visi, misi, arah kebijakan dan prioritas pembangunan bab iii kajian... · pdf...

Click here to load reader

Post on 18-Aug-2019

220 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 70

    BAB III

    Laporan Akhir Kajian Iventarisasi Potensi Sumber Daya Alam di Kabupaten Pelalawan Tahun 2009

    PROFIL KABUPATEN PELALAWAN

    3.1. Administrasi Pemerintahan

    Kabupaten Pelalawan terletak di pesisir Timur Pulau Sumatera,

    dengan wilayah daratan membentang di sepanjang bagian hilir Sungai

    Kampar, serta berdekatan dengan Selat Malaka. Secara geografis

    Kabupaten Pelalawan terletak antara 1o25` LU dan 0o20` serta antara

    100o42` sampai 103o28` BT yang berbatasan: sebelah Utara dengan

    Kecamatan Sungai Apit dan Kecamatan Siak Kabupaten Siak dan

    Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Bengkalis; sebelah Selatan dengan

    Kabupaten Indragiri Hilir (Kecamatan Kateman, Mandah dan Gaung),

    Kabupaten Indragiri Hulu (Kecamatan Rengat, Pasir Penyu, dan Peranap),

    dan Kabupaten Kuantan Singingi (Kecamatan Kuantan Hilir dan Singingi);

    sebelah Barat dengan Kota Pekanbaru (Kecamatan Rumbai) dan

    Kabupaten Kampar (Kecamatan Kampar Kiri dan Siak Hulu); dan sebelah

    Timur dengan Kabupaten Tanjung Balai Karimun Propinsi Kepulauan

    Riau.

    Kabupaten Pelalawan beriklim tropis, temperatur rata-rata 22oC–

    32oC, kelembaban nisbi 80-88%, dan curah hujan rata-rata 2.598

    mm/tahun. Sebagian besar daratan wilayah Kabupaten Pelalawan

    merupakan daratan rendah dan sebagian merupakan daerah perbukitan

    yang bergelombang. Secara umum ketinggian beberapa daerah/kota

    berkisar antara 3-6 mdpl, dengan kemiringan rata-rata 0-15% dan

    15-40%.

  • 70

    Laporan Akhir Kajian Iventarisasi Potensi Sumber Daya Alam di Kabupaten Pelalawan Tahun 2009

    Luas Kabupaten Pelalawan 13.953,25 km2 dengan ibu kota

    Pangkalan Kerinci. Kabupaten Pelalawan terdiri dari 12 Kecamatan, 14

    Kelurahan, dan 105 Desa (Gambar 3.1). Karakteristik desa terdiri dari 37

    desa berada di pinggiran Sungai, 9 desa berbatasan dengan laut, 50 desa

    di kawasan perkebunan, PIR Trans dan pedalaman, dan 12 desa di

    kawasan kota. Adapun nama kecamatan dan luas masing-masing

    kecamatan di Kabupaten Pelalawan disajikan dalam Tabel 3.1.

    Tabel 3. 1. Luas Wilayah Kabupaten Pelalawan

    No Kecamatan Luas Wilayah (ha)

    Daratan Sungai/ Danau Rawa Lautan Jumlah

    1 Langgam 139,005 453 75 0 139,533 2 Pangkalan Kerinci 20,210 370 38 0 20,618 3 Bandar Sekijang 33,408 20 10 0 33,438 4 Pelalawan 140,316 811 41 0 141,167 5 Pangkalan Kuras 121,581 310 240 0 122,130 6 Bunut 41,467 49 295 0 41,811 7 Bandar Petalangan 40,637 23 230 0 40,890 8 Pangkalan Lesung 55,044 54 50 0 55,148 9 Ukui 141,764 173 624 0 142,561 10 Kerumutan 94,613 1,122 210 0 95,945 11 Teluk Meranti 381,177 25,123 7,612 0 413,911 12 Kuala Kampar 97,443 26 0 50,704 148,173

    Kab. Pelalawan 1,306,664 28,532 9,425 50,704 1,395,325

    Sumber : Pelalawan dalam Angka, 2008

  • 70

    Laporan Akhir Kajian Iventarisasi Potensi Sumber Daya Alam di Kabupaten Pelalawan Tahun 2009

    Gambar 3. 1. Peta Administrasi Kajian Inventaris SDA Pelalawan

    G am

    ba r

    3. 1.

    Pe ta

    A dm

    in is

    tr as

    i K aj

    ia n

    In ve

    nt ar

    is

    SD A

    Pe la

    la w

    an

  • 70

    Laporan Akhir Kajian Iventarisasi Potensi Sumber Daya Alam di Kabupaten Pelalawan Tahun 2009

    Kabupaten Pelalawan memiliki sungai utama yaitu Sungai Kampar

    yang panjangnya 413,5 Km, dengan kedalaman rata-rata 7,7 meter dan

    lebar rata-rata 143 meter. Sungai ini dan anak sungai berfungsi sebagai

    sarana transportasi, sumber air bersih, budidaya perikanan dan irigasi.

    Sedangkan wilayah dataran rendah Kabupaten Pelalawan pada umumnya

    merupakan dataran rawa gambut, dataran alluvial sungai dengan daerah

    dataran banjirnya. Jenis flora yang terdapat di hutan antara lain,

    seperti: Kulim, Meranti, Sungkai, Punak, Jelutung, Medang, Tembusu,

    Mentangor, dan Bakau. Kayu-kayu ini sebagian besar merupakan jenis

    komersial, sebagian bahan baku industri. Sementara jenis fauna yang ada

    di daerah ini, meliputi : Beruang Perut, Harimau Sumatra, Lutung,

    Siamang, Kera, Ungka, Pelanduk, Rusa/Kijang, Ayam Hutan, kelinci,

    berbagai jenis ular, berbagai jenis burung (Selendit, Puyuh Mahkota,

    Puyuh Biasa, Nuri, Elang, Enggang, Punai, Pergam, Lebah Madu, Kupu-

    kupu dan lain-lain).

    3.2. Tanah dan Geologi Lingkungan

    3.2.1. Tanah

    Sumber daya lahan/tanah merupakan suatu massa yang kita

    manfaatkan untuk berusaha dan untuk kehidupan. Lahan ini bukannya

    merupakan milik kita, tetapi lebih tepat sebagai lahan pinjaman dari

    anak cucu kita. Oleh karena itu perlu kita kelola secara baik dan benar,

    sesuai dengan potensinya. Pemaksaan penggunaannya akan berakibat

    kehancuran dan berakibat bencana pada masa-masa mendatang. Sumber

    daya lahan tidak dapat dipisahkan dengan tanah yang ada pada lahan

    tersebut, disamping faktor-faktor luar yang akan mempengaruhinya.

  • 70

    Laporan Akhir Kajian Iventarisasi Potensi Sumber Daya Alam di Kabupaten Pelalawan Tahun 2009

    Tanah merupakan media tumbuh bagi tanaman atau suatu komoditas

    yang diusahakan. Oleh karena itu tanah banyak menjadi sorotan baik

    oleh para pengusaha maupun oleh para ilmuwan.

    Tanah tersusun dari Horizon-Horizon dekat permukaan bumi yang

    berbeda kontras terhadap bahan induk di bawahnya, telah mengalami

    perubahan oleh interaksi antara iklim, relief, dan jasad hidup selama

    waktu pembentukannya. Biasanya pada batas bawah tanah beralih

    berangsur ke batuan keras atau ke bahan-bahan tanah yang sama sekali

    bebas dari fauna tanah, perakaran, atau tanda-tanda kegiatan biologis

    lain. Untuk tujuan klasifikasi tanah, batas bawah tanah yang kita amati

    ditetapkan sampai kedalaman 200 cm.

    Secara sederhana tanah dapat diartikan sebagai wilayah

    daratan yang dapat digunakan untuk berbagai aktifitas manusia

    misalnya kehutanan, perkebunan, pertanian, peternakan, bangunan dan

    lain-lain. Salah satu fungsi penting tanah adalah sebagai media

    tumbuh tanaman, yaitu dengan menyediakan unsur hara dalam

    jumlah berimbang, aerasi dan drainase yang baik, dan penetrasi

    akar tidak terhambat. Fungsi ini dapat dipertahankan apabila

    tanah lapisan atas (top soil) yang subur dipertahankan dari tenaga

    perusak seperti erosi, banjir, dan longsor. Pada umumnya jenis tanah di

    Kabupaten Pelalawan merupakan jenis tanah yang cocok untuk jenis

    perkebunan sawit.

    3.2.1.1. Status Hara dan Kesuburan Tanah

    Dari segi sifat kimia, sifat-sifat tanah yang penting adalah

    nilai kemasaman tanah (pH), bahan organik, kandungan unsur hara

    makro (N, P dan K), kandungan dan jumlah basa-basa dapat tukar,

  • 70

    Laporan Akhir Kajian Iventarisasi Potensi Sumber Daya Alam di Kabupaten Pelalawan Tahun 2009

    kapasitas tukar kation (KTK), kejenuhan basa (KB), dan kadar pirit.

    Semua ini merupakan sifat-sifat yang mempengaruhi tingkat

    kesuburan tanah. Kandungan abu dalam bahan gambut, menentukan

    apakah gambut termasuk eutrofik (relatif kaya hara), oligotrofik

    (masam dan miskin hara), atau mesotrofik, yang terletak diantaranya.

    Hasil analisa contoh tanah disajikan lengkap pada Lampiran 3. Dari

    interpretasi hasil analisa 29 contoh tanah tersebut, sebanyak 8

    contoh mewakili sifat tanah gambut (satuan lahan A1.1, A.2, A1.3

    dan A2) dan 21 contoh yang mewakili sifat tanah aluvial dan

    sedimen (satuan lahan A3, B, C, dan D), maka dapat disimpulkan

    Sifat-sifat kimia tanah sebagai berikut. Reaksi Tanah. Sifat tanah ini

    sangat menentukan ketersediaan unsur hara di dalam tanah. Jika pH

    lebih rendah dari optimum, terjadi kekahatan unsur hara makro dan

    toksisitas unsur hara mikro. Pada pH lebih tinggi dari optimum,

    hampir semua unsur hara mikro berada dalam kondisi kahat. pH

    tanah yang optimum untuk pertumbuhan tanaman pada umumnya

    berkisar antara 5,0 0 7,0. Tanah gambut daerah studi mempunyai

    kisaran reaksi masam ekstrim (pH < 3,5) sampai sangat masam (pH

    3,604,5). Pada gambut dangkal dan gambut tengahan, kemasaman

    lapisan bawah cenderung tetap atau agak menurun. Pada gambut

    dalam dan gambut sangat dalam, reaksi gambut di lapisan bawah

    umumnya menjadi masam ekstrim, dan dapat mencapai pH 2,6.

    Gambut dangkal dan gambut tengahan umumnya menunjukkan reaksi

    tanah sedikit lebih baik daripada gambut dalam dan gambut sangat

    dalam. Tanah aluvial dan sedimen di daerah studi umumnya

    mempunyai reaksi sangat masam. Pada daerah yang merupakan

    dataran banjir dari Sungai Kampar, reaksi tanah menjadi masam.

    Bahan Organik Tanah (C, N, C/N). Bahan organik tanah berperanan

  • 70

    Laporan Akhir Kajian Iventarisasi Potensi Sumber Daya Alam di Kabupaten Pelalawan Tahun 2009

    sangat penting dalam (1) cadangan uns