ekonomi kreatif adalah ekonomi berdasarkan ide

Post on 15-Jul-2015

106 Views

Category:

Economy & Finance

13 Downloads

Preview:

Click to see full reader

TRANSCRIPT

Ekonomi Kreatif adalah Ekonomi Berdasarkan Ide

Septo Indarto

• Dalam perkembangan ekonomi modern, ekonomi

kreatif akan menjadi kekuatan baru dalam

membangun perekonomian masyarakat. Ekonomi

kreatif yang berdasarkan ekonomi ide akan

memberikan pengaruh besar dan akan

memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan

ekonomi sebuah Negara.

• Perkembangan ekonomi kreatif terus tumbuh setiap

tahun dan pelakunya juga tumbuh dan ini akan

menciptakan kultur wiraswasta yang bagus,

sehingga setiap orang mampu menciptakan

lapangan pekerjaan dan dalam jangka panjang

akan mengurangi angka pengangguran.

• Saat ini dunia memasuku peradaban keempat

yang disebut dengan era kreatif, era kreatif adalah

sebuah era dimana setiap individu yang

mempunyai ide, bergerak untuk mewujudkan ide

tersebut dan menjadikan sebuah proses kreatif

untuk menghasilkan sebuah nilai yang menjadi

penggerak bagi pertumbuhan ekonomi sebuah

Negara.

• Nilai itu berupa konsep-konsep baru yang belum

pernah ada sebelumnya kemudian diwujudkan

dalam hal yang nyata. Contoh: seorang individu

mempunyai ide untuk menciptakan mobil listrik

yang mampu bertahan sampai 3 hari setelah tiga

hari baru mobil tersebut di charge kembali,

kemudian dia bekerja keras untuk mewujudkannya

dalam konsep yang nyata dan mendirikan

perusahaan (start up) untuk memulai usahanya,

mobil itu diproduksi sesuai dengan permintaan

pasar.

• Nilai= ide untuk membuat mobil listrik yang mampu

bertahan sampai 3 hari dan kemudian berhasil

mewujudkannya dalam menciptakan mobil

tersebut, kemudian memproduksinya dan

menjualnya sesuai dengan permintaan pasar.

• Alvin Tofler menyebut era peradaban manusia

terdiri atas tiga gelombang, yaitu:

• 1. Era Pertanian

• 2. Era Industri

• 3. Era Informasi

4. Era Ekonomi Kreatif

• Sementara era kreatif muncul sebagai kelanjutan

dari era informasi. Dia telah meramalkan itu dalam

bukunya yang berjudul Future Shock (1970). Era

ekonomi kreatif tidak bisa berdiri sendiri, hal ini perlu

mendapatkan dukungan dari pemerintah berupa

kebijakan yang mendukung dan peningkatan

sarana infrastruktur, tanpa itu semua maka akan

sangat sulit untuk berkembang di masa

mendatang.

Jadi peranan pemerintah sebagai pembuat kebijakan memainkan peranan yang sangat penting.

• Ekonomi kreatif dapat didefinisikan sebagai sistem

kegiatan manusia yang berkaitan dengan produksi,

distribusi, pertukaran, serta mengkonsumsi barang

dan jasa yang mempunyai nilai kultural, artistik dan

hiburan.

• Ekonomi kreatif mempunyai dimensi yang luas

karena bermacam-macam barang dan jasa dapat

diciptakan dan kemudian dipasarkan. Ide adalah

kekuatan utama dibalik suksesnya ekonomi kreatif.

• Orang-orang yang mempunyai bakat selalu berpikir

secara inovatif dan terus mengembangkan karya-

karya mereka, karya-karya yang dihasilkan selalu

baru dan unik dari waktu ke waktu.

• John Howkins dalam bukunya yang berjudul The

Creative Economy (2001) melihat kontribusi

ekonomi kreatif kepada pertumbuhan ekonomi

Amerika Serikat. Karya hak cipta Amerika Serikat

mempunyai nilai penjualan ekspor senilai USD 60, 18

miliar (Rp 600 triliun) angka ini tentunya sangat

mengejutkan dan telah melampaui andalan sektor

utama ekonomi Amerika Serikat, seperti pertanian,

otomotif dan pesawat terbang.

• Dalam ekonomi kreatif yang menjadi pelaku

adalah dalam jumlah yang banyak, sehingga

ketika usaha itu berhasil menjadi besar dapat

menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar,

sedangkan dalam ekonomi konvensional para

pelaku yang terlibat tidak banyak, seperti

pengusaha yang mempunyai pabrik otomotif

jumlahnya bisa di hitung dengan jari, walaupun

pekerjaan itu memerlukan tenaga kerja dalam

jumlah banyak.

• Ekonomi kreatif berkembang karena individu dapat

memanfaatkan apa yang ada disekelilingnya,

misalnya di daerah tempat tinggalnya terdapat

hutan jati yang rimbun, kayu-kayu tersebut bisa

diolah menjadi mebel dengan desain yang

menarik dan menawarkan warna yang indah serta

didukung dengan pemasaran yang tepat, maka

harga jualnya akan tinggi dan akan memberikan

pemasukan kepada desa tersebut, disisi lain angka

pengangguran akan berkurang.

• Bayangkan jika di desa yang memiliki hutan kayu

jati yang rimbun hanya mampu menjual kayu

gelondongan atau kayu mentah saja, maka harga

jualnya akan sangat rendah dan tidak mempunyai

nilai tambah.

• Lingkungan hutan kayu jati tersebut bisa dijadikan

sebagai tempat wisata dan juga balai latihan kerja

untuk membuat desain dan olahan hasil kayu yang

lebih baik dan disukai konsumen. Maka industri

pengolahan kayu akan menghasilkan pendapatan

yang besar dan akan menjadi desa yang mandiri.

top related