cover kimia

of 51/51
TUGAS MAKALAH ETNOGRAFI PAPUA SEBAGAI PENGGANTI NILAI UAS Disusun oleh: Nama : Yulizar Chandra Firdaus NIM : 20140511034017 Prodi : Kimia LABORATORIUM KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

Post on 14-Sep-2015

242 views

Category:

Documents

9 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

download

TRANSCRIPT

TUGAS MAKALAH ETNOGRAFI PAPUA SEBAGAI PENGGANTI NILAI UAS

Disusun oleh:Nama: Yulizar Chandra FirdausNIM: 20140511034017Prodi: Kimia

LABORATORIUM KIMIAFAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAMUNIVERSITAS CENDERAWASIHJAYAPURA2015

SISTEM POLITIK ONDOAFI1. PENDAHULUANModel analisis M.D. Sahlins ( 1963), yang secara eksklusif membedakan antara sistemkepemimpinan di wilayah Polynesia yang didasarkan pada pewarisan dengan sistemkepemimpinan di wilayah budaya Melanesia yang bersifat pencapaian, bukan sajabanyak dikutip dan dijadikan model analisis bagi studi-studi yang dilakukan olehpeneliti lain, tetapi juga banyak mengundang kritik. Pada dasarnya pembagian Sahlinsditolak karena hasil-hasil studi etnogra di wilayah kebudayaan Melanesia, yangdilakukan sebelum dan sesudah publikasi Sahlins itersebut di atas, menunjukkan bahwasistem pewarisan kekuasaan juga terdapat pada berbagai masyarakat di Melanesia(seperti misalnya pada orang Orokolo, orang Mekeo, orang Buin dan orang Trobriand,semuanya di Papua New Guinea; penduduk Teluk Yos Sudarso, orang Sentani, orangGenyem, orang Kaimana, orang Fak-Fak dan penduduk Kepulauan Raja Ampat,semuanya di Irian Jaya).1Salah satu bentuk sistem kepemimpinan yang kedudukan pemimpin diperolehmelalui prinsip pewarisan adalah sistem kepemimpinan ondoa. Sistem ini terdapatpada suku-suku-bangsa In'an yang bertempat tinggal di daerah Timur Laut Irian Jayayang letaknya di sebelah barat garis perbatasan yang memisahkan propinsi Irian Jaya,Indonesia, dengan negara Papua New Guinea. Sistem kepemimpinan yang bersifatpewarisan ini juga terdapat pada suku-suku-bangsa di Papua New Guinea yang beradadi sepanjang pantai utara di sebelah timur garis batas negara tersebut di atas, mulai darikampung Wutong yangletaknya dekat den gan garis perbatasan di sebelah barat sampaidengan daerah Wewak di sebelah timur dan pulau-pulau Wogeo dan KepulauanSchouten yang terletak di sebelah utaranya (lihat Thomas 1941/l942:163-187; Hogbin1978).Dalam kajian ini hanya dibicarakan tipe sistem kepemimpinan tersebut pada suku-suku-bangsa yang berada di daerah propinsi Irian Jaya saja, namun untuk kepentinganperbandingan, keterangan tentang sistem tersebut dari penduduk di daerah Papua NewGuinea akan digunakan juga.1. Tulisan-tulisan yang memuat keterangan tentang sistem pewarisan kedudukan di wilayah kebudayaanMelanesia terdapat antaralain dalam karangan-karangan F.E. Williams (1940), C.H. Wedgwood(1933/1934), H.A. Powell (1960), K.W. Galis (1955), W.J.H. Kouwenhoven (1956), W.J. Calor(1942), J.Th.van Lochem (1963); F.C. Kamma (1947-49,1955), J.R. Mansoben (1982).

150 IV Sistem politik Ondoa2. PERSEBARAN SISTEM KEONDOAFIANOrang Irian yang mengenal sistem kekuasaan politik yang bersifat pewarisan, yangdikenal dengan istilah kepemimpinan ondoa, secara etnik dapat dibedakan menurutsembilan suku-bangsa ialah orang Skou, orang Arso-Waris, orang Tobati, orangOrmu, orang Sentani, orang Moi, orang Tabla (Tanah Merah), orang N imboran, danorang Muris (Demta), semua suku-suku-bangsa ini terdapat di daerah Tumur Laut IrianJaya.Suku-bangsa yang disebut orang Skou adalah penduduk yang mendiami kampung-kampung yang letaknya di sepanjang pantai di sebelah barat garis batas negaraIndonesia dengan negara Papua New Guinea mulai dari sungai Tami di sebelah timursampai ke Teluk Holtekan g di sebelah barat. ,Orang Arso-Waris adalah suku-bangsa yang mendiami dataran tinggi yang dialirisungai Tami dan cabang-cabang sungainya ialah sungai Yapase, sungai Ubiyau, sungaiSkanto, sungai Wamba dan sungai Buto. Batas-batas daerah tersebut adalah di sebelahbarat Kecamatan Urunguay dan Kecamatan Lereh, di sebelah utara KecamatanAbepura, disebelah selatan Kecamatan Senggi sedangkan di sebelah timur berbatasandengan negara Papua New Guinea.Orang Tobati adalah penduduk yang mendiami Teluk Yos Sudarso (dahulu disebutTeluk Humboldt). Termasuk dalam suku-bangsa ini adalah penduduk kampung Tobatidan Enggros yang terletak di dalam Teluk Yotefa dan penduduk kampung-kampungKayu Pulo dan Kayu Batu yang terletak di dalam Teluk lmbi. Sebagian pendudukkampung Enggros dan kampung Tobati sekarang bertempat tinggal di Entrop, KotaRaja dan Abepura. Kampung Enggros, Tobati, Entrop dan Kota Raja berada di bawahdaerah kekuasaan kecamatan J ayapura Selatan, sedangkan Abepura di bawahKecamatan Abepura. Penduduk Kayu Pulo selain bertempat tinggal di kampungtersebut, sebagian dari mereka benempat tinggal juga di Argapura, Kecamatan JayapuraSelatan, dan sebagian lagi menjadi penduduk translokal di Koya Barat, KecamatanAbepura. Penduduk Kayu Batu bertempat tinggal di kampung Kayu Batu, KecamatanJayapura Selatan.Orang Ormu terdapat di sebelah utara kaki gunung Cycloop terdiri dari pendudukkampung-kampung Ormu Besar, Ormu Kecil dan Makasawa. Menurut administrasipemerintahan tingkat desa pada waktu sekarang tiga kampung tersebut bersama-samamembentuk Desa Newa yang berada di bawah wilayah pemerintahan KecamatanDepapre.Orang Sentani mendiami Danau Sentani dan daerah sekitarnya yang di waktusekarang menjadi wilayah Kecamatan Sentani, tidak termasuk di sini orang Moi yangterdapat di kampung-kampung Dosai dan Maribu. Juga termasuk ke dalam orangSentani adalah penduduk kampung Nafri yang terletak di Teluk Yotefa, KecamatanAbepura.Orang Moi, adalah penduduk yang mendiami kampung-kampung Dosai dan Maribuyang terletak di sebelah barat danau Sentani pada jalur jalan raya yang menghubungkanSentani di sebelah timur dan Depapre di sebelah barat. Orang Moi membedakan diri

IV Sistem politik Ondoa 151mereka dari orang Sentani dan orang Tabla, karena menggunakan dialek bahasa sendiriyang disebut bahasa Moi. Dalam banyak hal, mereka mendukung kebudayaan yangsama dengan kebudayaan-kebudayaan lainnya di daerah Timur Laut Irian Jaya.Orang Tabla yang secara umum dikenal dengan sebutan orang Tanah Merah adalahpenduduk yang berdiam di dalam dan di sekitar Teluk Tanah Merah yang letaknya disebelah barat kaki gunung Cycloop. Termasuk orang Tabla adalah penduduk yangmendiami kampung-kampung yang letaknya dari arah timur ke barat: Yonsu, Dormena,Wambena, Yafase, Tablasufa, Depapre, Tablanusu dan Kendati. Semuanya berada dibawah daerah pemerintahan Kecamatan Depapre.Orang Nimboran adalah penduduk yang mendiami dataran Nimboran yang dialirisungai Grime, terletak di sebelah Barat Daya Danau Sentani. Orang Nimboran dikenaljuga dengan sebutan orang Genyem terdiri dan dua sub-suku-bangsa ialah orangKemtuk Gresidan orang Nimboran. Mereka itu selain tinggal di daerah dataranNimboran yang sekarang dibagi mejadi dua wilayah kecamatan (kecamatan KemtukGresi dan kecamatan Nimboran) juga di kampung Sabron Samon di Kecamatan Sentanidan kampung Bukisi di Kecamatan Depapre dan di kampung Muris di KecamatanDemta.Orang Demta adalah penduduk yang berdiam di kampung-kampung yang terletak disepanjang pantai mulai dan Muris di sebelah timur sampai Demta di sebelah barat.Satu suku-bangsa lain yang sudah tidak ada lagi tetapi pemah mendiami daerah yangterbentang di antara Danau Sentani di sebelah utara, dataran Nimboran di sebelah barat,dan daerah Waris-Arso di sebelah selatan, adalah orang Tabu. Kelompok ini sudahpunah, namun menurut laporan-laporan tenulis yang adaz mereka merupakan pendudukasli daerah itu yang hidup mengembara dan yang kemudian terdesak oleh parapendatang baru. Jumlah mereka berkurang dan akhirnya mereka menyatukan diridengan kelompok-kelompok pendatang baru itu, yaitu dengan orang Sentani, orangSkou, orang Arso dan orang Nafri.Suku-suku-bangsa dengan sistem kepemimpinan ondoa seperti tersebut di atas inioleh I-I.K.J. Cowan secara linguistik, digolongkan ke dalam empat golongan besar,yaitu golongan Tami, golongan Sentani, golongan Nimboran dan golongan Hollandia(Tobati).3 Tiga dari empat golongan tersebut, yaitu orang Tami, orang Sentani danorang Nimboran, men gujarkan bahasa-bahasa yang termasuk ke dalam rumpun bahasanon-Melanesia atau rumpun bahasa Papua, sedangkan bahasa Tobati tennasuk rumpunbahasa Austronesia atau bahasa Melanesia (l953:2-4).Masing-masing suku-bangsa tersebut menggunakan istilah yang berbeda untukmenamakan pemimpinnya. Orang Skou menggunakan istilah bari untuk pemimpin dan2. Lihat memorie van overgave dari Hoogland (1940) yang dimuat dalam Adatrecht Bundel, 45,l955:85.3. Termasuk golongan Tami adalah orang Skou, orang Sangke, orang Arso, orang Nyao, orang,Wembi, orang Skofro, orang Ampas dan orang Waris. Golongan Sentani terdiri dari orang Sentani,orang Nafri dan orang Tabla atau Tanah Merah. Golongan Nimboran terdiri dari: orang Nimboran, orangGresi, orang Kemtuk, orang Kuangsu, Demenggong-Wibron Bano dan orang Demta. Golongan Tobatiterdiri dari: orang Tobati-Engros, orang Kayu Pulo-Kayu-Batu dan orang Ormu (H.I(J. Cowan, 195322)

152 IV Sistem politik Ondoabari magite untuk pemimpin besar, sedangkan orang Arso menyebut pemimpinnyayuskwanto. Oran g Waris menyebut pemimpinnya mendir, dan orang Tobatimenyebutnya harsori. Orang Sentani menamakan pemimpinnya ondohoro (Sentanibarat) atau ondofolo (Sentani tengah dan timur) dan orang Nimboran menyebutnyairam. Orang Tabla (T anah Merah) menyebut pemimpinnya ondowa atau ondoa.Walaupun istilah-istilah yang digunakan oleh masingmasing suku-bangsa ituberbeda satu sama lain, namun pada umumnya semuanya mengandung pengertian yangsama, ialah mengacu pada gelaryang digunakan untuk menyebut pemimpin dalammasyarakat yang kedudukannya bersifat pewarisan. Dalam studi ini digunakan istilahondoafi yang berasal dari orang Tabla (Tanah Merah). Alasan penggunaan istilahtersebut ialah bahwa istilah ini telah menjadi istilah umum yang digunakan secara luasdan sudah lama digunakan oleh para suku-bangsa dengan orang luar baik dalampercakapan sehari-hari maupun dalam tulisan populer dan karangan ilmiah. 5Berbagai keterangan tentang sistem kepemimpinan ondoafi yang diperoleh darisuku-suku-bangsa pendukung menunjukkan bahwa sifat-sifat utama yangmembedakannya dari sistem-sistem lain ialah kedudukan pemimpin diwariskanberdasarkan senioritas; kekuasaan dilaksanakan oleh suatu badan pelaksana denganpembagian tugas yang jelas; sumber kekuasaan didasarkan pada keturunan dan religi;kekuasaan terwujud pada penguasaan terhadap tanah, air dan sumber-sumber hidupmasyarakat; pemimpin masyarakat merangkap sebagai pemimpin upacara keagamaan.Untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang sistem kepemimpinanondoafi, maka pada sub-sub bab di bawah ini diberikan deskripsi tentang sistemkepemimpinan ondoa pada oran g Sentani sebagai contoh bagi sistem tersebut. Penulismemilih orang Sentani sebagai contoh untuk mendeskripsikan sistem kepemimpinanondoa atas dasar dua alasan pokok. Pertama, orang Sentani merupakan suku-bangsayang paling besar jumlah penduduknya yang mendukung sistem tersebut dibandingkandengan suku-suku-bangsa lainnya.4 Kedua, sistem kepemimipinan ondoa pada orangSentani menurut data yang ada jauh lebih berkembang daiipada masyarakat suku-suku-bangsa lain.3. ETNO-SOSIOGRAFI ORANG SENTANI3.1. Letak dan Lingkungan Alam Daerah SentaniOrang Sentani bertempat tinggal di daerah sekitar Danau Sentani dalam wilayahKecamatan Sentani, Kabupaten Jayapura. Daerah tersebut terletak di sebelah selatangunung Cycloop yang tingginya kurang lebih 2160 meter (Dubois 1961:8) dan beradadi antara Teluk Yos Sudarso di sebelah timur dan teluk Tanah Merah di sebelah barat.4. Berdasarakan pembagian penduduk menuxut bahasa yang digunakan, orang Sentani berjumlah kuranglebih 25.000 jiwa, orang Nimboran (termasuk Kemtuk dan Gresi) berjumlah 8.500 jiwa, orang Tobati(termasuk orang Kayu Pulo, orang Kayu Batu dan Ormu) bcrjumlah kurang lebih 3.000 jiwa, orangTabla berjumlah kurang lebih 3.600 jiwa, orang Waris berjumlah 1.500 jiwa, orang Arso kurang lebih1.000 orang dan orang Demta kurang lebih 1.000 orang (bcrdasarkan perkiraan PJ. Silzer, H.Heikkinen dan D. Clouse, 1986).

IV Sistem politik Ondoa 153Lokasi daerah ini berada pada posisi antara meridian 140 27' -140 38' Bujur Timurdan meridian 2 27'-259 Lintang Selatan.Danau Sentani memanjang arah timurbarat, dengan panjang kurang lebih 30kilometer, berada pada elevasi 70 meter di atas permukaan laut. Garis pantainya tidakmembentuk garis lurus melainkan berkelok-kelok dan membentuk beberapa lekukanyang menjorok amat jauh ke dalam berbentuk "teluk", misalnya "teluk" Puai yangterdapat di bagian selatan pada ujung timur danau dan "teluk" Doyo yang terletak disebelah barat danau.Di dalam danau terdapat pulau-pulau yang sejak dahulu kala hingga sekarangdijadikan tempat bermukim, misalnya pulau Asei di sebelah timur, pulau Ajau, pulauPutali, pulau Atamali, pulau Kensio di bagian tengah, dan pulau Yonokom di sebelahbarat. Ti ga di antara pulau-pulau tersebut penting karena merupakan pusat persebaranpenduduk di danau Sentani, yaitu pulau Asei, pulau Ajau dan pulau Yonokom (tentangperanan pulau-pulau tersebut sebagai pusat persebaran lihat halaman 155 di bawah).Danau Sentani pada waktu lampau merupakan selat yang memisahkan pulau NewGuinea dari punggung suatu pulau yang sekarang menjadi pegunungan Cycloop;Bagian-bagian dangkal dari selat tersebut kemudian menjadi kering akibat pengangkatanpermukaan kulit bumi karena gerakan-gerakan tektonik, sehingga membentuk suatujalur dataran rendah yang terbentang mulai dari teluk Yotefa di sebelah timur sampaiteluk Tanah Merah di sebelah barat. Bagian yang dalam dari selat tersebut tetaptergenan g air laut, kemudian berubah menjadi air tawar akibat proses pengairan sungai-sungai yang bersumber pada pegunungan Cycloop, itulah yang menjadi danau. Prosesterjadinya danau Sentani dari selat menjadi danau itu dapat dibuktikan denganterdapatnya sejumlah jenis ikan laut yang sekarang hidup di dalam danau Sentani.Rupanya proses perubahan air laut menjadi air tawar itu berlangsung dalam jangkawaktu yang lama sehingga ikan-ikan laut yang sekarang hidup dalam danau tersebutdapat beradaptasi.5Keadaan topografi di daerah sekitar danau Sentani berbukit-bukit, terutama disepanjang bagian selatan danau, di bagian timur dan bagian barat danau. Bukit-bukityang mengelilingi danau Sentani itu ditumbuhi terutama oleh tumbuhan alang-alangyang mudah terbakar pada waktu kemarau yang relatif panjang, menyebabkan terdapatbanyak bukit-bukit gundul. Bukit-bukit itu bergelombang dan saling menyambung,berasal dari dua arah, mulai dari kaki gunung Cycloop di sebelah utara dan dariperbukitan yang terletak disebelah selatan danau, sampai menyatu dengan air danau. Diantara kaki-kaki bukit terdapat lembah-lembah datar yang bervariasi ukurannya darisempit sampai luas. Beberapa dataran yang cukup luas adalah dataran Koyabu yangterletak di timur-laut danau (daerah Waena sekarang), dataran Kota Nika (KampungHarapan) dan dataran Yabaso yang terdapat di bagian tengah danau. Di sebelah baratdanau, mulai dari dataran Yabaso, terdapat dataran Doyo, yang terbentang ke arah utara5. Jenis-jenis ikan laut yang sekarang terdapat dalam danau Sentani adalah ikan hiu gergaji, sphyrnaspp., ikan kembung, rastrelleger spp. dan ikan sembilang abu-abu, clariosa spp. (Seksi PerikananDarat, Dinas Perikanan propinsi Irian Jaya, 1986).

154 IV Sistem politik Ondoamulai dari tepi danau sampai ke kaki gunung Cycloop dengan luas kurang lebih 3500ha (Dubois 1961:l4). Tanah pada bagian-bagian datar yang letaknya di tepi danau itubersifat basah atau berawa sehingga banyak ditumbuhi rumpun-rumpun pohon sagu,metroxylon, yang merupakan makanan pokok penduduk setempat.3. 2. Ikhtisar SejarahSeperti halnya dengan masyarakat lain di Irian Jaya, tidak diketahui dengan pastisejarah asal usul serta sejarah menetapnya orang Sentani di daerah sekitar danau Sentanikarena tidak ada peninggalan berupa keterangan tenulis. Menurut mite dan ceritera lisanyang diwariskan dari generasi ke generasi penduduk di sekitar danau Sentani terdiri daridua golongan. Golongan pertama sudah berada di daerah sekitar danau Sentani sebelumgolongan kedua datang. Golongan pertama yang dapat disebut sebagai penduduk asliterdiri dari tiga sub-golongan. Sub-golongan pertama, yang menurut ceritera mite,menurunkan klen Mehue6 yang kemudian pecah menjadi klen-klen kecil yang sekarangmendiami kampung-kampung Sereh, Semporo, Putali (Puyoh Besar), Atamali (PuyohKecil) dan Hobong, semuanya terletak di bagian tengah danau Sentani. Sub-golongankedua, menurut ceritera mite, adalah golongan Waliminsake,7 keturunannya sekarangmendiami kampung-kampung Netar, Nelebu dan lfar Babrongko. Semuanya terdapatjuga di bagian tengah danau Sentani. Sub-golongan ketiga adalah yang disebut orang6. Mite tentang asal usul penduduk asli Sentani dari golongan klen Mehue adalah sebagai berikut: "Padamulanya, bumi ini berbentuk telur dan tidak ada manusia di dalamnya. Angin utara kemudianmemecahkan telur itu dan terciptalah seorang wanita bemama Kani, yang artinya tanah. Di dalam tanah(bumi) itu kemudian terciptalah seorang laki-laki bemama Mehue, yang tinggal di dalam tanah. Setelahcukup banyak manusia maka mereka memutuskan untuk keluar dari tanah ke bumi, tetapi sebelumnyaitu diutus seorang utusan, bernama Monim, untuk memeriksa keadaan di luar. Ketika Monim kembalidari tugasnya ia mendapat marah dari Mehuwe karena terlambat kembali. Monim sangat terpukul danmemutuskan untuk tidak ikut keluar dari dalam tanah, dan mengatakan bahwa manusia yang mati akankembali ke dalam tanah juga. Rombongan Mehue keluar di Pulau Ajau dan mendirikan kampung Ajau.Setelah rombongan ini berkembang biak dan menjadi banyak, memecahkan diri dalam golongan-golongan kecil dan masing-masing golongan kecil itu mendiami kampung tertentu: Golongan kecil(klen kecil) Ondikeleu membangun kampung Sereh, klen Tokoro membangun kampung Semporo, klenkecil Monim membangun kampung Putali (Puyoh Besar dan klen kecil Ibo membangun kampungAtamali (Puyoh Kecil) dan kampung Ajau" (W. Maloali, 198613-4).7. Mite tentang asal usul kelompok Waliminsake adalah sebagai berikut: " Manusia pada mula pertamaberdiam di kampung di langit (Yo-buma-Walobangka) bersama-sama dengan manusia roh. Manusia-manusia roh memperbudak, menindas dan bertindak tidak adil terhadap manusia-manusia (Wali),sehingga mereka memutuskjan untuk turun ke bumi. Dengan suatu siasat yang licik, merekamemanggil seorang tokoh lcluhur (siapa namanya tidak jelas), untuk memimpin makar dan membunuhpemimpin manusia roh, kemudian mcngangkat dan melantik seorang pemimpin baru dari kalanganmanusia bukan roh, yaitu Waliminsake. Waliminsake kemudian memimpin manusia-manusia itu turundari langit, akan tetapi adik Waliminsake tetap tinggal di langit karena antara kedua kakak beradik initerjadi pertengkaran, kebencian dan dendam. Adik Waliminsake mengatakan bahwa lebih baik tinggal dilangit (Yo-buma) karena setiap orang yang mati akan kembali ke Yo-buma. Rombongan Waliminsaketurun di suatu tempat dekat kampung Abar. Dengan bantuan perahu dari ondofolo Abar, OjokulumYakoleuw, rombongan tersebut bertolak ke Pulau Puloulio (dckat Yabaso, antara Netar dan Ajau).Setelah berkembang biak dan menjadi banyak, mereka pecah ke dalam tiga kampung, masing-masing:Netar, Nelebu dan Ifar Babrongko (W. Maloali, l986:2).

IV Sistem politik Ondoa 155Janggu.3 Sebagian orang Janggu yang terdesak oleh para migran ke arah pedalaman disebelah selatan akhirnya punah dan sebagiannya lagi yang berhasil mempertahankandiri masih terdapat pada kampung Abar dan Puai.Golongan kedua adalah kaum mi gran, yang menumt ceritera lisan, berasal dari suatutempat bernama Fenem yang terletak di sebelah timur, di wilayah Papua New Guineasekarang, mereka berpindah - tidak ada keterangan dalam ceritera tentang alasan-alasanyang menyebabkan perpindahan itu - ke sebelah barat dalam dua gelombang.Gelombang pertama yang bermigrasi dari Fenem ke arah barat itu pertama-tamamendirikan tempat tinggal di pulau Debi yang terletak di Teluk Yotefa. Ketikapenduduk bertambah banyak sehingga pulau tersebut tidak mampu lagi untukmenampung mereka, maka berpindahlah mereka ke arah barat mengikuti jalur lembahyang terbentang antara Teluk Yotefa dan Teluk Tanah Merah. Dengan demikiangelomban g pertama dari kaum mi gran itu datang dan bertempat tinggal di daerah sekitartepi timur danau (daerah Padang Bulan dan Waena sekarang), kemudian pindah kcpulau Asei yang terletak di dalam danau, dan dari pulau Asei akhirnya menyebar danmenempati seluruh bagian timur danau. Gelombang kedua yang datang kemudian, jugaberasal dari Fenem, meneruskan perjalanannya ke arah barat danau, karena bagiantimur sudah diduduki oleh gelombang pertama. Sebagian dari mereka ini menetap dibagian tengah, bersama-sama dengan penduduk asli yang sudah ada sebelumnya, dansebagian lagi meneruskan pexjalanannya dan akhirnya menetap di pulau Yonokom. Daritempat inilah kemudian mereka menyebar ke tempat lain di sebelah barat danau.Keterangan tentan g kapan danau Sentani dijadikan tempat tinggal baik oleh golonganasli maupun oleh para migran yang datang kemudian tidak ada. Namun demikianbeberapa peninggalan arkeologi yang tidak diketahui asal usulnya oleh pendudukSentani sendiri, berupa benda-benda perunggu dari kebudayaan Dongson, sepertikapak corong (sacked bronze axe), kapak perunggu, mata tombak dan tangkai belati9,menunjukkan bahwa sudah ada penduduk yang berdiam di daerah sekitar danau Sentanikurang lebih 2.000 tahun yang lalu atau jauh sebelumnya.3. 3. Nama Sentani 'Kata Sentani yang dipakai sebagai nama untuk menyebut penduduk dan daerahSentani sekarang, bukan berasal dari penduduk sendiri melainkan diberikan oleh orangluar. Keterangan tertulis pertama tentang pemakaian kata 'sentani' sebagai nama untukmenyebut danau dan penduduk setempat, menurut Wirtz (l932:2), diberikan olehpendeta G.L. Bink") yang mengunjungi daerah tersebut pada tahun 1893. Nama8. Menurut laporan Hoogland, yang didasarkan atas keterangan penduduk setempat, orang Janggu adalahsama dengan orang Tabu, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya pada halaman 151 di atas. NamaJanggu adalah sebutan orang Sentani untuk orang Tabu (lihat Hoogland, 1940, dalam Adatrechtbundel,45:85). I9. Penjelasan tentang peninggalan-peninggalan arkeologis di danau Sentani termuat dalam halaman 47Bab II di atas.10. Pendeta G.L. Bink yang diutus oleh gereja Belanda, Utrechtsche Zendingsvereeniging, mengunjungidanau Sentani pada tahun 1896, merupakan orang Eropa pertama yang membuat keterangan-keterangan

156 IV Sistem politik Ondoatersebut sebenarnya berasal dari kata setam yang dieja salah oleh pendeta Bink menjadisentani. Sebenarnya dalam laporan Bink, ia tidak mengatakan sentani melainkansantani, suatu tempat yang letaknya beberapa jam jalan kaki dari pantai Teluk Yotefa(Bink 1896:166). Sedangkan mengenai asal usul kata tersebut, menurut keteranganyang diperoleh Wirtz dari penduduk Sentani Timur, ada hubungannya dengan pendiriankampung Ayapo yang pada waktu itu disebut juga dengan nama Setam-Ayafo.Beberapa pendapat lain tentang asal usul pemakaian nama Sentani adalah pendapat J.Hoogerbrugge, pendapat K.W. Galis (l969:59), dan pendapat beberapa informanpenulis.Pendapat Hoogerbrugge (196725) mengatakan bahwa kemungkinan besar kata'sentani' berasal dari kata heram yang kemudian berubah menjadi setam dan ahkirnyamenjadi sentani. 12 'Pendapat Galis (1969:59) adalah bahwa kata sentani berasal dari kata endani yangkemudian men galami perubahan ucapan menjadi sentani. Menurut keteranganinforman, Charles Ibo, kata endani yang disebut oleh Galis itu berasal dari kata ndane,sebab di dalam bahasa Sentani kata endani tidak ada. Kata ndane mempunyai arti dismz.Pendapat dari dua informan, Ch.I. dan J.I., adalah bahwa kata atau nama sentaniberasal dari kata-kata heram ndane. Kata heram sendiri terdiri dari dua kata, he danram. He artinya batas atau garis, sedangkan ram artinya di atas. Kata ndane artinya kitatinggal di sini, di tempat ini. Jadi heram ndane berarti di atas batas ini kita tinggal.Selanjutnya menurut informan, kata tersebut dipakai untuk menamakan tempat atautanah yang menjadi tempat tin ggal para migran yang letaknya berbatasan dengan tanah-tanah milik orang Nafri, orang Tobati dan orang Enggros, tepatnya di sekitar daerahPadangbulan atau Desa Hedam sekarang (letaknya kurang lebih dua kilometer disebelah ujung timur danau Sentani).Kapan kata tersebut berubah menjadi kata sentani, dan akhirnya menjadi kata resmiuntuk menamakan danau dan penduduk yang mendiaminya tidak diketahui secara pasti.Namun pemakaian nama tersebut, menurut informan Ch.I., ada hubungannya dengantertulis yang cukup baik tentang penduduk dan kebudayaan orang Sentani, termasuk juga pemberianatau penggunaan nama Sentani bagi penduduk dan danau setempat. Keterangan-keterangan itu dimuatdalam laporannya yang berjudul: Drie maanden aan de Humboldt Baai (Bink 1896 cf. Wirtz, l932:l).11. Menurut ceritera lisan penduduk Ayapo, kampung Ayapo didirikan oleh seorang bemama Iai. Iaimempunyai seorang saudara tiri bemama Pena. Ayah Ifiai dan Pena bemama Adaisa, bertempat tinggaldi pulau Asei. Ilia bertengkar dengan Pena sebab Penah menuduh isteri Iai merusakkan perahunya.Karena pertengkazan tersebut Iliai berangkat meninggalkan pulau Asei dan mendirikan kampung Ayapo(disebut juga Setam-Ayafo) pada tanah di daratan yang terletak di sebarang pulau Asei. Iai kemudianmenjadi ondoa kampung Ayapo (Wirtz, 1987:7).12. Searah dengan pendapat tersebut, H. Monim mcnduga bahwa kata sentani berasal dari kata setandalam bahasa Melayu (Indonesia) yang merupakan terjemahan tcrhadap kata heram dari bahasa Nafri(1973:2). Kalau demikian maka kata setan yang kemudian berubah menjadi sentani itu diberikan olehorang asing (pemburu burung Cenderawasih atau penjelajah asing yang singgah atau berada di daerah inipada pertengahan abad kel9). Pemberian nama tersebut mungkin sekali berhubungan dengan anggapanorang Nafri terhadap orang yang hidup di daerah pedalaman sekitar danau Sentani sekarang.

IV Sistem politik Ondoa I 157kemudahan sebutan bagi orang asin g dalam rangka pengaturan administrasi pemerintah(pemerintah Belanda). Seperti yang sudah dikemukakan di atas, para migran yang kemudian menjadi orangSentani itu mulamula tinggal di sekitar daerah Padangbulan yang mereka namakanheram ndane. Dari tempat ini mereka pindah ke daerah sekitar Waena karena kebutuhanekonomi (di daerah ini terdapat banyak rumpun-rumpun sagu) dan perluasan wilayahberburu. Perpindahan berikut yang terjadi karena perang-perang etnik, ialahpenyelamatan diri ke pulau-pulau yang letaknya di dalam danau, yaitu pulau Asei, pulauAjau dan pulau Yonokom. Pulau-pulau yang dijadikan benteng perlindungan inilahyang kemudian berfungsi sebagai pusat penyebaran penduduk di sekitar danau Sentani.Orang Sentani sendiri menamakan danau dan daerah sekitarnya Phuyakha.13 Katatersebut mempunyai arti "air yang terletak di tempat terang", suatu tempat yang tidakada pohon-pohonnya. Istilah tersebut digunakan untuk membedakan keadaan orangSentani yang tinggal di tempat yang terang dari orang-orang lain yang tinggal dilingkungan hutan rimba atau orang pedalaman. Orang-orang yang tinggal di hutanrimba itu disebut Yanggu yang berarti oran g pedalaman yang tidak tahu menggunakanperahu.Kontak orang Sentani den gan orang asing (orang Eropa) baru terjadi pada akhir abadlalu, ketika seorang Inggris bernama W. Doherty mengunjungi danau Sentani padatahun 1892 (Galis en van Doornik 1960:4). Kunjungan tersebut terjadi 16 tahunsebelum pengawas pos pemerintah tuan Windhouwer, membuka pos pemerintahHindia Belanda yang pertama dan resmi di pulau Metu Debi, Teluk Yotefa, pada tahun1908 (Dubois l961:28). Kunjungan orang asing kedua di danau Sentani terjadi padatahun 1893 oleh pendeta G.L. Bink yang berada di sana selama kurang lebih tiga bulanlamanya. Setelah kedua kunjungan pertama tersebut, banyak kunjungan oleh orangEropa ke daerah ini terjadi kemudian. Pos pemerintah Belanda yang pertama di daerah danau Sentani dibuka di Koyabuyang terletak di ujung timur laut danau (pantai Waena sekarang) pada tahun 1916. Postersebut pada tahun 1921 dipindahkan kc Doyo Baru tetapi tidak lama kemudianberpindah kembali ke Koyabu pada tahun 1926.Selain pembukaan pos pemerintah, pihak pekabaran injil dari agama KristenProtestan telah berupaya untuk membuka wilayah penginjilannya di daerah ini sejakkunjungan pendeta Bink (1893). Upaya tersebut baru kelihatan pengaruhnya sekitartahun 1921 sampai tahun 1926 ketika terjadi pemusnahan terhadap benda-benda yangdianggap berhala melalui pembakaran bangunan-bangunan Obe (tempat menyimpanbenda-benda magi) dan K hombubulu (tempat inisiasi para pemuda remaja).Pembakaran bangunan~bangunan untuk memusnahkan benda-benda berhala itudilakukan di semua kampung dan sejak itu masyarakat tidak lagi melaksanakan upacaraadat inisiasi bagi para pemuda remaja di daerah ini (Galis, Doomik 1960; Siregar1987:33). Selanjutnya daerah ini secara resmi dinyatakan sebagai wilayah penginjilan13. Kata phuyakha berasal dari dialek bahasa Sentani Tengah dan Barat sedangkan dalam dialek SentaniTimur kata phuyakha di sebut phuyakhala. '

I58 IV Sistem politik OndoaZending der Nederlandsche Hervormde Kerk (ZNHK) pada tahun 1928. Bersamaandengan itu pula dibuka sekolah-sekolah desa yang pertama di daerah Sentani. Prosesmodemisasi yang dibawa baik oleh pemerintah maupun oleh gereja ke daerah tersebutyang dimulai pada awal dekade kedua abad ini sampai sekarang membawa banyakperubahan baik yang bersifat positif maupun yang negatif seperti yang terjadi di waktusekarang.J auh sebelum masuknya pengaruh asing dari Eropa di daerah ini, telah terjadi kontakantara penduduk setempat dengan dunia luar. Kapan dan dengan siapa tidak adainformasi yang pasti, namun sejumlah benda budaya yang terdapat di daerah inimenunjukkan adanya hubungan itu, secara langsung atau tidak lansung. Seperti yangdikemukakan di atas, di sekitar danau Sentani terdapat sejumlah benda perunggu yangoleh penduduk Sentani sekarang tidak diketahui asal usulnya. Benda-benda itumerupakan peninggalan kebudayaan Dongsong kurang lebih 2.000 tahun yang lalu.Terdapatnya benda-benda kebudayaan Donsong di daerah ini menunjukkan bahwapengaruh kebudayaan tersebut sampai juga di daerah ini.Keeuali benda-benda perunggu itu, di sekitar danau Sentani dan daerah-daerahlainnya di kawasan Timur Laut Irian Jaya, yaitu pada masyarakat-masyarakat yangmengenal sistem kepemimpinan ondoafi, terdapat benda-benda berupa gelang dankalung manik-manik14 yang mempunyai nilai barang bergengsi (prestige good). Benda-benda ini mempunyai nilai tinggi karena digunakan sebagai alat pembayar maskawin,alat pembayar denda atau alat pembayar lain yang bersifat adat (Tim UniversitasCenderawasih 1973), juga karena jenis-jenis tertentu dari benda-benda itu hanyadimiliki oleh kelompok penguasa dalam masyarakat dan tidak oleh rakyat biasa.15Sejauh ini kita belum mendapat keterangan pasti tentang asal usul benda-benda tersebutdan kapan benda-benda itu menyusup ke dalam kebudayaan masyarakat setempat,namun ceritera-ceritera lisan yang diwariskan menceriterakan bahwa benda-benda itudibawa ke daerah ini oleh para pedagang dan pemburu burung cenderawasih yangberasal dari Maluku (Temate dan Tidore) beberapa abad yang lalu (Siregar l987:3l).3.4. Penduduk Daerah SentaniOrang Sentani menempati suatu wilayah yang terbentang mulai dari Padangbulan, DesaHedam di Abepura di sebelah timur sampai di daerah Doyo Baru di sebelah barat.14. Manik-manik terdiri dari berbagai macam: manik-manik batu komelin, kaca, kerang dan tanah liat.Manik-manik merupakan benda prasejarah yang terscbar luas hampir di seluruh kepulauan Indonesia.Pada masa-masa bercocok tanam (neolitik), perkembangan megalitik dan masa perundagian(paleometalik) manik-manik sclalu memegang peranan penting. Pada masyarakat prasejarah, manik-manik mempunyai fungsi praktis dan fungsi magis. Fungsi praktisnya adalah sebagai penghias badan(pakaian diberi manik-manik) dan fungsi magio religiusnya adalah pemakainnya pada uapacara-upacarapemujaan roh-roh nenck moyang. Penyelidikan tentang manik-manik dilakukan oleh banyak ahli antaralain Rouffaer, 1899; van Heckeren, 1931, 1958; van der Hoop, 1932 dan van der Sleen, 1967 (HarisSukendar, 1978: 54-55).15. Uraian lebih lanjut mengenai hal itu tercantum pada halaman 164 di bawah.

IV Sistem politik Ondoa 159Walaupun orang Sentani menggunakansatu bahasa, bahasa Sentani,15 namun merekadapat digolongkan ke dalam tiga golongan berdasarkan dialek dan daerah geogra yangmereka tempati. Ketiga golongan itu ialah golongan Rah Bu (Danau Bagian Timur),Nolo Bu (Danau Bagian Tengah) dan Wai Bu (Danau Bagian Barat).17Orang Sentani terbagi ke dalam 25 kesatuan teritorial (kampung) yang terdapat ditepitepi danau dan di pulau-pulau di danau. Menurut administrasi pemerintahan diwaktu sekarang, orang Sentani yang terdapat pada 25 kampung itu terbagi ke dalam 11desa dan dua kelurahan,13 semuanya termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Sentani,19Kabupaten J ayapura.Jumlah penduduk orang Sentani yang terdapat pada 11 desa dan dua kelurahan diKecamatan Sentani menurut laporan kantor Kecamatan Sentani pada tahun 1989berdasarkan perhitungan yang dilakukan pada tahun 1987 adalah sebanyak 14.279jiwazo atau sekitar 42,9% dari jumlah seluruh penduduk Kecamatan Sentani yangberjumlah 34.757 jiwa.21 Perincian jumlah penduduk Kecamatan Sentani menurut Desaadalah seperti pada tabel di bawah ini.16. Menurut Cowan (1953) bahasa Sentani tergolong bahasa Papua dan selanjutnya dikelompokkanoleh C.L. Voorhoeve (1969) ke dalam phylum Trans New Guinea (Hartzler, 1976:66)17. Di antara dialek Sentani Timur dan dialek Sentani Tengah tidak terdapat perbedaan besar dipandangdari sudut linguistik karena ada persamaan kata-kata meskipun ada perbedaan-perbedaan tertentu dalampengucapannya. Di antara dialek Sentani.Timur dan dialek Sentani Tengah di satu pihak dan dialekSentani Barat di pihak yang lain terdapat perbcdaan dalam pengucapan dan juga terdapat banyak kata-katayang berbeda, namun mereka masih bisa saling mengerti satu sama lain.18. Jika kita perinci kampung dan desa menurut tiga wilayah dialek-geografi seperti tersebut di atas,maka pembagiannya adalah seperti berikut: Di Sentani Timur terdapat empat desa, yaitu Desa Yoka(terdiri atas kampung Yoka), Desa Waena (terdiri atas kampung Waena), Desa Nolokla(terd1ri dari tigakampung: Asei, Harapan dan Netar) dan Desa Itakiwa (terdiri dari dua kampung: Ayapo dan Puay). DiSentani Tengah ada tiga desa dan dua kelurahan. Tiga Desa itu adalah Desa Ajau (terdiri dari empatkampung: Ifale, Kehirang, Ifar Besar dan Hobong), Desa Ebungfa (terdiri dari empat kampung: Abar,Atamali, Putali dan Kessio) dan Desa Yosiba (terdiri dari tiga kampung: Simporo, Bobrongko danYobo). Dua kelurahan di Sentani Tengah yang merupakan tempat tinggal orang Sentani adalahKelurahan Sentani Kora dan kelurahan Dobonsolo (di dalam kelurahan ini terdapat satu kampung:kampung Yobe). Di Sentani Barat ada dua desa, yaitu Desa Boroway, disebut juga Desa Kanda (terdiridari lima kampung: Donday, Kwadcware, Boroway, Yakonde, dan Sosiri) dan Desa Doyo (terdiri daridua kampung: Doyo Lama dan Doyo Baru).19. Kecamatan Sentani terdiri dari 13 desa dan dua kelurahan. Dua desa diantara ke 13 desa itu, yaknidesa Maribu dan desa Waibron Samon didiami oleh orang Moi dan orang Kemtuk-Gresi.20. Menurut sensus penduduk yang dilakukan pada tahun 1947 di Distrik Sentani, ketika belum adapenduduk pendatang, jumlah penduduk pada distrik tersebut adalah sebanyak 6.074 jiwa, terdiri dari5.364 orang Sentani dan 710 orang Munggei (Kouwenhoven, 1947:20). Sensus penduduk yangdiadakan pada tahun 1970 mencatat sebanyak 13.640 jiwa yang merupakan campuran penduduk asli danpendatang (A. Basaalem, l971:46; O.M.T. Siregar, 1987:35).Pada sensus yang diadakan tahun 1979jumlah penduduk bertambah menjadi 24.098 orang, juga terdiri dari penduduk asli dan pendudukpendatang (sumber: Arsip Kantor Kecamatan Sentani).21. Sisa jumlah penduduk Kecamatan Sentani yang berjumlah lebih dari 20.000 jiwa atau 57,1 % ituterdiri dari campuran orang yang berasal dari berbagai suku-bangsa di Indonesia. Sebagian terdiri daripara transmigran asal Jawa yang bcrtempat tinggal di lokasi-lokasi pemukiman transmigrasi Sabron,Dosai dan Maribu. Sebagian lagi terdiri dari warga sipil dan warga militer yang bermukim terutama diKelurahan Sentani Kola dan Kelurahan Dobonsolo. *

160 1v Sistem politik OndoaTabel IV.1. J umlah Penduduk Kecamatan Sentani Tahun 1987Desa Laki-Laki Perempuan J umlah1. Sentani Kota 6095 4 59222. Dobonsolo 717 6865 3. Nolokla 1284 15364. Ajau 928 8595. Boroway 678 6356. Sabron~Dosay 739 7767. Itakiwa 653 6518. Yoka 899 9269. Yosiba 607 63610. Doyo 887 7261201714032820178713131515130418251243161311. Maribu 614 526 114012. Ebungfa 633 676 130913. Waena 25% 281Q $68Jumlah Total 17332 17425 34757~ --M---ii__.___Sumber: Kantor Kecamatan Sentani 1990.3. 5. MatapencaharianBentuk-bentuk matapencaharian hidup orang Sentani dalam rangka memenuhikebutuhan hidup mereka sehari-hari, jika disusun menurut sifat pentingnya adalahmeramu sagu, menangkap ikan di danau dan berladang. Di waktu sekarang di sampingbentuk-bentuk matapencaharian di atas yang dapat dianggap sebagai matapencaharianutama, mereka juga melakukan jenis-jenis pekeijaan lain seperti betemak ikan, betemaksapi dan beternak babi. Kecuali itu sebagian penduduk Sentani yang bekerja sebagaipegawai baik pada berbagai tingkat instansi pemerintahan maupun instansi swastahidup terutama dari penghasilan pekerjaannya sebagai pegawai atau buruh, sedangkanmatapencaharian pokok di atas hanya merupakan penghasilan sampingan yangdilakukan di luar waktu kerjanya yang resmi. Juga di waktu sekarang banyak pendudukyang menjual hasilhasil kebun, sagu atau penangkapan ikannya di pasar Sentani, pasarAbepura dan pasar Jayapura, namun bukan sebagai pekerjaan pokok.Meramu sagu dan berladang. Kedua matapencaharian itu merupakan pekerjaanutama yang dilakukan oleh penduduk untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya.Keduanya dilakukan secara bergantian sepanjang tahun. Biasanya pada waktu kebunbaru dibuka dan selama hasil kebun belum cukup tua untuk dipanen, kebutuhanmakanan sehari-hari dipenuhi dari hasil meramu sagu. Baik meramu sagu maupunbercocok tanam dilakukan oleh penduduk, masing-masing di tempat yang telahditetapkan dalam adat sebagai milik kelompok kerabatnya. Atau dengan kata lain tiaporang hanya dapat melakukan aktivitas meramu sagu dan bercocok tanam di wilayah

A IV Sistem politik Ondoa 161yang menjadi hak ulayat kelompok kerabatnya saja, tidak di wilayah milik kelompokkerabat lain.Meramu sagu, biasanya dilakukan oleh keluarga inti terdiri dari ayah, isteri dananak-anak yang belum kawin sebagai unit produksi yang utama. Namun demikianpekerjaan tersebut kadang-kadang dilakukan juga secara bersama-sama oleh dua ataulebih keluarga inti, yang biasanya berasal dari satu klen kecil yang dalam bahasaSentani disebut imeah atau dari klen kecil yang berbeda tetapi ada hubungankekeluargaan karena perkawinan dan bertempat tinggal di rumah yang sama. Dalam usaha meramu sagu, terjadi pembagian kerja antara laki-laki dan perempuan.Biasanya pekerjaan menebang pohon sagu, menguliti batang sagu dan menokokempelur sagu menjadi serat-serat terlepas dilakukan oleh kaum laki-laki. Sedangkanpekerjaan yang menyangkut membuat alat berupa bak untuk mencucui serpihan sagudan untuk menampung endapan tepung sagu serta menganyam wadah (bahasa Sentaniholobei) dari daun sagu untuk membawa pulang hasil produksi ke rumah, dilakukanbaik oleh laki-laki atau perempuan, tergantun g dari situasi yang dihadapai pada waktupekerjaan tersebut dilakukan.Selanjutnya pekerjaan memproses serat-serat untuk mendapatkan saripati atauamylum berupa tepung sagu dilakukan oleh kaum wanita. Pertama-tama serat-seratdimuat ke tempat yang sudah disiapkan untuk pemrosesan, biasanya dekat sumber airsehingga memudahkan pengambilan air untuk pencucuian. Pekerjaan berikut adalahmemeras seratserat yang telah disirami dengan air secukupnya sehingga saripatinyayang disaring terpisah dari ampasnya. Saripati itu kemudian diendapkan dalam suatubak penampung menjadi padat berupa tepung basah yang kemudian diolah dalamberrnacam-macam bentuk makanan pokok, misalnya dalam bentuk bubur (atau dalambahasa Sentani dan papeda dalam bahasa sehari-hari diseluruh Irian Jaya dan Maluku),sagu bakar (bahasa Sentani euw) dan di waktu sekarang dalam macam-macam bentukkue kering atau kue basah.Biasanya hasil yang diperoleh dari pekerjaan meramu sagu pada hari pertama lebihsedikit dibandingkan dengan hari-hari lainnya karena pada hari pertama banyak waktudigunakan untuk menebang pohon, memebersihkan batang pohon sagu dan tempatbekerja, dan membuat alat penyaring (piring) dan bak penampung (wa). Hasil yangdiproduksi oleh satu unit kerja (keluarga inti) dalam satu hari kerja, mulai dari jamsembilan pagi sampai jam empat sore, jadi selama tujuh jam kerja, dapat mencapai 10sampai 20 kilogram sagu basah, tergantung dari jenis serta umur pohon sagu yangdipanen.22 Satu pohon sagu panjan g antara delapan sampai duabelas meter dapat diolah22. MenurutRudd1e dan kawan~kawan (197814-10), ada delapan genus sagu yang tersebar di berbagaipenjuru belahan bumi ini, yaitu arecaslrum, arenga, caryota, corypha, eugeissona, mauritia,metroxylon, dan royszonea. Genus sagu yang banyak terdapat di Irian Jaya adalah genus metroxylon.Menurut orang Sentani, seluruh pohon sagu di daerah Sentani, tergolong dalam dua golongan besar,yaitu sagu berduri - sagu yang batang dan pelepahnya berduri- dan sagu Iicin - sagu yang batang danpelepahnya tidak berduri (cf R. Karetji, 1988:42-45). Kandungan tepung sagu (saripati) pada jenis-jenissagu yang berbeda tidak sama, misalnya pada pohon sagu berduri kandungan saripatinya lebih banyakbila dibandingkan dengan jenis pohon sagu tidak berduri. Demikian pula pohon sagu yang belum cukupQ

162 IV Sistem politik Ondoa Idalam kurang lebih empatbelas hari kerja. Hasil yang diperoleh dari satu batang pohonsagu selama empatbelas hari kerja dapat memenuhi kebutuhan makan satu keluarga intiselama tiga sampai empat minggu.23 gAktivitas bercocok tanam dilakukan penduduk dengan sistem shifting cultivationatau ladang berpindah-pindah. Unit kerja dari kegiatan bercocok tanam adalah keluargainti juga, namun pekerjaan pada pembukaan suatu ladang baru dilakukan secarabersama-sama oleh an ggota-anggota dari kelompok kekerabatan klen kecil (imeah)yangsama. Adapun pekerjaan menebas belukar, menebang pohon dan membuat pagarpelindung keliling kebun merupakan tugas laki-laki, sedangkan kaum wanita bertugasuntuk membakar dahan dan ranting yang sudah kering. Selanjutnya pekerjaan menanamlahan yang sudah siap dilakukan oleh kaum wanita dari keluarga pemilik ladangtersebut. Di samping itu adalah tugas wanita juga untuk menyiangi rumput yangtumbuh di lahan sebelum masa panen tiba. .Jenis-jenis tanaman yang biasanya ditanam adalah keladi, ubi jalar, pisang, labutanah, tebu dan beberapa jenis sayuran. Kecuali jenis-jenis tanaman yang diusahakanseperti tersebut di atas, jenis-jenis tanaman keras seperti pinang, kelapa, sukun, matoadan dukuh ditanam juga, namun bukan diusahakan dalam bentuk perkebunan.Pekerjaan membuka ladang baru tidak dilakukan menurut siklus tetap tertentu,namun pekerjaan tersebut biasanya dilakukan pada saat menjelang berakhirnya musimkemarau, yaitu pada bulan-bulan Agustus dan September. Pertimbangannya ialahdahandan ranting dari pohon-pohon yang telah diteban g cepat kering sehingga mudah dibakardan bibit-bibit tanaman baru yang ditanam segera mendapat cukup air hujan sehinggadapat tumbuh den gan baik.Biasanya pada saat antara membuka kebun baru dan menunggu hasilnya dipanen,penduduk hidup terutama dari meramu sagu dan menangkap ikan. Di samping itusebagai bahan makanan tambahan mereka ambil pisan g dari kebun lama.Menangkap ikan. Pekerjaan menangkap ikan di air danau merupakan aktivitas yangtidak kalah pentingnya dibandingkan dengan pekerjaan meramu sagu dan bercocoktanam. Hal itu disebabkan oleh karena ikan merupakan lauk pauk yang terpenting dalammenu orang Sentani. Oleh karena itu kegiatan menangkap ikan tetap dilakukan secaraterus menerus sepanjang tahun.Adapun aktivitas menangkap ikan dilakukan terutama oleh kaum wanita. Merekalahyang membuat berbagai peralatan yang dibutuhkan untuk menangkap ikan, mulai daribahan mentah sampai menjadi alat yang siap pakai, misalnya jaring berbentuk tangguk(perpere), jaring kantong (bei) dan sero. Juga kaum wanitalah yang menggunakanumur atau yang telah lewat umur bila dipancn hasilnya sedikit bila dibandingkan dengan pohon saguyang dipancn tcpat pada umur panen, yaitu pada umur kurang lebih sepuluh tahun (menurut Ruddle dankawan-kawan usia bcrproduksi dari genus sagu adalah 15 tahun. Hal inipun tergantung dari kesuburanlanah di mana pohon tersebut tumbuh). I23. Satu keluarga inti (terdiri dari lima atau enam orang) mengkonsumsi dalam satu hari (makan pagidan makan malam) tepung sagu sebanyak empat kilogram.

IV Sistem politik Ondoa 163peralatan tersebut di atas untuk menangkap ikan. Orang laki-laki hanya membantu kaumwanita dalam teknik penangkapan ikan tertentu saja, misalnya pada teknik menangkapikan dengan sero, orang laki-lakilah yang melakukan pekerjaan menancapkan tiang-tiang sero ke dasar danau.24 Pekeijaan selanjutnya dilakukan oleh kaum wanita.Di waktu sekarang teknik penangkapan ikan dengan jaring berlabu, menombak,memancing dan menyumpit ikan di dalam air juga dilakukan. Dengan dikenalnyateknik-teknik baru yang berasal dari luar ini, maka kaum laki-lakipun sekarang aktifmenangkap ikan. IMata Pencaharian tambahan. Di waktu lampau dan sampai sekarang juga, jenis matapencaharian tambahan yang dilakukan oleh penduduk adalah memelihara temak,terutama ternak babi. Babi sangat penting karena dagingnya dihidangkan pada berbagaiacara, baik pada acara-acara pesta biasa maupun pada upacara-upacara adat, sepertipelantikan ondoa baru atau pesta perkawian. Oleh karena itu hampir setiap keluargamemelihara babi, namun bukan dalam jumlah yang besar dan bukan pula dalam bentukpetemakan, melainkan dalam jumlah kecil, paling banyak tiga atau empat ekor danbiasanya dibiarkan bebas berkeliaran di dalam kampung, bukan dipelihara dalamkandang. _Bentuk matapencaharian tambahan yang lain dan yang baru diperkenalkan di daerahini adalah memelihara ikan. Caranya ialah memelihara ikan di dalam kurungan yangterbuat dari kawat ram di kolong rumah panggun g yang berdiri di atas air danau atau didalam kurungan yang dibuat di tempat terbuka di danau. Jenis ikan yang dipeliharaadalah ikan mas (ikan carper). Ikan yang dipelihara itu diberi makan setiap harinya darisisa-sisa makan dapur. Hasil pemeliharaan itu sebagian dimakan sendiri dansebagiannya lagi dijual ke pasar.3. 6. Struktur Sosial _Masyarakat Sentani terbagi ke dalam komuniti-komuniti yang disebut yo atau kampung.Masing-masing yo merupakan persekutuan hukum yang secara ekonomi dan politikberdaulat penuh dan tidak mempunyai ikatan hierarki dengan kampung lain. Tiap yomempunyai wilayah atau teritorial, terdiri dari tanah dan perairan dengan batas-batasyang jelas, mempunyai sejarah asal usul penduduk dan pendiriannya dan mempunyaipemimpin dan rakyatnya.Penduduk yang membentuk komuniti kecil yang disebut yo atau kampung itu terdiridari satu atau lebih kelompok kekerabatan yang disebut imea atau klen kecil. Menurutasal usul, klen-klen kecil dari satu yo atau beberapa yo berasal dari nenek moyang yangsama (lihat halaman 154-155 di atas). Klen-lden kecil (imea) yang berasal dari satu asalusul disebut yoho, atau klen besar. Baik klen kecil (imea), maupun klen besar (yoho)bersifat eksogam dan hak keturunan dihitung menurut garis ayah, patrilineal.24. Tentang aktivitas menangkap ikan pada orang Sentani ada suatu deskripsi yang baik sekali berupaskripsi S-1 berjudul Peranan Wanila Dalam Proses Produksi Pangan pada suku-bangsa Sentani di DesaKanda berasal dari R. Karetji (1988:56-64).

164 IV Sistem politik OndoaPerkawian antara anggota klen kecil yang sama tetapi berbeda kampung atau yo jugadilarang, sebaliknya perkawinan antar anggota dari klen kecil yang berbeda tetapitinggal di dalam kampung yang sama atau pada kampung yang berbeda dapatdilakukan.Secara tradisional seluruh penduduk yo dibagi ke dalam dua lapisan sosial. Lapisansosial atas mempunyai status terpandang karena memegang hak turun-temurun ataskepemimpinan di dalam yo. Golongan ini yang disebut Kose Yokolom, terdiri darikelompok keluarga pemimpin kampung (yo -ondofolo)dan kelompok keluargapemimpin klen kecil, koselo. Lapisan sosial bawah terdiri dari masyarakat biasa disebutYobu Yokolom atau Akha Pakhe.Pada dasarnya keanggotaan dari kedua lapisan sosial ini bersifat perolehan, artinyakedudukan sebagai anggota dari suatu lapisan tertentu ditentukan berdasarkankelahiran. Siapa yang lahir pada golongan atau lapisan atas, kose yokolom, dengansendirinya akan menjadi anggota dari lapisan tersebut, demikian juga siapa yang lahirpada lapisan bawah, yobu yokolom, dengan sendirinya mempunyai kedudukan yobuyokolom.Keanggotaan demikian diperkuat oleh sistem perkawinan yang bersifat perkawinanendogami tetapi antar klen dalam golongan sendiri. Hal ini disebabkan oleh bentukmaskawin yang menurut peraturan adat terdiri dari sejumlah benda mas kawin tertentu,seperti gelang (ebaa), yang hanya dimiliki oleh golongan atas saja, dengan demikiangolongan bawah yang tidak berhak memiliki barang-barang itu tidak mungkinmengambil isteri dari golongan atas. Sebaliknya golongan atas dapat mengambil isteridari golongan bawah. Hal ini menyebabkan adanya kemungkinan keanggotaanseseorang wanita pada golongan bawah berubah menjadi anggota golongan atas,namun terbatas pada individu yang bersangkutan saja. Pada pihak pria pada golonganbawah perubahan keanggotaan golongan tidak mungkin terjadi.Perkawinan yang ideal bagi masyarakat Sentani adalah perkawinan saudara sepupusilang (cross-cousin marriage)pada generasi ke dua, disebut miyea waimang.Perkawinan tersebut dianggap ideal karena berfungsi sebagai media untuk membinakelanjutan hubungan kerabat antara klen-klen tertentu yang sudah tetjalin lama. Antarakelompok-kelompok kerabat klen kecil (imea) yang sudah tiga kali melaksanakanperkawinan semacam itu mempunyai hubungan kekerabatan yang disebut anuwhenaa(pemberi dan penerima), yaitu semacam hubungan besan permanen yang asimetris.Dalam hubungan tersebut kelompok kerabat yang berkedudukan sebagai pemberiwanita tidak akanmenolak bilamana ada lamaran dari pihak kelompok kerabat yangberkedudukan sebagai penerima wanita dan biasanya pada perkawinan seperti itukeluarga pihak laki-laki mendapat keringanan dalam jumlah mas kawin yang harusdiserahkan kepada pihak wanita (Siregar 1987:53; Ibo 1988: 167).Sistem kekerabatan orang Sentani berdasarkan prinsip patrilineal. Kelompokkekerabatan yang paling penting adalah imea atau klen kecil. Suatu imea terdiri darisejumlah keluarga inti yang secara jelas dapat menunjukkan asal usulnya dari nenekmoyang yang sama. Tiap imea mempunyai suatu nama tertentu untuk jati diri mereka.

IV Sistem politik Ondoa 165Nama-nama imea inilah yang pada masyarakat dengan kebudayaan lain disebut sebagaikeret, gelet, misalnya pada orang Biak dan orang Maya, marga (pada orang Batak) atauyang dikenal dengan istilahfam yang digunakan secara umum di Indonesia Timur.Pada waktu lampau, sebelum pengaruh asing (pemerintah dan gereja) masuk,anggota suatu imea bertempat tinggal di suatu rumah besar yang sama, disebut yo.25Pada waktu sekarang, tiap keluarga inti dari satu imea yang sama menempati saturumah tersendiri, namun berkelompok pada wilayah yang sama dalam kampung.Dalam sistem istilah kekerabatan, orang Sentani tidak membedakan istilah untukterms of reference (men gacu) dari istilah untuk terms of address (menyapa). Sedangkanterhadap saudara-saudara sekandung dengan saudara-saudara sepupu (baik saudarasepupu silang maupun saudara sepupu sejajar) mereka menggunakan istilah yangberbeda. Pembedaan demikian menyebabkan sistem kekerabatan orang Sentanitergolong pada tipe Eskimo, menurut pembagian Murdock (1967:223) atau yang jugadisebut tipe lineal (Koentjaraningrat l967:136).Kecuali unsur pembeda tersebut di atas terdapat pula beberapa unsur pembeda lainuntuk menyatakan secara tepat anggota kerabat tertentu. Unsur-unsur pembeda itudidasarkan pada jenis kelamin dan umur (senioritas). Contoh-contoh berikutmenunjukkan prinsip tersebut: Kakak laki-laki disebut akha, kakak perempuan disebutakha emeang, adik laki-laki disebut ubhake, adik perempuan disebut ubhake emeang.Selanjutnya semua saudara laki-laki sepupu silang dan sejajar disebut yau, dan semuasaudara sepupu perempuan baik silang maupun sejajar disebut enggo.3. 7. Sistem ReligiSecara statistik, semua orang Sentani sekarang memeluk agama Nasrani, daribermacam-macam aliran di dalam agama Kristen Protestan seperti Gereja Kristen Injili(GKI), aliran Pantekosta, KINGMI (Kemah Injil Gereja Masehi Indonesia), dan GerejaMasehi Advent Hari Ketujuh (Advent). Keadaan seperti sekarang ini merupakan hasilpenginjilan sejak tahun 1928 yang lalu.Walaupun demikian menurut keterangan para informan, kepercayaan asli belumhilang sama sekali. Hal ini dapat dilihat pada masih berlakunya kepercayaan asli padabanyak hal dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya dalam upacara-upacara adat berupaperkawinan, pelantikan pemimpin masyarakat (ondoafi ), aktivitas sosial yangmenyangkut banyak orang seperti membuka kebun baru, menangkap ikan untuk suatumaksud tertentu, selalu berpedoman pada aturan-aturan adat yang merupakanmanifestasi dari religi asli yang dianut sebelum masuknya religi atau agama Nasrani.Oleh karena peranan religi asli masih penting dalam kehidupan orang Sentani, makasebaiknya dijelaskan secara singkat beberapa hal tentang religi itu.Religi asli orang Sentani, seperti yang dikonsepsikankan dalam pandangankosmosnya, menggambarkan bahwa pada mulanya alam semesta ini merupakan alam25.Isti1ah yo mempunyai dua arti. Pertama, yo bcrarti rumah besar atau rumah tempat tinggal semuaanggota imeah (klen kecil) dan kedua, yo berarti kampung, suatu lokasi pemukiman yang didiami olehanggota-anggota yang berasal dari satu atau lebih imeah.

166 IV Sistem politik Ondoagelap gulita yang dihuni baik oleh manusia, roh-roh leluhur maupun oleh mahluk-mahluk gaib dan sakti. Dari antara mahluk-mahluk gaib itu muncul seorang tokoh dewapencipta bemama Hokaimiyea yang dapat mengalahkan mahluk-mahluk gaib lainnyaserta memisahkan dunia gaib dengan dunia nyata. Setelah dunia nyata tercipta danterpisah dari dunia gaib, maka turunlah leluhur pertama manusia dari langit danmenjadikan dunia nyata tempat ia dan keturunannya tinggal, sedangkan mahluk-mahlukhalus tetap tinggal di alam gaib. IMenurut kepercayaan masyarakat, mahluk-mahluk halus yang hidup di dunia gaibatau dunia yang tidak kelihatan itu terdiri dari bermacam-macam roh, seperti roh-roh1eluhur(mahe), roh-roh yang berada di sekitar kampung dan tempat-tempat yang tidakjauh dari kampung (uarofo), roh-roh yang berada di dalam air danau (seumoi dansiburu), dan roh-roh yang berada di hutan dan gunung-gunung (siakhe). Adapun roh-roh leluhur (mahe) dan arwah dari semua orang yang meninggal dunia bertempattinggal di suatu tempat yang disebut halewayo kunduwayo (negeri kekal bahagia) dibawah pimpinan roh leluhur yang pertama (Siregar 1987:62).Roh-roh dan kekuatan-kekuatan gaib itu dikategorikan dalam dua kategori, yaituyang mempunyai sifat baik terhadap manusia dan yang tidak. Kategori pertama dapatmembantu dan melindungi manusia apabila mendapat perhatian, tetapi dapat juga tidakmembantu atau melindungi apabila tidak mendapat perhatian dari manusia. Pelaksanaanritus secara teratur menurut norma-norma yang telah ditetapkan dalam tradisi,merupakan perwujudan nyata dari perhatian manusia terhadap roh-roh. Kelalaian untukmenyelenggarakan ritus, penyimpangan dalam melaksanakan ritus atau penyelewenganterhadap nilai dan norma adat merupakan pertanda ketidakpedulian manusia terhadaproh-roh dan kekuatan-kekuatan gaib. Hal ini dapat menimbulkan kemarahan roh-rohleluhur. Akibatnya mereka akan mendatangkan berbagai bencana yang menimpahkehidupan manusia.Kategori kedua, yaitu roh-roh dan kekuatan-kekuatan gaib yang bersifat tidak baik,suka mencelakakan dan mengganggu manusia dengan berbagai cara, oleh karena itusangat ditakuti. Untuk menjaga agar tidak mendapat celaka atau gangguan dari roh-rohjahat tersebut, maka orang selalu berupaya untuk menghindari tempat-tempat yangdianggap tempat tinggal mereka dan apabila ada orang yang mendapat gangguanbiasanya diadakan ritus sebagai bujukkan terhadap roh atau kekuatan gaib yangbersangkutan (Siregar 1987:62).Di sampin g roh-roh dan kekuatan-kekuatan gaib tersebut di atas, masyarakat percayajuga bahwa ada kekuatan gaib yang terkandung di dalam benda-benda tertentu, terutamabenda-benda pusaka yang diwariskan secara turun-temurun dan yang merupakan milikklen seperti manik-manik, homboni hula, gelang batu, ebaa, kampak batu, hefaa, ikatpinggang, malo, seruling suci, khombo, tombak, manda, dan sebagainya. Benda-benda pusaka termaksud biasanya disimpan oleh kepala kelompok khoselo (untuk klenkecil, iymea) atau oleh ondoa (untuk kampung, yo)25. -25. Walaupun dikatakan bahwa benda-benda pusaka itu disimpan oleh kepala klen kecil yang disebutkhoselo atau oleh kepala yo, ondoa, tetapi dalam pelaksanaan sebenamya disimpan oleh orang-orang

IV Sistem politik Ondoa 167Kekuatan gaib dalam benda-benda pusaka itu dianggap dapat menjaga keselamatanmasyarakat dan juga dapat memberi kesejahteraan kepada masyarakat (Kooijman1959:22; Siregar1987:63). Pada masa lalu, masyarakat Sentani percaya juga, sepertiketerangan yang diperoleh Siregar dari informannya, bahwa benda-benda itu dapatdipakai sebagai jimat pada waktu perang, jimat mengusir wabah penyakit, jimat untukmendapat banyak hasil dalam perburuan maupun penangkapan ikan untuk keperluanpesta-pesta adat dan masing-masing benda mempunyai fungsi dan peranan dalamaupacara ritual tertentu (Siregar 1987: 63).Kecuali kepercayaan terhadap roh-roh leluhur, mahluk-mahluk halus dan kekuatan-kekuatan gaib, terdapat juga pada orang Sentani tradisi ilmu gaib yang disebut pulo.Ilmu gaib dipakai untuk berbagai tujuan dan penggunaannya mempunyai fungsi utamasebagai alat kontrol sosial guna memelihara ketertiban dan ketenteraman maupunkesejahteraan masyarakat. Ilmu gaib di masa lalu tidak jarang digunakan untukmenyingkirkan atau melenyapkan seseorang yang dinilai mempunyai kelakuan tidakbaik dan serin g mengganggu ketertiban dan ketenteraman warga masyarakat, misalnyaorang yang suka mencuri, sering memperkosa, sering berzinah, terpaksa dibunuhsecara diam-diam dengan menggunakan ilmu gaib demi kepentingan masyarakat. Ilmugaib bisa juga dipakai untuk melindungi warga masyarakat dari bahaya serangan musuhjika terjadi perang, bahaya wabah penyakit dan juga menolak bahaya perbuatan ilmugaib dari pihak lain (sehingga bisa terjadi perang ilmu gaib). Kekuatan ilmu gaibdigunakan juga untuk membantu usaha perburuan, usaha penangkapan ikan dan usaha-usalta ekonomi lainnya agar bisa memperoleh hasil yang diharapkan demi kesejahtetaandan kemakmuran masyarakat. Penggunaan ilmu gaib di waktu sekarang untuk tujuan-tujuan seperti tersebut di atas jarang dilakukan lagi kerena pengaruh agama kristen(Siregar 1987:63-64).4. STRUKTUR KEMIMPINAN SISTEM ONDOAFIStruktur kepemimpinan dalam sistem ondoa terbagi atas tiga tingkat yaitu tingkat klenkecil (imea), tingkat kampung (yo) dan tingkat konfederasi. Di antara tiga tingkatkepemimpinan itu terdapat hubungan hierarki yang bersifat fungsional. Di bawah inidibicarakan secara berurutan ketiga tingkat kepemimpinan tersebut.4.1. S truktur kepemimpinan klen kecil.Konsep imea dalam bahasa Sentani di waktu sekarang mengandung tiga pengertian.Pengertian pertama yang terkandung di dalam konsep tersebut adalah sinonim dengankeluarga inti yaitu kesatuan sosial terkecil yang berbentuk keluarga terdiri dari suami,isteri dan anak-anak yang belum berkeluarga. Pengertian kedua dari konsep imea adalahrumah tempat tinggal satu keluarga. Ketiga, konsep tersebut mengandung pengertianyang berfungsi dalam struktur adat sebagai bendahara untuk menyimpan semua harta kekayaankelompok, yang disebut akhona-fafa (untuk klen kecil, iymea) dan abu-afa (untuk kampung).

5168 IV Sistem politik Ondoaklen kecil yaitu gabungan dari beberapa keluarga inti yang dapat secara jelasmenunjukkan asal keturunannya secara patrilineal dari nenek moyang yang sama.Pada waktu sebelum adanya pengaruh asing terhadap struktur masyarakat setempat,khususnya terhadap tradisi menetap pada satu rumah besar oleh semua anggota dariklen kecil yang sama, konsep imea hanya diartikan menurut pengertian yang ketigatersebut di atas.Dalam struktur organisasi pemerintahan adat, setiap imea dipimpin oleh seorangkepala yang disebut khoselo dan dibantu oleh dua oran g pegawai yaitu abu-akho (jurubicara) dan akhona-fafa (bendahara). Menurut ketentuan adat jabatan kepala klen kecil(khoselo) harus diemban oleh anak sulung pemimpin sebelumnya, jadi kedudukantersebut adalah ascribed status atau kedudukan perolehan, dan merupakan hakprimogenitur patrilineal. Kecuali itu pemimpin tersebut adalah anggota kerabat yanggaris keturunannya dapat ditarik lurus dari pendiri klen kecil. Meskipun ada ketaatanterhadap ketentuan adat tersebut namun dalam kenyataan ada praktek-praktek yangmenunjukkan penyimpangan.Peranan seorang khoselo sebagai kepala imea, ialah mengurus dan mengawasi hal-hal yang menyangkut kepentingan kelompoknya sendiri. Ia tidak mempunyai hak untukmencampuri urusan-urusan intern kelompok imea lain. Tugas-tugas utama yangmenjadi tanggungjawab seorang khoselo dalam kelompoknya adalah urusanperkawinan, pengaturan pemanfaatan sumberdaya alam, memimpin upacara adat atauritus, dan bertindak sebagai hakim.Tugas seorang khoselo dalam urusan-urusan perkawinan adalah di satu pihakmembayar dan mengatur pelaksanaan pemberian maskawin kepada kelompok pemberiwanita dan pada pihak yang lain menerima dan mengatur penggunaan maskawin yangditerima dari kelompok penerima gadis. Khusus bagi anak-anak gadis yang sudahcukup umur dan ada kepastian untuk menikah, biasanya dipingit dan dilatih untukmengurus rumah tangga oleh para isteri khoselo beberapa waktu lamanya di rumahkhoselo. Harus diketahui bahwa khoselo mempunyai wewenang penuh untuk mengaturperkawinan dari semua anak laki-laki dan anak perempuan dari imea-nya.Peranan khoselo sebagai pengawas berbagai sumberdaya alam adalah memberi izinatau mengeluarkan larangan untuk menggunakan dan mengeksploatasi tanah dan hutan(termasuk di sini hutan-hutan sagu atau dusun-dusun sagu) yang menjadi milikkelompok kerabatnya demi kesejahteraan bersama seluruh warga kelompok.Peranan yang lain lagi dari seorang khoselo adalah sebagai pemimpin upacara-upacara adat seperti misalnya upacara inisiasi (ritus ini tidak dilakukan lagi sejakdibakarnya rumah-rumah inisiasi, khombubulu, di akhir tahun 1928 yang lalu) danmemimpin upacara perkawinan.Selain peranan-peranan yang sudah disebutkan di atas ada satu peranan lagi ialahsebagai seorang hakim yang bertugas untuk mengadili dan memutuskan persengketaan-persengketaan yang terjadi antar warga anggota kelompok sendiri. 4Pada prinsipnya seorang khoselo selain mengembang tugas sebagai kepalakelompok, ia juga mempunyai tugas tertentu sesuai dengan kedudukannya sebagai

IV Sistem politik Ondoafi 169seorang fungsionaris di dalam struktur pemerintahan tingkat kampung, yo. Penjelasanlebih lanjut tentang ini dimuat pada bagian yang membicarakan struktur pemerintahantingkat kampung, yo, di bawah.. Dalam melaksanakan tugas memimpin warga kelompok kerabat, seorang khoselodibantu oleh dua petugas yang disebut abu-akho dan akhona-fafa. Tugas seorang abu-akho adalah membantu khoselo untuk mengurus pelaksanaan upacara-upacara adat ataupesta-pesta di dalam kelompoknya, termasuk mengurus jenazah dan penyelenggaraanupacara apabila khoselo meninggal dunia. Tu gas pembatu yang satu lagi, yaitu akhona-fafa, ialah sebagai bendahara, yaitu menyimpan semua harta kekayaan kelompok,berupa manik-manik dan kampak batu. Bagan IV.1.Stmktur organisasi pemerintah sistem ondoa tingkat klen kecil (imea)3b'a1