urusan mutasi dan penilaian kinerja pegawai · kepala bagian mutasi dan penilaian kinerja pegawai....

of 86/86
URUSAN MUTASI DAN PENILAIAN KINERJA PEGAWAI Makassar, 27 – 29 Oktober 2019 Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI Oleh: Kepala Bagian Mutasi dan Penilaian Kinerja Pegawai

Post on 11-Jul-2020

20 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • URUSAN MUTASI DAN

    PENILAIAN KINERJA PEGAWAI

    Makassar, 27 – 29 Oktober 2019

    Biro Kepegawaian

    Sekretariat Jenderal

    Kementerian Kesehatan RI

    Oleh:

    Kepala Bagian Mutasi dan

    Penilaian Kinerja Pegawai

  • PNS berdasarkan JenisKelamin

    18.623 31.072

    STRUKTURAL

    2.277

    JFU

    21.206

    JFT

    26.212

    PNS berdasarkan jenis Golongan

    3368.520

    33.996

    6.843

    Gol 1

    Gol 2

    Gol 3

    Gol 4

    PNS berdasarkan jenis Pendidikan

    321 613 7.166

    12.074

    12.713

    514

    S-1

    S-2

    S-3D-I/II D-III

    D-IV

    267 14.537

    1.490

    49.695 orangJumlah PNS per 23 Oktober 2019

    * Sumber data SIMKA

    PROFIL PEGAWAI NEGERI SIPILDI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KESEHATAN

    PNS berdasarkanJabatan

    PNS berdasarkan Jenis Jabatan

    27.456 22.239

    Nakes Non Nakes

    PNS berdasarkanJenis Kantor

    • Kantor Pusat13.819

    • UPT35.876

  • SEBARAN PEGAWAI NEGERI SIPIL PER UNIT UTAMA

    1316; 3%

    281; 1%

    32243; 65%

    4357; 9%

    519; 1%

    238; 0%

    1255; 2%

    9486; 19%

    Chart Title

    Sekretariat Jenderal

    Inspektorat Jenderal

    Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan

    Direktorat Jenderal Pencegahan Dan

    Pengendalian Penyakit

    Direktorat Jenderal Kesehatan

    Masyarakat

    Direktorat Jenderal Kefarmasian Dan

    Alat Kesehatan

    * Sumber data SIMKA

    49.695 orangJumlah PNS per 23 Oktober 2019

  • PENILAIAN PRESTASI KERJA PEGAWAI

    DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KESEHATAN

  • GAMBARAN UMUM TENTANG PENILAIAN PRESTASI KERJA PNS DI LINGKUNGAN KEMENKES

    ▪ Hasil penilaian Pestasi Kerja Pegawai merupakan dasaruntuk pembinaan karier Pegawai sesuai dengan ketentuanperaturan perundang-undangan.

    ▪ UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN▪ PP Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi

    Kerja PNS▪ PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS▪ Per Ka BKN Nomor 1 Tahun 2013 tentang Pelaksanaan

    PP Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian PrestasiKerja PNS

    ▪ PP Nomor 30 Tahun 2019 tentang Penilaian Kinerja PNS

    ▪ Hasil penilaian Pestasi Kerja Pegawai merupakan dasaruntuk pemberian tunjangan kinerja tahun berikutnyasesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

    ▪ Penilaian Pestasi Kerja Pegawai atau kinerja merupakansalah satu unsur dalam penerapan sistem Merit danpenilaian Reformasi Birokrasi

    ▪ Hasil penilaian Pestasi Kerja Pegawai merupakan salahsatu syarat dari seluruh proses pengurusan administrasikepegawaian.

    ▪ Penilaian Pestasi Kerja Pegawai merupakan turunan daritarget kinerja organisasi secara cascading.

    tuju

    an/ m

    anfaat

    Permenkes Nomor 1 Tahun 2019 tentang PedomanPenilaian Prestasi Kerja PNS di Lingkungan Kemenkes

    ▪ Penilaian Prestasi Kerja Pegawai dilakukan setiap akhirDesember pada tahun yang bersangkutan dan paling lama akhir Januari tahun berikutnya

    ▪ Setiap Pegawai wajib menyusun SKP pada bulanJanuari setiap tahun berjalan

    ▪ Penilaian Prestasi Kerja Pegawai dilakukan dengan caramenggabungkan penilaian SKP (60%) dengan penilaianperilaku kerja (40%)

    ▪ Penilaian Perilaku Kerja Pegawai dilakukan denganmenggunakan metode 360o melalui pengamatan dariPejabat Penilai, Sejawat, dan Bawahan

  • * Sumber data PPKPNS tanggal 23 Oktober 2019

    Sudah Entry SKP;

    35.785; 72%

    Belum Entry SKP;

    13.908; 28%

    Sudah Entry SKP

    Belum Entry SKP

    49.695 orangJumlah PNS per 23 Oktober 2019

  • No Satuan Organisasi Jumlah Pegawai

    Kontrak Kerja SKP TugasBelajar *

    SipekaSudah Belum Sudah Belum

    1 Biro Perencanaan dan Anggaran 75 74 1 1 32 432 Biro Keuangan dan Barang Milik Negara 100 100 0 0 86 14

    3 Biro Hukum dan Organisasi 62 60 2 2 13 494 Biro Kepegawaian 123 119 4 4 48 755 Biro Kerja Sama Luar Negeri 40 38 2 2 4 366 Biro Komunikasi dan Pelayanan

    Masyarakat57 55 2 2 9 48

    7 Biro Umum 203 202 1 1 123 808 Pusat Data dan Informasi 73 73 0 0 7 669 Pusat Analisis Determinan Kesehatan 48 46 2 2 20 28

    10 Pusat Pembiayaan dan JaminanKesehatan

    62 59 3 3 42 20

    11 Pusat Krisis Kesehatan 52 52 0 0 17 3512 Pusat Kesehatan Haji 65 63 2 1 39 2613 Sekretariat Konsil Kedokteran Indonesia 56 55 1 1 12 44

    14 Rumah Sakit Badan PengusahaanBatam

    298 169 129 0 0 298

    15 DPK 60 0 60 0 0 60Total 1374 1165 209 19 452 922

    * Catatan:

    Bagi PNS Tugas Belajar tidak membuat SKP namun langsung membuat penilaian SKP pada periode akhir tahun/saat selesai

    Tugas Belajar.

  • No Satuan Organisasi JumlahPegawai

    Kontrak Kerja SKP TugasBelajar

    Sipeka

    Sudah Belum Sudah Belum

    1 Sekretariat InspektoratJenderal

    81 81 0 0 2 79

    2 Inspektorat I 45 44 1 1 0 45

    3 Inspektorat II 37 36 1 1 0 37

    4 Inspektorat III 42 42 0 0 1 41

    5 Inspektorat IV 45 44 1 0 0 45

    6 Inspektorat Investigasi 31 28 3 3 0 31

    Total 281 275 6 5 3 278

    * Catatan:

    Bagi PNS Tugas Belajar tidak membuat SKP namun langsung membuat penilaian SKP pada periode akhir tahun/saat selesai

    Tugas Belajar.

  • No Satuan Organisasi Jumlah Pegawai

    Kontrak Kerja SKP Tugas Belajar

    Sipeka

    Sudah Belum Sudah Belum

    1 Sekretariat Direktorat Jenderal Pencegahan dan PengendalianPenyakit

    169 90 79 3 7 162

    2 Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan 99 42 57 8 0 99

    3 Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit MenularLangsung

    94 56 38 2 0 94

    4 Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik

    90 54 36 1 1 89

    5 Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular 86 39 47 4 0 86

    6 Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan NAPZA

    47 14 33 1 0 47

    7 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok 116 114 2 2 38 78

    8 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Denpasar 114 87 27 4 25 89

    9 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Surabaya 101 59 42 1 2 99

    10 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Soekarno Hatta 152 151 1 1 5 147

    11 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Medan 112 58 54 0 0 112

    12 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Makassar 134 72 62 7 2 132

    13 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Batam 84 27 57 1 0 84

    14 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Tanjung Pinang 49 45 4 4 1 48

    15 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Banjarmasin 72 61 11 1 0 72

    16 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Kendari 59 58 1 1 60 -1

    17 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Tarakan 49 38 11 7 2 47

    18 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Mataram 88 76 12 1 45 43

    19 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Padang 69 23 46 5 8 61

    20 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Semarang 83 53 30 4 1 82

  • No Satuan Organisasi Jumlah Pegawai

    Kontrak Kerja SKP Tugas Belajar

    Sipeka

    Sudah Belum Sudah Belum

    21 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Palembang 74 52 22 1 2 72

    22 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Probolinggo 56 56 0 0 6 50

    23 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Ambon 58 10 48 5 23 35

    24 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Pekanbaru 63 48 15 3 0 63

    25 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Balikpapan 67 58 9 4 1 66

    26 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Manado 49 33 16 0 1 48

    27 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Bandung 66 39 27 2 2 64

    28 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Banten 66 15 51 2 1 65

    29 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Pontianak 75 58 17 2 0 75

    30 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Samarinda 60 49 11 1 1 59

    31 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Cilacap 46 42 4 4 2 44

    32 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Panjang 70 30 40 1 4 66

    33 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Jayapura 46 44 2 2 3 43

    34 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Tanjung Balai Karimun 41 38 3 2 1 40

    35 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Pangkal Pinang 52 26 26 2 5 47

    36 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Bitung 43 25 18 0 0 43

    37 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Tembilahan 42 38 4 4 40 2

    38 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Jambi 63 21 42 4 2 61

    39 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Dumai 46 45 1 1 29 17

    40 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Palu 56 33 23 0 9 47

  • No Satuan Organisasi Jumlah Pegawai

    Kontrak Kerja SKP Tugas Belajar

    Sipeka

    Sudah Belum Sudah Belum

    41 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang 78 74 4 3 69 9

    42 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Biak 27 24 3 3 1 26

    43 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Sorong 31 4 27 2 0 31

    44 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Manokwari 34 2 32 2 0 34

    45 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Sampit 40 4 36 6 0 40

    46 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Banda Aceh 78 70 8 8 1 77

    47 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Merauke 33 5 28 2 21 12

    48 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Lhokseumawe 35 26 9 4 0 35

    49 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Bengkulu 46 42 4 4 34 12

    50 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Poso 40 5 35 3 1 39

    51 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Palangkaraya 38 30 8 2 0 38

    52 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Gorontalo 29 11 18 2 1 28

    53 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Ternate 49 40 9 2 1 48

    54 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Sabang 28 18 10 2 0 28

    55 BBTKL dan PP Yogyakarta 116 94 22 2 0 116

    56 BBTKL dan PP Jakarta 97 94 3 3 6 91

    57 BBTKL dan PP Surabaya 96 59 37 4 2 94

    58 BBTKL dan PP Banjarbaru 71 66 5 0 45 26

    59 BTKL dan PP Kelas I Batam 48 26 22 1 0 48

    60 BTKL dan PP Kelas I Makassar 63 57 6 1 3 60

  • No Satuan Organisasi Jumlah Pegawai

    Kontrak Kerja SKP

    Tugas Belajar

    Sipeka

    Sudah Belum Sudah Belum

    61 BTKL dan PP Kelas I Medan 63 27 36 5 0 63

    62 BTKL dan PP Kelas I Palembang 68 44 24 4 50 18

    63 BTKL dan PP Kelas I Manado 52 42 10 4 4 48

    64 BTKL dan PP Kelas II Ambon 51 30 21 8 13 38

    65 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas IV DI Yogyakarta 40 8 32 5 4 36

    Total 4.357 2.879 1.478 180 585 3.772

    * Catatan:

    Bagi PNS Tugas Belajar tidak membuat SKP namun langsung membuat penilaian SKP pada periode akhir tahun/saat selesai

    Tugas Belajar.

  • No Satuan Organisasi Jumlah

    Pegawai

    Kontrak Kerja SKP Tugas

    Belajar

    Sipeka

    Sudah Belum Sudah Belum

    1 Sekretariat Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat 93 91 2 2 87 6

    2 Direktorat Kesehatan Keluarga 80 76 4 4 75 5

    3 Direktorat Kesehatan Lingkungan 68 36 32 1 68 0

    4 Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga 51 46 5 3 46 5

    5 Direktorat Gizi Masyarakat 71 70 1 1 62 9

    6 Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan

    Masyarakat

    63 62 1 1 62 1

    7 Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat Bandung 29 26 3 3 29 0

    8 Balai Kesehatan Tradisional Masyarakat Makassar 43 42 1 0 43 0

    9 Loka Kesehatan Tradisional Masyarakat Palembang 21 20 1 1 21 0

    Total 519 469 50 16 493 26

    * Catatan:

    Bagi PNS Tugas Belajar tidak membuat SKP namun langsung membuat penilaian SKP pada periode akhir tahun/saat selesai

    Tugas Belajar.

  • No Satuan Organisasi Jumlah

    Pegawai

    Kontrak Kerja

    SKP

    Tugas

    Belajar

    Sipeka

    Sudah Belum Sudah Belum

    1 Sekretariat Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan 67 64 3 3 5 62

    2 Direktorat Tata Kelola Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan 33 31 2 2 9 24

    3 Direktorat Pelayanan Kefarmasian 35 33 2 2 3 32

    4 Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian 33 31 2 2 1 32

    5 Direktorat Penilaian Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan

    Rumah Tangga

    38 34 4 4 5 33

    6 Direktorat Pengawasan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan

    Rumah Tangga

    32 31 1 1 5 27

    Total 238 224 14 14 28 210

    * Catatan:

    Bagi PNS Tugas Belajar tidak membuat SKP namun langsung membuat penilaian SKP pada periode akhir tahun/saat selesai

    Tugas Belajar.

  • No Satuan Organisasi Jumlah

    Pegawai

    Kontrak Kerja

    SKP

    Tugas

    Belajar

    Sipeka

    Sudah Belum Sudah Belum

    1 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan 147 81 66 4 3 144

    2 Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan 144 34 110 19 5 139

    3 Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan 124 117 7 7 23 101

    4 Pusat Penelitian dan Pengembangan Upaya Kesehatan Masyarakat 149 132 17 17 11 138

    5 Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan 124 56 68 24 0 124

    17 Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Vektor Dan Reservoir Penyakit

    Salatiga Jawa Tengah

    92 86 6 6 86 6

    18 Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Obat Dan Obat Tradisional

    Tawangmangu Jawa Tengah

    86 79 7 7 1 85

    19 Balai Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Magelang Jawa Tengah 65 56 9 9 22 43

    20 Balai Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Donggala Sulawesi Tengah 42 39 3 3 1 41

    21 Balai Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Jawa Tengah 50 34 16 4 18 32

    22 Balai Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Tanah Bumbu Kalimantan Selatan 39 35 4 4 2 37

    23 Balai Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Papua 36 10 26 7 4 32

    24 Balai Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Baturaja Sumatera Selatan 53 50 3 3 10 43

    25 Balai Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Banda Aceh 32 28 4 4 1 31

    26 Loka Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Pangandaran Jawa Barat 38 34 4 4 7 31

    27 Loka Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Waikabubak Nusa Tenggara

    Timur

    33 29 4 4 0 33

    Total 1254 900 354 126 194 1060

    * Catatan:

    Bagi PNS Tugas Belajar tidak membuat SKP namun langsung membuat penilaian SKP pada periode akhir tahun/saat selesai

    Tugas Belajar.

  • AMANAT PP NO 30 TAHUN 2019TENTANG PENILAIAN KINERJA PNS

  • DASAR HUKUMPENILAIAN KINERJA PNS

    UU 5 TAHUN 2014

    APARATUR SIPIL NEGARA

    PP 11 TAHUN 2017

    MANAJEMEN PNS

    PASAL 78 PASAL 230

    Ketentuan lebih lanjut mengenai

    penilaian kinerja diatur dengan

    Peraturan Pemerintah.

    Ketentuan lebih lanjut

    mengenai penilaian kinerja PNS

    dan disiplin PNS diatur dengan

    Peraturan Pemerintah.

    MANAJEMEN KINERJA: PENILAIAN

    KINERJA PNS (PP No. 30 Tahun 2019)

  • SUBSTANSIPP 46 TAHUN 2011

    PENILAIAN PRESTASI KERJA PNS

    PP 30 TAHUN 2019

    PENILAIAN KINERJA PNS

    KET

    EN

    TU

    AN

    UM

    UM

    PENILAIAN PRESTASI KERJA PNS

    suatu proses penilaian secara sistematis yang dilakukan

    oleh pejabat penilai terhadap sasaran kerja pegawai dan

    perilaku kerja PNS.

    SISTEM MANAJEMEN KINERJA PNS

    suatu proses sistematis yang terdiri dari

    perencanaan kinerja; pelaksanaan,

    pemantauan, dan pembinaan kinerja; penilaian

    kinerja; tindak lanjut; dan sistem informasi

    kinerja.

    PRESTASI KERJA

    hasil kerja yang dicapai oleh setiap PNS pada satuan

    organisasi sesuai dengan sasaran kerja pegawai dan

    perilaku kerja.

    KINERJA PNS

    hasil kerja yang dicapai oleh setiap PNS pada

    organisasi/unit sesuai dengan SKP dan Perilaku

    Kerja.

    SASARAN KERJA PEGAWAI (SKP)

    rencana kerja dan target yang akan dicapai oleh seorang

    PNS.

    SASARAN KINERJA PEGAWAI (SKP)

    rencana kinerja dan target yang akan dicapai oleh

    seorang PNS yang harus dicapai setiap tahun.

    TARGET

    jumlah beban kerja yang akan dicapai dari setiap

    pelaksanaan tugas jabatan.

    TARGET

    jumlah hasil kerja yang akan dicapai dari setiap

    pelaksanaan tugas jabatan.

    PERBANDINGAN

    PP 46 TAHUN 2011 DENGAN PP 30 TAHUN 2019 #1

  • SUBSTANSI

    PP 46 TAHUN 2011

    PENILAIAN PRESTASI KERJA

    PNS

    PP 30 TAHUN 2019

    PENILAIAN KINERJA PNS

    KET

    EN

    TU

    AN

    UM

    UM

    TIM PENILAI KINERJA PNS

    tim yang dibentuk oleh PyB untuk memberikan pertimbangan kepada PPK usulan pengangkatan,

    pemindahan, dan pemberhentian dalam jabatan, pengembangan kompetensi, serta pemberian

    penghargaan bagi PNS.

    PEMANTAUAN KINERJA

    serangkaian proses yang dilakukan oleh Pejabat Penilai Kinerja PNS untuk mengamati pencapaian

    target kinerja yang terdapat dalam SKP.

    BIMBINGAN KINERJA

    suatu proses terus-menerus dan sistematis yang dilakukan oleh atasan langsung dalam

    membantu PNS agar mengetahui dan mengembangkan kompetensi PNS, dan mencegah

    terjadinya kegagalan kinerja.

    KONSELING KINERJA

    proses untuk melakukan identifikasi dan membantu penyelesaian masalah perilaku kinerja yang

    dihadapi PNS dalam mencapai target kinerja.

    PEMERINGKATAN KINERJA

    perbandingan antara kinerja PNS dengan PNS lainnya dalam 1 (satu) unit kerja dan/atau instansi.

    SISTEM INFORMASI KINERJA PNS

    tata laksana dan prosedur pengumpulan, pengolahan, analisis, penyajian, pemanfaatan, dan

    pendokumentasian data kinerja PNS secara terintegrasi.

    PENGELOLA KINERJA

    pejabat yang menjalankan tugas dan fungsi pengelolaan kinerja PNS.

    PERBANDINGAN

    PP 46 TAHUN 2011 DENGAN PP 30 TAHUN 2019 #2

  • SUBSTANSIPP 46 TAHUN 2011

    PENILAIAN PRESTASI KERJA PNS

    PP 30 TAHUN 2019

    PENILAIAN KINERJA PNS

    PER

    EN

    CA

    NA

    AN

    KIN

    ER

    JA

    SASARAN KERJA PEGAWAI (SKP)

    memuat kegiatan tugas jabatan dan target yang

    harus dicapai dalam kurun waktu penilaian yang

    bersifat nyata dan dapat diukur.

    SASARAN KINERJA PEGAWAI (SKP)

    memuat kinerja utama yang harus dicapai

    seorang PNS setiap tahun dan dapat memuat

    kinerja tambahan.

    Kinerja utama dan kinerja tambahan paling

    sedikit memuat:

    a. Indikator Kinerja Individu; dan

    b. Target kinerja.

    PENYUSUNAN SKP

    didasarkan pada rencana kerja tahunan instansi.

    PENYUSUNAN SKP

    memperhatikan:

    a. perencanaan strategis Instansi Pemerintah;

    b. perjanjian kinerja;

    c. organisasi dan tata kerja;

    d. uraian jabatan; dan/atau

    e. SKP atasan langsung.

    PERBANDINGAN

    PP 46 TAHUN 2011 DENGAN PP 30 TAHUN 2019 #3

  • SUBSTANS

    I

    PP 46 TAHUN 2011

    PENILAIAN PRESTASI KERJA PNS

    PP 30 TAHUN 2019

    PENILAIAN KINERJA PNS

    PER

    ILA

    KU

    KER

    JA

    ASPEK

    a. orientasi pelayanan;

    b. integritas;

    c. komitmen;

    d. disiplin;

    e. kerja sama; dan

    f. kepemimpinan.

    ASPEK

    a. orientasi pelayanan;

    b. komitmen;

    c. inisiatif kerja;

    d. kerja sama; dan

    e. kepemimpinan.

    PENILAIAN

    dilakukan melalui pengamatan oleh pejabat

    penilai dan dapat mempertimbangkan

    masukan dari pejabat penilai lain yang

    setingkat di lingkungan unit kerja masing-

    masing.

    PENILAIAN

    a. Penilaian Perilaku Kerja dilakukan oleh

    Pejabat Penilai Kinerja PNS, dan dapat

    berdasarkan penilaian rekan kerja

    b. setingkat dan/atau bawahan langsung.

    PERBANDINGAN

    PP 46 TAHUN 2011 DENGAN PP 30 TAHUN 2019 #4

  • SUBSTANSIPP 46 TAHUN 2011

    PENILAIAN PRESTASI KERJA PNS

    PP 30 TAHUN 2019

    PENILAIAN KINERJA PNS

    PEN

    ILA

    IAN

    KIN

    ER

    JA

    BOBOT PENILAIAN

    ▪ Unsur SKP 60%

    ▪ Perilaku kerja 40%

    BOBOT PENILAIAN

    ▪ Unsur SKP 70% dan perilaku kerja 30%

    ▪ Unsur SKP 60% dan perilaku kerja 40%*

    *) bagi Instansi Pemerintah yang menerapkan penilaian 360˚

    REALISASI KERJA

    Jika melebihi target maka penilaian SKP dapat lebih dari 100

    REALISASI KINERJA

    Realisasi kinerja PNS yang melebihi Target kinerja, nilai capaian

    kinerja paling tinggi pada angka 120.

    WAKTU PENILAIAN

    Penilaian prestasi kerja PNS dilaksanakan oleh pejabat

    penilai sekali dalam 1 tahun.

    WAKTU PENILAIAN

    Penilaian kinerja didasarkan pada pengukuran kinerja yang dapat

    dilakukan setiap bulan, triwulanan, semesteran, atau tahunan serta

    didokumentasikan dalam dokumen pengukuran kinerja sesuai

    kebutuhan organisasi.

    NILAI

    Nilai prestasi kerja PNS dinyatakan dengan angka dan

    sebutan:

    a. 91 – ke atas (sangat baik)

    b. 76 – 90 (baik)

    c. 61 – 75 (cukup)

    d. 51 – 60 (kurang)

    e. 50 ke bawah (buruk)

    NILAI

    Penilaian Kinerja PNS dinyatakan dengan angka dan

    sebutan/predikat:

    a. Sangat Baik (nilai 110 ≤ 120 dan menciptakan ide baru

    dan/atau cara baru dalam peningkatan kinerja yang memberi

    manfaat bagi organisasi atau negara)

    b. Baik, nilai 90 < x < 110

    c. Cukup, nilai 70 x < 90

    d. Kurang, nilai 50 < x < 70

    e. Sangat Kurang, nilai < 50

    PERBANDINGAN

    PP 46 TAHUN 2011 DENGAN PP 30 TAHUN 2019 #5

  • dilakukan evaluasi bersama dan hasilnya

    ditetapkan dengan Keputusan Menteri

    dapat dilaksanakan dengan

    Keputusan Menteri

    • Click to edit Master text styles• Second level

    • Third level

    • Fourth level

    • Fifth level

    PASAL 5

    Penilaian Kinerja PNS dilaksanakan dalam suatu Sistem Manajemen Kinerja PNS

    Pasa

    l

    6

    Ayat

    2

    Instansi

    Pemerinta

    h

    Pasa

    l

    6

    Ayat

    3

    PERENCANAAN

    KINERJA

    PELAKSANAAN,

    PEMANTAUAN

    DAN PEMBINAAN

    KINERJA

    PENILAIAN

    KINERJA

    TINDAK

    LANJUT

    SISTEM

    INFORMASI

    KINERJA

    PNS

    yang akan/

    sedang

    membangun

    yang telah

    membangun

    Sistem

    Manajemen

    Kinerja PNS

    selain yang

    diatur dalam

    PP 30 2019

    SISTEM MANAJEMEN KINERJA:

    PENILAIAN KINERJA PNS #1 (PP No. 30 Tahun 2019)

  • Pasal 6

    Sistem Manajemen Kinerja PNS terdiri atas:

    a. perencanaan kinerja;

    b. pelaksanaan, pemantauan kinerja, dan pembinaan kinerja;

    c. penilaian kinerja;

    d. tindak lanjut; dan

    e. Sistem Informasi Kinerja PNS.

    Pasal 7 Ayat 1

    Setiap Instansi Pemerintah harus menerapkan Sistem Manajemen Kinerja PNS.

    Pasal 7 Ayat 2

    Pimpinan Instansi Pemerintah melakukan pengawasan terhadap penerapan Sistem

    Manajemen Kinerja PNS pada Instansi Pemerintah masing-masing.

    Pasal 7 Ayat 3

    Menteri melakukan pengawasan terhadap penerapan Sistem Manajemen Kinerja PNS.

    SISTEM MANAJEMEN KINERJA:

    PENILAIAN KINERJA PNS #2(PP No. 30 Tahun 2019)

  • SISTEM MANAJEMEN KINERJA:

    PENILAIAN KINERJA PNS #3(PP No. 30 Tahun 2019)

    Pasal 63

    KETENTUAN PERALIHAN:

    Bagi Instansi Pemerintah yang telah memiliki Sistem Manajemen Kinerja PNS dapat tetap

    melaksanakan sampai dengan ditetapkannya Keputusan Menteri atas hasil evaluasi Bersama.

    Pasal 64 Ayat 2

    Ketentuan penilaian kinerja PNS dalam Peraturan Pemerintah ini dilaksanakan 2 (dua) tahun setelah

    diundangkan.

    Pasal 64 Ayat 3

    Peraturan pelaksanaan dari Peraturan Pemerintah ini harus ditetapkan paling lama 2 (dua) tahun

    sejak Peraturan Pemerintah ini diundangkan.

    Pasal 64 Ayat 4

    Penilaian Perilaku Kerja berdasarkan penilaian rekan kerja setingkat dan bawahan langsung

    sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 dan Pasal 41 ayat (3) harus dilaksanakan instansi pemerintah

    paling lambat 5 (lima) tahun sejak Peraturan Pemerintah ini diundangkan.

  • serangkaian proses yang

    dilakukan oleh Pejabat Penilai

    Kinerja PNS untuk mengamati

    pencapaian target kinerja

    yang terdapat dalam SKP

    PEMANTAUAN

    KINERJA

    pengukuran kinerja yang

    dapat dilakukan setiap bulan,

    triwulanan, semesteran, atau

    tahunan serta

    didokumentasikan dalam

    dokumen pengukuran kinerja

    sesuai kebutuhan organisasi

    PENGUKURAN

    KINERJA

    SIPEKA

    (Sistem Pengukuran Kinerja Pegawai)

    proses untuk melakukan

    identifikasi dan membantu

    penyelesaian masalah

    perilaku kinerja yang

    dihadapi PNS dalam

    mencapai target kinerja

    KONSELING

    KINERJA

    PELAKSANAAN, PEMANTAUAN DAN PEMBINAAN KINERJA

  • 27

    PEMBERHENTIAN PNS(Peraturan Badan Kepegawaian Negara Nomor 2 Tahun 2018)

  • 1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang AparaturSipil Negara

    2. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentangManajemen Pegawai Negeri Sipil

    3. Peraturan Badan Kepegawaian Negara RepublikIndonesia Nomor 2 Tahun 2018 tentang PedomanPemberian Pertimbangan Teknis Pensiun Pegawai NegeriSipil dan Pensiun Janda/Duda Pegawai Negeri Sipil.

    4. Peraturan Badan Kepegawaian Negara Nomor 7 Tahun2018 tentang Penetapan Kode Pengenal NomorPertimbangan Teknis Kepala BKN/Kepala Kantor Regional BKN dan Nomor Keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian Instansi Pusat dan Instansi Daerah tentangPemberian Pensiun Pegawai Negeri Sipil dan PensiunJanda/Duda Pegawai Negeri Sipil.

    5. Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI Nomor HK.02.02/IV/1206/2018 Tanggal 6 September 2018

  • A. Mencapai Batas Usia Pensiun

    B. Atas Permintaan Sendiri

    C. Tidak Cakap Jasmani dan/atau Rohani

    D. Meninggal Dunia (Pensiun Janda/Duda)

    E. Tewas (Pensiun Janda/Duda)

    F. Mencalonkan diri atau dicalonkan menjadi presiden dan wakil

    presiden, ketua, wakil ketua, dan anggota dewan perwakilan rakyat,

    ketua, wakil ketua, dan anggota dewan perwakilan daerah, gubernur

    dan wakil gubernur, bupati/walikota, wakil bupati/wakil walikota

    J. Menjadi anggota dan/atau menjadi pengurus parpol

  • Pemberhentian PNS karena

    Mencapai Batas Usia Pensiun

    ▪ 58 tahun bagi:

    a. Pejabat Administrasi

    b. Pejabat Fungsional Ahli Muda

    c. Pejabat Fungsional Ahli Pertama

    d. Pejabat Fungsional Keterampilan

    ▪ 60 tahun bagi:

    a. Pejabat Pimpinan Tinggi

    b. Pejabat Fungsional Madya

    ▪ 65 tahun bagi: Pejabat Fungsional Ahli

    Utama

  • Update

    SIMKA

    Usul Online

    (Satker)

    Verifikasi dan Validasi Unit Utama

    Verval dan

    Entry Usul pada

    SAPK (Ropeg)BKN

    Persetujuan

    Teknis BKN

    SK Pensiun

    Tanpa berkas(Lesspaper)

  • 12 Bulan sebelum pensiun

    32

    Usulan telahMasuk

    ke Ropeg

  • YANG PERLU DIPERHATIKAN

    1. Satker dan unit utama harus aktif memperhatikan datakepegawaian dan data pribadi PNS yang akan berhenti dilingkungannya masing-masing. → Data SIMKA.

    2. PNS yang bersangkutan harus pro aktif terhadap prosespengusulan pemberhentiannya menjelang BUP.

    3. Pengusulan pemberhentian bagi PNS yang akanmemcapai BUP dilakukan selambat-lambatnya 1 (satu)tahun sebelum TMT BUP.

    4. Biro Kepegawaian hanya akan melakukan prosespemberhentian PNS terhadap usulan yang telahmemenuhi persyaratan dan diusulkan melalui Unit Utama.

    5. Biro Kepegawaian tidak akan memproses dan akanmengembalikan usulan pensiun yang tidak dilakukansecara online dan tidak lengkap persyaratannya kepadaUnit Utama satker yang bersangkutan.

    6. Surat pernyataan tidak menguasai/menggunakan BMNmenjadi dokumen pesyaratan pembuatan SKPP.

  • CONTOH FORMAT DATA PERORANGAN PENERIMA PENSIUN (DPCP)

  • CONTOH FORMAT DAFTAR SUSUNAN KELUARGA

  • CONTOH FORMAT SURAT PERNYATAAN TIDAK PERNAH DIJATUHI HUKDIS

  • CONTOH FORMAT PERNYATAAN TIDAK PERNAH MENJALANI PROSES PIDANA

  • CONTOH FORMAT SURAT PERNYATAAN PENGEMBALIAN BMN

  • CONTOH FORMAT SURAT PERNYATAAN TIDAK MENGUASAI/MENGGUNAKAN BMN

  • CONTOH PERTIMBANGAN TEKNIS PENSIUN PNS MENCAPAI BUP

  • CONTOH SK PEMBERHENTIAN PNS KARENA MENCAPAI BUP

  • 44

    PEMINDAHAN/MUTASI PNS(Peraturan Badan Kepegawaian Negara Nomor 5 Tahun 2019)

  • PERENCANAAN MUTASI

    memperhatikan

    ❑ Kompetensi PNS dengan persaratan jabatan

    ❑ Klasifikasi jabatan

    ❑ Pola karir

    ❑ Kebutuhan organisasi

    ❑ Prinsip larangan konflik kepentingan

    ❑ Ketersediaan anggaran

    Mutasi paling singkat 2 (dua) tahun paling lama 5 (lima) tahun (PP 11/2017) Untuk CPNS 2018 mutasi antar instansi paling singkat 10 (sepuluh) tahun (Permenpan

    36/2018)

  • 1. Pemindahan PNS antar SatuanKerja

    2. Pemindahan PNS Kantor Pusat antar Unit

    Utama

    3. Pemindahan PNS antar Instansi

    4. Pemindahan PNS Kantor Pusat didalam Unit

    Utama

  • SATKER/UPT

    PENERIMA

    PEGAWAI YANG

    BERSANGKUTAN

    SATKER/UPT

    ASAL

    UNIT UTAMA

    PENERIMA

    UNIT UTAMA

    ASAL

    ROPEG SK PINDAH

    Surat

    Permohonan

    Lolos Butuh

    Surat Permohonan

    + Lolos butuh

    Lolos

    Butuh

    Persetujuan

    SPP

    SPP

    Persetujuan

    SPP

    ALUR PEMINDAHAN ANTAR SATKER/ANTAR UNIT

    UTAMA

  • PERSYARATAN PINDAH ANTAR SATKER/ANTAR UNIT

    UTAMA (PINDAH INTERNAL)

    1. Dokumen Peta Jabatan / ABK

    2. Surat Permohonan Mutasi dari PNS yang bersangkutan

    3. Surat Persetujuan Mutasi dari Satuan Kerja Asal

    4. Surat Persetujuan Mutasi dari Unit Utama Asal

    5. Surat Persetujuan Mutasi dari Satuan Kerja Penerima

    6. Surat Persetujuan Mutasi dari Unit Utama Penerima

    7. Fotokopi SK CPNS

    8. Fotokopi SK PNS

    9. Fotokopi SK Kenaikan Pangkat Terakhir

    10. Fotokopi SK Pencantuman Gelar (jika ada)

    11. Fotokopi SK Jabatan Terakhir

    12. Fotokopi Penilaian Prestasi Kerja 1 (satu) tahun terakhir (nilai min baik)

    13. Surat Pernyataan Tidak Sedang dalam Proses atau Menjalani Hukuman Disiplin/Peradilan yang

    dibuat Pimpinan Satuan Kerja Asal / Pejabat paling rendah menduduki JPT Pratama

    14. Surat pernyataan tidak sedang menjalani Tugas Belajar / Ikatan dinas lainnya dan tidak Sedang

    dalam Proses Kenaikan Pangkat yang dibuat oleh Pimpinan Satuan Kerja Asal

    15. Surat Pernyataan Ketersediaan Anggaran Gaji dan Tunjangan yang dibuat oleh Pimpinan Satuan

    Kerja Penerima atau pejabat lain yang menangani kepegawaian.

  • SATKER/UPT

    INSTANSI

    ASAL(PPK)

    SATKER/UPT

    PENERIMA

    BKN

    UNITUTAMA

    PENERIMA

    ROPEG SKPINDAH

    LolosButuh SuratPermohonan

    Persetujuan

    Permohonan

    Persetujuan

    Pindah

    PEGAWAI YANG

    BERSANGKUTAN

    Surat Permohonan Pindah +SPP

    Surat Permohonan

    PersetujuanPindah

    SuratPersetujuan

    Pindah

    Surat Permohonan

    PersetujuanPindah

    ALUR PEMINDAHAN ANTARINSTANSI

    (PINDAH MASUK)

  • PERSYARATAN PINDAH ANTARINSTANSI (PINDAH MASUK)

    1. Dokumen Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja

    2. Surat Permohonan Mutasi dari PNS yang bersangkutan

    3. Surat Pernyataan Persetujuan Gubernur/Bupati/Walikota Instansi Asal

    4. Surat Persetujuan Mutasi dari Satuan Kerja Asal

    5. Surat Persetujuan Mutasi dari Satuan Kerja Penerima

    6. Surat Persetujuan Mutasi dari Unit Utama Penerima

    7. Fotokopi SK CPNS

    8. Fotokopi SK PNS

    9. Fotokopi SK Kenaikan Pangkat Terakhir

    10. Fotokopi SK Pencantuman Gelar (jika ada)

    11. Fotokopi SK Jabatan Terakhir

    12. Fotokopi Ijazah Pendidikan Terakhir

    13. Fotokopi Penilaian Prestasi Kerja 1 (satu) tahun terakhir (nilai min baik)

    14. Surat Pernyataan Tidak Sedang dalam Proses atau Menjalani Hukuman Disiplin/Peradilan yang dibuat

    Pimpinan Instansi Asal / Pejabat paling rendah menduduki JPT Pratama

    15. Surat keterangan bebas temuan yang diterbitkan Inspektorat/Pimpinan Instansi Asal

    16. Surat pernyataan tidak sedang menjalani Tugas Belajar atau ikatan dinas lainnya yang dibuat oleh Pimpinan

    Satuan Kerja Asal atau pejabat lain yang menangani kepegawaian paling rendah menduduki JPT Pratama

    17. Surat Pernyataan Tidak Sedang dalam Proses Kenaikan Pangkat yang dibuat oleh Pimpinan Satuan Kerja Asal

    atau pejabat lain yang menangani kepegawaian.

    18. Surat Pernyataan Ketersediaan Anggaran Gaji dan Tunjangan yang dibuat oleh Pimpinan Satuan Kerja

    Penerima atau pejabat lain yang menangani kepegawaian.

  • Surat

    Permohonan

    Lolos Butuh

    Surat Permohonan

    + Lolos butuh

    Lolos

    Butuh

    Persetujuan

    SPP

    ALUR PEMINDAHAN ANTAR INSTANSI (PINDAH KELUAR)

    SPP KeluarINSTANSI/PEMDA

    PENERIMA

    BIRO

    KEPEGAWAIAN

    UNIT UTAMA

    ASAL

    PNS YBS

    SATKER/UPT

    ASAL

    Usul SPP

  • PERSYARATAN INDAH ANTARINSTANSI (PINDAH KELUAR)

    1. Dokumen Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja

    2. Dokumen Peta Jabatan / ABK

    3. Surat Permohonan Mutasi dari PNS yang bersangkutan

    4. Surat Persetujuan Mutasi dari Satuan Kerja Asal

    5. Surat Persetujuan Mutasi dari Unit Utama Asal

    6. Surat Pernyataan Persetujuan Bupati/Gubernur/PPK Instansi Penerima (Tujuan)

    7. Fotokopi SK CPNS

    8. Fotokopi SK PNS

    9. Fotokopi SK Kenaikan Pangkat Terakhir

    10. Fotokopi SK Pencantuman Gelar (jika ada)

    11. Fotokopi SK Jabatan Terakhir

    12. Fotokopi Penilaian Prestasi Kerja 1 (satu) tahun terakhir (nilai min baik)

    13. Surat Pernyataan Tidak Sedang dalam Proses atau Menjalani Hukuman Disiplin/Peradilan

    yang dibuat Pimpinan Satuan Kerja Asal / Pejabat paling rendah menduduki JPT Pratama

    14. Surat pernyataan tidak sedang menjalani Tugas Belajar / Ikatan dinas lainnya dan tidak

    Sedang dalam Proses Kenaikan Pangkat yang dibuat oleh Pimpinan Satuan Kerja Asal

    15. Surat Pernyataan Ketersediaan Anggaran Gaji dan Tunjangan yang dibuat oleh Pimpinan

    Satuan Kerja Penerima atau pejabat lain yang menangani kepegawaian.

  • Keputusan

    Mutasi

    PPK

    Instansi

    Asal

    PPK

    Instansi

    Penerima

    Keputusan

    pemberhentian

    dari jabatan

    Keputusan

    pengangkatan

    dalam jabatan

    PEMBERHENTIAN DAN PENGANGKATAN KEMBALI JABATAN

    FUNGSIONAL

  • Keputusan

    Mutasi

    PPK

    Instansi

    Asal

    PPK

    Instansi

    Penerima

    Keputusan

    pemberhentian

    dari jabatan

    Keputusan

    pengangkatan

    dalam jabatan

    Pemberhentian dan Pengangkatan Kembali Jabatan Fungsional

  • * Bagi PNS yang mengikuti seleksiterbuka instansi lain dan memenuhi syarat

    untuk mengisi jabatan wajib dilakukan

    mutasi

    * Persetujuan mengikuti seleksi terbukadipersamakan persetujuan pindah instansi

  • KETENTUAN LAIN-LAIN

    1. Bagi PNS yang mengikuti seleksi terbuka instansi lain dan memenuhisyarat untuk mengisi jabatan wajin dilakukan mutasi.

    2. Persetuuan mengikuti seleksi terbuka dipersamakan dengan persetujuanpindah instansi.

  • PERMASALAHAN

    1. Berkas Persyaratan Mutasi PNS

    2. Instansi Asal tidak berkenan memberhentikan JFT PNS yangbersangkutan.

    3. Tidak tersedianya Formasi Jabatan di Instansi Penerima sesuai hasil ABK dan Anjab.

    4. Tidak Tersedianya anggaran gaji.

    5. Sedang Berproses Kenaikan Pangkat.6. PNS yang bertugas di instansi lain agar segera diinventarisir oleh Unit

    Utama, untuk segera diproses status kepegawaiannya.

  • Format Analisis Jabatan

  • Format Analisis Jabatan

  • Format Analisis Beban Kerja

  • Format Usul Mutasi (SP ke InstansiAsal)

  • Format Persetujuan Mutasi PNS

  • Format SK MutasiPNS

  • Format SKPengankatandalan Jabatan (Setelah Mutasi)

  • 65

    PENUGASAN PNS(Peraturan Menpan RB Nomor 35 Tahun 2018)

  • DASAR HUKUM

    • UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG

    APARATUR SIPIL NEGARA

    • PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 11 TAHUN 2017

    TENTANG MANAJEMEN PNS

    • PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR

    NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI RI NOMOR 35 TAHUN

    2018 TENTANG PENUGASAN PNS PADA INSTANSI DAN DI

    LUAR INSTANSI PEMERINTAH

    66

  • KRITERIA PENUGASAN(PASAL 6 PERMENPAN RB NO. 35 TAHUN 2018)

    Memiliki kualifikasi dan kompetensi tertentu

    Memiliki integritas dan moralitas yang baik

    Memiliki SKP baik dalam2 (dua) tahun terakhir

    Memenuhi persyaratan jabatan yang akan diduduki

    Dibutuhkan organisasi

  • JENIS-JENIS PENUGASAN

    • PENUGASAN PADA INSTANSI PEMERINTAH

    • PENUGASAN KHUSUS DI LUAR INSTANSI PEMERINTAH

    • PENUGASAN PADA PERWAKILAN REPUBLIK

    INDONESIA DI LUAR NEGERI

    68

  • BAB VIIIDASAR-DASAR DAN TATA CARA PEMBERHENTIAN

    Pada Instansi Pemerintah yang Tidak ada PPK

    Penugasan Khusus dilakasanakan paling lama 3 tahun

    dan dapat diperpanjang 2 tahun

    Penetapan oleh PPK untuk yang melaksanakan tugas jabatan khusus dan Penetapan

    oleh PyB Untuk melaksanakan tugas jabatan bersifat pendukung / administrasi

    Penetapan oleh PPK untuk yang melaksanakan tugas jabatan khusus dan Penetapan

    oleh PyB Untuk melaksanakan tugas jabatan bersifat pendukung / administrasi

    69

    Penugasan Khusus pada Instansi Pemerintah

  • CONTOH PENUGASAN KHUSUS

    • PROYEK PEMERINTAH ANTARA LAIN MELIPUTI PROYEK

    INFRASTRUKTUR, TRANSPORTASI, ATAU SUMBER DAYA MINERAL

    YANG DIDANAI DAN DIKELOLA OLEH PEMERINTAH

    • ORGANISASI PROFESI ANTARA LAIN MELIPUTI ORGANISASI

    PROFESI DOKTER, ADVOKAT, DAN BENTUK LAINNYA YANG

    TELAH MENDAPATKAN IZIN KEMENTERIAN YANG BERTANGGUNG

    JAWAB DI BIDANG HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

    • ORGANISASI INTERNASIONAL ANTARA LAIN MELIPUTI

    INTERNATIONAL MONETARY FUND (IMF), WORLD TRADE

    ORGANIZATION (WTO), ATAU WORLD HEALTH ORGANIZATION

    (WHO)

  • PEMBINAAN PNS

    • PNS YANG MELAKSANAKAN PENUGASAN PADA INSTANSI PEMERINTAH ATAU

    PENUGASAN KHUSUS DI LUAR INSTANSI PEMERINTAH DIBERHENTIKAN DARI

    JABATANNYA DAN TIDAK KEHILANGAN STATUSNYA SEBAGAI PNS.

    • PNS YANG DIBERHENTIKAN DARI JABATANNYA SEBAGAIMANA DIMAKSUD

    DALAM POINTER DI ATAS DIKECUALIKAN BAGI PEJABAT FUNGSIONAL YANG

    MASIH MELAKSANAKAN TUGAS JABATAN FUNGSIONALNYA.

    • PNS YANG TELAH SELESAI MELAKSANAKAN TUGAS DAPAT DIANGKAT KE

    DALAM JABATAN YANG LOWONG

    • PNS YANG TELAH SELESAI MENJALANKAN PENUGASAN DIANGKAT DALAM

    JABATAN DENGAN MEMPERHATIKAN PENGEMBANGAN KARIR SELAMA

    PENUGASAN DAM SEPANJANG MEMENUHI PERSYARATAN SESUAI KETENTUAN

    PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

    • MASA JABATAN DALAM PENUGASAN DIPERHITUNGKAN MASA JABATAN

    TERAKHIR INSTANSI INDUK

  • PASAL 7 AYAT (5) PERMENPAN 35 TAHUN 2018PNS YANG MELAKSANAKAN PENUGASAN PADA

    INSTANSI PEMERINTAH ATAU PENUGASANKHUSUS DI LUAR INSTANSI PEMERINTAH

    DIBERHENTIKAN DARI JABATANNYA DAN TIDAKKEHILANGAN STATUSNYA SEBAGAI PNS.

    PASAL 1 PP 11 TAHUN 2017

    YANG DIMAKSUD DENGAN PEMBERHENTIAN DARI JABATAN ADALAH

    PEMBERHENTIAN YANG MENGAKIBATKAN PNS TIDAK LAGI MENDUDUKI

    JA, JF, ATAU JPT

  • DISIPLIN PNS

    PENUGASAN DI

    INSTANSI PEMERINTAH

    1. Pemeriksaan dan keputusan

    penjatuhan hukuman disiplin

    dilakukan oleh instansi

    penerima penugasan

    2. HD pemberhentian

    ditetapkan oleh instansi Induk

    3. Bahan penjatuhan HD berat

    berdasarkan BAP dari Instansi

    Penerima

    PENUGASAN KHUSUS

    DI LUAR INSTANSI

    PEMERINTAH1. Pemeriksaan dilakukan oleh

    instansi Penerima

    2. Keputusan penjatuhan hukdis

    dilakukan oleh instansi

    penerima

    3. PNS wajib mentaati n orma

    disiplin sebagaimana diatur

    dalam peraturan perundangan

    tentang Disiplin PNS dan norma

    yang berlaku di instansi yang

    menerima penugasan

  • PENILAIAN KINERJA PNS

    PENUGASAN DI

    INSTANSI PEMERINTAH

    Penilaian kinerja dilakukan oleh

    instansi penerima

    PENUGASAN KHUSUS

    DI LUAR INSTANSI

    PEMERINTAH

    Penilaian kinerja dilakukan

    oleh instansi penerima dengan

    standar penilaian dari instansi

    induk

  • MASA KERJA

    • MASA KERJA PNS SELAMA MELAKSANAKAN PENUGASAN

    TETAP DIPERHITUNGKAN SEBAGAI MASA KERJA PNS

    Pembinaan

    • Masa kerja PNS selama melaksanakan penugasan

    tetap diperhitungkan sebagai masa kerja PNS

    • Instansi yang menerima penugasan wajib memberikan

    pembinaan kepada PNS sesuai ketentuan perundang-

    undangan

  • CUTI PNS

    PENUGASAN DI

    INSTANSI PEMERINTAH

    1. Cuti diberikan oleh Pyb di

    instansi penerima penugasan

    kecuali Cuti di luar

    tanggungan negara

    2. Jenis cuti berdasarkan

    Peraturan Perundangan di Bid

    Kepegawaian

    3. CLTN menjadi kewenangan

    PPK Instansi Induk

    PENUGASAN KHUSUS

    DI LUAR INSTANSI

    PEMERINTAH

    1. Cuti diberikan oleh Pyb di

    instansi penerima penugasan

    2. Jenis cuti berdasarkan

    Peraturan Perundangan di Bid

    Kepegawaian dengan

    penyesuaian di instansi yang

    menerima penugasan

  • PENGHASILAN

    PENUGASAN DI

    INSTANSI PEMERINTAH

    1. Gaji pokok sesuai peraturan

    perundangan yang mengatur

    mengenai penggajian PNS

    2. Tunjangan sesuai dengan

    peraturan perundangan

    PENUGASAN KHUSUS

    DI LUAR INSTANSI

    PEMERINTAH

    1. Gaji pokok sesuai peraturan

    perundangan yang mengatur

    mengenai penggajian PNS

    2. Tunjangan sesuai ketentuan

    instansi yang menerima

    penugasan

  • PEMBERHENTIAN PNS

    PENUGASAN DI

    INSTANSI PEMERINTAH

    1. PNS yang menjalankan

    penugasan dapat

    diberhentikan dengan hormat

    atau tidak dengan hormat

    sebagai PNS sesuai ketentuan

    peraturan perundang-

    undangan

    2. Kewenangan pemberhentian

    ada pada PPK di instansi

    induk

    PENUGASAN KHUSUS

    DI LUAR INSTANSI

    PEMERINTAH

    1. PNS yang menjalankan

    penugasan dapat

    diberhentikan dengan hormat

    atau tidak dengan hormat

    sebagai PNS sesuai ketentuan

    peraturan perundang-

    undangan

    2. Kewenangan pemberhentian

    ada pada PPK di instansi induk

  • KENAIKAN PANGKAT

  • INOVASI PENYELENGGARAAN KENAIKAN PANGKAT BIRO KEPEGAWAIAN

    SEJAK OKTOBER 2017, SUDAH MENERAPKAN KENAIKAN PANGKAT OTOMATIS (KPO)

    USUL KENAIKAN PANGKAT MELIBATKAN PERAN DARI SEKRETARIAT UNIT UTAMA SEBAGAI PEMBINA PELAKSANAAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN

    SEJAK APRIL 2017, SK KENAIKAN PANGKAT DISERAHKAN KE UNIT UTAMA

  • ALUR PROSES KENAIKAN PANGKAT

  • NO UNIT UTAMA

    2017 2018 2019

    APRIL OKTOBER APRIL OKTOBER APRIL OKTOBER

    1 SETJEN 94.26 % 97.05 % 98.71 % 100.00 % 98.10 % 98.11 %

    2 ITJEN 100.00 % 100.00 % 100.00 % 100.00 % 100.00 % 97.67 %

    3 DITJEN P2P 93.61 % 91.47 % 99.37 % 93.12 % 98.65 % 96.65 %

    4 DITJEN KESMAS 98.31 % 93.33 % 100.00 % 100.00 % 95.68 % 100.00 %

    5 DITJEN FARMALKES 100.00 % 100.00 % 97.73 % 100.00 % 100.00 % 100.00 %

    6 BADAN

    LITBANGKES

    90.00 % 100.00 % 98.85 % 98.82 % 100.00 % 91.25 %

    REALISASI KENAIKAN PANGKAT 2017-2019

  • PERMASALAHAN DALAM USUL KENAIKAN PANGKAT

    A.BERKAS TIDAK LENGKAP

    B. BERKAS TIDAK MEMENUHI SYARAT:❑ Pendidikan baru tidak sesuai

    dengan jabatan (KP PI)

    ❑ Melampaui pangkat atasanlangsung (KPO)

    ❑ Sudah mencapai pangkat puncak

    ❑ Masa kerja tidak cukup

    ❑ Sedang menjalani hukumandisiplin

    ❑ Nilai SKP terdapat nilai CUKUP

    ❑ Angka kredit tidak memenuhiketentuan

    ❑ Penilaian dan Penetapan PAK sudah kadaluwarsa

    C. PERMASALAHAN UMUM:❑ Perbedaan data pegawai SIMKA vs

    BKN

    ❑ Usul KP tidak sesuai (JFT diusulkanKP Reguler atau sebaliknya)

    ❑ Kurangnya respon satker atau Unit Utama dalam TL masalah KP

    ❑ Pengiriman usul KP JF terlalu mepetdengan batas waktu usul KP

    ❑ Keterbatasan Nota Ralat KP ygdiberikan BKN

  • PENTING UNTUK DIPERHATIKAN DALAM USUL KENAIKAN PANGKAT

    • Melakukan PEREMAJAAN DATA DI SAPK BKN

    • Mengunggah (UPLOAD) semua berkas dokumen kelengkapan kenaikan pangkat di SILK ARSIP,

    diantaranya yaitu:

    - SK CPNS/PNS - SK PAK

    - PENETAPAN NIP - SK JABATAN STRUKTURAL

    - SK KENAIKAN PANGKAT - BERITA ACARA PELANTIKAN/BERITA ACARA PENGAMBILAN SUMPAH JABATAN

    - SK PINDAH - SURAT PERNYATAAN PELANTIKAN

    - PENCANTUMAN GELAR - SPMT JABATAN

    - SK TUBEL/IBEL - SKP

    - SK JABFUNG/SK JAPLAK

    • Usul KP dipilih sesuai dengan Jenis KP yang diusulkan (KPO dan NON KPO)

    • Rekomendasi Unit Utama merupakan hasil dari verifikasi dan validasi usulan dari Satker terlebih

    dahulu

  • PERMASALAHAN USUL PENCANTUMAN GELAR

    oBelum adanya info proses terkait Pencantuman Gelar baik di Ropeg atau di BKN

    oPerbedaan persepsi antara Ropeg dan BKN dalam persyaratanPencantuman Gelar, diantaranya yaitu:

    - Surat Pengganti Ijin Belajar ditolak BKN

    - Izin belajar tidak sesuai (rentang waktu antara surat izin belajardengan tanggal Ijazah minimal 6 bulan)

    - Akreditasi B sesuai Surat Edaran Menpan yang berlaku sejak2013

  • SELESAI

    TERIMA KASIH