posisi bulan

Download Posisi Bulan

Post on 10-Oct-2015

1.279 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Posisi Bulan

TRANSCRIPT

  • 1 | M e n e n t u k a n T i t i k N o l R o t a s i B u l a n

    MAKALAH

    MENENTUKAN TITIK NOL

    REVOLUSI BULAN TERHADAP

    BUMI

    D

    I

    S

    U

    S

    U

    N

    OLEH

    H. BAKRI SYAM

  • 2 | M e n e n t u k a n T i t i k N o l R o t a s i B u l a n

    KATA PENGANTAR

    Dengan izin Allah SWT saya menulis makalah ini, disini saya akan mencoba

    menjelaskan dan menggambarkan dua sisi pandang ilmu untuk menentukan awal bulan,

    menurut ilmu teknologi dengan menurut ilmu agama Islam (Hadis Rasullulah saw), semoga

    Allah SWT meredoinya amin amin yarabbal allamin .

    Mudah-mudahan makalah ini ada manfaatnya bagi kita, saya menyadari bahwa dalam

    penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dan saya juga mengharapkan adanya

    saran dan kritikan dari kita semua demi kesempurnaan isi makalah ini, dan akhir kata saya

    ucapkan mohon maaf atas ketidak sempurnaan makalah ini, mudah-mudahan Allah SWT

    memberikan hidayah-Nya kepada kita semua sehingga dalam penentuan Awal Ramadhan

    yang akan datang tidak terjadi lagi perbedaan pendapat, yang mana semuanya itu atas Iradat

    Allah SWT, Amin ya Rabbal Alamin.

    Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Bangkinang, 18 Juli 2013

    Penulis,

    H. BAKRI SYAM

  • 3 | M e n e n t u k a n T i t i k N o l R o t a s i B u l a n

    BAB I.

    PENDAHULUAN

    LATAR BELAKANG

    Berdasarkan ketidak puasan saya dalam menonton sidang isbat di Televisi dalam

    menentukan awal bulan Ramadhan, dan saya tidak punya akses untuk menyampaikan

    pendapat saya kesana. Didalam sidang tersebut seolah olah melakukan pekerjaan yang sia-

    sia dan ada pula yang menurut pandangan saya laporan kebohongan dalam mengamati hilal,

    dia melaporkan bahwa hilal sudah kelihatan dibawah 15 derjat, bahkan ada yang berpendapat

    tidak perlu diadakan sidang isbat, tentu semuanya itu punya alasan yang berbeda-beda, dan

    sisi pandang yang berbeda pula. Semua perbedaan itu tentu dengan landasan pijak ilmu yang

    berbeda pula .

    Saya memahami dari Salah seorang ulama Islam yang muncul sebagai ahli ilmu falak

    terkemuka adalah Muhammad bin Musa Al-Khawarizmi (780-850)M. Dialah pengumpul

    dan penyusun daftar astronomi (zij) yang tertua dalam bentuk angka-angka (sistem

    perangkaan Arab diperoleh dari India) yang di kemudian hari termasyhur dengan nama daftar

    algoritmus atau daftar logaritma. Daftar logaritma Al-Khawarizmi ini ternyata sangat

    menentukan dalam perkiraan astronomis, sehingga ia berkembang sedemikian rupa di

    kalangan (sarjana astronom, mengalahkan teori-teori astronomi serta hisab Yunani dan India

    yang telah ada, dan bahkan berkembang sampai ke Tiongkok. Dari teori dialah bahwa angka

    0(nol) adalah angka awal didalam menghitung.

    Bermula dari pendapat MUHAMMAD BIN MUSA AL-KHAWARIZMI di adopsi oleh

    NICOLAUS COPERNICUS orang polandia ( 1473 1543 )M yang berpendapat bahwa

    bumi bukan pusat yang tidak bergerak dari alam semesta tetapi sebenarnya , bergerak

    mengitari matahari ini mematahkan pendapat sebelumnya bahwa sebagai fakta matahari

    terbit di timur dan bergerak melintasi angkasa untuk terbenam di barat , sedangkan bumi

    tetap tidak bergerak ( pendapat ARISTOTELES ).

    Dan pendapat NICOLAUS COPERNICUS di perkuat / disempurnakan oleh GALILEO

    GALILEI orang itali (1564 1642)M bahwa matahari sebagai pusat tata surya.

    Dengan kemajuan teknologi dan perkembangan ilmu pengetahuan sehingga merubah

    sisi pandang untuk menentukan awal bulan, maka bagi masyarakat awam yang kurang

    memahami sisi pandang tersebut, sehingga mereka saling salah menyalahkan satu sama

    lainnya .

    Dari pelajaran ilmu antariksa tersebut saya menulis makalah ini. Dalam perbedaan

    pandangan untuk menentukan awal bulan Ramadhan, maka dari semua perbedaan itu saya

    mencoba menganalisa dan menggambarkan posisi-posisi bulan didalam makalah ini yang

    saya beri judul MENENTUKAN TITIK NOL REVOLUSI BULAN TERHADAP

    BUMI

    Untuk menselaraskan istilah dalam ilmu antariksa dimana :

    Revolusi bulan adalah pergerakan bulan mengelilingi bumi.

  • 4 | M e n e n t u k a n T i t i k N o l R o t a s i B u l a n

    Rotasi bulan adalah perputaran bulan terhadap sumbunya.

    Terhadap bumi bulan tidak berotasi pada sumbunya, oleh karena itu permukaan bulan yang

    menghadap ke bumi tetap.

    Terhadap matahari bulan berotasi pada sumbunya, oleh karena itu satu kali revolusi bulan

    mengelilingi bumi sama dengan satu kali bulan berotasi pada sumbunya.

    Sebelum itu saya mengutip sebuah Hadist Rasullah SAW yang menanyakan kepada Muaz bin

    Zabal

    () : , :

    : () , : : .

    ()

    .

    ( )

    Maksudnya:

    Bagaimanakah nanti engkau akan memutuskan hukum apabila dibawa kepada engkau

    sesuatu permasalahan? Muaz menjawab: Saya akan memutuskan hukum berdasarkan Kitab

    Allah S.W.T. Nabi bertanya lagi, Sekiranya kamu tidak mendapati didalam Kitab Allah?

    Jawab Muaz. Saya akan memutuskan berdasarkan Sunnah. Tanya Nabi lagi, Sekiranya

    engkau tidak menemui didalam Sunnah? Muaz menjawab, Saya akan berijtihad dan saya

    tidak akan mengabaikan perkara tersebut. Nabi pun mengusap dada sambil bersabda, Segala

    puji bagi Allah yang telah memberi taufiq kepada utusan Rasulullah S.A.W. ke arah sesuatu

    yang diredhainya.

    (Riwayat Ahmad dan Abu Daud)

    Jadi saya artikan didalam memutuskan persoalan dalam beribadah harus mengutamakan Al-

    Quran dan Sunnah Rasulullah SAW terlebih dahulu, seandainya tidak ada dalam Al-Quran

    dan Sunnah Rasulullah SAW, barulah boleh seseorang berpendapat.

    Dengan landasan pijak ilmu yang berbeda tentu melihat dari sisi pandang yang berbeda pula ,

    padahal acuannya sama-sama Al-Quran dan Hadis Rasullulah s a w.

    Mudah mudahan dengan paparan yang singkat ini dapat menyatukan landasan pijak ilmu

    yang sama supaya melihat dari sisi pandang yang sama pula, sehingga menghasilkan

    pandangan yang sama dalam hal menentukan awal bulan (Hijriah) / bulan Ramadhan .

    RUMUSAN MASALAH

    1 Dengan kemajuan ilmu teknologi bisa menentukan kapan bulan berada segaris dengan

    matahari(ijtimak/kunjungsi) dan menetapkan garis batas pergantian bulan hijriyah

  • 5 | M e n e n t u k a n T i t i k N o l R o t a s i B u l a n

    adalah pada saat bulan berada pada ijtimak/kunjungsi. Sehingga menggeser sisi

    pandang umat islam dalam menentukan kapan mulai dan berakirnya puasa Ramadan .

    2 Terlalu cepatnya pemimpin umat berpendapat sebelum paham betul maksud dari Al-

    Quran dan Hadist Rasullulah SAW .

    3 Sudah jelas keterangannya di dalam suatu Hadist tertentu untuk menetukan awal dan

    akhirnya puasa Ramadhan, pemimpin umat Islam mencari kias dari Hadist lain,

    sehingga sesama umat islam saling salah- menyalahkan satu sama lainnya .

    TUJUAN

    1. Agar penjelasan makalah ini dapat dipahami dan dapat disampaikan dalam pelaksanaan sidang isbat setiap tahunnya dalam menentukan mulai dan berakhirnya

    puasa Ramadhan.

    2. Mudah-mudahan kita semua dapat menyatukan sisi pandang sehingga memperkecil terjadinya pertikaian dalam menentukan mulai dan berakhirnya puasa Ramadhan.

    RUANG LINGKUP KAJIAN

    Dalam makalah ini saya mencoba menjelaskan dua sisi pandang untuk menentukan awal dan

    berakhirnya puasa Ramadhan.Dalam penjelasan dua sisi pandang tersebut tentu di jelaskan

    pula hal-hal yang terkait terbentuknya hilal

    Seperti: Isi Jagat raya

    Matahari : - Sumber cahaya pada jagat raya

    Bumi : - Kejadian pada bumi dalam hal terjadinya malam dan siang

    - Proses terbenam dan terbitnya matahari dan bulan.

    Bulan : - Posisi-posisi bulan pada matahari dan bumi

    - Perhitungan bulan segaris dengan bumi dan matahari (konjungsi)

    Hilal : - Kapan terbentuknya hilal

    - Waktu pengamatan hilal

    - Teknik pengamatan hilal

    Rujukan untuk awal dan akir puasa Ramadan.

    METODEOLOGI PENULISAN

    - Mengenali dan memperhitungkan perjalanan matahari, bumi dan bulan.

    - Menggambarkan posisi-posisi bulan, matahari, dan bumi.

    - Memperhitungkan dan mengamati kapan terbentuknya hilal.

    - Mengamati dan memperhitungkan kapan saatnya bulan berada segaris atau sejajar

    dengan matahari dan bumi (konjungsi).

    - Menjelaskan landasan dan ketentuan-ketentuan dalam menetapkan awal dan

    berakirnya puasa Ramadan .

  • 6 | M e n e n t u k a n T i t i k N o l R o t a s i B u l a n

    - Menjelaskan dua sisi pandang menurut ilmu teknologi dengat menurut ilmu agama

    Islam dalam hah menentukan awal dan akhirnya puasa Ramadhan.

    - Melakukan penelitian kapan bulan berada segaris matahari dan bumi(matahari, bulan,

    dan bumi) dengan peralatan : busur derajat, tali, dan kayu yang lurus.

    - Melakukan opserpasi dengan stelarim.

    SISTEMATIKA PENULISAN

    Kata pengantar

    Bab I : -Pendahuluan

    -Ruang lingkup kajian

    -Metodeologi penulisa

    Bab II : -Jagat raya

    -Matahari

    -Bumi

    -Terjadinya malam dan siang

    -Bulan

    Bab III : -Hilal

    -Terbentuknya hilal

    -Perhitungan Pengamatan hilal

    -Penelitian hilal

    -Te