bab i hpp konvensional harga pokok produksi costing merupakan metode penentuan harga pokok produksi...

Download BAB I HPP KONVENSIONAL Harga pokok produksi  Costing merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang memperhitungkan biaya produksi yang bersifat variabel ke dalam harga pokok produksi

Post on 06-Feb-2018

236 views

Category:

Documents

10 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • TEAM PENGEMBANGAN AM & PRAK 2017 / 2018 1

    BAB I

    HPP KONVENSIONAL

    Harga pokok produksi adalah biaya-biaya produksi yang dikumpulkan untuk

    periode tertentu yang ditentukan dengan cara menjumlahkan seluruh unsur biaya produksi.

    Sedangkan harga pokok produksi per satuan produk yang dihasilkan dalam periode tersebut

    dihitung dengan cara membagi total biaya produksi dengan jumlah unit yang dihasilkan

    dalam periode bersangkutan. Unsur-unsur harga pokok produksi yaitu: Biaya Bahan Baku,

    Biaya Tenaga Kerja dan Biaya Overhead Pabrik.

    Terdapat dua pendekatan dalam metode penentuan Harga Pokok Produksi yaitu:

    1) FULL COSTING

    Full Costing merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang

    mempertimbangkan semua unsur biaya produksi ke dalam harga pokok produksi, baik

    yang bersifat variabel maupun tetap. Dalam metode full costing biaya overhead pabrik

    yang bersifat tetap dan variabel tetap dibebankan. Harga pokok produksi metode full

    costing terdiri dari unsur biaya produksi berikut ini:

    Biaya bahan baku Rp XXX

    Biaya tenaga kerja langsung Rp XXX

    Biaya overhead pabrik variabel Rp XXX

    Biaya overhead pabrik tetap Rp XXX +

    Harga Pokok Produksi Rp XXX

    2) VARIABEL COSTING

    Variabel Costing merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang

    memperhitungkan biaya produksi yang bersifat variabel ke dalam harga pokok

    produksi. Harga pokok produksi tersebut terdiri dari unsur biaya produksi berikut ini:

    Biaya bahan baku Rp XXX

    Biaya tenaga kerja langsung Rp XXX

    Biaya overhead pabrik variabel Rp XXX +

    Harga Pokok Produksi Rp XXX

  • TEAM PENGEMBANGAN AM & PRAK 2017 / 2018 2

    Berikut ini struktur atau susunan penyajian laporan rugi/laba Metode Full Costing

    PT. X

    INCOME STATEMENT

    Penjualan (Sales)

    xxx

    HPP

    Persediaan Awal xxx

    BBB xxx

    BTKL xxx

    BOP Variabel xxx

    BOP Tetap xxx +

    Biaya Produksi xxx +

    BTUD xxx

    Persediaan Akhir xxx -

    HPP xxx -

    Laba Kotor xxx

    Biaya Operasi:

    Biaya Administrasi dan Umum

    Variabel = xxx

    Tetap = xxx +

    xxx

    Biaya Pemasaran

    Variabel = xxx

    Tetap = xxx +

    xxx +

    Total Biaya Operasi xxx -

    Laba Bersih xxx

  • TEAM PENGEMBANGAN AM & PRAK 2017 / 2018 3

    Berikut ini struktur atau susunan penyajian laporan rugi/laba Metode Variabel

    Costing

    PT. X

    INCOME STATEMENT

    Penjualan (Sales)

    xxx

    HPP

    Persediaan Awal xxx

    BBB xxx

    BTKL xxx

    BOP Variabel xxx +

    Biaya Produksi xxx +

    BTUD xxx

    Persediaan Akhir xxx -

    HPP xxx

    Biaya Adm & Um xxx

    Biaya Pemasaran & Um xxx +

    Total Biaya Variabel xxx -

    Laba Kontribusi xxx

    Biaya Tetap:

    BOP Tetap xxx

    Biaya Adm & Umum Tetap xxx

    Biaya Pemasaran Tetap xxx +

    Total Biaya Tetap xxx -

    Laba Bersih xxx

  • TEAM PENGEMBANGAN AM & PRAK 2017 / 2018 4

    CONTOH KASUS

    PENENTUAN HPP KONVENSIONAL

    PT. MAKMUR SENTOSA adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan

    bahan baku menjadi produk siap dijual. Berikut adalah data-data biaya produksi perusahaan

    yang dikumpulkan pada akhir periode 2016:

    1. Biaya Produksi

    Biaya bahan baku (raw material) Rp7.500/unit

    Biaya tenaga kerja langsung (direct labor cost) Rp3.500/unit

    Total biaya overhead pabrik (BOP) Rp500.000.000/th

    (Variabel 75%, Tetap 25%)

    Total biaya administrasi dan umum Rp68.000.000/th

    (Variabel 40%, Tetap 60%)

    Total biaya pemasaran Rp55.000.000/th

    (Variabel 80%, Tetap 20%)

    2. Harga jual produk jadi sebesar Rp53.000/unit

    3. Data penjualan dan produksi

    Persediaan Awal 6.000 unit

    Produksi 80.000 unit

    Penjualan 70.000 unit

    Persediaan Akhir 18.000 unit

    Diminta :

    1. Tentukan biaya produksi per unit dengan metode full costing dan variabel costing !

    2. Susunlah laporan laba rugi dengan metode full costing dan variabel costing !

    3. Buat analisis perbedaan laba antara kedua metode tersebut dan cari penyebabnya !

  • TEAM PENGEMBANGAN AM & PRAK 2017 / 2018 5

    JAWABAN CONTOH KASUS :

    1. Biaya Produksi per Unit

    BOP Tetap/unit = 25% x Rp500.000.000 = Rp1.562,5/ unit

    80.000

    BOP Variabel/unit = 75% x Rp500.000.000 = Rp4.687,5/ unit

    80.000

    BIAYA PRODUKSI /

    UNIT

    METODE FULL

    COSTING

    METODE VARIABEL

    COSTING

    BBB 7.500 7.500

    BTKL 3.500 3.500

    BOP Variabel 4.687,5 4.687,5

    BOP Tetap 1.562,5 -

    Total Biaya Produksi 17.250 15.687,5

  • TEAM PENGEMBANGAN AM & PRAK 2017 / 2018 6

    2. Laporan Rugi Laba

    a. Full Costing

    PT. MAKMUR SENTOSA

    INCOME STATEMENT

    Penjualan (70.000 x Rp53.000) Rp3.710.000.000

    HPP

    Persediaan Awal (6.000 x Rp17.250) Rp103.500.000

    BBB (80.000 x Rp7.500) Rp600.000.000

    BTKL (80.000 x Rp3.500) Rp280.000.000

    BOP Variabel (80.000 x Rp4.687,5) Rp375.000.000

    BOP Tetap (80.000 x Rp1.562,5) Rp125.000.000

    Biaya Produksi Rp1.380.000.000 +

    BTUD Rp1.483.500.000

    Persediaan Akhir (18.000 x Rp17.250) Rp 310.500.000 -

    HPP Rp1.173.000.000 -

    Laba Kotor Rp2.537.000.000

    Biaya Operasi :

    Biaya Administrasi dan Umum

    Variabel (40% x Rp68.000.000) Rp27.200.000

    Tetap (60% x Rp68.000.000) Rp40.800.000 +

    Rp68.000.000

    Biaya Pemasaran

    Variabel (80% x Rp55.000.000) Rp44.000.000

    Tetap (20% x Rp55.000.000) Rp11.000.000 +

    Rp55.000.000 +

    Total Biaya Operasi Rp 123.000.000 -

    Laba Bersih Rp2.414.000.000

  • TEAM PENGEMBANGAN AM & PRAK 2017 / 2018 7

    b. Variabel Costing

    PT. MAKMUR SENTOSA

    INCOME STATEMENT

    Penjualan (70.000 x Rp53.000) Rp3.710.000.000

    HPP

    Persediaan Awal (6.000 x Rp15.687,5) Rp 94.125.000

    BBB (80.000 x Rp7.500) Rp600.000.000

    BTKL (80.000 x Rp3.500) Rp280.000.000

    BOP Variabel (80.000 x Rp4.687,5) Rp375.000.000 +

    Biaya Produksi Rp1.255.000.000 +

    BTUD Rp1.349.125.000

    Persediaan Akhir (18.000 x Rp15.687,5) Rp 282.375.000 -

    HPP Rp1.066.750.000

    By Adm & Um Var (40% x Rp68.000.000) Rp 27.200.000

    By Pemasaran Var (80% x Rp55.000.000) Rp 44.000.000 +

    Total Biaya Variabel Rp1.137.950.000 -

    Laba Kontribusi Rp2.572.050.000

    Biaya Tetap :

    BOP Tetap(80.000 x Rp1.562,5) Rp125.000.000

    Biaya Adm & Um Tetap (60% x Rp68.000.000) Rp 40.800.000

    Biaya Pemasaran Tetap (20% x Rp55.000.000) Rp 11.000.000 +

    Total Biaya Tetap Rp 176.800.000 -

    Laba Bersih Rp2.395.250.000

  • TEAM PENGEMBANGAN AM & PRAK 2017 / 2018 8

    3. Analisis :

    Setelah dilakukan perhitungan diketahui bahwa laba usaha dengan metode full costing

    sebesar Rp2.414.000.000 lebih besar daripada menggunakan metode variabel costing

    sebesar Rp2.395.250.000. Perbedaan tersebut disebabkan karena adanya perbedaan

    dalam penentuan biaya produksi per unit dimana dalam metode full costing biaya

    produksi/ unit sebesar Rp17.250 dan pada metode variabel costing sebesar

    Rp15.687,5 sehingga berpengaruh pada nilai persediaan awal dan persediaan akhir

    pada kedua metode tersebut, yang pada akhirnya menyebabkan perbedaan pada

    besarnya laba usaha.

  • TEAM PENGEMBANGAN AM & PRAK 2017 / 2018 9

    KASUS 1

    PENENTUAN HPP KONVENSIONAL

    PT. SEJAHTERA adalah sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang

    mengolah bahan baku menjadi produk siap dijual. Berikut adalah data-data biaya produksi

    perusahaan yang diperoleh pada akhir periode per 31 Desember 2016:

    4. Biaya Produksi

    Biaya bahan baku (raw material) Rp3.600/unit

    Biaya tenaga kerja langsung (direct labor cost) Rp2.160/unit

    Total biaya overhead pabrik (BOP) Rp250.000.000/th

    (Variabel 70%, Tetap 30%)

    Total biaya administrasi dan umum Rp55.000.000/th

    (Variabel 40%, Tetap 60%)

    Total biaya pemasaran Rp38.000.000/th

    (Variabel 60%, Tetap 40%)

    5. Harga jual produk jadi sebesar Rp50.000/un

Recommended

View more >