installasi perangkat jaringan lokal (lan) (pengertian jaringan komputer, topologi jaringan ...

42

Click here to load reader

Upload: anca-septiawan

Post on 30-Jun-2015

1.236 views

Category:

Education


16 download

DESCRIPTION

Installasi Perangkat Jaringan Lokal (LAN) (Pengertian Jaringan Komputer, Topologi Jaringan Komputer, Media Jaringan Komputer, Teknologi Perangkat Jaringan Komputer )

TRANSCRIPT

Page 1: Installasi Perangkat Jaringan Lokal (LAN) (Pengertian Jaringan Komputer, Topologi Jaringan  Komputer, Media Jaringan Komputer, Teknologi Perangkat Jaringan Komputer )

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Banyak hal yang harus dipelajari adalah cara untuk saling berhubungan

antara komputer satu dengan lain para ahli mencari cara agar beberapa

komputer dapat saling terhubung Dari sinilah maka muncul konsep

distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time

Sharing System), bentuk pertama kali jaringan (network) komputer

diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke

sebuah host komputer.

1.2. Masalah

Dalam mempelajari cara menginstalasi jaringan lokal siswa terkadang

bingung karena belum memahami cara menginstal jaringan lokal.

Sebenarnya permasalahanya adalah bagaimana siswa mempelajari hal-hal

pokok dalam melakukan penginstalan jaringan lokal.

1.3 Tujuan

Untuk dapat memahami, baik pengertian, jenis, fungsi dan membuat ataupun

membagi jaringan dengan baik tanpa bantuan ahli.

1

Page 2: Installasi Perangkat Jaringan Lokal (LAN) (Pengertian Jaringan Komputer, Topologi Jaringan  Komputer, Media Jaringan Komputer, Teknologi Perangkat Jaringan Komputer )

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Jaringan

Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer-komputer

yang didesain untuk dapat berbagi sumber daya (printer, CPU), berkomunikasi

(surel, pesan instan), dan dapat mengakses informasi(peramban web).

Agar dapat mencapai tujuannya, setiap bagian dari jaringan komputer dapat

meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta/menerima

layanan disebut klien (client) dan yang memberikan/mengirim layanan disebut

peladen (server). Desain ini disebut dengan sistem client-server, dan

digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer.

Dua buah komputer yang masing-masing memiliki sebuah kartu jaringan,

kemudian dihubungkan melalui kabel maupun nirkabelsebagai medium

transmisi data, dan terdapat perangkat lunak sistem operasi jaringan akan

membentuk sebuah jaringan komputer yang sederhana. Apabila ingin

membuat jaringan komputer yang lebih luas lagi jangkauannya, maka

diperlukan peralatan tambahan seperti  Hub,  Bridge,  Switch, 

Router, Gateway sebagai peralatan interkoneksinya.

Klasifikasi jaringan komputer terbagi menjadi :

1. Berdasarkan geografisnya, jaringan komputer terbagi menjadi jaringan

wilayah lokal atau  Local Area Network (LAN), jaringan wilayah

metropolitan atau Metropolitan Area Network (MAN), dan jaringan

wilayah luas atau Wide Area Network (WAN). Jaringan wilayah lokal

2

Page 3: Installasi Perangkat Jaringan Lokal (LAN) (Pengertian Jaringan Komputer, Topologi Jaringan  Komputer, Media Jaringan Komputer, Teknologi Perangkat Jaringan Komputer )

merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau tempat

yang berukuran sampai beberapa 1 - 10 kilometer. LAN seringkali

digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan stasiun

kerja (workstation) dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik

untuk memakai bersama sumberdaya (misalnya  printer / pencetak) dan

saling bertukar informasi. Sedangkan jaringan wilayah metropolitan

merupakan perluasan jaringan LAN sehingga mencakup satu kota yang

cukup luas, terdiri atas puluhan gedung yang berjarak 10 - 50

kilometer. Kabel transmisi yang digunakan adalah kabel serat

optik (Coaxial Cable). Jaringan wilayah luas merupakan jaringan

antarkota, antar provinsi, antar negara, bahkan antar benua. Jaraknya bisa

mencakup seluruh dunia, misalnya jaringan yang menghubungkan

semua bank di Indonesia, atau jaringan yang menghubungkan semua

kantor Perwakilan Indonesia di seluruh dunia. Media transmisi utama

adalah komunikasi lewat satelit, tetapi banyak yang mengandalkan

koneksi serat optik antar negara.

2. Berdasarkan fungsi, terbagi menjadi jaringan klien-server (Client-server)

dan jaringan ujung ke ujung (Peer-to-peer). Jaringan klien-server pada

dasaranya ada satu komputer yang disiapkan menjadi pelayan (server) dari

komputer lainnya yang sebagai klien (client).  Semua permintaan layanan

sumberdaya dari komputer klien harus dilewatkan ke komputer server,

komputer server ini yang akan mengatur pelayanannya. Apabila

komunikasi permintaan layanan sangat sibuk bahkan bisa disiapkan lebih

3

Page 4: Installasi Perangkat Jaringan Lokal (LAN) (Pengertian Jaringan Komputer, Topologi Jaringan  Komputer, Media Jaringan Komputer, Teknologi Perangkat Jaringan Komputer )

dari satu komputer menjadi server, sehingga ada pembagian tugas,

misalnya  file-server,  print-server,  database server  dan

sebagainya. Tentu saja konfigurasi komputer server biasanya lebih dari

konfigurasi komputer klien baik dari segi kapasitas memori, kapasitas 

cakram keras {harddisk), maupun kecepatan prosessornya.  Sedangkan

jaringan ujung ke ujung itu ditunjukkan dengan komputer-komputer saling

mendukung, sehingga setiap komputer dapat meminta pemakaian bersama

sumberdaya dari komputer lainnya, demikian pula harus siap melayani

permintaan dari komputer lainnya.  Model jaringan ini biasanya hanya bisa

diterapkan pada jumlah komputer yang tidak terlalu banyak, maksimum

25, karena komunikasi akan menjadi rumit dan macet bilamana komputer

terlalu banyak.

3. Berdasarkan topologi jaringan, jaringan komputer dapat dibedakan atas :

1. Topologi bus

2. Topologi bintang

3. Topologi cincin

4. Topologi mesh

5. Topologi pohon

4. Berdasarkan distribusi sumber informasi/data

1. Jaringan terpusat

Jaringan ini terdiri dari komputer klien dan server yang mana komputer

klien yang berfungsi sebagai perantara untuk mengakses

sumber informasi/data yang berasal dari satu komputer server.

4

Page 5: Installasi Perangkat Jaringan Lokal (LAN) (Pengertian Jaringan Komputer, Topologi Jaringan  Komputer, Media Jaringan Komputer, Teknologi Perangkat Jaringan Komputer )

2. Jaringan terdistribusi

Merupakan perpaduan beberapa jaringan terpusat sehingga terdapat

beberapa komputer  server yang saling berhubungan dengan klien

membentuk sistem jaringan tertentu.

5. Berdasarkan media transmisi data

1. Jaringan Berkabel  (Wired Network)

Pada jaringan ini, untuk menghubungkan satu komputer dengan

komputer lain diperlukan penghubung berupa kabeljaringan. Kabel

jaringan berfungsi dalam mengirim informasi dalam

bentuk sinyal listrik antar komputer jaringan.

2. Jaringan nirkabel (Wi-Fi)

Jaringan nirkabel merupakan jaringan dengan medium berupa

gelombang elektromagnetik. Pada jaringan ini tidak diperlukan kabel

untuk menghubungkan antar komputer karena menggunakan

gelombang elektromagnetik yang akan mengirimkan sinyal informasi

antar komputer jaringan.

2.2 Topologi Jaringan

Topologi jaringan adalah hal yang menjelaskan hubungan geometris antara

unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu node, link, dan station.

Topologi jaringan dibagi menjadi 5 macam yaitu :

1. Topologi Bus

Topologi bus merupakan topologi yang banyak dipergunakan pada masa

penggunaan kabel sepaksi. Dengan menggunakan T-Connector (dengan

5

Page 6: Installasi Perangkat Jaringan Lokal (LAN) (Pengertian Jaringan Komputer, Topologi Jaringan  Komputer, Media Jaringan Komputer, Teknologi Perangkat Jaringan Komputer )

terminator 50 ohm pada ujung network), maka komputer atau perangkat

jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain.

Kesulitan utama dari penggunaan kabel sepaksi adalah sulit untuk mengukur

apakah kabel sepaksi yang dipergunakan benar-benar matching atau tidak.

Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur secara benar akan merusak NIC

(network interface card) yang dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi

terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya. Topologi ini juga

sering digunakan pada jaringan dengan basis fiber optic (yang kemudian

digabungkan dengan topologi star untuk menghubungkan dengan client atau

node). Pada topologi bus dua ujung jaringan harus diakhiri dengan sebuah

terminator. Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya.

Jaringan hanya terdiri dari satu saluran kabel yang menggunakan kabel

BNC. Komputer yang ingin terhubung ke jaringan dapat mengkaitkan

dirinya dengan men-tap ethernetnya sepanjang kabel. Instalasi jaringan bus

sangat sederhana, murah dan maksimal terdiri atas 5-7 komputer. Kesulitan

yang sering dihadapi adalah kemungkinan terjadinya tabrakan data karena

mekanisme jaringan relatif sederhana dan jika salah satu node putus maka

akan mengganggu kinerja dan trafik seluruh jaringan

Gambar 2.1 Topologi Bus

6

Page 7: Installasi Perangkat Jaringan Lokal (LAN) (Pengertian Jaringan Komputer, Topologi Jaringan  Komputer, Media Jaringan Komputer, Teknologi Perangkat Jaringan Komputer )

2. Topologi Ring

Topologi cincin adalah topologi jaringan berbentuk rangkaian titik yang

masing-masing terhubung ke dua titik lainnya, sedemikian sehingga

membentuk jalur melingkar membentuk cincin. Pada topologi cincin,

komunikasi data dapat terganggu jika satu titik mengalami

gangguan. Jaringan FDDI mengantisipasi kelemahan ini dengan mengirim

data searah jarum jam dan berlawanan dengan arah jarum jam secara

bersamaan. Topologi ring digunakan dalam jaringan yang memiliki

performance tinggi, jaringan yang membutuhkan bandwidth untuk fitur yang

time-sensitive seperti video dan audio, atau ketika performance dibutuhkan

saat komputer yang terhubung ke jaringan dalam jumlah yang banyak.

 Gambar 2.2 Topologi Ring3.  Topologi Star

Topologi star digunakan dalam jaringan yang padat, ketika endpoint dapat

dicapai langsung dari lokasi pusat, kebutuhan untuk perluasan jaringan, dan

membutuhkan kehandalan yang tinggi. Topologi ini merupakan susunan

yang menggunakan lebih banyak kabel daripada bus dan karena semua

komputer dan perangkat terhubung ke centralpoint. Jadi bila ada salah satu

komputer atau perangkat yang mengalami kerusakan maka tidak akan

mempengaruhi yang lainnya (jaringan).

7

Page 8: Installasi Perangkat Jaringan Lokal (LAN) (Pengertian Jaringan Komputer, Topologi Jaringan  Komputer, Media Jaringan Komputer, Teknologi Perangkat Jaringan Komputer )

 Gambar 2.3 Topologi Star4.   Topologi Tree

Topologi jaringan ini disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat.

Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan

hirarki yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada

lokasi yang rendah dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi.

Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan pada sistem jaringan komputer

.

 Gambar 2.4 Topologi Tree5. Topologi Mesh

Topologi jala atau Topologi mesh adalah suatu bentuk hubungan antar

perangkat dimana setiap perangkat terhubung secara langsung ke perangkat

lainnya yang ada di dalam jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap

perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju

(dedicatedlinks). Dengan demikian maksimal banyaknya koneksi antar

perangkat pada jaringan bertopologi mesh ini dapat dihitung yaitu sebanyak

8

Page 9: Installasi Perangkat Jaringan Lokal (LAN) (Pengertian Jaringan Komputer, Topologi Jaringan  Komputer, Media Jaringan Komputer, Teknologi Perangkat Jaringan Komputer )

n(n-1)/2. Selain itu karena setiap perangkat dapat terhubung dengan

perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan maka setiap perangkat harus

memiliki sebanyak n-1 port Input/Output (I/O ports).

 Gambar 2.5 Topologi Mesh

2.3 Media Jaringan Komputer

Menurut Standar Cisco :

1. Media Tembaga (COAX & TP)

2. Media Optic (Fiber Optic)

3. Media Gelombang Elektromagnetik (Wireless)

Menurut Standar Umum :

1. Media Kabel (Wired) : COAX, TP, FIBER

2. Media Nirkabel (Wireless)

2.4 Protokol Jaringan

Protokol adalah aturan-aturan main yang mengatur komunikasi diantara

beberapa komputer di dalam sebuah jaringan, aturan itu termasuk di

dalamnya petunjuk yang berlaku bagi cara-cara atau metode mengakses

sebuah jaringan, topologi fisik, tipe-tipe kabel dan kecepatan transfer data.

9

Page 10: Installasi Perangkat Jaringan Lokal (LAN) (Pengertian Jaringan Komputer, Topologi Jaringan  Komputer, Media Jaringan Komputer, Teknologi Perangkat Jaringan Komputer )

Protokol perlu diutamakan pada penggunaan standar teknis, untuk

menspesifikasi bagaimana membangun komputer atau menghubungkan

peralatan perangkat keras. Protokol secara umum digunakan pada

komunikasi real-time dimana standar digunakan untuk mengatur struktur dari

informasi untuk penyimpanan jangka panjang.

Sangat susah untuk menggeneralisir protokol dikarenakan protokol memiliki

banyak variasi di dalam tujuan penggunaanya. Kebanyakan protokol

memiliki salah satu atau beberapa dari hal berikut:

a. Melakukan deteksi adanya koneksi fisik atau ada tidaknya komputer atau

mesin lainnya.

b. Melakukan metode "jabat-tangan" (handshaking).

c. Negosiasi berbagai macam karakteristik hubungan.

d. Bagaimana mengawali dan mengakhiri suatu pesan.

e. Bagaimana format pesan yang digunakan.

f. Yang harus dilakukan saat terjadi kerusakan pesan atau pesan yang tidak

sempurna.

g. Mendeteksi rugi-rugi pada hubungan jaringan dan langkah-langkah yang

dilakukan selanjutnya

h. Mengakhiri suatu koneksi.

Untuk memudahkan memahami protokol, kita harus mengerti model OSI.

Dalam model OSI terdapat 7 layer dimana masing-masing layer mempunyai

jenis protokol sesuai dengan peruntukannya.

Agar protokol dapat dipakai untuk komunikasi diberbagai pembuat perangkat

maka dibutuhkan standardisasi protokol. Banyak lembaga dunia yang bekerja

10

Page 11: Installasi Perangkat Jaringan Lokal (LAN) (Pengertian Jaringan Komputer, Topologi Jaringan  Komputer, Media Jaringan Komputer, Teknologi Perangkat Jaringan Komputer )

untuk standardisasi protokol. Yang saat ini banyak mengeluarkan

standardisasi protokol yaitu IETF, ETSI, ITU, dan ANSI Protokol adalah

sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya

hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik

komputer. Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak

atau kombinasi dari keduanya. Pada tingkatan yang terendah, protokol

mendefinisikan koneksi perangkat keras. Protocol digunakan untuk

menentukan jenis layanan yang akan dilakukan pada internet.

TCP/IP singkatan dari (Transmission Control Protocol/Internet Protocol)

adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet

dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di

dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena

memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini

juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data

tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di

sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah

TCP/IP stack. Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an

hingga awal 1980-an sebagai sebuah protokol standar untuk menghubungkan

komputer-komputer dan jaringan untuk membentuk sebuah jaringan yang

luas (WAN). TCP/IP merupakan sebuah standar jaringan terbuka yang

bersifat independen terhadap mekanisme transport jaringan fisik yang

digunakan, sehingga dapat digunakan di mana saja. Protokol ini

menggunakan skema pengalamatan yang sederhana yang disebut sebagai

alamat IP (IP Address) yang mengizinkan hingga beberapa ratus juta

11

Page 12: Installasi Perangkat Jaringan Lokal (LAN) (Pengertian Jaringan Komputer, Topologi Jaringan  Komputer, Media Jaringan Komputer, Teknologi Perangkat Jaringan Komputer )

komputer untuk dapat saling berhubungan satu sama lainnya di Internet.

Protokol ini juga bersifat routable yang berarti protokol ini cocok untuk

menghubungkan sistem-sistem berbeda (seperti Microsoft Windows dan

keluarga UNIX) untuk membentuk jaringan yang heterogen.

Protokol TCP/IP selalu berevolusi seiring dengan waktu, mengingat semakin

banyaknya kebutuhan terhadap jaringan komputer dan Internet.

Pengembangan ini dilakukan oleh beberapa badan, seperti halnya Internet

Society (ISOC), Internet Architecture Board (IAB), dan Internet Engineering

Task Force (IETF). Macam-macam protokol yang berjalan di atas TCP/IP,

skema pengalamatan, dan konsep TCP/IP didefinisikan dalam dokumen yang

disebut sebagai Request for Comments (RFC) yang dikeluarkan oleh IETF.

2.5 Model Layer OSI

Layer OSI  atau diistilahkan dengan lapisan OSI lahir sejak tahun 1977. OSI

adalah Open Source Interface dan Model Referensi OSI adalah satu-satunya

set protokol yang mengatur berbagai aspek dari jaringan komputer. Berbagai

tahapan dalam jaringan komputer dapat dasarnya dapat dikompilasi model

OSI. Banyak  protokol  yang berhubungan  ke lapisan  jaringan  berada 

dalam tahap  dari model lapisan  OSI.  Seorang administrator jaringan

harus mengetahui fungsi dari protokol ini sehingga memiliki pemahaman

yang lebih baik mengenai subjek  jaringan komputer.

OSI Layer adalah model referensi  Interface standar terbuka mulai digunakan

sejak tahun 1977 oleh organisasi standar internasional, Kemudian diputuskan

bahwa OSI akan memiliki dua komponen utama yaitu model 7 lapisan dan

satu set protokol tertentu. Berbagai isu pada desain OSI telah berevolusi dari

12

Page 13: Installasi Perangkat Jaringan Lokal (LAN) (Pengertian Jaringan Komputer, Topologi Jaringan  Komputer, Media Jaringan Komputer, Teknologi Perangkat Jaringan Komputer )

model jaringan yang disebut CYCLADES. Hal ini juga  mempengaruhi

desain  arsitektur Internet  saat itu. Sejak pengoperasian dari model Layer

OSI,  kerja dari teknologi Internet telah menjadi sangat halus.

Sebelum munculnya model layer OSI, komunikasi dengan entitas yang

berbeda dan vendor yang berbeda sesuatu hal yang sangat sulit. Hal ini

karena setiap vendor memiliki mekanisme yang berbeda untuk

berkomunikasi. Oleh karena itu, untuk berkomunikasi dengan entitas dari

vendor yang berbeda, muncul kebutuhan untuk memiliki platform umum

yang dapat digunakan bersama. Hal ini pula yang  memaksa Organization

International untuk standar untuk memiliki platform yang layak dan dapat

diterima secara universal. Oleh karena itulam referensi model OSI dilahirkan.

2.6 Penjelasan 7 Layer OSI

Gambar 2.6 Model 7 Layer OSI

a. Layer OSI Ke-1, Lapisan fisik (Physical Layer): berada di dasar model

jaringan data. Berkaitan dengan data mentah dalam bentuk sinyal-sinyal

13

Page 14: Installasi Perangkat Jaringan Lokal (LAN) (Pengertian Jaringan Komputer, Topologi Jaringan  Komputer, Media Jaringan Komputer, Teknologi Perangkat Jaringan Komputer )

listrik. Data bit dikirim sebagai 1 dan 0. 0 berhubungan dengan sinyal

tegangan rendah dan 1 berhubungan dengan sinyal tegangan tinggi.

Aspek-aspek mekanis pada komunikasi, seperti kabel jaringan atau

konektor beradai bawah lapisan ini. layer osi ini juga berkaitan dengan

bagaimana kabel, konektor dan tegangan sinyal-sinyal listrik bekerja.

Selain itu, proses yang diperlukan untuk aspek-aspek fisik ini

diperhitungkan dalam lapisan ini sendiri.

b. Layer OSI Ke-2, lapisan Data-Link (The Data Link Layer): transmisi data

melalui media komunikasi adalah tanggung jawab lapisan ini. 0 dan 1

yang digunakan dalam komunikasi dikelompokkan ke dalam enkapsulasi

logis. Enkapsulasi ini disebut frame. Data diangkut dalam frame.

Tanggung jawab frame berada pada lapisan data-link

c. Layer OSI Ke- 3 Lapisan jaringan (Network Layer):  ada banyak jenis-

jenis Ethernet di gunakan di dunia ini. Jaringan ini saling terhubung satu

sama lain melalui  berbagai media.  Layer Data Link: Transmisi  data

melalui  media komunikasi  adalah tanggung jawab  lapisan ini. 0 dan 1

digunakan dalam  komunikasi  dikelompokkan ke dalam  enkapsulasi 

logis.  Enkapsulasi  ini disebut frame.  Data tersebut  diangkut dalam 

frame. Tanggung jawab dari  frame ini adalah dari lapisan ke-3

ini. Ketika sebuah paket data ingin mencapai tujuan tertentu, maka harus

melintasi melalui jaringan ini. Pada dasarnya, ada  banyak operasi  yang

sedang berlangsung  antara  jaringan yang terhubung.  Selain itu, 

paket data yang  melintasi  harus memilih  rute  yang optimal,  dan

pengalamatan  paket ini  harus  tepat.  Berbagai operasi antara jaringan,

14

Page 15: Installasi Perangkat Jaringan Lokal (LAN) (Pengertian Jaringan Komputer, Topologi Jaringan  Komputer, Media Jaringan Komputer, Teknologi Perangkat Jaringan Komputer )

masalah paket data, pengalamatan dan routing, ditangani oleh network

layer.

d. Layer OSI ke-4 : Lapisan Trasportasi (Transport Layer): pada lapisan

OSI ini, memastikan kualitas dan keandalan komunikasi. Switching paket

data sepenuhnya ditangani oleh lapisan transport. Pada dasarnya ada dua

jenis packet switching yaitu connectionless packet switching dan

connection oriented packet switching, data paket diijinkan untuk memilih

rute di mana ia akan mencapai tujuan. Jelasnya paket itu sendiri tidak bisa

melakukannya. Perangkat fisik seperti router terutama bertanggung

jawab atas perilaku  paket, tetapi  paket-paket terbentuk dari  acuan  yang

sama dapat  mencapai tujuannya  dengan cara yang berbeda. 

Sedangkan  dalam connection oriented packet switching, setelah  rute

tersebut telah ditetapkan, maka semua paket harus mengikuti rute yang

sama. Contoh dari packet switching  connectionless  adalah teks pesan

dalam ponsel, dan contoh connection oriented packet switching adalah

panggilan telepon langsung.

e. Layer OSI Ke-5 lapisan sesi (Sessions Layer): Lapisan sesi terutama

bertanggung jawab untuk membuat, memelihara dan menghancurkan link

komunikasi. PDU (Protokol Data Unit), di mana berbagai protokol yang

ditetapkan  harus diikuti selama komunikasi, merupakan tanggung jawab 

dari lapisan  sesi.  Aplikasi  yang menggunakan  RPC (remote procedure

call) diurus oleh lapisan sesi.

15

Page 16: Installasi Perangkat Jaringan Lokal (LAN) (Pengertian Jaringan Komputer, Topologi Jaringan  Komputer, Media Jaringan Komputer, Teknologi Perangkat Jaringan Komputer )

f. Layer OSI ke-6 Lapisan presentasi (Presentation Layer): ada berbagai

teknik kompresi data yang digunakan untuk mengirim dan menerima data

yang telah dioptimalkan. Misalnya, jika data tertentu terulang beberapa

kali, maka secara logis hanya mengirimkan data sekali, dan menentukan

jumlah berapa kali perulangan dilakukan bundling  data  berulang  adalah

salah satu teknik  kompresi. Kompresi dan dekompresi data  ditangani

oleh lapisan presentasi. Teknik enkripsi dan dekripsi yang digunakan

untuk menggagalkan serangan berbahaya ( malicious attacks)  pada

data akan ditangani oleh lapisan presentasi.

g. Layer OSI Ke-7 Lapisan aplikasi (Application Layer): ini adalah lapisan

paling atas dari model Referensi OSI .  Menyediakan jasa untuk aplikasi

pengguna. Layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara

program komputer. Setiap kali pengguna memanggil aplikasi, semua

proses-proses terkait dijalankan. sering kali, ketika aplikasi ingin

berkomunikasi dengan aplikasi lain, maka harus ada komunikasi antara

proses-proses terkait.  Lapisan aplikasi  bertanggung jawab  untuk

komunikasi antar proses.

2.7 Subnetting

Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang

relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua

pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet,

Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.

16

Page 17: Installasi Perangkat Jaringan Lokal (LAN) (Pengertian Jaringan Komputer, Topologi Jaringan  Komputer, Media Jaringan Komputer, Teknologi Perangkat Jaringan Komputer )

Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun

adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, artinya bahwa IP address

192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. /24 diambil dari

penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1.

Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah:

11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang

disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan

pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.

Berikut adalah Subnet Mask yang bisa digunakan untuk melakukan

subnetting. Ini terjawab dengan tabel di bawah:

Subnet Mask

Nilai CIDR

255.128.0.0 /9

255.192.0.0 /10

255.224.0.0 /11

255.240.0.0 /12

255.248.0.0 /13

255.252.0.0 /14

255.254.0.0 /15

255.255.0.0 /16

255.255.128.0 /17

255.255.192.0 /18

255.255.224.0 /19

Subnet Mask Nilai CIDR

255.255.240.0 /20

255.255.248.0 /21

255.255.252.0 /22

255.255.254.0 /23

255.255.255.0 /24

255.255.255.128 /25

255.255.255.192 /26

255.255.255.224 /27

255.255.255.240 /28

255.255.255.248 /29

255.255.255.252 /30

Tabel 2.1 Daftar Subnet Mask

a. Subnetting Pada IP Address Class C

17

Page 18: Installasi Perangkat Jaringan Lokal (LAN) (Pengertian Jaringan Komputer, Topologi Jaringan  Komputer, Media Jaringan Komputer, Teknologi Perangkat Jaringan Komputer )

Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK

ADDRESS 192.168.1.0/26 ?

Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti

11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).

Penghitungan: Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua

pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet,

jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang

valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:

1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada

oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3

oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4

subnet

2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan

dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi

jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host

3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64.

Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi

subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.

4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Sebagai

catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast

adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.

Subnet 192.168.1.0192.168.1.64 192.168.1.128 192.168.1.192

Host Pertama

192.168.1.1192.168.1.65 192.168.1.129 192.168.1.193

Host 192.168.1.62 192.168.1.126 192.168.1.190 192.168.1.254

18

Page 19: Installasi Perangkat Jaringan Lokal (LAN) (Pengertian Jaringan Komputer, Topologi Jaringan  Komputer, Media Jaringan Komputer, Teknologi Perangkat Jaringan Komputer )

Terakhir

Broadcast 192.168.1.63192.168.1.127 192.168.1.191 192.168.1.255

Tabel 2.2 Hasil Subnetting IP Class C

b. Subnetting Pada IP Address Class B

Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B

adalah seperti dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah

kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk

oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai

/24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok

subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class

C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai

/30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi

setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.

Kita mulai dari yang menggunakan subnetmask dengan CIDR /17

sampai /24. Contoh network address172.16.0.0/18.

Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti

11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).

Penghitungan:

1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2

oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet

2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan

dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah

host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host

19

Page 20: Installasi Perangkat Jaringan Lokal (LAN) (Pengertian Jaringan Komputer, Topologi Jaringan  Komputer, Media Jaringan Komputer, Teknologi Perangkat Jaringan Komputer )

3. Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 =

128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128,

192.

4. Alamat host dan broadcast yang valid?

Subnet 172.16.0.0 172.16.64.0 172.16.128.0 172.16.192.0

Host Pertama

172.16.0.1 172.16.64.1 172.16.128.1 172.16.192.1

Host Terakhir

172.16.63.254 172.16.127.254 172.16.191.254 172.16.255.254

Broadcast 172.16.63.255 172.16.127.255 172.16.191.255 172.16..255.255

Tabel 2.3 Hasil Subnetting IP Class B

c. Subnetting Pada IP Address Class A

Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet

terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir).

Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A

adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.

Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.

Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti

11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).

Penghitungan:

1. Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet

2. Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host

3. Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.

4. Alamat host dan broadcast yang valid?

Subnet 10.0.0.0 10.1.0.0 … 10.254.0.0 10.255.0.0

20

Page 21: Installasi Perangkat Jaringan Lokal (LAN) (Pengertian Jaringan Komputer, Topologi Jaringan  Komputer, Media Jaringan Komputer, Teknologi Perangkat Jaringan Komputer )

Host Pertama

10.0.0.1 10.1.0.1 … 10.254.0.1 10.255.0.1

Host Terakhir

10.0.255.254 10.1.255.254 … 10.254.255.254 10.255.255.254

Broadcast 10.0.255.255 10.1.255.255 … 10.254.255.255 10.255.255.255

Table 2.4 Hasil Subnetting IP Class A

BAB III

METODOLOGI

3.1 Pelaksanaan

Dalam pelaksanaan installasi jaringan lokal dilakukan dengan cara teori

secara kelompok, namun dalam pengambilan nilai dilakukan secara individu.

3.2 Jenis Kegiatan

Jenis kegiatan yang dilakukan yaitu menentukan jumlah subnet, jumlah host

per subnet, blok subnet, dan alamat host- broadcast dari subnetting IP kelas C

dan Kelas B.

3.3 Tempat Dan Waktu

Kegiatan dilaksanakan pada:

Hari : Senin s.d Jum’at

Tanggal : 10 s.d 15 Agustus 2012

Tempat : Laboratorium Komputer SMK Negeri 3 Metro

3.4 Petunjuk Pelaksanaan

1. Menggunakan peralatan secara hati-hati.

2. Memahami materi yang di berikan fasilitator

21

Page 22: Installasi Perangkat Jaringan Lokal (LAN) (Pengertian Jaringan Komputer, Topologi Jaringan  Komputer, Media Jaringan Komputer, Teknologi Perangkat Jaringan Komputer )

3. Selesaikan soal subnetting IP secara teliti.

3.5 Keselamatan Kerja

1. Ikuti petunjuk dan peraturan yang berlaku dengan sebaik baiknya

2. Gunakan peralatan dengan sebaik baiknya.

3.6 Alat dan Bahan

Alat yang digunakan adalah sebagai berikut:

No. Alat dan Bahan

1 Modul Installasi Jaringan Lokal

2 Peralatan Tulis

3 Komputer

Tabel 3.1 Alat dan Bahan

3.7 Langkah Kerja

3.7.1 Membagi IP addres kelas C

IP Addres : 192.168.10.10/24 akan dibagi menjadi 4 network

Jawab :

/24= IIIIIIII.IIIIIIII.IIIIIIII.00000000

255 255 255 0

2x => 4 > IIIIIIII.IIIIIIII.IIIIIIII.II000000

X = 2

2x= 4 network

3.7.2 Jumlah host persubnet : 2y-2

26-2= 62 host

256-192 = 64 Jadi blok selanjutnya kelipatan 64 dimulai dari 0

22

Page 23: Installasi Perangkat Jaringan Lokal (LAN) (Pengertian Jaringan Komputer, Topologi Jaringan  Komputer, Media Jaringan Komputer, Teknologi Perangkat Jaringan Komputer )

Blok = 0,64,128,192

No A.network A.valid awal A.valid akhir A.broadcast

1 192.168.10.0/26 192.168.10.1 192.168.10.62 192.168.10.63

2 192.168.10.64/26 192.168.10.65 192.168.10.126 192.168.10.127

3 192.168.10.128/26 192.168.10.129 192.168.10.190 192.168.10.191

4 192.168.10.192 /26 192.168.10.192 192.168.10.254 192.168.10.255

3.7.2 Membagi IP addres kelas B

Alamat IP: 17 2 .17.0.0/17 terdapat 8000 host. Tentukan jumlah

networknya.

Jawab: :

Jumlah Network :2y – 2 = 213 – 2 Jumlah host : 2x = 23 = 8

= 8192 – 2 = 8190

Jumlah Blok subnet : 256 – 224 = 32

No A.Network A.Valid Awal A.Valid Akhir A.Broadcast

1 172.17.0.0/19 172.17.0.1 172.17.31.254 172.17.31.255

2 172.17.32.0/19 172.17.32.1 172.17.63.254 172.17.63.255

3 172.17.64.0/19 172.17.64.1 172.17.95.254 172.17.95.255

4 172.17.96.0/19 172.17.96.1 172.17.127.254 172.17.127.255

23

Page 24: Installasi Perangkat Jaringan Lokal (LAN) (Pengertian Jaringan Komputer, Topologi Jaringan  Komputer, Media Jaringan Komputer, Teknologi Perangkat Jaringan Komputer )

5 172.17.128.0/19 172.17.128.1 172.17.159.254 172.17.159.255

6 172.17.160.0/19 172.17.160.1 172.17.191.254 172.17.191.255

7 172.17.192.0/19 172.17.192.1 172.17.223.254 172.17.223.255

8 172.17.224.0/19 172.17.224.1 172.17.255.254 172.17.255.255

BAB IV

LAPORAN

4.1 Hasil Yang Dicapai

Hasil yang dicapai setelah pembelajaran ini yaitu siswa dapat memahami dan

melakukan installasi jaringan lokal serta dapat melakukan subnetting IP.

4.2 Masalah Yang dihadapi

1. Terbatasnya waktu belajar.

2. Terbatasnya buku pengantar jaringan komputer di perpustakaan.

3. Kurang nyamannya belajar karena siswa-siswi membuat kegaduhan.

4.3 Pemecahan Masalah

1. Mendengarkan saat pembimbing bicara.

2. Memperhatikan materi yang diberikan oleh pembimbing.

24

Page 25: Installasi Perangkat Jaringan Lokal (LAN) (Pengertian Jaringan Komputer, Topologi Jaringan  Komputer, Media Jaringan Komputer, Teknologi Perangkat Jaringan Komputer )

3. Mempraktikkan teori yang diberikan pembimbing.

4. Menanyakan hal yang kurang dimengerti kepada pembimbing.

5. Mencari materi di Internet.

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Dari pelajaran melakukan installasi jaringan lokal yang telah diperoleh siswa,

maka siswa memberi kesimpulan bahwa materi installasi jaringan lokal

merupakan kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa. Dan juga merupakan

pelajaran yang sangat penting karena seorang murid TKJ harus bisa

melakukan subnetting IP dan installasi jaringan.

5.2 Saran

1. Dengarkan dengan seksama penjelasan dari pembimbing, dan kemudian

mempraktekannya.

2. Berkonsentrasi saat materi diberikan.

25

Page 26: Installasi Perangkat Jaringan Lokal (LAN) (Pengertian Jaringan Komputer, Topologi Jaringan  Komputer, Media Jaringan Komputer, Teknologi Perangkat Jaringan Komputer )

DAFTAR PUSTAKA

Todd Lamle, CCNA Study Guide 5th Edition, Sybex, 2005.

Module CCNA 1 Chapter 9-10, Cisco Networking Academy Program (CNAP), Cisco Systems.

Hendra Wijaya, Cisco Router, Elex Media Komputindo, 2004.

http:///www.google.com

http://www.id.wikipedia.org

26

Page 27: Installasi Perangkat Jaringan Lokal (LAN) (Pengertian Jaringan Komputer, Topologi Jaringan  Komputer, Media Jaringan Komputer, Teknologi Perangkat Jaringan Komputer )

LEMBAR KONSULTASI

Nama : Anca Septiawan

Kelas : XI Teknik Komputer dan Jaringan B

NIS : 1916

No. Hari/Tanggal Keterangan Paraf

27

Page 28: Installasi Perangkat Jaringan Lokal (LAN) (Pengertian Jaringan Komputer, Topologi Jaringan  Komputer, Media Jaringan Komputer, Teknologi Perangkat Jaringan Komputer )

28