whistle blower

Download Whistle Blower

Post on 05-Jul-2015

509 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Whistleblower System Proceedings

Page 1 of 11

MENGGAGAS SISTEM WHISTLEBLOWER DI INDONESIA

Proceedings

diselenggarakan oleh Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) Selasa, 25 Maret 2008

KOMITE NASIONAL KEBIJAKAN GOVERNANCEGedung Bursa Efek Indonesia Tower I Lt.2 Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53 Jakarta 12190I ndonesia. Telp. (62-21) 5155877, 5155879, Fax (62-21) 5155880 www.governance-indonesia.com

WB kompilasi_Rev_2 (16 Apr 08)

Whistleblower System Proceedings I. Pembukaan oleh Bapak Mas Achmad Daniri

Page 2 of 11

Komite Nasional Kebijakan Governance sengaja mengundang stakeholders untuk berdiskusi tentang Whistleblower system. Diharapkan dari diskusi ini KNKG bisa menyusun manual untuk Whistlerblower System yang cocok dengan kultur dan sistim hukum Indonesia. Forum diskusi bisa membahas beberapa issu seputar whistleblower (WB) : Pertama, apakah sistem hukum Indonesia telah mengakomodir secara maksimal peraturan tentang perlindungan terhadap saksi pelapor ? Kedua, apakah culture Indonesia kondusif untuk penerapan WB ? Sebab tidak menutup kemungkinan keberadaan WB akan membuat seluruh anggota yang ada didalam organisasi perusahaan akan merasa dicurigai, akibatnya akan menghambat prestasi dari setiap individu yang ada didalamnya. Ketiga, Apakah informasi yang disampaikan hanya bersifat negatif conuct ? Bisa saja dalam perkembangannya WB juga dijadikan saluran informasi yang menampung informasi yang bersifat positif conduct Skenario pembahasan dibagi dalam beberapa pokok masalah, yaitu : penjelasan konsep wisthelblower, ekses yang terjadi diperusahaan, WB ditinjau dari sistem hukum Indonesia, dan implementasi WB sesuai kultur Indonesia.

II. Presentasi Mendesign Mekanisme Whistleblower yang sesuai untuk orgnisasi anda. Oleh Ibu Angela Indirawati Simatupang Hasil study Association of Certified Fraud Examiner (ACFE) menyatakan setidaknya organisasi di Amerika telah kehilangan 5% dari pendapatan tahunannya akibat fraud (sekitar 51 Triliun Rupiah dalam konteks Gross Domestic Product /GDP Indonesia Sept07). Sepertiga karyawan dalam sebuah organisasi pernah menyaksikan perilaku yang tidak etis atau praktik fraud di lingkungan kerja mereka, namun tidak melakukan apapun. Kini banyak organisasi membuat saluran pengaduan tanpa nama yang dikenal dengan Whistleblower Mechanism. Salah satu metode yang paling berhasil dalam mendeteksi adanya fraud adalah informasi dugaan (Tips) yang menempati 34,2%. Fraud juga ditemukan secara tidak sengaja 25.4%, audit internal 20.2%, pengendalian internal 19.2%, audit umum tahunan 12%, dan pelaporan dari polisi 5%. Konsep dasar mekanisme Whistleblower sebagai berikut : - Kebijakan & Prosedurnya didesign mendorong stakeholders menyampaikan pengaduan dengan jaminan kerahasiaan dan perlindungan. - Stakeholders tergerak untuk mengadukan penyimpangan melalui mekanisme yang ada, dibandngkan melaporkan kepada pihak luar atau mendiamkannya. - Kesuksesan sangat bergantung pada konsistensi tone at the top, kesadaran dan dukungan internal, serta akses yang mudah untuk melakukan pengaduan. - Pelaporan tanpa identitas meningkatkan kebebasan pelapor dan penerimaan pengaduan oleh pihak independen membantu terproteksinya identitas pelapor dari penerima laporan di dalam organisasi. - Karyawan harus teryakini bahwa kerahasiaan informasi yang disampaikan hanya kepada pihak yang berwenang, serta tidak ada retribusi atas pelaporan yang dilakukannya. Issu terkait tentang WB adalah siapakah yang memiliki akuntabilitas untuk melakukan penerimaan serta pengelolaan informasi? Lembaga apa yang berhak melakukan evaluasi berkala untuk menilai efektifitasnya? Bagaimana mengurangi resiko pelaporan yang tidak bertanggung jawab? Terdapat beberapa model mekanisme Whistlerblower yang bisa diterapkan pada organisasi. Mekanisme Whistlerblower dapat dijadikan media bagi saksi pelapor untuk menyampaikan informasi mengenai tindakan penyimpangan yang diindikasikan terjadi di suatu organisasi. Mekanisme ini umumnya harus dapat menerima informasi dari pelapor tanpa identitas (anonymous). Walaupun demikian, diharapkan informasi yang disampaikan bisa dipertanggungjawabkan dan obyektif. Model Mekanisme Whistleblower

WB kompilasi_Rev_2 (16 Apr 08)

Whistleblower System Proceedings (100% dilakukan secara Internal) : Pelapor melakukan pengaduan via hotline whisthleblower (sms/email/ telpon) => Fungsi Ombudsman (Kolektif perwakilan dari Komite GCG, Komite Audit, Audit Internal) menerima & menyaring pengaduan => Dewan Komisaris menerima laporan dan menentukan tindak lanjut. Model 2 (Kombinasi Internal & External): Pelapor melakukan pengaduan via hotline whisthleblower (sms/email/ telpon) => Pihak eksternal independed menerima & menyaring pengaduan => Fungsi Ombudsman (Kolektif perwakilan dari komite GCG, Komite Audit, Audit Internal) menerima laporan pengaduan => Dewan Komisaris menerima laporan dan menentukan tindak lanjut.

Page 3 of 11

Pelapor melakukan pengaduan via hotline whistleblower yang ada (sms/email/telepon)

Fungsi Ombudsman (Kolektif perwakilan dari Komite GCG, Komite Audit, Audit Internal) menerima & menyaring pengaduan

Pihak eksternal independen menerima & menyaring pengaduan

Pihak eksternal independen menerima & menyaring pengaduan

-

Dewan Komisaris menerima laporan dan menentukan tindak lanjut

Fungsi Ombudsman (Kolektif perwakilan dari Komite GCG, Komite Audit, Audit Internal) menerima laporan pengaduan

Dewan Komisaris menerima laporan dan menentukan tindak lanjut

Dewan Komisaris menerima laporan dan menentukan tindak lanjut

M ODEL 1 100% INTERNAL

M ODEL 2 & 3 KOM BINASI INTERNAL & EKSTERNAL

-

Model 3 (Kombinasi Internal & External) : Pelapor melakukan pengaduan via hotline whisthleblower (sms/email/telpon) => Pihak eksternal independen menerima & menyaring pengaduan => Dewan Komisaris menerima laporan dan menentukan tindak lanjut. Selain dapat menjadi control sistem untuk mengidentifikasi penyimpangan dalam organisasi, WB dapat juga dijadikan sebagai sebuah sistem untuk memitigasi dampak eksternal dari penyimpangan terhadap organisasi.

III. Presentasi Bapak Ai Mulyadi dari Tiga Pilar Kemitraan. Whistlblower merupakan referensi dari barat, oleh karena itu dari Tiga Pilar Kemitraan telah menerbitkan Modul ke-18 tentang Whistleblowing System. whistleblower merupakan salah satu metode yang efektif untuk mencegah terjadinya korupsi. Filosofi Whistleblowing System dikutip dari pernyataan Bapak Mas Achmad Daniri yaitu Jadikan setiap orang yang behubungan dengan perusahaan menjadi Pengawas atas dirinya sendiri dan lingkungan sekitarnya. Tugas KNKG (Komite Nasional Kebijakan Governance) antara lain mengeluarkan pedoman Corporate Governance, compliance & etics, Fraud & Corruption, Whithleblower. Praktek Good Corporate Governance harus sesuai UUPT. Pengawasan internal jika tidak ada Whistleblower yang terjadi adalah kerugian. Usulan yang disampaikan yaitu Whistleblower masuk dalam Compliance & Etics. Manfaat whistleblowing : - Mengurangi kebocoran anggaran dan in-efesiensi anggaran yang dapat mengakibatkan keterpurukan ekonomi. - Perusahaan akan lebih mudah untuk beradaptasi dengan regulasi yang berhubungan dengan GCG - Lingkungan kerja akan lebih sehat dan lebih aman karena setiap ancaman yang muncul akan cepat untuk terdeteksi. - Menejemen akan lebih efisien karena sistem kontrol akan berjalan dengan baik. - Moral kerja karyawan akan berkembang dengan baik. - Menumbuhkan presepsi stakeholders bahwa perusahaan telah menjalankan GCG secara serius. Elemen-elemen yang harus ada dalam WB : elemen structural, elemen oprasional, dan elemen pemeliharaan (maintenance). Tantangan dalam penerapan WB : - Perusahaan harus mencari dan merekrut personal pelaksana yang memiliki keahlian, integritas yang kuat, dan bersikap independen.

WB kompilasi_Rev_2 (16 Apr 08)

Whistleblower System Proceedings Page 4 of 11 - Cakupan kasus serta tenggang waktu pengajuan kasus harus jelas dan dibatasi untuk mengurangi kerancuan. - Harus ada komitmen yang kuat dari manajemen bahwa sistem bisa dilaksanakan secara bertanggung jawab, independen, dan bebas intervensi. - Harus ada mekanisme dan prosedur yang jelas dan bersifat menjamin keamanan pelapor. IV. Presentasi Pelaksanaan Whistleblower di United Tractor. Oleh : Bapak Edy Isyanto Alasan-alasan penerapan WB di UT : 1. WB termasuk bagian yang diinstruksikan oleh Risk Management dari PT Astra yang menyangkut upaya kepatuhan perusahaan terhadap SOX 404( SarbanesOxley Act of 2002 ) Whistle Blower Program utk berbagai penyimpangan dan/atau kecurangan 2. Adanya Internal Control Report PWC (eksternal audit) pada tanggal 31 Desember 2006

Ada 3 saluran penyampaian informasi dalam Whitleblower system di United Tractor yaitu lewat surat, SMS dan email. Yang paling penting adalah setiap pengirim informasi akan menerima surat tanggapan yang merupakan kepastian tindak lanjut. Hasil dari penerapan Whistleblower antara lain peningkatan Human Capital, fungsi internal audit dan kinerja direksi. Team yang menangani Whistleblower diberikan training untuk melakukan investigasi di Bareskrim (Badan Reserse & Kriminal) POLRI. Prinsip-prinsip penerapan WB di UT : - Sistem pelaporan menghindari adanya fitnah. - Perlindungan terhadap pelapor. - Kepastian akan adanya tindak lanjut atas laporan yang diterima. Hal yang harus dilakukan dalam penerapan Whistleblower sebagai berikut : - Komitmen Manajemen. - Sosialisasi kepada karyawan - Sosialisasi kepada pihak luar. Faktor kunci Kesuksesan UT dalam melaksanakan WB : - Komitmen dari Top Management untuk melaksanakan WB - Sosialisasi, pemahaman, serta penerimaan kepada seluruh stakeholders harus benar-benar dilakukan. - Adanya follow up

Tanggapan : Dari Ba

Recommended

View more >