cover kimia

Download Cover Kimia

Post on 14-Sep-2015

235 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

download

TRANSCRIPT

TUGAS MAKALAH ETNOGRAFI PAPUA SEBAGAI PENGGANTI NILAI UAS

Disusun oleh:Nama: Yulizar Chandra FirdausNIM: 20140511034017Prodi: Kimia

LABORATORIUM KIMIAFAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAMUNIVERSITAS CENDERAWASIHJAYAPURA2015

SISTEM POLITIK ONDOAFI1. PENDAHULUANModel analisis M.D. Sahlins ( 1963), yang secara eksklusif membedakan antara sistemkepemimpinan di wilayah Polynesia yang didasarkan pada pewarisan dengan sistemkepemimpinan di wilayah budaya Melanesia yang bersifat pencapaian, bukan sajabanyak dikutip dan dijadikan model analisis bagi studi-studi yang dilakukan olehpeneliti lain, tetapi juga banyak mengundang kritik. Pada dasarnya pembagian Sahlinsditolak karena hasil-hasil studi etnogra di wilayah kebudayaan Melanesia, yangdilakukan sebelum dan sesudah publikasi Sahlins itersebut di atas, menunjukkan bahwasistem pewarisan kekuasaan juga terdapat pada berbagai masyarakat di Melanesia(seperti misalnya pada orang Orokolo, orang Mekeo, orang Buin dan orang Trobriand,semuanya di Papua New Guinea; penduduk Teluk Yos Sudarso, orang Sentani, orangGenyem, orang Kaimana, orang Fak-Fak dan penduduk Kepulauan Raja Ampat,semuanya di Irian Jaya).1Salah satu bentuk sistem kepemimpinan yang kedudukan pemimpin diperolehmelalui prinsip pewarisan adalah sistem kepemimpinan ondoa. Sistem ini terdapatpada suku-suku-bangsa In'an yang bertempat tinggal di daerah Timur Laut Irian Jayayang letaknya di sebelah barat garis perbatasan yang memisahkan propinsi Irian Jaya,Indonesia, dengan negara Papua New Guinea. Sistem kepemimpinan yang bersifatpewarisan ini juga terdapat pada suku-suku-bangsa di Papua New Guinea yang beradadi sepanjang pantai utara di sebelah timur garis batas negara tersebut di atas, mulai darikampung Wutong yangletaknya dekat den gan garis perbatasan di sebelah barat sampaidengan daerah Wewak di sebelah timur dan pulau-pulau Wogeo dan KepulauanSchouten yang terletak di sebelah utaranya (lihat Thomas 1941/l942:163-187; Hogbin1978).Dalam kajian ini hanya dibicarakan tipe sistem kepemimpinan tersebut pada suku-suku-bangsa yang berada di daerah propinsi Irian Jaya saja, namun untuk kepentinganperbandingan, keterangan tentang sistem tersebut dari penduduk di daerah Papua NewGuinea akan digunakan juga.1. Tulisan-tulisan yang memuat keterangan tentang sistem pewarisan kedudukan di wilayah kebudayaanMelanesia terdapat antaralain dalam karangan-karangan F.E. Williams (1940), C.H. Wedgwood(1933/1934), H.A. Powell (1960), K.W. Galis (1955), W.J.H. Kouwenhoven (1956), W.J. Calor(1942), J.Th.van Lochem (1963); F.C. Kamma (1947-49,1955), J.R. Mansoben (1982).

150 IV Sistem politik Ondoa2. PERSEBARAN SISTEM KEONDOAFIANOrang Irian yang mengenal sistem kekuasaan politik yang bersifat pewarisan, yangdikenal dengan istilah kepemimpinan ondoa, secara etnik dapat dibedakan menurutsembilan suku-bangsa ialah orang Skou, orang Arso-Waris, orang Tobati, orangOrmu, orang Sentani, orang Moi, orang Tabla (Tanah Merah), orang N imboran, danorang Muris (Demta), semua suku-suku-bangsa ini terdapat di daerah Tumur Laut IrianJaya.Suku-bangsa yang disebut orang Skou adalah penduduk yang mendiami kampung-kampung yang letaknya di sepanjang pantai di sebelah barat garis batas negaraIndonesia dengan negara Papua New Guinea mulai dari sungai Tami di sebelah timursampai ke Teluk Holtekan g di sebelah barat. ,Orang Arso-Waris adalah suku-bangsa yang mendiami dataran tinggi yang dialirisungai Tami dan cabang-cabang sungainya ialah sungai Yapase, sungai Ubiyau, sungaiSkanto, sungai Wamba dan sungai Buto. Batas-batas daerah tersebut adalah di sebelahbarat Kecamatan Urunguay dan Kecamatan Lereh, di sebelah utara KecamatanAbepura, disebelah selatan Kecamatan Senggi sedangkan di sebelah timur berbatasandengan negara Papua New Guinea.Orang Tobati adalah penduduk yang mendiami Teluk Yos Sudarso (dahulu disebutTeluk Humboldt). Termasuk dalam suku-bangsa ini adalah penduduk kampung Tobatidan Enggros yang terletak di dalam Teluk Yotefa dan penduduk kampung-kampungKayu Pulo dan Kayu Batu yang terletak di dalam Teluk lmbi. Sebagian pendudukkampung Enggros dan kampung Tobati sekarang bertempat tinggal di Entrop, KotaRaja dan Abepura. Kampung Enggros, Tobati, Entrop dan Kota Raja berada di bawahdaerah kekuasaan kecamatan J ayapura Selatan, sedangkan Abepura di bawahKecamatan Abepura. Penduduk Kayu Pulo selain bertempat tinggal di kampungtersebut, sebagian dari mereka benempat tinggal juga di Argapura, Kecamatan JayapuraSelatan, dan sebagian lagi menjadi penduduk translokal di Koya Barat, KecamatanAbepura. Penduduk Kayu Batu bertempat tinggal di kampung Kayu Batu, KecamatanJayapura Selatan.Orang Ormu terdapat di sebelah utara kaki gunung Cycloop terdiri dari pendudukkampung-kampung Ormu Besar, Ormu Kecil dan Makasawa. Menurut administrasipemerintahan tingkat desa pada waktu sekarang tiga kampung tersebut bersama-samamembentuk Desa Newa yang berada di bawah wilayah pemerintahan KecamatanDepapre.Orang Sentani mendiami Danau Sentani dan daerah sekitarnya yang di waktusekarang menjadi wilayah Kecamatan Sentani, tidak termasuk di sini orang Moi yangterdapat di kampung-kampung Dosai dan Maribu. Juga termasuk ke dalam orangSentani adalah penduduk kampung Nafri yang terletak di Teluk Yotefa, KecamatanAbepura.Orang Moi, adalah penduduk yang mendiami kampung-kampung Dosai dan Maribuyang terletak di sebelah barat danau Sentani pada jalur jalan raya yang menghubungkanSentani di sebelah timur dan Depapre di sebelah barat. Orang Moi membedakan diri

IV Sistem politik Ondoa 151mereka dari orang Sentani dan orang Tabla, karena menggunakan dialek bahasa sendiriyang disebut bahasa Moi. Dalam banyak hal, mereka mendukung kebudayaan yangsama dengan kebudayaan-kebudayaan lainnya di daerah Timur Laut Irian Jaya.Orang Tabla yang secara umum dikenal dengan sebutan orang Tanah Merah adalahpenduduk yang berdiam di dalam dan di sekitar Teluk Tanah Merah yang letaknya disebelah barat kaki gunung Cycloop. Termasuk orang Tabla adalah penduduk yangmendiami kampung-kampung yang letaknya dari arah timur ke barat: Yonsu, Dormena,Wambena, Yafase, Tablasufa, Depapre, Tablanusu dan Kendati. Semuanya berada dibawah daerah pemerintahan Kecamatan Depapre.Orang Nimboran adalah penduduk yang mendiami dataran Nimboran yang dialirisungai Grime, terletak di sebelah Barat Daya Danau Sentani. Orang Nimboran dikenaljuga dengan sebutan orang Genyem terdiri dan dua sub-suku-bangsa ialah orangKemtuk Gresidan orang Nimboran. Mereka itu selain tinggal di daerah dataranNimboran yang sekarang dibagi mejadi dua wilayah kecamatan (kecamatan KemtukGresi dan kecamatan Nimboran) juga di kampung Sabron Samon di Kecamatan Sentanidan kampung Bukisi di Kecamatan Depapre dan di kampung Muris di KecamatanDemta.Orang Demta adalah penduduk yang berdiam di kampung-kampung yang terletak disepanjang pantai mulai dan Muris di sebelah timur sampai Demta di sebelah barat.Satu suku-bangsa lain yang sudah tidak ada lagi tetapi pemah mendiami daerah yangterbentang di antara Danau Sentani di sebelah utara, dataran Nimboran di sebelah barat,dan daerah Waris-Arso di sebelah selatan, adalah orang Tabu. Kelompok ini sudahpunah, namun menurut laporan-laporan tenulis yang adaz mereka merupakan pendudukasli daerah itu yang hidup mengembara dan yang kemudian terdesak oleh parapendatang baru. Jumlah mereka berkurang dan akhirnya mereka menyatukan diridengan kelompok-kelompok pendatang baru itu, yaitu dengan orang Sentani, orangSkou, orang Arso dan orang Nafri.Suku-suku-bangsa dengan sistem kepemimpinan ondoa seperti tersebut di atas inioleh I-I.K.J. Cowan secara linguistik, digolongkan ke dalam empat golongan besar,yaitu golongan Tami, golongan Sentani, golongan Nimboran dan golongan Hollandia(Tobati).3 Tiga dari empat golongan tersebut, yaitu orang Tami, orang Sentani danorang Nimboran, men gujarkan bahasa-bahasa yang termasuk ke dalam rumpun bahasanon-Melanesia atau rumpun bahasa Papua, sedangkan bahasa Tobati tennasuk rumpunbahasa Austronesia atau bahasa Melanesia (l953:2-4).Masing-masing suku-bangsa tersebut menggunakan istilah yang berbeda untukmenamakan pemimpinnya. Orang Skou menggunakan istilah bari untuk pemimpin dan2. Lihat memorie van overgave dari Hoogland (1940) yang dimuat dalam Adatrecht Bundel, 45,l955:85.3. Termasuk golongan Tami adalah orang Skou, orang Sangke, orang Arso, orang Nyao, orang,Wembi, orang Skofro, orang Ampas dan orang Waris. Golongan Sentani terdiri dari orang Sentani,orang Nafri dan orang Tabla atau Tanah Merah. Golongan Nimboran terdiri dari: orang Nimboran, orangGresi, orang Kemtuk, orang Kuangsu, Demenggong-Wibron Bano dan orang Demta. Golongan Tobatiterdiri dari: orang Tobati-Engros, orang Kayu Pulo-Kayu-Batu dan orang Ormu (H.I(J. Cowan, 195322)

152 IV Sistem politik Ondoabari magite untuk pemimpin besar, sedangkan orang Arso menyebut pemimpinnyayuskwanto. Oran g Waris menyebut pemimpinnya mendir, dan orang Tobatimenyebutnya harsori. Orang Sentani menamakan pemimpinnya ondohoro (Sentanibarat) atau ondofolo (Sentani tengah dan timur) dan orang Nimboran menyebutnyairam. Orang Tabla (T anah Merah) menyebut pemimpinnya ondowa atau ondoa.Walaupun istilah-istilah yang digunakan oleh masingmasing suku-bangsa ituberbeda satu sama lain, namun pada umumnya semuanya mengandung pengertian yangsama, ialah mengacu pada gelaryang digunakan untuk menyebut pemimpin dalammasyarakat yang kedudukannya bersifat pewarisan. Dalam studi ini digunakan istilahondoafi yang berasal dari orang Tabla (Tanah Merah). Alasan penggunaan istilahtersebut ialah bahwa istilah ini telah menjadi istilah umum yang digunakan secara luasdan sudah lama digunakan oleh para suku-bangsa dengan orang luar baik dalampercakapan sehari-hari maupun dalam tulisan populer dan karangan ilmiah. 5Berbagai keterangan tentang sistem kepemimpinan ondoafi yang diperoleh darisuku-suku-bangsa pendukung menunjukkan bahwa sifat-sifat utama yangmembedakannya dari sistem-sistem lain ialah kedudukan pemimpin diwariskanberd