tebalnya ± 1200km. Litosfer berasal dari kata Yunani, lithos yang berarti berbatu, dan sphere yang berarti padat.Litosfer bumi meliputi kerak dan bagian teratas dari mantel bumi yang mengakibatkan kerasnya lapisan terluar dari planet bumi. Litosfer ditopang oleh astenosfer, yang merupakan bagian yang lebih lemah, lebih panas, dan lebih dalam dari mantel. Batas antara litosfer dan astenosfer dibedakan dalam hal responnya terhadap tegangan: litosfer tetap padat dalam jangka waktu geologis yang relatif lama dan berubah secara elastis karena retakan-retakan, sednagkan astenosfer berubah seperti cairan kental.Litosfer terpecah menjadi beberapa lempeng tektonik yang mengakibatkan terjadinya gerak benua akibat konveksi yang terjadi dalam astenosfer.Konsep litosfer sebagai lapisan terkuat dari lapisan terluar bumi dikembangkan oleh Barrel pada tahun 1914, yang menulis serangkaian paper untuk mendukung konsep itu. konsep yang berdasarkan pada keberadaan anomali gravitasi yang signifikan di atas kerak benua, yang lalu ia memperkirakan keberadaan lapisan kuat (yang ia sebut litosfer) di atas lapisan lemah yang dapat mengalir secara konveksi (yang ia sebut astenosfer). Ide ini lalu dikembangkan oleh Daly pada tahun 1940, dan telah diterima secara luas oleh ahli geologi dan geofisika. Meski teori tentang litosfer dan astenosfer berkembang sebelum teori lempeng tektonik dikembangkan pada tahun 1960, konsep mengenai keberadaan lapisan kuat (litosfer) dan lapisan lemah (astenosfer) tetap menjadi bagian penting dari teori tersebut.Terdapat dua tipe litosfer1. Litosfer samudra, yang berhubungan dengan kerak samudra dan berada di dasar samdura2. Litosfer benua, yang berhubungan dengan kerak benuaLitosfer samudra memiliki ketebalan 50-100 km, sementara litosfer benua memiliki kedalaman 40-200 km. Kerak benua dibedakan dengan lapisan mantel atas karena keberadaan lapisan Mohorovicic.Litosfer terdiri dari 2 lapisan :1. Lapisan Sima (Silicium dan Magnesium), disebelah bawah, Berat Jenis rata-rata 2,9.2. Lapisan Sial (Silicium dan Almunium), disebelah atas, Berat Jenis rat-rata 2,65. Litosfer terdiri

dari zat padat yang disebut “batuan“, termasuk didalamnya pasir, tanah liat, abu gunung berapi, batu kerikil.