UIUpdate Nov 2013

Download UIUpdate Nov 2013

Post on 23-Oct-2015

108 views

Category:

Documents

6 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

rwrt

TRANSCRIPT

<ul><li><p>UI Update Edisi IV | 1</p></li><li><p>2 | UI Update Edisi IV</p><p>Penanggung Jawab:Prof. Dr. I Ketut Surajaya, M.A.</p><p>Pemimpin Redaksi:Dra. Farida Haryoko, M.Psi.</p><p>Redaksi:Yuliniar LutfaidaWanda Ayu AgustinR.A. Khairun NisaRizky R. SalerinoArdiansyahM. Rachmat R.</p><p>Kontributor:Dinda Larasati | Dodi Prananda | Fauzan Abdi | Gisantia Bestari | Hana Talita M. | Imas Arumsari | Robi Irfani M. | Ircham M. Aganovi | Rara Firlina | Annisa Aulia J. | Edo Yuliandra | Ibnu Budiman | Susryandini Novraswinda | Riche Theodora</p><p>Penyunting Bahasa:Yuliniar Lutfaida</p><p>Fotografer:UbaydillahFandi P. Nugroho</p><p>Tata Letak:Adithia Ramadhan</p><p>UIUpdateEdisi 4/Thn. V/2013</p><p>UIUpdate diterbitkan oleh Kantor Komunikasi UI:Gd. Pusat Administrasi UI lt. 6Kampus UI, DepokTelp. 021-7867222 ekst. 100604Faks. 021-78849060Surel: uiupdate@gmail.com</p><p>Kami menerima artikel atau tulisan tentang UI dan kegiatan di lingkungan UI.</p><p>Kritik, saran, dan tulisan dapat dikirimkan melalui alamat surel di atas.</p><p>Liputan UtamaUI Gelar Half Marathon untuk Selamatkan Sungai Ciliwung | hlm. 3UI Mempunyai Pejabat Rektor Baru | hlm. 8Sosialisasi Pengajuan Jaminan Jamsostek | hlm. 9SBMPTN Info Day 2013 | hlm. 14</p><p>PenelitianPeneliti UI Lanjutkan Eksplorasi Struktur Bangunan Purbakala di Gunung Padang | hlm. 26</p><p>PrestasiUI Raih Tiga Penghargaan di Telkom Smart Campus Award 2013 | hlm. 30</p><p>Kuliah UmumMerekonstruksi Negara Gagal dengan Security Sector Reform| hlm. 40Koentjaraningrat Memorial Lecture: Pendidikan Nasional dan Kearifan Timur | hlm. 43</p><p>Kunjungan &amp; Kerja SamaUI Tanda Tangani Nota Kesepahaman dengan Griffith University | hlm. 38</p><p>DaftarIsi</p><p>PengantarRedaksiAsalamualaikum, wr. wb.</p><p>Salam sejahtera bagi kita semua.Dalam dunia yang dinamis ini, perubahan </p><p>merupakan suatu hal yang mutlak diperlukan untuk beradaptasi. Begitu pula Universitas Indonesia (UI) yang juga harus terus berupaya bermetamorfosa menjadi lebih baik seiring dengan bergulirnya waktu. Perubahan tersebut yang menjadi bahasan utama pada UIUpdate edisi kali ini.</p><p> Pada pertengahan 2012, Undang-Undang No. 12 Tahun 2012 tentang Perguruan Tinggi diresmikan. Salah satu hal yang diatur dalam UU tersebut adalah mengenai komponen biaya pendidikan. Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sudah mengamodasi masalah ini dalam bentuk Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) dan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Perubahan penting lain yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) yaitu perubahan status menjadi Badan Layanan Umum (BLU). Perubahan ini menyebabkan peralihan kekayaan yang sebelumnya secara otonom dimiliki universitas menjadi milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.</p><p>Selain berubah secara sistem, sivitas akademika UI juga ikut mewarnai perjalanan metamorfosa UI dengan kontribusi melalui penelitian dan prestasi. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya mahasiswa UI yang berprestasi melalui kompetisi, baik yang bertaraf nasional, maupun internasional. Dosen dan peneliti UI pun turut menyumbangkan gagasan, seperti Prof. Danardono dengan kendaraan berbasis teknologi hibrida dan Hadi Tresno dengan kapal pelat baja.</p><p>Pada akhirnya, informasi yang kami sajikan adalah untuk menginspirasi sivitas akademika untuk tidak terpaku dalam stagnasi dan memulai perubahan ke arah yang lebih baik mulai dari diri sendiri dan mulai dari sekarang. Selamat membaca dan selamat bermetamorfosa.Pemimpin RedaksiDra. Farida Haryoko, M.Psi.</p><p>Untuk dapat mengakses berita-berita yang disajikan, Anda cukup membuka alamat http://www.ui.ac.id/id/news/archive/ lalu diikuti dengan kode yang tertera pada bagian akhirsetiap berita.Contoh :http://www.ui.ac.id/id/news/archive/5129 untuk mengakses berita dengan kode 5129.</p></li><li><p>UI Update Edisi IV | 3</p><p>Universitas Indonesia (UI) melalui Unit Kegiatan Mahasiswa Mapala UI (Mahasiswa Pecinta Alam) menyelenggarakan acara Half Marathon Run FoRiver pada Minggu (12/05) di kampus UI Depok. Run FoRiver dilaksanakan guna menggalang dana untuk memperbaiki kondisi Sungai Ciliwung melalui program Adopsi Sungai. Para peserta Half Marathon Run FoRiver dapat mengikuti kategori lari 10 km, 21 km, juga charity run.</p><p>Program Adopsi Sungai sendiri adalah pengelolaan sungai oleh sekelompok orang untuk nantinya dapat dikelola oleh masyarakat yang dilalui oleh Sungai Ciliwung. Konsepnya yaitu menstimulasi berbagai elemen untuk secara bersama-sama memelihara sungai yang dibagi per Rukun Tetangga (RT). Program Adopsi Sungai melibatkan berbagai elemen yang dapat berkontribusi dengan menjadi salah satu pihak yang berkecimpung dalam program, yaitu masyarakat di DAS Ciliwung, donatur, Ruang Ciliwung, relawan, juga fasilitator.</p><p>Pejabat Rektor UI Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, </p><p>M.Met. hadir untuk membuka acara dan menembakkan pistol di titik mula di Boulevard UI untuk melepas lebih dari 800 pelari yang berpartisipasi. Peserta tidak hanya berasal dari Indonesia, namun juga terdapat pelari profesional dari Kenya, Inggris, dan Jepang. Selain itu, Agus Yudhoyono, Sandiaga Uno, dan para charity runner dari juga turut mengikuti kompetisi.</p><p>Setiap peserta yang mendaftar secara otomatis menyumbang satu bibit tanaman untuk ditanam di pinggir Sungai Ciliwung. Dari pelaksanaan Run FoRiver, didapatkan sumbangan sebanyak 2.850 bibit pohon yang akan ditanam oleh mahasiswa UI yang tergabung dalam Mapala UI dan para peserta Kuliah kerja Nyata (K2N) Tematik UI.</p><p>Keterlibatan sivitas akademika UI dan masyarakat umum dalam program Adopsi Sungai diharapkan dapat membuat Sungai Ciliwung menjadi lebih baik bagi masyarakat sekitar. (YV)</p><p>UI Gelar Half Marathon untuk Selamatkan Sungai Ciliwung</p><p>1 pelari untuk 1 pohon. Untuk Ciliwung yang lebih baik.</p><p>HU</p><p>MA</p><p>S//F</p><p>PN</p></li><li><p>4 | UI Update Edisi IV</p><p>UI Menuju Kawasan Bebas Asap Rokok</p><p>Dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia, fakultas rumpun ilmu kesehatan pada 31 Mei 2013 menggelar Seminar UI Bebas Asap Rokok. Acara tersebut dimotori oleh mahasiswa peserta modul kolaborasi Rumpun Ilmu Kesehatan yang berasal dari gabungan lima fakultas, yaitu Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), dan Fakultas Farmasi (FF).</p><p>Seminar dibuka dengan sambutan oleh Ketua Modul Kolaborasi Rumpun Ilmu Kesehatan yang juga dosen di Fakultas Farmasi UI, Santi Purna Sari, M.Si. Dalam acara tersebut hadir jajaran staf pengajar dan para tutor Modul Kolaborasi Rumpun Ilmu Kesehatan, juga puluhan mahasiswa dari berbagai fakultas di UI.</p><p>Santi dalam sambutannya menuturkan bahwa modul yang sedang dikerjakan saat ini merupakan satu-satunya modul yang melibatkan 743 mahasiswa dan 42 dosen dari 5 fakultas rumpun ilmu kesehatan. Seminar tersebut, lanjut Santi, diharapkan dapat membantu sosialisasi dan pengawalan implementasi SK Rektor UI Nomor 1805/SK/R/UI Tahun 2011 tentang kawasan tanpa rokok di seluruh kawasan UI.</p><p>Hadir sebagai pembicara dalam seminar tersebut Ketua Koalisi Profesi Kesehatan (KPK) Anti Rokok Adang Bachtiar, Direktur Kemahasiswaan Arman Nefi, M.M., dan Koordinator Program Pengembangan Peringatan Kesehatan Bungkus Rokok FKM UI dr. Widiastuti Soerojo, M.Kes. Bertindak sebagai moderator Dr. Rita Damayanti, M.S.P.H.</p><p>dr. Widyastuti pada seminar tersebut membicarakan undang-undang (UU) kesehatan yang terkait dengan peringatan kesehatan berbentuk gambar pada kemasan rokok. UU yang terkait yaitu UU No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Pasal 114 UU Kesehatan menyebutkan bahwa setiap produk rokok wajib mencantumkan peringatan kesehatan yang disertai gambar atau bentuk lainnya pada kemasan. UU tersebut diperkuat dengan adanya Peraturan Pemerintah (PP) No. 109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan yang antara lain mengatur waktu </p><p>pelaksanaan pencantuman gambar dan tulisan di kemasan produk tembakau.</p><p>PP tersebut kemudian juga diperkuat dengan peraturan turunan yaitu Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 28 tahun 2013 tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi Kesehatan pada Kemasan Produk Tembakau. Permenkes tersebut memuat persyaratan peringatan dan informasi kesehatan yang meliputi aturan jenis dan warna gambar, cara penulisan, serta letak penempatan gambar. Persyaratan tersebut seperti bentuk gambar dicetak berwarna dengan luas 40 persen pada sisi lebar bagian depan dan belakang kemasan dan larangan mencantumkan keterangan yang promotif seperti light, mild, atau extra mild.</p><p>Setelah itu, pemaparan dilanjutkan oleh Adang Bachtiar. Dia menjelaskan bahwa Koalisi Profesi Kesehatan Anti Rokok yang dia pimpin merupakan koalisi yang anggotanya terdiri dari mereka yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan seperti dokter, dokter gigi, dan perawat. Menurut Adang, secara moral, orang dengan profesi dalam bidang kesehatan bertanggung jawab terhadap kesehatan secara keseluruhan. Non-Communicable Disease (NCD), lanjutnya, akan menjadi penyakit masa depan yang risiko terburuknya adalah kemiskinan dan kematian.</p><p>NCD yang paling serius dan besar risikonya adalah rokok. Rokok dapat menyebabkan penyakit jantung, kanker, dan penyakit-penyakit lain. Dia menyayangkan bahwa saat ini banyak masyarakat memilih tetap membeli rokok daripada membeli susu untuk anaknya.</p><p>Kemudian, dibandingkan dengan fluktuasi ekonomi dunia, teroris, dan penyakit menular, NCD memiliki tingkat kerusakan kesehatan yang tinggi dan kerugian uang yang besar. Selain itu, ia juga menekankan bahwa saat ini yang perlu dilindungi akibat dampak buruk rokok adalah secondhand smoker and thirdhand smoker.</p><p>Selanjutnya, Arman Nefi menjelaskan soal aturan KTR di UI. Dalam pemeringkatan UI Green Metric, dia menyebutkan bahwa salah satu indikator penilaiannya adalah kampus yang bebas asap rokok. Oleh karena itu, KTR UI merupakan </p><p>Dalam seminar UI Bebas Asap Rokok, dr. Widyastuti Soerojo menjelaskan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 28 tahun 2013 tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi Kesehatan pada Kemasan Produk Tembakau.</p><p>HU</p><p>MA</p><p>S//F</p><p>PN</p></li><li><p>UI Update Edisi IV | 5</p><p>bagian dari UI Green Metric. Saat ini, lanjut dia, rumpun ilmu kesehatan sudah lebih tegas dalam melaksanakan KTR UI karena sudah ada larangan dan ada sanksi yang jelas. Sementara itu, masih ada rumpun sains dan teknologi yang ada di peringkat tengah. Program Vokasi yang diikuti oleh rumpun ilmu sosial dan humaniora saat ini berada di peringkat atas kegiatan merokok yang tertinggi di UI.</p><p>Di UI sendiri, kata dia, saat ini telah ada kebijakan untuk tidak memberikan beasiswa dan asrama mahasiswa kepada mahasiswa baru yang merokok. Hal tersebut dilakukan dalam usaha untuk menurunkan angka perokok pemula di UI.</p><p>Sejalan dengan seminar tersebut, pada Sabtu (01/06), BEM FKM UI mengadakan acara Seminar untuk Negeri: Sinari Indonesia Tanpa Asap Rokok. Acara yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Depok tersebut berlangsung di Depok Town Square. Seminar terbagi menjadi dua sesi. Dalam sesi pertama dibahas tema Mengurai Persoalan Rokok di </p><p>Indonesia oleh Arist Merdeka Sirait dari Komisi Nasional Perlindungan Anak dan Kartono Mohammad dari Tobacco Control Research Centre. Sementara itu, pada sesi kedua tema yang diangkat yaitu Selamatkan Generasi Bangsa dari Bahaya Rokok dengan pemateri Ketua Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT) Nita Yudi dan Edison dari Aliansi Korban Dampak Rokok.</p><p>Kemudian pada Minggu (02/06), sejumlah mahasiswa FKM UI yang tergabung dalam Anak Muda Tanpa Rokok (Amutaro) mengadakan Kampanye Anti Rokok di Bundaran Hotel Indonesia dan Taman Monumen Nasional. Aksi tersebut bertujuan untuk menyosialisasikan peringatan kesehatan berbentuk gambar di kemasan rokok dan seruan menolak iklan promosi dan sponsor rokok. Mereka sebelumnya telah melakukan aksi serupa di sejumlah tempat lainnya di Jakarta. (KHN) #7550</p><p>Semarak Lingkungan Hidup 2013Untuk memperingati Hari Lingkungan Hidupn Sedunia </p><p>pada tanggal 5 Juni, Environmental Health Student Association Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (Envihsa FKM UI) menyelenggarakan acara Semarak Lingkungan Hidup 2013. Acara tersebut bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat luas tentang pengelolaan sampah dan metode bank sampah. Acara terbagi menjadi 3 bagianacara, yaitu talk show interaktif, lomba desain produk tempat sampah dan lomba stiker pemilahan sampah, juga pameran hasil daur ulang sampah.</p><p>Acara talk show interaktif berlangsung pada Rabu, 12 Juni 2013 tersebut mengangkat tema Garbage Bank: Turning Trash to Cash for Better Environment. Acara yang berlangsung di Gedung G, FKM UI tersebut dibuka dengan sambutan dari Ketua Departemen Kesehatan Lingkungan FKM UI Prof. Dr. dr. I Made Djaja, M.Sc. Hadir sebagai keynote speaker Asisten Deputi IV Kementerian Lingkungan Hidup RI Sudirman. Ia di antaranya menjelaskan perihal Undang-undang (UU) No. 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah. Sudirman menekankan pentingnya melakukan daur ulang sampah. Sampah sebenarnya punya nilai jual, ujar Sudirman. </p><p>Dimoderatori oleh Nur Atika, talk show dilanjutkan dengan menghadirkan tokoh-tokoh lingkungan, seperti penggagas Green Earth Community Nina Nuraniyah, penggagas bank sampah di Kota Depok Djuniawan Wanitarti, dan pendiri Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Erna Witoelar.</p><p>Dalam talk show tersebut, Nina menceritakan pengalamannya dalam mengelola sampah bersama anak-anak muda di Bogor. Ia menerapkan istilah 3R yaitu Reduce, Reuse, Recycle di lingkungannya. Ia bersama rekan-rekannya juga </p><p>mengembangkan produk daur ulang.Selanjutnya, ada cerita dari penggagas bank sampah </p><p>di Kota Depok Djuniawan Wanitarti, yang menceritakan kisah inspiratifnya bersama kelompok peduli lingkungan atau yang dikenal dengan nama Mpok Lili. Kelompok yang berpusat di Griya Lembah Depok tersebut, telah memulai kegiatannya sejak tahun 2008. Nasabah bank sampahnya saat ini telah mencapai lebih dari 200 orang. Pembagian sampah di rumah, kata dia, yang terpenting adalah membagi sampah menjadi sampah basah dan kering. Wanita yang pernah diundang ke Jepang untuk belajar kompos tersebut, mengatakan bahwa semua sampah anorganik hampir semuanya masih mempunyai nilai dan dapat didaur ulang.</p><p>Kemudian, ada Erna Witoelar, aktivis lingkungan yang juga pernah menjadi Menteri Permukiman dan Pengembangan Wilayah pada Kabinet Persatuan Nasional. Ia membahas soal pola hidup boros yang membuat sampah semakin menumpuk. Setiap orang setiap hari menghasilkan sampah. Pola konsumsi yang tidak berwawasan lingkungan akan menguras sumber daya lebih cepat daripada konservasinya, tegas Erna.</p><p> Sementara itu, terkait dengan lomba membuat desain dan produk tempat sampah, peserta diminta membuat tempat sampah yang kreatif, inovatif, dan ideal. Selain itu, ada pula lomba desain stiker pemilahan sampah. Stiker yang diperlombakan akan dicetak dan ditempel pada tempat-tempat sampah di lingkungan sekitar UI. Selama talk show berlangsung, ada juga pameran hasil ulang daur sampah yang merupakan hasil kreasi masyarakat Situ Pladen, Depok, Jawa Barat. Kreasi tersebut adalah hasil dari kegiatan penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat Situ Pladen yang dilakukan Envihsa FKM UI beberap...</p></li></ul>