mamminasata

Upload: esabri-icha-rumpang

Post on 19-Jul-2015

185 views

Category:

Documents


0 download

TRANSCRIPT

Mewujudkan Mamminasata Sebagai Pusat Pertumbuhan dan Pelayanan Indonesia Timur Berskala InternasionalKawasan Strategis Nasional Makassar-Maros-Sungguminasa-Takalar (Mamminasata) akan diarahkan sebagai pusat pertumbuhan dan pelayanan Kawasan Indonesia Bagian Timur berskala internasional. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Perpres No. 55 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang KSN Mamminasata. Demikian disampaikan Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak dalam Sosialisasi Pembangunan Perkotaan Yang Berkelanjutan di Makassar, minggu lalu. Menurut Dardak, karena terdiri dari beberapa wilayah kota/kabupaten, maka jaringan prasarana dan sarananya harus diarahkan pada kepentingan Mamminasata. Kita harus melihat Mamminasata sebagai satu entitas, tegasnya. Dalam sosialisasi yang dihadiri oleh pejabat eselon II dan III di lingkungan pemerintah provinsi Sulwaesi Selatan ini lebih lanjut Dardak mengatakan bahwa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Kawasan Timur Indonesia, Makassar memegang peranan penting. Sekedar informasi, Makassar juga masuk dalam salah satu kluster dalam Masterplan Program Percepatan dan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Dari tujuan tersebut, kemudian dijabarkan dalam rencana struktur dan pola ruang kawasan Mamminasata. Penyusunan rencana tata ruang disini juga tidak melupakan isu-isu yang berkembang di Mamminasata. Isu tersebut antara lain banjir, polusi, kemacetan, dan laju urbanisasi yang semakin meningkat. Rencana Struktur Ruang meliputi rencana jaringan transportasi, energi, telekomunikasi, sumber daya air, dan prasarana perkotaan. Untuk pola ruang terbagi menjadi kawasan lindung, budi daya, dan penyangga. Namun, pemecahan permasalahan perkotaan tidak hanya melalui deskripsi penataan ruang. Inovasi juga harus dimasukkan dalam perancangan urban ujarnya. Sebagai contoh pemecahan masalah urban di Kota Curitiba, Brasil. Melalui transportasi publik yang nyaman, ruang terbuka hijau yang cukup, dan pengendalian penataan ruang, kota tersebut dinilai berhasil menampilkan wajah kota yang aman, nyaman, dan berkelanjutan. Namun, menurut Dardak, yang penting dari sebuah rencana adalah pelaksanaan atau implementasinya. Dengan pelaksanaan yang tepat dan berkelanjutan, tentu tujuan dari penataan ruang yang disebutkan di awal bisa menjadi kenyataan. Dengan sosialisasi ini, diharapkan pemerintah provinsi dapat meneruskannya kepada masyarakat. Karena masyarakat merupakan subjek dan objek dari penataan ruang pungkas Dardak. Setalah Perpres 55/2011 ditetapkan, dibuat sebuah alat untuk mensinkronkan program di dalamnya dengan program sektoral. Alat ini diberi nama Rencana Terpadu Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPIIJM). Saat ini, RPIIJM sudah memasuki tahap penyusunan draft akhir di Makassar. Di hadapan perwakilan dari Pemerintah Pusat dan Daerah, Direktur Perkotaan Joessair Lubis hadir untuk membuka acara ini. Lubis mengungkapkan dukungannya kepada Pemerintah Daerah untuk segera membuat komitmen bersama agar amanat Perpres 55/2011 dapat berjalan lancar.

Sebelumnya, sudah diadakan rapat koordinasi di Jakarta untuk menerima masukan dari kementerian sektoral,yang dalam mewakili Infrastruktur Pekerjaan Umum, Transportasi, Energi/Kelistrikan, dan Telekomunikasi. Masing-masing sektor tersebut memberikan masukan tentang jangka waktu dan penganggaran program-program mereka yang sebelumnya sudah dimuat dalam Perpres 55/2011. Jika masukan-masukan tadi sudah masuk, matriks yang berisi nama program, pembiayaan program pembangunan, dan pelaksanaan program pembangunan sektoral. RPIIJM disusun dalam jangka waktu menengah, yakni anatar tiga sampai lima tahunan. Masingmasing program kemudian dipecah tahapannya per tahun. Setelah program pusat masuk, kemudian Pemerintah Daerah juga memberikan masukan tentang program jangka menegah mereka. Setelah terjadi kesepakatan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, dokumen ditandatangani oleh Walikota atau Bupati daerah yang bersangkutan. Hasil kesepakatan kemudian dibawa ke Bappenas untuk dibuat program penganggaran dan pelaksanaan.(agr/nik) Sumber : admintaru_021211 http://202.51.30.139/detail_b.asp?id=1803

Pemprov Sosialisasi Pengembangan MamminasataTRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan Pemprov Sulsel mengadakan sosialisasi kebijakan pembangunan perkotaan berkelanjutan di kawasan strategis nasional perkotaan Mamminasata( Makassar, Maros, Sungguminasa, Takalar), Senin (28/11/2011), di Makassar Golden Hotel Jl. Pasar Ikan. Sosialisasi dihadiri oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak, Deputi Bidang Perekonomian Sekretariat Kabinet, Retno Pudji Astuti, serta Sekwil SulSel, A. Muallim yang dalam hal ini mewakili Gubernur SulSel. Rencana struktur dan pola ruang melalui sosialisasi kebijakan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai perpres ,No. 55 Tahun 2011 mengenai rencana tata ruang kawasan perkotaan Mamminasata, kepada seluruh jajaran SKPD terkait, dalam sosialisasi kebijakan perpres penataan ruang Mamminasata ini sekitar 150 peserta dari unit SKPD Makassar, Maros, Takalar dan Sungguminasa.(*)

Pengembangan Mamminasata Terkendala Pembebasan Lahan9 Des

Tribun Timur Kamis, 24 November 2011 23:15 WITA

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM Lahan masih menjadi hambatan utama kemajuan pembangunan kawasan kota baru Makassar-Maros-Sungguminasa-Takalar (Mamminasata) kata Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Numang di Makassar, Kamis.

Program prioritas pembangunan kawasan yang masih mengalami persoalan pembebasan lahan adalah jalan bypass di Kabupaten Maros. Hal ini, katanya, akan dibicarakan dengan pemerintah daerah setempat agar segera dilakukan penyelesaian. Penentuan harga tanah pada program Instalasi Pengolahan Air Bersih (IPAL) di Kota Makassar juga masih belum memperoleh kesepakatan atas harga tanah di lokasi pembangunan. Dimana-mana selalu bersoal pembebasan lahan, sehingga ada pemikiran untuk melakukan penetapan harga lahan di dalam kawasan pembangunan, ujarnya. Kesulitan penentuan harga pembebasan lahan, terutama terkait intervensi pasar terhadap potensi lahan. Kawasan Center Point of Indonesia (CPI) yang juga masuk dalam pembangunan kawasan tersebut juga tengah menunggu hasil kesepakatan dengan pihak ketiga yaitu PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) untuk mendukung penimbunan lahan lebih dari 100 hektare. Salah satu bagian program yang telah berjalan adalah tempat pengolahan sampah terpadu di Kabupaten Gowa. Sementara itu, soal proyek monorel, wakil gubernur mengatakan, proyek transportasi massal tersebut memang menjadi salah satu program prioritas, namun belajar dari pengalaman di Jakarta, pemerintah provinsi tidak ingin buru-buru dan menekankan penting perencanaan yang matang. Luas wilayah ke empat kota tersebut mencapai 2.473 kilometer persegi dengan jumlah penduduk sekitar dua juta jiwa dan diproyeksikan jumlahnya akan menjadi 2,9 juta pada 2020. Terbitnya Peraturan Presiden Nomor 55/2011 yang berisi aturan tentang pembangunan kawasan Mamminasata sebagai kawasan strategis nasional menjadi angin segar untuk kemajuan pembangunan kawasan tersebut. Apalagi dari sembilan kawasan di Indonesia, baru dua kawasan yaitu Mamminasata dan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) yang memiliki Perpres.(*/tribuntimur.com)

Editor : Ina Maharani Sumber : Antara

http://makassar.tribunnews.com/2011/11/24/pengembangan-mamminasata-terkendala-pembebasanlahan

Komentar Tinggalkan sebuah Komentar Kategori MAMMINASATA GOLD PLAN

Drainase Kawasan Mamminasa Gunakan Teknologi Jepang9 Des Tribun Timur Senin, 14 November 2011 17:44 WITA MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menjajaki tawaran investasi dari salah satu perusahaan yang berkedudukan di Jepang, PT Yamau Co.Ltd. Mereka berancana membangun pabrik pracetak beton dengan estimasi investasi awal sebesar Rp 100 miliar.

Pihak PT Yamaru Co.Ltd mengincar pembangunan pabrik berlokasi di daerah terdekat dari pabrik semen yaitu di sekitar Maros yang dekat dengan Parbik Semen Bosowa atau Pangkep yang dekat dengan Pabrik semen Tonasa. Presiden Direktur Presiden Direktur PT Yamau Co. Ltd Isao Gondoh mengatakan kelebihan beton pracetak produksi PT Yamaru terdapat pada teknologi pengerjaannya sehingga menunjang kecepatan pembangunan, lebih sederhana, tepat waktu, berkualitas serta efisien. Selain itu, kelanjutan proses konturksi dapat terjaga sehingga perencanaan kegiatan dapat lebih akurat, dan dapat menghasilkan bangunan dengan akurasi dimensi dan mutu yang lebih baik. Meski telah mengincar-incar lokasi pabrik nantinya, Isao, belum dapat memastikan total nilai investasi yang akan ditanamkan di Sulsel. Ia mengaku masih akan melihat dulu kebutuhan yang diperlukan Sulsel. Presiden Direktur Presiden Direktur PT Yamau Co. Ltd Isao Gondoh mengungkapkan, pihaknya belum bisa memastikan berapa total investasi yang dibutuhkan untuk membangun pabrik pracetak tersebut. Saya belum bisa pastikan berapa total investasinya arena kita masih mau melihat dulu, berapa besar kebutuhan Sulsel. Tapi diestimasi untuk investasi awal membutuhkan biaya sekitar Rp100 miliar, papar Isao usai bertemu Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, di Gubernuran, Senin (14/11). Ia memprediksikan, realisasi pembangunan pabrik ini baru dapat terwujud awal 2013 nanti. Untuk waktu dekat ini, ia memilih untuk melakukan transfer teknologi dan peningkatan sumber daya manusia lokal Sulsel.

Beberapa teknologi dimaksud dalam beton produksu PT Yamaru antara lain menyangkut sistem resapan air hujan, drainase air perkotaan, reservoir air bawah tanah, saluran air dan jalanan, jalan dan jalan tol, lereng dan stabilitasi dinding tanah, pelabuhan, irigasi pertanian, stabilisasi dinding sungai, serta infrastruktur DAM. Lebih lanjut, Isao, menambahkan pilihannya untuk berinvestasi jatuh di Sulsel dikarenakan potensi yang dimiliki Sulsel dan juga dikarenakan catatan sejarah panjang yang telah terbangun antara Sulsel dan Pemerintah Jepang. Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengaku memberikan ruang seluas-luasnya kepada investor yang hendak menanamkan investasinya di Sulsel. Khusus kepada perusahaan asal Jepang ini, Syahrul berharap teknologi yang mereka miliki dapat diterapkan di pembangunan infrastruktur di kawasan kota baru Mamminasata mulai dari konsep drainasse-nya, konstruksi jalan, hingga resapan air. (*/tribun-timur.com)Penulis : Syaekhuddin Editor : Muh. Irham http://makassar.tribunnews.com/2011/11/14/drainase-kawasan-mamminasa-gunakan-teknologijepang

Komentar Tinggalkan sebuah Komentar Kategori MAMMINASATA GOLD PLAN

Busway Akan Lalui Kawasan Mamminasata9 Des Tribun Timur Sabtu, 24 September 2011 12:32 WITA TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR Jalan masuk ke dalam kawasan Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar (Mamminasata) akan dilalui bus rapid transit atau busway.

Kementerian Perhubungan RI menjadikan rencana pembangunan jalur dan pengadaan busway sebagai program prioritas. Direktur Bina Sarana Transportasi Perkotaan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, Elly A Sinaga dalam pertemuan dengan Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gowa, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Maros, dan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Takalar, Kamis (22/9/2011), menyampaikan program prioritas ini. Ibu Direktur datang ke Makassar untuk meminta dinas perhubungan yang masuk wilayah Mamminasata untuk menyerahkan data pendukung sarana untuk program bus rapid transit. Data

pendukung ini akan dianalisa dan menentukan terealisasinya program prioritas ini, jelas Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Chairul Andi Tau saat ditemui di Kantor DPRD Kota Makassar, Jumat (23/9/2011). Mantan Camat Tamalate, Makassar ini menambahkan program busway ini diusahakan berjalan bersamaan dengan pembangunan monorel, tahun 2013. Realisasi program ini sulit tercapai pada tahun 2012 karena anggaran tidak bisa diusulkan Anggaran pembangunan bersumber dari APBN. Busway ini nantinya akan melaju di atas jalur middle ring road dan ring road. Jalan lingkar luar tersebut sedang dibangun sambil menunggu pembebasan lahan.(*)Penulis : Edi Sumardi Editor : Ridwan Putra http://makassar.tribunnews.com/2011/09/24/busway-akan-lalui-kawasan-mamminasata

Komentar Tinggalkan sebuah Komentar Kategori MAMMINASATA GOLD PLAN

PerPres Mamminasata di Terbitkan9 Des

Peraturan Presiden Mamminasata Diterbitkan Wednesday, 21 September 2011 MAKASSAR Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya menandatangani peraturan presiden (Perpres) tentang percepatan pembangunan kawasan Makassar, Maros,Sungguminasa, dan Takalar (Mamminasata). Kepastian terbitnya payung hukum pembangunan kota baru inidisampaikan WakilGubernur Sulsel Agus Arifin Numang. Wagub mengungkapkan, Perpres Mamminasata diterbitkan 9 September 2011 lalu dan salinannya telah diterima Pemprov Sulsel.Dengan perpres tersebut, Mamminasata menjadi salah satu kawasan strategis nasional dan pembangunan infrastruktur diprioritaskan. Perpresnya telah ditandatangani tanggal 9 September lalu.Kita harapkan,dengan hadirnya perpres ini, bisa mempercepat pengembangan kawasan Mammintasa karena sudah jadi landasan hukum,jelasnya kemarin. Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Kadistarkim) Sulsel Andi Bakti Haruni menyebutkan, perpres tersebut merupakan payung hukum untuk seluruh aktivitas pengembangan regional Mamminasata untuk dijadikan sebagai kawasan strategis nasional. Dia menjelaskan, dari 11 program prioritas Mamminasata, beberapa diantaranya telah berjalan, seperti pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Mamminasata di Pattalassang,

Gowa. Saat ini, pembebasan lahan TPA yang akan mengakomodasi sampah dari empat daerah secara terpadu dalam 12 tahun sudah rampung termasuk dana pengerjaan fisik. Dengan terbitnya perpres ini,kita kedepannya akan lebih progres pada infsrastruktur sub regional, misalnya pengembangan jaringan jalan,persampahan, transportasi, air minum di kawasan Mamminasata,katanya tadi malam. Bakti menambahkan,keempat daerah yang masuk dalam kawasan Mamminasata ini, tidak lagi memikirkan daerahnya sendiri, melainkan harus menjadi kawasan terpadu dengan daerah lainnya. Mamminsata ini ada arah kebijakannya 20 tahun kedepan. Yang jelas, sasaran ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara umum. Bisa saja air bersih, kita punya kerangka dengan produksi 1000 liter perdetik, atau sarana transportasi di sana, pungkasnya. Dalan konsepnya, kawasan Mamminasata akan dibangun suplai air bersih, Instalasi Pengembangan Air Limbah (IPAL), Program Go Green, serta Kawasan Kota Baru yang dibangun di Sebelah Timur Kota Makassar, atau antara antara Kecamatan Moncongloe Maros dan Pattalassang Gowa,yang direncanakan dapat menampung 300.000 jiwa penduduk. Pemprop Sulsel-REI Tandatangani MoU Kota Baru Untuk mewujudkan pembangunan kota baru,Pemprov Sulsel menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan DPD Real Estate Indonesia (REI) Sulsel,kemarin. Penandatanganan itu dilakukan oleh Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Numang, Ketua DPP REI Setyo Maharso,Wakil Bupati Gowa Abdul Razak Bajidu, serta perwakilan dari Pemkab Maros, pada acara pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD REI Sulsel di Hall A Grand Clarion Hotel & Convention Makassar. Agus Arifin Numang mengungkapkan, jika kota baru telah diwujudkan, maka Sulsel akan menjadi sepuluh daerah yang berhasil memenuhi kebutuhan dasar warganya.Mantan Ketua DPRD Sulsel itu mengatakan, seiring dengan naiknya ratarata pertumbuhan ekonomi Sulsel, maka kebutuhan perumahan juga makin meningkat. Pada kuartal dua tahun ini, pertumbuhan ekonomi Sulsel mencapai 8,62 persen. Sami sangat mengharapkan kepada REI untuk senantiasa mengintensifkan komunikasi dengan jajaran terkait, untuk mengoptimalkan peran REI untuk meningkatkan kesejahteraan warga Sulsel,kata Agus. Terpisah,Ketua REI Sulsel Jamaluddin Djafar mengatakan pengembangan kota baru diarahkan ke bagian timur dan selatan Sulsel. Bahkan saat ini, REI telah menyiapkan masterplan pengembangan. Pembangunan kawasan perumahan tersebut,akan menyasar segmen tenaga kerja baru yang diperkirakan akan semakin berkembang di kawasan metropolitan. Disebutkan, tiap tahun kebutuhan rumah di Sulsel, mencapai sebanyak 35.000 unit.Namun REI rata-rata sanggup memenuhi sekitar 15.000 unit rumah per tahun.

LPJ Kepengurusan 2008-2011 Diterima Terkait penyelenggaraan Musda DPD REI Sulsel,laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2008-2011 yang dibacakan oleh Jamaluddin Jafar di depan 206 peserta Musda kemarin, diterima tanpa catatan. Mantan Ketua DPD REI Sulsel A Idris Manggabarani saat memberikan arahan mengharapkan, tidak terjadi keributan selama prosesi pemilihan ketua yang baru,berlangsung. Selama ini, kita sangat menjunjung senioritas di REI. Oleh sebab itu, mari kita saling menghargai. Jangan pernah ada cibiran terhadap apa yang telah dilakukan oleh periode sebelumnya. Siapapun yang terpilih pada acara ini,mari kita dukung untuk melanjutkan program,demi peningkatan kesejahteraan rakyat,kata dia. wahyudi/ m syahlan _ http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/429630/

Komentar Tinggalkan sebuah Komentar Kategori MAMMINASATA GOLD PLAN

Pemprov Sulsel Kantongi Perpres Mamminasata9 Des Tribun Timur Selasa, 20 September 2011 17:56 WITA MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah mengantongi Peraturan Presiden (Perpres) pengembangan kawasan metropolitan terpadu Makassar, Maros, Sungguminasa (Gowa), dan Takalar (Mamminasata).

Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Numang mengatakan Perpres telah ditandatangani oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada September 2011 lalu. Dalam waktu dekat, Pemprov Sulsel akan melakukan pertemuan dengan keempat kepala daerah tersebut. Menurutnya, dengan adanya perpres Mamminasata, pembangunan infrastruktur di kawasan kota baru tersebut bisa dijalankan karena landasan hukum mega proyek kawasan metropilitas tersebut semakin kuat. Dan kemungkinan untuk mendapatkan kucuran dana dari APBN pun makin terbuka. Selama ini pemprov mengaku sulit mendapatkan dana APBN untuk proyek Mamminasata karena peruntukannya. Dengan adanya perpres ini landasan hukumnya (Mamminasata) lebih kuat, dan Insya Allah APBN akan bisa membiayai. Selama ini kan sulit kita meminta anggaran dari pusat karena peruntukannya. Saya yakin infrastruktur di kota baru ini kita sudah bisa jalan, kata Agus usai menghadiri musyawarah daerah Real Estate Indonesia (REI) di Hotel Grand Clarion, Makassar, Selasa (20/9/2011).

Meski demikian, Agus belum dapat memastikan lebih rinci anggaran dana yang akan ditalangi oleh APBN dan yang akan terserap dari APBD Sulsel. Menurutnya, hal ini yang akan dibicarakan dalam pertemuan bersama kepala daerah Mamminasata nanti. Kawasan metropolitan Mamminasata diproyeksikan akan menjadi kawasan baru kota Sehat dan proyek percontohan Nasional. Sehingga dalam pembangunan infrastrukturnya nanti akan mendapatkan perhatian. Baik itu pembangunan jalan, drainasse, maupun keadaan air tanah yang akan mengaliri kota baru tersebut. Pembangunan tahap awal kawasan Mamminasata akan difokuskan di Gowa dan Maros.(*)Penulis : Syaekhuddin Editor : Ina Maharani http://makassar.tribunnews.com/2011/09/20/pemprov-sulsel-kantongi-perpres-mamminasata

Komentar Tinggalkan sebuah Komentar Kategori MAMMINASATA GOLD PLAN

REI Sasar Kota Satelit Mamminasata9 Des Tribun Timur Rabu, 20 Juli 2011 22:07 WITA MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan (Sulsel) siap membangun belasan ribu unit rumah di kawasan Mamminasata (Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar).

Hal tersebut dikatakan Ketua DPD REI Sulsel, Jamaluddin Jafar, kepada Tribun, di Makassar, Rabu (20/7). Menurutnya, pembangunan ini sesuai dengan program Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) RI. Kemenpera disebutkan menjadikan kawasan pengembangan kota metropolitan terpadu, Mamminasata, sebagai kota mandiri. Kawasan Mamminasata merupakan salah satu dari sepuluh kota mandiri baru di Indonesia yang diluncurkan Kemenpera. Sebagai tahap awal, REI Sulsel, akan membangun sebanyak 3.000 unit rumah di kawasan Patallassang, Gowa, tahun ini. Kecamatan Pattalassang diproyeksikan menjadi kota satelit baru dalam pengembangan kawasan Mamminasata. Posisi pengembangan berada di kawasan timur Makassar antara Kecamatan Moncongloe Kabupaten Maros dan Gowa.

Pembangunan perumahan tersebut rencananya tersebar di atas areal seluas 13 ribu hektare. REI Sulsel akan menyediakan berbagai tipe perumahan di antaranya tipe 36, tipe 45, tipe 54, dan tipe 70, dengan harga penawaran mulai Rp 75 juta. Soal kesiapan, kata Jamal, pihaknya sudah siap membangun perumahan di kawasan tersebut. Saat ini kita sudah siap. Namun, kita tunggu dulu rampungnya pembangunan infrastruktur di sana. Kalau aksesnya sudah ada, kita akan mulai membangun, katanya. Jafar menjelaskan perumahan yang akan dibangun di kawasan tersebut mengacu pada masterplan pengembangan Mamminasata. Intinya kita tidak membangun asal-asalan. Kita sesuaikan dengan konsep pemerintah, katanya.(*)Editor : Ridwan Putra http://makassar.tribunnews.com/2011/07/20/rei-sasar-kota-satelit-mamminasata

Komentar Tinggalkan sebuah Komentar Kategori MAMMINASATA GOLD PLAN

REI Bangun Permukiman di Mamminasata9 Des

Tribun Timur Rabu, 13 Juli 2011 19:15 WITAMAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM DPD Real Estate Indonesia (REI) Sulsel akan mengambil peluang membangun kawasan permukiman di wilayah Mamminasata (Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar).

Peluang tersebut merupakan instruksi langsung dari Kementerian Perumahan Rakyat untuk menjadikan wilayah Mamminasata sebagai kota mandiri. Wakil Sekjen DPP Real Estate Indonesia (REI) Raymond Arfandi mengungkapkan hal itu, di Makassar, Rabu (13/7). Menurut dia, wilayah Mamminasata menjadi salah satu dari sepuluh kota mandiri baru yang diluncurkan oleh Kementerian Perumahan Rakyat di Indonesia. Kawasan Mamminasata menjadi salah satunya ini juga berkat perjuangan Gubernur Sulsel. Luas lahan kawasan Mamminasata ini nantinya mencapai 3.000 hektare dan REI Sulsel akan dilibatkan oleh kementerian sebagai salah satu investor, ujar Raymond yang juga calon Ketua DPD REI Sulsel. Menurut Raymond, untuk membangun kota mandiri baru dibutuhkan sejumlah sektor di antaranya sektor pembangunan, sektor permukiman, rumah sakit, sekolah, dan sejumlah sektor pendukung lainnya.(*)

Editor : Ridwan Putra http://makassar.tribunnews.com/2011/07/13/rei-bangun-permukiman-di-mamminasata

Komentar Tinggalkan sebuah Komentar Kategori MAMMINASATA GOLD PLAN

Tahap Awal Dirintis 48 Kilometer9 Des

Tribun Timur Kamis, 7 Juli 2011 19:57 WITAMAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM Pembangunan akses jalan Bypas Mamminasata (Makassar, Maros, Sungguminasa, Takalar) rencana pengerjaannya mulai dirintis tahun ini.

Bypass Mamminasata yang dulunya disebut Outher Ring Road menjadi akses jalan tembus yang menghubungkan Maros, Makassar, Gowa, dan Takalar, di luar jalan arteri yang sudah ada selama ini. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Makassar mengatakan hal itu, Kamis (7/7). Satu lagi pekerjaan kita, tahun ini kasih tembus jalan Maros- Makassar. Makassar, Gowa, dan Takalar. Ini harus dilakukan untuk mengatasi kemacetan minimal tahun ini sudah dirintis lagi, kata Syahrul. Terpisah, Kepala Dinas Bina Marga Sulsel Abdul Latief menjelaskan, pihaknya sudah memulai perencanaan pembangunan jalan sepanjang 48 kilometer (km). . Latief menjelaskan pihaknya sudah melakukan inventarisasi termasuk kepentingan pembebasan lahan untuk segera diajukan ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI. Pengerjaan fisik akses jalan tersebut diperkirakan akan menelan anggaran hingga Rp 800 miliar. Sedangkan, alokasi dana pembebasan lahan, kata Latief, masih menunggu hasil penghitungan. Mantan Asisten II Pemkot Makassar ini menjelaskan pembangunan akses jalan ini mendapat dukungan penuh pemerintah pusat karena sudah masuk dalam buku biru atau daftar program prioritas badan perencanaan pembangunan nasional (Bappenas) RI bersama kementerian PU.(*)

Penulis : Aqsa Riyandi Pananrang Editor : Ridwan Putra http://makassar.tribunnews.com/2011/07/07/tahap-awal-dirintis-48-kilometer

Komentar Tinggalkan sebuah Komentar Kategori MAMMINASATA GOLD PLAN

Tulisan lama

Tulisan Terkini

KAVLING HABIS TERJUAL Mewujudkan Mamminasata Sebagai Pusat Pertumbuhan dan Pelayanan Indonesia Timur Berskala Internasional Pemprov Sosialisasi Pengembangan Mamminasata Pengembangan Mamminasata Terkendala Pembebasan Lahan Drainase Kawasan Mamminasa Gunakan Teknologi Jepang

Arsip

Desember 2011

Kategori

KAVLING CV. APK MAKASSAR MAMMINASATA GOLD PLAN

Meta

Daftar Masuk log RSS Entri RSS Komentar WordPress.com