ustek sistem informasi

Download Ustek Sistem Informasi

Post on 03-Dec-2015

243 views

Category:

Documents

6 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

sfgw r r rt tr trdaf aer a

TRANSCRIPT

1

SISTEM INFORMASI

PT. INDUSTRI TELEKOMUNIKASI INDONESIA

1. ARSITEKTUR PERANGKAT LUNAK

Arsitektur perangkat lunak yang digunakan adalah arsitektur multitier berbasis web. Dalam arsitektur multitier sistem secara keseluruhan dibagi menjadi 3 bagian yang merupakan aplikasi-aplikasi yang berbeda.

Ketiga bagian itu adalah:

A. Lapis Data

Lapis data terdiri dari aplikasi yang bertugas untuk membaca dan menyimpan data. Untuk jumlah data yang besar diperlukan sebuah Relational Database Management System yang berupa aplikasi server. Sebuah RDBMS berkomunikasi dengan lapis yang lain dengan menggunakan bahasa pemrograman SQL (Structured Query Language). SQL distandarisasi oleh ISO dan implementasinya diikuti oleh mayoritas vendor server database.

B. Lapis Logika

Lapis logika terdiri dari aplikasi yang melakukan pemrosesan dan perhitungan data. Seluruh aturan-aturan yang dijalankan oleh sistem terletak di dalam lapis logika ini. Lapis logika juga mengatur komunikasi data dengan lapis data dan lapis presentasi. Lapis logika umumnya berupa sebuah server aplikasi yang tereksekusi secara terpisah dari lapis-lapis lainnya. Untuk sistem berbasis web, server aplikasi ini disebut server web. Komunikasi server web dengan lapis data dilakukan dengan menggunakan bahasa pemrograman SQL(Structured Query Language), sedangkan komunikasi dengan lapis presentasi dilakukan melalui protokol HTTP (HyperText Transfer Protocol).

C. Lapis Presentasi

Lapis presentasi berfungsi untuk menampilkan antar muka aplikasi kepada pengguna aplikasi. Pengguna melakukan pemasukan data, melihat data, mengubah data, dan membuat laporan di aplikasi ini. Untuk aplikasi berbasis web umumnya aplikasi ini berupa sebuah browser yang dapat menerjemahkan file-file berformat HTML (HyperText Markup Language), CSS (Cascading Style Sheet), dan JavaScript yang dikirimkan oleh lapis logika menjadi sebuah tampilan visual yang interaktif. Selain menggunakan browser untuk keperluan khusus aplikasi pada lapis presentasi dapat pula berupa aplikasi desktop yang memroses data berformat XML (eXtensible Markup Language) yang dikirimkan oleh aplikasi di lapis logika. Format XML yang umum digunakan adalah format XML-RPC (XML Remote Precedure Call) atau SOAP (Simple Object Access Protocol).

Sistem multitier digunakan agar masing-masing bagian dapat dikembangkan atau diupgrade secara terpisah. Pemusatan pemrosesan dan penyimpanan data pada lapis data dan lapis logika juga berarti bahwa pengelolaan aturan-aturan dapat dilakukan secara cepat dan terpusat di satu tempat. Hal ini menghindari terjadinya adanya aplikasi yang berbeda versinya dapat berjalan pada saat yang sama. Sedangkan aplikasi pada lapis presentasi dapat terletak dalam banyak komputer yang dapat digunakan oleh banyak pengguna pada saat yang bersamaan.

2. MODUL FUNGSIONAL PERANGKAT LUNAK

Sistem informasi yang terdapat pada aplikasi ini merupakan gabungan dari beberapa sub-sistem yang terintegrasi. Beberapa sistem yang ada meliputi :

1. Sistem Akunting

2. Sistem Procurement

3. Sistem Marketing

2.1 Sistem Akunting

Sistem accounting terdiri dari beberapa modul yang terintegrasi. Modul yang terdapat dalam sistem informasi accounting antara lain :

A. Modul modul yang menunjang untuk pembuatan work sheet :

a. Cash balance

Modul ini akan digunakan untuk membuat KAS sebagai referensi untuk pembuatan general jurnal per periode

Disertai dengan pembuatan faktur (bukti) CASH AND BANK PAYMENT

Disertai dengan pembuatan faktur (bukti) CASH AND BANK RECEIPT

b. Purchase

Modul ini berfungsi untuk membuat Purchase Jurnal yang juga akan dijadikan data referensi untuk pembuatan general jurnal per periode

Disertai dengan pembuatan faktur (bukti) INVOICE

c. Sales

Modul ini berfungsi untuk membuat Sales Jurnal yang juga akan dijadikan data referensi untuk pembuatan general jurnal per periode.

d. Aktiva Tetap

Modul untuk pembuatan daftar aktiva tetap perusahaan

e. Jatuh Tempo Utang / Piutang

Modul pembuatan dokumen Jatuh Tempo Utang / Piutang

f. Mutasi Utang / Piutang usaha

Modul pembuatan dokumen mutasi Utang / Piutang usaha

B. Pelaporan

Dari data yang didapat dari modul modul diatas akan diproses sehingga akan menghasilkan laporan-laporan yang terdiri dari data-data numerik berbentuk tabel dan data-data tekstual. Beberapa laporan yang bisa diproses pada data yang diambil dari modul diatas antara lain :

a. General Journal

b. Trial Balance

c. WorkSheet

d. Income Statement

e. Balance Sheet

Proses Pembuatan Laporan

Penjelasan :

Data, yang terdiri dari data numerik maupun text akan diinput melalui antar muka aplikasi yang kemudian akan disimpan ke dalam persistence storage (database) setelah itu data bisa diproses untuk kemudian di jadikan Laporan sesuai dengan kebutuhan tiap-tiap departement.

2.2 Sistem Procurement

Sistem procurement terdiri dari beberapa modul yang terintegrasi. Modul yang terdapat dalam sistem informasi procurement antara lain :

A. Modul untuk pembuatan Purchase Order (PO) out.

B. Modul pembuatan Delivery Order masuk dari Vendor/Supplier

C. Modul pembuatan Delivery Order Keluar

D. Modul pembuatan material request.

2.3 Sistem Marketing

Sistem procurement terdiri dari beberapa modul yang terintegrasi. Modul yang terdapat dalam sistem informasi procurement antara lain :

A. Modul untuk menangani Purchase Order masuk dimana PO didapat dari perusahaan lain yang akan mengorder barang.

B. Modul untuk menangani buku penjualan (Work Order Realease)

3. TEKNOLOGI PERANGKAT LUNAK

Sistem Informasi yang dibangun terdiri dari berbagai jenis aplikasi yang digunakan secara bersamaan. Secara umum pilihan aplikasi dilakukan atas dasar faktor-faktor utama:

1. Keandalan dan stabilitas

2. Keamanan

3. Kinerja

4. Kemudahan penggunaan

5. Kemudahan perawatan dan modifikasi

6. Open source agar biaya support dan upgrade di masa mendatang dapat ditekan.

Faktor-faktor tersebut di atas disesuaikan dengan kebijakan pemerintah untuk memanfaatkan perangkat lunak berbasis open source dalam program IGOS yang tertuang di dalam Surat Edaran Menkominfo No. 05/SE/M.KOMINFO/10/2005 tentang Pemakaian dan Pemanfaatan Penggunaan Piranti Lunak Legal.

Aplikasi-aplikasi tersebut adalah:

A. Sistem operasi server

Komputer server adalah komputer yang menjalankan aplikasi pada lapis data dan lapis logika. Seluruh proses sistem secara fisik dilakukan di komputer ini. Sistem operasi adalah perangkat lunak dasar yang diperlukan agar aplikasi lain dapat dijalankan di perangkat keras. Sistem operasi menghubungkan antara perangkat keras dan perangkat lunak lain.

Sistem operasi server yang digunakan adalah Ubuntu Linux 6.06 LTS. Sistem operasi GNU/Linux adalah sistem operasi open source yang meniru arsitektur UNIX yang umum digunakan di server-server mainframe. GNU/Linux yang awalnya diprakarsai oleh Linus Torvalds kini pengembangan dan penggunaannya telah mendapat dukungan dari banyak vendor-vendor perangkat lunak termasuk IBM, HP-Compaq, Oracle, dan Sun Microsystem. Kelebihan utama penggunaan GNU/Linux adalah:

a. Kinerja dan stabilitas. Sistem operasi ini memang didesain untuk dijalankan di server sehingga faktor stabilitas dan kecepatannya menjadi prioritas utama dan sudah terbukti dalam pelaksanaannya. Stabilitas yang tinggi berarti server tidak membutuhkan perhatian yang terus-menerus dalam proses perawatannya.

b. Keamanan. Dengan standar keamanan yang tinggi sistem operasi ini juga relatif lebih kecil kemungkinannya mendapat gangguan dari faktor luar. Faktor luar dapat berupa pengguna, dapat juga berupa program lain seperti virus atau worm. Sejauh ini belum ada virus atau worm yang dikenal telah menyebar di sistem operasi GNU/Linux walaupun sistem operasi ini digunakan oleh mayoritas server di internet. Virus-virus Linux yang ada sekarang masih berupa bahan studi dalam dunia akademik.

c. Biaya kepemilikan keseluruhan (Total Cost of Ownership). Biaya kepemilikan meliputi biaya pembelian lisensi penggunaan, biaya dukungan (support), biaya pelatihan, serta biaya upgrade. Dengan menggunakan GNU/Linux pembelian lisensi dan upgrade tidak diperlukan lagi, sehingga biaya hanya terdiri dari dukungan dan pelatihan. Untuk dukungan dan pelatihan dapat diperoleh dari vendor dalam negeri sehingga dapat diperoleh dengan harga lebih murah dan tidak perlu ada biaya yang dikeluarkan ke luar negeri. Hal ini pula yang menyebabkan pemerintah mendorong program IGOS (Indonesia Go Open Source).

Ada lebih dari seratus jenis distribusi GNU/Linux baik yang telah bersifat komersial maupun non-komersial. Yang akan digunakan adalah Ubuntu Linux yang diproduksi oleh perusahaan Canonical dari Isle of Man. Keunggulan penggunaan Ubuntu Linux adalah:

a. Tersedianya edisi download yang dapat digunakan secara gratis sehingga biaya lisensi dan upgradenya di masa mendatang tidak diperlukan lagi.

b. Ubuntu menyediakan support yang komersial sehingga bila di masa mendatang dukungan itu diperlukan maka dukungan komersial dapat diperoleh tanpa perlu mengganti ke sistem operasi lain.

c. Aplikasi tambahan dapat diperoleh secara mudah dan gratis melalui koneksi internet.

d. Pilihan aplikasinya lebih luas dibanding mayoritas distribusi lain yang berbasis di Amerika Serikat karena Ubuntu tidak terikat pada pembatasan paten yang didaftarkan di Amerika Serikat (umumnya pada perangkat lunak enkripsi dan codec multimedia).

e. Aplikasi-aplikasi utama yang dibutuhkan oleh sistem info