ustek studi permukiman

Download Ustek Studi Permukiman

Post on 27-Jan-2016

256 views

Category:

Documents

27 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Studi Permukiman

TRANSCRIPT

  • Dokumen Teknis Study Kelayakan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman

    Di Kab. Barito Selatan

    3.1. Pemahaman Terhadap Latar Belakang.

    Rumah merupakan kebutuhan dasar manusia di samping pangan dan sandang.

    Selain berfungsi sebagai hunian, rumah juga berfungsi sebagai sarana pembinaan

    keluarga yang mendukung penghidupan dari pemiliknya. Rumah juga mempunyai

    fungsi sebagai wahana pendidikan dan pembinaan keluarga, serta merupakan

    wahana pembentukan watak dan kepribadian generasi muda melalui pewarisan

    nilai-nilai luhur budaya bangsa sebagai awal mewujudkan ketahanan keluarga, yang

    menjadi prasayarat menciptakan ketahanan nasional, dalam rangka tetap

    menjaga keutuhan dan tegaknya NKRI.

    Negara bertanggung jawab melindungi segenap bangsa Indonesia melalui

    penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman agar masyarakat

    mampu bertempat tinggal serta menghuni rumah yang layak dan terjangkau di

    dalam lingkungan yang sehat, aman, harmonis, dan berkelanjutan di seluruh wilayah

    Indonesia. Sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia, idealnya rumah harus dimiliki

    oleh setiap keluarga, terutama bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah dan

    bagi masyarakat yang tinggal di daerah padat penduduk di perkotaan. Negara

    juga bertanggung jawab dalam menyediakan dan memberikan kemudahan

    perolehan rumah bagi masyarakat melalui penyelenggaraan perumahan

    dan kawasan permukiman serta keswadayaan masyarakat. Penyediaan dan

    kemudahan perolehan rumah tersebut merupakan satu kesatuan fungsional dalam

    wujud tata ruang, kehidupan ekonomi, dan social budaya yang mampu menjamin

    kelestarian lingkungan hidup sejalan dengan semangat demokrasi, otonomi

    daerah, dan keterbukaan dalam tatanan kehidupan bermasyarakat,

    berbangsa, dan bernegara.

    Penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman tidak hanya melakukan

    pembangunan baru, tetapi juga melakukan pencegahan serta pembenahan

    perumahan dan kawasan permukiman yang telah ada dengan melakukan

  • Dokumen Teknis Study Kelayakan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman

    Di Kab. Barito Selatan

    pengembangan, penataan, atau peremajaan lingkungan hunian perkotaan atau

    perdesaan serta pembangunan kembali terhadap perumahan kumuh dan

    permukiman kumuh. Untuk itu, penyelenggaraan perumahan dan kawasan

    permukiman perlu dukungan anggaran yang bersumber dari anggaran pendapatan

    dan belanja negara, anggaran pendapatan belanja daerah, lembaga pembiayaan,

    dan/atau swadaya masyarakat. Dalam hal ini, Pemerintah, pemerintah daerah, dan

    masyarakat perlu melakukan upaya pengembangan sistem pembiayaan perumahan

    dan permukiman secara menyeluruh dan terpadu.

    Banyak permasalahan yang terjadi dalam penyediaan perumahan sederhana

    yang perlu mendapat perhatian baik pemerintah, swasta, stakeholder dan

    masyarakat. Permasalahan tersebut akan menyebabkan rendahnya penyediaan

    pembangunan rumah sederhana di perkotaan yang sangat diharapkan oleh

    masyarakat khususnya bagi MBR. Perlu diketahui disini bahwa pada pembangunan

    sebuah unit rumah sederhana diperlukan komponen-komponen biaya dengan

    struktur sebagai berikut (DPP-REI. 2005) :

    Tabel 1. Komponen Biaya Pembangunan Rumah

    No. Komponen Biaya Besar Biaya (%)

    1. Tanah 20

    2. Pematangan Tanah 5

    3. infrastruktur 17

    4. Bangunan 43

    5. Overhead 5

    6. Perijinan (izin pemanfaatan ruang, izin lokasi,

    sertifikat tanah, izin mendirikan bangunan). 10

    Terkait dengan permasalahan-permasaiahan tersebut diatas, maka studi

    Kelayakan adalah tahapan kegiatan dalam rangka memperoleh informasi secara

    rinci seluruh aspek yang berkaitan dengan tujuan mencari/menemukan rekomendasi

    atau menilai pelaksanaan rekomendasi yang sudah ditetapkan dalam kegiatan

    perencanaan di bidang sektor perumahan di Kabupaten Barito Selatan.

  • Dokumen Teknis Study Kelayakan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman

    Di Kab. Barito Selatan

    3.1.1. MAKSUD DAN TUJUAN :

    Maksud dilaksanakannya kegiatan ini adalah memberikan fasilitasi peningkatan

    kapasitas pemerintah daerah melalui penyusunan studi kelayakan (feasibility study)

    pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman di Kabupaten Barito Selatan.

    Tujuan yang ingin dicapai melalui pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk

    menyiapkan studi kelayakan pengembangan Perumahan dan Kawasan

    Permukiman di Kabupaten Barito Selatan yang dapat dimanfaatkan sebagai

    pedoman bagi stakeholder yang terlibat dalam usaha pengembangan

    Perumahan dan Kawasan Permukiman di Kabupaten Barito Selatan.

    3.1.2. KELUARAN:

    Keluaran dari kegiatan ini bermanfaat sebagai fasilitasi pelaksanaan pengembangan

    Perumahan dan Kawasan Permukiman terutama untuk investor yang akan

    menanamkan modalnya dalam rangka investasi pengembangan Perumahan dan

    Kawasan Permukiman. Selain itu, pelaksanaan kegiatan ini sekaligus dapat

    mendorong pelaku pembangunan perumahan dan permukiman di Kabupaten

    Barito Selatan untuk mempersiapkan penyelenggaraan pembangunan

    Perumahan dan Kawasan Permukiman secara lebih terencana dan tertata serta telah

    mempertimbangkan cakupan dari aspek-aspek terkait.

    3.1.3. SASARAN:

    a. Terciptatanya lingkungan permukiman yang layak sesuai dengan

    persyaratan yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota.

    b. Terpenuhinya kebutuhan rumah yang layak dan terjangkau oleh kelompok

    masyarakat berpenghasilan rendah.

    c. Meningkatnya kondisi ekonomi masyarakat, khususnya pada kawasan

    yang diremajakan

    d. Terciptanya tatanan lingkungan permukiman dan perumahan yang tertib,

    teratur dan aman serta serasi dengan lingkungan

  • Dokumen Teknis Study Kelayakan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman

    Di Kab. Barito Selatan

    3.1.4. DASAR HUKUM

    1. Undang-Undang No.5 tahun 1960 tentang Pokok-pokok Agraria.

    2. Undang-Undang No.5 tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya.

    3. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan

    Hidup (Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara

    Nomor 3699).

    4. Undang-Undang No.28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung.

    5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

    6. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 Tentang Perumahan Dan Kawasan

    Permukiman.

    7. Peraturan Pemerintah No. 16 tahun 2004 tentang Penatagunaan Tanah.

    8. Peraturan Pemerintah No.36 tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan

    Undang- Undang No.28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung.

    9. Peraturan Presiden Republik Indonesia No.67 Tahun 2005 tentang

    Kerjasama Pemerintah Dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur.

    10. Keputusan Presiden No.63 Tahun 2003 tentang Badan Kebijakan dan

    Pengendalian Pembangunan Perumahan dan Permukiman Nasional.

    11. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.63/PRT/1993 tentang Garis

    Sempadan dan Sungai, Daerah Manfaat Sungai, Daerah Penguasaan Sungai

    dan Bekas Sungai.

    12. Peraturan Menteri Pekerjaan UmumNo.29/PRT/2006 tentang Pedoman

    Persyaratan Teknis Bangunan Gedung.

    13. Peraturan Mentari Pekerjaan UmumNo.30/PRT/2006 tentang Pedoman

    Persyaratan Teknis Fasilitas dan Aksesibilitas pada Bangunan Umum dan

    Lingkungan.

    14. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 06/PRT/M/2007 tentang pedoman

    Umum Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan.

    15. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 16/PRT/M/2008 tentang

    Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan Sistem Pengelolaan Air

    Limbah Permukiman.

    16. SNI No. 03-1733-2004 tentang Tata Cara Perencanaan Lingkungan

    Perumahan di Perkotaan.

  • Dokumen Teknis Study Kelayakan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman

    Di Kab. Barito Selatan

    3.1.5. LOKASI KEGIATAN

    Lokasi kegiatan pada pekerjaan ini yaitu pada kawasan-kawasan prioritas

    penanganan di Kabupaten Barito Selatan yang antara lain;

    1. Kawasan Kumuh

    2. Kawasan Rawan Bencana

    3. Kawasan Perumahan Dan Permukiman Baru

    3.1.6. RUANG LINGKUP KEGIATAN

    Lingkup Penyusunan Feasibility Study dalam pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan

    oleh Konsultan meliputi: teknis dan non teknis tentang lahan; sosial ekonomi

    masyarakat di kawasan studi, dan rencana pengembangan (Development Plan).

    Ruang lingkup pekerjaan secara rinci adalah sebagai berikut :

    a. Lahan

    Kepastian secara hukum fungsi, status dan kepemilikan serta luas lahan serta

    kondisi lahan di sekitarnya

    b. Prasarana, Sarana dan utilitas

    Kebutuhan pengembangan prasarana, sarana dan utilitas untuk mendukung

    keberadaan lokasi serta keterkaitannya dengan sistem pelayanan kawasan kota

    yang sudah ada

    c. Ilustrasi Site Plan dan Massa angunan Pembuatan ilustrasi site plan dan massa

    bangunan untuk dijadikan acuan pada proses pengembangan desain

    selanjutnya.

    d. Kelayakan Pembiayaan Pembangunan Perumahan dan Kawasan Permukiman

    Biaya pembangunan dan kelayakan investasi untuk jangka menengah dan

    jangka panjang.

    e. Sosial Ekonomi Kemasyarakatan

    Identifikasi dan analisa data sosial ekonomi kemasyarakatan di lokasi dan

    kawasan sekitarnya dalam kaitannya dengan p