ustek database jalan lingkungan kecamatan

Download Ustek Database Jalan Lingkungan Kecamatan

Post on 28-Dec-2015

423 views

Category:

Documents

23 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Ustek Database Jalan Lingkungan Kecamatan

TRANSCRIPT

Kata Pengantar

Bab 2Uraian Pendekatan Teknis, Metodologi dan Program Kerja

2.1. Latar BelakangDinas Pekerjaan Umum Kota Denpasar adalah salah satu Instansi pada Pemerintah Kota Denpasar yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab dalam pengaturan, pembangunan, pengawasan, pembinaan sarana transportasi jalan darat termasuk jalan lingkungan / gang di Kota Denpasar. Dengan semakin pentingnya data/informasi jalan yang akurat untuk dapat memonitor perkembangan warga dan wilayah sekaligus untuk mengembangkan kebijakan yang akurat, maka Pemerintah Kota Denpasar perlu memiliki aplikasi Sistem Informasi Jalan dengan berbasis database dan sistem informasi.Sehubungan dengan hal tersebut Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pekerjaan Umum Kota Denpasar akan melaksanakan Penyusunan Sistem Informasi / Database jalan lingkungan / gang di Kota Denpasar melalui Pengadaan Jasa Konsultasi Pendataan dan Pemetaan di Kota Denpasar. 2.2.Maksud dan Tujuan1. Membangun basis data jalan lingkungan / gang di Kota Denpasar, sehingga terbentuk suatu data-data bereferensi geografis yang terintegrasi sebagai suatu sistem informasi jaringan jalan lingkungan / gang di Kota Denpasar. 2. Melakukan inventarisasi data ruas-ruas jalan lingkungan / gang di Kota Denpasar dengan penanganan melalui dukungan ketersediaan informasi yang lengkap dan akurat dalam suatu basis data yang tersentralisasi.3. Menjaga kelengkapan, akurasi, dan aktualisasi data sehingga selalu dapat mempresentasikan keadaan sebenarnya di lapangan yang dapat digunakan dalam kegiatan peningkatan, pemeliharaan, dan pengawasan pelaksanaan pekerjaan.

2.3.SasaranSasaran dari kegiatan ini adalah :1. Seluruh ruas jalan lingkungan / gang yang ada di wilayah Kota Denpasar.2. Kegiatan pembuatan data base jalan lingkungan / gang dibagi dalam tiap kecamatan yang ada di Kota Denpasar. 2.4.Ruang Lingkup PekerjaanRuang lingkup pekerjaan Pembuatan Data Base Jalan Lingkungan di Kecamatan Denpasar Utara meliputi :1. Tahap Persiapan Pada tahap awal kegiatan ini, dilakukan persiapan tenaga ahli dan pendukungnya serta penyiapan gambar citra satelit dan peta-peta pendukung lainnya yang memenuhi koordinat bumi yang tepat. 2. Tahap Pencarian Data / pengumpulan dataData yang dibutuhkan dicari dengan melakukan survey dan pengumpulan data, baik data primer maupun data sekunder, survey dilakukan untuk memperoleh data sebagai berikut :- Data mengenai kepadatan lalu lintas- Data mengenai jalur-jalur kendaraan umum- Data mengenai nama, panjang dan lebar jalan lingkungan / gang- Data mengenai status dan fungsi jalan lingkungan / gang- Data mengenai konstruksi dan kondisi jalan lingkungan / gang- Data mengenai panjang dan lebar jalan lingkungan / gang3. Tahap Integrasi Data Kegiatan pemasukan dan integrasi data ini meliputi kegiatan integrasi data citra satelit, peta pendukung, data hasil survey dan data multimedia.2.4.Lokasi PekerjaanLokasi pekerjaan berada di wilayah administrasi Kecamatan Denpasar Utara.2.5.Waktu Pelaksanaan PekerjaanMasa pelaksanaan pekerjaan Pembuatan Data Base Jalan Lingkungan di Kecamatan Denpasar Utara adalah 120 (seratus dua puluh) hari kalender terhitung sejak dikeluarkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) oleh Pihak Pengguna Jasa. Rencana Jadwal Pekerjaan dan Jadwal Penugasan Personil disampaikan dalam sub bab selanjutnya.2.6Metodologi2.6.1.Istilah Umum Pekerjaan Data Base Jalan Lingkungan 1.Ruas JalanAdalah jalan antara dua simpul yang mempunyai karakteristik lalu-lintas yang relatif sama.2.SimpulAdalah suatu titik dari suatu jaringan jalan yang timbul sebagai akibat adanya persimpangan (termasuk simpang susun), batas kota, atau kegiatan lalu-lintas maupun non lalu-lintas yang memanfaatkan jaringan jalan tersebut, sehingga menimbulkan karakterisrik lalu-lintas yang berbeda pada ruas jalan tersebut. Contoh Kegiatan Non Lalu-lintas yaitu pasar, pabrik, tempat rekreasi dan sebagainya.3.Nomor SimpulAdalah sederet angka yang berlaku hanya untuk simpul.4.Nomor Ruas Jalan Adalah nomor ke dua simpul yang mengapit ruas jalan tersebut. 5.Persimpangan Adalah persimpangan antara dua atau lebih ruas jalan yang mempunyai karakteristik lalu-lintas hampir sama. Persimpangan dimana salah satu kakinya mempunyai volume lalu-lintas kurang dari 25 % terhadap kaki lainnya tidak dikodefikasikan sebagai simpul.

6.Kekerasan Permukaan Kekerasan permukaan (tekstur) adalah kondisi permukaan perkerasan dilihat dari keadaan bahan batuan, aspal dan ikatan antara kedua bahan tersebut. 7.Tambalan/Patching Tambalan adalah keadaan permukaan perkerasan yang sudah diperbaiki setempat-setempat dengan material perkerasan. 8.Lubang Lubang adalah kerusakan perkerasan jalan setempat dengan kedalaman minimal sama dengan tebal lapis permukaan. 9.Retak-retak Berdasarkan jenisnya retak jalan dibagi menjadi retak buaya, retak acak, retak melintang dan retak memanjang. 10.Alur Alur adalah penurunan memanjang yang disebabkan oleh roda kendaraan. 11.Keriting/Gelombang Adalah perubahan-perubahan bahan perkerasan ke arah melintang berbentuk gelombang. Gelombang merupakan kerusakan-kerusakan struktur sedangkan keriting merupakan kerusakan permukaan.12.Amblas Amblas adalah penurunan setempat pada suatu bidang perkerasan yang biasanya terjadi dengan bentuk tidak menentu tanpa terlepasnya material perkerasan. 13.Selokan Samping Adalah saluran pembuang terbuka maupun tertutup yang terletak di kiri / kanan jalan yang berfungsi mengumpulkan dan mengalirkan air hujan yang berasal dari permukaan badan jalan.

14.Bahu Jalan Adalah suatu struktur yang berdampingan dengan jalur lalu-lintas yang diperuntukkan guna melindungi perkerasan, mengamankan kebebasan samping dan menyediakan ruang tempat berhenti sementara. 2.6.2.Klasifikasi Jalan Sesuai peruntukannya jalan terdiri atas jalan umum dan jalan khusus. Jalan umum merupakan jalan yang diperuntukkan bagi lalu lintas umum, sedangkan jalan khusus merupakan jalan yang bukan diperuntukkan untuk lalu lintas umum dalam rangka distribusi barang dan jasa yang dibutuhkan. Menurut Undang Undang Nomor 38 tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2006 Tentang Jalan, jalan umum dapat diklasifikasikan dalam sistem jaringan jalan, fungsi jalan, status jalan, dan kelas jalan. 1. Klasifikasi menurut fungsi pada sistem jaringan jalan Sistem Jaringan Jalan Primera.Jalan arteri primerb.Jalan kolektor primerc.Jalan lokal primerd.Jalan lingkungan primer Sistem Jaringan Jalan Sekundera.Jalan arteri sekunderb.Jalan kolektor sekunderc.Jalan lokal sekunderd.Jalan lingkungan sekunder2. Klasifikasi menurut status jalan Jalan Nasional Jalan Provinsi Jalan Kabupaten Jalan Kota Jalan Desa3. Klasifikasi menurut kelas jalan Jalan bebas hambatan Jalan raya Jalan sedang Jalan kecil

Bagian-bagian Jalan2.6.3.Pekerjaan Persiapan 1.PendahuluanKegiatan ini dimaksudkan untuk menentukan data dan informasi yang diperlukan, dalam rangka penyusunan rencana kerja Pembuatan Data Base Jalan Lingkungan di Kecamatan Denpasar Utara. Data dan informasi yang dikumpulkan dalam pendahuluan antara lain adalah :a) Peta Rupabumi Bakorsurtanal skala 1:50.000b) Peta citra satelit dari google map dan atau bing mapc) Peta administratif wilayah pekerjaand) Peta jaringan jalan yang adae) Kota Denpasar dalam angka2.Penyusunan Rencana Kerja Data yang berhasil dikumpulkan dalam kegiatan pendahuluan terlebih dahulu dianalisis dan selanjutnya dijadikan bahan untuk menyusun rencana kerja. Materi yang perlu dituangkan dalam rencana kerja tersebut antara lain adalah :a) Sasaran dan volume pekerjaanb) Alternatif kegiatanc) Standar prestasi petugasd) Jadwal pelaksanaan pekerjaane) Organisasi dan jumlah pelaksanaf) Perkiraan peningkatan pokok ketetapan pajakg) Hasil akhirDalam penyusunan rencana kerja perlu diperhatikan dua hal berikut : 1) Fleksibilitas, artinya rencana kerja tersebut mampu menampung perubahan-perubahan pelaksanaan di lapangan tanpa harus mengubah rencana kerja. 2) Konsisten, artinya hal-hal yang telah ditentukan dalam rencana kerja tersebut harus dapat dipenuhi secara konsisten, seperti halnya standar prestasi kerja, jumlah personil, waktu yang diperlukan, biaya, dan lain-lain.

Diagram alur utama pekerjaan

Mulai

Studi LiteraturOrientasi Awal

Laporan PendahuluanIdentifikasi Metoda Kerja

SelesaiLaporan PekerjaanPembuatan Data Base Jalan Lingkungan di Kecamatan Denpasar UtaraLaporan AkhirLaporan AntaraImplementasi dan EvaluasiEvaluasi Sistem InformasiPembangunan Sistem InformasiPengumpulan DataSurvey Data SekunderSurvey Data PrimerPenyusunan format surveyIdentifikasi Kebijakan dan Pengembangan

2.6.4.Tahap Pencarian / Pengumpulan Data 1.Data SekunderData sekunder dikumpulkan dari instansi-instansi terkait, seperti Dinas PU, Bappeda, Dinas Perhubungan, Kantor Statistik dan lain-lain sebagai data tambahan untuk mendukung data primer dalam proses analisis. Data sekunder yang dikumpulkan meliputi :a.Data tata guna lahan dan sarana pendukung di tiap wilayah studi.Tata guna lahan yang ada meliputi : kehutanan, pertanian, perkebunan, perdagangan, perkantoran, pendidikan, serta industri rumah tangga. Selain besaran potensi, perlu diketahui juga pertumbuhannya selama rentang waktu tertentu, serta lokasi penyebaran potensi tersebut. Apabila potensi-potensi ini bisa dimanfaatkanm akan membangkitkan arus barang dan penumpang yang menuntut penyediaan sara transportasi.b.Data demografi kependudukan.Data kependudukan meliputi : penyebaran penduduk, jumlah penduduk, mata pencaharian, penghasilan perkapita, tingkat pendidikan, serta parameter-parameter demografi lainnya. Keberadaan penduduk dapat dipandang sebagai sumber daya manusia yang akan mengolah potensi wilayah yang ada dan terlibat dalam implementasi pembangunan prasaran. Selain itu, penduduk juga sebagai konsumen dari berbagai komoditi yang akan menimbulkan arus barang yang butuh penyediaan prasaran transportasi.c.Data dan peta jaringan jalan yang ada Perlu dikaji ketersediaa