bab 2 landasan teori 2.1. konsep ii depi permana.pdf · pdf filepenawaran pasar –...

Click here to load reader

Post on 21-Mar-2019

219 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB 2

LANDASAN TEORI

2.1. Konsep Pemasaran

Menurut Kotler dan kevin lane keller, (2012:5) definisi dari pemasaran

adalah memenuhi kebutuhan dengan cara yang menguntungkan. melayani

konsumen dengan mendapatkan sejumlah laba atau dapat diartikan sebagai

perbandingan antara penghasilan dengan biaya yang layak. Ini berbeda dengan

konsep penjualan yang menitikberatkan pada keinginan perusahaan.

Pendekatan penjualan adalah memproduksi sebuah pabrik, kemudian

meyakinkan konsumen agar bersedia membelinya. Sedangkan pendekatan

konsep pemasaran menghendaki agar manejemen agar menentukan keinginan

konsumen terlebih dahulu, setelah itu baru melakukan bagaimana caranya

memuaskan.

Menurut Kotler dan Armstrong (2012:30-32), pemasaran bersandar pada

konsep inti berikut:

1. Kebutuhan, Keinginan, dan Permintaan (Needs, Wants, and Demands)

Kebutuhan adalah segala sesuatu yang diperlukan manusia dan harus ada

sehingga dapat menggerakkan manusia sebagai dasar (alasan) berusaha.

Keinginan adalah hasrat untuk memperoleh pemuas kebutuhan yang

spesifik akan kebutuhan. Permintaan adalah keinginan akan produk

tertentu yang didukung kemampuan dan kesediaan untuk membayar dan

membeli.

2. Penawaran Pasar Produk, Pelayanan, dan Pengalaman (Market Offerings

Products, Services, and Experiences)

Penawaran pasar merupakan beberapa kombinasi dari produk, pelayanan,

informasi, atau pengalaman yang ditawarkan kepada pasar untuk

memenuhi kebutuhan atau keinginan mereka.

3. Nilai Pelanggan dan Kepuasan (Customer Value and Satisfaction)

Nilai pelanggan dilihat sebagai kombinasi antara mutu, jasa, dan harga

(quality, service, price) yang mencerminkan manfaat dan biaya berwujud

dan tak berwujud bagi konsumen. Kepuasan merupakan penilaian

seseorang dari kinerja yang dirasakan dari produk dalam hubungan dengan

harapannya.

11

12

4. Pertukaran dan Hubungan (Exchanges and Relationships)

Pertukaran adalah tindakan untuk memperoleh sebuah objek yang

diinginkan dari seseorang dengan menawarkan sesuatu sebagai imbalan.

Pemasaran terdiri dari tindakan yang diambil untuk membangun dan

memelihara hubungan melalui transaksi dengan target pembeli, pemasok,

dan penyalur yang melibatkan produk, pelayanan, ide, atau benda lainnya.

5. Pasar (Markets)

Pasar merupakan kumpulan semua pembeli sebenarnya dan potensial yang

memiliki kebutuhan atau keinginan akan produk atau jasa tertentu yang

sama, yang bersedia dan mampu melaksanakan pertukaran untuk

memuaskan kebutuhan dan keinginan itu.

Pemasaran memiliki pengertian yang sangat luas, ada beberapa ahli

mengemukakan dan berpendapat tentang pengertian dari pemasaran dengan

penyajian dan penekanan yang hampir sama. Menurut Daryanto, (2011:1)

Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana individu dan

kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan,

menawarkan, dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain. Sedangkan

menurut Kotler dan Kevin Lane Keller, (2009:5) Pemasaran adalah suatu

fungsi organisasi dan serangkaian proses untuk menciptakan,

mengkomunikasikan, dan memberikan nilai kepada pelanggan dan untuk

mengelola hubungan pelanggan dengan cara yang menguntungkan organisasi

dan pemangku kepentingannya.

Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa

pemasaran adalah suatu serangkaian kegiatan yang dilakukan seseorang

maupun kelompok untuk menciptakan, menjual, memperdagangkan,

mengkomunikasikan, dan menawarkan produk atau jasa untuk memenuhi

kebutuhan dan keinginan pelanggan.

2.2. Bauran Pemasaran (Marketing Mix)

Menurut Kotler dan Amstrong (2000:15), dalam buku Ratih Hurriyati

(2010: 47) mengemukakan definisi bauran pemasaran adalah sekumpulan alat

pemasaran (marketing mix) yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk

mencapai tujuan pemasarannya dalam pasar sasaran. Sedangkan, menurut

13

Zeithaml & Bitner (2001: 18) dalam buku Ratih Hurriyati (2010: 48) definisi

bauran pemasaran jasa adalah elemen elemen organisasi perusahaan yang

dapat dikontrol oleh perusahaan dalam melakukan komunikasi dengan

konsumen dan akan dipakai untuk memuaskan konsumen.

Menurut Daryanto (2011:20) Bauran Pemasaran adalah perangkat alat

pemasaran taktis yang dapat dikendalikan yang di padukan oleh perusahaan

untuk menghasilkan respons yang diinginkan dalam pasar sasaran.

Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa

bauran pemasaran (marketing mix) adalah sekumpulan alat pemasaran

yang terdiri dari produk, struktur harga, kegiatan promosi, dan sistem

distribusi untuk mencapai tujuan pemasaran dan mendatangkan hasil yang

memuaskan.

Menurut Kotler dan Armstrong (2012:75) Bauran pemasaran (marketing

mix) terdiri dari 4 (empat) komponen dalam strategi pemasaran yang disebut

4P, yaitu:

1. Produk (product)

Product (produk) adalah suatu barang, jasa, atau gagasan yang dirancang

dan ditawarkan perusahaan untuk kebutuhan konsumen.

2. Harga (price)

Price (harga) adalah jumlah uang yang harus dibayar pelanggan untuk

mendapatkan produk.

3. Promosi (promotion)

Place (tempat, termasuk juga distribusi) adalah penempatan suatu produk

agar tersedia bagi target konsumen, sejenis aktivitas yang berkaitan dengan

bagaimana menyampaikan produk dari produsen ke konsumen.

4. Saluran Distribusi (place)

Promotion (promosi) adalah aktivitas mengkomunikasikan dan

menyampaikan informasi mengenai produk kepada konsumen, dan

membujuk target konsumen untuk membeli produk.

Menurut Kotler (2002;17-18) bauran pemasaran dapat diklasifikasikan

menjadi 4P (Product, Price, Place, Promotion). Sedangkan menurut Boom dan

Bitner yang dikutip oleh Buchari Alma (2000: 235) menjelaskan bahwa

proses adalah semua prosedur actual, mekanisme, dan aliran aktivitas

dengan mana jasa disampaikan yang merupakan sistem penyajian atas operasi

14

jasa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa 4P yang mulanya menjadi

bauran pemasaran barang diperluas dengan elemen 3P, kemudian menjadi 7P

yang digunakan dalam pemasaran jasa, yaitu:

1. Product (produk)

Produk merupakan penawaran berwujud dan tidak berwujud,

perusahaan kepada pasar yang mencakup kualitas, rancangan, bentuk,

merek, dan kemasan produk.

2. Price (harga)

Harga adalah sejumlah uang yang pelanggan bayar untuk produk tertentu.

3. Place (saluran distribusi)

Kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk membuat produk agar dapat

diperoleh dan tersedia bagi pelanggan sasaran.

4. Promotion (promosi)

Kegiatan yang dilakukan untuk mengkomunikasikan keunggulan produk

dan membujuk pelanggan sasaran untuk membelinya.

5. People (orang)

Semua pelaku yang turut ambil bagian dalam penyajian jasa dan dalam hal

ini mempengaruhi persepsi pembeli. Yang termasuk dalam elemen ini

adalah personal perusahaan dan konsumen.

6. Physical Evidence (bukti fisik)

Bukti fisik mencakup semua hal yang berwujud berkenan dengan suatu

jasa sepeti brosur, kartu bisnis, format laporan, dan peralatan.

7. Process (proses)

Proses merupakan semua prosedur actual, mekanisme, dan aliran aktivitas

dengan jasa yang disampaikan merupakan sistem penyajian atas operasi

jasa.

2.3. Promosi

Menurut Tjiptono (2008: 219), promosi adalah aktivitas pemasaran yang

berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/ membujuk, dan/atau

mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia

menerima, membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang

bersangkutan.

15

Sedangkan menurut Daryanto (2013:104), promosi adalah arus informasi

atau persuasi satu arah yang dapat mengarahkan organisasi atau seseorang

untuk menciptakan transaksi antara pembeli dan penjual.

Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa

maka dapat diambil kesimpulan bahwa promosi adalah kegiatan

mengomunikasikan atau menginformasikan manfaat dari sebuah produk dan

jasa kepada konsumen untuk mendorong dan membujuk konsumen untuk

membeli produk dan jasa tersebut.

Menurut Tjiptono (2008: 219), tujuan promosi adalah menginformasikan,

mempengaruhi dan membujuk, serta mengingatkan. Secara rinci ketiga tujuan

promosi tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:

1. Menginformasikan (informing), dapat berupa:

Menginformasikan pasar mengenai keberadaan suatu produk baru.

Memperkenalkan cara pemakaian baru dari suatu produk.

Menyampaikan perubahan harga kepada pasar.

Menjelaskan cara kerja suatu produk.

Menginformasikan jasa-jasa yang disediakan oleh perusahaan.

Meluruskan kesan yang keliru.

Mengurangi ketakutan atau kekhawatiran pembeli.

Membangun citra perusahaan.

2. Membujuk (persuading) untuk:

Membentuk pilihan merek.

Mengalihkan pilihan ke merek tertentu.

Mengubah persepsi pelanggan terh

View more