??web viewpraktikum mekanika tanah 1 . kelompok 1. praktikum mekanika tanah 1 . kelompok 1....

Download ??Web viewPraktikum mekanika tanah 1 . Kelompok 1. Praktikum mekanika tanah 1 . Kelompok 1. Praktikum mekanika tanah 1 . Kelompok 1. Praktikum mekanika tanah 1 . Kelompok 1

Post on 17-Feb-2018

255 views

Category:

Documents

26 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

DAFTAR ISI

LEMBAR ASISTENSI

LEMBAR PENGESAHAN

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I : DISTRIBUSI UKURAN BUTIR

BAB II : BATAS BATAS ATTERBERG

BAB III : BERAT JENIS

BAB IV : PEMADATAN

BAB V : CALIFORNIA BEARING RATIO

BAB VI : KUAT TEKAN BEBAS

LAMPIRAN

Praktikum mekanika tanah 1

Kelompok 1

BAB I

DISTRIBUSI UKURAN BUTIR TANAH

A. Maksud

Percobaan ini untuk mengetahui ukuran butir tanah dan susunan butir (gradasi) tanah yang bertahan dalam saringan No. 200.

B. Peralatan

1. Mesin pengguncang saringan (Sieve Shaker)

2. Saringan (Sieve)

3. Talam

4. Timbangan dengan ketelitian 0,2 gram

C. Benda Uji

Contoh tanah berasal dari daerah Desa Bukit Rawi

D. Pelaksanaan

1. Saringan dan pan yang akan digunakan dibersihkan terlebih dahulu, kemudian masing-masing saringan ditimbang, kemudian disusun sesuai standart.

2. Saringan yang telah disusun tersebut diletakkan diatas alat pengguncang

3. Benda uji dikeringkan dalam oven, setelah kering tanah diambil dan bagian yang menggumpal dibuyarkan kemudian ditimbang.

4. Benda uji dimasukkan ke dalam saringan kemudian ditutup

5. Penjepit susunan saringa dikencangkan

6. Motor penggerak mesin pengguncang dihidupkan selama 15 menit, kemudian mesin dimatikan dan biarkan 5 menit untuk pengendapkan debudebu didalamnya.

7. Masing-masing saringan beserta benda uji yang tertahan di dalamnya ditimbang, demikian pula pan beserta isinya.

Praktikum mekanika tanah 1

Kelompok 1

E. Hasil Pemeriksaan

Berat tertahan

Persentase tertahan =Total Samplex 100%

Total - Berat tertahan Persentase lolos= x 100%

Total Sample

Total - Jumlah Berat tertahan

Persentase yang lolos = x 100%

Total Sample

DISTRIBUSI UKURAN BUTIR

ANALISA SARINGAN

Wtotal : 500 gram

Analisa Saringan

Clay

Silt

Sand

F

M

C

FM

C

Gravel

100

90

80

70

6050

40

30

20

10

0

0,0010,010,1110

Diameter (mm)

Grafik 1,1 Distribusi Ukuran Butir tanah

Praktikum mekanika tanah 1

Kelompok 1

F. Kesimpulan

Dari grafik 1,1 terlihat, bahwa butiran tanah lolos pada saringan No. 200 sebesar 63,04%. Menurut AASHTO (dalam Hardiyatmo, 2006), maka tanah ini termasuk dominan kelompok tanah berbutir halus karena tanah lolos pada saringan No. 200 sebesar 63,04% > 35%. Sedangkan menurut USCS (dalam Hardiyatmo, 2006) tanah ini termasuk kelompok tanah berbutir halus karena tanah lolos pada saringan No. 200 sebesar 63,04% > 50%

Kemudian, distribusi ukuran butir adalah D60 = 0,074 mm, D30 = 0,074 mm dan D10 = 0,075 mm. Maka koefisien keseragaman, Cu (Coeficien of Uniformity) adalah Cu = D60/D10 = 0,074/0,074 = 1 dan koefisien gradasi, Cc ( Coeficien of Gradation) adalah Cc = (D30)2 / D60 x D10 = (0,074)2 / 0,074 x 0,074 = 1. Menurut Hardiyatmo (2006), maka tanah ini termasuk gradasi buruk karena Cc =1 berada diluar interval 1< Cc < 4 dan Cu = 1 < 4

G. Dokumentasi

Proses penimbanganProses penimbangan tanah

Persiapan analisa saringanHasil penyaringan

Praktikum mekanika tanah 1

Kelompok 1

BAB IIBATAS - BATAS ATTERBERG

Atterberg (1911), memberikan batas-batas konsistensi dari tanah dengan mempertimbangkan kandunga air tanah. Batas- batas tersebut adalah batas cair (liquid limit (LL)) dan batas plastis (plastic limit) (PL). Konsistensi tanah ini akan diperoleh Plastisitas Indeks (Index Plasticity) (PI) dengan nilai PI = LL - PL

1. Pemeriksaan Batas Cair (Liquid Limit)

A. Maksud

Percobaan ini dimaksudkan untuk menentukan kadar air sample tanah pada batas keadaan plastis dan keadaan cair pada saat 25 ketukan dengan alat Casagrande.

B. Peralatan

1. Alat batas cair standar (Atterberg).

2. Alat pembalut alur (grooving tool) ASTM

3. Alat pembalut alur (grooving toll) Cassagrande.

4. Spatula

5. Plat kaca

6. Gelas ukur 200 ml

7. Tin box

8. Blade

9. Neraca / timbangan

10. Pan atau cawan timbangan

11. Oven dengan suhu konstan 100C

C. Benda Uji

1. Tanah Desa Bukit Rawi

2. Air suling dari air minum merk aqua

Praktikum mekanika tanah 1

Kelompok 1

D. Pelaksanaan

1. Mangkok batas cair dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran atau lemak yang menempel.

2. Tinggi jatuh mangkok diatur (10 mm dari atas)

Kendorkan dua baut penjepit lalu putar tuas pemutar sampai posisi mangkok mencapai tinggi maksimum. Putar baut belakang sehingga ujung tangkai alat pembuat alur ASTM tepat masuk di antara dasar mangkok dan alas.

3. Sampel tanah yang lolos saringan No. 40 diletakkan diatas plat kaca pengaduk.

4. Sampel tanah diaduk-aduk dengan menggunakan spatula sambil menambahkan air suling sedikit demi sedikit sampai dihasilkan campuran yang homogen.

5. Sampel tanah yang telah homogen diambil dengan spatula kemudian dimasukkan dalam mangkok batas cair. Permukaan diratakan hingga sejajar dengan alas (mangkok dalam posisi menyentuh alas). Lapisan tanah yang paling tebal adalah 1 cm.

6. Dibuat alur dengan cara membagi 2 benda uji dalam mangkok tersebut dengan menggunakan grooving tool melalui garis tengah mangkok dengan posisi tegak lurus permukaan mangkok.

7. Tuas pemutar diputar dengan kecepatan 2 putaran perdetik (dalam 1 detik mangkok jatuh 2 kali) sampai kedua sisi tanah bertemu sepanjang 1/2" (12,7mm), kemudian jumlah pukulan dihitung.

8. Sampel tanah yang bersinggungan diambil dari mangkok lalu dimasukkan ke dalam cawan kemudian ditimbang, selanjutnya dimasukkan ke dalam oven untuk kemudian diperiksa kadar airnya.

9. Prosedur 4 sampai 8 diulangi dengan kadar air dan jumlah pukulan yang berbeda antara 10 - 20 pukulan, 21 30 pukulan, 31 40 pukulan.

Praktikum mekanika tanah 1

Kelompok 1

2. Pemeriksaan Batas Cair (Liquid Limit)

A. Maksud

Maksud percobaan ini adalah untuk menentukan kadar air sampel pada batas plastis dan keadaan semi padat .

B. Peralatan

1. Plat kaca

2. Spatula

3. Batang pembanding

4. Botol air suling

5. Blade

6. Gelas ukur 200 ml

7. Cawan porselin

8. Tin box

9. Neraca atau timbangan

C. Benda Uji

1. Tanah Desa Bukit Rawi

2. Air suling dari air minum merk aqua

D. Pelaksanaan

1. Mengambil sampel tanah yang lolos saringan no. 100 dan pan, lalu meletakkan diatas plat kaca pengaduk. Tanah dan air suling diaduk dengan menggunakan spatula hingga campuran tersebut menjadi campuran homogen

2. Setelah mendapatkan campuran yang homogen dibuat bola - bola tanah seberat 8 gram, kemudian digiling - giling diatas plat kaca.

3. Penggilingan dilakukan terus menerus sampai tanah tersebut membentuk batang tanah dengan diameter 1/8. Setelah mencapai diameter 1/8 tanah sudah retak, dimasukkan kedalam cawan yang sudah di timbang.

4. Tanah dengan diameter 1/8 dan cawan di timbang kemudian dimasukkan ke dalam oven.

5. Setelah kering cawan dan tanah kering ditimbang lagi untuk mendapatkan batas plastis

Praktikum mekanika tanah 1

Kelompok 1

E. Hasil Pemeriksaan

BATAS - BATAS ATTERBERG

Uraian

Batas cair (LL)

Batas plastis (PL)

Banyak Pukulan

20

27

36

1

2

Berat Cawangr

9,90

9,10

9,80

9,20

9,20

Berat Cawan + Tanah Basahgr

17,10

16,20

17,10

10,20

10,40

Berat Cawan + Tanah Keringgr

14,90

14,32

15,20

10,09

10,30

Berat Airgr

2,2

1,88

1,90

0,11

0,10

Berat Tanah Keringgr

5,00

5,22

5,40

0,89

1,10

Kadar Air%

44,00

36,02

35,19

12,36

9,09

LL

PL

PI

39,75

10,73

29,02

Gambar 2.1 Grafik batas cair

Kadarair(%)

45

40

35

30

152025303540

LL = 39,75%

Jumlah pukulan, N

Batas cair

y = -0,5295x + 53,051

Batas cair

Linear (Batas cair )

F. Kesimpulan

Pada Gambar 2.1 di atas terlihat bahwa batas cair (LL) pada saat x= 25 ketukan dengan persamaan y = -0,5295x + 53,051 adalah 39,75% dan batas plastis (PL) saat terjadi retak-retak mendekati diameter gulungan 3 mm adalah 10,73% sehingga diperoleh indeks plastisitas (PI) 29,02%. Menurut Hardiyatmo (2006), bahwa tanah yang ada Desa Bukit Rawi ini tergolong tanah jenis lempung dengan indeks plastisitas tinggi yang kohesif karena indeks plastisitas (PI) hasil uji 29,02% > 17%.

Praktikum mekanika tanah 1

Kelompok 1

G. Dokumentasi

Alat CasagrandeContoh tanah batas cair dan plastis

Proses batas caircontoh kadar air batas cair

Proses batas plastiscontoh kadar air batas plastis

Praktikum mekanika tanah 1

Kelompok 1

BAB III

PEMERIKSAAN BERAT JENIS

A. Maksud

Maksud percobaan ini adalah menentukan berat jenis tanah yang mempunyai lolos saringan No.4, No. 10, dan No. 40 dengan piknometer. Berat jenis tanah adalah perbandingan antara berat butir tanah dengan berat air suling dengan isinya sama pada suhu tertentu.

B. Peralatan

1. Piknometer dengan kapasitas minimum 100 ml ata