edisi 004 - .tujuan diadakannya ipal komunal adalah untuk mengolah limbah agar dapat menjaga...

Download EDISI 004 - .tujuan diadakannya IPAL komunal adalah untuk mengolah limbah agar dapat menjaga kelestarian

Post on 15-May-2019

219 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

EDISI 004 Buletin PUSTEKLIM

A. Penanggung Jawab : Nao Tanaka

B. Editor : Juni.R

C. Tim Redaksi :

1. Juni Rachmadansyah

2. Gabriella Cristy Mandagie

3. Ajeng Thanti Pratiwi

iii

Jl.Kaliurang Km.7 Gg. Jurugsari IV, No. 19, Sleman Yogyakarta

Telp: 0274 885247 Fax. 0274 885423

www.pusteklim.org

Kata Pengantar

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Salam Sejahtera,

Apakah kaitan antara tujuan diadakannya IPAL komunal dengan kelestarian sumber daya air? Air, pada dasarnya merupakan sumber daya alam yang dapat diperbarui, dalam arti bahwa air dapat didaur ulang secara tak terbatas. Mekanisme daur ulang air di alam yang berjalan secara alami disebut siklus air. Siklus air ini digerakkan oleh tenaga yang berasal dari sinar matahari. Panas matahari secara langsung yang diterima melalui radiasi ke badan air, maupun gerakan udara (angin) yang juga disebabkan secara tidak langsung oleh sinar matahari, menggerakkan uap air, hingga terbentuklah hujan, turun menjadi air tanah, melarutkan berbagai mineral tanah dan kemudian dapat diambil dan dimanfaatkan oleh manusia. Selain itu, di dalam tanah sendiri terjadi proses pemurnian dan pembersihan juga terhadap air yang ada di dalamnya, yang melibatkan mikroba mikroba tanah, dan lapisan lapisan batuan. Proses ini adalah penyederhanaan dari suatu siklus atau cara kerja alam yang memurnikan dan mengembalikan air menjadi bersih kembali.

Siklus air berputar dengan kapasitas yang tetap, karena intensitas energi yang menggerakkan siklus tersebut adalah tetap (daya sinar matahari cenderung tetap sekitar 1200 W/m2). Selama berabad abad umat manusia sebagai makhluk yang menduduki posisi paling puncak dari pemanfaat segala sumber daya alam yang ada, telah menikmati karunia air, dan sekaligus menjadi pihak yang paling bertanggung jawab terhadap kelestarian sumber daya air. Sekitar 70% permukaan Planet Bumi ditutupi air dalam bentuk cair maupun padat. Dari sekian banyak air yang ada tersebut, hanyalah sebagian kecil saja yang berupa air tawar yang dapat dijangkau dan dimanfaatkan manusia dalam menjalani kehidupan sehari hari, baik untuk konsumsi, kegiatan mandi, mencuci, hewan ternak, pertanian, dan sebagainya. Sumber utama sebagian besar air yang digunakan tersebut merupakan air tanah, yang mana air tanah tersebut kita ketahui sangat rentan terhadap pencemaran.

Kecepatan alam dalam menjalankan siklus air, mengubah air kotor menjadi air yang bersih kembali, semakin tidak seimbang dengan kecepatan makhluk hidup (terutama manusia) dalam menggunakan air tersebut (mengubah air bersih menjadi air limbah atau air kotor). Hal ini dikarenakan jumlah manusia semakin banyak serta modernisasi & urbanisasi semakin meningkat, sedangkan jumlah air yang mampu disediakan oleh alam jumlahnya tetap. Oleh sebab itulah maka umat manusia berusaha menggunakan teknologi untuk membantu alam mengatasi ketimpangan tersebut. Sebatas manakah suatu teknologi yang digunakan dapat membantu alam mendaur ulang air dapat dikatakan baik? Jawabnya adalah apabila hasil pengolahan air limbah dengan teknologi tersebut dapat memenuhi ketentuan baku mutu yang ada. Dari uraian di atas dapat kita tarik pemahaman bahwa tujuan diadakannya IPAL komunal adalah untuk mengolah limbah agar dapat menjaga kelestarian sumber daya air. Sehingga kita perlu menyamakan persepsi bahwa tujuan utama diadakannya IPAL komunal bukanlah untuk menyembunyikan limbah ataupun menghilangkan pemandangan jorok dari kegiatan buang air besar sembarangan; adapun hal tersebut hanyalah efek samping yang positif dari adanya IPAL Komunal.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Yogyakarta, Januari 2019 (J.R)

iv

Jl.Kaliurang Km.7 Gg. Jurugsari IV, No. 19, Sleman Yogyakarta

Tel : 0274 885247 Fax. 0274 885423

www.PUSTEKLIM.org

DAFTAR ISI

Bimbingan Teknis IPAL Komunal yang Ditingkatkan Nopember

2018, Cirebon

Studi Lapangan Mahasiswa STIKES Wira Husada Yogyakarta ke

PUSTEKLIM dan IPAL Komunal Tirto Mili Jongkang, Sleman

Kunjungan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara untuk

melihat IPAL dengan Teknologi Kombinasi Anaerobik & Aerobik

(RBC Lattice 3 Dimensi)

Kunjungan Perwakilan Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia ke

PUSTEKLIM

Kemajuan Proyek Penyebarluasan IPAL Komunal Berbasis

Masyarakat Secara Intensif Di Indonesia Tahun Kedua (2018)

IPAL Rancamanyar,

Baleendah, Bandung

1

Pada tanggal 21 Nopember 2018, PUSTEKLIM bekerjasama dengan DPKPP

Kabupaten Cirebon, mengadakan

Bimbingan Teknis (BimTek) IPAL

Komunal Berbasis Masyarakat yang

Ditingkatkan dengan Teknologi Kombinasi

Anaerobik-Aerobik. Kegiatan berlangsung

hingga Kamis, 22 Nopember 2018,

bertempat di Hotel Luxton Cirebon. Dalam

kegiatan tersebut, hadir SKPD 5

kota/kabupaten termasuk Kota Cirebon,

Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka,

Kabupaten Kuningan dan Kabupaten

Indramayu.

Di hari pertama kegiatan ini, diawali dengan registrasi oleh para peserta baik yang

sudah mendaftar sebelumnya lewat email kepada panitia BimTek PUSTEKLIM dan juga yang

baru hadir atau on the spot. Dari total peserta yang mendaftar sebelumnya yaitu 26 menjadi 32

peserta setelah dijumlahkan dengan peserta yang daftar secara on the spot. Kegiatan BimTek

resmi dibuka oleh Dr. Nao Tanaka dengan sambutannya, dan kemudian dilanjutkan dengan

penyampaian materi BimTek. Ada 6 materi

yang disampaikan di hari pertama yaitu

tentang sistem IPAL komunal yang

ditingkatkan dengan kombinasi proses

anaerobik dan aerobik, karakteristik air

limbah, pretreatment, Anaerobic Process,

Aerobic Process, serta praktik desain. Dalam

materi praktik desain, tim menyiapkan

sebuah pertanyaan perhitungan desain yang

nantinya akan dikerjakan peserta sebagai

tugas untuk kemudian dibahas di keesokan

harinya atau hari kedua kegiatan BimTek.

Sesuai dengan jadwal kegiatan pada hari kedua, peserta diberikan kesempatan untuk

melihat langsung pengoperasian unit RBC yang berada di IPAL Komunal desa Penpen

kecamatan Mundu. Lewat kunjungan lapangan ini, diharapkan para peserta dapat memiliki

pemahaman yang baik mengenai proses pengolahan air limbah melalaui proses aerobik yang

diterapkan oleh unit RBC. Melihat effluent hasil olahan RBC yang lebih bersih dan desain

bangunan yang tidak memerlukan lahan yang luas membuat alat pengolahan ini menjadi sangat

direkomendasikan. Dalam kesempatan itu diberikan pula penjelasan kepada warga yang

Diskusi bersama Dr. Nao Tanaka

Foto bersama para peserta BimTek di penutupan kegiatan

2

bertanggung jawab merawat IPAL tentang bagaimana cara merawat unit RBC ini dengan baik

dan benar. Setelah selesai dari lokasi IPAL Penpen, rombongan kembali ke hotel, kemudian

kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang bagaimana prosedur pemanfaatan

skema proyek PUSTEKLIM. Dengan pemahaman tentang skema proyek tersebut, diharapkan

para peserta dari dinas terkait yang hadir bisa mengetahui alur atau prosedur untuk memperoleh

unit RBC. Kemudian acara dilanjutkan lagi dengan membahas pertanyaan yang diberikan pada

materi praktik desain sebelumnya.

Sebagaimana diketahui, pelatihan maupun bimbingan teknis merupakan kegiatan

pelatihan dan pengembangan pengetahuan serta kemampuan yang dapat digunakan untuk

memecahkan masalah yang dihadapi oleh setiap pihak yang berkepentingan agar dapat

mengambil manfaat dengan berorientasi pada kinerja mereka. Akhirnya kegiatan BimTek ini

ditutup pimpinan Pusteklim Dr. Nao Tanaka.

(Mandagie, C. G)

Pengarahan teknis operasional & perawatan unit aerobik (Genuk, Ungaran)

3

Penggunaan teknologi tepat guna dalam pengolahan air limbah, menjadi fokus utama PUSTEKLIM. Targetnya bukan hanya sekedar masyarakat saja tapi PUSTEKLIM juga ingin

memperkenalkan teknologi tersebut kepada generasi muda yang diharapkan bisa terus

menerapkan dan bahkan bisa mengembangkan teknologi ini ke depannya. Lewat tujuan ini,

PUSTEKLIM memiliki program kunjungan belajar dari mahasiswa baik mahasiswa tingkat

awal maupun akhir.

Pada tanggal 14 Nopember 2018

PUSTEKLIM mendapatkan kunjungan dari

mahasiswa semester 3, Sekolah Tinggi Ilmu

Kesehatan (STIKES) Wira Husada Yogyakarta.

Mereka ingin mempelajari teknologi tepat guna.

Salah satunya dalam proses pengolahan air limbah

yang dikembangkan PUSTEKLIM. Dalam

kunjungan mahasiswa kami kenalkan dengan

proses yang dipakai dalam pengolahan air limbah

dengan penjelasan singkat dari PUSTEKLIM,

kemudian diajak berkeliling untuk melihat contoh

alat yang sudah pernah PUSTEKLIM buat sebelumnya di lingkungan workshop PUSTEKLIM.

Saat berkeliling, disampaikan berbagai perbedaan material yang sudah pernah diterapkan oleh

PUSTEKLIM dalam kaitannya dengan mengatasi permasalahan teknis. Untuk memperjelas

alur proses pengolahan air limbah, PUSTEKLIM mengadakan field trip dengan mengunjungi

IPAL KOMUNAL Tirto Mili yang bertempat di Padukuhan Jongkang, Sariharjo, Ngaglik,

Sleman D.I Yogyakarta. Di sana mahasiswa disambut dengan hangat oleh pengurus Kelompok

Swadaya Masyarakat (KSM) diwakili Sekretaris Bpk. Heru Setiawan dan juga rekan rekan