ustek-masterplan kantor banjarmasin_3 bln

Download USTEK-Masterplan Kantor Banjarmasin_3 BLN

Post on 10-Feb-2016

67 views

Category:

Documents

26 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

protek

TRANSCRIPT

USULAN TEKNIS FEASIBILITY STUDY DAN MASTER PLAN PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MUARA TEWEH, KABUPATEN BARITO UTARA

USULAN TEKNIS Perencanaan Detailed Engineering Drawing (DED) Masterplan Kantor Satuan Kerja Balai Pembinaan Konstruksi Wilayah V Banjarmasin

2015

USULAN TEKNIS Perencanaan Detailed Engineering Drawing (DED) Masterplan Kantor Satuan Kerja Balai Pembinaan Konstruksi Wilayah V Banjarmasin2015

USULAN TEKNIS (USTEK)

Perencanaan Detailed Engineering Drawing (DED) Masterplan Kantor Satuan Kerja Balai Pembinaan Konstruksi Wilayah V BanjarmasinTAHUN ANGGARAN 2015A. TANGGAPAN DAN SARAN TERHADAP KAKKonsultan memahami substansi teknis KAK untuk pekerjaan Perencanaan Detailed Engineering Drawing (DED) Masterplan Kantor Satuan Kerja Balai Pembinaan Konstruksi Wilayah V Banjarmasin. Pada umumnya arahan yang dijelaskan di dalam KAK telah dapat dipahami dan sesuai dengan metode pelaksanaan kegiatan yang dibutuhkan. Pekerjaan Perencanaan Detailed Engineering Drawing (DED) Masterplan Kantor Satuan Kerja Balai Pembinaan Konstruksi Wilayah V Banjarmasin ini merupakan pekerjaan DED untuk renovasi Kantor Balai yang ada..B. TANGGAPAN DAN SARAN TERHADAP PERSONIL FASILITAS PENDUKUNG DAN PPK

Setelah mempelajari arahan yang tertuang di dalam KAK maka Konsultan membutuhkan dukungan untuk mendapatkan data primer dan data sekunder yang perlu difasilitasi oleh PPK, tentang Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja untuk Sub-Bagian Pengumpulan Data Primer dan Data Sekunder.Selain itu Konsultan memerlukan diskusi dengan Tim Teknis dan PPK untuk membahas metode pelaksanaan kegiatan dan percepatan pelaksanaan kegiatan, mengingat sangat pendeknya waktu pelaksanaan kegiatan yang selayaknya akan berhasil baik apabila dilaksanakan dalam jangka waktu 4 (empat) bulan efektif.

C. PENDEKATAN, METODOLOGI DAN PROGRAM KERJA

1. LATAR BELAKANGUndang-undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, Pasal 9 menyatakan bahwa penyelenggaraan pelatihan kerja diarahkan untuk membekali, meningkatkan dan mengembangkan kompetensi kerja guna meningkatkan kemampuan produktivitas, dan kesejahteraan, pernyataan tersebut menegaskan bahwa penyelenggaraan pelatihan-pelatihan kerja harus diarahkan ke berbagai aspek yang berkaitan dengan kompetensi kerja, mulai dari standar kompetensi, materi pelatihan, materi uji kompetensi, sampai ke kurikulum pelatihan, instruktur, asesor, serta peralatan dan perlengkapan pelatihan untuk mendukung tercapainya tingkat kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja. Pernyataan dalam pasal 9 UU No. 18 tahun 1999 tentang jasa konstruksi, bahwa setiap tenaga kerja yang bekerja di sektor jasa konstruksi harus memiliki sertifikat keahlian, atau keterampilan kerja.Satuan Kerja Balai Pembinaan Konstruksi Wilayah V Banjarmasin sebagai institusi penyelenggara pelatihan di bidang jasa konstruksi, khususnya yang terkait dengan tugas-tugas Kementerian Pekerjaan Umum secara bertahap membangun kualitas tenaga kerja di bidang jasa konstruksi melalui pelatihanpelatihan yang berbasiskan kompetensi kerja pada jabatan kerja yang terdapat di lingkungan jasa konstruksi berdasarkan standar kompetensi yang telah disahkan. Satuan Kerja Balai Pembinaan Konstruksi Wilayah V Banjarmasin didirikan sebagai salah satu perpanjangan tangan Kementerian Pekerjaan Umum di Pulau Kalimantan memiliki tugas pokok dan fungsi, diantaranya melaksanakan pelatihan percontohan, bimbingan teknis dan fasilitasi uji kompetensi. Tugas-tugas tersebut merupakan salah satu contoh cara peningkatan dan pengakuan kompetensi sumber daya tenaga kerja konstruksi.Untuk menunjang tugas-tugas tersebut dan memperluas cakupan kegiatan pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia jasa konstruksi, diperlukan sarana prasarana penunjang yang lengkap dan memadai sesuai kebutuhan peningkatan sumber daya manusia jasa konstruksi. Salah satu sarana penunjang tersebut adalah gedung kantor yang lengkap serta memadai untuk menunjang kebutuhan pelatihan percontohan khususnya level terampil seperti tukang dan juru gambar. Diharapkan dengan adanya kantor yang lengkap dan memadai, Balai Pembinaan Konstruksi Wilayah V Banjarmasin dapat diteruskan untuk dijadikan Pusat Pelatihan dan Tempat Uji Sertifikasi -yang terintegrasi dengan stakeholder terkait- untuk tukang, mandor ataupun juru pada tenaga kerja konstruksi di wilayah Banjarmasin Kalimantan Selatan secara khusus dan Pulau Kalimantan secara umum.Oleh karena itu pada Tahun Anggaran 2015 Satuan Kerja Balai Pembinaan Konstruksi Wilayah V Banjarmasin mengalokasikan anggaran Paket Pekerjaan PERENCANAAN DED (DETAIL ENGINEERING DRAWING) MASTERPLAN KANTOR SATUAN KERJA BALAI PEMBINAAN KONSTRUKSI WILAYAH V BANJARMASIN. Diharapkan dengan bekal masterplan kantor yang lengkap dan terinci dapat dijadikan dasar/syarat pelengkap untuk mengajukan kebutuhan anggaran pembangunan gedung kantor di tahun anggaran selanjutnya.

2. MAKSUD, TUJUAN DAN SASARAN2.1. MAKSUD DED (Detail Engineering Desain) Masterplan Kantor dan Workshop konstruksi Satuan Kerja Balai Pembinaan Konstruksi Wilayah V Banjarmasin dibuat dengan maksud sebagai bahan acuan untuk memperbaiki kondisi bangunan dan ruang Kantor Balai yang sudah tidak memenuhi syarat kenyamanan, keamanan, keselamatan dan keandalan, serta sebagai bahan untuk menghitung besaran biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan konstruksinya.2.2. TUJUAN Sebagai salah satu panduan/petunjuk bagi Konsultan Perencana dalam menginterpretasikan kebutuhan Satuan Kerja dalam merencanakan pekerjaan tersebut disusunlah pekerjaan DED Master Plan ini, dengan tujuan sebagai berikut 1) Memberikan petunjuk/gambaran secara umum kepada Konsultan Perencana kebutuhan/keinginan pemilik pekerjaan (KPA Satuan Kerja Balai Pembinaan Konstruksi Wilayah V Banjarmasin) agar terjadi kesamaan persepsi terhadap pelaksanaan perencanaan;

2) Memberikan batasan umum terkait keluaran/hasil/output dari pekerjaan perencanaan ini secara jelas dan terukur terkait masukan, kriteria, proses, spesifikasi umum, dasar hukum dan kondisi lain yang harus dipenuhi, diperhatikan dan disepakati ke dalam dokumen akhir perencanaan;

3) Dapat tersusunnya dokumen akhir perencanaan sebagai hasil akhir pekerjaan perencanaan yang lengkap, jelas dan terinci sesuai dengan kebutuhan pemilik pekerjaan.2.3. SASARAN

Sasaran pekerjaan Perencanaan Detailed Engineering Drawing (DED) Masterplan Kantor Satuan Kerja Balai Pembinaan Konstruksi Wilayah V Banjarmasin adalah terwujudnya suatu perencanaan yang komprehensif, lengkap dan terinci, baik ditinjau dari aspek arsitektural dan struktural, maupun dari aspek ekonomis serta dapat dipertanggungjawabkan sesuai aturan teknis yang berlaku.3. DASAR HUKUMDalam melaksanakan pekerjaan Penyusunan DED (Detail Engineering Drawing) Masterplan Kantor Satuan Kerja Balai Pembinaan Konstruksi Wilayah V Banjarmasin, Konsultan penyedia jasa akan berpegang pada referensi hukum yang ada. Pedoman, kriteria, referensi hukum dan standar yang digunakan dalam menyelesaikan pekerjaan ini adalah yang berlaku di Indonesia secara umum dan khusus, antara lain : Peraturan Presiden Nomor 04 Tahun 2015 sebagai perubahan keempat terhadap Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah;

Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi terkait Badan Usaha Jasa Konsultansi;

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 57/PMK.02/2015 tentang Perubahan Permen Keuangan Nomor 53/PMK.02/2014 Tentang Standar Biaya Umum Tahun 2015;

Peraturan Daerah Terkait tentang Harga Satuan Pokok Kegiatan dan Survei Harga Barang dan Jasa;

DIPA Satuan Kerja Balai Pembinaan Konstruksi Wilayah V Banjarmasin Tahun Anggaran 2015.

4. ACUAN DAN STANDAR TEKNISDalam penyusunan DED (Detail Engineering Drawing) Masterplan Kantor Satuan Kerja Balai Pembinaan Konstruksi Wilayah V Banjarmasin tersebut harus memenuhi persyaratan-persyaratan teknis yang tertera dalam Normalisasi Indonesia (NI), Standar Industri Indonesia (SII) dan Peraturanperaturan Nasional maupun Peraturan-peraturan lainnya yang berlaku untuk jenis - jenis pekerjaan yang bersangkutan antara lain: Tata cara perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung (SKSNI T-15 1991-03) ;

Tata cara pengedukan dan pengecoran beton SNI 03-3976-1995 ;

Peraturan muatan Indonesia NI.8 dan Indonesia loading code 1987 (SKB-1.2.53.1987) ;

Standar Nasional Indonesia Nomor 2837 Tahun 2008 tentang Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Plesteran untuk Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan ;

Ubin lantai keramik, mutu dan cara uji SNI 03-3976-1995 ;

Peraturan konstruksi kayu di Indonesia (PKKI) NI.5 ;

Mutu Kayu bangunan SNI 03-3527-1984 ;

Peraturan umum instalasi listrik (PUIL) SNI 04-0225-1987 ;

Peraturan Porland Cement Indonesia 1972/NI-8 ;

Peraturan bata merah sebagai bahan bangunan NI 10 ;

Peraturan plumbing Indonesia ;

Standar Nasional Indonesia Nomor 6897 Tahun 2008 Tentang Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Dinding untuk Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan;

Standar Nasional Indonesia Nomor 2835 Tahun 2008 Tentang Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Tanah untuk Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan ;

Standar Nasional Indonesia Nomor 2836 Tahun 2008 Tentang Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Pondasi untuk Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan ;

Standar Nasional Indonesia Nomor 2839 Tahun 2008 Tentang Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Langit-langit untuk Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan ;

Standar Nasional Indonesia Nomor 7393 Tahun 2008 Tentang Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Besi dan Alumunium untuk Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan ;

Standar Nasional Indonesia Nomor 7394 Tahun 2008 Tentang Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Beton untuk Konstruksi Bangunan Ge