makalah str

Download Makalah STR

Post on 31-Oct-2014

339 views

Category:

Documents

56 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Keperawatan merupakan suatu seni yang berorientasikan kepada manusia, perasaan untuk menghargai sesama individu, dan suatu naluri kesusilaan dan tindakan apa yang harus dikerjakan. Berdasarkan Peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia Nomor

HK.02.02/Menkes/148/I/2010 tentang izin dan penyelenggaraan praktik perawat bahwa perawat adalah seseorang yang telah lulus pendidikan perawat baik di dalam maupun di luar negeri sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Akan tetapi saat ini perjanjian keperawatan atau informed consent keperawatan belum diatur secara tertulis dan baru mengatur informed consent tindakan kedokteran sebagaimana diatur dalam Permenkes No. 290/Menkes/Per/III/2008. Sehingga tindakan medik yang dilakukan perawat pada prinsipnya berdasar delegasi secara tertulis dari dokter.Kecuali dalam keadaan darurat, perawat diizinkan melakukan tindakan medik tanpa delegasi dokter sesuai Pasal 10 ayat (1) Permenkes No.HK. 02.02/Menkes/148/2010. Kementrian Kesehatan RI mensyaratkan seluruh perawat harus memiliki Surat Tanda Registrasi (STR).Tanpa kepemilikian STR perawat tidak diperbolehkan memberikan pelayanan kesehatan maupun membuka praktek.Keputusan tersebut diambil sebagai upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Oleh karenanya setiap perawat diwajibkan melakukan uji kompetensi secara nasional hingga dinyatakan layak memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan diakui secara hukum yang dibuktikan dengan kepemilikan STR serta melakukan proses kredensial yang merupakan proses untuk menentukan dan mempertahankan kompetensi praktik keperawatan. Proses kredensial terdiri dari beberapa kegiatan diantaranya lisensi, registrasi, sertifikasi, dan akreditasi. Proses kredensial di Indonesia, masih belum tertata secara sempurna dikarenakan oleh banyak factor. Salah satu factor utama yang menyebabkan hambatan proses kredensial adalah belum disahkannya RUU Praktik Keperawatan. Untuk mendapatkan izin praktik maka seorang lulusan dari pendidikan professional keperawatan harus mendaftarkan diri pada dewan keperawatan yang ada di setiap provinsi untuk mengikuti ujian (Kozier, 1990).

1

1.2 Tujuan a) Mengetahui pentingnya Surat Tanda Registrasi Perawat b) Mengetahui fungsi Surat Tanda Registrasi Perawat c) Persyaratan pembuatan Surat Tanda Registrasi Perawat 1.3 Ruang Lingkup Materi Dalam makalah keperawatan professional ini kami membahas tentang proses serta masalah dalam Surat Tanda Registrasi untuk Perawat dalam keperawatan professional.

2

BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Surat Tanda Registrasi Surat Tanda Registrasi yang disingkat STR adalah bukti tertulis yang diberikan oleh pemerintah kepada tenaga kesehatan ang telah memiliki sertifikat kompetensi.dengan STR, maka perawat dapat melakukan aktivitas pelayanan kesehatan. Menurut Permenkes 1796 tahun 2011, STR adalah Surat Tanda Registrasi yang selanjutnya disingkat STR adalah bukti tertulis yang diberikan oleh pemerintah kepada tenaga kesehatan yang telah memiliki sertifikat kompetensi.Sedangkan arti kata Registrasi menurut Permenkes 1796 tahun 2011 adalah Registrasi adalah pencatatan resmi terhadap tenaga kesehatan yang telah memiliki sertifikat kompetensi dan telah mempunyai kualifikasi tertentu lainnya serta diakui secara hukum untuk menjalankan praktik dan/atau pekerjaan profesinya. Dari penjabaran dua definisi tadi jadi penulis ambil kesimpulan bahwa dengan teregistrasi kita telah diakui secara hukum untuk menjalankan praktik dan/atau pekerjaan profesi kita yaitu perawat dan dibuktikan dengan bukti tertulis yaitu STR. 2.2 Konsep Dasar Proses Kredensial 1. Pengertian Credentialing berasal dari bahasa inggris yang artinya mandat. Sedangkan dalam bahasa Indonesia credentialing biasa juga disebut dengan kredensial. Kredensial merupakan proses untuk menentukan dan mempertahankan kompetensi keperawatan. Proses kredensial merupakan salah satu cara profesi keperawatan mempertahankan standar praktik dan akuntabilitas persiapan pendidikan anggotanya (Priharjo, 1995) Kredensial merupakan salah satu cara profesi keperawatan mempertahankan standar praktik dan akuntabilitas persiapan pendidikan anggotanya (Kozier, Erb, 2004) Sebagai gambaran, di lingkungan Oxford dan United Health Care, kredensial diberikan dengan beberapa kriteria, antara lain : (http://www.ehow.com, 10 november 2010) a.Secara umum mempunyai izin sah dari pemerintah b. Secara umum mempunyai DEA atau sejenisnya3

c. Lulus Pendidikan Keperawatan dan mempunyi sertifikat keperawatan d. Mempunyai izin dari instansi rumah sakit e. Mempunyai asuransi malpraktik f. Mempunyai persetujuan kolaboratif dengan tenaga spesialis lainnya g.Mempunyi protokoler praktik h. Mempunyi pengalaman

2. Tujuan Kredensial Menurut Himpunan Peraturan perundang-undangan Bidang Tenaga Kesehatan (2005) tujuan dari kredensial adalah sebagai berikut : 1. Mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan keperawatan 2. Melindungi masyarakat atas tindakan keperawatan yang dilakukan 3. Menetapkan standar pelayanan keperawatan 4. Menilai boleh tidaknya melakukan praktik keperawatan 5. Menilai kesalahan dan kelalaian 6. Melindungi masyarakat dan perawat 7. Menentukan dan mempertahankan kompetensi keperawatan 8. Membatasi pemberian kewenangan dalam melaksanakan praktik keperawatan hanya bagi yang kompeten 9. Meyakinkan masyarakat bahwa yang melakukan praktek mempunyai kompetensi yang diperlukan. 3. Jenis-jenis Kredensial Untuk menjamin kualitas standar pelayanan praktik seseorang sehingga baik praktisi atau komsumen mempunyi jaminan yang secara legal dapat dipertanggung jawabkan oleh instansi atau organisasi. Maka dibawah ini dijabarkan tentang jenis-jenis proses kredensial antara lain : a. Lisensi Lisensi merupakan izin praktek keperawatan.Izin praktek keperawatan di perlukan oleh profesi dalam upaya meningkatkan dan menjamin professional anggotanya.Bagi masyarakat izin pratek keperawatan merupakan perangkat pelindung bagi mereka untuk mendapat pelayanan dari perawat professional yang benar-benar mampu dan mendapat pelayanan keperawatan dengan mutu yang tinggi.Tidak adanya izin praktik keperawatan menempatkan posisi keperawatan4

berada pada posisi yang sulit untuk menemtukan mutu keperawatan. Bagi setiap profesi mendapatkan hak izin praktik untuk anggotanya dengan memenuhi tiga criteria ( Kozier, 1990) : 1. Ada kebutuhan untuk melindungi keamanan dan kesejahteraan masyarakat 2. Pekerjaan secara jelas merupakan area kerja yang tersendiri dan terpisah 3. Ada suatu organisasi yang melaksanakan tanggung jawab proses pemberian izin. b. Registrasi Registrasi merupakan pencantuman nama seseorang dalam informasilain pada badan resmi baik milik pemerintah atau bukan ( Priharjo, 1995) Perawat yang telah terdaftar diizinkan unutk memakai sebutan registered nurse. Unutk dapat terdaftar perawat harus pendidikan keperawatan dan lulus ujian dari badan pendaftaran dengan nilai yang diterima. Lisensi maupun registrasi harus diperbaharui setiap satu atau dua tahun sekali. Registered nurse berarti seorang perawat yang melakukan praktek keperawatan professional dengan : 1. Mengkaji status kesehatan individu dan kelompok 2. Menegakkan diagnose keperawatan 3. Menentukan tujuan untuk memenuhi perawatan kesehatan 4. Menyusun intervensi keperawatan untuk mengimplementasikan strategi keperawatan 5. Member kewenangan intervensi keperawatan yang dilaksanakan orang lain dan tidak bertentangan dengan undang-undang 6. Mempertahankan perawatan yang aman dan efektif baik secara lansung maupun tidak lansung 7. Melakukan evaluasi respon terhadap intervensi 8. Mengajarkan teori dan praktek keperawatan 9. Mengelola praktek keperawatan 10. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain dalam mengelola perawatan kesehatan. c. Sertifikasi Sertifikasi merupakan proses pengabsahan bahwa seorang perawat telah memenuhi standar minimal kompetensi praktek pada area spesialisasi tertentu, seperti kesehatan ibu dan anak, pediatric, jiwa, gerontology, dan kesehatan sekolah (priharjo, 1995)

5

Sertifikasi merupakan proses pengakuan oleh badan sertifikasi terhadap kompetensi seorang tenaga profesi setelah memenuhi persyaratan untuk menjlankan profesi kesehatan tertentu sesuai dengan bidang pekerjaannya. d. Akreditasi Akreditasi merupakan suatu proses pengukuran dan pemberian status akreditasi kepada institusi, program atau pelayanan yang dilakukan oleh organisasi atau badan pemerintah tertentu (priharjo, 1995) Status akreditasi suatu lembaga merupakan cermin kinerja lembaga yang bersangkutan dan menggambarkan mutu, efisiensi, serta relevansi suatu program-program yang

diselenggarakan.Hal-hal yang diukur dalam akreditasi meliputi struktur, proses dan criteria hasil.

6

BAB III PEMBAHASAN 3.1 Pentingnya Surat Tanda Registrasi Dasar dari adanya STR ini adalah Permenkes no.1796 tahun 2011 tentang Registrasi Tenaga Kesehatan. Dasar perlunya dikeluarkan ini adalah : 1) Pasal 23 ayat (5) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang diberikan oleh tenaga kesehatan, dan dalam rangka pemberian izin, perlu mengatur registrasi tenaga kesehatan; 2) Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 161/Menkes/Per/I/2010 tentang Registrasi Tenaga Kesehatan perlu disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan hukum. Dua hal inilah yang menjadi dasar perlunya menetapkan Peraturan Menteri Kesehatan tentang Registrasi Tenaga Kesehatan. Peran organisasi profesi di keperawatan yaitu PPNI sangat penting dalam hal ini yaitu sosialisasi tentang STR, melakukan uji kompetensi serta harus berkolaborasi dengan AIPNI (Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia) maupun asosiasi pendidikan diploma keperawatan untuk mencetak lulusan keperawatan yang kompeten. Jangan sampai lulusan banyak namun tidak kompeten dan tidak teregistrasi. 3.2 Fungsi Surat Tanda Registrasi Sesuai peraturan menteri kesehatan RI No 1796/menk