zaman yunani pptnanda

Download Zaman Yunani Pptnanda

Post on 28-Nov-2015

65 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

ZAMAN YUNANI

Assalammualikum Wr. Wb

Kelompok 5 present.............

ZAMAN YUNANICreated by: Deby Permata SariFitri WulandariTri Nanda AmiliaTujuan:Setelah membahas mengenai materi ini, mahasiswa diharapkan:

1. Menjelaskan Zaman Yunani secara singkat.2. Menyebutkan tokoh-tokoh filsuf pada zaman 5-6 SM.3. Menguraikan pemikiran-pemikiran Thales.4. Mengetahui Teorema Thales.5. Menguraikan Pemikiran-pemikiran Anaximandros.6. Menguraikan Pemikiran-pemikiran Anaximines.7. Menguraikan Penemuan-Penemuan Phytagoras.8.. Menguraikan Pemikiran-pemikiran Herakleitos.9. Menguraikan Pemikiran-Pemikiran Xenophanes.10. Menguraikan Pemikiran dan Penemuan Parmindes.11. Menguraikan Pemikiran-Pemikiran Protogoras.12. Menjelaskan Mitologi Yunani Kuno.13. Mengetahui hasil karya sastra zaman Yunani.14. Mengethaui hasil karya dalam bidang seni teater zaman Yunani.15. Mengetahui hasil karya dalm bidang seni bangunan zaman Yunani.16. Mengetahui Pengaruh Ilmu Pengetahuan dari Timur Kuno.17. Menjelaskan zaman Keemasan filsafat Yunani.18. Menyebutkan Filsuf zaman Yunani setelah Abad ke 6.19. Mengetahui penemuan Socrates.20. Menjelaskan ciri-ciri karya Plato.21. Menguraikan hasil pemikiran-pemikiran Aristoteles.22. Menjelaskan Pekembangan Ilmu pengetahuan Yunani Kuno.23. Mengetahui penemuan di bidang Teknologi .24. Mengetahui perkembangan Matematika pada zaman Yunani Kuno.25. Menegtahui perkembangan fisika dan metereologi pada zaman Yunani Kuno.

2.1 ZAMAN YUNANI ( 7 - 6 SM)

Zaman Yunani dipandang sebagai masa kelahiran pemikiran yang kritis reflektif manusia. Pada masa itu tidak lagi mempercayai dongeng atau mitos. Akal manusia tidak puas dengan keterangan dari dongeng atau mitos karena tidak dapat dibuktikan dengan akal. Oleh karena itu para pemikir pertama adalah orang-orang yang mulai meragukan mitos. Pada hakekatnya kelahiran cara berpikir kritis di Yunani merupakan suatu revolusi besar.Bangsa Yunani menumbukan sikap menyelidiki sesuatu secara kritis. Mereka tidak dapat menerima pengalaman-pengalaman secara pasif-reseptife, karena bangsa Yunani memilikian inquiring attitude, an inquiring mind.Sikap seperti inilah yang menjadi cikal bakal tumbuhnya ilmu pengetahuan modern dan munulnya ahli-ahli pikir terkenal sepanjang masa. Pada zaman tersebut, filsafat meliputi semua pengetahuan manusia, antara lain, ilmu fisika, ilmu ilmu sosial, ilmu hukum, dan ilmu-ilmu lain yang biasa kita sebut sebagai ilmu pasti. Oleh karena itu filsafat sering dinyatakan sebagai induk pengetahuan (mater scientiarum).

2.1.1 FilsufFilsuf Zaman Yunani Kuno1. Thales (624-548 SM),

Thales (624-546 SM) lahir di kota Miletus yang merupakan tanah perantauan orang-orang Yunani di Asia Kecil. Situasi Miletos yang makmur memungkinkan orang-orang di sana untuk mengisi waktu dengan berdiskusi dan berpikir tentang segala sesuatu. Hal itu merupakan awal dari kegiatan berfilsafat sehingga tidak mengherankan bahwa para filsuf Yunani pertama lahir di tempat ini.Thales adalah seorang saudagar yang sering berlayar ke Mesir. Di Mesir, Thales mempelajari ilmu ukur dan membawanya ke Yunani. Ia dikatakan dapat mengukur piramida dari bayangannya saja. Selain itu, ia juga dapat mengukur jauhnya kapal di laut dari pantai. Kemudian Thales menjadi terkenal setelah berhail memprediksi terjadinya gerhana matahari pada tanggal 28 Mei tahun 585 SM. Thales dapat melakukan prediksi tersebut karena ia mempelajari catatan-catatan astronomis yang tersimpan di Babilonia sejak 747 SM.

Pemikiran-Pemikiran Thales :

1. Air sebagai Prinsip Dasar Segala SesuatuThales menyatakan bahwa air adalah prinsip dasar (dalam bahasa Yunani arche) segala sesuatu. Air menjadi pangkal, pokok, dan dasar dari segala-galanya yang ada di alam semesta. Berkat kekuatan dan daya kreatifnya sendiri, tanpa ada sebab-sebab di luar dirinya, air mampu tampil dalam segala bentuk, bersifat mantap, dan tak terbinasakan. Argumentasi Thales terhadap pandangan tersebut adalah bagaimana bahan makanan semua makhluk hidup mengandung air dan bagaimana semua makhluk hidup juga memerlukan air untuk hidup. Selain itu, air adalah zat yang dapat berubah-ubah bentuk (padat, cair, dan gas) tanpa menjadi berkurang.Selain itu, ia juga mengemukakan pandangan bahwa bumi terletak di atas air. Bumi dipandang sebagai bahan yang satu kali keluar dari laut dan kemudian terapung-apung di atasnya.

2. Pandangan tentang JiwaThales berpendapat bahwa segala sesuatu di jagat raya memiliki jiwa. Jiwa tidak hanya terdapat di dalam benda hidup tetapi juga benda mati. Teori tentang materi yang berjiwa ini disebut hylezoisme. Argumentasi Thales didasarkan pada magnet yang dikatakan memiliki jiwa karena mampu menggerakkan besi.

3. Teorema ThalesDi dalam geometri, Thales dikenal karena menyumbangkan apa yang disebut teorema Thales, kendati belum tentu seluruhnya merupakan buah pikiran aslinya.[ Teorema Thales berisi sebagai berikut:

Jika AC adalah sebuah diameter, maka sudut B adalah selalu sudut siku-siku

Teorema Thales: Sebuah lingkaran terbagi dua sama besar oleh diameternya.Sudut bagian dasar dari sebuah segitiga samakaki adalah sama besar.Jika ada dua garis lurus bersilangan, maka besar kedua sudut yang saling berlawanan akan sama.Sudut yang terdapat di dalam setengah lingkaran adalah sudut siku-siku.Sebuah segitiga terbentuk bila bagian dasarnya serta sudut-sudut yang bersinggungan dengan bagian dasar tersebut telah ditentukan.

2. Anaximandros (610-546 SM)

Anaximandrosadalah seorang filsuf dariMazhab Miletosdan merupakan murid dariThales. Seperti Thales, dirinya danAnaximenestergolong sebagai filsuf-filsuf dari Miletos yang menjadi perintisfilsafat Barat.[1]Anaximandros adalah filsuf pertama yang meninggalkan bukti tulisan berbentuk prosa.[3]Akan tetapi, dari tulisan Anaximandros hanya satu fragmen yang masih tersimpan hingga kini. MenurutApollodorus, seorang penulisYunanikuno, Anaximandros (610-546 SM) telah berumur 63 tahun pada saatOlimpiadeke-58 yang dilaksanakan tahun 547/546 SM. Karena itu, diperkirakan Anaximandros lahir sekitar tahun 610 SM.Kemudian disebutkan pula bahwa Anaximandros meninggal tidak lama setelah Olmpiade tersebut usai, sehingga waktu kematiannya diperkirakan pada tahun 546 SM. Menurut tradisi Yunani kuno, Anaximandros memiliki jasa-jasa di dalam bidang astronomi dan geografi. Misalnya saja, Anaximandros dikatakan sebagai orang yang pertama kali membuat peta bumi. Usahanya dalam bidang geografi dapat dilihat ketika ia memimpin ekspedisi dari Miletos untuk mendirikan kota perantauan baru keApolloniadiLaut Hitam. Selain itu, Anaximandros telah menemukan, atau mengadaptasi, suatu jam matahari sederhana yang dinamakangnomon.Ditambah lagi, ia mampu memprediksi kapan terjadi gempa bumi.Kemudian ia juga menyelidiki fenomena-fenomena alam seperti gerhana, petir, dan juga mengenai asal mula kehidupan, termasuk asal-mula manusia.Kendati ia lebih muda 15 tahun dari Thales, namun ia meninggal dua tahun sebelum gurunya itu.

Pemikiran-Pemikiran Anaximandros1. To Apeiron sebagai prinsip dasar segala sesuatuMeskipun Anaximandros merupakan murid Thales, namun ia menjadi terkenal justru karena mengkritik pandangan gurunya mengenai air sebagai prinsip dasar (arche) segala sesuatu. Menurutnya, bila air merupakan prinsip dasar segala sesuatu, maka seharusnya air terdapat di dalam segala sesuatu, dan tidak ada lagi zat yang berlawanan dengannya. Namun kenyataannya, air dan api saling berlawanan sehingga air bukanlah zat yang ada di dalam segala sesuatu. Karena itu, Anaximandros berpendapat bahwa tidak mungkin mencari prinsip dasar tersebut dari zat yang empiris. Prinsip dasar itu haruslah pada sesuatu yang lebih mendalam dan tidak dapat diamati oleh panca indera. Anaximandros mengatakan bahwa prinsip dasar segala sesuatu adalah to apeiron. To apeiron berasal dari bahasa Yunani a=tidak dan eras=batas. Ia merupakan suatu prinsip abstrak yang menjadi prinsip dasar segala sesuatu. Ia bersifat ilahi, abadi, tak terubahkan, dan meliputi segala sesuatu. Dari prinsip inilah berasal segala sesuatu yang ada di dalam jagad raya sebagai unsur-unsur yang berlawanan (yang panas dan dingin, yang kering dan yang basah, malam dan terang). Kemudian kepada prinsip ini juga semua pada akhirnya akan kembali.

2. Pandangan tentang Alam SemestaDengan prinsip to apeiron, Anaximandros membangun pandangannya tentang alam semesta. Menurut Anaximandros, dari to apeiron berasal segala sesuatu yang berlawanan, yang terus berperang satu sama lain. Yang panas membalut yang dingin sehingga yang dingin itu terkandung di dalamnya. Dari yang dingin itu terjadilah yang cair dan beku. Yang beku inilah yang kemudian menjadi bumi. Api yang membalut yang dingin itu kemudian terpecah-pecah pula. Pecahan-pecahan tersebut berputar-putar kemudian terpisah-pisah sehingga terciptalah matahari, bulan, dan bintang-bintang. Bumi dikatakan berbentuk silinder, yang lebarnya tiga kali lebih besar dari tingginya. Bumi tidak jatuh karena kedudukannya berada pada pusat jagad raya, dengan jarak yang sama dengan semua benda lain. Mengenai bumi, Thales telah menjelaskan bahwa bumi melayang di atas lautan. Akan tetapi, perlu dijelaskan pula mengenai asal mula lautan. Anaximandros menyatakan bahwa bumi pada awalnya dibalut oleh udara yang basah. Karena berputar terus-menerus, maka berangsur-angsur bumi menjadi kering. Akhirnya, tinggalah udara yang basah itu sebagai laut pada bumi.

3. Pandangan tentang Makhluk Hidup

Mengenai terjadinya makhluk hidup di bumi, Anaximandros berpendapat bahwa pada awalnya bumi diliputi air semata-mata. Karena itu, makhluk hidup pertama yang ada di bumi adalah hewan yang hidup dalam air, misalnya makhluk seperti ikan. Karena panas yang ada di sekitar bumi, ada laut yang mengering dan menjadi daratan. Di ditulah, mulai ada makhluk-makhluk lain yang naik ke daratan dan mulai berkembang di darat. Ia berargumentasi bahwa tidak mungki