tugas prl ok

Download Tugas Prl Ok

Post on 26-Jan-2016

223 views

Category:

Documents

6 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

-

TRANSCRIPT

  • 1BAB I

    PENDAHULUAN

    Kegiatan pertambangan adalah bagian dari kegiatan ekonomi yang mendayagunakansumber daya alam dan diharapkan dapat menjamin kehidupan di masa yang akan datang. Secarateknis kegiatan pertambangan meliputi proses pembersihan lahan; pengambilan dan penimbunantop soil serta overburden penambangan bahan galian dan penimbunan kembali sehinggamemberikan dampak perubahan bentang alam. Penggunaan teknik penambangan terbuka (openpit mining) dengan metode gali-isi kembali (back fillings method) menyebabkan terjadinya lahankritis akibat hilangnya vegetasi penutup tanah, adanya tekanan berat dari gaya gravitasi pada airhujan yang menghantam langsung permukaan tanah, erosi, terpapar secara langsung oleh sinarmatahari dan terjadi pemadatan tanah yang disebabkan penggunaan alat berat dalam prosespenambangan. Penggunaan teknik open pit mining juga menyebabkan rendahnya hara tanah,rendahnya bahan organik tanah, toksisitas mineral, buruknya tekstur tanah, dan rendahnyaaktivitas mikroorganisme tanah ( Jha & Singh, 1995).

    Kegiatan reklamasi merupakan suatu usaha memperbaiki atau memulihkan kembali lahandan vegetasi dalam kawasan hutan yang rusak sebagai akibat kegiatan usaha pertambangan danenergi agar dapat berfungsi secara optimal sesuai dengan peruntukannya. Merujuk kepada pasal101 UUD 4/2009 pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No.78 tahun 2010 yangmenetapkan bahwa kegiatan reklamasi wajib dilakukan oleh setiap pemegang IUP eksplorasidan IUP Produksi, kegiatan reklamasi dan paska tambang wajib dilakukan denganmemperhatikan aspek lingkungan hidup, keselamatan pekerja dan konservasi mineral danbatubara.

    Pada tugas makalah mengenai review kegiatan reklamasi ini mengambil case study padaPT. Berau Coal, PT. Kaltim Prima Coal dan PT. Indominco Mandiri di Provinsi KalimantanTimur

    1.1 Kondisi Umum Provinsi Kalimantan Timur

    Propinsi Kalimantan Timur dengan ibukota Samarinda, luasnya 211.440 km2 (sekitar28% luas Borneo), terletak di antara 1130 44' - 1190 00' bujur timur dan 40 24' lintang utara dan

  • 220 25' lintang selatan, dengan batas-batas di sebelah utara dengan negara bagian Sabah(Malaysia Timur), sedangkan di sebelah barat dengan Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat danSarawak (Malaysia Timur). Di sebelah timur berbatasan dengan selat Makasar dan laut Sulawesi,sedangkan di sebelah selatan dengan Kalimantan Selatan.

    Gambar 1.1 Peta Lokasi Case Study Kegiatan Reklamasi Pertambangan Batubara

    1.2 Topografi dan Tanah

    Kondisi topografi umumnya berbukit-bukit, lebih dari separuh (53,3%) luas wilayahmemiliki kemiringan diatas 40% yang terbagi dalam: Zona 1 meliputi daerah dataran rendah dipesisir pantai sebelah timur (kecuali Tanjung Mangkaliat), sepanjang sungai Mahakam mulaidari daerah pesisir (Samarinda) hingga Muara Kaman, Muara Pahu dan Muara Ancalong,sebagian Dataran Tinggi Tunjung (Barong Tongkok dan sekitarnya) serta Dataran TinggiBenuaq (Damai dan sekitarnya). Zona 2 meliputi daerah Tanjung Mangkaliat, Kabupaten Pasir,daerah perbukitan antara Samarinda - Balikpapan dan sebagian daerah pedalaman di KabupatenBerau, Bulungan dan Kutai. Zona 3 meliputi daerah hulu sungai di Kabupaten Bulungan, Kutaidan Berau. Zona 4 meliputi dataran tinggi dan pegunungan yang berbatasan dengan Kalimantan

    KALIMANTANTIMUR

    PT. Berau CoalTbk

    PT. Indominco MandiriTbk

    PT. KPC

  • 3Tengah, Selatan dan Malaysia Timur. Kondisi semacam itu ditambah dengan tingginya curahhujan, membuat Kalimantan Timur rawan terhadap erosi.

    Kalimantan Timur didominasi tanah podsolik murni maupun berasosiasi dengan jenistanah regosol, lithosol, andosol, latosol, alluvial, organosol, leisol, renzina dan mediteran. Jenistanah tersebut mencapai 78,5% dari luas wilayah Kaltim, sisanya terdiri dari lithosol (8,75%);alluvial (4,6%), organosol (3,3%), gleisel hidrik (1,4%) dan beberapa kombinasi berbagai jenistanah dalam jumlah kecil. Dengan demikian, di daerah ini pada umumnya tidak subur untuklahan pertanian produktif jangka panjang.

    1.3 Iklim

    Kalimantan Timur yang dibelah garis katulistiwa, memiliki iklim tropik basah dengankisaran suhu antara 200 sampai 320 Celcius. Curah hujan cukup tinggi dengan penyebaran yangmerata sepanjang tahun. Sebaran curah hujan cukup berbeda di berbagai lokasi. Di daerahdataran tinggi dan pegunungan, curah hujan tertinggi mencapai 4.000 mm pertahun. Sedangkancurah hujan yang berkisan antara 3.000 mm hingga 4.000 mm terdapat di daerah bagian tengah,memanjang mengitari daerah pegunungan. Curah hujan antara 2.000 mm hingga 3.000 mmtersebar merata di daerah dataran rendah. Sedangkan curah hujan terendah, yakni antara 1.500mm hingga 2.000 mm terdapat di hampir sepanjang pantai.

    1.4 Ekosistem dan Keanekaragaman Hayati

    Dataran rendah di Kaltim didominasi hutan dipterocap dengan beragam tumbuhan dansatwa. Ekosistem yang ada, secara ekologis amat karakteristik, yakni ekosistem pantai dan hutanbakau; hutan kerangas (health forest) dan hutan pegunungan (montane forest). Dari 350 spesiespohon dipterocarpaceace, sekitar 267 spesies ditemukan di belantara Borneo, dimana 155spesies itu adalah endemik. Selain pohon-pohon dipterocap, jenis pohon lain yang bernilaikomersial adalah ulin (eusideroxylon zwiger) dan gaharu (aqularia thymelaeaceae).

    Dari segi keanakeragaman satwa liar, terdapat 221 spesies binatang menyusui(mammalia) dan 28 diantaranya endemik Borneo. Selain itu juga ditemukan 13 jenis satwaprimata, diantaranya tarsius (tarsius bancanus); orang utan (pongo pygmaeus); bekantan (nasalis

  • 4larvatus); siamang (sympalanqus syndactylus); kaliawat (hylobates klosii); bangkui (presbytisrubicunda); beruk (macaca nemes trima); lutung (presbytis melapholos) dan kukang (nyeticebuscaucang).

    1.6 Kegiatan Pertambangan Batubara

    Pada tahun 2011, ada sekitar 41 perusahaan tambang batubara yang beroperasional secararesmi di wilayah provinsi Kalimantan Timur dengan mendapat izin dari pemerintah pusat untukkonsesi lahan seluas 1.824.004 ha. Pada daerah Kabupaten Kutai Timur luas lahan yang dibuka(asumsi tanpa ada reklamasi) seluas 60.000 ha. Hal ini terkait dengan program pemerintah yangakan melakukan substitusi bahan minyak dan gas bumi untuk keperluan sektor energi danindustri di tahun 2010 sebesar 75% serta mencukupi permintaan pasar global yang cukup tinggidengan permintaan harga yang cukup baik, maka deposit batubara yang ada di wilayah provinsiKalimantan Timur akan mempunyai peran yang berarti untuk memenuhi kebutuhan nasionalataupun pasar internasional. Hal ini akan menjadi faktor pemicu pelaku usaha dibidang energidan sumberdaya energi dari mineral batubara semakin meningkatkan kemampuan produksinyasecara signifikan.

    Tabel 1. Izin Usaha Pertambangan di Kalimantan Timur

  • 51.5 Realisasi Reklamasi Pertambangan Batubara

    Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pertambangan dan Energi ProvinsiKalimantan Timur, konsesi lahan tambang batubara yang sedang di eksploitasi hingga tahun2009 281.953 ha. Sedangkan menurut hasil analisis data menggunakan data citra landsat tahun2010 menunjukan bahwa luas lahan tambang batubara hanya sekitar 80,727 ha. Perbedaan luastersebut terjadi akibat tampilan yang terdeteksi oleh citra landsat hanya lahan tambang batubarayang masih terbuka, sedangkan yang mengalami revegetasi hasil reklamasi sulit dipisahkandengan landuse/landcover lainnya seperti semak belukar.

    Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pertambangan dan Energi ProvinsiKalimantan Timur Pada saat ini perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Kutai Kertanegara 15perusahaan dan kabupaten Kutai Timur sekitar 10 perusahaan dan ini belum termasukpengusahaan penambangan batubara yang izinnya diberikan oleh pemerintah daerah setempatdengan luasan dibawah 1.000 ha. Daerah yang telah mengalami reklamasi dan revegetasi lahanyang dilakukan beberapa perusahaan dapat kita dilihat Tabel 1. Berikut ini :

    Tabel 1. Luas Areal Reklamasi dan Revegetasi Pada Perusahaan Tambang BatubaraPKP2KB s/d Tahun 2009

  • 6

  • 7BAB II

    KEGIATAN REKLAMASI PERTAMBANGAN

    Reklamasi bertujuan untuk memperbaiki atau memulihkan kembali lahan yang tergangguakibat kegiatan usaha pertambangan, agar dapat berfungsi secara optimal sesuai denganpemanfaatan yang telah disepakati. Umumnya perusahaan tambang wajib melakukan penataanlahan agar kondisinya aman, stabil, dan tidak mudah tererosi, serta penanaman kembali vegetasiyang telah dirusak/dipindahkan dari lokasi pertambangan. Agar kegiatan reklamasi dalampelaksanaannya dapat tercapai tujuan yang dikehendaki, maka diperlukan perencanaanreklamasi.

    2.1 Perencanaan Reklamasi

    Untuk melaksanakan reklamasi diperlukan perencanaan yang baik, agar dalampelaksanaannya dapat tercapai sasaran sesuai yang dikehendaki. Dalam hal ini reklamasi harusdisesuaikan dengan tata ruang. Perencanaan reklamasi harus sudah disiapkan sebelummelakukan operasi penambangan dan merupakan program yang terpadu dalam kegiatan operasipenambangan. Hal-hal yang harus diperhatikan di dalam perencanaan reklamasi adalah sebagaiberikut :

    a. Mempersiapkan rencana reklamasi sebelum pelaksanaan penambangan.b. Luas areal yang direklamasi sama dengan luas areal penambangan.c. Memindahkan dan menempatkantanah pucuk pada tempat tertentu dan mengatur

    sedemikian rupa untuk keperluan vegetasi.d. Mengembalikan/memperbaiki kandungan (kadar) bahan beracun sampai tingkat yang

    aman sebelum dapat dibuang ke suatu tempat pembuangan.e. Mengembalikan lahan seperti keadaan semula dan/atau sesuai dengan tujuan

    penggunaannya.

    f. Memperkecil erosi selama dan setelah proses reklamasi.g. Memindahkan semua peralatan yang tidak digunakan lagi dalam aktivitas penambangan.h. Permukaan yang padat harus digemburkan namun bila tidak memungkinkan untuk agar

    ditanami dengan tanaman pionir yang akarnya mampu menembus tanah yang