untuk blog

Download Untuk Blog

Post on 20-Jul-2015

59 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Proses Pelaksanaan Konseling

Eni Rindi Antika

LOGO

Konseling sebagai Suatu Proses

Konseling pada dasarnya merupakan sebuah proses, yang dibuat dengan tujuan menolong klien yang bermasalah. Proses ini mempunyai awal dan akhir serta dapat

berlangsung dalam satu kali pertemuan, beberapa kalipertemuan, atau lebih banyak lagi.

Persiapan untuk konseling

Pengertian Hambatan

Faktor

Pengertian kesiapan konseli

Kesiapan merupakan suatu kondisiyang harus dipenuhi sebelum konseli mengadakan konseling.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI1 2 3 4 5 6 7Kecakapan intelektual Sistem pertahanan diri Motivasi untuk memperoleh bantuan Harapan terhadap peranan konselor Pengetahuan konseli tentang konseling Fasilitas serta perlengkapan yang sesuai Tingkat kesadaran terhadap masalah dan dirinya sendiri

hambatan

Penolakan secara budaya Situasi fisik dalam konseling Pengalaman tidak menyenangkan Kurangnya pengertian thd konseling Kurang dapat melakukan pendekatan

4 Cara Pendekatan

Pendekatan

Call-them-in

Maintaingood-relation

Developing-adesire-forcounseling

Interview condition

Pendekatan Call-them-inKonselor mengadakan interview dengan siswa yang masuk Konselor dapat meneliti data siswa dan memanggilnya ke ruang BK Pemberian informasi kepada konseli tentang dirinya dan prospeknya melancarkan angket untuk mengetahui masalah siswa

o o o o

Pendekatan Maintain-good-relation o Konselor mudah dicari dan ditemui pada saat jam kerja o menjelaskan apa dan untuk apa pelayanan konseling

o Hubungan baik dengan para guru dan kepala sekolah

Pendekatan Developing-a-desire-for-counseling

o o o o

Konselor aktif untuk menjelaskan konseling Pelaksanaan tes psikologi sebagai umpan layanan konseling Publikasi materi-materi informasi yang dapat menarik siswa memberikan informasi program bimbingan dan konseling

Pendekatan Interview conditiono Kerahasiaan adalah hal terpenting agar para siswa mempercayai konselor o Konselor menepati janji, menunjukkan ketulusan dalam menghadapi konseli o Suasana yang nyaman dapat menarik para siswa o Sikap dan tingkah laku konselor mempengaruhi proses konseling

Tahapan Proses Konseling

Awal

INTI

akhir

Membangun hubungan konseling yang melibatkan klien Memperjelas dan mendefinisikan masalah Membuat penaksiran dan perjajagan Menegosiasikan kontrak

Menjelajahi dan mengeksplorasi masalah klien secara lebih mendalam Konselor melakukan penilaian kembali Menjaga agar hubungan konseling tetap terpelihara

Membuat kesimpulan mengenai hasil proses konseling Menyusun rencana tindakan yang akan dilakukan Mengevaluasi jalannya proses dan hasil konseling Membuat perjanjian untuk pertemuan berikutnya

Kondisi yang Mempengaruhi Konseling

Kondisi Internal : o o o o o o Physical Setting Proxemics Privacy Belief Values Penerimaan

Kondisi Eksternal : o o o o Rapport Empathy Genuineness Attentiveness

Physical Setting

Ruang konseling harus diusahakan menyenangkan dan menarik. Bila ruangan bimbingan bisa berkesan dan

mendatangkan rasa nyaman, diharapkan pengungkapanisi hati akan menjadi lancar.

Proxemics

Untuk menciptakan hubungan akrab dalam proses konseling, pengaturan tempat duduk sangat

mempengaruhi hal tersebut. Posisi tempat duduk yangdigemari adalah cross the corner of the desk..

PrivacySuatu hal yang penting dan berkaitan dengan pengaturan fisik adalah keleluasaan pribadi. Siswa menginginkan dan mempunyai hak yang bersifat pribadi, seperti rahasia dirinya untuk tidak didengar atau dilihat oleh teman, guru, atau orang lain sewaktu mereka melakukan proses konseling.

BeliefAdalah perasaan tentang sesuatu yang dianggap benar. Sebagian besar yang menjadi dasar kepercayaan konseli adalah kepercayaannya bahwa konselor memiliki nilai-nilai yang tinggi dan penghargaan persamaan kepribadian. Mengutamakan nilai-nilai individu merupakan sendi pemikiran demokrasi.

ValuesTugas konselor bukan memindahkan nilai-nilainya kepada konseli, tetapi konselor berusaha untuk netral dalam pelayanan konseling. Konselor harus percaya dan sadar bahwa tiap individu memiliki filsafat hidup yang berbeda-beda.

Penerimaan

Penerimaan berkaitan dengan rasa hormat terhadap individu sebagai pribadi yang memiliki nilai dan harga diri. Pemahaman bekenaan bahwa tiap orang ingin dipahami melalui suatu pemahaman atau understanding.

Adalah keadaan hubungan yang menyatakan antara klien dan konselor, atau disebut juga hubungan yang

yang saling percaya antara klien dan konselor dalamproses konseling.

Adalah kekuatan untuk mengerti perasaan-perasaan orang lain tanpa merasakan sepenuhnya apa yang dirasakan oleh orang lain itu.

Berhubungan dengan penghargaan dan keterbukaanterhadap dirinya sewaktu berfungsi sebagai konselor.

Konselor tidak berpura-pura menjadi sesuatu yangbukan dirinya, ia tidak bermain peranan, melainkan asli seperti dirinya.

Merupakan dasar dari keterampilan konselor yang membutuhkan keterampilan mengamati dan

mendengarkan. Dengan begitu konselormengetahui dan mengerti inti dan apa yang dirasakan oleh klien.

LOGO