wrap up sk 2

Download wrap up sk 2

Post on 12-Dec-2015

244 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

wrap up sk 2 cvs

TRANSCRIPT

Skenario 2

NYERI DADA SAAT MENONTON PERTANDINGAN BOLA

Bp. S, 45 tahun mengalami nyeri dada retrosternal yang menjalar ke ekstremitas atas kiri pada saat menonton pertandingan sepak bola. Nyeri dada disertai rasa sulit bernafas, dada terasa berat, badan lemas dan berdebar-debar. Bp. S langsung dibawa ke Unit Gawat Darurat Rumah Sakit. Dari anamnesis diketahui beliau merokok kretek 3 bungkus/hari dan jarang berolahraga. Pada pemeriksaan fisik didapati Indeks Massa Tubuh (IMT) 24kg/m2. Pemeriksaan EKG terdapat irama sinus 100x/menit, dijumpai ST Elevasi pada sadapan precordial. Pemeriksaan laboratorium terdapat peningkatan kadar enzim jantung. Dokter segera memberikan obat agregasi trombosit dan antiangina serta menyarankan Bp. S untuk menjalani pemeriksaan angiografi pada pembuluh koroner.

Kata-Kata Sulit1. Angiografi: Pemeriksaan terhadap pembuluh darah2. ST Elevasi: Segmen ST berada diatas garis iso elektrik3. IMT: Rasio standar berat badan terhadap tinggi badan4. Antiangina: Obat pereda rasa nyeri dada5. Sadapan Prekordial: Untuk pemeriksaan pada dada saat pemeriksaan EKG6. Retrosternal: Ruang yang berada di belakang sternum

Pertanyaan1. Mengapa dokter memberikan obat agregasi trombosit dan antiangina kepada pasie?2. Mengapa nyeri dada bisa menjalar sampai ekstremitas?3. Mengapa pasien mengalami sulit bernapas?4. Apa yang menyebabkan peningkatan kadar enzim pada jantung?5. Mengapa dokter menyarankan kepada pasien untuk pemeriksaan angiografi?6. Mengapa pada pemeriksaan EKG dijumpai ST Elevasi?7. Berapakah normal indeks massa tubuh?8. Apa pengaruh merokok dan jarang olahraga sehingga pasien mengalami tersebut?

Jawaban1. Dokter memberikan obat agregasi trombosit dan antiangina karena plak menempel pada endotel sehingga terjadi disfungsi endotel, terjadi penumpukan plak dan penumpukan thrombosis. Pemberian antiangina untuk meredakan rasa nyeri dada2. Impuls yang timbul akibat stimulasi pada serabut-serabut visceral afferent diteruskan pada nervus cardiacus inferior selanjutnya ganglion cervicalis inferior dan ganglion para vertebralis thoracal 1-5 medulla spinalis impul diteruskan melalui serabut 2 spinothalamicus lateralis selanjutnya capsula interna dan ke gyrus centralis posterior.Impuls tersebut akan menimbulkan rasa sakit yang di proyeksikan pada daerah sensible dermatome somatic yang sesuai yaitu lengan atas arah ke bahu, lengan bawah kiri sampai ke sisi jari 5.3. Terjadi penyempitan pada pembuluh darah, aliran darah ke jatung kekurangan oksigen.4. Pemeriksaan enzim jantung karena Troponin T dan Troponin I. Indikatornya : kolestrol, LDL dan glukosa. Secara spesifik adalah HBA1C5. Karena dokter ingin melihat ada/tidak penyempitan pembuluh darah6. Karena untuk menandakan ada pembuluh darah yang tersumbat. Yang disebut STEMI.7. Normal IMT :BB : 18,5-22,9 kg/m2Rumus: Berat Badan (kg) / (tinggi badan)28. Jarang Olahraga : Karena penimbunan lemak sehingga terjadi penyempitan dan kekurangan oksigenMerokok: Karena nikotin (bahan-bahan rokok) terjadi vasokontriksi pembuluh darah, kebutuhan O2 menurun terjadi iskemik sehingga menimbulkan nyeri dada (angina pectoris)

HipotesisBapak S. 45tahun, jarang berolahraga sehingga terjadi penimbunan lemak yang mengakibatkan penyempitan dan suplai oksigen menjadi berkurang. Bapak S. 45tahun merokok, pengaruh dari merokok karena nikotin dan tar sehingga terjaadi vasokontriksi pembuluh darah sehingga kebutuhan oksigen berkurang dan terjadi iskemia. Karena terjadi iskemia sehingga Bapak S. mengalami nyeri dada (angina pectoris). Kemudian dilakukan pemeriksaan IMT (Indeks Massa Tubuh), Pemeriksaan EKG, Pemeriksaan kadar enzim jantung, Pemeriksaan Protein dalam darah, dan Pemeriksaan Angiografi. Setelah dilakukan semua pemeriksaan, Bapak S. 45tahun mengalami Syndrome Koroner Akut. Karena ditemukan ST Elevan (STEMI). Setelah diketahui diagnosisnya, dokter memberikan obat anti agregasi trombosit dan antiangina.

SASARAN BELAJARLI 1. Memahami dan Menjelaskan Vaskularisasi JantungLI 2. Memahami dan Menjelaskan Syndrome Koroner Akut dan Penyakit Jantung KoronerLO2.1 Definisi2.2 Epidemiologi2.3 Etiologi2.4 Klasifikasi2.5 Patofisiologi2.6 Manifestasi Klinis2.7 Diagnosis dan Diagnosis Banding2.8 Komplikasi2.9 Penatalaksanaan2.10 Pencegahan2.11 Prognosis2.12 Pemeriksaan PenunjangLI 3. Memahami dan Menjelaskan EKG

LI 1. Memahami dan Menjelaskan Vaskularisasi Jantung

A.PEMBULUH DARAHAorta Ascendens :Dari ventrikel kiri pada bagian pangkalnya sinus aorta mempercabangkan 2 pembuluh darah untuk memperdarahi otot jantung :1. Arteri coronaria dextra dengan 2 cabang :Arteri marginalis dan arteri ventrikularis posterior untuk memperdarahi miokardium, epikardium dan atrium kanan, dan S.A node.2. Arteria coronaria sinistra mempercabangkan 2 buah yaitu :a. A. Ventrikularis anterior (rami descendens anterior) memperdarahi bagian depan dan samping atas ventrikel kiri.b. A. Circumflexus memperdarahi bagian belakang bawah kiri.Arteri coronaria sinistra keluar pada pangkal truncus pulmonalis setelah dipercabangkan dari aorta ascendens. Terlihat mempunyai 2 cabang :A. Interventriculus anterior yang memberikan cabang terminal sbb : rami diagonal dan rami septal interventricularis anterior.A. Circumflexus memberikan cabang terminal sbb : rami anterior dan rami lateralis circumflexus.

Sistem vena pada jantung : Bermuara kedalam sinus coronaria :1. Vena cordis magna (besar)2. Vena cordis parva (kecil)3. Vena cordis media (posterior)4. Vena cordis obliq Vena jantung yang langsung bermuara ke atrium dextra :1. Vena cordis anterior2. Vena cordis minima Sinus coronarius tempat muara dari vena-vena jantung yaitu :1. Vena cordis magna2. Vena cordis parva3. Vena cordis media4. Vena cordis obliq

B. INERVASI JANTUNGSuplai arterial jantung. Arteria coronaria, cabang pertama aorta, memperdarahi myocardium dan epicardium. Arteria coronaria memperdarahi atrium dan ventrikel.Arteria coronaria dextra (Right coronary artery,RCA) berasal dari sinus aorta dextra pada aorta ascendens dan berjalan ke sisi kanan truncus pulmonalis, yang berjalan pada sulcus coronarius. Didekat asalnya, RCA biasanya melepaskan cabang nodal sinoartrial ascendens, yang memperdarahi nodus SA. RCA kemudian naik dalam sulcus coronarius dan melepaskan cabang marginal dextra, yang memperdarahi batas kanan jantung ketika berjalan kearah (tetapi tidak mencapai) apex cordis. Setelah memberikan cabang ini, RCA kembali ke kiri dan berlanjut dalam sulcus coronarius ke aspek posterior jantung. Pada crux (L.silang) cordis, taut septum dan dinding

LI 2. Memahami dan Menjelaskan Syndrome Koroner Akut dan Penyakit Jantung KoronerLO2.1 DefinisiSKA, merupakan PJK yang progresif dan pada perjalanan penyakitnya, sering terjadi perubahan secara tiba-tiba dari keadaan stabil menjadi keadaan tidak stabil atau akut. Mekanisme terjadinya SKA adalah disebabkan oleh karena proses pengurangan pasokan oksigen akut atau subakut dari miokard, yang dipicu oleh adanya robekan plak aterosklerotik dan berkaitan dengan adanya proses inflamasi, trombosis, vasokonstriksi dan mikroembolisasi. Manifestasi klinis SKA dapat berupa angina pektoris tidak stabil/APTS, Non-ST elevation myocardial infarction / NSTEMI, atau ST elevation myocardial infarction / STEMI. SKA merupakan suatu keadaan gawat darurat jantung dengan manifestasi klinis berupa keluhan perasaan tidak enak atau nyeri di dada atau gejala-gejala lain sebagai akibat iskemia miokard. Pasien APTS dan NSTEMI harus istirahat di ICCU dengan pemantauan EKG kontinu untuk mendeteksi iskemia dan aritmia.

Sindrom koroner akut (SKA) merupakan keadaan darurat jantung dengan manifestasi klinis rasa tidak enak didada atau gejala lain sebagai akibat iskemia miokardium. SKA terdiri atas angina pektoris tidak stabil, infarct myocard acute (IMA) yang disertai elevasi segmen ST. Penderita dengan infark miokardium tanpa elevasi ST. SKA ditetapkan sebagai manifestasi klinis penyakit arteri koroner. Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan manifestasi utama proses aterosklerosis.

LO2.2 EpidemiologiSKA merupakan penyebab kematian yang utama di Indonesia menurut Survei Kesehatan Rumah Tangga oleh Departemen Kesehatan. SKA juga menyebabkan angka perawatan Rumah Sakit yang sangat besar di Pusat Jantung Nasional dibandingkan penyakit jantung lainnya. Di Amerika Serikat dilaporkan jumlah penderita SKA baru sebanyak 1,5 juta orang setiap tahun (satu penderita setiap 20 detik). Prevalensi penyakit kardiovaskular di Indonesia semakin hari semakin meningkat dari tahun ketahun. Survey Kesehatan Runah Tangga Departemen Kesehatan RI tahun 1992 menunjukkan bahwa penyakit tersebut telah menempati urutan pertama dalam penyebab kematian di Indonesia. Di Amerika Serikat,karena upaya masyarakat ,pelayanan kesehatan yang baik dan peranan dari pemerintah dalam menanggulangi penyakit kardiovaskular angka kejadian penyakit tersebut menurun , namun masih merupakan penyebab utama kematian .Dilaporkan bahwa setiap tahun terdapat 1,5 juta penderita infark miokard dan terjadi kematian sejumlah 500.000 pasien pertahun. Ternyata 50 persen dari kematian tersebut justru terjadi sebelum penderita sampai di rumah sakit,yang terjadi pada jam-jam pertama serangan akibat komplikasi IMA terutama vibrilasi ventrikel (VF).

Angina Pektoris Tak Stabil Di Amerika serikat setiap tahun, 1 juta pasien di rawat di rumah sakit karena angina pek toris tak stabil; dimana 6 sampai 8 persen kemudian mendapat serangan infark jantung yang tidak fatal atau meninggal dalam satu tahun setelah diagnosis di tegak kan (Trisnohadi, 2006).STEMI Infark miokard akut merupakan salah satu diagnosis rawat inap tersering di negara maju. Laju mortalitas awal (30 hari) pada IMA adalah 30% dengan lebih dari separuh kematian terjadi sebelum pasien mencapai rumah sakit. Angka kejadian NSTEMI lebih sering di bandingkan dengan STEMI (Bassand, 2007).NSTEMI Gejala yang paling sering di keluhkan adalah nyer