wiro sableng dewi dalam pasungan

Download WIRO SABLENG  Dewi Dalam Pasungan

Post on 07-Apr-2018

248 views

Category:

Documents

9 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 8/4/2019 WIRO SABLENG Dewi Dalam Pasungan

    1/64

    1 DEWI DALAM PASUNGAN

    BASTIAN TITO

    Mempersembahkan :

    PENDEKAR KAPAK NAGA GENI 212

    Wiro SablengEpisode ke 036 :

    DEWI DALAM PASUNGAN

    Ebook by : Tiraikasih (Kang Zusi)Scanning kitab by : Huybee

    mailto:[email protected]

  • 8/4/2019 WIRO SABLENG Dewi Dalam Pasungan

    2/64

    2 DEWI DALAM PASUNGAN

    SATU

    MATAHARI baru saja tenggelam. Dalamudara yang beranjak gelap itu keadaan dipekuburanJati anom nampak diselimuti kesunyian padahalbelum lama berselang rombongan pengantar jenazahyang berjumlah hampir seratus orang meninggalkantempat itu. Di u jung kanan tanah pekuburan,dibawah sepokok batang Kemboja kecil tampakseungguk tanah makam yang masih merah ditaburioieh bunga-bunga aneka warna. Dikejauhanterdengar suara kicau burung yang kembali kesarangnya. Lalu sunyi lagi dan udara semakin geiap.Pada saat itulah tiga sosok berpakaian serba hitam

    muncul dari arah timur tanah pekuburan.Ketiganyasesaat tegak berhenti meneliti keadaan. Ketika tidakseorangpun kelihatan di tempat itu, ketiganyamelangkah bergegas menuju kuburan baru. Dua daritiga orang ini memanggul pacul. Satunya membawalinggis.

    "Ini kuburannya! Kita harus bekerja cepat!"terdengar orang yang membawa linggis berucap.

    "Tak usah kawatir. Kuburan baru tanahnyamasih lembek. Sebentar saja kita pasti menemukanpeti itu!" menjawab pemanggul pacul di sebelah

    kanan. Lalu bersama temannya dia mulai memaculdan menggali tanah kuburan. Keduanya bekerjakeras dan cepat, tidak berhenti-henti menggalisampai akhirnya salah satu mata pacul terasa dariterdengar menghantam benda keras.

    "Peti jenazah!" seru orang yang memacul disebelah kanan. Dengan tangannya dia menggesertumpukan tanah, kawannya ikut membantu.Dalam gelapnya malam kemudian terlihat kayututup peti jenazah.

    "Berikan linggis!" orang di dalam lobang berteriak.Lelaki yang memegang linggis menyahuti :

    "Biar aku yang membuka tutup peti!" Lalu diamelompat turun ke dalam liatv kubur yang baru-san dibongkar itu. Dengan uji ng linggis dia mulaimengungkit tepi penutup peti. Terdengar suaraberkereketan ketika kayu penutup peti jenazahmulai terkuak.

    "Ganjal dengan paculmu! Aku akan mengungkitujung sebelah sana!" si tukang linggis berkata.Kawannya lalu mengganjalkan paculnya dibawah

    penutup peti yang terkuak. Ketika ujung yang lainberhasil diungkit pula maka penutup peti itupun

  • 8/4/2019 WIRO SABLENG Dewi Dalam Pasungan

    3/64

    3 DEWI DALAM PASUNGAN

    dengan mudah bisa ditarik lepas."Hai!"Orang yang membuka penutup peti berseru kaget

    tapi juga keheranan. Dua kawannya sama-samabesarkan mata, terperangah. Salah seorang dari

    mereka malah berjongkok dan memasukkan keduatangan ke dalam peti, meraba-raba."Kosong ...!" desisnya sambil menengadah ke

    arah kedua temannya. "Petinya kosong! Kalianlihat sendiri!"

    Kami sudah melihat! Ini adalah aneh! Manajenazah puteri hartawan itu.... ?!"

    "Edan! Kita kemari bukan untuk mencari mayat!Tapi mencuri harta yang kabarnya ikut dikuburkanbersama jenazah Yuniarti putri bungsu hartawanTampakjati!"

    Untuk beberapa lamanya ketiga orang itu tertegunsaling pandang.

    "Ada suatu rahasia dibalik semua ini! Rahasiayang kita tidak mengerti!"

    "Kau betul! Putri hartawan itu diketahui mati.Lalu dikubur di tempat ini! Tapi ketika dibuka petinyaternyata kosong! Tak ada jenazah, apa lagi harta!"

    "Mungkinkah jenazah itu gaib.... ?""Atau seseorang telah mendahului kita. Tapi gila!

    Mustahil! Tidak mungkin!""Lalu. . . . ? Jangan jangan " Yang berkata

    adalah lelaki yang tadi memcongkel penutuppeti jenazah dengan linggis. Belum lagi ucapannyaberakhir tiba-tiba terdengar bentakan garang.

    "Bagus! Jadi ini kerja kalian! Membongkar makammencari harta! Kalian tahu makam siapa yangkalian bongkar?! Benar-benar mencari mampus!"

    Tiga lelaki berpakaian serba hitam di dalamlobang sama mendongak ke atas. Di tepi kuburanmereka melihat seorang lelaki bertubuh jangkungberwajah garang dan membekal sebatang golok dipinggangnya tegak bertolak pinggang. Merekasegera mengenali siapa adanya orang ini. Salahseorang dari ketiganya segera menjawab.

    "Lancang Item! Kau tidak lebih baik dari kami.Mengapa mencampuri pekerjaan kawansegolongan, . . .?!"

    Orang yang tegak ditepi kuburan mendengus."Aku berhak melakukan apa saja disini karena

    aku ditugasi mengawasi makam ini!""Siapa yang menugasimu?"

    "Bangsat! Kau tak layak bertanya!" hardik

    Lancang Item "Kalian telah melakukan satukesalahan besar! Membongkar kuburan dan punya

  • 8/4/2019 WIRO SABLENG Dewi Dalam Pasungan

    4/64

    4 DEWI DALAM PASUNGAN

    niat jahat untuk mencuri!""Kau linat sendiri! Peti ini kosong! Tak ada

    mayat apa lagi harta!""Sudahlah! Mengapa harus ribut-ribut di tempat ini.

    Mari kita pergi saja. ..." Kata lelaki yang

    memegang linggis."Tidak! Kalian akan tetap di lobang itu!" LancangItem maju satu langkah.

    "Apa maksudmu?!" orang dalam kubur bertanya.Sreett!Lancang item hunus goloknya. Dalam gelapnya

    malam benda itu masih tampak seperti berkilautanda selalu diasah. Melihat gelagat tidak baikini tiga orang didalam kubur segera memanjatkeatas. Saat itulah golok di tangan Lancang Itemberkelebat. Terdengar dua pekikan berturut-turut.

    Dua orang di samping kanan yang tengah berusahamemanjat dan keluar dari dalam kubur kembalijatuh dengan punggung luka besar dan satu lagihampir putus pangkal lehernya. Lelaki ketiga lindungidirinya dengan linggis besi sewaktu golok di tanganLancang Item kembali membabat.

    Trang!

    Bunga api memercik ketika golok tajam danbesi linggis beradu. Yang memegang linggis mera-sakan tangannya bergetar keras. Saat itu kembali

    dilihatnya golok datang menyambar! Untuk keduakalinya dia angsurkan linggis ke atas. Tapi sekaliini Lancang Item tidak mau melakukan bentrokanlagi. Golok ditangannya diputar. Senjata ini berubahdari membabat menjadi membacok. Terdengarpekik ketiga. Lelaki yang memegang linggis rubuhke dalam kubur dengan kepala hampir terbelah!

    "Maling-maling picisan mau berlagakmelawanku!" ujar Lancang item. Lalu dia masukkanjari telunjuk dan ibu jari tangan kanannya ke dalammulut. Terdengar suitan nyaring. Sesaat kemudiandua orang bergegas muncul dari arah barat.

    "Lekas kalian timbun makam ini!" berkataLancang Item begitu dua orang tadi sampaidihadapannya. Keduanya mengangguk. "Kalianbisa pergunakan dua pacul yang ada di dalamsana!"Kembali dua orang itu mengangguk. Tapi ketikahendak mengambil pacul mereka melihat tigasosok tubuh yang saling timpang tindih di dalamlobang. Dua mungkin sudah mati, satu masih ter-

    dengar mengerang. Lancang item segera maklumkeraguan mereka. Maka diapun menghardik.

  • 8/4/2019 WIRO SABLENG Dewi Dalam Pasungan

    5/64

    5 DEWI DALAM PASUNGAN

    "Kalau aku perintahkan kalian menimbun kuburanberarti apapun yang ada didalamnya harus kaliantimbun! Lakukan cepat!" Lancang Itemmemandang berkeliling. Dia kawatir kalau-kaiau adaorang lain berada disekitar situ dan sempat

    menyaksikan apa yang terjadi.Mendengar bentakan Lancang Item dua orangtadi segera mengambil dua pacul di dalam kuburlalu dengan cepat kembali menimbun dan mengurukkuburan yang tadi sempat digali oleh tiga orangpencuri harta.

    "Pekerjaan kami telah selesai Lancang,"seorang penimbun memberi tahu.

    Lancang Item mengangguk. Lalu keluarkansebuah kantong dari balik pakaiannya. Kantongitu dilemparkannya pada orang yang tegak disebelah

    kanan."Bagi dua uang itu. Dan mulai saat ini kalian

    harus meninggalkan daerah ini! Tidak boleh kembalidengan alasan apapun! Bila rahasia ini tersebardiluaran berarti kalian yang membuka danmenyebarkannya! Aku akan mencari danmembunuh kalian! Mengerti?!"

    "Kami mengerti Lancang... ""Nah pergilah! Bawa pacul-pacul itu, buang di

    tempat jauh!"Untuk beberapa lamanya Lancang Item masih

    tegak di tempat itu memperhatikan kepergiandua orang yang membawa pacul. Setelah keduanyalenyap dikegelapan malam baru dia beranjakmeninggalkan tempat itu.

    * * *

    TIGA ORANG putera Raden TambakjatiKalidiningrat duduk mengelilingi ayah merekasementara ibunda ketiganya berada di kamar tidurdalam suasana duka. Ketiga putera yang datang darijauh ini sama menyesalkan mengapa adik merekabegitu cepat dimakamkan tanpa menunggukedatangan mereka hingga tak dapat melihat si adikuntuk penghabisan kali.

    "Adik kalian meninggal karena penyakit sampar,"

    Raden Tambakjati berkata dengan menundukkankepala. "Jika tidak segera dimakamkan

  • 8/4/2019 WIRO SABLENG Dewi Dalam Pasungan

    6/64

    6 DEWI DALAM PASUNGAN

    bisa-bisa banyak orang yang akan ketularan,termasuk seisi rumah besar ini. . . . Kalian putera-puteraku yang kucintai.. . . .Aku dapat merasakanapa yang ada dilubuk hati kalian. Besok, pagi-pagisekali kalian bertiga bisa menyambangi makamnya di

    pekuburan Jatianom. ...""Dua tahun lalu. . . . " yang bicara adalahTubagus Kalidiningrat, putera tertua yang datangdari Solotigo, "ketika adik Yuni mencapai usia empatbelas tahun, saya mendengar kabar dirinyamenderita semacam penyakit aneh. Penyakit sepertikurang ingatan "

    Raden Tambakjati angkat kepalanya dan menatapparas putera sulungnya itu.

    "Dari mana kau mendengar kabar itu? Siapayang mengatakan begitu padamu... ?"

    "Saya tidak ingat dengan pasti ayah. Hanyasaja.... apakah kabar itu betul?"

    "Kabar fitnah! Fitnah busuk yang disebarkanoleh orang-orang yang tidak suka pada kita! Jangankau percayai hal yang memalukan itu Tubagus ..

    "Saya memang tidak pernah mempercayainyaayah," jawab Tubagus Kalidiningrat.

    "Kalian bertiga datang dari jauh, tentu, sangatletih. Pergilah beristirahat dulu. Sehabis ba'dal Isyaakan diadakan pengajian. Kuharap kalian bertigaturut hadir...."

    Ketig