unit 4: penguat tegangan transistor

Download Unit 4: Penguat Tegangan Transistor

Post on 25-Nov-2015

401 views

Category:

Documents

10 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Laporan Praktikum Elektronika Dasar Unit 4UGM 2012

TRANSCRIPT

Argi Kartika Candri

LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKAUNIT 4: PENGUAT TEGANGAN TRANSISTOR

Nama: NIM: Kel. Hari/ Jam:

LABORATORIUM ELEKTRONIKA DASARJurusan Teknik Elektro & Teknologi InformasiFAKULTAS TEKNIKUNIVERSITAS GADJAH MADA2013I. PENDAHULUANPada praktikum ini, praktikan merangkai dan menguji rangkaian penguat tegangan transistor (amplifier). Tipe penguat yang dirangkai adalah penguat kelas A, yang merupakan rangkaian dasar common emitter dan transistor. Penguat kelas A adalah penguat yang menguatkan seluruh daur masukan sehingga keluarannya sama persis dengan sinyal masukan yang diperbesar amplitudonya, dan titik kerja efektifnya setengah dari tegangan VCC penguat. Prinsip kerja rangkaian ini adalah dengan mengatur arus bias basis yang sesuai di titik tertentu untuk mendapatkan titik kerja (titik Q) pada garis beban rangkaian tersebut. Arus bias basis ini diatur sedemikian rupa sehingga titik kerja transistor berada tepat di tengah kurva garis beban VCE - IC dari rangkaian penguat tersebut. Penguat kelas A memiliki ciri-ciri sebagai berikut :- Sinyal keluaran bekerja di daerah aktif- Fidelitas yang tinggi (Sinyal keluaran sama persis dengan masukannya)- Tingkat efisiensi rendah (sekitar 25% - 50%). Ini dikarenakan unsur penguat rangkaian diberi prategangan yang menyebabkan rangkaian penguat selalu menghantar walaupun tidak diberi sinyal masukan, sehingga transistor tetap aktif dan terjadi pembuangan daya. - Transistor selalu menyala sehingga sebagian besar daya terbuang menjadi panas. - Digunakan untuk daya kecil < 10 Watt.

Gambar : Gelombang masukan dan keluaran pada penguat kelas A.Penguat kelas A dibuat dengan titik kerjanya diatur agar seluruh fasa sinyal keluaran selalu mengalir dan beroperasi pada daerah linear saja. Fungsi dari penguat jenis ini adalah sebagai penguat sinyal kecil, karena rugi dayanya juga kecil sehingga dapat diterima.

Besar gain (penguatan) yang diperoleh dari rangkaian penguat dapat dihitung dengan membagi nilai keluaran V dengan V masukannya.

Karena umumnya Gain ditulis dalam satuan desibel (dB) maka AV (dB) menjadi :

II. ALAT DAN BAHANAlat dan bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah sebagai berikut :Alat :1. Osiloskop (CRO)2. Multimeter digital3. SFG (Frequency Generator)4. Power Supply PS4455. Capit buaya6. Kabel probeBahan :1. Enam buah resistor dengan beban sebagai berikut :68K, 12K, 3300, 270, 1200 , 47 K2. Tiga buah kapasitor dengan spesifikasi sebagai berikut :2 buah kapasitor 10F/16V, satu buah kapasitor CE 47F//25V3. Transistor FCS9012 (1 buah)4. Kabel jumper5. Papan bread board

III. ANALISA RANGKAIAN

Rangkaian yang diuji oleh praktikan disini adalah rangkaian penguat tegangan transistor kelas A tipe single stage, dengan titik A sebagai input dari AFG (generator frekuensi untuk membentuk gelombang masukan) dan titik B adalah outputnya. Efisiensi dari rangkaian ini sangat rendah (kurang dari 30%) dan menghantarkan keluaran yang kecil dibandingkan dengan tegangan masukan DC-nya. Rangkaian ini hanya memakai satu transistor. Pada rangkaian ini digunakan 6 buah resistor. Transistor digunakan sebagai penguat dan saklar (karena ada kapasitor pada rangkaian). R1 dan R2 pada rangkaian adalah rangkaian thevenin yang berfungsi membatasi arus yang akan masuk ke kaki basis transistor. C1 dan C2 adalah blocking/coupling capacitor, yang berfungsi menghentikan aliran arus DC dan mengalirkan arus AC pada rangkaian, dan menghubungkan dua rangkaian yang tidak terhubung secara DC tapi masih terhubung secara AC (sinyal). Disini terlihat bahwa C1 dan C2 diletakkan di ujung input dan output rangkaian. Rc dan Re berfungsi menentukan garis beban rangkaian dasar penguat, dan dapat dirumuskan sebagai berikut :Cara kerja rangkaian ini adalah, saat sinyal AC diberikan ke base transistor, arus AC mengalir dan kemudian diperkuat sebesar kali. Arus AC kemudian mengalir ke Rc (3300 ) yang berfungsi sebagai beban kolektor, sehingga muncul tegangan yang cukup besar pada Rc. Dengan demikian, sinyal yang mengalir pada base diperkuat. Ce berfungsi sebagai emitter bypass capacitor dan diparalelkan dengan Re untuk menyediakan jalur reaktansi rendah pada sinyal AC yang telah dikuatkan. Jika Ce tidak ada, sinyal AC yang mengalir pada Re akan menyebabkan penurunan tegangan dan tegangan keluarannya menjadi lebih rendah.

IV. HASIL PENGUJIAN 1. Pengujian Statis Penguat Tegangan Transistor (dengan Multimeter)Vb = 1,727 VVbe = 1,543 VVe = 0,1846 VVce = 2,136 VVc = 0,464 VVcc = 4,96 V2. Pengujian Input dan Output Maksimum tanpa distorsi dengan frekuensi 1000 Hz

V out maksimum = 2,0 V V in maksimum = 0,3

3. Pengujian Tanggapan Frekuensi PenguatNoFrekuensi (Hz)V out (Vpp)V in (Vpp)A Vd B

11001,920,326,0015,56

23002,130,326,6616,46

35002,150,326,7216,55

48002,170,326,7816,63

515002,1730,326,7916,64

630002,180,326,8116,67

750002,1840,326,8316,68

8100002,1870,326,8316,69

9150002,1880,326,8416,70

103000020,326,2515,92

11500001,9610,326,1315,75

121500001,5730,324,9213,83

133000001,1530,323,6011,13

145000000,6590,322,066,27

1510000000,3770,321,181,42

4. Pengujian Impedansi Input dan Output penguat dengan frekuensi 1000 HzPengujianTanpa RLV output tanpa beban = 1,92 VppZL = 2,02 Dengan RL

Vs (Vpp)0,380,34

Vin (Vpp)0,320,32

Z in5,33k16k

V. ANALISA PENGUJIAN1. Penguat Statis Tegangan Transistor (dengan Multimeter)Pada pengujian ini, digunakan tegangan masukan 6 Volt pada Power Supply. Dengan demikian, dapat dihitung nilai tegangan maksimum = . Kemudian dari pengukuran, dapat dilihat nilai Vcc = 4,96 V. Secara teoritis nilai Vcc sama dengan tegangan masukan yang diberikan (6 V), tetapi terjadi galat pengukuran sehingga nilai yang terukur 4,96 V. Ini dapat dikarenakan berbagai faktor teknis, seperti kesalahan pada power supply dan efisiensi rangkaian yang rendah. Karena Vcc < Vmaksimum, pengukuran dianggap benar. Kemudian untuk mengukur Vb, digunakan pendekatan thevenin dengan rumus sbb :

Disini juga terjadi galat pengukuran, karena nilai Vb yang diperoleh sebesar 1,727 V (lebih dari seratus persen). Setelah itu, dilakukan perhitungan teoritis pada Ve. Sebelumnya didapatkan nilai Vbe sebesar 1,543 V dari pengukuran. Nilai ini tidak sesuai yang diharapkan, karena disini praktikan menggunakan transistor berbahan dasar silikon dan nilai tegangan idealnya sekitar 0,7 V. Untuk menghitung nilai Ve, digunakan persamaan sebagai berikut :

Dari hasil pengujian, didapatkan nilai Ve sebesar 0,1846 V. Karena nilainya sama, dapat disimpulkan hasil pengujian benar dan tidak ada galat.Kemudian kita dapat menghitung nilai Vce. Vce adalah tegangan saat transistor dalam keadaan jenuh/ON. Vce dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut :

Karena nilainya hampir sama dengan hasil pengujian (2,136 V), disimpulkan hasil pengujian benar. Terdapat galat sebesar 0,05%.

2. Pengujian Output dan Input Maksimum tanpa distorsi dengan frekuensi 1000 HzDari pengujian ini, praktikan mengetahui bahwa rangkaian yang praktikan buat sebelumnya adalah rangkaian penguat tegangan sederhana. Ini diketahui dari nilai tegangan keluaran yang lebih besar dari tegangan masukannya sehingga disimpulkan bahwa pada rangkaian terjadi penguatan tegangan. Rangkaian penguat ini sederhana karena hanya menggunakan satu transistor dan tiga buah kapasitor; dua kapasitor sebagai coupling capacitor (C1 dan C2) dan satu kapasitor sebagai emitter bypass capacitor (Ce). Besar penguatannya dapat dihitung sebagai berikut :

Nilai ini tidak sama dengan Hfe Transistor FCS 9012, yakni sebesar 156 kali. Ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti distorsi tegangan keluaran (amplitudo tegangan keluaran tidak seragam).

3. Pengujian Tanggapan Frekuensi PenguatPada pengujian ini, praktikan mengubah-ubah frekuensi AFG dan kemudian memasukkan nilai Vout-nya sesuai dengan tabel pengujian. Setelah itu, praktikan menghitung nilai penguatan dalam bentuk konstanta dan satuan dB. Nilai penguatan dihitung secara matematis, yakni :

Dari tabel pengujian dapat dilihat nilai penguatan awalnya mengalami kenaikan, berturut-turut hingga kemudian terjadi fluktuasi dan nilai penguatan makin berkurang. Ini dikarenakan transistor bekerja sesuai dengan frekuensi yang diterima; saat frekuensi tinggi penguatan lebih rendah dan pada frekuensi menengah cenderung tetap. Penguatan mulai mengalami penurunan drastis pada frekuensi 150000Hz. Dengan demikian disimpulkan bahwa transistor bekerja dengan baik.

5. Pengujian Impedansi Input dan Output Penguat dengan Frekuensi 1000HzDari pengukuran didapatkan hasil Vs tanpa beban dan dengan beban sedikit berbeda (0,38 dan 0,34), sehingga terdapat galat pengukuran sebesar 10,5%. Ini dikarenakan kesalahan praktikan saat melakukan pengukuran, karena seharusnya nilai Vs relatif sama. Pada pengujian ini, diberikan nilai tegangan masukan sebesar 0,32 V. Nilai Zin atau impedansi masukannya dapat dihitung secara matematis sebagai berikut :

Dari pengujian ini dapat dilihat bahwa nilai Zin dengan tambahan beban lebih besar dari Zin tanpa beban. Ini dikarenakan Zin atau impedansi masukan adalah hambatan rangkaian saat dialiri arus, dan penambahan beban RL pada rangkaian menambah hambatan pada rangkaian, sehingga Zin juga ikut bertambah.Pada pengujian kedua, didapatkan nilai Vout tanpa beban sebesar 1,92 Vpp dan ZL atau hambatan potensionya sebesar 2,02 .

VI. KESIMPULANKesimpulan yang dapat diambil dari praktikum ini adalah sebagai berikut :1. Rangkaian penguat bekerja dengan mengatur arus bias basis yang sesuai pada titik tertentu untuk mendapatkan titik kerja pada garis beban rangkaian tersebut. Pada rangkaian penguat kelas A, transistor selalu bekerja di daerah aktif sehingga mengurangi efisiensi kerja (hanya 25%-50%).2