bupati lombok tengah peraturan daerah kabupaten lombok nomor 8 tahun... · pdf file1...

Click here to load reader

Post on 17-Aug-2019

216 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 1

    BUPATI LOMBOK TENGAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

    PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK TENGAH

    NOMOR 8 TAHUN 2016

    TENTANG

    PENCEGAHAN DAN PENINGKATAN KUALITAS TERHADAP

    PERUMAHAN KUMUH DAN PERMUKIMAN KUMUH

    DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

    BUPATI LOMBOK TENGAH,

    Menimbang : a. bahwa lingkungan tempat tinggal dalam

    perumahan dan permukiman yang baik dan

    sehat merupakan hak hidup setiap orang

    sesuai dengan tujuan pembangunan nasional

    yang berlandaskan kepribadian dan

    kemandirian bangsa seutuhnya;

    b. bahwa perumahan kumuh dan permukiman

    kumuh bukan merupakan lingkungan

    tempat tinggal yang baik dan sehat, sehingga

    perlu dilakukan upaya peningkatan kualitas

    fungsi hunian secara terpadu dan

    menyeluruh agar menjadi tempat tinggal

    yang layak dan terjangkau bagi masyarakat;

    c. bahwa untuk memberikan arah, landasan

    dan kepastian hukum kepada semua pihak

    yang terlibat, maka diperlukan pengaturan

    mengenai mekanisme penyelenggaraan

    peningkatan kualitas fungsi hunian terhadap

    SALINAN

  • 2

    perumahan kumuh dan permukiman

    kumuh;

    d. bahwa berdasarkan pertimbangan

    sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf

    b, dan huruf c, perlu menetapkan Peraturan

    Daerah tentang Pencegahan dan Peningkatan

    Kualitas terhadap Perumahan Kumuh dan

    Permukiman Kumuh;

    Mengingat : 1. Pasal 18 ayat (6) dan Pasal 28 H ayat (1)

    Undang-Undang Dasar Negara Republik

    Indonesia Tahun 1945;

    2. Undang-Undang Nomor 69 Tahun 1958

    tentang Pembentukan Daerah-Daerah

    Tingkat II dalam Wilayah Daerah-Daerah

    Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat dan

    Nusa Tenggara Timur (Lembaran Negara

    Republik Indonesia Tahun 1958 Nomor 122,

    Tambahan Lembaran Negara Republik

    Indonesia Nomor 1665);

    3. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002

    tentang Bangunan Gedung (Lembaran Negara

    Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 134,

    Tambahan Lembaran Negara Republik

    Indonesia Nomor 4247);

    4. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007

    tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara

    Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2007,

    Tambahan Lembaran Negara Republik

    Indonesia Nomor 4725);

    5. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008

    tentang Pengelolaan Sampah (Lembaran

    Negara Republik Indonesia Tahun 2008

    Nomor 69, Tambahan Lembaran Negara

    Republik Indonesia Nomor 69);

    6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009

    tentang Perlindungan dan Pengelolaan

    Lingkungan Hidup (Lembaran Negara

    Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140,

    Tambahan Lembaran Negara Republik

    Indonesia Nomor 5059);

  • 3

    7. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011

    tentang Perumahan dan Kawasan

    Permukiman (Lembaran Negara Republik

    Indonesia Tahun 2011 Nomor 7, Tambahan

    Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

    5188);

    8. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011

    tentang Pembentukan Peraturan Perundang-

    Undangan (Lembaran Negara Tahun 2011

    Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara

    Republik Indonesia Nomor 5234);

    9. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014

    tentang Desa (Lembaran Negara Republik

    Indonesia Tahun 2014 Nomor 7, Tambahan

    Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

    5495);

    10. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014

    tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran

    Negara Republik Indonesia Tahun 2014

    Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara

    Republik Indonesia Nomor 5587)

    sebagaimana telah diubah beberapa kali,

    terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9

    Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas

    Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014

    tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran

    Negara Republik Indonesia Tahun 2015

    Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara

    Republik Indonesia Nomor 5679);

    11. Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005

    tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-

    Undang Nomor 28 Tahun 2002 Tentang

    Bangunan Gedung (Lembaran Negara

    Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 83,

    Tambahan Lembaran Negara Republik

    Indonesia Nomor 4532);

    12. Peraturan Pemerintah Nomor 88 Tahun 2014

    tentang Pembinaan Penyelenggaraan

    Perumahan Dan Kawasan Permukiman

    (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun

    2014 Nomor 320, Tambahan Lembaran

    Negara Republik Indonesia Nomor 5615);

  • 4

    Dengan Persetujuan Bersama

    DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH

    KABUPATEN LOMBOK TENGAH

    dan

    BUPATI LOMBOK TENGAH

    MEMUTUSKAN:

    Menetapkan: PERATURAN DAERAH TENTANG PENCEGAHAN

    DAN PENINGKATAN KUALITAS TERHADAP PERUMAHAN KUMUH DAN PERMUKIMAN

    KUMUH.

    BAB I KETENTUAN UMUM

    Pasal 1

    Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan:

    1. Daerah adalah Kabupaten Lombok Tengah

    2. Pemerintah Daerah adalah Kepala Daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah yang memimpin

    pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi

    kewenangan daerah otonom. 3. Bupati adalah Bupati Lombok Tengah.

    13. Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2016

    tentang Perumahan Dan Kawasan

    Permukiman (Lembaran Negara Republik

    Indonesia Tahun 2016 Nomor 101,

    Tambahan Lembaran Negara Republik

    Indonesia Nomor 5883);

    14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80

    Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk

    Hukum Daerah (Berita Negara Republik

    Indonesia Tahun 2015 Nomor 2036);

    15. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan

    Perumahan Rakyat Nomor 02/PRT/M/2016

    Tahun 2016 tentang Peningkatan Kualitas

    Terhadap Perumahan dan Permukiman

    Kumuh (Berita Negara Republik Indonesia

    Tahun 2016 Nomor 172);

  • 5

    4. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Lombok

    Tengah, yang selanjutnya disingkat DPRD adalah lembaga perwakilan rakyat daerah yang berkedudukan sebagai unsur

    penyelenggara pemerintahan daerah.

    5. Rumah adalah bangunan gedung yang berfungsi sebagai

    tempat tinggal yang layak huni, sarana pembinaan keluarga, cerminan harkat dan martabat penghuninya, serta aset bagi

    pemiliknya.

    6. Perumahan adalah kumpulan rumah sebagai bagian dari permukiman, baik perkotaan maupun perdesaan, yang

    dilengkapi dengan prasarana, sarana, dan utilitas umum

    sebagai hasil upaya pemenuhan rumah yang layak huni. 7. Permukiman adalah bagian dari lingkungan hunian yang

    terdiri atas lebih dari satu satuan perumahan yang

    mempunyai prasarana, sarana, utilitas umum, serta mempunyai penunjang kegiatan fungsi lain di kawasan

    perkotaan atau kawasan perdesaan.

    8. Lingkungan hunian adalah bagian dari kawasan permukiman

    yang terdiri atas lebih dari satu satuan permukiman. 9. Kawasan permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup

    di luar kawasan lindung, baik berupa kawasan perkotaan

    maupun perdesaan, yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan

    yang mendukung perikehidupan dan penghidupan.

    10. Perumahan kumuh adalah perumahan yang mengalami penurunan kualitas fungsi sebagai tempat hunian.

    11. Permukiman kumuh adalah permukiman yang tidak layak

    huni karena ketidakteraturan bangunan, tingkat kepadatan bangunan yang tinggi, dan kualitas bangunan serta sarana

    dan prasarana yang tidak memenuhi syarat.

    12. Pencegahan adalah tindakan yang dilakukan untuk

    menghindari tumbuh dan berkembangnya perumahan kumuh dan permukiman kumuh baru.

    13. Peningkatan kualitas adalah upaya untuk meningkatkan

    kualitas bangunan serta prasarana, sarana, dan utilitas umum.

    14. Masyarakat Berpenghasilan Rendah yang selanjutnya

    disingkat MBR adalah masyarakat yang mempunyai keterbatasan daya beli sehingga perlu mendapat dukungan

    pemerintah untuk memperoleh rumah.

    15. Prasarana adalah kelengkapan dasar fisik lingkungan hunian yang memenuhi standar tertentu untuk kebutuhan bertempat

    tinggal yang layak, sehat, aman, dan nyaman.

    16. Sarana adalah fasilitas dalam lingkungan hunian yang berfungsi untuk mendukung penyelenggaraan dan

    pengembangan kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi.

  • 6

    17. Utilitas umum adalah kelengkapan penunjang untuk

    pelayanan lingkungan hunian. 18. Izin Mendirikan Bangunan Gedung yang selanjutnya disebut

    IMB adalah perizinan yang diberikan oleh Pemerintah Daerah

    kepada pemilik bangunan gedung untuk membangun baru,

    mengubah, memperluas, mengurangi, dan/atau menambah bangunan gedung sesuai dengan persyaratan administratif

    dan persyaratan teknis yang berlaku.

    19. Pelaku pembangunan adalah setiap orang dan/atau pemerintah yang melakukan pembangunan perumahan dan

    permukiman.

    20. Setiap orang adalah orang perseorangan atau badan hukum 21. Badan hukum adalah badan hukum yang didirikan oleh

    warga negara Indonesia yang kegiatannya di bidang

    penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman. 22. Bangunan Gedung adalah wujud fisik hasil pekerjaan

    konstruksi yang menyatu dengan

View more