rencana tindak lanjut - pramuka …pramuka-bintantimur.16mb.com/dwonload/panduan dan serahan...

of 17/17
Rencana tindak lanjut 1 RENCANA TINDAK LANJUT (Action Plan) BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Gerakan Kepanduan Praja Muda Karana, disingkat Gerakan Pramuka, sebagai salah satu wadah pembinaan dan pengembangan Sumber Daya Manusia generasi muda melalui kepramukaan, perlu mengadakan perubahan kursus-kursus Pembina Pramuka sesuai dengan kepentingan, kebutuhan, situasi dan kondisi perkembangan masyarakat khususnya kaum muda saat ini serta pembaharuan pelatih Pembina Pramuka yang diputuskan Konferensi Pramuka se-dunia. Pendidikan dan Latihan untuk Anggota Dewasa merupakan bagian dari proses pembinaan anggota dewasa yang secara garis besar terdiri atas kursus, pertemuan dan kegiatan. Kursus dasar yang harus diikuti pembina Pramuka adalah Kursus Pembina Pramuka Mahir Dasar (KMD) dan Kursus Pembina Pramuka Mahir lanjutan (KML). Setelah mengikuti KML, seorang pembina harus melakukan pemantapan lanjutan untuk menjadi seorang Pembina Mahir, dan menuangkan rencana tersebut dalam sebuah action plan atau Rencana Tindak Lanjut (RTL). Rencana ini berupa perencanaan kegiatan perorangan dan merupakan tali pengikat peserta KML atas komitmen dan pengabdiannya terhadap masyarakat melalui Gerakan Pramuka. B. Dasar 1) Undang-undang RI No. 12 Tahun 2010 2) Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka 3) Program Kerja Kwartir Cabang Bintan masa bakti 2012 - 2017 4) Program Kerja Kwartir Ranting Bintan Timur tahun 2013. 5) Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan tanggal 25 31 Desember 2012 di Gedung PGRI Bintan Timur Kijang Kota Kwartir Ranting Bintan Timur.

Post on 02-Feb-2018

578 views

Category:

Documents

47 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • Rencana tindak lanjut 1

    RENCANA TINDAK LANJUT

    (Action Plan)

    BAB I PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang

    Gerakan Kepanduan Praja Muda Karana, disingkat Gerakan Pramuka,

    sebagai salah satu wadah pembinaan dan pengembangan Sumber Daya

    Manusia generasi muda melalui kepramukaan, perlu mengadakan perubahan

    kursus-kursus Pembina Pramuka sesuai dengan kepentingan, kebutuhan,

    situasi dan kondisi perkembangan masyarakat khususnya kaum muda saat ini

    serta pembaharuan pelatih Pembina Pramuka yang diputuskan Konferensi

    Pramuka se-dunia.

    Pendidikan dan Latihan untuk Anggota Dewasa merupakan bagian dari

    proses pembinaan anggota dewasa yang secara garis besar terdiri atas kursus,

    pertemuan dan kegiatan. Kursus dasar yang harus diikuti pembina Pramuka

    adalah Kursus Pembina Pramuka Mahir Dasar (KMD) dan Kursus Pembina

    Pramuka Mahir lanjutan (KML).

    Setelah mengikuti KML, seorang pembina harus melakukan pemantapan

    lanjutan untuk menjadi seorang Pembina Mahir, dan menuangkan rencana

    tersebut dalam sebuah action plan atau Rencana Tindak Lanjut (RTL).

    Rencana ini berupa perencanaan kegiatan perorangan dan merupakan tali

    pengikat peserta KML atas komitmen dan pengabdiannya terhadap masyarakat

    melalui Gerakan Pramuka.

    B. Dasar

    1) Undang-undang RI No. 12 Tahun 2010

    2) Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka

    3) Program Kerja Kwartir Cabang Bintan masa bakti 2012 - 2017

    4) Program Kerja Kwartir Ranting Bintan Timur tahun 2013.

    5) Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan tanggal 25 31

    Desember 2012 di Gedung PGRI Bintan Timur Kijang Kota Kwartir

    Ranting Bintan Timur.

  • Rencana tindak lanjut 2

    C. Tujuan

    Rencana Tindak Lanjut ini disusun sebagai pedoman kegiatan

    Kepramukaan yang dilaksanakan di gugus depan 01-057 dan sebagai tindak

    lanjut keikutsertaan dalam kursus pembina Pramuka mahir tingkat lanjutan.

    Setelah mengikuti KML, diharapkan segala dedikasi, motivasi, kegiatan,

    dan komitmen dapat dipertahankan dan ditingkatkan. dituangkan dalam RTL

    sebagai berikut:

    1) Pengikat peserta KML atas komitmen dan pengabdiannya terhadap

    masyarakat melalui Gerakan Pramuka;

    2) mengendalikan diri dengan melaksanakan program yang telah

    disusun;

    3) mengembangkan pengetahuan pembinaan kepramukaan;

    4) Meningkatkan kepercayaan diri.

    D. Ruang Lingkup

    RTL ini mencakup kegiatan-kegiatan dalam pembinaan anggota Pramuka

    di Gugus Depan sebagai berikut :

    1) Penyusunan Administrasi di Gugus Depan 01-057.

    2) Pengorganisasian; struktur Gudep 01-057 dan dewan Ambalan.

    3) Penyusunan Program Kegiatan; jenis dan sasaran kegiatan.

    4) Pelantikan; dan

    5) Kegiatan Perkemahan.

  • Rencana tindak lanjut 3

    BAB II TINDAK LANJUT

    Sebagaimana telah disebutkan di atas, bahwa ruang lingkup penyusunan

    Rencana Tindak Lanjut ini mencakup kegiatan-kegiatan dalam pembinaan

    anggota Pramuka di pangkalan MAN Bintan. Kegiatan tersebut akan

    dilaksanakan selama tiga bulan sejak berakhirnya Kursus Pembina Mahir

    Lanjutan (KML).

    Bab ini akan memaparkan hal apa saja yang akan dipersiapkan dan akan

    dilaksanakan dalam kegiatan pembinaan.

    1. Administrasi Gugus Depan

    Apabila melihat definisi administrasi secara formal

    dan legitimas, administrasi diartikan sebagai usaha atau

    kegiatan yang meliputi penetapan tujuan serta

    penetapan cara-cara penyelenggaraan pembinaan

    organisasi. Beberapa unsur pokok di dalam administrasi

    yang dimaksud ialah : (1) sekelompok orang, (2) tujuan, (3) tugas dan fungsi,

    (4) peralatan dan perlengkapan yang diperlukan. Akan tetapi di dalam RTL ini,

    hal yang terkait Administrasi hanya mengambil unsur keempat, yaitu peralatan

    dan perlengkapan.

    Administrasi dalam buku ini didefinisikan sebagai perlengkapan

    ketatausahaan yang mendukung tertibnya manajemen gugus depan.

    Administrasi yang dipersiapkan adalah:

    a) Program Kerja Tahunan

    Merupakan rencana kegiatan yang menjadi dasar pelaksanaan

    kegiatan selama satu tahun. Prota ini dijabarkan menjadi 3 tahapan yang

    masing-masing belaku selama 4 bulan (caturwulan) Pelaksanaannya

    dapat dilakukan menurut skala prioritas, mana yang perlu didahulukan

    sesuai dengan kondisi tadik dan lingkungannya.

    NO Kegiatan Bulan

    Ket 1 2 3 4

  • Rencana tindak lanjut 4

    b) Program Kegiatan Mingguan

    Memuat runtutan kegiatan yang akan dilaksanakan pada waktu

    latihan rutin.

    PROGRAM KEGIATAN MINGGUAN

    hari, tanggal : tempat :

    NO Kegiatan Acara Pengganti Keterangan

    c) Buku Induk Anggota

    Buku induk anggota sebagai penertiban data, memuat data diri

    anggota serta tingkat kecakapan anggota. Format seperti di bawah ini:

    NO NTA NAMA

    ANGGOTA AGAMA

    TEMPAT, TGL LAHIR

    ALAMAT NAMA

    ORANG TUA

    PEKERJAAN Dilantik Tanggal Mendapat TKK tanggal

    Ramu Rakit Terap 1 2 3 4 5

    d) Buku presensi (kehadiran)

    Buku ini dipakai ketika latihan rutin, untuk mengecek kehadiran

    anggota di tiap regu.

    Buku Kehadiran

    Regu :

    Hari, tanggal :

    NO Nama Jabatan

    dalam regu Hadir S I A Paraf

    e) Buku Iuran dan buku tabungan

    Buku ini dapat disatukan dengan buku presensi.

    Buku Kehadiran

    Regu :

    Hari, tanggal :

    NO Nama Jabatan Hadir S I A Iuran Tabung-

    an Paraf

  • Rencana tindak lanjut 5

    f) Buku Agenda Latihan

    Buku Agenda memuat kegiatan yang dilaksanakan ketika latihan.

    NO Kegiatan Waktu Tempat Peserta Biaya Ket

    g) Buku Catatan Rapat (Notula)

    untuk mencatat hal-hal penting ketika pertemuan, rapat, atau

    pengarahan dari pembina.

    hari/ tanggal : waktu : tempat : acara :

    NO Permasalahan Pemecahan Keterangan

    h) Buku Inventaris

    Untuk mencatat perbendaharaan benda dan peralatan Gudep.

    NO Barang Klasifikasi Jumlah Keadaan

    (B/RR/RB) Sumber Ket

    i) Buku Log

    Buku ini mencatat peristiwa atau kegiatan penting yang terjadi di

    gugus depan.

    NO Tanggal Catatan Keterangan

    j) Buku Catatan Pribadi

    merupakan catatan rahasia tentang tadik yang dipegang oleh

    pembina.

    NO nama tadik yang

    teramati Catatan Keterangan

    k) Buku Upacara Pelantikan

    untuk mencatat kegiatan pelantikan.

    NO Hari, tanggal,

    waktu tempat

    nama terlantik

    pelantikan tingkat

    pembina pelantik

    Ket

  • Rencana tindak lanjut 6

    l) Buku Tamu

    Buku ini mencatat tamu yang berkunjung ke Gugus Depan, berisikan

    maksud dan tujuan serta saran-saran dari tamu.

    NO Hari, tanggal,

    waktu nama/ alamat

    jabatan maksud kesan dan pesan Ttd

    m) Buku ekspedisi

    Buku untuk mencatat keluar masuk surat

    NO No. Surat Tanggal Surat Perihal Tujuan paraf ket

    Dengan penertiban administrasi, diharapkan akan menunjang kelancaran

    dan keberhasilan kegiatan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah

    ditetapkan.

    2. Organisasi Gugus Depan

    Dalam penyelenggaran kegiatan kepramukaan di

    suatu gugus depan, agar kegiatan terarah dan

    sistematis, maka diperlukan sebuah pola hierarki

    kepemimpinan sebagai batasan tugas dan fungsi

    dalam menjalankan kegiatan di gugus depan.

    Pemilihan dan penentuan tugas di gugus depan ditentukan dalam

    Musyawarah Gugus Depan (Musgus) yang diselenggaran tiga tahun sekali.

    Musyawarah Gugus Depan merupakan kekuasaan tertinggi dalam penentuan

    keputusan, kebijaksanaan, pergantian dan pembubaran gugus depan.

    Musyawarah Gugus Depan dipimpin oleh Majelis Pembimbing Gudep,

    dengan agenda untuk menentukan pergantian pengurus, perencanaan program

    kegiatan, sasaran kegiatan serta evaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan

    oleh pengurus masa bakti sebelumnya.

    Berikut ini, penulis gambarkan struktur organisasi pada gugus depan

    tempat penulis membina peserta didik.

  • Rencana tindak lanjut 7

    Struktur Organisasi Gerakan Pramuka

    Gugus Depan 01-057/01-058 Pangkalan MAN BINTAN

    Masa Bakti 2012 - 2015

    Sebagaimana penyusunan kepemimpinan secara struktural yang

    dilaksanakan di tingkat Mabigus, pada tingkat peserta didik pun dibentuk

    organisasi yang serupa.

    KAMABIGUS

    R. MUSDALIFAH

    PEMBINA GUDEP 01-057

    JONNY, S.Kom

    PEMBINA AMBALAN

    TUMADI, S.Pd.I

    PEMBANTU PEMBINA

    SAEFUDDIN, S.Pd.I

    AMBALAN MHD. HATTA

    PEMBINA GUDEP 01-058

    PEMBINA AMBALAN

    PEMBANTU PEMBINA

    AMBALAN CUT NYAK DIEN

  • Rencana tindak lanjut 8

    3. Kegiatan Kepramukaan

    Kegiatan dalam kepramukaan diselenggarakan dalam

    bentuk kegiatan yang menarik, menyenangkan, sehat,

    teratur, terarah dan mengandung pendidikan.

    Dilaksanakan di alam terbuka dengan prinsip dasar

    kepramukaan dan metode kepramukaan, yang pada

    akhirnya akan membentuk watak, akhlak, dan budi pekerti

    yang luhur.

    Kegiatan-kegiatan tersebut adalah kegiatan yang merangsang peserta

    didik untuk lebih tahu, meningkatkan ketangkasan, dan membentuk akhlak dan

    moral yang baik sesuai dengan kode kehormatan gerakan pramuka.

    Pembina Ambalan

    Pembantu Pembina

    Dewan Ambalan

    Pradana

    Pemangku Adat

    Kerani

    Anggota

    Pinsang

    Kerani

    Anggota

    Wapinsang

    Pinsang

    Kerani

    Anggota

    Wapinsang

    Pinsang

    Kerani

    Anggota

    Wapinsang

    Pinsang

    Kerani

    Anggota

    Wapinsang

  • Rencana tindak lanjut 9

    a) Upacara

    Upacara adalah serangkaian perbuatan yang ditata dalam suatu ketentuan

    peraturan yang wajib dilaksanakan dengan khidmat, sehingga merupakan

    kegiatan yang teratur dan tertib, untuk membentuk suatu tradisi dan budi pekerti

    yang baik. Macam-macam upacara yang dilaksanakan yaitu :

    Upacara pembukaan dan penutupan latihan

    Upacara pelantikan

    Upacara kenaikan tingkat

    Upacara pemberian TKK

    Upacara pindah golongan

    Unsur-unsur yang menjadi prinsip dalam pelaksanaan upacara adalah :

    (1). Bentuk barisan, sesuai dengan perkembangan peserta didik. Dalam

    hal ini Pramuka Penegak menggunakan bentuk barisan bersaf atau

    berbentuk seperti orang Sholat.

    Bentuk barisan setengah terbuka seperti ini mempunyai makna,

    bahwa dalam pelaksanaan pembinaan anggota Pramuka Penegak

    sepenuhnya dilepas, Pembina sebagai pemberi dorongan dan dalam

    pengawasan pembina.

    (2) Pengibaran Bendera

    (3) Pembacaan Pancasila

    (4) Pembacaan Kode Kehormatan

    (5) Adanya Doa

    (6) Dilaksanakan dengan khidmat dan sungguh-sungguh

    Pradana

    Wapinsang Wapinsang

    Pinsang Pinsang Pengibar

    Berdera

    Sandi Ambalan

    Pembina

  • Rencana tindak lanjut 10

    Jalannya upacara (dalam buku ini penulis hanya menjelaskan upacara

    pembukaan latihan saja) pembukaan latihan sebagai berikut :

    a. Kerapihan setiap anggota ambalan.

    b. Sangga Kerja menyiapkan perlengkapan upacara

    c. Pradana mengumpulkan anggota ambalan dalam bentuk barisan bersaf.

    d. Laporan Pemimpin Sanga kepada Pradana.

    e. Pada waktu Pemimpin Sangga meninggalkan tempat, Wakil Pemimpin

    Sangga pindah ke tempat Pemimpin Sangga.

    f. Para Pemimpin Sangga sesudah laporan mengambil tempat di sebelah

    kanan barisan.

    g. Pradana menjemput Pembina dan mengantarnya ke sebelah kanan para

    pemimpin Sangga.

    h. Pradana mengambil tempat di depan barisan, sesuai dengan adat ambalan

    yang berlaku.

    i. Petugas bendera mengibarkan Sang Merah Putih, Pradana memimpin

    penghormatannya.

    j. Pembacaan Dasaidarma oleh petugas.

    k. Pembina Penegak atau Pembina

    Upacara membaca Pancasila diikuti oleh

    anggota ambalan.

    l. Pengumuman dari Pradana/Pembina.

    m. Pradana memimpin doa sesuai dengan

    agama dan kepercayaan masing-

    masing.

    n. Barisan dibubarkan oleh Pradana dilanjutkan dengan acara latihan.

  • Rencana tindak lanjut 11

    b) Materi Teknik Kepramukaan

    Teknik Kepramukaan, yang selanjutnya disebut

    tekpram, menjadi ciri khas gerakan pramuka. Hal ini tidak

    dapat kita temui pada organisasi-organisasi yang lainnya.

    Materi tekpram yang akan diberikan kepada peserta didik

    diantaranya :

    1. Baris-berbaris : merupakan bentuk latihan gerak dasar yang diwujudkan dalam rangka menanamkan sikap disiplin, tanggung jawab, kekompak-an, kebersamaan

    2. Semaphore : cara mengirim berita dengan menggunakan isyarat sepasang bendera. menanamkan kebersamaan, ketangkasan, dan melatih daya ingat

    3. Morse : sebuah sistem pengkodean huruf yang ditemukan Samuel Finley Morse. terdiri dari kombinasi titik (dots) dan strip (dashes)

    4. Tali temali : gerakan Pramuka sedunia menyebutnya Knotting, kita menyebutnya simpul, yang berarti seni menggunakan tali atau bahan elastis lainnya. Dipergunakan oleh para pelaut dan para perambah (pioneer) untuk mempermudah pekerjaannya.

    5. Sandi Pramuka : berasal dari bahasa Sanksekerta yang berarti rahasia. Merupakan tulisan rahasia yang hanya dimengerti oleh anggota Pramuka saja.

    6. Kompas : alat untuk menentukan arah mata angin, digunakan oleh pelaut, penerbang, pem-buru untuk berpindah dari suatu tempat ke tempat yang lainnya

    7. Mapping : disebut juga cartography yaitu cara pem-buatan peta. melatih kejelian, cinta ling-kungan, dan kebersamaan

    8. PPPK dan Kesehatan : Pertolongan Pertama pada Kecelakaan, menanamkan sikap rela berkorban, cinta sesama, dan peduli kesehatan lingkungan

  • Rencana tindak lanjut 12

    c) Penjelajahan

    Penjelajahan/ lintas alam, bagi peserta didik merupakan kegiatan di alam

    terbuka yang menarik, menantang yang dapat mengembangkan kecintaan

    kepada alam dan menambah wawasan tentang lingkungan. Bagi Pembina

    Pramuka, penjelajahan dapat difungsikan sebagai media pendidikan untuk

    mengembangkan kepribadian serta watak peserta didik.

    Kegiatan penjelajahan dapat diramu dengan kegiatan-kegiatan lain yang

    berhubungan dan terintegrasi dengan kegiatan pokok. Antara lain:

    Membaca peta medan (topografi)

    Menggunakan kompas

    tanda jejak

    memecahkan sandi dan isyarat

    menduga

    Praktek membalut (P3K)

    halang rintang

    dll

    Kegiatan penjelajahan yang disusun dan direncanakan dengan baik akan

    menanamkan dan mengembangkan sikap: Kepemimpinan, demokratis,

    kekompakan, kemandirian, self confidence, ketangkasan, administrasi,

    pengetahuan dan pengalaman. Oleh karena itu kegiatan in dilaksanakan secara

    berkala dalam gugus depan atau pun bersama dengan gugus depan lain.

  • Rencana tindak lanjut 13

    d) Kegiatan Bakti Masyarakat

    Salah satu janji pramuka dalam Trisatya berbunyi menolong sesama

    hidup dan ikut serta membangun masyarakat sehingga kegiatan bakti

    masyarakat merupakan kegiatan kepramukaan yang menjadi media

    penanaman dan pengamalan kode kehormatan. Istilah Bakti Masyarakat itu

    sendiri mengandung arti mengerjakan sesuatu secara sukarela untuk

    kepentingan masyarakat.

    Kegiatan ini disusun bersama antara pembina dan peserta didik, dengan

    langkah-langkah sebagai berikut:

    Mengadakan observasi lokasi yang akan dijadikan objek bakti

    masyarakat. Hal in berguna untuk menemukan kondisi, kebutuhan,

    potensi, budaya masyarakat serta unsur penunjang bahkan kendala di

    lapangan.

    Menyusun panitia pelaksana kegiatan.

    Pendekatan dengan Camat dan Lurah atau tokoh masyarakat

    setempat.

    Menggali sumber dana yang mungkin dapat mendukung program bakti

    masyarakat.

    Kegiatan bakti masyarakat dilaksanakan secara serentak oleh seluruh

    anggota, tidak dalam acara perkemahan, tetapi dalam kegiatan latihan rutin.

    kegiatan yang dilaksanakan diantaranya : kebersihan lingkungan, kebersihan

    tempat ibadah, kebersihan sekolah, penghijauan dsb.

  • Rencana tindak lanjut 14

    4. Pelantikan

    Upacara pelantikan merupakan serangkaian upacara

    dalam rangka pemberian pengakuan dan pengesahan

    terhadap seorang pramuka atas prestasi yang telah

    dicapainya.

    Setelah peserta didik mengalami pelantikan, maka ia

    sejak saat itu menjadi seorang penggalang, anggota gerakan

    pramuka sedunia. Makna yang terkandung bagi peserta didik

    adalah memiliki tanggungjawab, hak dan kewajiban sebagai anggota pramuka.

    Selain itu akan meningkatkan kepercayaan dirinya karena ia telah diakui

    mempunyai kemampuan dan berhasil dalam usahanya.

    Setelah kegiatan penataan administrasi gudep dan pelaksanaan kegiatan

    kepramukaan -yang telah dikemukakan di atas- diharapkan dalam rentang

    waktu tiga bulan semenjak Kursus Pembina Mahir Lanjutan akan menghasilkan

    10 anggota pramuka tingkat Bantara atau satu Sangga pramuka.

  • Rencana tindak lanjut 15

    5. Perkemahan

    Berkemah merupakan kegiatan di alam terbuka yang penuh dengan

    muatan pendidikan, yang akan mengembangkan proses pendidikan mental,

    moral, fisik, intelektual, emosi dan sosial.

    Kegiatan ini akan dilaksanakan pada

    akhir Rencana Tindak Lanjut ini. Yaitu pada

    bulan Januari 2013, bertepatan dengan

    Jambore dan Raimuna Ranting Ke-1.

    Perkemahan bertujuan menerapkan

    prinsip dasar kepramukaan dan kode

    kehormatan dalam kehidupan peserta didik

    sesuai dengan tingkat perkembangan jiwa

    mereka.

  • Rencana tindak lanjut 16

    BAB III PENUTUP

    Rencana Tindak Lanjut ini disusun setelah penulis mengikuti kursus

    pembina pramuka mahir lanjutan (KML). RTL merupakan persyaratan kursus

    untuk memperoleh pengesahan sebagai pembina pramuka mahir lanjutan.

    Produk ini berupa perencanaan pribadi dalam pembinaan terhadap peserta

    didik maupun pengabdian bagi masyarakat, terutama bagi kemajuan Gerakan

    Pramuka.

    Sekecil apapun manfaat yang dapat dipetik dari tulisan ini, mudah-

    mudahan dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan bagi peningkatan mutu

    generasi muda bangsa. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi setiap gerak

    dan langkah kita. Amin.

  • Rencana tindak lanjut 17

    BIOGRAFI

    Penulis bernama Tumadi, S.Pd.I dilahirkan di

    Kaligondang (Jawa Tengah ) tanggal 21 Juli 1973. Bekerja

    sebagai Staf Honorer di UPT Pendidikan Kecamatan Bintan

    Timur sejak tahun 2010 s.d. sekarang.

    Penulis merupakan lulusan Kursus Pembina Pramuka

    Mahir Dasar tahun 2012 yang diselenggarakan di Kijang

    Kecamatan Bintan Timur. mengikuti jenjang selanjutnya yaitu Kursus Pembina

    Pramuka Mahir Lanjutan yang diselenggarakan oleh Lemdikacab Bintan di

    Gedung PGRI Kijang Kecamatan Bintan Timur tahun 2012.

    Aktivitas penulis pada Gerakan Pramuka adalah sebagai Andalan Urusan

    Gudep Penegak Kwartir Ranting Bintan Timur, Selain itu penulis juga aktif

    membina peserta didik di Gugus Depan 01-057 Pangkalan MAN Bintan.

    Atas kecintaan penulis terhadap Gerakan Pramuka, penulis telah berulang

    kali mengantarkan peserta didik mengikuti pertemuan-pertemuan maupun

    lomba Kepramukaan, baik tingkat Kwarcab, Kwarda ataupun Tingkat Nasional,

    dan telah beberapa kali mendapatkan penghargaan.

    OMG