tugas tanah dasar

Download Tugas Tanah Dasar

Post on 31-Oct-2014

104 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Tugas Tanah dasar sebagai tugas akhir mata kuliah manajemen tanah dasar

TRANSCRIPT

PENCEMARAN TANAH &AIR TANAH Dampak Penggunaan Berlebih Pupuk Kimia di Tanah

DOSEN PEMBIMBING : MUHAMMAD SYAHIRUL ALIM, MT OLEH : KELOMPOK 13 AYU AZHAR WIJHAR U. ANDINI PUTRI TITASARI NASHIRATUN AMANAH H1E108027 H1E108029 H1E108038

PROGRAM STUDI S1 TEKNIK LINGKUNGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARBARU DESEMBER, 2010

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr. wb, Penulis mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT atas terselesaikannya makalah yang berjudul Dampak Penggunaan Berlebih Pupuk Kimia di Tanah. Penulis juga ingin mengucapkan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan tugas makalah ini. Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas makalah dalam pelajaran Pencemaran Tanah dan Air Tanah mengenai pencemaran tanah. Melalui makalah ini, kami juga ingin menginformasikan pada para pembaca mengenai pencemaran tanah yang disebabkan oleh pupuk, beserta sebab mengapa pupuk bisa menyebabkan pencemaran tanah dan cara mengatasinya. Namun, penulis menyadari bahwa penyusun masih mempunyai kekurangan dalam menyusun makalah ini. Oleh karena itu, kami meminta saran dan kritik atas makalah ini dan kami akan memperbaikinya supaya lebih baik lagi untuk mendatang.

Desember, 2010

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG 1.2 TUJUAN BAB II ISI 2.1 PENCEMARAN LINGKUNGAN 2.2 PENCEMARAN TANAH 2.3 PUPUK 2.4 SEJARAH PENGGUNAAN PUPUK KIMIA 2.5 PEMAKAIAN PUPUK KIMIA DI PERTANIAN 2.6 DAMPAK DARI PUPUK KIMIA PADA TANAH 2.7 PENANGGULANGAN PENCEMARAN BAB III PENUTUP 3.1 KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Pupuk kimia mulai diperkenalkan pada awal tahun 70-an, untuk meningkatkan hasil pertanian yang sebelumnya hanya melakukan pemupukan secara tradisional. Beberapa tahun pertama memang peningkatan panen sangat terasa manfaatnya. Program modernisasi pertanian mampu menjawab satu tantangan ketersediaan kebutuhan pangan dunia yang kian hari terus meningkat. Namun setelah belasan tahun penerapan pupuk kimia, penggunaan pupuk kimia mulai terlihat dampak dan efek sampingnya. Bahan kimia sintetik yang digunakan dalam pertanian seperti pupuk dan pestisida telah merusak struktur, kimia dan biologi tanah. Resiko kerusakan ekologi menjadi tak terhindarkan dan terjadinya penurunan produksi membuat ongkos produksi pertanian cenderung meningkat. Akhirnya terjadi inefisiensi produksi dan melemahkan kegairahan bertani. Pupuk kimia yang sebelumnya berhasil meningkatkan produksi pertanian mulai menunjukkan penurunan hasil. Untuk mengembalikan produktivitas, petani mulai menambah dosis pupuk kimianya sehingga lama kelamaan biaya operasional jadi meningkat, dan keuntungan petani semakin merosot. Penambahan dosis pupuk kimia semakin memperparah pencemaran lingkungan terhadap tanah. 1.2 Tujuan Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui dampak buruk dari pencemaran tanah oleh pupuk kimia yang digunakan para petani.

BAB II ISI 2.1 Pencemaran lingkungan Pencemaran lingkungan adalah masuknya benda asing ke dalam lingkungan yang menyebabkan perubahan sususan/komposisi lingkungan dari keadaan normalnya. Pencemaran yang terjadi di lingkungan masyarakat sekarang ini disebabkan karena tindakan manusia dalam pemenuhan kegiatan sehari-hari, secara tidak sengaja telah menambah jumlah bahan anorganik pada tanah, perairan dan udara. Penyebab terjadinya pencemaran lingkungan sebagian besar disebabkan oleh tangan manusia. Alam memiliki kemampuan untuk mengembalikan kondisi air yang telah tercemar dengan proses pemurnian atau purifikasi alami dengan jalan pemurnian tanah, pasir, bebatuan dan mikro organisme yang ada di alam sekitar kita. Akan tetapi, jumlah pencemaran yang sangat masal dari pihak manusia membuat alam tidak mampu mengembalikan kondisi ke seperti semula. Alam menjadi kehilangan kemampuan untuk memurnikan pencemaran yang terjadi. Sampah dan zat seperti plastik, DDT, deterjen dan sebagainya yang tidak ramah lingkungan akan semakin memperparah kondisi pengrusakan alam yang kian hari kian bertambah parah. 2.2 Pencemaran tanah Tanah merupakan tempat hidup berbagai jenis tumbuhan dan makhluk hidup lainnya termasuk manusia. Kualitas tanah dapat berkurang karena proses erosi oleh air yang mengalir sehingga kesuburannya akan berkurang. Selain itu, menurunnya kualitas tanah juga dapat disebabkan limbah padat yang mencemari tanah. Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena: kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial; penggunaan pestisida; masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan

sub-permukaan kecelakaan kendaraan pengangkut minyak, zat kimia, atau limbah; air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat (illegal dumping). Ketika suatu zat berbahaya/beracun telah mencemari permukaan tanah, maka ia dapat menguap, tersapu air hujan dan atau masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak langsung kepada manusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara di atasnya (Wikipedia, 2010). Berbagai dampak ditimbulkan akibat pencemaran tanah, diantaranya: 1. Pada kesehatan Dampak pencemaran tanah terhadap kesehatan tergantung pada tipe polutan, jalur masuk ke dalam tubuh dan kerentanan populasi yang terkena. Kromium, berbagai macam pestisida dan herbisida merupakan bahan karsinogenik untuk semua populasi. Timbal sangat berbahaya pada anak-anak, karena dapat menyebabkan kerusakan otak, serta kerusakan ginjal pada seluruh populasi. Paparan kronis (terus-menerus) terhadap benzena pada konsentrasi tertentu dapat meningkatkan kemungkinan terkena leukemia. Merkuri (air raksa) dan siklodiena dikenal dapat menyebabkan kerusakan ginjal, beberapa bahkan tidak dapat diobati. PCB dan siklodiena terkait pada keracunan hati. Organofosfat dan karmabat dapat menyebabkan gangguan pada saraf otot. Berbagai pelarut yang mengandung klorin merangsang perubahan pada hati dan ginjal serta penurunan sistem saraf pusat. Terdapat beberapa macam dampak kesehatan yang tampak seperti sakit kepala, pusing, letih, iritasi mata dan ruam kulit untuk paparan bahan kimia yang disebut di atas. Yang jelas, pada dosis yang besar, pencemaran tanah dapat menyebabkan Kematian. 2. Pada Ekosistem Pencemaran tanah juga dapat memberikan dampak terhadap ekosistem. Perubahan kimiawi tanah yang radikal dapat timbul dari adanya bahan kimia beracun/berbahaya bahkan pada dosis yang rendah sekalipun. Perubahan ini dapat menyebabkan perubahan metabolisme dari mikroorganisme endemik dan

antropoda yang hidup di lingkungan tanah tersebut. Akibatnya bahkan dapat memusnahkan beberapa spesies primer dari rantai makanan, yang dapat memberi akibat yang besar terhadap predator atau tingkatan lain dari rantai makanan tersebut. Bahkan jika efek kimia pada bentuk kehidupan terbawah tersebut rendah, bagian bawah piramida makanan dapat menelan bahan kimia asing yang lamakelamaan akan terkonsentrasi pada makhluk-makhluk penghuni piramida atas. Banyak dari efek-efek ini terlihat pada saat ini, seperti konsentrasi DDT pada burung menyebabkan rapuhnya cangkang telur, meningkatnya tingkat Kematian anakan dan kemungkinan hilangnya spesies tersebut. Dampak pada pertanian terutama perubahan metabolisme tanaman yang pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan hasil pertanian. Hal ini dapat menyebabkan dampak lanjutan pada konservasi tanaman di mana tanaman tidak mampu menahan lapisan tanah dari erosi. Beberapa bahan pencemar ini memiliki waktu paruh yang panjang dan pada kasus lain bahan-bahan kimia derivatif akan terbentuk dari bahan pencemar tanah utama. 2.3 Pupuk Pupuk adalah bahan kimia atau organisme yang menyediakan unsur hara bagi kebutuhan tanaman baik secara langsung maupun tidak langsung. Unsur hara adalah kebutuhan pokok tanaman baik berupa nutrisi maupun sumber energi yang menunjang kehidupan tanaman. Sedikitnya ada 60 jenis unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman dan 16 unsur atau senyawa di antaranya merupakan unsur hara esensial yang mutlak dibutuhkan tanaman untuk mendukung pertumbuhannya. Dari 16 unsur hara esensial, 3 diantaranya ketersediaannya di alam melimpah. Ketiga unsur tersebut adalah karbon ( C ), hidrogen ( H ) dan oksigen ( O ). Sedangkan sisa unsur hara lainnya didapatkan melalui pemupukan karena ketersediaannya yang terbatas di tanah (Anonim, 2010). Pupuk menurut macamnya dibagi menjadi 2 macam yaitu :-

Pupuk organik, yaitu pupuk yang terbentuk atau dibuat secara alami tanpa menggunakan rekayasa kimia, fisik/biologi. Contohnya pupuk kandang, pupuk kompos, dll.

-

Pupuk anorganik, yaitu pupuk industry secara kimia, fisik/ (Pristiadi,2010).

yang terbentuk dari proses rekayasa biologis. Contohnya urea, NPK

Pupuk merupakan salah satu sarana produksi yang memiliki peranan penting dalam peningkatan produksi dan kualitas hasil budidaya tanaman. Untuk memenuhi standar mutu dan menjamin efektifitas pupuk, maka pupuk yang diproduksi harus berasal dari formula hasil rekayasa yang telah diuji mutu dan efektifitasnya. Rekayasa formula pupuk adalah serangkaian kegiatan rekayasa yang menghasilkan formula pupuk secara kimia, fisik dan biologis. Formula pupuk yaitu kandungan senyawa dari unsur hara makro/mikroba (Pristiadi,2010). Pupuk organik dan anorganik telah dipakai oleh para petani di Indonesia selama 3 dasawarsa terakhir pada masa peningkatan mutu intensifikasi di Indonesia guna menyuburkan tanha dan meningkatkan hasil pertanian. Meskipun begitu, selain dapat menyuburkan tanah dan meningkatkan hasil pertanian ternyata pupuk juga memiliki andil sebagai penyebab pencemaran lingkungan pada tanah. Pupuk dapat menyebabkan pencemaran di tanah ji