diabetes mellitus sujito

Download Diabetes Mellitus Sujito

Post on 22-Dec-2015

218 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn

PAGE 20

BAB II

KONSEP DASAR

A. Konsep Medis

1. Definisi

Diabetes militus adalah sekelompok kelainan heterogen yang terdiri oleh kadar gula dalam darah/hiperglikemia. ( Brunner & Suddarth, 2002; 1220 )

Diabetes melitus adalah penyakit kronis karena tubuh tidak menghasilkan insulin/hanya sedikit/menahan insulin sehingga tidak diproduksi. ( Dr. Robert B. Cooper,1996;510 )

Diabetes militus gangguan metabolisme yang secara genetis dan klinis termasuk heterogen dengan manifestasi berupa hilangnya toleransi karbohidrat. ( Price,1996; 576 )

Diabetes militus adalah keadaan hiperglikemik kronik disertai berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata, ginjal, syaraf dan pembuluhdarah diserai lesi pada membran basalis dalam pemeriksaan dengan mikroskop elektron. ( Arif Mansjoer, 2001; 580 )

Diabetes militus adalah penyakit kronis metabolisme abnormal yang memerlukan pengobatan seumur hidup dengan diit latihan dan obat-obatan. (Carpenito,1999; 143 )

Diabetes melitus adalah masalah yang mengancam hidup yang disebabkan oleh defisiensi insulin relatif/absolut. ( Doenges, 2006; 726 )

Gangren adalah kematian jaringan tubuh setempat karena gangguan peredaran darah, cedera atas penyakit perubahan membusuk jaringan yang mati. ( Dr. Med Ahmad R, 2003; 135 )

Gangren adalah neterosis koogenlativa yag biasanya disebabkan oleh tidak adanya suplay darah disertai pertumbuhan bakteri saprosit. ( Price; 1996; 28 )

Gangren adalah akibat dari insusiensi arteri yang terjadi akibat trauma . ( Brunner & suddarth, 2002; 918 )

2. Etiologi

Penyebab diabetes militus hingga saat ini belum diketahui, tetapi faktor genetik memegang peranan penting dalam perkembangan penyakit ini. Pada diabetes tipe I, sel pankreas yang menghasilkan insulin mengalami kerusakan kemungkinan disebabkan oleh gangguan sistem imun, konsekuensinya, sel-sel ini tidak dapat membentuk insulin atau dapat membentuk insulin dalam jumlah yang kecil.

Pada tipe II diabetes, sel-sel dalam pankreas dapat membentuk insulin tetapi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Penderita diabetes oleh kehamilan, stres emosional atau fisik dan pemakaian berbagai jenis obat-obatan. ( Dr. Robert B. Cooper, 1996; 516 )

3. Tanda Dan Gejala

- DDM

- NIDDM

1. Poliuria

1. keletihan

2. Polidipsi

2. Poliuria

3. Polifagi

3. Polidipir

4. Kelemahan

4. Perubahan pandangan

5. Keletihan

5. kesemuatan kebasexxemitas

6. Malaise

6. Penyembuhan terlambat

7. Penurunan berat badan

7. Infeksi kulit pruritus

8. Peka rangsang

8. Mengantuk

( Tucker, 402; 1997 )

4. Patofisiologis

Hiperglikemia didefinisikan sebagai kadar gula/glukosa darah yang tinggi daripada rentang kadar puasa normal 80-90 mg/100 ml darah atau rentang non puasa sekitar 140-160 mg/100ml darah. Hiploglikemia biasanya disebakan oleh defisieansi insulin, seperti dijumpai pada diabetes tipe I atau karena penurunan responsivitas sel terhadap insulin seperti dijumpai pada diabetes tipe II. Hiperkortisolemia yang terjadi pada sindrom cashing dan sebagai respon terhadap stres kronik dapat menyebabkan hiperglikemia melalui melalui perangsangan glukoneogenesis hati. Keadaan akut kelebihan hormon tiroid, prolaksin dan hormon pertumbuhan dapat menyebabkan peningkatan glukosa darah. Peningkatan kadar hormon-hormon tersebut dalam jangka panjang terutama hormon pertumbuhan dianggap diabetogenik ( menimbulkan diabetes ). Hormon-hormon tersebut merangsang pengeluaran insulin secara berlebihan oleh sel-sel beta puloulangerhans pankreas sehingga akhirnyaterjadi penurunan respons sel terhadap insulin.

Hipoglikemia adalah glukosa darah yang kurang dari 80 mg/100 ml darah. Hipoglikemia dapat disebabkan oleh puasa khususnya yang disertai oleh raga karena olah raga meningaktkan pemakaian glukosa oleh sel-sel otot rangka. Namun hipoglikemia lebih sering disebabkan oleh kelebihan dosis insulin pada pengidap diabetes dependen insulin karena otak memerlukan glukosa darah sebagai sumber energi utamanya maka hipoglikemia menyebabkan timbulnya berbagai gejala gangguan fungsi susunan syaraf pusat berupa konfusi iritabilitas, kejang dan koma. Hipoglikemia dapat menyebabkan nyeri kepala akibat perubahan aliran darah otak dan perubahan keseimbangan air secara sistematis, hipoglikemia menyebabkan pengaktifan sistem syaraf simpatik yang merangsang rasa lapar, kegelisahan, berkeringat dan takikardia.

( Eizabeth.J.arvin, 2001; 441)

5. Pemeriksaan Penunjang

Glukosa darah:meningkat 100-200 mg/dl atau lebih.

Aseton plasma (keton):positif secara mencolok

Asma lemak bebas:kadar lipid dan kolesterol meningakat

Osmolalitas serum:meningkat tetapi biasanya kurang dari 330 m Os ml.

Elektrolit :

NatriumMungkin normal, meningkat/menurun.

Kalium:Normal/peningkatan semu (perpindahan seluler) selanjutnya akan menurun.

Fosfor

lebih sering menurun

Hemoglobin glikositkadarnya meningkat 2-4 kali lipat dari normal yang mencerminkan kontrol DM yang kurang selama 4 bulan terakhir.

Gas darah arteiBiasanya menunjukkan pH rendah dan penurunan pada HCO3 dngan kompensasi alkoholis respiatonik.

Trombosit darahHt mungkin meningkat leukosis, nemokonsentrasi, merupakan respon tehadap stres/infeksi.

Ureum/kreotininmungkin meningkat /normal

Amilase darahmungkin meningkat yang

Insulin darah:Mungkin meningkat bahkan smapai tak ada/normal samapai tinggi

Urine:Gula dan aseton positif berat jenis dan osmolalitas mungkinmeningkat

Kultur dan sensitivitas:Kemungkinan adanya infeksi pada saluran kemih infeksi pernafasan dan infeksi pada luka

6. Komplikasi

IDDMNIDDM

AkutDiabetik ketoasidosis (DKA)

HipoglikemiaKoma non ketatik hiperglikemik hiperosmotor

Hipoglikemia

DKA

Jangka panjangMikroongiopati

Retinopati

Nesfrapati

Neuoropati

Makroangiopati

Kardiovaskuler

Serebrovaskuler

VaskulerperiferMikroongiopati

Retinopati

Nesfrapati

Neuoropati

Makroangiopati

Kardiovaskuler

Serebrovaskuler

Vaskulerperifer

( Tucker, 1998; 402 )

7. Penatalaksanaan

IDDM :

1. Preporat insulin kerja cepat kerja intermediet biasanya dosis terpisah.

2. Diet biasanya pengganti ADA (biasanya 3 makanan seimbang dan kudapan)

3. Program latihan teratur.

4. Pemantauan glukosa darah sendiri.

5. Pengobatan komplikasi yang terjadi

NIDDM

1. Diet biasanya pengganti ADA dengan pengurangan kalori ( biasanya 3 x makanan seimbang dan 1 x kudapan )

2. Hipoglikemik oral dan insulin mungkin juga diberikan

3. Program latihan teratur

4. Pemantauan glukosa darah sendiri

5. Pengobatan komplikasi yang terjadi.

( Tucker, 1998; 403 )

B. Konsep Keperawatan

1. Pengkajian Dasar

Riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik difokuskan pada tanda dan gejala hiperglikemik dan pada sektor-sektor fisik, emosional, serta sosial yang dapat mempengaruhi kemampuan pasien untuk mempelajari dan melaksanakan berbagai aktivitas perawatan mandiri diabetes.

Pasien dikaji dan diminta menjelaskan gejala yang mendahului diagnosis diabetes polioria, polidipsia, polifagia, kulit kering, penglihatan kabur, penambah berat badan, perasaan gatal-gatal pada vagina dan luka yang lama sembuh. Kadar glukosa darah dan utnuk penderita diabetes tipe I kadar keton almarin harus diukur.

Pada penderita diabetes tipe I dilakukan pengkajian untuk mendeteksi tanda dan gejala ketaodiosis siabetik yang mencakup pernafasan kusmonal, hipertensi onastatik dan alergi. Pasien ditanya tentang gejala ketoosidosis diabetik seperti mual, muntah dan nyeri abdomen. Hasil-hasil laboratorium dipantau untuk mengenali tanda-tanda osidosis metabolik seperti penurunan nilai pH dan kadar bikarbonat dan untuk mendeteksi tanda-tanda dan gangguan keseimbangan elektrolit.

( Brunner & Suddart, 2002; 1263 )

a. Pengkajian Pola Fugsional

Pola fungsional yang digunakan yaitu pola fungsional menurut Virginia Henderson teori keperawatan Virginia Henderson. (Hormer & Henderson,1995 ) mencakup seluruh kebutuhan dasar manusia. Henderson (1964) mendefinisikan keperawatan sebagai pembantu individu yang sakit dan yang sehat dalam melaksanakan aktivitas yang memiliki kontribusi terhadap kesehatan dan penyembuahnnya bila ia memiliki kekuatan, kemudian pengetahuan yang dibutuhkan. Dan hal ini dilakukan dengan cara membantu mendapatkan kembali kemandiriannya secepat mungkin.

Kebutuhan dasar menurut Virginia Henderson memberikan kerangka kerja dalam melakukan keperawatan diantaranya.

1) Bernafas secara normal

Bantuan yang dapat diberikan kepada klien perawat adalah membantu memiliki tempat tidur,kursi yang cocok serta menggunakan bantal, alas, dan sejenisnya sebagai alata bantau klien agar dapat bernafas dengan normal.

2) Kebutuhan akan nutrisi

Perawat harus mampu memberikan penjelasan mengenai tinggi dan berat badan yang normal kebutuhan nutrisi yang diperlukan pemilihan dan penyediaan makanan.

3) Kebutuhan eliminasi

Perawat dasarnya meliputi semua pengeluaran tubuh, perawat harus mengetahui semua saluran pengeluaran dan keadaan normalnya jarak waktu pengeluaran dan sekresi muntah BAB dan BAK.

4) Gerak dan keseimbangan tubuh

Perawat harus mengetahui tentang prinsip keseimbangan tubuh miring dan bersandar artinya perawat harus bisa memberikan rangsangan dalam semua posisi dan tidak me