wrap up euthanasia

Download Wrap Up Euthanasia

Post on 25-Sep-2015

22 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Wrap Up Euthanasia Blok Etik

TRANSCRIPT

SKENARIOEuthanasia Pilihan Terakhir Agian

Indosiar.com, Jakarta Bagi Agian Isna Nauli Siregar, Euthanasia adalah pilihan terakhir untuk melepaskan diri dari penderitaannya akibat penyakit yang secara medis sulit disembuhkan. Sang suami Panca Satria Hasan Kusuma dengan gigih terus berjuang untuk mencari kepastian hukum, agar keinginannya untuk mengakhiri hidup istrinya terkabul. Kendati sistem hukum di Indonesia belum mengakuinya. Telah lebih dari 3 bulan, Agian Isna Nauli Siregar hanya tergolek tanpa daya di rumah sakit. Sejumlah uang telah dikeluarkan Panca Satria Hasan Kusuma demi kesembuhan istrinya. Namun hingga kini tidak ada perubahan yang berarti terlihat dari dalam diri Agian.Kenyataan pahit ini membuat Hasan pasrah dan rela melepaskan istrinya dengan cara Euthanasia/disuntik mati. Keputusan akhir diperjuangkan Hasan karena telah habisnya dana yang dimiliki dan tidak tahan melihat penderitaan istrinya yang sulit untuk disembuhkan.Kesedihan Hasan semakin bertambah, karena sejak istrinya sakit ia sangat jarang bertemu denga nanak-anaknya. Perjuangan menempuh jalan akhir melalui Euthanasia, hingga kini masih terus dilakukan.Sudah 3 bulan Agian mengalami stroke setelah mengalami operasi seksio di Rumah Sakit Islam Bogor. Sebelumnya, pasien mengalami henti nafas dan henti jantung selama 1 bulan. Mereka kini menunggu keputusan Majelis Hakim Pengadilan Jakarta Pusat yang menangani masalah ini.

IDENTIFIKASI1. Euthanasia Membantu pasien untuk mati cepat untuk membebaskan dari penderitaan akibat penyakitnya.2. Henti Jantung Kematian yang terjadi akibat hilangnya fungsi jantung secara mendadak.3. Henti Nafas Suatu kegawatan yang disebabkan oleh gangguan pertukaran oksigen dan karbondioksida sehingga system pernapasan tidak mampu memenuhi metabolism tubuh.4. Operasi Seksio Operasi pembedahan yang bertujuan untuk mengeluarkan bayi dari perut ibu.5. Stroke Suatu kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke suatu bagian otak tiba-tiba terganggu.

ANALISA MASALAH1. Bagaimana menurut kode etik kedokteran mengenai euthanasia?2. Kenapa operasi seksio dapat menyebabkan stroke?3. Apakah euthanasia dilegalkan di beberapa negara?4. Bagaimana pandangan Islam tentang euthanasia?5. Bagaimana pandangan hokum mengenai euthanasia?6. Keadaan pasien yang seperti apa yang dapat dipertimbangkan untuk dilakukan euthanasia?7. Apa saja jenis-jenis euthanasia?8. Apakah euthanasia merupakan tindakan melanggar HAM?9. Apa manfaat euthanasia?10. Bagaimana pendapat IDI tentang euthanasia?11. Bagaimana pandangan kaidah moral tentang euthanasia?

BRAINSTORMING1. Boleh dilakukan, jika euthanasia pasif dan asalkan ada informed consent dari pihak pasien atau jika pasien tidak bias diwakilkan oleh keluarga terdekat. Namun, menurut pasal 7 dalam KODEKI tidak boleh karena dokter harus menjaga hidup setiap insani.2. Karena mungkin saat operasi terjadi kesalahan sehingga berkurangnya pasokan oksigen dan darah, sehingga terjadi stroke.3. Dilegalkan di Negara Belanda, Amerika, Jepang, dan Australia. Tidak dilegalkan di Canada.4. Menurut ulama Qardawi, euthanasia aktif diharamkan sedangkan yang pasif dihalalkan.5. Menurut hukum di Indonesia dilarang.6. Harapan hidupnya kecil dan batang otak tidak berfungsi. 7. a.Euthanasia aktif: suntik mati. euthanasia aktif dibagi menjadi 3 yaitu volunteer, nonvolunteer, dan involunteer.b.Euthanasia pasif: alat-alat dikurangi secara perlahan.8. Tergantung jenis Euthanasiannya, tergantung persetujuan pasien, tidak melanggar HAM jika atas permintaan pasien sendiri atau keluarga pasien. Namun melanggar hokum di Indonesia dan melanggar KODEKI.9. Mengurangi beban biaya dan penderitaan pasien.10. Masih dipertimbangkan.11. Nonmaleficence (dokter) dan otonomi (pasien).

HIPOTESISEuthanasia adalah tindakan membantu pasien untuk mati cepat untuk membebaskan dari penderitaan akibat penyakitnya. Ada 2 jenis Euthanasia yaitu Euthanasia aktif dan Euthanasia pasif yang dapat dilakukan saat harapan hidup pasien kecil dan tidak berfungsinya batang otak. Euthanasia diatur dalam hukum negara, KODEKI, dan agama.

SASARAN BELAJAR (LEARNING OBJECTIVE)1. Memahami dan menjelaskan tentang Euthanasia1.1 Definisi Euthanasia1.2 Jenis-jenis Euthanasia1.3 Manfaat Euthanasia1.4 Keadaan pasien yang dipertimbangkan untuk Euthanasia2. Memahami dan menjelaskan Euthanasia dari beberapa pandangan2.1 Hukum negara2.2 KODEKI2.3 Agama Islam3. Memahami dan menjelaskan kaidah dasar moral.

PEMBAHASAN1. Memahami dan menjelaskan tentang Euthanasia1.1 Definisi EuthanasiaEuthanasia berasal dari bahasa Yunani, yaitu eu=baik, dan tanathos=mati. Dengan demikian, euthanasia dapat diartikan mati dengan baik. Ada juga yang mengartikannya dengan mati cepat tanpa derita.Dalam agama Islam, euthanasia disebut qatlu ar-rahma atau taisir al-maut, yaitu suatu tindakan medis yang dilakukan secara sadar untuk mengakhiri suatu kehidupan untuk melepaskannya dari penderitaan yang tidak ada pengobatan yang memungkinkan.Dalam Kamus Dorland dijelaskan bahwa euthanasia adalah pengakhiran hidup atas dasar belas kasihan atau mengakhiri kehidupan seseorang secara sengaja karena menderita suatu penyakit yang tidak dapat disembuhkan.Secara terminologi, euthanasia berarti praktek pencabutan atau mengakhiri penderitaan dan hidup seseorang yang sakit dengan sengaja atas permintaan pasien sendiri dan keluarganya melalui cara yang dianggap tidak menimbulkan rasa sakit. Sedangkan secara etimologis, euthanasia berarti kematian dengan baik tanpa penderitaan. Maka dari itu, dalam melakukan euthanasia sebenarnya bukan untuk menyebabkan kematian, tapi untuk mengurangi atau meringankan penderitaan orang yang sedang menghadapi kematiannya.Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, euthanasia adalah tindakan mengakhiri dengan sengaja kehidupan makhluk (manusia ataupun hewan peliharaan) yang sakit berat atau luka sangat parah dengan kematian yang tenang dan mudah atas dasar perikemanusiaan.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa euthanasia adalah tindakan dengan sengaja melakukan sesuatu untuk memperpendek atau mengakhiri hidup seorang pasien guna membebaskan pasien dari penderitaan akibat penyakit yang dideritanya.

1.2 Jenis-jenis EuthanasiaEuthanasia dapat ditinjau dari beberapa sudut.Yang pertama dari segi cara dilakukannya, euthanasia dibagi menjadi 2, yaitu:a. Euthanasia PasifEuthanasia pasif ialah euthanasia dengan cara menghentikan atau mencabut segala tindakan atau pengobatan yang perlu untuk mempertahankan hidup manusia.

b. Euthanasia AktifEuthanasia aktif ialah perbuatan yang dilakukan secara medik melalui intervensi aktif oleh seorang dokter dengan tujuan untuk mengakhiri hidup manusia. Euthanasia aktif ini juga dibedakan atas: Euthanasia aktif langsung adalah dilakukannya tindakan medic secara terarah yang diperhitungkan akan mengakiri hidup pasien, atau memperpendek hidup pasien. Jenis euthanasia ini dikenal juga sebagai mercy killing. Euthanasia aktif tidak langsung adalah saat dokter atau tenaga kesehatan melakukan tindakan medic untuk meringankan penderitaan pasien, namun mengetahui adanya risiko tersebut dapat memperpendek atau mengakhiri hidup pasien.Dari segi permintaan, euthanasia juga dibagi menjadi 2, yaitu:a. Euthanasia voluntir atau euthanasia sukarela (atas permintaan pasien)Euthanasia atas permintaan pasien adalah euthanasia yang dilakukan atas permintaan pasien sendiri secara sadar dan diminta berulang-ulang.b. Euthanasia involuntir (tidak atas permintaan pasien)Euthanasia tidak atas permintaan pasien adalah euthanasia yang dilakukan tanpa persetujuan atau permintaan pasien, bahkan bertentangan dengan keinginan pasien.c. Euthanasia nonvoluntirMerupakan euthanasia yang dilakukan sesuai dengan keinginan yang disampaikan melalui pihak ke dua (biasanya keluarga pasien) atas keputusan pemerintah (telah melalui persidangan).

1.3 Manfaat EuthanasiaEuthanasia yang berarti mempercepat kematian manusia merupakan hal yang dilarang dalam hukum Islam. Maka dari segi pandangan Islam melihat kepada tindakan euthanasia itu sendiri, tidak memiliki manfaat. Justru euthanasia mendukung seorang manusia untuk berputus asa dari rahmat Allah SWT.Namun sesuai dengan beberapa pengertian euthanasia yang intinya adalah perbuatan secara sadar untuk mengakhiri hidup seorang pasien dengan harapan sembuh yang sangat kecil, guna melepaskan pasien dari penderitaan akibat sakitnya, maka euthanasia memiliki beberapa manfaat, antara lain: Membantu pasien untuk lepas dari rasa sakitnya Tidak memperpannjang proses kematian atau sakaratul maut Melepaskan keluarga pasien dari beban biaya pengobatan dengan kemungkinan sembuh yang sangat kecil

1.4 Keadaan pasien yang dipertimbangkan untuk EuthanasiaWalaupun euthanasia merupakan tindakan yang dilarang di sebagian besar negara di dunia, termasuk di Indonesia, namun ada beberapa kondisi dimana euthanasia dapat dipertimbangkan untuk dilakukan, yaitu: Keadaan penyakit pasien sudah sangat parah/sudah pada stadium akhir yang menurut pengetahuan medis sudah tidak dapat sembuh Hilangnya fungsi dari batang otak pasien (mati batang otak) Pasien yang sudah koma sangat lama, yang kemungkinan besar bahwa selama itu pasien dapat bertahan hidup hanya karena adanya bantuan dari peralatan medis Pasien yang menderita sakit amat sangat, sehingga untuk mengurangi penderitaannya hanya dengan pemberian morfinKemudian apabila ditemukan kondisi seperti yang disebut di atas, maka euthanasia dapat dipertimbangkan untuk dilakukan. Namun pada pelaksanaan euthanasia itu sendiri seorang dokter harus didampingi dengan minimal 2 orang dokter lainnya untuk dapat memutuskan bahwa pasien tersebut boleh dieuthanasia atau tidak.

2. Memahami dan menjelaskan Euthanasia dalam berbagai pandangan2.1 Menurut hukum NegaraKitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) mengatur bahwa seseorang dapat dipenjara atau dihukum jika menghilangkan nyawa orang lain dengan sengaja ataupun karena kurang hati-hati. Dengan demikian, menurut huku