warta buruh migran iv

Click here to load reader

Post on 27-Mar-2016

231 views

Category:

Documents

10 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Topik yang dibicarakan redaksi Pusat Sumber Daya Buruh Migran pada terbitan kali ini adalah persoalan asuransi buruh migran, profil usaha mantan buruh migran dan beberapa liputan dari daerah.

TRANSCRIPT

  • Halaman 1 | Warta Buruh Migran | Desember 2010

    Warta Buruh Migran| Edisi IV | Desember 2010

    Klik www.buruhmigran.or.id

    Tim Redaksi

    Salam Redaksi CianjurGagasan memberikan perlindungan kepada Buruh Migran Indonesia (BMI) dilakukan pemerintah tanpa henti. Pelbagai undang-undang, peraturan presiden, peraturan menteri, hingga peraturan daerah dikeluarkan. Namun, di lapangan, kebijakan tersebut tidak ampuh menjaga dan melindungi BMI. Persoalan asuransi BMI misalnya, saat ini menjadi tema yang banyak diperbincangkan di media massa. Penunjukan konsorsium tunggal oleh Menakertrans menuai banyak protes, khususnya dari PPTKIS.

    Bagi BMI, asuransi adalah hal penting. Di samping mereka telah membayar premi sebesar 400 ribu rupiah, asuransi juga menjadi harapan atas jaminan dan kenyamanan kerja.Peraturan Menteri (Permen) Nomor 7 Tahun 2010 tentang Asuransi TKI sedikit memberikan harapan BMI. Permen baru ini memiliki beberapa perubahan, di antaranya nilai pertanggungan yang dinaikkan. Meskipun begitu, perusahaan asuransi harus melakukan perubahan cara pandang, dari dilayani menjadi melayani. Protes yang dilakukan BMI adalah persoalan sulitnya pengajuan klaim. Perusahaan asuransi seakan memperumit pemegang polis dengan alasan tidak dipenuhinya berkas sebagaimana yang disyaratkan. Karena itu, tidak heran jika selama ini perusahaan asuransi dianggap hanya mencari keuntungan sebanyak-banyaknya tanpa menjalankan kewajibannya.

    Seluruh tulisan dan foto dalam buletin ini dilisensikan dalam bendera Creative Common (CC). Siapapun bisa mengutip, menyalin, dan menyebarluaskan sebagian atau keseluruhan tulisan dengan menyebutkan sumber tulisan dan jenis lisensi yang sama, kecuali untukkepentingan komersil.

    Pendidikan keuangan untuk buruh migran dan keluarga yang digelar oleh Pusat Teknologi Komunitas Rumah Internet TKI (PTK Mahnettik) Cianjur (29-30/11/10) memberi banyak manfaat bagi pegiat PTK Mahnettik Cianjur. Rokoyah dan Puti Rahayu, fasilitator Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) Pasoendan secara bergantian mengarahkan peserta secara runtut untuk memahami persoalan pengelolaan ekonomi buruh migran.

    Peserta pelatihan diajak berhitung berapa besar biaya yang mereka keluarkan saat memutuskan berangkat ke luar negeri untuk menjadi buruh migran. Disadari atau tidak, sejak proses pemberangkatan hingga pemulangan biaya yang dikeluarkan sangat besar. Hal ini terkadang tidak sebanding dengan jumlah uang yang dikirim ke keluarga.

    Persoalan utama adalah kesenjangan informasi, calon buruh migran tidak memiliki informasi tentang berapa biaya pembuatan paspor, berapa gaji yang diterima dalam kontrak kerja, berapa nilai konversi mata uang dan lain sebagainya tutur Rokoyah

    Seperti disampaikan Rokoyah, buruh migran juga dituntut cerdas mempertimbangkan sesuatu, seperti tawaran berhutang pada agen perekrutan, kontrak kerja, dan pilihan menjadi pekerja atau memulai wirausaha. Fasilitator juga menyampaikan motivasi pada pegiat PTK Mahnettik Cianjur agar percaya diri mengembangkan potensi kelompok.

    Menghitung Ulang Biaya Migrasi Oleh: Salim

    Penang g ung Ja wa b Y ossy Suparyo Muhammad Irsyadul Ibad Pim pina n R eda ksi Muhammad Ali Usman Tim R eda ksi Fika Murdiana Hilyatul Auliya Fathulloh K ont ributor 14 PTK Mahnettik

    A lam at R edaksi Jl.Veteran Gg.Janur Kuning No.11A Pandean Umbulharjo Y ogyakarta, Telp/Fax:0274-372378 E-mail:[email protected] Portal: http://buruhmigran.or.id

    Penerbita n bulet in ini a ta s dukung a n:

    Pegiat Buruh Migran di PTK Mahnettik Cianjur

  • Halaman 2 | Warta Buruh Migran | Desember 2010

    02 | Sekilas Peristiwa

    Cilacap

    PTK Maknettik Cilacap Belajar Kelola Informasi

    Pusat Teknologi Komunitas (PTK) Rumah Internet TKI (Mahnettik) Cilacap yang dikelola oleh Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama (NU) Cilacap menyelenggarakan pelatihan pengelolaan informasi buruh migran (24/11). Pelatihan ini dilaksanakan di dua tempat, Hotel Paradise Jl. A. Y ani No. 7 Sidareja Cilacap dan PTK Mahnettik. Belasan peserta yang datang dari beberapa kecamatan di Kabupaten Cilacap, di antaranya Majenang, Kesugihan, dan Kampung Laut tampak sangat antusias dan bersemangat mengikuti semua materi.

    Pelatihan ini dibagi menjadi dua kelas. Kelas pertama bertempat di Hotel Paradise yang diikuti oleh para mantan dan keluarga buruh migran yang belum pernah mengikuti pelatihan serupa sebelumnya. Di kelas pertama, materi yang diberikan adalah tentang pentingnya pengelolaan informasi dan cara menulis berita. Sedangkan kelas kedua yang bertempat di PTK Mahnettik yang diikuti oleh para pegiat PTK Mahnettik dan mantan buruh migran merupakan kelas lanjutan. Materi yang disampaikan di kelas kedua ini merupakan managemen pengetahuan (knowledge management) pusat pengelolaan sumber daya buruh migran.

    Pelatihan pengelolaan informasi buruh migran merupakan sebuah kegiatan yang sangat penting guna memberikan bekal pengetahuan kepada mantan dan keluarga buruh migran. Di antara banyaknya kasus kekerasan yang muncul dan menimpa para buruh migran di luar negeri sebagian besar adalah disebabkan oleh minimnya informasi dan pengetahuan yang mereka miliki tentang berburuhmigranan. Menurut Akhmad Fadeli (32), fasilator pelatihan pengelolaan informasi dari Lakpesdm NU Cilacap, setiap buruh migran harus memiliki informasi dan pengetahuan yang baik seputar pekerjaan mereka.

    Bekal pengetahuan ini wajib dimiliki para buruh migran sehingga pengetahuan tersebut dapat dijadikan pelindung ketika suatu saat mereka menghadapi berbagai persoalan di tempat kerja, ungkapnya.Para peserta juga merespons positif penyelenggaraan pelatihan ini.

    Ternyata membuat berita itu mudah. Dengan mengikuti pelatihan ini, saya menjadi tahu cara mengelola dan bertukar informasi, ungkap Catur Eni Sulastri (27) salah satu peserta yang juga mantan buruh migran.

    Manfaat mengikuti kegiatan ini juga dinyatakan oleh Nely Khuriyah (28), salah seorang mantan buruh migran yang pernah bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) di Hongkong selama tujuah tahun. Membuka wawasan dan menambah pengetahuan tentang bagaimana menyampaikan informasi yang sudah berbentuk berita, katanya.

    Pemberdayaan buruh migran melalui pengelolaan informasi dan pengetahuan ini merupakan salah satu solusi mengatasi carut marutnya pengelolaan buruh migrant di Indonesia selama ini. Hingga hari ini, kegiatan pelatihan pengelolaan informasi buruh migran telah diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

    Banyumas

    Komitmen bersama mewujudkan perlindungan buruh migran Banyumas terus digalang oleh Forum Solidaritas untuk Buruh Migran (Forsa BUMI) Kabupaten Banyumas. Bertepatan dengan hari buruh migran sedunia, Forsa Bumi menggelar diskusi publik dengan tema "Membangun Komitmen Bersama untuk Perlindungan Buruh Migran" di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Jenderal Soedirman (Sabtu 18/12/10). Hadir di dalam diskusi tersebut aparatur desa, kecamatan, dan kabupaten. Hadir pula beberapa anggota DPRD Kab. Banyumas, Dinsosnakertrans, pejabat imigrasi, akademisi kampus, perwakilan PPTKIS, hingga kalangan lembaga/organisasi swasta di Banyumas.

    Panitia menghadirkan empat narasumber sekaligus, yakni Tyas Retno Wulan (Pusat Penelitian Gender), Y oga Sugama (Anggota DPRD), Kartiman (Dinsosnakertrans), dan Rita (LBH Perisai Kebenaran) dengan Jarot, Pegiat Rumah Aspirasi Budiman sebagai moderator.

    Saat diskusi berlangsung, satu persatu narasumber menyampaikan program dan upaya perlindungan buruh migran yang telah dilakukan lembaga atau instansi yang mereka wakili. Persoalan yang paling disoroti selama diskusi adalah koordinasi yang kurang padu (sinergi) antarlembaga pemerintah.

    Yoga Sugama, perwakilan DPRD dengan tegas mempertanyakan janji Bupati Banyumas untuk membangun perekonomian daerah di setiap Kecamatan. "Jika janji Bupati membangun sektor industri daerah terwujud, saya yakin angka pengiriman TKI akan turun drastis," Tutur Yoga Sugama.

    Mempertanyakan Komitmen Bersama untuk BMI

  • Halaman 3 | Warta Buruh Migran | Desember 2010

    PTK Mahnettik Cirebon Ajarkan Komputer Pada Guru SekolahPusat Teknologi Komuntas (PTK) Cirebon menyelenggarakan kegiatan pelatihan pengenalan Teknologi Informasi (TI) kepada para guru sekolah di Kab. Cirebon. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 29 November-4 Desember dan bertempat di SMK Al-Jilani Babakan ini merupakan bagian dari program Partner in Learning (PIL) yang diusung oleh Microsoft. Dalam penyelenggaraannya, PTK Cirebon bekerjasama dengan Yayasan TIFA dan Diknas Kabupaten Cirebon.

    Program PIL merupakan program global yang diusung oleh Microsoft mulai September 2003. Program ini menjadi bagian dari bentuk komitmen Microsoft pada peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang pendidikan teknologi di sekolah-sekolah. Di Indonesia, penyelenggaraan PIL selalu mengikutsertakan instansi pemerintah (Diknas) dan lembaga-lembaga swasta yang mempunyai kepedulian sama pada masalah pendidikan.

    03 | Sekilas Peristiwa

    Cirebon

    Tujuan kegiatan pelatihan TI ini adalah untuk memberikan bekal kepada para guru dalam penguasaan ilmu komputer. Selain itu, target yang ingin dicapai adalah peserta mampu menguasai pengetahuan dasar ilmu komputer dan mampu mempraktikkannya dalam kegiatan belajar belajar di kelas. Selama ini, TI memang telah menjadi kebutuhan pokok setiap orang dalam membantu efektivitas kerja-kerja.

    Pelatihan ini sendiri diikuti oleh 75 orang peserta yang terdiri dari guru SD, SMP, dan SMA se-Kabupaten Cirebon Timur. Penyelenggara sengaja memilih para guru sebagai peserta karena guru memiliki wewenang dan otoritas dalam pelaksanaan sistem pengajaran di sekolah masing-masing. Peserta sangat antusias mengikuti pelatihan ini karena sebagian