wrap up batuk darah

Download Wrap Up Batuk Darah

Post on 28-Nov-2015

162 views

Category:

Documents

16 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

hvghgh

TRANSCRIPT

Skenario 2BATUK DARAHSeorang laki-laki berumur 50 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk darah. Pada pemeriksaan didapatkan habitus asthenikus dan ronkhi basah halus yang nyaring pada apeks paru kanan.Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan anemia, laju endap darah yang tinggi dan ditemukan bakteri tahan asam (BTA) pada pemeriksaan sputum. Hasil pemeriksaan foto toraks ditemukan adanya infiltrate di apeks paru kanan.Dokter memberi terapi obat anti tuberculosis (OAT) dan menganjurkan keluarga serumah dengan beliau melakukan pemeriksaan serta menunjuk seorang keluarganya sebagai pengawas minum obat (PMO). Dan dokter juga mengajarkan etika batuk untuk mencegah penularan.

KATA-KATA SULIT1. Habitus asthenikus : keadan tubuh dalam keadaan lemah. Hilang kekuatan dan energy. Bentuk tubuh tinggi, kurus, dada cekung2. Ronkhi basah halus : suara berisik dan terputus karena aliran udara yang melewati cairan terdengar saar inspirasi3. Infiltrate : jumlah cairan timbunan substansi yang tidak normal. Bercak-bercak putih pada paru dalam gambaran rontgen4. Bakteri tahan asam : kuman yang lebih tahan asam dan bisa hidup pada udara. Anaerob obligat5. Obat anti tuberculosis : kelompok obat anti TB lini pertama yang memiliki efektivitas dengan toksisitas yang dapat diterima6. Pengawas minum obat: orang yang mngawasi penderita TB dalam mengkonsumsi obatnya

PERTANYAAN1. Mengapa terjadi batuk berdahak pada penderita TB?2. Mengapa LED tinggi?3. Mengapa dapat menyebabkan anemia?4. Bagaimana etika batuk yang baik?5. Mengapa ronkhi basah halus terletak pada apex paru kanan?JAWABAN1. Non produktif batuknya berkembang dalam jaringan paru batuk produktif terjadi peradangan pembuluh darah pecah batuk berdarah2. Karena terjadi inflamasi pada bagian alveolus3. Karena batuk berdarah frekuensinya meningkat4. Ditutup mulutnya, menggunakan masker, tissue yang habis dipakai dibuang5. Karena di bagian apex memiliki jumlah oksigen yang sedikit, karena sifat bakterinya anaerob jadi suka hidup disana

HIPOTESATB paru disebabkan oleh bakteri tahan asam yang bersifat anaerob obligat

SASARAN BELAJAR1. Memahami dan Mempelajari Anatomi Pernafasan Bagian Bawah1.1 Makroskopis1.2 Mikroskopis2. Memahami dan Mempelajari M. Tuberculosis2.1 Definisi2.2 Klasifikasi dan Morfologi2.3 Sifat2.4 Pemeriksaan3. Memahami dan Mempelajari Tuberkulosis Paru3.1 Definisi3.2 Etiologi3.3 Epidemiologi 3.4 Klasifikasi 3.5 Patogenesis3.6 Manifestasi Klinis3.7 Diagnosis ( Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang)3.8 Diagnosis Banding3.9 Tatalaksana3.10 Pengawas Minum Obat3.11 Komplikasi3.12 Prognosis3.13 Pencegahan4. Memahami dan Mempelajari Etika Batuk Dalam Perspektif Islam

PEMBAHASAN1. Memahami dan Mempelajari Anatomi Pernafasan Bagian Bawah1.1 Makroskopis

TRACHEATrachea adalah tabung yang dapat bergerak dengan panjang sekitar 10-12cm dan diameter 2,5cm. Trachea berpangkal di leher, dibawah kartilago cricoid larynx setinggi corpus vertebrae cervicalis VI. Ujung bawah trachea terletak di dalam thoraks setinggi angulus sterni membelah menjadi bronchus principales(primer) dextra dan sinistra. Percabangan ini disebut bifurcatio trachea. Trachea mempunyai dinding fibroelastin yang tertanam di dalam balok-balok kartilago hialin yang terdiri dari 16-20 cincin berebentuk huruf C untuk mempertahankan lumen trachea tetap terbuka. Trachea berhubungan dengan laynx melalui kartilago cricoid dengan ligamentum cricotrachealis. Diantara tulang rawan terdapat ligamentum annular (intertrachealis) BRONCHUSDinding bronchus terdiri dari tulang rawan tapi di bagian posterior berbentuk membrane. Bifurcatio trachea memberi 2 cabang : bronchus primer dextra dan sinistra. Terdapat beberapa perbedaan antara broncus primer dextra dengan bronchus primer sinistra, antara lain :1. Lumen bronchus dextra lebih luas disbanding lumen bronchus sinistra2. Bronchus dextra lebih pendek dengan panjang 2,5cm dengan 6-8 buah cincin, dan bronchus sinistra panjangnya 5cm dengan 9-12 cincin3. Bronchus dextra membentuk sudut 250 dengan garis tengah, sedangkan bronchus sinistra 450. Sehingga posisi bronchus kanan lebih curam dibanding yang kiri, dan apabila ada benda asing masuk, akan lebih mudah masuk ke bronchus dextra dan mudah terjadi infeksi (bronchitis)Sebelum masuk ke hilum pulmonis dextra, bronchus primer dextra mempercabangkan 3 bronchus lobaris( sekunder) yang terdiri dari : superior, medius dan inferior. Bronchus primer sinistra mempercabangkan 2 brpnchus lobaris yaitu : superior dan inferior.CAVUM THORAXOrgan paru terletak pada cavum thorax pada kedua sisi lateral mediastinum. Batas atas cavum thorax : aperture thoracis superior yang dibentuk oleh incisura jugularis sterni, iga 1 dan corpus vertebrae Th 1. Batas bawah cavum thorax : aperture thoracis inferior yang dibentuk oleh processus xiphoideus, arcus costarum dan vertebrae Th 12.Pada dada terdapat 12 pasang costae dibagi atas :1. Costae verae (1 pasang) : iga 2 melekat pada manubrium sterni2. Costae spuriae ( 6 pasang) : iga 2-7 melekat pada corpus sterniCostae iga 8-10 menyatu membentuk arcus costarium yang melekat pada iga 7 pada corpus sterni3. Costae fluctuantes : iga 11 dan 12 yang melayang tidak melekat pada sternum atau iga lainPULMO (PARU)

Paru berbentuk kerucut dan dibungkus oleh jaringan ikat kuat yang disebut pleura. Lapisan luar yang melapisi dinding dada yang terletak dibawah fascia endothoracica adalah Pleura Parietalis dan di bagian yang melekat ke jaringan paru disebut Pleura Visceralis. Diantara kedua pleura tersebut terapat ruangan yang mengandung sedikit cairan pleura disebut cavum pleura(cavitas pleuralis). Cairan tersebut dihasilkan oleh lapisan pleura parietalis uang berfungsi sebagai pelumas untuk mengurangi friksi antar kedua pleura.Bagian atas paru yang tumpul, menonjol ke atas leher sekitar 2,5 cm diatas clavicula disebut apex pulmonis. Apex ditutupi oleh cupula pleura. Bagian bawah paru adalah basis pulmonis, berbentuk konkaf dan ditutupi oleh pleura diafragma.

Di pertengahan facies mediastinalis terdapat hilum pulmonalis yaitu suatu cekungan tempat keluar masuknya bronchus, vasa da nervus. Alat-alat penting yang keluar masukparu di bagian posterior medial paru pada Hillus pulmonalis adalah :1. Alat yang masuk pada hillus pulmonalis : bronchus primer, arteria pulmonalis, arteri bronchialis, dan serabut saraf2. Alat yang keluar hillus pulmonalis : vena pulmonalis, vena bronchialis, dan vasa limfatisiPerdarahan Paru :Yang mendarahi organ paru adalah Arteri Bronchialis cabang aorta thoracalis, dan vena bronchialis mengalirkan darah ke vena azygos dan hemiazygos. Jadi arteri pumonalis tidak mendarahi paru, dia hanya berfungsi untuk respirasi.Persarafan Paru :Serabut afferent dan efferent visceralis berasal dari truncus symphaticus (th 3,4,5) dan serabut para symphaticus berasal dari nervus vagus :1. Serabut symphatis : untuk relaksi tunica muscularis dan menghambat sekresi bronchus2. Seranut parasymphatis : untuk kontraksi tunica muscularis akibatnya lumen menyempit dang merangsang sekresi bronchus

1.2 MikroskopisTrakeaPermukaan trakea dilapisi oleh epitel respirasi. Terdapat kelenjar serosa pada lamina propria dan tulang rawan hialin berbentuk C (tapal kuda), yang mana ujung bebasnya berada di bagian posterior trakea. Cairan mukosa yang dihasilkan oleh sel goblet dan sel kelenjar membentuk lapisan yang memungkinkan pergerakan silia untuk mendorong partikel asing. Sedangkan tulang rawan hialin berfungsi untuk menjaga lumen trakea tetap terbuka. Pada ujung terbuka (ujung bebas) tulang rawan hialin yang berbentuk tapal kuda tersebut terdapat ligamentum fibroelastis dan berkas otot polos yang memungkinkan pengaturan lumen dan mencegah distensi berlebihan.

BronkusMukosa bronkus secara struktural mirip dengan mukosa trakea, dengan lamina propria yang mengandung kelenjar serosa , serat elastin, limfosit dan sel otot polos. Tulang rawan pada bronkus lebih tidak teratur dibandingkan pada trakea; pada bagian bronkus yang lebih besar, cincin tulang rawan mengelilingi seluruh lumen, dan sejalan dengan mengecilnya garis tengah bronkus, cincin tulang rawan digantikan oleh pulau-pulau tulang rawan hialin.

BronkiolusBronkiolus tidak memiliki tulang rawan dan kelenjar pada mukosanya. Lamina propria mengandung otot polos dan serat elastin. Pada segmen awal hanya terdapat sebaran sel goblet dalam epitel. Pada bronkiolus yang lebih besar, epitelnya adalah epitel bertingkat silindris bersilia, yang makin memendek dan makin sederhana sampai menjadi epitel selapis silindris bersilia atau selapis kuboid pada bronkiolus terminalis yang lebih kecil. Terdapat sel Clara pada epitel bronkiolus terminalis, yaitu sel tidak bersilia yang memiliki granul sekretori dan mensekresikan protein yang bersifat protektif. Terdapat juga badan neuroepitel yang kemungkinan berfungsi sebagai kemoreseptor.

Bronchiolus TerminalisPendek, sehingga hanya dapat dikenali pada potongan melintang ditempat percabangannya menjadi bronchiolus respiratorius. Mucosa dilapisi oleh selapis sel kuboid, pada dinding tidak terdapat alveolus. Pada lamina dapat dilihat serat-serat otot polos.

Bronkiolus respiratoriusMukosa bronkiolus respiratorius secara struktural identik dengan mukosa bronkiolus terminalis, kecuali dindingnya yang diselingi dengan banyak alveolus. Bagian bronkiolus respiratorius dilapisi oleh epitel kuboid bersilia dan sel Clara, tetapi pada tepi muara alveolus, epitel bronkiolus menyatu dengan sel alveolus tipe 1. Semakin ke distal alveolusnya semakin bertambah banyak dan silia semakin jarang/tidak dijumpai. Terdapat otot polos dan jaringan ikat elastis di bawah epitel bronkiolus respiratorius.

Duktus alveolarisSemakin ke distal dari bronkiolus respiratorius maka semakin banyak terdapat muara alveolus, hingga seluruhnya berupa muara alveolus yang disebut sebagai duktus alveolaris. Terdapat anyaman sel otot polos pada lamina proprianya, yang se