ujian semester ganjil 2013

Download Ujian Semester Ganjil 2013

Post on 16-Oct-2015

35 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

ujian semester ganjil

TRANSCRIPT

UJIAN SEMESTER GANJIL 2013/2014CURICULUM REVIEW AND CONTENT OF CHEMISTRY

DISUSUN OLEH :MUTOAH INTAN ARIYANAE1M 011 028

PENDIDIKAN KIMIAFAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS MATARAM2013SOAL UJIAN SEMESTER GANJIL TAHUN 2013/20141. Salah satu alasan pengembangan kurikulum 2013 adalah mengembalikan arah dan tujuan pendidikan seperti yang diamanatkan oleh UU. No. 20 khususnya pada Pasal 3. Dalam pasal tersebut, tujuan pendidikan terdiri dari 8 pointer yang terbagi ke dalam 4 kategori, yaitu KI-1, KI-2, KI-3, dan KI-4. Sebutkan yang termasuk ke dalam masing-masing kategori.2. Mengapa dalam penyusunan RPP yang tentu menjadi acuan dalam pembelajaran dimulai dari KI-3 kemudian KI-4 dan dilanjutkan ke KI-1 dan KI-2?3. Dalam kurikulum 2013, dikenal dengan istilah Pendekatan Saintifik.a. Uraikan apa yang anda tahu tentang pendekatan saintifik itu?b. Uraikan langkah-langkah dalam embelajaran saintifik.4. Dalam penerapan kurikulum 2013 dikenal istilah Problem Based Learning dan Discovery Learning. Uraikan persamaan dan perbedaan kedua istilah tersebut.5. a. Apa yang dimaksud dengan penilaian autentik?b. Apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan penilaian autentik dalam pembelajaran Kimia?6. Uraikan materi dan langkah-langkah pembelajaran untuk menanamkan sikap spiritual dan sikap sosial pada siswa dengan materi pokok bentuk molekul.7. Salah satu KD dalam silabus kimia kurikulum 2013 adalah meramalkan bentuk molekul berdasarkan teori jumlah pasangan elektron di sekitar inti atom. Susun sebuah RPP yang lengkap untuk 1 kali pertemuan berasarkan KD tersebut di atas.

JAWABAN UJIAN SEMESTER GANJIL TAHUN 2013/2014

1. Tujuan pendidikan nasional dalam UU. No. 20 tahun 2003 pasal 3Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa , berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawabPenjabaran tujuan pendidikan nasional dalam UU. No. 20 tahun 2003 pasal 3 ke dalam masing-masing kategori, yaitu KI-1, KI-2, KI-3 dan KI-4 :a. Sikap spiritual (KI-1): Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esab. Sikap sosial (KI-2): Berakhlak mulia, sehat, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawabc. Pengetahuan (KI-3): Berilmud. Keterampilan (KI-3): Cakap dan kreatif

2. Dalam penyusunan RPP untuk kurikulum 2013 yang menjadi acuannya adalah kompetensi inti, kompetensi inti tersebut meliputi : kompetensi inti 1 (KI-1) tentang sikap spritual, kompetensi inti 2 (KI-2) tentang sikap sosial, kompetensi 3 (KI-3) tentang pengetahuan, dan kompetensi 4 (KI-4) tentang keterampilan. Namun dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) hendaknya dimulai dari KI-3 menuju KI-4 dan dilanjutkan ke KI-1 dan KI-2. Hal ini disebabkan karena keterampilan yang merupakan aspek KI-4 hanya dapat dibangun dengan hasil yang baik melalui pengetahuan (KI-3). Keterampilan yang tidak melalui proses pengetahuan (KI-3) tidak akan menghasilkan suatu karya yang baik karena tidak dilandasi dengan pengetahuan yang cukup. Dalam proses perolehan pengetahuan dan keterampilan, sikap baik sikap spiritual dan sosial diintegrasikan dalm setiap proses pembelajaran sehingga seluruh mata pelajaran yang diorientasikan memiliki kontribusi terhadap pembentukan sikap, baik sikap spiritual dan sikap soaial. Sikap spiritual merupakan implementasi dari KI-1 sedangkan sikap sosial merupakan implementasi dari KI-2. Penanaman sikap spiritual KI-1 lebih didahulukan dalam pembelajaran pada kurikulum 2013, karena dengan tumbuhnya sikap spiritual yang baik pada siswa maka sikap sosialpun KI-2 akan tumbuh dan berkembang dengan baik pada diri siswa.

3. Pendekatan saintifik dalam kurikulum 2013a) Pendekatan saintifik merupakan pembelajaran yang mengadopsi langkah-langkah saintis dalam membangun pengetahuan melalui metode ilmiah.Model pembelajaran yang diperlukan adalah yang memungkinkan terbudayakannya kecakapan berpikir sains, terkembangkannya sense of inquiry dan kemampuan berpikir kreatif siswa (Alfred De Vito, 1989). Pembelajaran saintifik tidak hanya memandang hasil belajar sebagai muara akhir, namum proses pembelajaran dipandang sangat penting. Oleh karena itu pembelajaran saintifik menekankan pada keterampilan proses. Model pembelajaran berbasis peningkatan keterampilan proses sains adalah model pembelajaran yang mengintegrasikan keterampilan proses sains ke dalam sistem penyajian materi secara terpadu (Beyer, 1991). Model ini menekankan pada proses pencarian pengetahuan dari pada transfer pengetahuan, peserta didik dipandang sebagai subjek belajar yang perlu dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran, guru hanyalah seorang fasilitator yang membimbing dan mengkoordinasikan kegiatan belajar. Dalam model ini peserta didik diajak untuk melakukan proses pencarian pengetahuan berkenaan dengan materi pelajaran melalui berbagai aktivitas proses sains sebagaimana dilakukan oleh para ilmuwan (scientist) dalam melakukan penyelidikan ilmiah (Nur: 1998), dengan demikian peserta didik diarahkan untuk menemukan sendiri berbagai fakta, membangun konsep, dan nilai-nilai baru yang diperlukan untuk kehidupannya. Fokus proses pembelajaran diarahkan pada pengembangan keterampilan siswa dalam memproseskan pengetahuan, menemukan dan mengembangkan sendiri fakta, konsep, dan nilai-nilai yang diperlukan (Semiawan: 1992).b) Langkah-langkah dalam pembelajaran saintifik :1. Mengamati Kegiatan mengamati bertujuan agar pembelajaran berkaitan erat dengan konteks situasi nyata yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Proses mengamati fakta atau fenomena mencakup mencari informasi, melihat, mendengar, membaca, dan atau menyimak.2. Menanya Kegiatan menanya dilakukan sebagai salah satu proses membangun pengetahuan siswa dalam bentuk konsep, prisnsip, prosedur, hukum dan teori, hingga berpikir metakognitif. Tujuannnya agar siswa memiliki kemapuan berpikir tingkat tinggi (critical thingking skill) secara kritis, logis, dan sistematis. Proses menanya dilakukan melalui kegiatan diksusi dan kerja kelompok serta diskusi kelas. Praktik diskusi kelompok memberi ruang kebebasan mengemukakan ide/gagasan dengan bahasa sendiri, termasuk dengan menggunakan bahasa daerah.3. Eksplorasi Kegiatan mencoba bermanfaat untuk meningkatkan keingintahuan siswa untuk memperkuat pemahaman konsep dan prinsip/prosedur dengan mengumpulkan data, mengembangkan kreatifitas, dan keterampilan kerja ilmiah. Kegiatan ini mencakup merencanakan, merancang, dan melaksanakan eksperimen, serta memperoleh, menyajikan, dan mengolah data. Pemanfaatan sumber belajar termasuk mesin komputasi dan otomasi sangat disarankan dalam kegiatan ini.4. Mengasosiasi. Kegiatan mengasosiasi bertujuan untuk membangun kemampuan berpikir dan bersikap ilmiah. Data yang diperoleh dibuat klasifikasi, diolah, dan ditemukan hubungan-hubungan yang spesifik. Kegiatan dapat dirancang oleh guru melalui situasi yang direkayasa dalam kegiatan tertentu sehingga siswa melakukan aktifitas antara lain menganalisis data, mengelompokan, membuat kategori, menyimpulkan, dan memprediksi/mengestimasi dengan memanfaatkan lembar kerja diskusi atau praktik. Hasil kegiatan mencoba dan mengasosiasi memungkinkan siswa berpikir kritis tingkat tinggi (higher order thinking skills) hingga berpikir metakognitif.5. MengkomunikasikanKegiatan mengomunikasikan adalah sarana untuk menyampaikan hasil konseptualisasi dalam bentuk lisan, tulisan, gambar/sketsa, diagram, atau grafik. Kegiatan ini dilakukan agar siswa mampu mengomunikasikan pengetahuan, keterampilan, dan penerapannya, serta kreasi siswa melalui presentasi, membuat laporan, dan/ atau unjuk karya.

4. Problem based learning adalah metode mengajar yang menggunakan masalah yang nyata, proses dimana siswa belajar, baik ingatan maupun keterampilan berfikir kritis yang fokus kepada pemecahan masalah nyata, kerja kelompok, umpan balik, diskusi dan laporan akhir. Sedangkan discovery learning teori belajar yang didefinisikan sebagai proses pembelajaran yang terjadi bila pelajar tidak disajikan pelajaran dalam bentuk finalnya, tetapi diharapkan siswa mengorganisasi sendiri. Pada discovery leraning lebih menekankan pada ditemukannya konsep atau prinsip yang sebelumnya tidak diketahui.1) Persamaan problem based learning dan discovery learninga) Berpusat pada siswab) Dalam pelaksanaannya membutuhkan waktu lebih banyakc) Siswa secara aktif membina pengetahuan sendiri melalui proses saling memengaruhi antara pembelajaran terdahulu dengan pembelajaran terbaru.d) Dalam konteks pembelajaran, siswa seharusnya membina sendiri pengetahuan mereka.e) Bahan pengajaran yang disediakan mempunyai perkaitan dengan pengalaman siswa2) Perbedaan problem based learning dan discovery learning

a) Pada Discovery Learning, masalah yang diperhadapkan kepada siswa semacam masalah yang direkayasa oleh guru Sedangkan Problem based learning menggunakan masalah yang nyata b) Discovery Learning lebih menekankan pada ditemukannya konsep atau prinsip yang sebelumnya tidak diketahui. Sedangkan Problem based learning dengan menekankan pemecahan masalah yang nyata, kerja kelompok, umpan balik, diskusi, dan laporan akhir.

5. Penilaian autentika. Pengertian penilaian autentikPenilaian autentik (authentic assessment) menurut beberapa sumber sebagaimana tertulis dalam Materi Pelatihan Guru Implementasi Kurikulum 2013 adalah sebagai berikut: (1) American Library Association mendefinisikan sebagai proses evaluasi untuk mengukurkinerja, prestasi, motivasi, dan sikap-sikap peserta didik pada aktivitas yang relevandalam pembelajaran; (2) Newton Public School, mengartikan penilaian autentik sebagai penilaian atas produk dan kinerja yang berhubungan dengan pengalaman kehidupan nyata peserta didik; dan (3) Wiggins mendefinisikan penilaian autentik sebagai upaya pemberian tugas kepada peserta didik yang mencerminkan prioritas dan ta

Recommended

View more >