asuhan keperawatan tiroid

Download asuhan keperawatan  tiroid

Post on 24-Jul-2015

1.008 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>ASUHAN KEPERAWATAN PADA SISTEM ENDOKRIN DENGAN GANGGUAN HIPOTIROID DAN HIPERTIROID</p> <p>OLEH : 1. Andy takdir 2. Asri Tuhuri 3. Muh. Hasyim S 4. Faisal 5. Rindi Antika Semester VI, Tingkat III</p> <p>PROGRAM STUDY STRATA SATU (S1) KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DAYA MAKASSAR 2012</p> <p>Asuhan Keperawatan Sistem Endokrin Dengan Gangguan Hipotiroid &amp; Hipertiroid/By.Klp II/KMB III/S1-KEP/STIKES RSUD Daya Makassar</p> <p>Page 1</p> <p>KATA PENGANTARPuji syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT karena atas berkat Rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan Asuhan Keperawatan Pada Sistem Endokrin Dengan Gangguan Hipotiroid Dan Hipertiroid. Asuhan keperawatan ini kami buat dengan bekerja sama dengan rekan satu kelompok demi terselesaikannya askep ini dengan waktu yang ditentukan. Sumber-sumber dalam penyusunan askep ini kami ambil dari referensi-referensi dari buku-buku dan dari situs internet yang menyangkut bahan materi askep ini. Makalah ini sebagai bahan diskusi dalam mata kuliah KMB III yang pada semester ini kami pelajari. Makalah ini masih jauh dari yang di harapkan, Oleh karenanya kami mengharapkan saran dan kritiknya demi kesempurnaan makalah ini. Karena sesungguhnya kesempurnaan hanya milik sang pencipta. Akhir kata kami ucapkan terima kasih.</p> <p>Makassar, Mei 2012</p> <p>Kelompok III</p> <p>BAB I PENDAHULUAN</p> <p>Asuhan Keperawatan Sistem Endokrin Dengan Gangguan Hipotiroid &amp; Hipertiroid/By.Klp II/KMB III/S1-KEP/STIKES RSUD Daya Makassar</p> <p>Page 2</p> <p>A. LATAR BELAKANG Kelenjar tiroid yang terletak tepat di bawah laring sebelah kanan dan kiri depan trakea, mensekresi tiroksin (T4), triiodotironi (T3), yang mempunyai efek nyata pada kecepatan metabolisme tubuh. Kelenjar ini juga menyekresikalsitonin; suatu hormon yang penting untuk metabolisme kalsium. Tidak adanya sekresi tiroid sama sekali biasanya menyebabkan laju metabolisme turun sekitar 40% di bawah normal dan sekresi tiroksin yang berlebihan sekali dapat menyebabkan laju metabolisme basal meningkat setinggi 60 sampai 100 persen di atas normal. Sekresi tiroid terutama di atur oleh hormon perangsang tiroid yang di sekresi oleh kelenjar hipofisis anterior. Hormon yang paling banyak di sekresi oleh kelenjar tiroid adalah hormon tiroksin. Akan tetapi, juga di sekresi triiodo tironin dalam jumlah sedang. Fungsi kedua hormon ini secara kualitatif sama, tetapi berbeda dalam kecepatan dan intensitas kerja. Triiodo tironin kira-kira empat kali kekuatan tiroksin, tetapi terdapat jauh lebih sedikit dalam darah dan menetap jauh lebih singkat. Untuk membentuk tiroksin dalam jumlah normal, di butuhkan makan kira-kira 50 mg yodium setiap tahun, atau kira-kira 1 mg per minggu. Untuk mencagah defisiensi yodium, garam meja yang biasa di iodisasi dengan satu bagian natrium iodida untuk setiap 100.000 bagian natrium klorida Hipertiroid dalam hal prevalensi merupakan penyakit endokrin yang menempati urutan kedua setelah Diabetes Mellitus, yang merupakan kesatuan penyakit dengan batasan yang jelas, dan penyakit Graves menjadi penyebab utamanya. (Brunner dan Suddarth, 2002) Kelainan hipertiroid sangat menonjol pada wanita, hipertiroid menyerang wanita lima kali lebih sering dibandingkan laki laki. Insidensinya akan memuncak dalam dekade usia ketiga serta keempat. (Schimke, 1992) Penyakit hipertiroid adalah penyakit akibat gangguan produksi hormon, pada penyakit ini perlu asuhan keperawatan pada hipertiroidisme atau askep hipertiroid yang komprehensif karena disamping faktor efek penyakit itu sendiri biasanya terdapat pula kondisi stress psikologi. Jumlah penderita hipertiroid terus meningkat. Hipertiroid merupakan penyakit hormon yang menempati urutan kedua terbesar di Indonesia setelah diabetes. Posisi ini serupa dengan kasus di dunia. (Schimke, 1992)</p> <p>B. RUMUSAN MASALAH 1. Bagaimana konsep medis dari penyakit hipertiroidisme?</p> <p>Asuhan Keperawatan Sistem Endokrin Dengan Gangguan Hipotiroid &amp; Hipertiroid/By.Klp II/KMB III/S1-KEP/STIKES RSUD Daya Makassar</p> <p>Page 3</p> <p>2. Bagaimana konsep medis dari penyakit hipotiroidisme? 3. Bagaimana konsep keperawatan dari penyakit hipertiroidisme? 4. Bagaimana konsep keperawatan dari penyakit hipotiroidisme? C. TUJUAN PENULISAN 1. Tujuan Umum - Sebagai bahan diskusi mata kuliah ajar KMB III pada semester VI ini - Agar para mahasiswa kesehatan mengerti dan memahami konsep medis dan konsep keperawatan dari penyakit hipertiroidisme dan hipotiroidisme 2. Tujuan Khusus - Sebagai penambah wawasan bagi kami sebagai mahasiswa keperawatan dalam memahami dan mengerti konsep medis dan konsep keperawatan dari penyakit hipertiroidisme dan hipotiroidisme</p> <p>BAB II KONSEP MEDIS</p> <p>Asuhan Keperawatan Sistem Endokrin Dengan Gangguan Hipotiroid &amp; Hipertiroid/By.Klp II/KMB III/S1-KEP/STIKES RSUD Daya Makassar</p> <p>Page 4</p> <p>A. HIPOTIROID 1. Definisi Hipotiroidisme merupakan keadaan yang ditandai dengan terjadinya hipofungsi tiroid yang berjalan lambat dan di ikuti oleh gejala-gejala kegagalan tiroid. Keadaan ini terjadi akibat kadar hormone tiroid berada di dibawah nilai optimal (brunner &amp; suddarth). Hipotiroidisme adalah satu keadaan penyakit disebabkan oleh kurang penghasilan hormon tiroid oleh kelenjar tiroid. Hipotiroidisme adalah suatu keadaan dimana kelenjar tirod kurang aktif dan menghasilkan terlalu sedikit hormone tiroid. Hipotiroid yang sangat berat disebut miksedema. Hipotiroidism terjadi akibat penurunan kadar hormon tiroid dalam darah.</p> <p>2. Klasifikasi Lebih dari 95% penderita hipotiroidisme mengalami hipotiroidisme primer atau tiroidal yang mengacu kepada disfungsi kelenjar tiroid itu sendiri. Apabila disfungsi tiroid di sebabkan oleh kegagalan kelenjar hipofisis, hipotalamus atau keduanya maka di sebut hipotiroidisme sentral (hipotiroidisme sekunder) atau pituitaria. Jika sepenuhnya di sebabkan oleh hipofisis di sebut hipotiroidisme tersier. Klasifikasi penyakit hipotiroidisme, yaitu : NO 1. Jenis Hipotiroidisme Primer Organ Kelenjar Tiroid Keterangan Paling sering terjadi di mana meliputi hashimoto (sejenis autoimun)</p> <p>penyakit tiroiditis penyakit</p> <p>dan terapi radioiodine</p> <p>Asuhan Keperawatan Sistem Endokrin Dengan Gangguan Hipotiroid &amp; Hipertiroid/By.Klp II/KMB III/S1-KEP/STIKES RSUD Daya Makassar</p> <p>Page 5</p> <p>(RAI) uintuk merawat penyakit hipotirodisme. 2. Hipotiroiditisme Sekunder Kelenjar Hipofisis Terjadi jika kelenjar hipofisis tidak</p> <p>menghasilkan cukup hormon perangsang</p> <p>tiroid (TSH) untuk merangsang kelenjar tiroid untuk</p> <p>menghasilkan jumlah tiroksin yang cukup. Biasanya apabila tumor di terjadi terdapat kelenjar</p> <p>hipofisis, radiasi/pembedahan yang menyebabkan</p> <p>kelenjar tiroid tidak dapat menghasilkan hormon yang cukup. 3. Hipotiroidisme Tersier Hipotalamus Terjadi hipotalamus menghasilkan jika gagal TRH lagi</p> <p>yang cukup, biasanya di sebut juga</p> <p>hypothalamicpituitary-axis</p> <p>Asuhan Keperawatan Sistem Endokrin Dengan Gangguan Hipotiroid &amp; Hipertiroid/By.Klp II/KMB III/S1-KEP/STIKES RSUD Daya Makassar</p> <p>Page 6</p> <p>hypothyroidism.</p> <p>3. Etiologi Hipotiroidisme dapat terjadi akibat malfungsi kelenjar tiroid, hipofisis, atau hipotalamus. Apabila di sebabkan oleh malfungsi kelenjar tiroid, maka kadar HT yang rendah akan di sertai oleh peningkatan kadar TSH dan TRH karena tidak adanya umpan balik negatif oleh HT pada hipofisis anterior dan hipotalamus. Apabila hipotiroidisme terjadi akibat malfungsi hipofisis, maka kadar HT yang rendah di sebabkan oleh rendahnya kadar TSH. TRH dari hipotalamus tinggi karena. tidak adanya umpan balik negatif baik dari TSH maupun HT. Hipotiroidisme yang di sebabkan oleh malfungsi hipotalamus akan menyebabkan rendahnya kadar HT, TSH, dan TRH. Penyebab yang paling sering yang di temukan pada orang dewasa adalah tiroiditis otoimun (tiroditis Hashimoto), dimana system imun menyerang kelenjar tiroid (Tonner &amp; Schlechte, 1993). Gejala hipotiroidisme di ikuti oleh gejala hipotiroidisme dan miksedema. Hipotiroidisme juga sering terjadi pada pasien dengan riwayat</p> <p>hipotiroidisme yang menjalani terapi radioiodium, pembedahan atau preparat anti tiroid. Kejadian ini paling sering dijumpai pada wanita lanjut usia. Terapi radiasi untuk penanganan kanker kepala dan leher kini semakin sering menjadi penyebab hipotiroidisme pada laki-laki. Karena itu, pemeriksaan fungsi tiroid di anjurkan bagi semua pasien yang menjalani terapi tersebut. Penyakit Hipotiroidisme : 1) Penyakit Hashimoto atau yang juga di sebut tiroiditis otoimun, terjadi akibat adanya otoantibodi yang merusak jaringan kelenjar tiroid. Hal ini menyebabkan penurunan HT yang di sertai peningkatan kadar TSH dan TRH akibat umpan balik negatif yang minimal. Penyebab tiroiditis otoimun tidak di ketahui, tetapi tampaknya terdapat kecenderungan genetik untuk mengidap penyakit ini. Penyebab yang paling sering di temukan adalah tiroiditis Hashimoto. Pada tiroiditis Hashimoto, kelenjar tiroid seringkali</p> <p>Asuhan Keperawatan Sistem Endokrin Dengan Gangguan Hipotiroid &amp; Hipertiroid/By.Klp II/KMB III/S1-KEP/STIKES RSUD Daya Makassar</p> <p>Page 7</p> <p>membesar dan hipotiroidisme terjadi beberapa bulan kemudian akibat rusaknya daerah kelenjar yang masih berfungsi. 2) Penyebab kedua tersering adalah pengobatan terhadap hipertiroidisme. Baik yodium radioaktif maupun pembedahan cenderung menyebabkan hipotiroidisme. 3) Gondok endemik adalah hipotiroidisme akibat defisiensi iodium dalam makanan. Gondok adalah pembesaran kelenjar tiroid. Pada defisiensi iodiurn terjadi gondok karena sel-sel tiroid menjadi aktif berlebihan dan hipertrofik dalarn usaha untuk menyerap sernua iodium yang tersisa dalam. darah. Kadar HT yang rendah akan di sertai kadar TSH dan TRH yang tinggi karena minimnya umpan balik. Kekurangan yodium jangka panjang dalam makanan, menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme goitrosa). 4) Kekurangan yodium jangka panjang merupakan penyebab tersering dari hipotiroidisme di negara terbelakang. 5) Karsinoma tiroid dapat, tetapi tidak selalu menyebabkan hipotiroidisme. Namun, terapi untuk kanker yang jarang di jumpai ini antara lain adalah tiroidektomi, pemberian obat penekan TSH, atau terapi iodium radioaktif untuk mengbancurkan jaringan tiroid. Semua pengobatan ini dapat menyebabkan hipotiroidisme. Pajanan ke radiasi, terutama masa anak-anak adalah penyebab kanker tiroid. Defisiensi iodium juga dapat meningkatkan risiko pembentukan kanker tiroid karena hal tersebut merangsang proliferasi dan hiperplasia sel tiroid.</p> <p>4. Patofisiologi Hipotiroid dapat disebabkan oleh gangguan sintesis hormon tiroid atau gangguan pada respon jaringan terhadap hormon tiroid. Sintesis hormon tiroid diatur sebagai berikut : 1) Hipotalamus membuat Thyrotropin Releasing Hormone (TRH) yang merangsang hipofisis anterior.</p> <p>Asuhan Keperawatan Sistem Endokrin Dengan Gangguan Hipotiroid &amp; Hipertiroid/By.Klp II/KMB III/S1-KEP/STIKES RSUD Daya Makassar</p> <p>Page 8</p> <p>2) Hipofisis anterior mensintesis thyrotropin (Thyroid Stimulating Hormone = TSH) yang merangsang kelenjar tiroid. 3) Kelenjar tiroid mensintesis hormon tiroid (Triiodothyronin = T3 dan Tetraiodothyronin = T4 = Thyroxin) yang merangsang metabolisme jaringan yang meliputi: konsumsi oksigen, produksi panas tubuh, fungsi syaraf, metabolisme protrein, karbohidrat, lemak, dan vitamin-vitamin, serta kerja daripada hormon-hormon lain. Hipotiroid dapat terjadi akibat malfungsi kelenjar tiroid, hipofisis, atau hipotalamus. Apabila disebabkan oleh malfungsi kelenjar tiroid, maka kadar HT yang rendah akan disertai oleh peningkatan kadar TSH dan TRH karena tidak adanya umpan balik negatif oleh HT pada hipofisis anterior dan hipotalamus. Apabila hipotiroid terjadi akibat malfungsi hipofisis, maka kadar HT yang rendah disebabkan oleh rendahnya kadar TSH. TRH dari hipotalamus tinggi karena. tidak adanya umpan balik negatif baik dari TSH maupun HT. Hipotiroid yang disebabkan oleh malfungsi hipotalamus akan menyebabkan rendahnya kadar HT, TSH, dan TRH.</p> <p>5. Manifestasi Klinis Hipotiroidisme di tandai dengan gejala-gejala sebagai berikut : 1) Nafsu makan berkurang. 2) Sembelit. 3) Pertumbuhan tulang dan gigi yang lambat. 4) Suara serak. 5) Berbicara lambat. 6) Kelopak mata turun. 7) Wajah bengkak. 8) Rambut tipis, kering dan kasar. 9) Kulit kering, kasar, bersisik dan menebal. 10) Denyut nadi lambat.</p> <p>Asuhan Keperawatan Sistem Endokrin Dengan Gangguan Hipotiroid &amp; Hipertiroid/By.Klp II/KMB III/S1-KEP/STIKES RSUD Daya Makassar</p> <p>Page 9</p> <p>11) Gerakan tubuh lamban. 12) Lemah. 13) Pusing. 14) Capek. 15) Pucat. 16) Sakit pada sendi atau otot. 17) Tidak tahan terhadap dingin. 18) Depresi. 19) Penurunan fungsi indera pengecapan dan penciuman. 20) Alis mata rontok. 21) Keringat berkurang.</p> <p>Gejala dini hipotiroidisme tidak spesifik, namun kelelahan yang ekstrim menyulitkan penderitanya untuk melaksanankan pekerjaan sehari-hari secara penuh atau ikut serta dalam aktivitas yang lazim di lakukannya. Laporan tentang adanya kerontokkan rambut, kuku yang rapuh serta kulit yang kering sering di temukan, dan keluhan rasa baal serta parasetsia pada jari-jari tangan dapat terjadi. Kadang-kadang suara menjadi kasar, dan pasien mungkin mengeluhkan suara yang parau. Gangguan haid seperti menorhagia atau amenore akan terjadi di samping hilangnya libido. Hipotiroidisme menyerang wanita lima kali lebih sering di bandingkan laki-laki dan paling sering terjadi pada usia 30-60 tahun. Hipotiroidisme berat mengakibatkan suhu tubuh dan frekuensi nadi subnormal. Pasien biasanya mulai mengalami kenaikan berat badan yang bahkan terjadi tanpa peningkatan asupan makanan, meskipun penderita hipotiroid yang berat dapat terlihat kakeksia. Kulit menjadi tebal karena penumpukkan</p> <p>mukopolisakarida dalam jaringan subkutan. Rambut menipis dan rontik, wajah tampak tanpa ekspresi dan mirip topeng. Pasien sering mengeluhkan rasa dingin meskipun dalam lingkungan yang hangat. Pada mulanya, pasian mungkin akan mudah tersinggung dan mengeluh merasa lemah, namun dengan dengan berlanjutnya kondisi tersebut, respon</p> <p>Asuhan Keperawatan Sistem Endokrin Dengan Gangguan Hipotiroid &amp; Hipertiroid/By.Klp II/KMB III/S1-KEP/STIKES RSUD Daya Makassar</p> <p>Page 10</p> <p>emosional di atas akan berkurang. Proses mental menjadi tumpul dan pasien tampak apatis. Bicara menjadi lambat, lidah membesar, dan ukuran tangan serta kaki bertambah. Pasien sering mengeluh konstipasi serta ketulian dapat terjadi. Pada hipotiroidisme lanjut akan menyebabkan demensia di sertai perubahan kognitif dan kepribadian yang khas. Respirasi yang tidak memadai dan apnu saat tidur dapat terjadi pada hipotiroidisme yang berat. Efusi pleura, efusi perikardial dan kelemahan otot pernapasan dapat terjadi. Hipotiroidisme berat akan di sertai dengan kenaikkan kadar kolesterol serum, aterosklerosis, penyakit jantung koroner dan fungsi ventrikel kiri yang jelek. Pasien hipotiroidime lanjut akan mengalalami hipotermia dan kepekkan abnormal terhadap preparaf sedatif, opioid serta anestesi, oleh sebab itu semua obat ini hanya di berikan pada kondisi tertentu. Pasien dengan hipot...</p>