media informasi kesehatan

2
Pada berbagai media informasi, baik cetak maupun elektronik terkadang kita mendapat berita sebuah keluarga mengalami kehilangan salah satu anggota keluarga mereka yang berusia tua. Kebanyakan anggota keluarga yang menghilang tersebut berusia lebih dari 60 tahun. Berdasarkan cerita dari pihak keluarga yang melakukan pencarian atas hilangnya orang tersebut sesaat setelah mereka berpamitan untuk berjalan-jalan di sekitar rumah. Di kasus lainnya, kita kerap kali mendengar cerita bahwa di antara teman, tetangga atau keluarga kita sendiri mendapati Ayah, Ibu, Kakek atau Nenek kita tidak bisa mengingat siapakah cucu atau anak yang sedang berkunjung ke rumah. Bahkan aktifitas telah dilakukan sesaat saja terlupa begitu saja. Contohnya saja menyalakan kompor, yang tentunya dapat membahayakan keselamatan mereka di dalam rumah. Bentuk contoh lainnya, jika kita menegur mereka untuk menghentikan aktifitas yang telah dilakukan baru saja, seringkali mendapati tanggapan yang tidak menyenangkan, beliau bisa saja marah dan tetap memaksakan untuk melakukan tindakan itu sekali lagi. Pernahkah kita bertanya apa yang telah terjadi di kehidupan mereka? Apakah mereka tengah menunjukkan gejala dari suatu penyakit? Apabila kita mencari jawabannya dari bidang ilmu kedokteran akan diperoleh bahwa setiap contoh kasus yang telah dipaparkan sebelumnya menandakan orang-orang itu menunjukkan gejala demensia atau dalam bahasa keseharian kita lebih mengenalnya dengan lupa ingatan. Demensia memang sering kali dialami oleh sekelompok masyarakat lansia atau lanjut usia dengan kategori umur di atas 60 tahun. Dan bentuk demensia

Upload: dhanis-sartika

Post on 12-Sep-2015

215 views

Category:

Documents


1 download

DESCRIPTION

kesehatan

TRANSCRIPT

Pada berbagai media informasi, baik cetak maupun elektronik terkadang kita mendapat berita sebuah keluarga mengalami kehilangan salah satu anggota keluarga mereka yang berusia tua. Kebanyakan anggota keluarga yang menghilang tersebut berusia lebih dari 60 tahun. Berdasarkan cerita dari pihak keluarga yang melakukan pencarian atas hilangnya orang tersebut sesaat setelah mereka berpamitan untuk berjalan-jalan di sekitar rumah. Di kasus lainnya, kita kerap kali mendengar cerita bahwa di antara teman, tetangga atau keluarga kita sendiri mendapati Ayah, Ibu, Kakek atau Nenek kita tidak bisa mengingat siapakah cucu atau anak yang sedang berkunjung ke rumah. Bahkan aktifitas telah dilakukan sesaat saja terlupa begitu saja. Contohnya saja menyalakan kompor, yang tentunya dapat membahayakan keselamatan mereka di dalam rumah. Bentuk contoh lainnya, jika kita menegur mereka untuk menghentikan aktifitas yang telah dilakukan baru saja, seringkali mendapati tanggapan yang tidak menyenangkan, beliau bisa saja marah dan tetap memaksakan untuk melakukan tindakan itu sekali lagi. Pernahkah kita bertanya apa yang telah terjadi di kehidupan mereka? Apakah mereka tengah menunjukkan gejala dari suatu penyakit? Apabila kita mencari jawabannya dari bidang ilmu kedokteran akan diperoleh bahwa setiap contoh kasus yang telah dipaparkan sebelumnya menandakan orang-orang itu menunjukkan gejala demensia atau dalam bahasa keseharian kita lebih mengenalnya dengan lupa ingatan. Demensia memang sering kali dialami oleh sekelompok masyarakat lansia atau lanjut usia dengan kategori umur di atas 60 tahun. Dan bentuk demensia dibagi atas 2 macam, yaitu demensia vaskular dan demensia Alzheimer. Perbedaan diantara kedua jenis tersebut dilihat berdasarkan penyebabnya, untuk demensia vascular dialami oleh seseorang setelah ia mengalami gangguan peredaran darah di otaknya, penyakit tersebut dikenal sebagai stroke. Sedangkan pada demensia Alzheimer menitikberatkan pada kondisi akibat penurunan kemampuan otak bekerja layaknya di usia muda untuk mengingat semua kewajiban yang harus dilakukan, aktifitas yang telah dilakuan ataupun peristiwa yang telah terjadi. Dengan didapatkan informasi mengenai suatu penyakit terganggunya fungsi ingatan pada seseorang yang telah berusia lanjut tentunya kita bisa lebih peduli kepada mereka dan membantu mereka untuk tetap dapat menjalani aktifitas sehari-hari secara optimal, serta timbul rasa aman dan nyaman