ultrasonic cement analyzer by fann.doc

Click here to load reader

Post on 08-Jul-2016

58 views

Category:

Documents

10 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Ultra Sonic Analyzer on Oil and Gas (form Manual Book UCA

TRANSCRIPT

7

112

ULTRASONIC CEMENT ANALYZER by FANN

Nama : Aldi Iqbal.R

NIM:1302025

BAB I

PENDAHULUAN1.1. Latar Belakang

Proses cementing sangat penting dalam pembangunan rig, entah itu rig onshore ataupun offshore. Proses sementing berguna untuk melindungi casing didalam lubang bor dan agar casing tidak goyang. Pada umumnya, penyemenan berfungsi untuk melekatkan casing pada dinding lubang bor, melindungi casing dari masalah masalah teknis sewaktu proses pemboran berlangsung seperti torque yg tinggi,melindungi casing dari fluida yang bersifat korosif dan untuk memisahkan zona yg lain di belakang casing.

Penyemenan merupakan factor penting yg akan menunjang pada operasi pemboran pada trayek dan dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan teknis pada operasi pemboran.

1.2. Rumusan Masalah

1. apa alat yang biasa digunakan dalam proses cementing

2. Cara melakukan penyemenan di dalam rig

3. apa alat instrument yang digunakan dalam proses cementing

1.3. Tujuan

1. mengetahui apa alat yg biasa digunakan dalam proses cementing

2. mengetahui cara melakukan penyemenan di dalam rig

3. mengetahui alat instrument yang digunakan dalam proses cementing

1.4. Referensi

Dalam Laporan ini saya menggunakan standar API Spec 10.

BAB II

SISTEM PENYEMENAN ( CEMENTING SYSTEM )

1. TEORI DASARPenyemenan suatu sumur merupakan salah satu faktor yang tidak kalah pentingnya dalam suatu operasi pemboran. Berhasilnya atau tidaknya suatu pemboran, diantaranya tergantung dari berhasil tidaknya penyemenan sumur tersebut. Peralatan penyemenan pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu :

1. Peralatan di atas permukaan (surface equipment)

2. Peralatan di bawah permukaan (subsurface equipment)1.1 Peralatan Diatas PermukaanPeralatan penyemenan di atas permukaan meliputi :

a. Cementing unit

Adalah suatu unit pompa yang mempunyai fungsi untuk memompakan bubur semen dan lumpur pendorong dalam proses penyemenan.

Cementing unit terdiri dari :

Tangki semen : untuk menyimpan semen kering.

Hopper : untuk mengatur aliran dari semen kering dan air yang ditempatkan bersama-sama dalam hopper, sehingga akan menghasilkan bubur semen yang benar-benar homogen.

Jet Mixer : untuk mengaduk semen kering dan air yang ditempatkan bersam-sama dalam hopper, sehingga akan menghasilkan bubur semen yang benar-benar homogen.

Motor penggerak pompa dan pompa : berfungsi untuk memompa bubur semen.

Jenis-jenis cementing unit :

1. Truck mounted cementing unit

2. Marine cementing unit

3. Skit mounted cementing unit

b. Flow line

Merupakan pipa yang berfungsi untuk mengalirkan bubur semen yang dipompakan dari cementing unit ke cementing head. c. Cementing head

Berfungsi untuk mengatur aliran bubur semen yang masuk ke lubang bor.

Ada dua type cementing head, yaitu :

1. Mac clatchie cementing head. Merupakan type cementing head yang cara penggunaannya (pada waktu pemasukan bottom plug dan top plug) dengan jalan membuka dan memasang kembali.

2. Plug container. Type ini lebih praktis dari mac clatchie, karena pada plug container ini memasangnya top plug dan bottom plug tidak perlu membukanya, akan tetapi sudah terpasang sebelumnya.1.2 Peralatan Dibawah PermukaanPeralatan penyemenan dibawah permukaan meliputi :

a. Casing

Merupakan pipa selubung yang berfungsi untuk :

Melindungi lubang bor dari pengaruh-pengaruh fluida formasi dan tekanan-tekanan di sekitarnya.

Melindungi lubang bor dari keguguran.

Memisahkan formasi produktif satu dengan lainnya.

Bersama-sama memperkuat dinding lubang bor serta mempermudah operasi produksi nantinya.

Jenis-jenis casing :

1. Conductor casing

2. Intermediate casing

3. Production casingSpesifikasi casing

1. Diameter : 26, 20, 13 3/8, 9 5/8, 7 dst.

2. Grade : p. 110, h. 40, j. 55, n. 80.

3. Panjang : 30 ft/stand

4. Berat : 23 lb/ft, 26 lb/ft, 29 lb/ft

5. Thread : 4 thread/inch. 60

b. Centralizer

Untuk mendapatkan cincin semen yang baik (merata), casing harus terletak di tengah-tengah lubang, untuk itu casing dilengkapi dengan centralizer.

Fungsi centralizer :

Menempetkan casing di tengah-tengah lubang

Menyekrap mud cake

Mencegah terjadinya differential sticking.

Centralizer dibuat dari bahan baja, sehingga mampu mendorong casing di tengah-tengah lubang.

c. ScratchersAdalah suatu alat yang dirangkaikan/dipasang pada casing dan berfungsi untuk membersihkan dinding lubang bor dari mud cake, sehingga didapat lubang bor yang bersih.

Ada dua jenis scratchers :

1. Rotation type wall scratcher

2. Reciprecasing type scratcher

Pemasangan scratcher pada casing pada umumnya dilas, tetapi dewasa ini dipasang dengan step collar atau clamps. Reciprecasing scratcher pada umumnya dipasang pada interval 15-20 ft sepanjang daerah yang disusun, sedang rotating scratcher pada zona produktif (porous).

d. Peralatan floating

Terdiri dari :

1. Shoe : casing shoe/guide shoe, float shoe

2. Collar : guide collar, float collar1) Shoe

Casing shoe

Biasanya berbentuk bulat pada bagian bawah dan ditempatkan pada ujung terbawah dari rangkaian casing dan dalamnya tidak terdapat valve (katub). Casing shoe berfungsi sebagai sepatu dan pemandu untuk memudahkan pemasukan rangkaian casing (running casing), agar tidak terjadi sangkutan pada dinding lubang bor, shoe ini dibuat dari bahan yang dapat dibor lagi (drillable).

Float shoe

Pada prinsipnya sama dengan casing shoe, hanya pada float shoe dilengkapi dengan valve (katub), yang berfungsi untuk : Mencegah aliran balik, mencegah blow out melalui casing pada waktu casing diturunkan.

Mencegah aliran balik semen, setelah proses penyemenan selesai.

Memperkecil beban menara, pada drilling line dan casing itu sendiri

Jadi float ini hanya dapat mengalirkan semen/lumpur ke daerah saja (satu arah). Float shoe ini dibuat dari bahan yang dapat dibor lagi.2) Collar

Merupakan suatu shock penahan yang dipasang beberapa meter di atas shoe, berfungsi untuk menahan bottom plug dan top plug.

Dibuat dari bahan yang dapat dibor lagi (drillable).

Ada dua jenis collar : Guide collar : tidak dilengkapi valve, sehingga tidak dapat menahan tekanan balik.

Float collar : dilengkapi valve.

e. Shoe trach

Merupakan pipa casing yang dipasang antara shoe dan collar sepanjang satu batang atau lebih, tergantung dari ketinggian semen diannulus. Karena ketinggian semen di annulus akan menentukan perbedaan tekanan hidrostatik diluar dan didalam casing pada waktu memasukkan top plug. Shoe trach berfungsi untuk menampung bubur semen yang bercampur udara atau lumpur pendorong, agar tidak keluar annulus disekitar shoe. f. Cementing plug1. Bottom plug

Berfungsi untuk mencegah adanya kontaminasi antara lumpur dengan bubur semen. Jadi untuk mendorong lumpur yang berada didalam casing dan memisahkan casing dari semen dan juga membersihkan mud film didalam dinding casing, pada bottom plug terdapat membran yang pada tekanan tertentu dapat pecah, sehingga semen akan mengalir keluar dan terdorong ke annulus sampai mencapai tujuan yang diharapkan. Bottom plug terbuat dari bahan karet, pada bagian luar dan cast alluminium pada bagian dalamnya.2. Top plug

Berfungsi untuk mendorong bubur semen, memisahkan semen dari lumpur pendorong agar tidak terjadi kontaminasi, membersihkan sisa-sisa semen dalam casing. Alat ini sebagian besar terbuat dari karet dan pada bagian bawahnya digunakan plat alluminium dan tidak mempunyai membrane (selaput tipis). Apabila top plug ini sudah duduk (sampai pada bottom plug) dibawah,maka tekanan pemompaan akan naik secara tiba-tiba (bumping pressure) dan pada saat itu pemompaan dihentikan.1.3 Peralatan Pada Stage Cementing (Penyemenen Bertingkat)1.3.1 Peralatan diatas permukaan

Pada stage cementing adalah sama dengan peralatan penyemenan yang telah dibahas di muka (primary cementing).

1.3.2 Peralatan dibawah permukaan

a. Stage cementing collar

Berfungsi untuk melewatkan bubur semen setelah penyemenan pertama dilakukan (primary cementing).

Penyemenan bertingkat dilakukan bila :

Sumur terlalu dalam

Formasi di atas dan di bawah zona yang disemen cukup kompak dan cukup jauh.

Menghindari tekanan pompa yang berlebihan, sehingga dapat mengurangi biaya.

b. Cement basket

Letak di bawah stage cementing collar, berfungsi untuk menyekat ruang annulus antara ruang bawah dan ruang atas stage collar.

c. Trip plug

Setelah primary cementing selesai, maka dimasukkan trip plug. Plug ini berfungsi untuk membuka lubang pada stage cementing collar. Karena beratnya, trip plug ini turun kebawah yang akhirnya mencapai sampai pada stage cementing collar (pada lower inner sleeve).Dengan tekanan tertentu lower inner sleeve akan turun dan membuka lubang pada stage cementing collar disebut cementing ports.

d. Shut off plug

Setelah pendorongan bubur semen selesai, kemudian dimasukkan shut off plug yang berfungsi untuk menutup cementing port sehingga tidak terjadi aliran balik.

2 DESKRIPSI ALAT

2.1 Centralizer

2.1.1 Fungsi

Menempatkan casing di tengah-tengah lubang

Menyekrap mud cake

Mencegah terjadinya differential sticking

2.1.2 Mekanisme Kerja

Centralizer ditempatkan diluar casing untuk menengahkan casing agar diperoleh cincin semen yang baik.

2.1.3 Spesifikasi

Tabel 2.1 Spesifikasi Centralize