materi mentoring fisip ub 2013

Download Materi Mentoring FISIP UB 2013

Post on 26-Dec-2015

24 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Tentang Perekrutan Maba FISIP yang berlangsung ke sistem mentoring

TRANSCRIPT

  • TUJUAN

    Peserta mengetahui makna syukur nikmat secara bahasa maupun

    istilah

    Peserta memahami pentingnya syukur nikmat

    Peserta mengetahui cara bersyukur

    Peserta mengetahui hal-hal yang dapat mngubah nikmat menjadi

    naqmah (siksaan)

    METODE PENDEKATAN

    Ceramah dan Diskusi

    RINCIAN BAHASAN

    Makna Syukur Nikmat

    Syukur secara bahasa adalah berterima kasih. Menurut istilah

    syukur adalah memberikan pujian kepada yang memberi

    kenikmatan dengan sesuatu yang telah dibeikan kepada kita

    berupa perbuatan ma'ruf, dalam pengertian tunduk dan berserah

    diri kepada-Nya.

    Pentingnya Syukur Nikmat

    Syukur adalah wasiat pertama yang disampaikan Allah SWT

    kepada manusia. Setelah manusia mampu berpikir, Allah

    memerintahkannya untuk bersyukur kepada-Nya dan

    kepada kedua orang tuanya [31:14, 2:172, 17:3, 27:19].

    Allah memberikan pujian kepada hamba-Nya yang tidak

    pernah lalai dalam mensyukuri nikmat-Nya [6:53, 3:145].

    Akan menambah kuatnya iman dan kenkmatan [14:7]

    Allah tidak akan menyiksa orang-orang mukmin yang

    senantiasa bersyukur [4:147]

    1. Mensyukuri Nikmat

  • Allah tidak menyukai orang yang mengkufuri nikmat dan

    mencela orang-orang yang tidak pandai mensyukuri nikmat

    [2:152, 100:6, 76:3-4]. "Hendaklah tiap orang dari kalian berhati yang bersyukur dan lisan yang selalu mengingat..."(H.R. Turmudzi dan Ibnu Majah). Sesungguhnya Allah ridha kepada seorang hamba yang

    setiap makan dan minumnya memuji Allah (atas karunia

    yang diberikan Allah kepadanya).

    Cara Bersyukur

    1. Syukur yang dilakukan dengan hati (Syukru Qalbiy). Yaitu mengakui nikmat-nikmat Allah dan mencintainya.

    "Mengingat kenikmatan akan berpengaruh (membekas) pada kecintaannya kepada Allah Azza wa Jalla." (H.R. Abu Sulaeman al-Washitiy)

    2. Syukur yang dilakukan oleh lisan (Syukru Lisan). Yaitu memuji kepada-Nya dan atas anugrah ynag

    dilimpahkanNya [93:11]. Selain

    itu mempunyai kesadaran untuk menyatakan bahwa nikmat

    itu datang hanya dari

    sisi Allah [16:53]

    3. Syukur yang dilakukan oleh anggota badan (Syukru Jawarih), Yaitu dengan menggunakan anggota tubuh/melakukan

    aktivitas dalam rangka tunduk kepada-Nya yang ditujukan

    hanya untuk memperoleh keridhaan-Nya. Juga dengan

    meninggalkan segala bentuk kemaksiatan serta

    mempersembahkan dan menundukkan kenikmatan yang

    dilimpahkan Allah untuk menaati-Nya dan memperoleh

    keridhaan-Nya

  • Bersyukur kepada Allah harus tercermin dalam hati, lisan dan

    anggota tubuh, karena dengan hati itulah kita merasakan,

    mengetahui, menyambut dan membicarakan nikmat-nikmat Allah.

    Nikmat bisa berubah menjadi Naqmah (siksaan)

    Nikmat bisa menjadi naqmah karena berbagai perkara, antara lain:

    1. Jika kita melakukan kemaksiatan dan berbuat dosa, yaitu

    membalas nikmat Allah dengan hal-hal yang dimurkai-Nya

    [30:41, 4:39].

    2. "Seorang hamba pada hari kiamat tiada melangkahkan kedua kakinya, sehingga ditanyakan kepadanya empat perkara, yaitu tentang umurnya dihabiskannya untuk apa, tentang ilmunya diamalkan untuk apa, tentang hartanya darimana diperolehnya dan untuk kepentingan apa dihabiskan, serta masa muda dihabiskan untuk apa." (H.R. Tarmudzi).

    3. Meyakini bahwa anugrah yang dimilikinya bukan dari Allah tapi

    atas usahanya sendiri atau dari selain Allah [28:78, 16:53-

    54,84].

    4. Sikap sombong, merasa diri lebih mampu dari orang lain

    sehingga ia mnecela orang lain dan membangga-banggakan apa

    yang di milikinya baik harta, sawah ladang, ilmu, atau

    kedudukan [104:1-3]

    5. Tidakmenunaikan hak-hak Allah.

    6. Bila kita memiliki ilmu walaupun sedikit, hendaklah tetap kita

    ajarkan kepada orang lain. Bila kita mempunyai harta walaupun

    sedikit, hendaknya kita infakkan, karena dalam harta itu ada

    hak-hak orang lain [70:24-25]

  • REFERENSI

    Royyad al-Haqil, Mensyukuri nikmat Allah, GIP.

    PENUGASAN

    a. Memberi makan kepada 2 anak jalanan (sertakan foto anda

    bersama mereka). Sifat tugas individu

    b. Membuat list nikmat yang belum diberikan Allah pada anda. Sifat tugas individu

  • TUJUAN

    Peserta tumbuh kesadarannya untuk meneladani akhlak

    Rasulullah SAW

    Peserta mengetahui contoh akhlak yang mulia

    Peserta mengetahui contoh akhlak tercela

    RINCIAN BAHASAN

    Misi utama diutusnya Rasul ke dunia ialah untuk

    menyempurnakan akhlak manusia. "Sesungguhnya aku diutus

    untuk menyempurnakan keluhuran akhlak" (Hadits).

    Akhlak Rasulullah mencakup segala sisi kehidupan, yaitu

    sebagai suami, kepala pemerintahan, pemimpin tertinggi

    pasukan Islam, dsb.

    Rasulullah memiliki akhlak yang agung (QS. 68:4) dan patut

    dijadikan teladan oleh umat Islam (QS. 33:21).

    Akhlak Rasulullah secara Umum

    1. Akhlak qur'ani

    Ditanyakan kepada Aisyah ra. tentang akhlak Rasulullah SAW,

    maka jawabnya,"Akhlaknya Qur'ani" (Hadits)

    Akhlak Rasulullah adalah al-Qur'an.Karena itu, untuk

    memperoleh gambaran utuh akhlak beliau kita perlu memahami

    al-Qur'an dan as-Sunnah atau segala sesuatu yang ada

    kaitannya dengan pola kehidupan Rasulullah.

    2. Akhlak manusia terbaik

    "Dikatakan oleh Anas ra. bahwa Rasulullah adalah manusia yang

    terbaik akhlaknya".

    2. Akhlak Idolaku

  • Contoh akhlak-akhlak mulia yang diperintahkan Nabi SAW

    1. Jujur

    Hadits Rasul: "Sesungguhnya kejujuran itu akan

    menghantarkan kepada kebajikan, dan sesungguhnya kebajikan

    itu akan menghantarkan ke syurga. Dan seseorang senantiasa

    berkata benar dan jujur hingga tercatat di sisi Allah sebagai

    orang yang benar dan jujur. Dan sesungguhnya dusta membawa

    kepada kejahatan, yang akhirnya akan mengantarkan ke dalam

    neraka. Dan seseorang senantiasa berdusta hingga di catat di

    sisi Allah sebagai pendusta." (HR.Bukhari-Muslim)

    2. Dermawan (QS. 2:261)

    "Tidaklah seseorang hamba berada pada suatu pagi kecuali dua

    malaikat turun menemaninya. Satu malaikat berkata: Ya Allah,

    berilah karunia-Mu, sebagai ganti apa yang ia infakkan.

    Malaikat lainnya berkata: Ya Allah, berilah ia kebinasaan

    karena telah mempertahankan hartanya yang tidak

    dinafkahkannya". Muttafaq 'alaih)

    3. Malu

    "Adalah Rasulullah SAW sangat tinggi rasa malunya, lebih

    pemalu dari gadis pingitan. Apabila Beliau tidak menyenangi

    sesuatu, kami dapat mengetahuinya pada wajah Beliau."

    (HR.Muslim), "Iman itu mempunyai 71 atau 81 cabang dan yang

    paling utamanya adalah mengucapkan Laa ilaaha illal-Lah dan

    serendah-rendahnya adalah meyingkirkan duri (gangguan dari

    jalan).Dan sifat pemalu merupakan satu bagian dari iman"

    (Muttafaq 'alaih).Tambahan: lihat Ar-Rasul, hal.197-199.

    4. Menepati janji (QS. 5:1; 17:34). Tambahan: lihat Ar-Rasul,

    hal.56-60.

    5. Menutupi aib (QS. 24:19).

  • Contoh akhlak-akhlak tercela yang diperingatkan Rasulullah

    SAW

    1. Marah (QS. 3:133-134)

    Dari Abi Hurairah ra. bahwa seorang laki-laki berkata kepada

    Nabi SAW:"Wasiatilah aku."Sabda nabi:"Janganlah engkau

    mudah marah.Maka diulanginya beberapa

    kali.Sabdanya:Janganlah engkau mudah marah." (HR. Bukhari-

    Muslim)

    2. Ghibah dan Namimah (QS. 49:12)

    3. Riya (QS. 2:264)

    4. Sombong (QS. 17:37)

    5. Zalim

    "Hai hamba-hamba-Ku,sesungguhnya Aku telah mengharamkan

    kezaliman (berbuat zalim) pada diri-Ku dan Aku jadikan

    sebagai perbuatan haram bagi kalian, maka dari itu janganlah

    kalian berbuat zalim." (HR. Muslim)

    DISKUSI

    Bila ada temanmu yang muslim membicarakan kejelekan teman

    muslim yang lain dihadapanmu, apa yang seharusnya kamu lakukan?

    TUGAS Membawa foto idola dan mendeskripsikan sifat dan karakternya

    REFERENSI

    Abbas, S.Ziyad (ed.), Pilihan Hadits Politik, Ekonomi dan sosial,

    Jakarta: Pustaka Panjimas

    Hasyimi, Dr. Muhammad Ali, Apakah Anda Berkepribadian

    Muslim?,Jakarta: GIP

    Hawwa, Sa'id, Ar-Rasul Muhammad SAW, hal.177-199, Solo:

    Pustaka Mantiq

  • TUJUAN

    Peserta memahami makna dan hakekat UI

    Peserta mengetahui perbedaan UI dan Ukhuwah Jahiliyah

    Peserta mengetahui hal-hal yang menguatkan ukhuwah dan

    buah dari UI

    GAME

    Menyusun Bujur Sangkar

    Media :

    * Sembilan (9) bujur sangkar dari karton / kertas berukuran sama

    yang telah dipotong secara acak dan dipisah-pisahkan ke dalam 3

    amplop

    Cara :

    * Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 4-5

    orang. Masing-masing kelompok mengirimkan 3 orang sebagai

    pekerja yang duduk secara melingkar, sedangkan yang lainnya

    bertugas sebagai pengawas

    * Tiap kelompok mendapat satu amplop yang berasal dari tiga

    bujur sangkar yang berukuran sama dan telah dipotong secara

    acak

    * Mentor bertugas membagikan membagikan potongan-potongan

    acak dari bujur sangkar tersebut kepada setiap pekerja kelompok

    * Tiap pekerja mendapatkan 3-5 potongan karton

    * Setiap pekerja diberi waktu tiga menit untuk membentuk bujur

    sangkar dari potongan karton tersebut

    * Pekerja boleh memberikan potongan karton yang dimiliknya

    kepada teman pekerja lain dalam kelompoknya tetapi tidak boleh

    memintanya

    3. Ukhuwah Islamiyah

Recommended

View more >