asuhan keperawatan keluarga binaan

Click here to load reader

Post on 01-Feb-2016

258 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

,,,,

TRANSCRIPT

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA BINAAN

I. PENGKAJIAN KELUARGA

A. Data umum

1. Nama KK : Tn. Su2. Umur KK: 62 th

3. Alamat: Jl. Klampok Kasri RT 10 RW 02 Kelurahan Gading Kasri4. No. Telephon: -

5. Pekerjaan: Pasukan kuning6. Pendidikan: SD7. Susunan Anggota Keluarga :

NoNamaUmurSex (L/P)Hub Dg KKGol DarahPendidikanPekerjaanMasalah Kesehatan

1Ny. S63 thPIstri-SDIRTDiabetes, hipertensi

2An. R19PAnak -SMKpelajar-

Genogram

8. Tipe Keluarga

Jenis tipe keluarga : Keluarga inti, dimana dalam satu rumah terdapat sepasang suami istri dengan 1 orang anak.9. Latar belakang kebudayaan (etnik)

a) Asal suku bangsa: Suku Jawa

b) Bahasa yang digunakan: Bahasa Jawa

c) Budaya yang berhubungan dengan kesehatan: keluarga tidak memiliki praktik atau kepercayaan tertentu yang berhubungan dengan kesehatan

d) Kebiasaan Diit dan berpakaian : keluarga mengkonsumsi makanan pokok yang biasanya orang jawa makan yaitu nasi. Pakaian yang digunakan seperti pakaian yang digunakan adalah pakaian modern: kaos, celana, daster.

e) Dekorasi rumah / tanda-tanda budaya : di rumah Tn. Su barang-barang berantakan dan kotor.10. Identifikasi religius

a. Agama : seluruh anggota keluarga Tn. S beragama Islam. Tn. Su mengikuti kegiatan tahlilan, sedangkan Ny. S tidak pernah lagi mengikuti kegiatan semenjak sakit. b. Agama dan kepercayaan yang mempengaruhi kesehatan: Apabila ada anggota keluarga yang sakit berusaha di obati dan berdoa kepada Allah SWT semoga cepat diberikan kesembuhan.

11. Status kelas sosiala. Status kelas sosial : Kurang mampub. Anggota keluarga yang mencari nafkah: Tn. Suc. Sumber pendapatan perbulan : Nafkah dari Tn. Su bekerja menjadi pasukan kuningd. Penghasilan: sebesar Rp 300.000,- perbulan

e. Upaya lain: terkadang berjualan hasil rajutan.f. Harta benda yang dimiliki (perabot, transportasi, dll) : TV, radio12. Mobilitas kelas sosialTn. S sudah lama menjadi pasukan kuning di RW 2 Gadingkasri. Dulu Tn. Su menjadi pasukan kuning sendiri, namun sekarang berdua sehingga gaji yang didapatkan berkurang. Sebelum sakit, Ny. S biasanya berjualan gorengan. Namun setelah sakit tidak pernah lagi. Keluarga Tn. Su menempati rumah yang sekarang di tempati sejak menikah. Keluarga Tn. Su dititipi rumah oleh saudaranya, yang terletak di belakang rumah Tn. Su. Saat ini dua anak laki-laki Tn. Su yang menempati rumah tersebut. Kedua anak laki-laki Tn. Su terkadang juga membantu ekonomi keluarga jika memiliki uang. Sedangkan anak perempuan Tn. Su yang sudah menikah juga sering membawakan beras jika berkunjung ke rumah. 13. Aktivitas Rekreasi Keluarga

Keluarga Tn. Su mengisi waktu luang dengan menonton TV dan mendengarkan radio. Ny. S mengisi waktu luang dengan merajut.B. Riwayat Keluarga dan Tahap Perkembangan

14. Tahap perkembangan keluarga saat ini

Keluarga ini dalam tahap keluarga melepas anak usia dewasa, dengan satu orang anak yang sudah menikah, dua orang anak yang belum menikah namun sudah bekerja sendiri dan tidak satu rumah, dan masih ada satu anak yang masih remaja akhir.15. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi

Tahap perkembangan sudah terpenuhi, yaitu mempertahankan suasana kehidupan rumah tangga yang saling membahagiakan pasangan, adaptasi dengan perubahan yang akan terjadi, mempertahankan keakraban pasangan, dan memasukkan anggota keluarga baru yaitu menantu dan cucu. 16. Riwayat keluarga inti Tn.Su dan istri menikah atas dasar saling menyayangi satu sama lain dan atas persetujuan kedua belah keluarga. Mereka sudah menikah selama 35 tahun, dan dikaruniai anak pertama saat tahun kedua pernikahan. Mereka dikaruniai 2 orang anak perempuan dan 2 orang anak laki-laki. Sejak menikah keluarga Tn. Su sudah menempati rumah yang sekarang ditempati. 17. Riwayat keluarga asal

Keluarga Tn. Su dan Ny S berasal dari Suku Jawa. Baik Tn. Su maupun Ny. S berasal dari satu daerah, yaitu Purwosari. Tn. Su merupakan anak tunggal. Kedua orangtua Tn. Su sudah meninggal karena usia tugas. Ny. S merupakan anak terakhir dari tiga bersaudara. Kedua orangtua Ny. S sudah meninggal karena usia tua .Kakak Ny. S yang pertama sudah meninggal karena DM dengan infeksi berat di kaki. Ny. S mengatakan baik kedua orang tuanya maupun kedua orangtua Tn. Su tidak memiliki riwayat penyakit Diabetes Mellitus maupun hipertensi.C. Data Lingkungan18. Karakteristik rumah

a. Luas rumah: 2 x 4b. Type rumah: rumah kecil 1 lantaic. Kepemilikan: milik sendiri

d. Jumlah dan ratio kamar/ruangan: 1 kamar tidur, 1 ruang tamu, dapur dan kamar mandi di luare. Ventilasi/Jendela: memiliki jendela kecil di ruang tamu yang bisa dibuka lebar sehingga sinar matahari bisa masuk ke dalam rumah.f. Pemanfaatan ruangan: penataan barang tidak rapi dan lantai rumah kotor.g. Septic tank: ada, letak di samping rumah, jarak rembesan tinja dengan sumber air bersih < 10 meter.

h. Sumber air minum: sumur, air digunakan untuk keperluan sehari-hari yaitu untuk memasak, minum, mandi serta cuci pakaian adalah air yang bersih, tidak berwarna, dan tidak berbau.

i. Kamar mandi/WC: ada, terletak di samping rumahj. Sampah: dibuang di tempat sampah

k. Kebersihan lingkungan: kotorDenah rumah

RT K D

KM

19. Karakteristik lingkungan tempat tinggal dan masyarakat

Tipe lingkungan: termasuk daerah perkotaan, rumah berada pada daerah pemukiman padat, kondisi jalan aspal.

Kebiasaan: tetangga sering berkunjung ke rumah Ny. S untuk mengobrol

Kelas sosial : jenis pekerjaan masyarakat sekitar bermacam-macam, yaitu pedagang, kuli bangunan, buruh, pertukangan, wiraswasta dan pegawai negri.

Aturan/kesepakatan: tidak ada aturan/ kesepakatan

Budaya: Mayoritas masyarakat menggunakan budaya jawa dalam setiap kegiatan20. Mobilitas geografis keluarga

Keluarga Tn.Su sudah tinggal di Kelurahan Gadingkasri, RW 02 RT 10 semenjak menikah. Alat transportasi yang digunakan keluarga Tn. Su adalah angkutan kota.21. Hubungan sosial keluarga dengan masyarakat

Tn. S mengikuti acara tahlilan yang ada di RT 10 RW 2. Sedangkan Ny. S sudah tidak lagi mengikuti tahlilan, pengajian, maupun PKK semenjak sakit. Namun, hubungan Ny. S dengan warga sekitar baik karena tetangga sering mampir untuk mngobrol. Anak Tn. S tidak mengikuti kegiatan karang taruna di RW 2 dikarenakan sudah mengikuti banyak kegiatan di sekolahnya.D. Struktur Keluarga22. Pola dan Komunikasi Keluarga

Komunikasi dengan anggota keluarga serumah baik dan dua arah. Cara berkomunikasi orang serumah menggunakan komunikasi langsung.23. Struktur Kekuatan

Segala keputusan dalam keluarga adalah hasil diskusi antara Tn.S dan Ny.S. Namun semua keputusan tertinggi ada pada Tn.S sebagai kepala rumah tangga.24. Struktur Peran

Tn. S sebagai suami dari istri dan ayah dari anak-anaknya, berperan sebagai pendidik, mengurus rumah tangga, pelindung dan pemberi rasa aman. Sebagai kepala keluarga, Tn. S merupakan anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dan lingkungannya. Ny. R sebagai istri dan ibu bagi anak- anaknya, memiliki peran untuk mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya. An. R sebagai pelajar dan sebagai anak, memiliki peran untuk belajar dan juga merawat ibunya yang sakit. An. R seringkali harus membantu mengurus keperluan rumah tangga.25. Nilai-Nilai Keluarga

Keluarga mengajarkan bahwa sesulit apapun keadaan keluarga tetap berusaha menghadapi. Tn.S selalu menerapkan nilai-nilai kekeluargaan dalam keluarganya. Kedua anak laki-laki Tn. S sangat perhatian terhadap kondisi kesehatan Ny. S. Kedua anak laki-laki Tn. S juga sering membantu keuangan, walaupun penghasilannya juga tidak seberapa. Anak perempuan Ny. S yang sudah menikah juga biasanya mengunjungi ke rumah. E. Fungsi Keluarga

26. Fungsi AfektifTn. Su dan anak R. Sangat menyayangi Ny. S. Hal ini dibuktikan dengan keluarga yang dengan sabar merawat Ny. S selama sakit. Ny. S menyatakan bahwa beliau sangat menyayangi anak-anaknya. Ny. S mengatakan merasa kepikiran dan khawatir saat anak perempuannya yang sudah menikah tidak segera mengunjungi ke rumah. Anak laki-laki Ny. S selalu melihat kondisi ibunya setiap pulang dari bekerja, dan mengantarkan ke rumah sakit untuk kontrol setiap bulan.27. Fungsi Sosialisasi

Keluarga Tn. Su bersosialisasi dengan baik dengan masyarakat. Tn Su dan Ny. S mengijinkan anaknya untuk mengikuti kegiatan OSIS dan PMR di sekolahnya. Namun, Ny. S selalu mengontrol dan mengingatkan anaknya jika berbuat salah dalam bersosialisasi.28. Fungsi Perawatan Kesehatan

Keluarga mengatakan bahwa jika terdapat anggota keluarga yang sakit, maka akan dibawa berobat ke puskesmas. Keluarga biasanya memeriksakan Ny. S ke rumah sakit setiap bulannya. Bagi keluarga, definisi sehat adalah saat badan terasa tidak sakit dan dapat melakukan aktivitas sehari-hari. Keluarga mengetahui mengenai kondisi Ny. S yang mengalami diabetes dan hipertensi. Keluarga biasanya makan sehari-sehari dengan nasi, sayur, dan lauk-pauk yang sering adalah tempe dan tahu. Keluarga makan tiga kali sehari. Keluarga mengetahui bahwa Ny. S memiliki pantangan makanan, dan selama ini selalu melarang Ny. S memakan makanan pantangan tersebut. Namun, Ny. S sulit untuk dilarang. Keluarga Ny. S jarang makan bersama karena waktu pulang ke rumah yang tidak bersamaan. Namun, biasanya keluarga Ny. S masih sering makan bersama saat sore hari. Keluarga Ny. S berbelanja keperluan sehari-hari di toko terdekat dan penjual sayur keliling. Setiap hari yang biasanya berbelanja dan menyiapkan makanan adalah anak R. Keluarga biasanya tidur malam selama 6-8 jam, dan jarang tidur siang hari. Keluarga biasanya mela