bab iv hasil dan pembahasan a. kondisi fisik daerah...

15
Afrizal Fadhilah,2013 Pemanfaatan Citra Quickbird Untuk Evaluasi Kesesuaian Antara Lokasi Industri Dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Tegallega Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kondisi Fisik Daerah Penelitian 1. Letak dan Luas Berdasarkan Peta Rupa Bumi Indonesia lembar Bandung 1209-311, Wilayah Tegallega terletak pada 107 o 32’ 45” BT – 107 o 36’ 47” BT dan 6 o 54’ 18” LS – 6 o 57’ 45” LS. Secara administratif Wilayah Tegallega berbatasan dengan : Sebelah Utara : Wilayah Bojonegara Sebelah Barat : Kota Cimahi Sebelah Timur : Wilayah Karees Sebelah Selatan : Kabupaten Bandung Wilayah Tegallega terbagi menjadi lima kecamatan, yaitu Kecamatan Bandung Kulon, Kecamatan Babakan Ciparay, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kecamatan Bojongloa Kidul dan Kecamatan Astanaanyar. Luas total Wilayah Tegallega adalah 26,63 Km 2 , untuk perincian luas Wilayah Tegallega dapat dilihat pada tabel 4.1.

Upload: truongdang

Post on 04-Mar-2019

220 views

Category:

Documents


0 download

TRANSCRIPT

Page 1: BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kondisi Fisik Daerah ...a-research.upi.edu/operator/upload/s_geo_0705517_chapter_iv.pdf · BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kondisi Fisik Daerah Penelitian

Afrizal Fadhilah,2013

Pemanfaatan Citra Quickbird Untuk Evaluasi Kesesuaian Antara Lokasi Industri Dengan Rencana Tata

Ruang Wilayah Tegallega Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Kondisi Fisik Daerah Penelitian

1. Letak dan Luas

Berdasarkan Peta Rupa Bumi Indonesia lembar Bandung 1209-311,

Wilayah Tegallega terletak pada 107o

32’ 45” BT – 107o

36’ 47” BT dan 6o 54’

18” LS – 6o 57’ 45” LS.

Secara administratif Wilayah Tegallega berbatasan dengan :

Sebelah Utara : Wilayah Bojonegara

Sebelah Barat : Kota Cimahi

Sebelah Timur : Wilayah Karees

Sebelah Selatan : Kabupaten Bandung

Wilayah Tegallega terbagi menjadi lima kecamatan, yaitu Kecamatan

Bandung Kulon, Kecamatan Babakan Ciparay, Kecamatan Bojongloa Kaler,

Kecamatan Bojongloa Kidul dan Kecamatan Astanaanyar. Luas total Wilayah

Tegallega adalah 26,63 Km2, untuk perincian luas Wilayah Tegallega dapat

dilihat pada tabel 4.1.

Page 2: BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kondisi Fisik Daerah ...a-research.upi.edu/operator/upload/s_geo_0705517_chapter_iv.pdf · BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kondisi Fisik Daerah Penelitian

Afrizal Fadhilah,2013

Pemanfaatan Citra Quickbird Untuk Evaluasi Kesesuaian Antara Lokasi Industri Dengan Rencana Tata

Ruang Wilayah Tegallega Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Tabel 4.1. Luas Wilayah Tegallega

Wilayah Kecamatan Luas Wilayah (Km2) Total (Km

2)

Tegallega

Bandung Kulon 6,48

26,63

Babakan Ciparay 7,96

Bojongloa Kaler 3,03

Bojongloa Kidul 6,27

Astanaanyar 2,89

Sumber : BPS Kota Bandung (Hasil Regristrasi Penduduk 2002)

2. Iklim

Menurut Rafi’I (1995:1) iklim merupakan “Keadaan cuaca pada daerah

yang luas dan dalam jangka waktu yang lama diatas atmosfer permukaan bumi”.

Cuaca dan iklim merupakan salah satu komponen ekosistem alam sehingga

kehidupan baik manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan tidak terlepas dari

pengaruh atmosfer dengan prosesnya.

Penentuan iklim suatu daerah dapat ditentukan dengan banyak cara, yaitu

seperti klasifikasi iklim Junghun, Schimdt-Ferguson, Koppen, Thornthwaite,

Trewartha, Thiessen, Penman dan Oldeman. Berdasarkan laporan dari penelitian

Badan Meterologi dan Geofisika, secara umum Wilayah Tegallega berada di Kota

Bandung, dimana iklim Kota Bandung dipengaruhi oleh pegunungan di sekitarnya

sehingga cuaca yang terbentuk sejuk dan lembab. Berdasarkan iklim Koppen,

Kota Bandung termasuk wilayah tipe iklim Af atau hutan tropis. Suhu udara

berkisar antara 19,0o-

29,3o C

dengan curah hujan rata-rata 161,0 mm dan hari hujan

efektif 16 hari perbulan pada tahun 2007.

Page 3: BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kondisi Fisik Daerah ...a-research.upi.edu/operator/upload/s_geo_0705517_chapter_iv.pdf · BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kondisi Fisik Daerah Penelitian

Afrizal Fadhilah,2013

Pemanfaatan Citra Quickbird Untuk Evaluasi Kesesuaian Antara Lokasi Industri Dengan Rencana Tata

Ruang Wilayah Tegallega Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Peta 4.1. Peta Administratif Wilayah Tegallega

Page 4: BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kondisi Fisik Daerah ...a-research.upi.edu/operator/upload/s_geo_0705517_chapter_iv.pdf · BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kondisi Fisik Daerah Penelitian

Afrizal Fadhilah,2013

Pemanfaatan Citra Quickbird Untuk Evaluasi Kesesuaian Antara Lokasi Industri Dengan Rencana Tata

Ruang Wilayah Tegallega Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Pada bulan Oktober tahun 2005, suhu rata-rata Kota Bandung pernah

meningkat tajam, hingga mencapai 31,4OC. Peningkatan suhu tersebut diduga

oleh polusi udara yang berasal dari kendaraan bermotor. Walaupun demikian,

suhu tetap normal dan curah hujan masih relatif tinggi di Kota Bandung. Untuk

mengetahui lebih jelas mengenai data dan kondisi cuaca di Kota Bandung dapat

dilihat pada tabel 4.2

Tabel 4.2 Cuaca Menurut Bulan di Kota Bandung Pada Tahun 2007

No Bulan Penguapan

(mm)

Tekanan

Udara

Kelembaban

Nisbi (%)

1 Januari 3,5 922,1 83,0

2 Februari 3,2 922,9 85,0

3 Maret 4,0 922,8 84,0

4 April 3,6 922,7 83,0

5 Mei 3,2 921,9 82,0

6 Juni 3,1 921,6 85,0

7 Juli 3,3 922,5 80,0

8 Agustus 3,7 922,6 77,0

9 September 4,0 922,8 79,0

10 Oktober 3,7 922,3 81,0

11 November 3,2 921,8 81,0

12 Desember 3,2 920,7 84,0

Rata-rata 2007 3,5 922,2 82,0 Sumber : Kantor Badan Meteorologi dan Geofisika Stasiun Bandung, 2007

Menurut data monografi 2009, suhu maksimum dan minimum Wilayah

Tegallega berkisar 26OC – 31

OC, dengan curah hujan berkisar 2.600 mm/th.

Dari data-data diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa Wilayah Tegallega

memiliki faktor fisik pendukung yang baik, sehingga menjadi daya tarik bagi para

investor untuk membangun industri di Wilayah Tegallega, faktor fisik yang paling

mendukung para investor untuk membangun industri di Wilayah Tegallega

diantaranya faktor iklim, dengan suhu rata-rata 26OC – 31

OC tentunya menjadi

pertimbangan investor untuk mendirikan sebuah industri di Wilayah Tegallega.

Page 5: BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kondisi Fisik Daerah ...a-research.upi.edu/operator/upload/s_geo_0705517_chapter_iv.pdf · BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kondisi Fisik Daerah Penelitian

Afrizal Fadhilah,2013

Pemanfaatan Citra Quickbird Untuk Evaluasi Kesesuaian Antara Lokasi Industri Dengan Rencana Tata

Ruang Wilayah Tegallega Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

3. Morfologi

Berdasarkan hasil interpretasi peta Topografi Lembar 4522 III Bandung,

Wilayah Tegallega memiliki tingkat kemiringan lereng yang seragam yakni

wilayah dengan kemiringan lereng < 8 % (datar) terletak di keseluruhan 100 %

Wilayah Tegallega yang menjadi wilayah dari objek penelitian yang meliputi

Kecamatan Bandung Kulon, Kecamatan Babakan Ciparay, Kecamatan Bojongloa

Kaler, Kecamatan Bojongloa Kidul dan Kecamatan Astanaanyar.

Untuk lebih jelasnya informasi kemiringan lereng dapat dilihat pada

gambar 4.2 Peta Kemiringan Lereng Wilayah Tegallega. Dengan kondisi

kemiringan lereng yang datar < 8 % di Wilayah Tegallega menjadi salah satu

faktor yang dapat mendukung wilayah tersebut untuk dijadikan sebagai wilayah

industri.

4. Geologi

Geologi dapat menunjukkan formasi batuan di suatu daerah daerah dengan

cara melihat fisiografi yang berada di wilayah tersebut. Proses geologi di Wilayah

Tegallega terjadi dari adanya proses vulkanisme Gunung Tangkuban Perahu. Jenis

batuan yang terdapat di Wilayah Tegallega berdasarkan peta Geologi terbagi

menjadi 2 bagian yaitu :

a. Jenis batuan (QVU) hasil gunung api tua yang teruraikan, yang terdiri dari

breksi gunung api, lahar dan lava berselang-seling. Jenis batuan ini berada

dihampir setiap Wilayah Tegallega, yakni di sebelah utara dan tengah

Kecamatan Bandung Kulon, di sebelah utara dan tengah Kecamatan Babakan

Page 6: BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kondisi Fisik Daerah ...a-research.upi.edu/operator/upload/s_geo_0705517_chapter_iv.pdf · BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kondisi Fisik Daerah Penelitian

Afrizal Fadhilah,2013

Pemanfaatan Citra Quickbird Untuk Evaluasi Kesesuaian Antara Lokasi Industri Dengan Rencana Tata

Ruang Wilayah Tegallega Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Ciparay, Kecamatan Bojongloa Kaler, di sebelah utara dan tengah Kecamatan

Bojongloa Kidul dan Kecamatan Astanaanyar.

b. Jenis batuan (QYU) hasil gunung api mudak tidak teruraikan, yang terdiri

dari pasir tufan, lapili, breksi, lava, aglomerat < 8 %. Jenis Batuan ini hanya

berada di wilayah barat daya dan selatan Kecamatan Bandung Kulon, di

wilayah barat daya, selatan sampai tenggara Kecamatan Babakan Ciparay dan

di sebelah barat daya dan tenggara Kecamatan Bojongloa Kidul.

Jenis batuan QVU dan QYU sangat cocok untuk lahan yang dijadikan

sebagai lokasi industri, dikarenakan sifat tanah hasil pelapukan dari batuan QVU

dan QYU stabil dalam artian memiliki agregat yang sangat konsisten antar

partikel-pertikelnya.

Page 7: BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kondisi Fisik Daerah ...a-research.upi.edu/operator/upload/s_geo_0705517_chapter_iv.pdf · BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kondisi Fisik Daerah Penelitian

Afrizal Fadhilah,2013

Pemanfaatan Citra Quickbird Untuk Evaluasi Kesesuaian Antara Lokasi Industri Dengan Rencana Tata

Ruang Wilayah Tegallega Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Peta 4.2. Peta Geologi Wilayah Tegallega

Page 8: BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kondisi Fisik Daerah ...a-research.upi.edu/operator/upload/s_geo_0705517_chapter_iv.pdf · BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kondisi Fisik Daerah Penelitian

Afrizal Fadhilah,2013

Pemanfaatan Citra Quickbird Untuk Evaluasi Kesesuaian Antara Lokasi Industri Dengan Rencana Tata

Ruang Wilayah Tegallega Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

B. Kondisi Sosial Daerah Penelitian

Kondisi demografi merupakan gambaran penduduk yang melibatkan

variabel demografi seperti jumlah, komposisi, persebaran, kelahiran, kematian,

dan migrasi. Variabel-variabel tersebut dapat memberikan gambaran keadaan

penduduk termasuk keadaan sosial-ekonominya.

1. Jumlah dan Kepadatan Penduduk

Jumlah penduduk Wilayah Tegallega yang terdiri dari 5 Kecamatan yaitu,

Kecamatan Bandung Kulon, Kecamatan Babakan Ciparay, Kecamatan Bojongloa

Kaler, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kecamatan Astana Anyar berdasarkan Survei

Sosial Ekonomi Daerah (Suseda) adalah 528.112 jiwa (penduduk laki-laki

279.194 jiwa dan perempuan 248.918 jiwa). Angka tersebut menentukan Laju

Pertumbuhan Penduduk (LPP) sebesar 1,88%. Rata-rata kepadatan penduduk

Wilayah Tegallega 20.241,93 jiwa/Km2, dilihat dari segi kepadatan penduduk per

kecamatan, maka Kecamatan Bojongloa Kaler merupakan daerah terpadat dengan

kepadatan penduduk 38.645,80 jiwa/Km2.

Tabel 4.3. Jumlah dan kepadatan penduduk Kota Bandung tahun 2010

No Kecamatan Luas

(Km2)

Jumlah

Penduduk

Kepadatan

Per Km2

1 Bandung Kulon 6,46 138.664 21.465,01

2 Babakan Ciparay 7,45 143.151 19.214,89

3 Bojongloa Kaler 3,03 117.218 38.645,80

4 Bojongloa Kidul 6,26 82.450 13.170,92

5 Astanaanyar 2,89 66.649 23.061,93

Jumlah 167,29 2.417.288 14.449,69

Sumber : Hasil Survey Sosial Ekonomi Daerah 2010

Page 9: BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kondisi Fisik Daerah ...a-research.upi.edu/operator/upload/s_geo_0705517_chapter_iv.pdf · BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kondisi Fisik Daerah Penelitian

Afrizal Fadhilah,2013

Pemanfaatan Citra Quickbird Untuk Evaluasi Kesesuaian Antara Lokasi Industri Dengan Rencana Tata

Ruang Wilayah Tegallega Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Peta 4.3. Peta Kepadatan Penduduk Wilayah Tegallega

Page 10: BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kondisi Fisik Daerah ...a-research.upi.edu/operator/upload/s_geo_0705517_chapter_iv.pdf · BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kondisi Fisik Daerah Penelitian

Afrizal Fadhilah,2013

Pemanfaatan Citra Quickbird Untuk Evaluasi Kesesuaian Antara Lokasi Industri Dengan Rencana Tata

Ruang Wilayah Tegallega Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Menurut UU No. 56/1960 pengelompokan kepadatan penduduk suatu

wilayah terbagi menjadi:

1 - 50 jiwa/km2 = Tidak padat

51 – 250 jiwa/km2 = Kurang padat

251 – 400 jiwa/km2 = Cukup padat

> 400 jiwa/km2 = Sangat padat

Berdasarkan acuan tersebut Wilayah Tegallega merupakan daerah yang

memiliki tingkat kepadatan sangat padat karena seluruh wilayahnya memiliki

kepadatan lebih dari 400 jiwa/km2. Kecamatan Bojongloa Kaler merupakan

Kecamatan yang memiliki kepadatan penduduk tertinggi sedangkan yang

memiliki kepadatan penduduk paling rendah adalah Kecamatan Bojongloa Kidul.

Tingkat kepadatan tinggi yang dimiliki seluruh kecamatan yang berat di Wilayah

Tegallega disebabkan karena semakin banyaknya para pendatang yang mengadu

nasib di Kota Bandung. Sebagai Kota besar Bandung memiliki banyak lapangan

pekerjaan yang menjanjikan.

Kepadatan penduduk yang cukup tinggi di Wilayah Tegallega dapat

dijadikan sebagai penunjang dari kebutuhan tenaga kerja dalam memenuhi

sumber daya manusia bagi bidang industri.

2. Komposisi Penduduk Menurut Umur

Komposisi penduduk berdasarkan kelompok umur dapat digunakan untuk

mengetahui angka beban tanggungan. Angka tanggungan ini dijadikan sebagai

salah satu indikator keadaan ekonomi suatu daerah. Angka tanggungan keluarga

merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan masyarakat dalam

suatu wilayah. Jumlah anggota keluarga akan berpengaruh terhadap kesejahteran

Page 11: BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kondisi Fisik Daerah ...a-research.upi.edu/operator/upload/s_geo_0705517_chapter_iv.pdf · BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kondisi Fisik Daerah Penelitian

Afrizal Fadhilah,2013

Pemanfaatan Citra Quickbird Untuk Evaluasi Kesesuaian Antara Lokasi Industri Dengan Rencana Tata

Ruang Wilayah Tegallega Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

anggotanya tersebut yaitu dari segi pemenuhan kebutuhan dan pendapatan yang

harus diperoleh agar semua anggota keluarga mendapatkan kehidupan yang layak.

Semakin maju suatu daerah maka angka beban tanggungannya semakin

rendah, dan semakin besar penduduk yang berusia produktif akan memberikan

petunjuk semakin kecil. Angka beban tanggungan dapat dihitung dengan cara

membandingkan antara penduduk yang berusia tidak produktif dengan penduduk

yang berusia produktif dikalikan 100. Untuk lebih jelasnya komposisi penduduk

Wilayah Tegallega berdasarkan kelompok umur dapat dilihat pada tabel 4.4.

Tabel 4.4. Komposisi Penduduk Berdasarkan Usia

No Kelompok

umur

Laki-laki Perempuan Jumlah

1 0-4 28.808 25.371 54.179

2 5-9 25.762 24.732 50.494

3 10-14 22.718 21.807 44.525

4 15-19 23.993 24.643 48.636

5 20-24 26.284 26.179 52.463

6 25-29 31.440 29.437 60.877

7 30-34 28.032 25.319 53.351

8 35-39 23.517 21.246 44.763

9 40-44 18.704 17.564 36.268

10 45-49 14.996 14.734 29.730

11 50-54 12.796 12.252 25.048

12 55-59 9.615 8.687 18.302

13 60-64 5.650 5.805 11.455

14 65+ 9.129 10.892 20.021

Jumlah 279.444 268.668 548.112

Sumber : Hasil Survei Sosial Ekonomi Daerah 2010

Page 12: BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kondisi Fisik Daerah ...a-research.upi.edu/operator/upload/s_geo_0705517_chapter_iv.pdf · BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kondisi Fisik Daerah Penelitian

Afrizal Fadhilah,2013

Pemanfaatan Citra Quickbird Untuk Evaluasi Kesesuaian Antara Lokasi Industri Dengan Rencana Tata

Ruang Wilayah Tegallega Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Untuk mengetahui jumlah angka tanggungannya yaitu dengan cara:

x100produktif usiajumlah

produktif tidak usiajumlah

=149.198

398.914𝑥100

= 37,4

= 37

Dengan demikian hasil perhitungan menunjukan bahwa angka beban

tanggungan Wilayah Tegallega adalah 37, artinya setiap 100 jiwa penduduk yang

berusia produktif harus menanggung 37 jiwa penduduk yang berusia tidak

produktif. Fakta fakta yang ada di daerah penelitian menunjukan bahwa penduduk

usia produktif bisa menanggung beban yang di tanggung oleh penduduk usia non

produktif.

Dengan banyaknya usia produktif maka akan banyak tenaga kerja yang

dapat disalurkan dalam bidang industri, oleh karena itu Wilayah Tegallega sangat

cocok dalam pembangunan industri apabila dilihat dari faktor komposisi

penduduk menurut umur.

Page 13: BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kondisi Fisik Daerah ...a-research.upi.edu/operator/upload/s_geo_0705517_chapter_iv.pdf · BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kondisi Fisik Daerah Penelitian

Afrizal Fadhilah,2013

Pemanfaatan Citra Quickbird Untuk Evaluasi Kesesuaian Antara Lokasi Industri Dengan Rencana Tata

Ruang Wilayah Tegallega Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

3. Komposisi Penduduk Berdasarkan Pendidikan

Menurut UUD No.2 1989, pendidikan adalah usaha sadar untuk

menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan pelatihan

bagi peranannya dimasa yang akan datang. Untuk mengetahui komposisi

penduduk Wilayah Tegallega berdasarkan tingkat pendidikan dapat dilihat pada

tabel 4.5 berikut ini.

Tabel 4.5 Komposisi Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan

No Pendidikan Laki-laki Perempuan Jumlah

1 Tidak/belum punya ijazah 17.554 18.014 35.568

2 SD/MI/sederajat 64.916 69.816 134.732

3 SMP/MTs/Sederajat 52.681 51.336 104.017

4 SMA/MA/Sederajat 71.302 61.045 132.347

5 Perguruan Tinggi 20.421 18.354 38.775

Jumlah 226.874 218.565 445.439

Sumber : Kota Bandung Dalam Angka 2010

Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui tingkat pendidikan di Wilayah

Tegallega paling tinggi adalah SD/MI/sederajat. Tingkat pendidikan di Wilayah

Tegallega berimbang hanya pada tingkatan SD/MI/sederajat, SMP/MTs/sederajat

dan SMA/MA/sederajat, sedangkan untuk tingkatan Tidak/belum tamat SD dan

Perguruan Tinggi masih sangat kurang.

Page 14: BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kondisi Fisik Daerah ...a-research.upi.edu/operator/upload/s_geo_0705517_chapter_iv.pdf · BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kondisi Fisik Daerah Penelitian

Afrizal Fadhilah,2013

Pemanfaatan Citra Quickbird Untuk Evaluasi Kesesuaian Antara Lokasi Industri Dengan Rencana Tata

Ruang Wilayah Tegallega Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Gambar 4.1 Piramida Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Pada piramida urutan paling bawah atau tingkatan yang jumlahnya lebih

banyak ditempati oleh tingkat SD/MI/sederajat, diikuti oleh tingkat

SMA/MA/sederajat diatasnya, sedangkan urutan teratas atau yang jumlahnya

paling sedikit adalah penduduk dengan tingkat pendidikan Tidak/Belum Punya

Ijazah.

Dilihat dari piramida penduduk berdasarkan tingkat pendidikan Wilayah

Tegallega sangat cocok untuk pembangunan industri dikarenakan kebutuhan

pekerja yang diperlukan dalam bidang industri yaitu dari lulusan

SMA/MA/Sederajat.

Tidak/Belum Punya Ijazah

Perguruan Tinggi

SMP/MTs/sederajat

SMA/MA/sederajat

SD/MI/sederajat

Page 15: BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kondisi Fisik Daerah ...a-research.upi.edu/operator/upload/s_geo_0705517_chapter_iv.pdf · BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kondisi Fisik Daerah Penelitian

Afrizal Fadhilah,2013

Pemanfaatan Citra Quickbird Untuk Evaluasi Kesesuaian Antara Lokasi Industri Dengan Rencana Tata

Ruang Wilayah Tegallega Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

PT. Lesindo Textile 46 PT. Cahaya Bola

10 PT. Samudera Palapa 47 PT. Sinar Indah

11 PT. Tragon Karet 48 PT. Cahaya Sakti Intraco

12 PT. Budi Satya Pratama 49 PT. Buana Distrindo

13 Pabrik Karung 50 PT. Sinar Terang

14 PT. Aneka 51 PT. Asta Karya

15 PT. Winaya 52 PT. Subur Pratama

16 PT. Winwin Garment 53 PT. Supra

17 PT. Dongheung Textile 54 PT. CBC

18 Pabrik Rajut 55 PT. Intania

19 PT. Mandala 56 PT. CPS

20 PT. Anugerah Pharpindo Lestari 57 PT. Digo

21 PT. Tri Lindo Adi Busana 58 PT. Trubustex

22 PT. Mekarjaya 59 Pabrik Mebel

23 PT. Armor 60 PT. Wijayatex Rajut

24 Pabrik Plastik 61 Pabrik Ancuran Logam

25 PT. Fajar Harapan 62 Pabrik Konpeksi

26 PT. Indo Citra 63 PT. Megah Steel

27 PT. Indo Mas Kimatama 64 PT. Primalestari

28 Pabrik Minyak Kelapa Sawit 65 PT. Wijayatex

29 PT. Masterindo Jaya Abadi 66 PT. Cipta Rasa

30 PT. Rajawali Pratama Putra Textile 67 PT. Adi Karya Surya Utama

31 PT. Mulya Jaya 68 PT. Juantex

32 PT. RPP Textile 69 Pabrik Cokelat

33 PT. Alba Mulya Karet 70 PT. Pupuk Sriwijaya

34 PT. Sun Anugerah 71 PT. Nusantara

35 PT. Cisangkan Genteng & Batako 72 Pabrik Sweater

36 PT. Garuda 73 PT. Foximas Mandiri

37 PT. Bola Dunia 74 PT. Enseval Sumber : Bappeda Kota Bandung Tahun 2010