referat diabetes mellitus

Download Referat Diabetes Mellitus

Post on 18-Jan-2016

195 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Medical literature for Diabetes Mellitus. Definition, classification, clinical manifestation and treatment for Diabetes Mellitus

TRANSCRIPT

Bab IPENDAHULUAN

Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit endokrin metabolik berupa sindroma yang sangat sering kita temukan di tengah tengah masyarakat. Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus merupakan istilah lain untuk sindroma ini yang dapat menjelaskan perbedaannya dengan Insulin Dependent Diabetes Mellitus atau Diabetes Mellitus tipe 1 yang identik ketergantungan terhadap insulin dan usia muda. Istilah tersebut sudah lama ditinggalkan karena terapi lanjutan pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 menggunakan insulin dan tidak jarang dialami sejak kanak kanak atau remaja, terutama dewasa muda dengan obesitas. Selain itu, penelitian menunjukkan sekitar 5-10% penderita DM tipe 1 terjadi pada usia 30 tahun, walaupun kebanyakkan pada usia lebih muda.1 Hal ini terjadi karena pengrusakkan sel beta secara autoimmune dapat terjadi pada segala usia.Di Indonesia, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, prevalensi Diabetes Mellitus sebesar 2,1%. Berdasarkan data tersebut prevalensinya meningkat seiring bertambahnya umur namun menurun setelah usia di atas 65 tahun. Prevalensi DM cenderung lebih tinggi pada masyarakat dengan tingkat pendidikkan tinggi dan dengan kuintil indeks kepmilikan tinggi. Dari tahun 2007 hingga tahun 2013 terjadi peningkatan prevalensi, pada tahun 2007 prevalensinya dari 1,1%.2Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi kejadian Diabetes Mellitus tipe 2. Faktor faktor tersebut antara riwayat penyakit keluarga dengan DM tipe 2, obesitas, ras, kurang aktifitas, riwayat gangguan inteloransi glukosa, gula darah puasa terganggu atau pemeriksaan A1C 5,7-6,4%, hipertensi, dislipidemia, dll.1 Berdasarkan hal tersebut diperlukan kesdaran masyrakat untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi kesehatannya. Pemahaman yang menyeluruh mengenai diagnosis, komplikasi, dan tatalaksana DM tipe 2 diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga dapat dilakukan penceegahan.

BAB IILAPORAN KASUS

2.1 Identitas Pasien Nama: Tn. D Usia: 53 Tahun Jenis Kelamin: Laki laki Alamat: Jl. Teluk Pucung No.15, RT003/003, Bekasi Barat Status: Menikah Pekerjaan: Wiraswasta Agama : Islam Suku: Jawa2.2 AnamnesisAnamnesis dilakukan secara autoanamnesis, Senin 20 Oktober 2014 di ruang perawatan Anggrek, RSUD Bekasi.1. Keluhan UtamaPasien merasa lemas sejak 5 hari yang lalu.2. Keluhan TambahanBadan terasa pegal pegal, dada terasa sesak, dan kedua tangan terasa gatal gatal.3. Riwayat Penyakit SekarangPasien datang ke IGD RSUD Bekasi dengan keluhan lemas sejak 5 hari yang lalu. 3 hari yang lalu setelah berobat ke klinik umum dengan keluhan stress. Pasien merasa semakin lemas setelah mengkonsumsi obat piroxicam dan amitriptilin. Pasien merasa mengantuk terus menerus dan kekuatan untuk menggenggam berkurang. Pasien merasa semakin lemas hingga datang ke IGD serta pasien mengeluh gula darahnya yang tinggi berdasarkan pengukuran sendiri di rumah pada hari itu yaitu 420 g/dl. Pasien merasa lemas disertai badan terasa pegal, dada terasa sesak, dan kedua tangan terasa gatal gatal. Selain gatal gatal pasien sering merasa kesemutan dan baal pada kedua tangan dan kaki. Pasien merasakan ketajaman penglihatan yang mulai berkurang hingga sulit mengenali orang dalam beberapa tahun terakhir. Berat badan pasien awalnya 90 kg kemudian turun menjadi 78 kg dalam beberapa tahun terakhir. Pasien mengeluh sulit buang air besar dalam 1 minggu terakhir, buang air kecil sedikit dan tampak berbusa. Tidak terdapat mual, muntah dan keluhan diare. Tidak terdapat demam. Pasien tidak sampai hilang kesadaran atau pingsan. Nafsu makan dan minum baik.4. Riwayat Penyakit DahuluPasien menderita Diabetes Mellitus sejak tahun 1996. Pasien pernah menjalani operasi pada telapak kaki kiri 4 tahun yang lalu, dikatakan karena luka akibat diabetes. Tidak terdapat riwayat hipertensi, dislipidemia, stroke maupun jantung.5. Riwayat Penyakit KeluargaPada keluarga pasien terdapat riwayat hipertensi dan kadar asam urat yang tinggi. Riwayat diabetes mellitus, stroke, maupun jantung pada keluarga disangkal.6. Riwayat PengobatanSemenjak divonis menderita DM pasien rutin mengkonsumsi obat Metformin dan Glibenclamid. Kemudian menggunakan insulin Lantus dan Apidra. Terakhir menggunakan insulin Novomix. Satu terakhir berhenti menggunakan insulin dan hanya mengkonsumsi obat Metformin dan Glibenclamid. Pasien tidak memiliki riwayat pengobatan rutin lainnya.7. Riwayat KebiasaanDahulu memiliki kebiasaan merokok, dan minum minuman beralkohol. Pasien jarang berolahraga. Sebelum menderita DM pasien mengkonsumsi suka makanan berlebih yang manis dan banyak mengandung kolesterol, makan dapat lebih dari 3 kali sehari. Setelah divonis DM pasien mulai mengatur dietnya dengan membatasi nasi dan makananan yang mengandung gula serta makan lebih teratur. Pasien memiliki kebiasaan mengkonsumsi suplemen kesehatan. 2.3 Pemeriksaan Fisik. Keadaan umum: Compos mentisb. Kesan sakit: Tampak sakit ringanc. Status gizi: Gizi cukupd. Tanda vital:- Nadi: 80x/menit, teratur, volume cukup - Suhu: 36,5 C - Pernafasan: 20x/menit- Tekanan darah : 140/80 mmHge. Status Generalis:1.Kepala: Normosefali, rambut hitam, tidak mudah dicabut, fontanel tidak cekung- Mata: Konjungtiva anemis -/-, sclera ikterik -/-, refleks cahaya langsung +/+, refleks cahaya tak langsung +/+, pupil 3 mm bulat isokor - Hidung: Tidak tampak septum deviasi- Telinga: Nyeri tarik -/-, nyeri tekan -/-, benjolan -/- - Mulut: Bibir kering (-), Sianosis (-), mukosa bibir dan lidah kering (-)uvula di tengah, tonsil T1-T1 tenang, mukosa faring tidak hiperemis,

2. Leher- Kelenjar getah bening : Tidak tampak dan tidak teraba pembesaran kelenjar getah bening- Tiroid: Tiroid teraba tidak membesar, tidak terdapat nyeri tekan- Trachea: Terletak di tengah- Kaku kuduk: (-)3. Paru- Inspeksi: - Bentuk dada normal, simetris, sela iga tidak menyempit atau melebar, retraksi sela iga (-), dilatasi vena (-) - Gerak nafas abdomino torakal, simetris, tidak ada lapang paru yang tertinggal - Palpasi: Vocal fremitus teraba simetris- Perkusi: - Kedua lapang paru terdengar sonor - Batas paru-hepar setinggi sela iga ke-5 garis midclavicularis kanan, peranjakkan positif 2 jari - Batas paru-jantung kanan setinggi sela iga ke-3 garis sternalis kanan- Batas paru-jantung kiri setinggi sela iga ke-3 garis parasternalis kiri - Batas paru-lambung setinggi sela iga ke-8 garis aksilaris anterior kiri- Auskultasi: Suara nafas vesikuler, ronki -/-, wheezing -/-4. Jantung- Inpeksi: Pulsasi ictus cordis (-)- Palpasi: Teraba ictus cordis pada garis midclavilcularis kiri setinggi sela iga ke-5- Perkusi: Kedua lapang paru terdengar sonor - Auskultasi: Suara nafas vesikuler, ronki -/-, wheezing -/-

- Bunyi Jantung I dan II terdengar reguler, S3 (-), S4 (-), gallop (-), tidak terdapat murmur pada kempat katup jantung, ictus cordis terdengar pada sela iga ke-5 1cm medial dari garis midclavicula kiri5. Abdomen - Inspeksi: Kulit sawo matang, mendatar, ikterik (-), spider nevi (-), dilatasi vena (-), smilling umbilicus (-).- Palpasi: -Teraba supel, defense musculair (-), nyeri tekan dan nyeri lepas (-) pada keempat kuadran abdomen- Hepar dan lien tidak teraba- Perkusi: Timpani pada keempat kuadran - Auskultasi: Bising usus 1x/menit, arterial bruit (-)6. Punggung dan Tulang Belakarng- Inspeksi: Bentuk normal, kifosis (-), skoliosis (-), gibbus (-)7. Ekstremitas- Ekstremitas atas: - Inspeksi :Bentuk normal, proporsional, ikterik (-), spider nevi (-),deformitas (-), oedem (-), gerakkan involunter (-)- Palpasi: - Akral hangat +/+, tidak berkeringat, oedem pitting/non pitting -/-, atrofi otot -/-- Kekuatan motorik 4/5, refleks fisiologis +/+, refleks patologis -/-, sensoris lemah pada bagian distal (+)- Ekstremitas bawah: - Inspeksi :Bentuk normal, proporsional, ikterik (-), spider nevi (-), deformitas (-), oedem (-), gerakkan involunter (-), sikatriks pada telapak kaki kanan (+)- Palpasi: - Akral hangat +/+, tidak berkeringat, oedem pitting/non pitting -/-, atrofi otot -/-- Kekuatan motorik 4/5, refleks fisiologis +/+, refleks patologis -/-, sensoris lemah pada bagian distal (+)8. Genitalia : - Inspeksi: skrotum tidak membesar (-)2.4 Pemeriksaan Penunjang A. Pemeriksaan Laboratorium, 20 Oktober 2014I. Pemeriksaaan Darah Rutin

No.Jenis pemeriksaanHasil pemeriksaanNilai normalKeterangan

1.Leukosit13.800 L5.000 10.000 LMeningkat

2.Hemoglobin12,9 q/dL14 16 q/dLMenurun

4.Hematokrit41,8%42 48 %Menurun

5.Trombosit432.000 L150.000450.000 LNormal

II. Pemeriksaan Kimia Klinik

1.Glukosa darah sewaktu214 mg/dL< 110 mg/dLMeningkat

III. Elektrolit

1.Natrium (Na)133 mmol/L135 145 mmol/LMenurun

2.Kalium (K)4,9 mmol/L3,5 5 mmol/LMenurun

3.Clorida (Cl)89 mmol/L94 111 mmol/LMenurun

2.5 Diagnosis KerjaDiabetes Melitus Tipe IINeuropati PeriferHemiparese Dextra2.6 Penatalaksanaan Non Farmakologis1. IVFD Aminofluid 500cc/12 jam2. Diet DM 1900 kalori Farmakologis1. Drip Sohobion 1 ampul dalam NaCl 0,9%2. Injeksi Ranitidin 50 mg 2xI amp/IV3. Injeksi Novomix2x17 unit/SC (skin test)4. Injeksi Seftriakson 1gr1xI amp/IV5. Simvastatin tab 10 mg1xI tab/PO2.7 Prognosis Ad Vitam: Ad Bonam Ad Functionam: Dubia Ad Malam Ad Sanationam: Dubia Ad Bonam2.8 Follow UpTanggalSubjectiveObjectiveAssementPlanning

21/10/2014Lemas, kesemutan, meriangTSS, CMTD: 140/90mmHgN: 88x/mR:10x/mS:36,2Kepala: CA -/-, SI-/-Pulmo: SN Vesikuler, ronki -/-, wheezing -/-Cor: S1-S2 reguler, murmur (-), gallop(-)Abd: Mendatar, BU (+), supel, nyeri tekan (-)Ekstremitas: akral hangat, udem (-), kekuatan motorik 4/5Lab:LED: 13Leukosit:12rb/LHJ:0/2/3/57/30/8Eritrosit:4,30;Hb:12,5MCV:91,5;MCH:29,1MCHC:31,8Trombosit:394.000Protein total:5,3Albumin:2,82Globulin:2,8AST/ALT:13/10Alk. Phos: 63Bil. Total: 0,3Bil.Direk/Ind:0,2/0,1Ur: 48; Kr: 1,65Trigliserida: 206Kolesterol total: 301HDL: 54;LDL: 206Na: 135;K:4,7;Cl:901.DM Tipe 22.Neuropati Perifer3.HemipareseDextra4